Iman Sebagai Identitas Formal:Tantangan Orang Muda Katolik di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2662Kata Kunci:
era digital, identitas formal, orang muda Katolik, pastoral Gereja, penghayatan imanAbstrak
Artikel ini mengkaji fenomena iman orang muda Katolik (OMK) yang semakin dipahami sebagai identitas formal semata di era digital. Arus digitalisasi yang melanda kehidupan generasi muda menghadirkan berbagai daya tarik yang kompetitif terhadap kehadiran dan penghayatan iman dalam Gereja. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran penghayatan iman OMK dari yang bersifat eksistensial menuju formalitas identitas belaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya digital, media sosial, dan tekanan identitas sosial menjadi faktor utama yang melemahkan keterlibatan aktif orang muda dalam kehidupan menggereja. Studi ini juga menelaah dokumen Christus Vivit (2019) sebagai tawaran pastoral Gereja untuk merespons krisis tersebut. Kesimpulannya, Gereja perlu melakukan pembaruan pastoral yang kontekstual dan dialogis agar iman OMK tidak sekadar menjadi label identitas, melainkan sungguh menjadi kekuatan hidup yang transformatif di era digital.
Unduhan
Referensi
Agustinus, R. X. F. D. & S. (2023). HIDUP MENGGEREJA ORANG MUDA KATOLIK DALAM ARUS MODERNISASI. Jurnal Pendidikan Agama, 5(1).
Ardiansyah Angga Antonia. (n.d.). Pembinaan Iman bagi Remaja Katolik di Era Digital: Strategi, Peluang dan Tantangan. Jurnal Pendidikan Agama Dan Teologi, Vol. 5(No. 5), Hal. 205 – 213.
Bheka Theresiani, D. (2024). Membangun Komunitas Iman Melalui Media Sosial Dengan Menggunakan Platform Yang Menarik. Magistra, 2(2), 72–81.
Dwi, K., & Utomo, M. (2025). Iman di Era Digital : Pengaruh Media Sosial terhadap Formasi Rohani Orang Muda Katolik Generasi Z di Malang. Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana, 35(34), 442–476. https://doi.org/10.35312/serifilsafat.v35i34.286
Jimmy Andreas, D. (2025). Peran Katekese Digital sebagai Media Pembinaan Iman Kaum Muda Kristiani. Jurnal Pendidikan Agama Katekese Dan Pastoral, 4(1), 86–96.
Katolik, O. M., Kasih, J., Tengah, D. I., Kong, H., Sawung, M., Pamenang, A., & Zeus, M. (2018). Orang muda katolik: jembatan kasih di tengah keragaman. Alternatif, 1(1), 133–145.
Mulyatno Borromeus Carolus&, W. M. M. (2026). Peran Orang Muda Katolikdalam Pewartaan Injil di EraDigital: Perspektif Teologi Pastoral tentang Pengudusan Dunia Digital. Jurnal Filsafat Dan Teologi, 7(1).
Satrio Adventus Didimus, D. (2024). Seruan Apostolik Christus Vivit Terhadap Dampak Negatif Artificial Intelligence Bagi Kaum Muda. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 6(4), 126–134.
Sinaga Adelbred, D. (2023). Perkembangan Iman Orang Muda Katolik di Perkotaan. JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK, 3(1).
Sitepu Guna Abdi, D. (2024). PEMBINAAN IMAN ORANG MUDA KATOLIK DI PAROKI SANTA PERAWAN MARIA DIANGKAT KE SURGA KABANJAHE. Jurnal PkM Setiadharma, 5(1).
Yohanes, S. K. C. (2025). PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNTUK GENERASI Z: STRATEGI DAN TANTANGAN DI ERA DIGITAL. Jurnal Pendidikan Agama Katolik (JPAK), 25(1).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Epianus Darus, Yohana Fitriana Daus, Helena Nurtiyanti Wiha, Kornelia Kurnia, Maria Yunita Janu

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










