Analisis Hukum Islam terhadap Praktik Denda Keterlambatan pada Shopeepaylater Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000

Penulis

  • Muhammad Fauzan Nawawi Ali Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Natasya Kamila Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Syaeful Bahri Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2743

Kata Kunci:

denda keterlambatan, ShopeePayLater, buy now pay later, ta'zir, hukum ekonomi syariah

Abstrak

Perkembangan layanan Buy Now Pay Later (BNPL) dalam ekosistem perdagangan digital telah memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan. Di sisi lain, penerapan denda keterlambatan pada layanan tersebut menimbulkan persoalan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik denda keterlambatan pada layanan ShopeePayLater serta menilai kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 tentang Sanksi atas Nasabah Mampu yang Menunda Pembayaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap fatwa, regulasi, literatur ilmiah, dan ketentuan resmi ShopeePayLater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denda keterlambatan pada ShopeePayLater memiliki karakteristik yang lebih dekat dengan konsep ta'zir dan gharamah dibandingkan dengan ta'widh. Dari sisi tujuan, penerapan denda menunjukkan keselarasan dengan fungsi sanksi sebagai instrumen pengendalian dan pendisiplinan. Namun demikian, masih ditemukan persoalan pada aspek penentuan subjek yang dikenai sanksi serta transparansi pengelolaan dana yang berasal dari denda keterlambatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik denda keterlambatan pada ShopeePayLater menunjukkan kesesuaian yang bersifat parsial terhadap Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Al-Zuhayli, W. (1989). Al-Fiqh Al-Islami Wa-Adillatuh. Dar Al-Fikr Al-Mouaser. Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Wa_Yaaaamaaj

Apriansyah, & Umar, M. A. (2024). Penggunaan Shopee Paylater Di Era Society 5.0 Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Journal Of Islamic Economic And Law (Jiel), 1(2 Se-Articles), 25–32. Https://Doi.Org/10.59966/Jiel.V1i2.1182

Auliya, C. A., & Rumawi. (2023). Implementasi Fatwa No 17/Dsn-Mui/Ix/2000 Tentang Sanksi Atas Nasabah Mampu Yang Menunda Pembayaran Di Bmt Nu Cabang Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. Lex Economica Journal, 1(1).

Awdah, A. Q. (2003). Al-Tashri Al-Jina’i Al-Islami Muqaranan Bi-Al-Qanun Al-Wad’i. Maktabah Dar Al-Turath.

Azzahra, F., Firdauz, M., Nashrullah, N., & Kurnia, S. (2024). Studi Pustaka:"Penerapan Praktek Ganti Rugi Ditinjau Dari Fatwa Dewan Syari’ah Nasional Mui Nomor 43/Dsn-Mui/Vlii/2004 Tentang Ganti Rugi (Ta’widh)". Accounting Research Journal, 2, 43–59. Https://Doi.Org/10.56244/Accrual.V2i1.742

Bisri, H. (2004). Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam Dan Pranata Sosial. Divisi Buku Perguruan Tinggi, Rajagrafindo Persada.

Djazuli, P. H. A. (2019). Kaidah-Kaidah Fikih. Prenada Media.

Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 17/Dsn-Mui/Ix/2000 Tentang Sanksi Atas Nasabah Mampu Yang Menunda-Nunda Pembayaran, Himpunan Fatwa Dsn Mui (2000).

Fatwa Dsn Mui No. 43/Dsn-Mui/Viii/2004 Tentang Ganti Rugi (Ta’widh), Himpunan Fatwa Dsn Mui (2004).

Hanafiah, M., & Hafidzi, A. (2021). Ta’zir Concept In Sharia Banking (Analysis Of Fatwa Dsn Mui Number: 17/Dsn-Mui/Ix/2000). Perisai : Islamic Banking And Finance Journal, 5(1). Https://Doi.Org/10.21070/Perisai.V5i1.977

Iqbal, Z., & Mirakhor, A. (2011). An Introduction To Islamic Finance: Theory And Practice. Wiley. Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Sbvut5x0r5mc

Jose, S. M. Al, & Masrukhan, M. (2025). Analisis Legalitas Sistem Shopee Paylater Dalam Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Dan Fatwa Dsn-Mui. Jebmafa: Journal Of Economics, Business, Management, Accounting, Finance, And Administration, 1(1 Se-Articles), 73–88. Https://Journal.Megantaraabdinusa.Org/Index.Php/Jebmafa/Article/View/95

Karim, A. A. (2011). Bank Islam: Analisis Fiqih Dan Keuangan. In Rajawali Pers: Jakarta (Vol. 8).

Marzuki, P. D. M. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Prenada Media.

Mawaddah. (2025). Analisis Sanksi Terhadap Nasabah Mampu Yang Menunda-Nunda Pembayaran Dalam Perspektif Ekonomi Syariah. Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan, 2(2). Https://Doi.Org/10.62383/Desentralisasi.V2i2.598

Mawardi, I. A. (2020). Al-Ahkam As-Sulthaniyyah: Hukum-Hukum Penyelenggaraan Negara Dalam Syariat Islam. Darul Falah.

Mubarok, J., & Faizal, E. A. (2004). Kaidah Fiqh Jinayah: Asas-Asas Hukum Pidana Islam. Pustaka Bani Quraisy.

Munawarsyah. (2024). Analisis Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Transaksi Paylater Pada Aplikasi Shopee. Glossary : Jurnal Ekonomi Syariah, 2(2). Https://Doi.Org/10.52029/Gose.V2i2.236

Nafis, M. C. (2011). Teori Hukum Ekonomi Syariah. In Universitas Indonesia.

Novia Prima, Ryan Bianda, & Abdul Rochim. (2026). Implementation Of Customer Late Payment Penalties In Murabahah Contracts In Islamic Banking Based On Fatwa Dsn-Mui. Al-Afkar, Journal For Islamic Studies, 9(2 Se-Articles), 591–609. Https://Doi.Org/10.31943/Afkarjournal.V9i2.3355

Ojk (2025). Pojk No. 32 Tahun 2025 Tentang Penyelenggaraan Beli Sekarang Bayar Nanti. Https://Www.Peraturan.Go.Id/Files/Peraturan-Ojk-No-32-Tahun-2025.Pdf

Rusyd, I. (N.D.). Bidayatul Mujtahid Wa Nihayatul Muqtashid : Jilid 1: Referensi Lengkap Fikih Perbandingan Madzhab. Pustaka Al-Kautsar. Retrieved Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Linhdwaaqbaj

Sabiq, S. (2021). Fikih Sunnah. Cakrawala Publishing. Https://Books.Google.Co.Id/Books?Id=Kn0seaaaqbaj

Sayan, M. (2024). Accounting And Auditing Organizations For Islamic Financial Institutions (Aaoifi). In The Palgrave Encyclopedia Of Islamic Finance And Economics. Https://Doi.Org/10.1007/978-3-030-93703-4_289-1

Selvina Adhani, A., Nurhayati, & Mugiyati. (2025). Systematic Literature Review (Slr): Fenomena Impulsive Buying Dalam Layanan Buy Now Pay Later (Bnpl) Shopee Dari Perspektif Ekonomi Syariah. Jurnal Ilmiah Edunomika, 9(4). Https://Doi.Org/10.29040/Jie.V9i4.18289

Shopee Help Center. (2026). Apa Itu Spaylater? Di Akses 6 Juni 2026 Pada Https://Help.Shopee.Co.Id/Portal/Article/71956

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan. In Singkat, Jakarta: Cv. Rajawali (Vol. 1, Number 1).

Syaifullah, H. (2024). Fintech Syariah: Teori Dan Aplikasi Di Indonesia. Wawasan Ilmu.

Velisya, R., & Kurniawati, F. (2026). Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Denda Keterlambatan Pada Sistem Pembayaran Paylater Di E-Commerce: Studi Kasus Shopee Paylater. Jish: Jurnal Ilmu Syariah Dan Hukum, 6(1 Se-Articles), 17–28. Https://Ejournals.Ddipolman.Ac.Id/Index.Php/Jish/Article/View/483

Diterbitkan

2026-06-17

Cara Mengutip

Muhammad Fauzan Nawawi Ali, Natasya Kamila, & Syaeful Bahri. (2026). Analisis Hukum Islam terhadap Praktik Denda Keterlambatan pada Shopeepaylater Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1080–1092. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2743

Terbitan

Bagian

Artikel