Doomscrolling dan Information Overload pada Generasi Z: Studi Pustaka Tentang Dampaknya terhadap Kesehatan Mental
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2852Kata Kunci:
Panti St Dymphna, Masalah sosial, ODGJ, relevansi, Teori Michel FoucaultAbstrak
Keberadaan manusia dengan riwayat gangguan jiwa atau yang sering dikenal dengan ODGJ menjadi suatu permasalahan sosial yang dinilai cukup urgen. Permasalahan ini terjadi karena adanya gangguan baik secara fisik maupun emosional yang dialami seorang ODGJ yang kurang lebih turut memengaruhi perkembangan psikis dan kepribadiannya. Salah satu cara yang ditawarkan untuk mengatasi kasus ini adalah dengan melakukan rehabilitasi mental dan psikis di panti ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panti St Dymphna dalam menangani kasus ODGJ di wilayah maumere. Dengan menjadikan panti St Dymphna sebagai locus utama, penelitian ini berupaya untuk melihat dan menijau sejauh mana panti berkontribusi sebagai pusat rehabilitasi bagi para ODGJ di wilayah Maumere. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengamati secara cermat fenomena ODGJ dari prespektif filosofis menurut pandangan Michel Foucault dan mengaitkannya dengan peran lembaga panti St Dymphna dalam menangani ODGJ di wilayah Maumere. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dibuat dengan melakukan wawancara bersama beberapa informan yang turut berkontribusi bagi perkembangan dan keberlangsungan panti. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata ODGJ di wilayah Maumere mengalami tekanan psikologis akibat depresi dan stres yang menyebabkan psikis dan mental mereka terganggu. Sehingga untuk mengatasi hal ini mereka perlu mendapat perhatian melalui pembinaan khusus di panti yang dinilai mampuh memulihkan mental dan psikis serta mengembalikan kepercayaan diri mereka yang hilang karena stigma buruk yang diberikan kepada ODGJ. Hasil penelitian ini dinilai relevan dengan teori Mchel Foucault yang melihat kondisi kegilaan sebagai kondisi dimana manusia kehilangan kekuasaan atas dirinya sendiri.
Unduhan
Referensi
Adelian, I. D., dkk. (2021). Penanganan rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa di Panti Renceng Mose, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Syntax Idea, 3(7).
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metode penelitian kualitatif. CV Jejak.
Arikunto, S. (2002). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. PT Rineka Cipta.
Bedi, Y. A. T. (2022). Solidaritas Orang Samaria dalam Lukas 10:25–37 dan relevansinya bagi karya pastoral untuk para disabilitas mental dan ODGJ di Panti Santa Dymphna Wairklaus, Maumere (Skripsi, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero).
Cij, S. L. (tahun wawancara). Wawancara pribadi.
Fitria, D., dkk. (2024). Optimalisasi program rehabilitasi menuju ODGJ yang mandiri dan produktif. Jurnal Peduli Masyarakat, 6(4).
Harahap, R. H. (2025). Peranan program rehabilitasi psiko-sosial terhadap ODGJ di Berastagi. Jurnal Intervensi Sosial, 4(1).
Hidayat, S., & Mumpuningtias, E. D. (2018). Pendampingan keluarga dengan perawatan orang dengan gangguan jiwa bebas pasung. Jurnal Akses Pengabdian Indonesia, 3(2).
Jawa, Y. D. B. (2018). Mutiara sampah: Kisah disabilitas mental di Panti Santa Dymphna. Karmelindo.
Kamahi, U. (2017). Teori kekuasaan Michel Foucault: Tantangan bagi sosiologi politik. Al-Kitabah, 3(1).
Khalfa, J. (Ed.). (2013). Michel Foucault: History of madness. Taylor & Francis.
Lucia. (2015). Mutiara sampah: Secuil kisah bersama para penyandang disabilitas mental dan sakit jiwa di Panti Santa Dymphna. Karmelindo.
Mbetok, F. A. (tahun wawancara). Wawancara pribadi.
Moleong, L. J. (2000). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Ngeta, D. (tahun wawancara). Wawancara pribadi.
Nurlaily, dkk. (2022). Peran dinas sosial dalam rehabilitasi ODGJ di Jawa Timur. Jurnal Dinamika Governance, 12(3).
Pastari, M., dkk. (2023). Perawatan diri ODGJ di pusat rehabilitasi narkoba dan gangguan jiwa Kabupaten Banyuasin. Jurnal Abdikemas, 5(1).
Pratiwi, D., & Hizza, H. (2025). Penerapan undang-undang kesehatan jiwa, hak-kewajiban ODGJ, dan hukum ekonomi syariah di panti rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 1(1).
Puter, F. A., dkk. (2022). Program Wadah Jiwa untuk menurunkan stigma negatif terhadap ODGJ. Jurnal Abdi Psikonomi, 3(3).
Rahimah, Y. N., & Zein, A. O. S. (2023). Tinjauan warna pada ruang sebagai sarana relaksasi pada Forest Hills Hotel Ciwidey. [Nama Jurnal], 3(2).
Runesi, Y. F. (2025). Pesan Paus Fransiskus pada Hari Raya Orang Sakit Sedunia ke-32 dan kaitannya dengan pelayanan Ordo Kamelian terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kabupaten Sikka (Skripsi, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero).
Setiyani Subardjo, R. Y., & Nurmaguphita, D. (2021). Dukungan keluarga dalam penanganan ODGJ. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 3(1).
Suyanto, B., dkk. (2023). Memahami teori post-strukturalisme. Airlangga University Press.
Wijayanti, A. (2025). Kualitas pelayanan rehabilitasi sosial pada orang dengan gangguan jiwa di Indonesia: Literature review. Jurnal Promotif Preventif, 8(6).
Windiarti, S. E., Irmawati, N. E., & Utami, D. T. (2025). Refreshing dan evaluasi monitoring kader dan keluarga dalam perawatan ODGJ dengan model Kelurahan Peduli Sehat Jiwa di Kota Semarang. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Jurnal Aksi Sosial, 5(2).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Hendrikus Nandito Timu, Frederikus Kevin Janggur, Fransiskus Xaverius Busa, Dionisius Afganius Mbete Pati, Fransiskus Bungsu Nosi, Kastoria Karolus Sado, Hendrikus Thomas Temongmere, Edita Nona Iche

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










