Wounded Masculinity Perspektif Al-Qur’an: Analisis Kerangka Teoretis untuk Mewujudkan Keadilan Gender

Penulis

  • Sri Satyaningtyas Universitas PTIQ Jakarta
  • Ahmad Zain Sarnoto Universitas PTIQ Jakarta
  • Nur Rofiah Universitas PTIQ Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2906

Kata Kunci:

wounded masculinity, maskulinitas, tafsir Al-Qur’an, positive masculinity, keadilan gender

Abstrak

Fenomena wounded masculinity (maskulinitas yang terluka) merupakan persoalan sosial dan psikologis yang muncul akibat konstruksi maskulinitas patriarkal yang kaku, menuntut laki-laki untuk selalu kuat, dominan, dan menekan ekspresi emosional. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental laki-laki, tetapi juga memperparah ketimpangan relasi gender dan kekerasan berbasis gender. Kajian gender selama ini cenderung berfokus pada perempuan sebagai korban patriarki, sementara krisis identitas dan luka sosial yang dialami laki-laki masih relatif terabaikan, khususnya dalam studi tafsir Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep wounded masculinity, mengkaji respons Al-Qur’an terhadap problematika maskulinitas, serta membangun kerangka teoritis integratif antara tafsir Al-Qur’an dan teori gender guna mewujudkan keadilan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), serta analisis tematik dan hermeneutik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan maskulinitas, relasi gender, dan ekspresi emosional laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak menetapkan satu model maskulinitas tunggal, melainkan mengakomodasi keberagaman ekspresi maskulinitas yang bersifat manusiawi, emosional, dan spiritual. Al-Qur’an menawarkan strategi preventif dan kuratif terhadap wounded masculinity melalui nilai-nilai keadilan, kasih sayang, tanggung jawab, dan keseimbangan relasi gender. Penelitian ini merumuskan konsep positive masculinity perspektif Al-Qur’an sebagai alternatif atas maskulinitas hegemonik dan patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan tafsir berperspektif gender yang tidak hanya membela perempuan, tetapi juga membebaskan laki-laki dari luka konstruksi maskulinitas yang merugikan, serta mendorong terwujudnya relasi gender yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Darwin, M. (1999). Makulinitas: Posisi Lak-laki dalam Masyarakat Patriarkis. Jurnal Center for Population and Policy Studies Gadjah Mada University, 3.

Sufiyana, A. Z. (2017). Relasi Gender dalam Kajian ‘The Tao of Islam, Karya Sachiko Murata’. Jurnal Tadrib, 120.

Hodges, K. (2009). Wounded Masculinity: Injury and Gender in Sir Thomas Malory’s ‘Le Morte Darthur’. Studies in Philology, 2.

Connel, R. W., & Messerschmidt, J. W. (2005). Hegemonic Masculinity: Rethinking the Concept. Gender and Society, 835-836.

Permana, S. (2025, Mei 17). Laki-laki Korban Pelecehan. Korban Pelecehan dan Kekerasan Seksual Tidak Memandang Gender,. Retrieved from https://www.instagram.com/reel/DJtlaE8TvUr/

Febriani, N. A. (2025). Falosentrisme dan Implikasinya Terhadap Stereotipe Tafsir Gender: Inisiasi “Metode Gebder Writing”. Jakarta: Orasi Ilmiah Guru Besar Ilmu Tafsir Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta.

Siahaan, R. (2023). Tentang Lelaki Sejati dan Mitos-Mitos Maskulinitas Lainnya. Whiteboard Journal.

Osella, F., & Carolina, O. (2000). Migration, Money and Masculinity in Kerala. The Journal of the Royal Anthropological Institute, 120.

Kimmel, M. S. (2013). Masculinity as Homophobia: Fear, Shame and Silence in The Construction of Gender Identity. New York: Routledge.

Demartoto, A. (n.d.). Konsep Maskulinitas dari Jaman ke Jaman dan Citranya dalam Media. Retrieved from https://argyo.staff.uns.ac.id/files/2010/08/maskulinitas-ind1.pdf

Houswitschka, C. (n.d.). Masculinity in Thomas Malory’s Morte Darthur. Configuring Masculinity in Theory and Literary Practic, 8-10.

Cimino, C. (2022). The Wounds of The Masculine. The European Journal of Psychoanalysis.

Roth, M. T. (1997). Writings from the Ancient World: Law Collections from Mesopotamia and Asia Minor. United State of America: Acid Free Paper.

Hitti, P. K. (1970). History of the Arabs. Great Britain: Library of Congress Catalog Card Number.

Stetkevych, S. P. (1993). The Mute Immortals Speak: Pre-Islamic Poetry and Poetics of Ritual. New York: Cornell University.

Digarizki, I. (2021). Ayat-ayat Perdamaian dalam Tafsir Al-Azhar Perspektif Teori Double Movement Fazlur Rahman. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr, 117-118.

Ibrahim, Y. (2019). "Be a Man!" Constructing Prophetic Masculinity. Yaqeen Institute for Islamic Research, 6-8.

at-Thabari, I. J. (n.d.). Jāmi' al-Bayan. Al-Bāhis al-Qur'anī.

Katsir, I. (n.d.). Tafsīr al-Qur'an al-Adzīm. Al-Bahīs al-Qur'anī.

Diterbitkan

2026-06-25

Cara Mengutip

Sri Satyaningtyas, Ahmad Zain Sarnoto, & Nur Rofiah. (2026). Wounded Masculinity Perspektif Al-Qur’an: Analisis Kerangka Teoretis untuk Mewujudkan Keadilan Gender. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1584–1592. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2906

Terbitan

Bagian

Artikel