Hubungan Penyesuaian Diri dengan Homesickness pada Santri di Pondok Pesantren Imam Syafii Batam
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3044Kata Kunci:
Homesickness, Penysuaian Diri, Santri, Pondok PesantrenAbstrak
Homesickness merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering dialami santri pada masa awal tinggal di pondok pesantren akibat keterpisahan dari rumah, keluarga, dan lingkungan yang telah dikenal sebelumnya. Kemampuan penyesuaian diri diduga berperan dalam membantu santri menghadapi perubahan lingkungan sehingga dapat menurunkan tingkat homesickness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyesuaian diri dengan homesickness pada santri tahun pertama Pondok Pesantren Imam Syafii Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 143 santri tahun pertama dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Homesickness berdasarkan teori Stroebe et al. (2002) dan skala Penyesuaian Diri berdasarkan teori Schneiders (1964). Kedua instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,916 untuk skala homesickness dan 0,865 untuk skala penyesuaian diri. Analisis data menggunakan korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara penyesuaian diri dengan homesickness (ρ = -0,4008; p < 0,001). Penyesuaian diri memberikan kontribusi sebesar 16% terhadap homesickness. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan penyesuaian diri yang dimiliki santri, semakin rendah tingkat homesickness yang dialami. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak pondok pesantren dalam mengembangkan program yang mendukung proses adaptasi santri baru.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dessy Kartika Putri, Flora Grace Putrianti, Haniek Farida

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










