Hubungan antara Self Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Semester VI Prodi Manajemen UST
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3194Kata Kunci:
Impostor Syndrome, Mahasiswa, Self EsteemAbstrak
Fenomena impostor syndrome masih ditemukan pada mahasiswa, yang ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri meskipun memiliki pencapaian akademik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara self esteem dengan impostor syndrome mahasiswa semester VI prodi manajemen UST. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara self esteem dengan impostor syndrome pada mahasiswa semester VI prodi manajemen UST. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif prodi manajemen UST, semester VI, Berusia 18- 27 tahun. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 149 mahasiswa. Kemudian dianalisis menggunakan Pearson Correlation Product Moment dengan bantuan program jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara self esteem dan impostor syndrome pada mahasiswa semester VI prodi manajemen UST. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini dinyatakan diterima, hal tersebut dapat dilihat dari r = -0,753 dan nilai signifikansi p = 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,567 yang artinya self esteem memberi sumbangan efektif sebesar 56,7% sterhadap impostor syndrome. Sedangkan 43,3% dipengaruhi oleh faktor lain.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mukti Devi Fitriana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










