http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/issue/feedArus Jurnal Psikologi dan Pendidikan2026-10-16T10:59:53+00:00Dr. Ahmad Rustam, M.Pdahmad.rustam1988@gmail.comOpen Journal Systems<p>Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, sosial dan agama serta pendidikan secara umum.<br />Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025, Tanggal 21 Maret 2025, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode I Tahun 2024, Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14336" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJPP di Sini</a></p>http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3369Academic Burnout Ditinjau dari Work Overload Mahasiswa yang Tinggal di Pondok Pesantren2026-10-14T09:21:48+00:00Aizatul Islami Nur Fadiyatiaizatulislami@gmail.comLaurensius Lakalaurensiuslaka78@gmail.com<p id="E364" class="qowt-stl-isselectedend x-scope qowt-word-para-0">Mahasiswa yang menghadapi tuntutan akademik dan tinggal di pondok pesantren seharusnya mampu mengelola waktu, energi, dan kemampuan psikologis. Namun, tingginya tuntutan aktivitas yang melampaui kemampuan individu dalam mengelola waktu, tenaga, dan perhatian dapat meningkatkan risiko munculnya <em>academic burnout</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh <em>work overload</em> terhadap <em>academic burnout</em> pada mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi berjumlah 200 mahasiswa STEBI Syaikhona Kholil Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Banat 1, dengan sampel sebanyak 140 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala <em>work overload</em> dan skala <em>academic burnout</em>. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 26 <em>for Windows</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara <em>work overload</em> dengan <em>academic burnout (R = </em>0,671). Analisis koefisien determinasi menunjukkan <em>work overload </em>memberikan kontribusi sebesar 45,1% terhadap <em>academic burnout</em> (R<sup>2</sup> = 0,451), sedangkan 54,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil uji F juga menunjukkan ada pengaruh <em>work overload</em> terhadap <em>academic burnout</em> (p = 0,000 < 0,05). Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan, “Ada pengaruh <em>work overload</em> terhadap <em>academic burnout</em> pada mahasiswa yang tinggal di pondok pesantren” diterima dan didukung data penelitian.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aizatul Islami Nur Fadiyati, Laurensius Lakahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3456Pengaruh Tekanan Akademik terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa yang Berstatus Santri2026-10-14T09:43:51+00:00Dina Putri Rif’atun Nafsiyahdinaputririfat@gmail.comNanik Kholifah nanikkholifah@yudharta.ac.id<p>Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan penulis untuk meningkatkan kemampuan siswa serta mendesain pembelajaran yang tidak terpusat pada guru. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe<em> Scramble </em>dengan Pendekatan<em> Contextual Teaching and Learning</em> (CTL) di kelas VIII<sub>B</sub> SMP Negeri 1 Latambaga. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 April 2015 s/d tanggal 28 Mei 2015. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII<sub>B</sub> SMP Negeri 1 Latambaga. Penelitian ini adalah penelitian tidakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan prosedur penelitian: (a) Mengadakan perencanaan untuk melaksanakan proses pembelajaran, (b) Melaksanakan tindakan sesuai dengan perencanaan, (c) Mengadakan observasi terhadap siswa dan guru selama proses tindakan berlangsung, (d) Mengadakan evaluasi/tes pada siswa disetiap akhir siklus, (e) Melakukan refleksi dan menganalisis kekurangan dan kelemahan selama siklus I untuk merencanakan tindakan pada siklus II. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada tindakan siklus I, hasil belajar siswa meningkat dari skor rata-rata tes awal sebelum tindakan adalah 68,25 menjadi 77,71 atau dengan persentase ketuntasan 78,12% yaitu 25 dari 32 siswa memperoleh nilai ≥75, hal ini belum menunjukkan keberhasilan sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan. Pada tindakan siklus II hasil yang diperoleh adalah sebanyak 27 siswa mendapatkan nilai ≥75 dengan nilai rata-rata 83,15 atau dengan persentase 84,37%. Hal ini berarti bahwa hasil penelitian tindakan siklus I dan Siklus II dapat disimpulkan bahwa hasil siswa kelas VIII<sub>B</sub> SMP Negeri 1 Latambaga pada materi bangun ruang melalui model pembelajaran kooperatif tipe <em>scramble </em>dengan pendekatan CTL tersebut membawa efek terhadap peningkatan hasil belajar.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dina Putri Rif’atun Nafsiyah, Nanik Kholifah http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3188Pengaruh Intimacy Relationship terhadap Kepuasan Pernikahan pada Dewasa Awal2026-07-26T12:35:00+00:00Fahimta Ilmaniansyahfahimtailmania@gmail.comNanik Kholifahnanikkholifah@gmail.ac.id<p>Kepuasan pernikahan merupakan salah satu indikator penting dalam keberlangsungan hubungan pernikahan, khususnya pada pasangan dewasa awal yang sedang menghadapi berbagai tuntutan kehidupan berumah tangga. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan kepuasan pernikahan adalah intimacy relationship, yaitu kedekatan emosional yang ditandai dengan komunikasi yang terbuka, kepercayaan, komitmen, serta dukungan emosional antarpasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intimacy relationship terhadap kepuasan pernikahan pada dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melalui analisis regresi linier sederhana. Subjek penelitian berjumlah 200 istri dewasa awal berusia 20-35 tahun yang telah menikah dan berdomisili di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Intimacy Relationship dan skala Kepuasan Pernikahan berbasis model Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intimacy relationship berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pernikahan (r = 0,459; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,211 menunjukkan bahwa intimacy relationship memberikan kontribusi sebesar 21,1% terhadap kepuasan pernikahan, sedangkan 78,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat intimacy relationship yang dimiliki istri pada masa dewasa awal, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan pernikahan yang dirasakan.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fahimta Ilmaniansyah, Nanik Kholifahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3302Perbedaan Sikap terhadap Pelecehan Seksual pada Mahasiswa Ditinjau dari Gender2026-08-25T00:44:37+00:00Adinda Firlizha Nindyarieadindanindy02@student.esaunggul.ac.idKamaliakamalia@esaunggul.ac.id<p>Pelecehan seksual di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi permasalahan yang serius dan dapat berdampak pada kesejahteraan serta rasa aman mahasiswa. Sikap terhadap pelecehan seksual merupakan evaluasi individu terhadap perilaku yang mengandung unsur pelecehan seksual, yang dapat tercermin dalam kecenderungan untuk menerima atau menolak perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap terhadap pelecehan seksual antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 400 mahasiswa yang terdiri dari 200 mahasiswa laki-laki dan 200 mahasiswa perempuan yang diperoleh menggunakan teknik purposive quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Sexual Harassment Attitude Scale (SHAS) yang dikembangkan oleh Mazer dan Percival (1989) serta diadaptasi oleh Nurahaju (2021). Analisis data dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan sikap terhadap pelecehan seksual yang signifikan antara mahasiswa laki-laki dan perempuan (t = 13,322; p = 0,000). Mahasiswa laki-laki memiliki rata-rata skor sikap terhadap pelecehan seksual yang lebih tinggi (M = 52,78) dibandingkan mahasiswa perempuan (M = 36,36). Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki cenderung memiliki sikap yang lebih positif atau lebih toleran terhadap pelecehan seksual dibandingkan mahasiswa perempuan. Selain itu, nilai Cohen's d sebesar 1,332 menunjukkan bahwa perbedaan yang ditemukan memiliki besaran efek yang kuat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sikap terhadap pelecehan seksual pada mahasiswa ditinjau dari gender.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Adinda Firlizha Nindyarie, Kamaliahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3022Pengaruh Attachment terhadap Regulasi Emosi pada Siswa Pengguna Game Online di SMAS Tri Bakti Wonorejo2026-10-14T10:03:25+00:00Hilmiatul Habibahhilmiatulhabiba232@gmail.com Nathania Bayu AstrellaNb.astrella@yudharta.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan regulasi emosi pada siswa pengguna game online, seperti kesulitan mengendalikan emosi, mudah melampiaskan kemarahan, dan kurang mampu menahan reaksi emosional ketika menghadapi situasi yang menekan selama bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh attachment terhadap regulasi emosi pada siswa pengguna game online di SMAS Tri Bakti Wonorejo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 126 siswa pengguna game online dan seluruh populasi dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui skala psikologi model Likert yang mengukur variabel attachment dan regulasi emosi, kemudian dianalisis menggunakan bantuan SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara attachment terhadap regulasi emosi dengan nilai signifikansi 0,002 (p < 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,269. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,072 menunjukkan bahwa attachment memberikan kontribusi sebesar 7,2% terhadap regulasi emosi, sedangkan 92,8% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 43,568 + 0,352X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan attachment akan meningkatkan regulasi emosi sebesar 0,352 satuan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas attachment yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kemampuan mereka dalam mengatur dan mengendalikan emosi ketika menghadapi berbagai situasi, termasuk dalam aktivitas bermain game online.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hilmiatul Habibah, Nathania Bayu Astrellahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3227Gambaran Produktivitas Kerja pada Pegawai yang Berada di Laboratorium X2026-10-14T10:11:26+00:00Nisrina Dzaki FalihahFalia.nisrina95@gmail.com<p>Laboratorium X menghadapi permasalahan produktivitas kerja yang belum optimal, ditandai dengan fluktuasi pencapaian target pengujian sampel, ketidaktepatan waktu penyelesaian laporan melebihi Turnaround Time (TAT), rendahnya motivasi akibat minimnya apresiasi pimpinan, serta tekanan psikologis yang menurunkan konsentrasi karyawan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran produktivitas kerja karyawan Laboratorium X serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam mencapai produktivitas optimal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan responden seluruh karyawan Laboratorium X sebanyak 35 orang menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan modifikasi skala produktivitas kerja 11 item (α=0,936) berdasarkan tiga aspek yaitu kemampuan, hasil yang dicapai, dan mutu, dengan skala Likert lima poin. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan mayoritas karyawan memiliki produktivitas tinggi (91,4%), sedang 5,7%, dan rendah 2,9%. Kategori tinggi mendominasi aspek hasil (94,3%), mutu (91,4%), dan kemampuan (88,6%). Disimpulkan kendala TAT bersumber dari masalah manajerial, bukan kapasitas karyawan.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nisrina Dzaki Falihahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3298Hubungan Self Regulated Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi UST2026-08-24T13:02:14+00:00Ibnu Rasyiiq Wahyu RamadhanIbnurasyiiq02@gmail.comTitik Muti’ahtitik@ustjogja.ac.idJatu Anggraenijatuanggraeni@ustjogja.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self regulated learning </em>terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa fakultas ekonomi prodi manajemen Angkatan 2023 universitas sarjanwiyata tamansiswa. Sebagai mahasiswa kemampuan berpikir secara kritis memang seharusnya dapat dimiliki oleh mahasiswa dengan meneruskan jenjang yang lebih tinggi dari tingkat menengah atas ke perguruan tinggi sehingga pengembangan diri dari mahasiswa tersebut sangat diperlukan. Salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa adalah dengan melatih <em>self regulated learning</em> pada mahasiswa itu sendiri. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini terdapat hubungan positif antara self regulated learning terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi<em> product momen</em> pearson untuk mengukur tingkat hubungan dari dua variable tersebut. Sampel pada penelitian kali ini didapat 146 mahasiswa aktif prodi manajemen Angkatan 2023 dengan Teknik <em>simple random sampling</em> dan menggunakan rumus slovin. Data penelitian dikumpulkan menggunakan skala self regulated learning dan skala berpikir kritis dan menggunakan Teknik metode analisis uji korelasi <em>product moment pearson</em>. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positis antara self regulated learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa dengan hasil r = 0,683 dengan nilai signifkiasi p < 0,001. Selain itu didapat juga hasil nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,466. Hal tersebut menunjukan bahwa self regulated learning memberikan sumbangan sebesar 46,6% terhadap kemampuan berpikir kritis sedangkan 37,8% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diletiti dalam penelitian ini.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ibnu Rasyiiq Wahyu Ramadhan, Titik Muti’ah, Jatu Anggraenihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3457Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Regulasi Emosi pada Siswa SMP di Kota Jambi2026-10-14T10:37:31+00:00Melly Rahmawatimellyraahmawati@gmail.comDessy Pramudianidessypramudiani@gmail.comAnnisa Andrianiannisaandriani@gmail.comFadzlulfadzlul@gmail.com<p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens sehingga membutuhkan kemampuan regulasi emosi yang baik agar individu mampu merespons berbagai situasi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kemampuan tersebut adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Responden penelitian berjumlah 324 siswa kelas VII dan VIII SMP di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Regulasi Emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi (t = 8,371; p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Koefisien regresi sebesar 0,684 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional diikuti peningkatan regulasi emosi sebesar 0,684 satuan. Nilai R² sebesar 0,179 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 17,9% terhadap variansi regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mendukung kemampuan regulasi emosi pada remaja, meskipun regulasi emosi juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, penguatan aspek sosio-emosional melalui dukungan sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan regulasi emosi siswa.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Melly Rahmawati, Dessy Pramudiani, Annisa Andriani, Fadzlulhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3458Pengaruh Stres Kerja terhadap Perilaku Cyberloafing pada Anggota Polri di Satuan Kerja Markas Komando Polda Kalimantan Selatan2026-10-14T10:56:41+00:00Denny VahleviD3nnypolice@gmail.comLita ArianiArianilita87@gmail.comJulaibibjulaibib@umbjm.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital mempermudah pekerjaan, tetapi juga meningkatkan potensi munculnya <em>cyberloafing</em>, yaitu penggunaan internet untuk kepentingan pribadi selama jam kerja. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh stres kerja terhadap perilaku <em>cyberloafing</em> pada anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di Polda Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional terhadap 653 anggota Polri yang dipilih melalui <em>convenience sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan Skala Stres Kerja HSE dan Skala <em>Cyberloafing</em> EWCS, kemudian dianalisis dengan regresi linier sederhana. Stres kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap perilaku <em>cyberloafing</em>, sehingga semakin tinggi stres kerja, semakin rendah kecenderungan <em>cyberloafing</em>. Tingginya tuntutan pekerjaan dan pengawasan mendorong anggota lebih fokus pada tugas, sehingga pengelolaan stres kerja yang efektif penting untuk mendukung perilaku kerja produktif dan meminimalkan <em>cyberloafing</em>.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Denny Vahlevi, Lita Ariani, Julaibibhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3306Peran Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja dalam Memediasi Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Instruksional Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru pada SMK Negeri di Kabupaten Konawe2026-10-14T11:01:04+00:00NurmiatiNurmiatikendari484@gmail.comSudirman Zaidsudirmanzaid@gmail.comEndro Sukotjoendrosukoco@gmail.comUsmanusman.feb@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran motivasi kerja dan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam pengaruh kepemimpinan transformasional dan instruksional kepala sekolah terhadap kinerja guru pada SMK Negeri di Kabupaten Konawe. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sekaligus sampel penelitian terdiri atas 95 guru pada SMKN 1 Konawe, SMKN 3 Konawe, dan SMKN 6 Konawe dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional dan instruksional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, sedangkan motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan. Kedua gaya kepemimpinan tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja guru. Kepuasan kerja terbukti memediasi secara penuh pengaruh kepemimpinan transformasional dan instruksional terhadap kinerja guru, sedangkan motivasi kerja tidak terbukti memediasi kedua hubungan tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja merupakan mekanisme penting dalam menerjemahkan efektivitas kepemimpinan kepala sekolah menjadi peningkatan kinerja guru.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nurmiati, Sudirman Zaid, Endro Sukotjo, Usmanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3459Hubungan Dukungan Sosial terhadap Kelelahan Kerja pada Barista di Banjarmasin2026-10-14T11:11:02+00:00Wandirawandirawandira1@gmail.comDyta Setiawati Hariyonosetiawati.psikologi@umbjm.ac.idGladis Corinna Marshagladiscorinna@umbjm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan kelelahan pada barista di Banjarmasin. Barista menghadapi tuntutan kerja tinggi, seperti jam kerja panjang hingga 13 jam per hari dan shift malam, yang berpotensi menimbulkan kelelahan fisik maupun mental. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 85 barista di Banjarmasin yang dipilih melalui teknik <em>convenience sampling</em>. Dukungan sosial diukur menggunakan skala aspek Sarafino (Cronbach's Alpha = 0,754), sedangkan kelelahan diukur dengan <em>Fatigue Assessment Scale</em> (Cronbach's Alpha = 0,829). Hasil uji <em>Pearson Correlation</em> menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan kelelahan (r = -0,33; p < 0,01). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima barista, semakin rendah kelelahan yang dialaminya. Temuan ini menegaskan pentingnya penciptaan budaya kerja suportif di lingkungan kafe melalui peningkatan apresiasi, interaksi positif, dan dukungan informasional kepada barista sebagai upaya menekan kelelahan kerja.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wandira, Dyta Setiawati Hariyono, Gladis Corinna Marshahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3434Simulasi Pengambilan Keputusan Berbasis Data dalam Manajemen Pendidikan Islam: Penerapan Metode Simple Additive Weighting dan Analisis Sensitivitas Monte Carlo pada Penetapan Program Prioritas Madrasah2026-10-14T11:25:12+00:00Husnia Ulfahusniaulfa1990@gmail.comWaridatul Husnariedahusna@gmail.comAhmad Hilfan Thobibyahmadhilfanthobiby@gmail.comSiti Masrohatinsitimasrohatin12@gmail.com<p>Pengambilan keputusan di madrasah masih banyak bertumpu pada intuisi dan pengalaman pimpinan, padahal sistem informasi manajemen pendidikan telah menyediakan data yang melimpah. Artikel ini bertujuan merancang dan mendemonstrasikan simulasi pengambilan keputusan berbasis data untuk penetapan program prioritas madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kajian pustaka terhadap 16 artikel jurnal terbitan 2022–2026 yang dipadukan dengan simulasi kuantitatif. Simulasi menerapkan metode Simple Additive Weighting (SAW) pada empat alternatif program dan lima kriteria, kemudian diuji dengan analisis skenario dan analisis sensitivitas Monte Carlo sebanyak 10.000 iterasi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa program pelatihan literasi data guru memperoleh skor tertinggi (V = 0,860) dan tetap menempati peringkat pertama pada seluruh iterasi, sedangkan urutan peringkat kedua dan ketiga sensitif terhadap perubahan bobot kriteria. Temuan ini menegaskan bahwa simulasi tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga memetakan tingkat keyakinan atas rekomendasi tersebut sehingga musyawarah pimpinan dapat difokuskan pada alternatif yang benar-benar bersaing. Artikel ini merekomendasikan integrasi model simulasi sederhana ke dalam siklus perencanaan madrasah, disertai penguatan literasi data dan prinsip etika Islami seperti amanah dan syura.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Husnia Ulfa, Waridatul Husna, Ahmad Hilfan Thobiby, Siti Masrohatinhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3460Implementasi Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Perundungan Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 dan UU Nomor 35 Tahun 2014 dalam Meningkatkan Rasa Aman Psikologis Peserta Didik: Studi pada Sekolah Menengah di Kota Palembang2026-10-14T11:37:17+00:00Amma FathuurrahmaanAmma.Fathuurrahmaan@fisip.unsri.ac.id<p>Perundungan (bullying) di lingkungan sekolah merupakan persoalan pendidikan sekaligus persoalan kebijakan publik karena berkaitan dengan perlindungan anak, keamanan lingkungan belajar, dan pemenuhan hak peserta didik. Kehadiran Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan memberikan kerangka kebijakan yang lebih operasional bagi satuan pendidikan dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan, termasuk perundungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan pencegahan dan penanganan perundungan pada sekolah menengah di Kota Palembang serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya dalam mewujudkan rasa aman psikologis peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data penelitian berupa data sekunder yang bersumber dari regulasi, dokumen pemerintah daerah, dokumen pendidikan, informasi kelembagaan perlindungan anak, serta artikel ilmiah dan buku yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan analisis isi kualitatif dengan perspektif implementasi kebijakan George C. Edwards III yang mencakup komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan didukung oleh keberadaan landasan regulasi, kelembagaan sekolah melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), dukungan layanan perlindungan anak, serta kolaborasi antara sekolah, Dinas Pendidikan, DP3APM, UPTD PPA, dan aktor terkait. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kesenjangan pemahaman kebijakan, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, hambatan pelaporan, stigma terhadap korban, dan perkembangan cyberbullying. Implementasi kebijakan yang efektif tidak cukup diukur dari keberadaan regulasi dan struktur kelembagaan, tetapi perlu dilihat dari kemampuan sekolah menyediakan mekanisme pencegahan, pelaporan, penanganan, perlindungan, dan pemulihan yang dapat membangun kepercayaan serta rasa aman psikologis peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas TPPK dan tenaga pendidik, peningkatan mekanisme pelaporan yang aman dan rahasia, penguatan jejaring rujukan, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan<strong>.</strong></p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amma Fathuurrahmaanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3406Manajemen Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Bahasa Arab di MI Dakwatul Khoiriyah Banyuwangi2026-10-14T11:41:52+00:00Khusnul Khotimah147khkhusnul@gmail.comHartonohartono2986@gmail.comMoh. Khusnuridloridlostainjbr@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis tentang manajemen implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dalam pembelajaran bahasa Arab di MI Dakwatul Khoiriyah serta dampaknya terhadap perkembangan karakter siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi RPP, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KBC dikelola secara sistematis mencakup perencanaan yang mengintegrasikan lima nilai cinta (Cinta Allah dan Rasul, Cinta ilmu, Cinta lingkungan, Cinta diri sendiri dan sesama, dan Cinta tanah air), pengorganisasian melalui belajar kolaboratif, pelaksanaan dengan metode game edukasi serta suasana kelas humanis, hingga pengawasan yang masih perlu pengembangan pada penilaian dimensi spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KBC merupakan model transformatif yang mengubah pembelajaran bahasa Arab dari sekadar penguasaan materi menjadi sarana pembentukan karakter luhur yang selaras dengan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil 'Alamin.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Khusnul Khotimah, Hartono, Moh. Khusnuridlohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3427Psychological Safety dalam Tim Kerja Full Remote: Systematic Literature Review2026-10-14T11:49:03+00:00Reny Yunita Karonirenyyunita.23008@mhs.unesa.ac.idCindi Kurniawaticindikurniawati.23009@mhs.unesa.ac.idPrameswari Wardhaniprameswari2105@gmail.comOlievia Prabandini Mulyanaolieviaprabandini@unesa.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tantangan dalam menjaga keterlibatan, komunikasi, serta keberanian bersuara anggota tim di tengah pesatnya penerapan pola kerja berbasis digital dan jarak jauh. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan pendorong (<em>antecedents</em>), hambatan (<em>barriers</em>), serta dampak (<em>outcomes</em>) dari rasa aman psikologis (<em>psychological safety</em>) pada tim kerja<em> full remote</em> dalam perspektif perilaku organisasi. Penelitian ini menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) terhadap 10 artikel ilmiah bereputasi yang terbit dalam kurun waktu 2020 hingga 2026 dengan prosedur penelitian: (a) Merumuskan pertanyaan penelitian terkait dinamika <em>psychological safety</em>, (b) Melakukan pencarian dan seleksi literatur berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, (c) Menganalisis serta mengekstraksi data dari 10 artikel terpilih, dan (d) Menyintesis serta menarik kesimpulan mengenai implikasi <em>psychological safety</em> terhadap perilaku organisasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu pada aspek pendorong, <em>psychological safety</em> terbukti meningkat signifikan melalui gaya kepemimpinan inklusif, pemberian otonomi kerja yang seimbang, serta adanya struktur komunikasi harian yang rutin. Pada aspek hambatan, ditemukan bahwa pengawasan elektronik (<em>electronic monitoring</em>) yang berlebihan dan minimnya isyarat emosional non-verbal menjadi penghambat utama yang memicu timbulnya kecenderungan karyawan untuk memilih diam (<em>employee silence</em>). Sedangkan pada aspek dampak, <em>psychological safety</em> terbukti mampu meningkatkan keberanian bersuara (<em>employee voice</em>), budaya berbagi pengetahuan (<em>knowledge sharing</em>), perilaku kerja inovatif, serta kesejahteraan emosional karyawan. Hal ini berarti bahwa penciptaan iklim kerja yang aman secara psikologis membawa efek positif yang nyata terhadap efektivitas dan keberlanjutan kinerja tim kerja <em>full remote</em>.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Reny Yunita Karoni, Cindi Kurniawati, Prameswari Wardhani, Olievia Prabandini Mulyanahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2776Meningkatkan Kemampuan Berhitung Melalui Media Counting Box Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Lad Hasdja Karobka Mandiri Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna2026-10-14T12:04:20+00:00Jelitajelitahermant@gmail.comMuhamad Safiuddin SarananiSaranani@uho.ac.idNurhayatizainuddinnurhayati@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan penggunaan media <em>counting box</em> dapat meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia 5-6 tahun di PAUD Lad Hasdja Karobka Mandiri. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Jenis penelitian ini adalah jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru sebagai observer dan anak yang terdiri dari 8 anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklusnya dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan tahapan penelitian yaitu (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar anak dalam meningkatkan kemampuan berhitung melalui media <em>counting box</em> menunjukkan adanya peningkatan, hasil ini ditunjukkan dari hasil observasi awal sebelum adanya tindakan dan sesudah tindakan. Sebelum tindakan diperoleh persentase 46,7% dan mengalami peningkatan pada siklus I yaitu sebesar 66,7%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 93,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung anak di PAUD Lad Hasdja Karobka Mandiri dapat ditingkatkan melalui media <em>counting box</em>. Hal ini disebabkan oleh kinerja guru yang selalu meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I aktivitas mengajar guru 69,2% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II. Aktivitas kinerja guru meningkat membuat aktivitas anak juga meningkat dari 69,2% menjadi 92,3%.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jelita, Muhamad Safiuddin Saranani, Nurhayatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2736Deskripsi Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun dalam Kegiatan Storytelling di TK PGRI Kambawuna Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna2026-10-14T12:18:47+00:00Kodukodu012@gmail.comAfifah Nur Hidayahafifahnurhidayah@uho.ac.idNurhayatizainuddinnurhayati@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku sosial anak usia 5-6 tahun dalam kegiatan <em>storytelling</em> di TK PGRI Kambawuna Kelurahan Laimpi Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang anak usia 5-6 tahun kelompok B yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> berdasarkan rekomendasi guru. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial anak usia 5-6 tahun dalam kegiatan <em>storytelling</em> di TK PGRI kambawuna yang meliputi beberapa indikator, yaitu meniru, kerja sama, membagi, serta perilaku akrab dijabarkan sebagai berikut: Subjek 1 dan 4 menunjukkan BSB pada perilaku meniru, kerja sama, membagi, dan perilaku akrab. Subjek 2 menunjukkan BSH pada meniru ucapan dan MB pada meniru gerakan, menunjukkan MB pada kerja sama dan membagi, serta menunjukkan BSH pada perilaku akrab. Subjek 3 menunjukkan BSH pada meniru ucapan dan BSB pada meniru gerakan, serta menunjukkan BSB pada kerja sama, membagi dan perilaku akrab. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa perilaku sosial anak usia 5-6 tahun di TK PGRI Kambawuna muncul dalam kegiatan <em>storytelling</em>, anak terlihat menirukan ucapan dan gerakan tokoh dalam cerita, anak terlihat bergiliran saat bercerita dan membantu teman yang kesulitan saat bercerita, anak terlihat berbagi gambar tokoh cerita dan berbagi barang miliknya pada teman, serta anak terlihat mudah bergaul dan bersikap ramah kepada teman maupun guru saat kegiatan berlangsung.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kodu, Afifah Nur Hidayah, Nurhayatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3443Penguatan Refusal Skills melalui Psikoedukasi Anti-Rokok pada Siswa Sekolah Dasar: Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Sejak Dini2026-10-14T12:29:20+00:00Bai Sudiani2507044027@webmail.uad.ac.idFarah Nabilah Damayantifarahnabilahdamayanti@gmail.comNurfadillanurfadilla@gmail.comNuriatul Jannahnuriatuljannah@gmail.com<p>Perilaku merokok pada anak usia sekolah dasar masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Ponjong 2, Kabupaten Gunungkidul, yang menemukan kasus siswa mencoba merokok karena rasa ingin tahu dan pengaruh teman sebaya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya merokok dan sikap asertif sebagai dasar keterampilan menolak ajakan merokok (<em>refusal skills</em>) melalui psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan secara luring di SDN Bedoyo pada 5 dan 19 Januari 2026 dengan 25 siswa kelas 5 dan 6 sebagai peserta. Psikoedukasi mencakup pemaparan materi, <em>role play</em>, video animasi, diskusi, dan kuis. Efek kegiatan dievaluasi dengan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> pengetahuan perilaku merokok serta sikap asertif, kemudian dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan skor yang signifikan pada pengetahuan perilaku merokok pengukuran pertama (<em>p</em> = 0,008) dan kedua (<em>p</em> = 0,020) serta pada sikap asertif (<em>p</em> = 0,001; skor rata-rata naik dari 47,64 menjadi 53,56). Psikoedukasi interaktif yang memadukan edukasi dan latihan keterampilan praktis dapat menjadi upaya preventif awal bagi siswa sekolah dasar, tetapi perlu didukung keterlibatan guru dan orang tua serta evaluasi jangka panjang.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Bai Sudiani, Farah Nabilah Damayanti, Nurfadilla, Nuriatul Jannahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3453Dinamika Perubahan Manajemen Waktu Kerja melalui Penerapan Matriks Eisenhower pada Karyawan Staf SDM PT X: Studi Kasus Multipel2026-10-14T12:49:45+00:00Novia Novitasarinovianvtsr@gmail.comNoer Suci Endah Puspitaningrumnse.puspitaningrum@umg.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam perubahan manajemen waktu kerja pada karyawan staf SDM selama penerapan Matriks Eisenhower. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel. Empat partisipan (AD, AB, AN, dan AM) dipilih dari delapan staf berdasarkan asesmen kebutuhan, observasi awal, dan pertimbangan unit kerja. Data utama diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, buklet pemantauan diri, refleksi, dan dokumentasi proses intervensi. Intervensi dilaksanakan selama satu minggu, termasuk latihan pemantauan diri selama tiga hari. Analisis dilakukan melalui analisis dalam kasus untuk menelusuri kondisi sebelum, proses selama, dan kondisi setelah intervensi, kemudian dilanjutkan dengan analisis lintas kasus untuk menemukan pola persamaan dan perbedaan perubahan. Hasil menunjukkan pola perubahan yang berbeda pada setiap partisipan. AD lebih terbantu dalam memperjelas prioritas dan hambatan pekerjaan; AB mulai menggunakan struktur tertulis tetapi masih memerlukan bantuan dalam klasifikasi; AN menunjukkan perkembangan pada penyesuaian prioritas ketika muncul tugas mendadak; sedangkan AM melaporkan pekerjaan lebih tertata dan berencana mengadaptasi metode ke media digital. Secara lintas kasus, perubahan berpusat pada eksplisitnya prioritas, penggunaan daftar dan jadwal, penyesuaian prioritas secara fleksibel, serta pengenalan batas delegasi. Skor TMBS digunakan sebagai data pendukung dan menunjukkan kenaikan pada seluruh partisipan. Temuan dibatasi pada konteks kelompok kecil dan tidak dimaksudkan sebagai bukti kausal atau generalisasi efektivitas intervensi.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novia Novitasari, Noer Suci Endah Puspitaningrumhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3441Strategi dan Faktor Protektif dalam Manajemen Stres akibat Workplace telepressure: Systematic Literature Review2026-10-14T13:02:45+00:00Cherina Safa Wardhanicherinasafa.23306@mhs.unesa.ac.idNi Wayan Sukmawati Puspitadewisukmawatipuspitadewi@unesa.ac.id<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah meningkatkan fleksibilitas dan kecepatan komunikasi di tempat kerja, tetapi pada saat yang sama memunculkan <em>workplace telepressure</em>, yaitu dorongan atau tekanan psikologis untuk segera merespons komunikasi terkait pekerjaan melalui media digital. <em>Workplace telepressure</em> dapat menyebabkan keterhubungan kerja yang berkelanjutan dan mengganggu proses pemulihan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mensintesis strategi, faktor protektif, serta sumber daya yang berpotensi membantu pekerja dalam mengelola stres dan mengurangi dampak negatif <em>workplace telepressure</em> terhadap kesejahteraan. Penelitian dilakukan menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> terhadap sembilan studi empiris yang memenuhi kriteria inklusi. Studi yang dianalisis mencakup penelitian terhadap pekerja dari berbagai konteks pekerjaan dan negara. Hasil sintesis menunjukkan bahwa dampak <em>workplace telepressure</em> terutama berkaitan dengan terganggunya <em>recovery</em> dan <em>boundary</em> antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta munculnya strain psikologis dan kognitif seperti <em>burnout</em>, stres, <em>rumination</em>, <em>work-family conflict</em>, <em>self-regulatory fatigue</em>, dan gangguan tidur. Faktor protektif yang ditemukan meliputi <em>transformational leadership</em>, <em>perceived organizational support</em>, <em>family-supportive work environment</em>, <em>role boundary</em>, <em>psychological</em> dan <em>spatial detachment</em>, serta <em>psychological resilience</em>. Temuan juga menunjukkan bahwa kebijakan formal mengenai <em>disconnection</em> tidak selalu berkaitan dengan rendahnya <em>telepressure</em> apabila norma informal mengenai ketersediaan pekerja setelah jam kerja masih kuat. Dengan demikian, manajemen stres akibat <em>workplace telepressure</em> perlu dilakukan secara multilevel melalui penguatan sumber daya individu, pengelolaan batas kerja-kehidupan, serta penciptaan lingkungan organisasi yang mendukung pemulihan dan mengurangi tuntutan untuk selalu tersedia secara digital.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Cherina Safa Wardhani, Ni Wayan Sukmawati Puspitadewihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2987Pengembangan Media Pop-Up Book pada Materi Siklus Air untuk Pembelajaran IPAS Kelas V Sekolah Dasar2026-10-15T05:02:12+00:00Fitri Rahmawatifitri.rahmawati.2531137@students.um.ac.idArda Purnama Putraarda001@gmail.comMayka Shantimayka001@gmail.com<p>Penelitian ini berfokus pada pengembangan media <em>pop-up book</em> pada topik siklus air untuk mata pelajaran IPAS kelas V sekolah dasar. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (<em>analysis, design, development, implementation, evaluation</em>). Subjek evaluasi melibatkan siswa kelas V Bilingual SD Laboratorium UM serta pakar materi dan media. Data dikumpulkan secara komprehensif melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa produk yang dihasilkan berkategori sangat layak, dibuktikan oleh perolehan skor validasi sebesar 85% dari ahli media dan 90% dari ahli materi. Lebih lanjut, uji coba implementasi menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif dan antusiasme siswa. Kehadiran media ini terbukti efektif dalam mentransformasi konsep siklus air yang abstrak menjadi lebih konkret, interaktif, dan menarik. Oleh karena itu, <em>pop-up book</em> ini direkomendasikan sebagai instrumen pembelajaran IPAS yang valid untuk jenjang sekolah dasar.</p>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fitri Rahmawati, Arda Purnama Putra, Mayka Shantihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3469Upaya Meningkatkan Kecerdasan Visual Spasial Melalui Bermain Labirin Pada Anak Kelompok B2026-10-15T11:44:54+00:00Mersiputri11063@gmail.comSalwiahsalwiah_fkip@uho.ac.idSitti Rahmaniar Abubakarsittirahmaniar@uho.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p> </p> <p>Kecerdasan visual-spasial merupakan salah satu aspek kecerdasan majemuk yang perlu distimulasi sejak usia dini, namun masih banyak lembaga PAUD yang belum mengoptimalkan stimulasi tersebut melalui media yang tepat dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan visual spasial anak melalui kegiatan bermain labirin. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 orang anak, yang terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi dokumen, dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas mengajar guru meningkat dari 53,84% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Aktivitas belajar anak meningkat dari 53,84% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Ketuntasan kecerdasan visual spasial anak juga mengalami peningkatan yang signifikan, dari 61,54% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kegiatan bermain labirin terbukti efektif dalam meningkatkan kecerdasan visual spasial anak kelompok B di TK Teratai Kecamatan Baruga Kota Kendari.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci: </strong> Kecerdasan Visual Spasial, Permainan Labirin, Anak Usia Dini</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-10-15T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mersi, Salwiah, Sitti Rahmaniar Abubakarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3455Dinamika Kecemasan Akademik pada Mahasiswa: Memahami Faktor Psikologis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental2026-10-16T10:59:53+00:00Titi Ratna Garnasihtiti.ratna@uinsgd.ac.idRiana Asep Lesmanarianaaseplesmana2@uinsgd.ac.idFithria Siti Hanifahfithriash@uinsgd.ac.idFidia Hanan Zaharafidiahanan@uinsgd.ac.idMetha Irmawayani Putrimethawayani@uinsgd.ac.id<p>Kecemasan akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang signifikan di kalangan mahasiswa perguruan tinggi. Tuntutan akademik yang tinggi, tantangan penyesuaian diri selama masa transisi perkuliahan, serta ketidakpastian masa depan sering kali memicu tekanan emosional dan kognitif pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kecemasan akademik pada mahasiswa dengan mengkaji faktor-faktor psikologis yang memengaruhinya serta dampaknya terhadap kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>) melalui analisis sistematis terhadap literatur ilmiah bereputasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kecemasan akademik merupakan fenomena kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal utama meliputi <em>self-efficacy </em>akademik, perfeksionisme, regulasi emosi, dan strategi coping; sedangkan faktor eksternal mencakup beban tugas akademik, tekanan keluarga, dan kualitas dukungan sosial. Kecemasan akademik yang terus berlanjut berdampak negatif pada domain emosional, kognitif, perilaku (seperti prokrastinasi), serta memicu distress psikologis dan penurunan kesejahteraan psikologis (<em>psychological well-being</em>). Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan layanan psikologi perguruan tinggi melalui asesmen dini, psikoedukasi, dan penguatan strategi coping mahasiswa guna menciptakan lingkungan akademik yang sehat secara mental.</p>2026-10-16T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Titi Ratna Garnasih, Riana Asep Lesmana, Fithria Siti Hanifah, Fidia Hanan Zahara, Metha Irmawayani Putri