http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/issue/feedArus Jurnal Psikologi dan Pendidikan2026-09-01T14:11:59+00:00Dr. Ahmad Rustam, M.Pdahmad.rustam1988@gmail.comOpen Journal Systems<p>Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan atau di singkat dengan (AJPP) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian terbaru, kajian literatur, review buku pada bidang ilmu Psikologi, konseling, sosial dan agama serta pendidikan secara umum.<br />Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan (Ajpp) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan Ferbruari, Juni, dan Oktober.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 10/C/C3/DT.05.00/2025, Tanggal 21 Maret 2025, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode I Tahun 2024, Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14336" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJPP di Sini</a></p>http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2569Doomscrolling dan Information Overload pada Generasi Z: Studi Pustaka Tentang Dampaknya terhadap Kesehatan Mental2026-05-11T04:35:32+00:00Jeni Oktavianioktavianijennie27@gmail.comMiftahuddinmiftahuddin@uin-suska.ac.idM. Fahli Zatrahadim.fahli.zatrahadi@uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena doomscrolling dan information overload beserta implikasinya terhadap kesehatan mental Generasi Z melalui pendekatan studi literatur. Latar belakang penelitian ini didasari oleh eskalasi intensitas penggunaan media sosial yang memunculkan paparan informasi negatif secara repetitif. Pendekatan metodologis yang diterapkan merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis literatur terhadap beragam artikel ilmiah relevan pada periode 2022–2026. Temuan penelitian mengindikasikan adanya keterkaitan mutual antara doomscrolling dan information overload dalam memengaruhi kondisi psikologis individu, termasuk kecemasan, stres, serta kelelahan emosional. Lebih lanjut, kelebihan informasi turut menimbulkan degradasi fungsi kognitif, seperti konsentrasi dan pengambilan keputusan. Penelitian ini juga mengungkap bahwa regulasi diri serta strategi coping berfungsi sebagai faktor protektif dalam memitigasi dampak negatif dari penggunaan media sosial. Dengan demikian, diperlukan penguatan literasi digital dan pengelolaan penggunaan media secara prudent guna mempertahankan kesehatan mental Generasi Z.<br /><br /></p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jeni Oktaviani, Miftahuddin, M. Fahli Zatrahadihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2612Dari Digitalisasi Ke Tata Kelola Cerdas: Grounded Theory Manajemen Pendidikan Berbasis Ai Pada Sma Sjakhyakirti2026-05-21T07:26:27+00:00Andinasariandinasariyulianto@gmail.comRisda Intan Sistyawatirisdaintan98@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengonstruksi teori substantif tentang proses transformasi sekolah menengah pertama dari digitalisasi menuju tata kelola cerdas berbasis kecerdasan artifisial (AI) di Kota Palembang. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain <em>constructivist grounded theory</em>. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi nonpartisipan terbatas, analisis dokumen, catatan lapangan, dan memo analitis pada SMA Sjakhyakirti dengan variasi kesiapan digital. Partisipan penelitian terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, operator sekolah, tenaga administrasi, dan pengawas. Analisis dilakukan secara simultan melalui <em>initial coding, focused coding, constant comparative analysis, theoretical sampling</em>, dan integrasi kategori hingga mencapai kategori inti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi telah menjadi fondasi kerja sekolah, sedangkan AI mula-mula hadir melalui eksperimen individual untuk mempercepat penyusunan dokumen, koordinasi, dan dukungan pengambilan keputusan. Perubahan menuju tata kelola cerdas tidak berlangsung linear, tetapi dinegosiasikan melalui peran aktor perantara, kebutuhan validasi manusia, kecemasan etika dan privasi data, serta penataan aturan lokal. Kategori inti yang dihasilkan adalah menegosiasikan kecerdasan institusional. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan berbasis AI pada SMA Sjakhyakirti tidak ditentukan oleh ketersediaan teknologi semata, melainkan oleh kemampuan sekolah mengintegrasikan kepemimpinan, literasi AI, tata kelola data, dan koordinasi organisasi secara bertanggung jawab.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andinasari, Risda Intan Sistyawatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2624Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SMP2026-05-29T06:57:39+00:00Anak Agung Made Pradnya Paramitaanak.agung.pradnya.3@student.undiksha.ac.idI Gusti Ayu Ketut Nadiahariayu.nadiahari@student.undiksha.ac.idI Wayan Lasmawanwayan.lasmawan@undiksha.ac.idNi Wayan Ratiniwayan.rati@undiksha.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi standar pendidik dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah menengah pertama. Standar pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu komponen penting dalam Standar Nasional Pendidikan yang berperan dalam menjamin kualitas proses pembelajaran dan layanan pendidikan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan di SMP Negeri 4 Singaraja dan SMP Negeri 7 Denpasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tenaga pendidik telah memenuhi kualifikasi akademik dan kompetensi yang ditetapkan, serta didukung oleh program pembinaan seperti pelatihan, seminar, dan kegiatan MGMP. Tenaga kependidikan juga berperan dalam mendukung kelancaran administrasi dan layanan pendidikan di sekolah. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan waktu pelatihan, variasi kompetensi awal guru, serta kebutuhan peningkatan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, implementasi standar pendidik dan tenaga kependidikan perlu terus ditingkatkan melalui program pengembangan profesional yang berkelanjutan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anak Agung Made Pradnya Paramita, I Gusti Ayu Ketut Nadiahari, I Wayan Lasmawan, Ni Wayan Ratihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2572Gambaran Career Calling pada Mahasiswa Kedokteran Universitas X2026-05-11T04:47:40+00:00Bellenbelbellen42@gmail.comEvans GareyEvans.garey@ukrida.ac.id<p><em>Career calling</em> merupakan aspek penting dalam kesiapan karir mahasiswa kedokteran karena berkaitan dengan makna pribadi, orientasi sosial, dan komitmen terhadap profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat career calling pada mahasiswa kedokteran serta melihat kecenderungannya berdasarkan angkatan, jenis kelamin, dan minat melanjutkan profesi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sebanyak 176 mahasiswa berpartisipasi dengan mengisi kuesioner <em>Career Calling Scale for Emerging Adults</em> (CCSEA) secara <em>online</em>. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi hipotetik untuk melihat distribusi tingkat <em>career calling</em> serta ketiga dimensi utamanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat <em>career calling</em> yang tinggi. Dimensi <em>personal meaning</em> dan <em>other-oriented meaning</em> memperoleh proporsi kategori tinggi terbesar, menggambarkan bahwa mahasiswa memandang profesi kedokteran sebagai hal yang bermakna secara pribadi dan berdampak positif bagi masyarakat. Sementara itu, dimensi <em>active engagement</em> menunjukkan skor yang lebih rendah dibandingkan dua dimensi lainnya, yang mengindikasikan bahwa tidak semua mahasiswa telah secara konsisten terlibat dalam tindakan nyata untuk mewujudkan panggilan kariernya. Selain itu, kecenderungan <em>career calling</em> tinggi tampak konsisten pada berbagai angkatan, jenis kelamin, dan kelompok yang berminat melanjutkan profesi. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran empiris mengenai kondisi <em>career calling</em> mahasiswa kedokteran serta menjadi dasar bagi pengembangan program pendampingan karier, konseling, dan penguatan identitas profesional di institusi pendidikan kedokteran.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Bellen, Evans Gareyhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2640Nilai Pendidikan Karakter dalam Elemen Kisah Teladan pada Pembelajaran Akidah Akhlak Fase D–F2026-05-29T07:23:08+00:00Abdullah Abdullahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idDela Seviradelasevira96@gmail.comNur Aisyahaisyahspt43@gmail.comHendra Surya AditamaHendrasuryaaditama2025@gmail.comAhmad Hapi Badalihapibadaliahmad@gmail.com<p>Pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam Kurikulum Merdeka, terutama pada pembelajaran Akidah Akhlak yang bertujuan membentuk kepribadian peserta didik. Elemen kisah teladan memiliki peran strategis dalam menginternalisasikan nilai-nilai karakter melalui cerita para nabi, sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam elemen kisah teladan pada pembelajaran Akidah Akhlak fase D, E, dan F. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari basis data Google Scholar, DOAJ, dan Portal Garuda dengan kata kunci "nilai pendidikan karakter", "kisah teladan Akidah Akhlak", dan "fase Kurikulum Merdeka". Dari 70 sumber yang teridentifikasi, 25 sumber relevan (2016-2026) dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai karakter dalam elemen kisah teladan meliputi kesabaran, kejujuran, tanggung jawab, keberanian, kepemimpinan, keilmuan, dan kepedulian sosial; (2) pada fase D, nilai-nilai dasar diperkenalkan melalui kisah para nabi dan Khulafaurasyidin; (3) pada fase E, nilai keberanian dan keteguhan ditekankan melalui kisah Nabi Luth dan Ashabul Kahfi; (4) pada fase F, nilai keilmuan dan tanggung jawab sosial diperkuat melalui kisah sahabat, imam mazhab, dan ulama Nusantara. Nilai kesabaran muncul sebagai nilai inti yang melintasi semua fase. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi pola nilai lintas fase dan relevansinya dengan tahap perkembangan peserta didik. Implikasi praktisnya, guru Akidah Akhlak perlu menyampaikan kisah teladan secara kontekstual dan bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Abdullah, Dela Sevira, Nur Aisyah, Hendra Surya Aditama, Ahmad Hapi Badalihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2645Morphological Stylistics And Literary Devices In Uptown Funk's Mark Ronson Song Lyric2026-05-30T02:59:54+00:00Kevindo Silalahikevindosilalahi@students.usu.ac.idAriel Abenaya Simarmataarielabenaya@students.usu.ac.idAditiya Mulya Syarif aditiyamulya@students.usu.ac.idRahmadsyah Rangkutirangkuti@usu.ac.id<p>PPenelitian ini berfokus pada karakteristik stilistika morfologis serta teknik-teknik sastra yang digunakan dalam lirik lagu <em>“Uptown Funk”</em> karya Mark Ronson dan Bruno Mars. Lirik lagu merupakan bentuk ekspresi linguistik yang khas karena memadukan unsur struktural dan estetis secara bersamaan. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengkaji ciri-ciri stilistika dalam genre musik populer, masih terdapat keterbatasan penelitian yang secara sistematis membahas keterkaitan antara proses morfologis dan perangkat sastra dalam komposisi musik kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik stilistika morfologis yang muncul dalam lirik lagu serta menganalisis bagaimana karakteristik tersebut bekerja bersama perangkat sastra dalam menghasilkan efek stilistika tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lirik lagu sebagai korpus utama analisis. Pendekatan yang digunakan adalah analisis stilistika, yang menelaah proses pembentukan kata, termasuk singkatan, pelesapan bunyi atau huruf (elision), bentuk-bentuk tidak konvensional, dan kreasi kata inovatif, serta perangkat retoris seperti repetisi, ungkapan imperatif, aliterasi, dan hiperbola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut memperlihatkan penggunaan karakteristik morfologis yang cukup dominan, khususnya singkatan dan elision, yang menciptakan nuansa informal, ritmis, dan ekspresif. Penggunaan perangkat sastra juga memperkuat kualitas musikal teks, menegaskan tema-tema utama, serta meningkatkan keterlibatan pendengar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik morfologis dan perangkat sastra saling berkaitan secara erat dan bersama-sama membentuk kekhasan stilistika lagu tersebut.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kevindo Silalahi, Ariel Abenaya Simarmata, Aditiya Mulya Syarif , Rahmadsyah Rangkutihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2608Peran Whatsapp Group Orang Tua Sebagai Media Humas Sekolah dalam Penyebaran Informasi Pendidikan di SMPN 2 Karangrejo Tahun 20262026-05-22T00:47:00+00:00Lutvianalutviana.278@admin.smp.belajar.id<p>Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah cara manusia berinteraksi, termasuk di bidang pendidikan. WhatsApp sebagai platform pesan instan dengan lebih dari 100 juta pengguna aktif di Indonesia kini banyak digunakan dalam lingkungan sekolah melalui pembentukan WhatsApp Group (WAG) orang tua siswa di berbagai jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran WAG orang tua sebagai media humas sekolah dalam penyebaran informasi Pendidikan, menganalisis efektivitas penggunaan WAG orang tua dalam mendukung fungsi humas sekolah, dan mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi di SMPN 2 Karangrejo Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa WAG orang tua di SMPN 2 Karangrejo telah berperan penting sebagai media humas sekolah dalam menyebarkan informasi pendidikan secara cepat, efektif, dan efisien. Penggunaan WAG mampu meningkatkan akses informasi serta membangun hubungan dan kepercayaan orang tua terhadap sekolah melalui komunikasi yang lebih transparan. Selain itu, penggunaan WAG sudah efektif dalam mendukung fungsi humas sekolah, khususnya pada aspek ketepatan waktu (<em>timeliness</em>) dan jangkauan penerima (<em>reach</em>). Beberapa kendala ditemukan seperti <em>information overload</em>, keterbatasan akses internet, belum adanya SOP pengelolaan, serta perbedaan literasi digital orang tua.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lutvianahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2595Strategi Pembinaan SDM dalam Menjembatani Kesenjangan antara Standar Operasional dan Realitas Lapangan pada Industri Outsourcing2026-05-21T02:47:50+00:00Maria Melisa Sutomomaria.20231111057@ibs.ac.idTia Yuniarsihtia.20231111080@ibs.ac.idSyifa Ardhanasyifa.20231111078@ibs.ac.idRaden Naufal Hilmi Saputraraden.20231111104@ibs.ac.idAhmad Setiawan Nurayaahmad.nuraya@ibs.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembinaan sumber daya manusia dalam menjembatani kesenjangan antara standar operasional dan realitas lapangan pada industri outsourcing pengamanan. Objek penelitian difokuskan pada PT. Balakosa Nusantara Services sebagai perusahaan penyedia jasa pengamanan yang menghadapi tantangan implementasi SOP pada kondisi operasional yang dinamis. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Matriks IE, dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi internal perusahaan berada pada kondisi kuat dengan skor IFE sebesar 2,80, sedangkan skor EFE sebesar 2,98 menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons peluang dan ancaman eksternal secara baik. Permasalahan utama yang ditemukan adalah adanya gap antara SOP dengan kondisi nyata di lapangan akibat keterbatasan infrastruktur, variasi karakteristik proyek, kemampuan adaptasi SDM, dan kondisi situasional yang tidak menentu. Strategi yang paling relevan untuk diterapkan adalah pembinaan SDM berkelanjutan melalui pelatihan berbasis kondisi lapangan, penguatan pengambilan keputusan, peningkatan koordinasi, serta pembagian tugas berbasis prioritas risiko. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan SOP, tetapi juga oleh kemampuan SDM dalam menyesuaikan diri dengan kondisi operasional di lapangan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Maria Melisa Sutomo, Tia Yuniarsih, Syifa Ardhana, Raden Naufal Hilmi Saputra, Ahmad Setiawan Nurayahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2631Hubungan Antara Self-Regulation dengan Fear Of Missing Out (Fomo) pada Mahasiswa Pgsd Pengguna Tiktok Universitas Sarjawiyata Tamansiswa 2026-05-30T05:59:39+00:00Nyi Flora Grace Pdgrace.putri@gmail.comNyi Jatu Anggraeninyijatuanggraeni@gmail.comMaria Adventa Wangomitawango91@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara <em>self-regulation</em> dan <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO) pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pengguna TikTok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala <em>self-regulation</em> dan skala <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO). Penelitian dilakukan pada mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pengguna TikTok dengan jumlah subjek sebanyak 175 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan <em>purposive sampling</em>. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan aplikasi Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara <em>self-regulation</em> dan <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO) pada mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa pengguna TikTok dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,202 dan nilai signifikansi p = 0,007 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan <em>self-regulation</em> maka semakin rendah tingkat <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO) pada mahasiswa, begitu juga sebaliknya semakin rendah kemampuan <em>self-regulation</em> maka semakin tinggi tingkat <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO). Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa variabel <em>self-regulation</em> sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 91 mahasiswa (52%), sedangkan variabel <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO) sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 73 mahasiswa (41,7%). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sumbangan efektif <em>self-regulation</em> terhadap <em>Fear of Missing Out</em> (FoMO) sebesar 4,1%, sedangkan 95,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Maria Adventa Wango, Flora Grace Phttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2635 Asas-Asas Pendidikan Umum dan Pendidikan Islam Kontemporer2026-05-30T06:11:43+00:00Rifki Faradi Tarohmanrifki.faradi@gmail.comIda Zahara Adibahidazaharaadibah@gmail.com<p>Pendidikan merupakan instrumen utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul secara intelektual, emosional, dan spiritual. Dalam era globalisasi dan digitalisasi, pendidikan dituntut tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam asas-asas pendidikan umum dan pendidikan Islam kontemporer serta relevansinya dalam membangun sistem pendidikan yang integratif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan umum berlandaskan pada prinsip humanisme, demokrasi, dan pengembangan potensi individu, sedangkan pendidikan Islam kontemporer berakar pada nilai tauhid, akhlak, dan integrasi ilmu. Integrasi keduanya menjadi solusi dalam menciptakan pendidikan yang holistik, adaptif, dan berkarakter di era modern.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rifki Faradi Tarohman, Ida Zahara Adibahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2297Hubungan Mindfulness dan Konsentrasi terhadap Performa Akademik Mahasiswa2026-05-21T03:04:20+00:00Muhammad Daffa Alghifari030002200212@std.trisakti.ac.idPurnamawati Tjhinpurnamawati@trisakti.ac.id<div><span lang="EN-US">Prestasi akademik merupakan indikator penting keberhasilan mahasiswa dalam pendidikan tinggi dan umumnya diukur melalui Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Berbagai faktor psikologis internal diyakini berkontribusi terhadap pencapaian akademik, termasuk mindfulness dan konsentrasi. Mindfulness merujuk pada kemampuan individu untuk menyadari pengalaman saat ini secara sadar tanpa penilaian, sedangkan konsentrasi berkaitan dengan kemampuan mempertahankan perhatian pada tugas akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindfulness dan konsentrasi dengan performa akademik mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Subjek penelitian terdiri atas 76 mahasiswa aktif Program Studi Teknik Sipil di Jakarta yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Mindfulness diukur menggunakan Five Facet Mindfulness Questionnaire (FFMQ), konsentrasi diukur menggunakan Student Learning Concentration Questionnaire Indonesia (SLCQ-I), dan performa akademik dinilai berdasarkan IPK kumulatif. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat mindfulness tinggi, tingkat konsentrasi sedang, dan performa akademik dengan kategori IPK tinggi (≥2,75). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara mindfulness dan performa akademik mahasiswa (p = 0,783), maupun antara konsentrasi dan performa akademik (p = 0,119). Temuan ini mengindikasikan bahwa mindfulness dan konsentrasi tidak berasosiasi secara langsung dengan capaian akademik kumulatif mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa performa akademik mahasiswa dipengaruhi oleh faktor multidimensional yang lebih kompleks, sehingga mindfulness dan konsentrasi kemungkinan berperan sebagai faktor pendukung proses belajar, bukan sebagai prediktor langsung IPK. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal atau pendekatan intervensi disarankan untuk mengeksplorasi peran faktor psikologis lain yang dapat memediasi hubungan tersebut. </span></div>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Daffa Alghifari, Purnamawati Tjhinhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2636Peran Strategis Guru Pendidikan Agama Islam dalam Lembaga Pendidikan: Sebuah Tinjauan Teologis dan Regulasi Pendidikan2026-05-30T06:50:25+00:00Muhammad Khalilurrahmanmuhammadkhalilurrahman95@gmail.comMahsa Ramadhan Pratamamahsapratama90@gmail.comSiti Milawatisitimilawati.pky17@gmail.comAjahari Ajahariajahari@iain-palangkaraya.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam lembaga pendidikan melalui perspektif teologis dan regulasi pendidikan nasional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Guru dan Dosen, serta kebijakan Kurikulum Merdeka. Sumber sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki kedudukan penting sebagai mu’allim, murabbi, muaddib, dan mursyid yang bertanggung jawab membentuk intelektual, moral, dan spiritual peserta didik. Dalam perspektif regulasi, peran tersebut diperkuat melalui kebijakan pendidikan nasional dan implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembentukan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Selain itu, guru PAI dituntut mampu menjadi fasilitator dan inovator pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi digital secara kreatif dan kontekstual. Dengan demikian, sinergi antara nilai-nilai teologis dan regulasi pendidikan menjadi landasan penting dalam memperkuat profesionalitas dan tanggung jawab spiritual guru PAI di era modern.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Khalilurrahman, Mahsa Ramadhan Pratama, Siti Milawati, Ajahari Ajaharihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2662Iman Sebagai Identitas Formal:Tantangan Orang Muda Katolik di Era Digital2026-05-30T07:31:33+00:00Epianus DarusEpindarus7@gmail.comYohana Fitriana DausYohanavidaus@gmail.comHelena Nurtiyanti Wihatutijehaman@gmail.comKornelia KurniaKurniakornelia@gmail.comMaria Yunita JanuYunitajanu33@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji fenomena iman orang muda Katolik (OMK) yang semakin dipahami sebagai identitas formal semata di era digital. Arus digitalisasi yang melanda kehidupan generasi muda menghadirkan berbagai daya tarik yang kompetitif terhadap kehadiran dan penghayatan iman dalam Gereja. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan pergeseran penghayatan iman OMK dari yang bersifat eksistensial menuju formalitas identitas belaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya digital, media sosial, dan tekanan identitas sosial menjadi faktor utama yang melemahkan keterlibatan aktif orang muda dalam kehidupan menggereja. Studi ini juga menelaah dokumen Christus Vivit (2019) sebagai tawaran pastoral Gereja untuk merespons krisis tersebut. Kesimpulannya, Gereja perlu melakukan pembaruan pastoral yang kontekstual dan dialogis agar iman OMK tidak sekadar menjadi label identitas, melainkan sungguh menjadi kekuatan hidup yang transformatif di era digital.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Epianus Darus, Yohana Fitriana Daus, Helena Nurtiyanti Wiha, Kornelia Kurnia, Maria Yunita Januhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2614Deskripsi Kemandirian Anak di Tk Negeri 1 Lakambau Kabupaten Buton Selatan2026-05-22T00:02:18+00:00Wa Ode Sitti Ahlia Manempa Ahlyasittiahliam@gmail.comMuamal GadafiMuamal.gadafi@yahoo.co.idDamsir Ddamsir_fkip@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemandirian anak di TK Negeri 1 Lakambau Kabupaten Buton Selatan. Kemandirian anak usia dini merupakan kemampuan anak untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa atau dengan sedikit bantuan orang dewasa, seperti makan, berpakaian, menjaga kebersihan diri, bertanggung jawab, mengambil keputusan sederhana, serta mampu berinteraksi sosial dengan baik. Kemandirian sangat penting dikembangkan sejak usia dini karena menjadi dasar pembentukan karakter dan kesiapan anak dalam menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai tingkat kemandirian anak di lingkungan sekolah. Aspek kemandirian yang dikaji meliputi kemandirian dalam aktivitas sehari-hari, tanggung jawab, pengambilan keputusan sederhana, dan interaksi sosial. Subjek penelitian adalah anak-anak di TK Negeri 1 Lakambau Kabupaten Buton Selatan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat kemandirian anak serta menjadi bahan evaluasi bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan kemandirian anak usia dini. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi orang tua tentang pentingnya menanamkan sikap mandiri sejak dini. Dari ke 7 indikator kemandirian anak sudah terlaksana, kemudian dideskripsikan dan dihasilkan bahwa peserta di TK Negeri 1 Lakambau sudah mandiri dalam melakukan kegiatan sehari-hari baik dalam indikator kemampuan fisik, percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, pandai bergaul, saling berbagi dan mengendalikan emosi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wa Ode Sitti Ahlia Manempa Ahlya, Muamal Gadafi, Damsir Dhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2664Krisis Identitas Kaum Muda dan Tanggapan Pastoral Gereja 2026-05-30T08:09:39+00:00Fransiska LandangFransiskalandang@gmail.comYosefina Ursula JaunYosefinajaun02@gmail.comRegina MalaReginamala285@gmail.com Hiasinta Maningnanymaning@gmail.comMaria Delastri RekuDellareku8@gmail.com<p>Penelitian Krisis identitas di kalangan kaum muda merupakan fenomena yang semakin nyata di era moderen. Perubahan sosial yang cepat, pergeseran budaya, dan pesatnya teknologi digital membuat kaum muda sering menghadapi tekana dari berbagai arah, baik dari keluarga, lingkungan pergaulan, maupun media sosial. Jika tidak di dampingi, kondisi ini bisa memicu kebingungan, kehilangan arah hidup, hingga prilaku menyimpang. Artikel jurnal ini bertujuan untuk mengkaji dinamika krisis identitas kaum muda secara kritis dan merumuskan tanggapan pastoral Gereja yang relevan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui studi literatur dan refleksi teologis. Hasil kajian menunjukan bahwa krisis identitas tidak hanya dipengaruhi oleh faktor luar, tetapi juga akibat kurangnya pendampingan di dalam komunitas iman. Oleh karena itu, Gereja memiliki peran strategis untuk menghadirkan pelayanan pastoral yang utuh, dialogis, dan trasformatif melalui pendampingan personal, pembinaan iman yang kontesktual, serta penciptaan komunitas yang inklusif.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fransiska Landang, Yosefina Ursula Jaun, Regina Mala, Hiasinta Maning, Maria Delastri Rekuhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2665Hubungan antara Loneliness dengan Smartphone Addiction pada Remaja 2026-05-30T08:25:44+00:00Patmawati Sulemanpatmawatiisuleman@gmail.comSalahuddin Liputosalahuddinliputo@umgo.ac.idSitti Rojiyah Nur Insyirah Puhisittirojiyah@umgo.ac.id<p>Penggunaan <em>smartphone</em> pada remaja bisa menimbulkan berbagai dampak, salah satunya <em>loneliness </em>yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>loneliness</em> dengan <em>smartphone addiction</em> pada remaja di SMK Negeri 1 Pulubala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 264 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> berdasarkan hasil <em>screening</em> dari populasi sebanyak 329 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala UCLA <em>loneliness scale</em> (UCLA-LS) dan <em>smartphone addiction scale</em> (SAS). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi <em>Product Moment</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara <em>loneliness</em> dengan <em>smartphone addiction</em> dengan nilai koefisien korelasi r = -0,162 dan nilai signifikansi p = 0,008. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan yang lemah, di mana semakin tinggi tingkat <em>smartphone addiction</em> maka semakin rendah tingkat <em>loneliness.</em> Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan <em>smartphone </em>pada remaja lebih dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kesenangan, kenyamanan, serta kebutuhan untuk tetap terhubung secara sosial, bukan semata-mata durasi penggunaan. Selain itu, <em>smartphone</em> juga dapat berfungsi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan sosial dan emosional remaja dalam kehidupan sehari-hari secara positif dan mendukung serta membantu menjaga kualitas hubungan sosial dengan lingkungan sekitarnya secara lebih efektif dan bermakna sehingga dapat menjadi alternatif dalam mengurangi perasaan kesepian yang dialami oleh remaja di era digital saat ini dan tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan online dan tatap muka.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Patmawati Suleman, Salahuddin Liputo, Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2653Pentingnya Perencanaan Sumber Daya Manusia Strategis dalam Pengembangan Organisasi2026-05-30T08:31:56+00:00Dea Upera Amzaeni231340181.dea@uinbanten.ac.idIyu ibda Amariaiyuibda1@gmail.comSiti Sulha Nurhalifah231340158@uinbanten.ac.idMachdum BachtiarMachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran perencanaan Sumber Daya Manusia (SDM) strategis dalam mendukung pengembangan organisasi yang berkelanjutan. Pendekatan yang digunakan adalah metode <em>library research</em> dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan terkait manajemen SDM dan strategi organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa perencanaan SDM strategis memiliki peran signifikan dalam meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya saing organisasi. Proses perencanaan yang meliputi analisis lingkungan, peramalan kebutuhan tenaga kerja, formulasi strategi, implementasi, dan evaluasi mampu menciptakan keselarasan antara tujuan organisasi dan kompetensi karyawan. Perencanaan SDM strategis berkontribusi terhadap peningkatan resiliensi organisasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Perencanaan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang memungkinkan organisasi meminimalkan risiko kesenjangan kompetensi serta meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Perencanaan SDM strategis menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pengembangan organisasi yang adaptif dan kompetitif.</p> <p> </p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dea Upera Amzaeni, Iyu ibda Amaria, Siti Sulha Nurhalifah, Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2646Konsep Pengembangan Organisasi Dalam Dinamika Manajemen Organisasi : Kajian Literatur2026-05-29T11:28:34+00:00Dewi Murtasia Zulhamzzzdewi@gmail.comMaharani Salsabilla Irawan maharanisalsabilla31@gmail.comAulia Java Insani auliajava02@gmail.comMachdum Bachtiarmachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p> </p> <p>Di tengah era globalisasi yang ditandai oleh perubahan lingkungan bisnis yang berlangsung cepat, kompleks, dan sulit diprediksi, pengembangan organisasi (Organizational Development atau OD) menjadi suatu kebutuhan strategis yang tidak lagi bersifat opsional, melainkan wajib agar organisasi mampu bertahan dan terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep pengembangan organisasi dalam konteks dinamika manajemen organisasi modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur sistematis. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan dan dipilih secara purposif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan organisasi merupakan suatu proses yang terstruktur, terencana, dan berkesinambungan untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui intervensi yang berlandaskan ilmu perilaku. Keberhasilan proses ini tidak hanya ditentukan oleh perubahan pada struktur atau sistem organisasi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh budaya organisasi, peran kepemimpinan, kompetensi sumber daya manusia, serta kemampuan organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan. Selain itu, pengembangan organisasi juga memiliki dampak penting terhadap praktik manajemen, khususnya dalam pengambilan keputusan, koordinasi kerja, serta peningkatan fleksibilitas organisasi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Murtasia Zulha, Maharani Salsabilla Irawan , Aulia Java Insani , Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2668Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Ekonomi Petani Pascabencana di Nagari Tambangan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar2026-05-31T04:20:32+00:00Irja irjairjasemsi2@gmail.comKendall Malikmalik.kendall2018@gmail.comHamdan Akromullahhamdan_akromullah75@yahoo.co.idAmy MaulidMaulid265@gmail.comSyafranSyafranlbs@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pemberdayaan masyarakat dalam pemulihan ekonomi petani pascabencana di Nagari Tambangan Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Bencana alam yang terjadi menyebabkan kerusakan lahan pertanian, menurunnya hasil produksi, terganggunya distribusi hasil pertanian, serta menurunkan tingkat pendapatan masyarakat petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Informan penelitian terdiri dari pemerintah nagari, kelompok tani, tokoh masyarakat, dan masyarakat petani terdampak bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pelatihan pertanian produktif, bantuan sarana produksi pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan usaha ekonomi kreatif berbasis hasil pertanian, serta pendampingan pemasaran digital. Faktor pendukung pemberdayaan meliputi partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah daerah, dan kerja sama dengan lembaga sosial. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan modal usaha, kerusakan infrastruktur pertanian, dan rendahnya kemampuan teknologi petani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif mampu meningkatkan ketahanan ekonomi petani pascabencana dan mempercepat proses pemulihan ekonomi masyarakat.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Irja irja, Kendall Malik, Hamdan Akromullah, Amy Maulid, Syafranhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2669Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika pada Materi KPK dan FPB di Kelas IV SD 1 E’erinere2026-05-31T04:46:47+00:00Nur Elvidaelvidavidanur@gmail.comAhmad Rustamahmad.rustam1988@gmail.comArna Juwairiyah ArnaJuwairiyah@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal KPK dan FPB, (2) untuk mengetahui Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal KPK dan FPB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 E’Erinere Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode: observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini dilakukan dengan cara: 1) pengumpulan data , 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam proses disebabkan kurangnya pemahaman konsep faktor dan kelipatan, kesalahan dalam melakukan perhitungan, ketidaktepatan dalam menggunakan langkah-langkah penyelesaian, serta kurangnya ketelitian dalam membaca dan memahami soal. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret. Untuk mengatasi kesulitan tersebut guru berusaha meningkatkan pemahaman konsep siswa melalui penjelasan yang lebih sederhana, memberikan latihan secara rutin, melatih siswa dalam menyelesaikan soal secara sistematis, membaca soal dengan teliti, serta menggunakan metode dan media pembelajaran yang lebih variatif. Kesimpulan penelitian ini adalah: kesulitan siswa dalam materi faktor dan kelipatan disebabkan oleh kurangnya pemahaman konsep, kesalahan perhitungan, dan kurang teliti memahami soal. Guru mengatasinya dengan latihan rutin, penjelasan sederhana, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang lebih variatif.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nur Elvida, Ahmad Rustam, Arna Juwairiyah http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2588Penerapan Metode Bercerita Dengan Media Boneka Wayang Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Wabintingi2026-05-31T04:54:55+00:00Cindriyanticindryanticii@gmail.comAfifah Nur Hidayahafifahnurhidayah@uho.ac.idSri Yuliani Mustarsriyulianimustar91@uho.ac.id<p>Penerapan Metode Bercerita Dengan Media Boneka Wayang Untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Kelompok B Di Tk Dharma Wanita Desa Wabintingi. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Pembimbing I Afifah Nur Hidayah, S.Pd.I.,M.Pd dan pembimbing II Sri Yuliani M, S.Pd., M.Pd. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah penerapan metode bercerita dengan media boneka wayang dapat meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Wabintingi?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak melalui kegiatan bercerita dengan menggunakan media boneka wayang di TK Dharma Wanita Desa Wabintingi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak kelompok B di TK Dharma Wanita Desa Wabintingi yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari 13 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam II siklus. Tahapan-tahapan dalam penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu,(1) Perencenaan (2) Pelaksanaan, (3) Observasi dan (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Berdasarakan analisis data dari hasil observasi mengajar guru pada siklus I diperoleh nilai persentase sebesar 82,35% dan meningkat pada siklus II menjadi 94,11%. Observasi aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh nilai 81,25% dan meningkat pada siklus II menjadi 93,75%. Hasil belajar anak pada siklus 1 di peroleh nilai 65% dan meningkat pada siklus II menjadi 90% . kesimpulan penelitian ini adalah kamampuan bahasa reseptif anak dapat ditingkatakan melalui kegiatan bercerita dengan media boneka wayang kelompok B TK Dharma Wanita Desa Wabintingi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Cindriyanti, Afifah Nur Hidayah, Sri Yuliani Mustarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2587Pengaruh Sport Massage terhadap Pemulihan Kondisi Fisik dan Psikis Atlet2026-05-21T07:14:35+00:00Zihan Novita Sarizihan.novita.fik@um.ac.idKhusnul Qoimahkhusnul.qoimah.2206116@students.um.ac.idSalwa Sabilasalwa.sabila.2306316@students.um.ac.idKhofifa Apriliyantikhofifa.apriliyanti.2306316@students.um.ac.idSyahdania Putri Ramadanisyahdania.putri.2206316@students.um.ac.id<p>Sport massage merupakan salah satu metode pemulihan yang banyak digunakan dalam praktik Ilmu Keolahragaan untuk mengatasi kelelahan akibat aktivitas fisik intensitas tinggi. Tingginya beban latihan yang dialami atlet berpotensi menimbulkan kelelahan fisiologis, akumulasi metabolit seperti asam laktat, serta gangguan psikologis berupa stres dan kecemasan, yang pada akhirnya dapat menurunkan performa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemulihan yang efektif dan terintegrasi, salah satunya melalui penerapan sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh sport massage terhadap pemulihan kondisi fisiologis dan psikologis atlet. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengkaji artikel ilmiah dari database nasional dan internasional pada rentang tahun 2010–2024 yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan critical appraisal untuk mengevaluasi kualitas serta konsistensi temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sport massage memberikan efek positif terhadap peningkatan sirkulasi darah, percepatan distribusi oksigen ke jaringan otot, serta penurunan tingkat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) sebagai indikator kelelahan otot. Selain itu, sport massage terbukti berkontribusi dalam menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol serta meningkatkan hormon relaksasi seperti endorfin dan serotonin, yang berdampak pada peningkatan kondisi psikologis atlet. Namun demikian, pengaruh sport massage terhadap peningkatan performa atlet secara langsung masih menunjukkan hasil yang bervariasi, sehingga lebih dipahami sebagai efek tidak langsung melalui optimalisasi proses pemulihan. Dengan demikian, sport massage dapat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi recovery yang komprehensif dalam program latihan atlet, khususnya dalam upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental secara berkelanjutan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Zihan Novita Sari, Khusnul Qoimah, Salwa Sabila, Khofifa Apriliyanti, Syahdania Putri Ramadanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2659Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Program Pelatihan di Era Digital2026-05-31T07:47:37+00:00Ita Anita231340163.ita@uinbanten.ac.idAsa Aulia Nuril Najla231340164.najla@uinbanten.ac.idDewi Sri 231340184.dewi@uinbanten.ac.idMachdum BachtiarMachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan serta solusi dalam implementasi program pelatihan di era digital. Transformasi digital telah mendorong perubahan sistem pelatihan dari metode konvensional menuju pelatihan berbasis teknologi seperti Learning Management System (LMS), video conference, serta media interaktif lainnya. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai kendala seperti rendahnya literasi digital, keterbatasan infrastruktur teknologi, kurangnya interaksi peserta, desain materi yang kurang inovatif, serta sistem evaluasi yang belum optimal. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah berupa jurnal nasional, buku, dan prosiding seminar yang relevan dengan topik pelatihan digital dan literasi teknologi. Data dianalisis secara kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi program pelatihan digital sangat dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya manusia, dukungan infrastruktur, desain pembelajaran yang interaktif dan adaptif, serta sistem evaluasi berbasis digital yang terukur. Solusi strategis yang dapat diterapkan meliputi pelatihan literasi digital awal, optimalisasi LMS dan aplikasi konferensi daring, penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti gamifikasi dan diskusi virtual, pengembangan materi berbasis microlearning, serta evaluasi menggunakan platform digital seperti Google Form. Dengan strategi yang terintegrasi, program pelatihan di era digital dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ita Anita, Asa Aulia Nuril Najla, Dewi Sri , Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2660Tantangan Kesehatan Mental di Tempat Kerja : Studi Kepustakaan Kontemporer2026-05-30T13:14:10+00:00Nazwa Ramadhani Fitrie231340177.nazwa@uinbanten.ac.idThalia Salsabillasalthlia7@gmail.comMachdum BachtiarMachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Penelitian ini membahas tantangan kesehatan mental di tempat kerja dalam konteks organisasi modern melalui pendekatan studi kepustakaan. Perubahan sistem kerja, peningkatan tuntutan produktivitas, serta digitalisasi lingkungan kerja telah meningkatkan tekanan psikologis yang dialami pekerja. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor utama yang memengaruhi kesehatan mental pekerja serta implikasinya terhadap kesejahteraan dan produktivitas kerja. Metode yang digunakan berupa analisis literatur ilmiah yang relevan dengan tema kesehatan mental kerja, stres kerja, kelelahan kerja, teknostres, serta faktor sosial dan demografis. Hasil kajian menunjukkan bahwa beban kerja mental, kelelahan kerja, perubahan teknologi, serta ketimpangan dukungan organisasi menjadi determinan utama gangguan kesehatan mental di tempat kerja. Selain itu, kelompok pekerja tertentu seperti pekerja muda dan perempuan memiliki kerentanan lebih tinggi akibat tekanan adaptasi dan beban peran sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya intervensi organisasi yang bersifat struktural, preventif, dan promotif guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat secara psikologis dan berkelanjutan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nazwa Ramadhani Fitrie, Thalia Salsabilla, Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2657 Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Komunikasi Interpersonal pada Karyawan PT Harmoni Muda Inovasi2026-06-02T05:02:38+00:00Putri BalqisPutriblqss@gmail.comFilia Dina Anggaraenifiliadina@usu.ac.idMeutia Naulymeutia@usu.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan komunikasi interpersonal pada karyawan PT Harmoni Muda Inovasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan populasi 80 karyawan dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala Likert yang disusun berdasarkan aspek kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal. Analisis data menggunakan korelasi product moment Pearson setelah dilakukan uji validitas, reliabilitas, normalitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan komunikasi interpersonal dengan koefisien korelasi rxy = 0,608 dan p = 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi sebesar r2 = 0,370 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi efektif sebesar 37,00% terhadap komunikasi interpersonal. Hasil perbandingan mean menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berada pada kategori sangat rendah dengan mean hipotetik 52,50 dan mean empirik 42,404, sedangkan komunikasi interpersonal juga berada pada kategori sangat rendah dengan mean hipotetik 50,00 dan mean empirik 40,192. Dengan demikian, semakin tinggi kecerdasan emosional karyawan, semakin baik komunikasi interpersonal yang ditunjukkan dalam lingkungan kerja.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putri Balqis, Filia Dina Anggaraeni, Meutia Naulyhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2634 Hubungan Hardiness dan Career Adaptability pada Host Live Content Creator di Jakarta2026-06-02T05:16:35+00:00Shannyshannybong1243@gmail.comTju Merianatju.meriana@gmail.com<p>Perkembangan ekonomi digital telah mendorong munculnya profesi host live content creator sebagai bentuk pekerjaan berbasis platform yang ditandai dengan fleksibilitas kerja, ketidakpastian pendapatan, serta tuntutan performa yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut individu untuk memiliki kemampuan adaptasi karier yang baik agar mampu bertahan dalam dinamika industri kreatif digital. Salah satu faktor psikologis yang diperkirakan berperan dalam career adaptability adalah hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dan career adaptability pada host live content creator di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari host live content creator yang aktif bekerja di wilayah DKI Jakarta dengan teknik convenience sampling. Instrumen yang digunakan adalah Dispositional Resilience Scale (DRS-15) untuk mengukur hardiness dan Career Adapt-Abilities Scale (CAAS 2.0) untuk mengukur career adaptability. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara hardiness dan career adaptability pada host live content creator. Semakin tinggi tingkat hardiness individu, maka semakin tinggi pula kemampuan adaptabilitas kariernya. Temuan ini menunjukkan bahwa hardiness menjadi sumber daya psikologis penting dalam membantu host live content creator menghadapi tekanan, perubahan algoritma platform, serta ketidakpastian karier di era digital.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Shanny, Tju Merianahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2671Komunikasi Interpersonal Untuk Pengelolaan Konflik di Ruang Redaksi Biro Televisi2026-06-02T06:05:26+00:00Muh. Asri Rasmadaenkmar@gmail.comRoyhan Sulthan Luthfisulthanluthfi06@gmail.comFigo Andriano MandalaJuniorfigo19@gmail.comIke Junita TriwardhaniJunitatriwardhani@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik interpersonal dan strategi komunikasi interpersonal dalam pengelolaan konflik di ruang redaksi biro televisi, khususnya pada Biro Jawa Barat CNN Indonesia TV. Lingkungan kerja media televisi memiliki ritme cepat, berbasis tenggat waktu (deadline), dan dinamis, yang seringkali memicu munculnya konflik interpersonal antar kru produksi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling , yang melibatkan tiga informan yaitu Reporter, Kameramen, dan <em>Assignment editor </em>. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi , serta keabsahan data dijaga menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik umumnya dipicu oleh perbedaan angle liputan, perbedaan ekspektasi visual, keterbatasan teknis, pembagian tugas, serta tekanan dari redaksi pusat. Strategi komunikasi interpersonal yang diterapkan meliputi komunikasi terbuka, diskusi, kompromi, klarifikasi, empati, humor, dan regulasi diri (self-regulation). Selain itu, pemilihan media komunikasi secara verbal atau telepon lebih dipilih dibandingkan pesan teks saat situasi mendesak untuk meminimalisasi salah tafsir. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi interpersonal merupakan instrumen strategis dalam pengelolaan konflik untuk menjaga kelancaran produksi berita dan memelihara hubungan profesional.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muh. Asri Rasma, Royhan Sulthan Luthfi, Figo Andriano Mandala, Ike Junita Triwardhanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2683Pengaruh Body image terhadap Kepercayaan Diri pada Mahasiswa Psikologi di Universitas Muhammadiyah Gorontalo2026-06-02T08:09:30+00:00Friska Oktaviana Banyaminfriskaoktavianabanyamin@gmail.comAnik Indarwatianikindarwaty@umgo.ac.idMuhammad Mursyidmursyid@umgo.ac.id<p>Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek psikologis yang penting dalam perkembangan mahasiswa dan dapat dipengaruhi oleh cara individu memandang serta menilai kondisi tubuhnya. Body image yang positif cenderung meningkatkan kepercayaan diri, sedangkan body image yang negatif dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif non-eksperimental dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 75 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi sebanyak 297 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala body image dan skala kepercayaan diri yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh body image terhadap kepercayaan diri mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat body image pada kategori sedang (70,7%) dan tingkat kepercayaan diri yang juga berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa body image berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri mahasiswa (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa body image memberikan kontribusi sebesar sekitar 30–40% terhadap variasi kepercayaan diri mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin positif persepsi mahasiswa terhadap tubuhnya, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya. Dengan demikian, body image merupakan salah satu faktor penting yang berperan dalam pembentukan kepercayaan diri mahasiswa serta mendukung perkembangan pribadi dan sosial yang lebih optimal di lingkungan perguruan tinggi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Friska Oktaviana Banyamin, Anik Indarwati, Muhammad Mursyidhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2685 Pengembangan E-Modul Untuk Mengelola Kecemasan Akademik Siswa SMA2026-06-02T08:43:24+00:00Riris Kumala Putririris.kumala4652@student.unri.ac.idTri Umari tri.umari@lecture.unri.ac.idKiki Mariah kiki.mariah@lecture.unri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis kelayakan e-modul panduan layanan bimbingan dan konseling untuk membantu guru BK dalam mengelola kecemasan akademik siswa SMA di SMA Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap <em>analysis, design, development</em>, dan <em>implementation.</em> Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kecemasan akademik kepada siswa, wawancara dengan guru BK, lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, serta angket uji praktikalitas guru BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria layak digunakan. Validasi media memperoleh persentase sebesar 98,75% dengan kategori sangat valid, validasi bahasa sebesar 85% dengan kategori valid, dan validasi materi sebesar 85,45% dengan kategori valid. Selain itu, hasil uji praktikalitas memperoleh persentase sebesar 87,54% dengan kategori sangat praktis. E-modul yang dikembangkan dinilai mudah digunakan, sistematis, dan membantu guru BK dalam melaksanakan layanan terkait kecemasan akademik siswa. Dengan demikian, e-modul layak digunakan sebagai media pendukung layanan bimbingan dan konseling di sekolah.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Riris Kumala Putri, Tri Umari , Kiki Mariah http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2666Hubungan antara Keterlibatan Orang Tua dengan Kesehatan Mental pada Remaja di SMPN 4 Tilamuta2026-06-03T01:52:27+00:00Taufik Djafartaufikdjafar5@gmail.comAnik Indarwatianikindarwaty@umgo.ac.idZulkarnainzulkarnain@umgo.ac.id<p>Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, sosial, dan akademik yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental. Oleh karena itu, dukungan dari lingkungan terdekat, khususnya orang tua, menjadi faktor penting dalam membantu remaja menghadapi berbagai tantangan perkembangan secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Negeri 4 Tilamuta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 164 siswa dengan sampel sebanyak 62 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala keterlibatan orang tua dan <em>Skala</em> <em>Mental</em> <em>Health Continuum-Short Form </em>(MHC-SF). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,360 dan nilai signifikansi sebesar p = 0,004 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan orang tua, maka semakin tinggi pula tingkat kesehatan mental remaja. Sebaliknya, semakin rendah keterlibatan orang tua cenderung berkaitan dengan rendahnya tingkat kesehatan mental remaja. Dengan demikian, keterlibatan orang tua memiliki hubungan yang penting dengan kesehatan mental remaja dan perlu mendapat perhatian dalam upaya mendukung perkembangan psikologis remaja.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Taufik Djafar, Anik Indarwati, Zulkarnainhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2676Hubungan Antara Fatherless Dengan Regulasi Emosi Pada Remaja SMP Negri 1 Limboto2026-06-04T08:16:08+00:00Salsa Veronika Koemcacakoem@gmail.comAnik Indarwatianikindarwaty@umgo.ac.idMuhammad Mursyidmursyid@umgo.ac.id<p>Permasalahan regulasi emosi pada remaja menjadi perhatian karena masa remaja ditandai perubahan emosional, sosial, dan psikologis yang kompleks. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan keluarga, khususnya keterlibatan ayah, dalam membantu remaja mengelola emosi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan regulasi emosi adalah kondisi <em>fatherless</em>, yaitu kurangnya keterlibatan figur ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun emosional. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara <em>fatherless</em> dengan regulasi emosi di SMP Negeri 1 Limboto. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Responden penelitian berjumlah 57 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan <em>Father Presence Questionnaire</em> (FPQ) dan <em>Emotion Regulation Questionnaire</em> (ERQ). Hasil uji reliabilitas menunjukkan variabel <em>fatherless</em> memiliki nilai <em>Cronbach’s Alpha</em> sebesar 0.964 dan regulasi emosi sebesar 0.813 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakan uji deskriptif, normalitas, linearitas, dan <em>Pearson Product Moment</em> dengan bantuan SPSS 24 <em>for Windows</em>. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif dan signifikan antara <em>fatherless</em> dengan regulasi emosi remaja. Nilai korelasi sebesar r = -0,623 dengan signifikansi p = 0,000. Temuan penelitian menunjukkan remaja dengan keterlibatan ayah yang rendah cenderung mengalami kesulitan memahami, mengendalikan, dan mengekspresikan emosi ketika menghadapi masalah sehari hari, sehingga diperlukan perhatian lingkungan sekolah untuk mendukung perkembangan emosional remaja secara optimal.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Salsa Veronika Koem, Anik Indarwati, Muhammad Mursyidhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2675Analisis Desain Program Pelatihan sebagai Strategi Pengembangan Sumber Daya Manusia2026-06-05T02:50:09+00:00Lia Awalialiaawalia3787@gmail.comCece Sudrajatcecesudrajat02@gmail.comHaikalhaikalhermansyah@icloud.comMachdum Bachtiarmachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Desain program pelatihan merupakan upaya strategis dalam pengembangan sumber daya manusia yang diarahkan untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kinerja karyawan agar selaras dengan tuntutan pekerjaan dan perkembangan organisasi yang terus berubah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komponen utama dalam perancangan program pelatihan, yang meliputi analisis kebutuhan pelatihan, perumusan tujuan dan sasaran, penyusunan materi dan kurikulum, pemilihan metode dan strategi pembelajaran, pemanfaatan media dan sumber daya, serta pelaksanaan evaluasi dan tindak lanjut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur melalui penelaahan berbagai jurnal ilmiah dan sumber referensi yang relevan dengan manajemen pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelatihan yang disusun secara terstruktur dan didasarkan pada kebutuhan organisasi dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas kerja, serta profesionalisme karyawan. Ketepatan dalam menentukan metode pelatihan, pemanfaatan media pembelajaran tersedianya sumberdaya serta yang memadai merupakan unsur penting dalam metode pelatihan. Selain itu, evaluasi dan tindak lanjut pelatihan penting untuk memastikan bahwa hasil pelatihan dapat diterapkan secara optimal di lingkungan kerja organisasi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lia Awalia, Cece Sudrajat, Haikal, Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2710 Religiusitas Intrinsik dan Psychological Well-Being Remaja: Peran Mediasi Coping Spiritual2026-06-05T04:00:22+00:00Putri Rianiliaawalia3787@gmail.comAnna Nopriantycecesudrajat02@gmail.comUzdma Latifahlatifahuuzdma@gmail.comPreti Pretippreti154@gmail.comSurawan Surawan surawan@iain-palangkaraya.ac.id<p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat religiusitas intrinsik yang tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh keyakinan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama, konsistensi dalam beribadah, dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa responden telah menginternalisasikan nilai-nilai agama secara mendalam, sehingga agama tidak hanya dipahami secara teoretis tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi kesehatan mental responden berada pada kategori cukup tinggi hingga tinggi, dengan aspek yang paling menonjol termasuk kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan untuk menjalin hubungan sosial yang baik, dan adanya tujuan hidup yang jelas. Namun demikian, aspek penguasaan lingkungan tetap berada pada kategori cukup, yang menunjukkan bahwa sebagian responden masih menghadapi kesulitan dalam mengelola kehidupan sehari-hari, terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Sebaliknya, coping spiritual tampaknya sangat penting bagi penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat coping spiritual yang tinggi hingga sangat tinggi, yang ditandai dengan keseimbangan antara upaya pribadi, doa, dan kepercayaan kepada Tuhan saat menghadapi masalah. Ini menunjukkan bahwa coping spiritual membantu memperkuat hubungan antara religiusitas intrinsik dan kesehatan mental, yang memungkinkan responden untuk mengelola stres dengan lebih baik dan mempertahankan keadaan pikiran yang stabil.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lia Awalia, Putri Riani, Anna Noprianty, Uzdma Latifah, Preti Preti, Surawan Surawan http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2712Studi Analisis Model Project Based Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa SD2026-06-05T04:22:45+00:00Syamsurijalzmbrhijal@gmail.comAzaz Akbarazaz.akbar@gmail.comSuartisuartilaupe64@gmail.comMasriMasri@umbuton.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji artikel ilmiah periode 2020–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui database Google Scholar, Scopus, ERIC, dan ScienceDirect menggunakan kata kunci project based learning, higher order thinking skills, dan elementary school. Berdasarkan proses seleksi menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi serta tahapan PRISMA, diperoleh 38 artikel yang relevan untuk dianalisis. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif kualitatif, sintesis tematik, dan perhitungan effect size untuk mengetahui pengaruh penerapan PjBL terhadap HOTS siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Project Based Learning secara konsisten memberikan dampak positif terhadap kemampuan berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, dan kemampuan analisis siswa sekolah dasar. Sebagian besar penelitian menunjukkan kategori effect size sedang hingga tinggi yang menandakan bahwa PjBL efektif meningkatkan keterlibatan aktif siswa melalui proyek kontekstual dan kolaboratif. Selain itu, implementasi PjBL juga mampu meningkatkan motivasi belajar, keterampilan kolaborasi, serta pemahaman konsep secara lebih mendalam dan bermakna.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Syamsurijal, Azaz Akbar, Suarti, Masrihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2695Emotional Experience in Contemporary R&B Lyrics: A Transitivity Analysis Of Sza’s Sos Album2026-06-05T04:33:21+00:00Muhammad Hamzahmuhammadhamzah@students.usu.ac.idAqshal Alifa Mahmudaqshalalifa@students.usu.ac.idKevindo Silalahikevindosilalahi@students.usu.ac.idCut Fitrah Ashyfacutfitrah@students.usu.ac.idAditiya Mulya Syarifaditiyamulya@student.usu.ac.idNurlela Majrulnurlelamajrul@usu.ac.id<p>Lirik lagu dapat dianalisis melalui dinamika wacana, namun hubungan antara pengalaman emosional dan agensi dalam album lirik R&B kontemporer masih belum banyak dibahas dalam penelitian Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics/SFL). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem transitivitas sebagaimana dikemukakan oleh Halliday (1994) dalam menganalisis emosi dan agensi yang direpresentasikan oleh SZA dalam enam lagu dari album <em>SOS</em>, yaitu <em>Kill Bill</em>, <em>Snooze</em>, <em>Good Days</em>, <em>Nobody Gets Me</em>, <em>I Hate U</em>, dan <em>Shirt</em>. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata bahasa fungsional yang dikemukakan oleh Halliday (1994) serta Gerot dan Wignell (1994). Korpus penelitian berupa lirik lagu yang diambil dari <a href="https://genius.com?utm_source=chatgpt.com"><em>Genius</em></a> dengan total 164 klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mental mendominasi data dengan persentase 31,7%, diikuti oleh proses material (29,9%), relasional (22,0%), verbal (7,9%), perilaku (4,9%), dan eksistensial (3,7%). Tingginya frekuensi proses mental dan material menjadikan album <em>SOS</em> berbeda dari korpus lirik lagu lainnya serta mencerminkan adanya konflik antara pengalaman emosional dan agensi yang diperdebatkan. Selain itu, konstruksi identitas yang diwujudkan melalui penggunaan proses relasional menunjukkan bahwa penutur memiliki karakter yang berorientasi pada hubungan interpersonal.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hamzah, Aqshal Alifa Mahmud, Kevindo Silalahi, Cut Fitrah Ashyfa, Aditiya Mulya Syarif, Nurlela Majrulhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2684Pengembangan Book Planner Self Management sebagai Media Pengelolaan Prokrastinasi Akademik Siswa SMA2026-06-02T08:29:52+00:00Nadya Dita Margareth Hutagalungnadya.dita2654@student.unri.ac.idKhairiyah Khadijah khairiyah.khadijah@lecturer.unri.ac.idFadhila Rahman fadhillarahman@lecturer.unri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kecenderungan prokrastinasi akademik pada siswa SMA yang berdampak pada menurunnya prestasi belajar serta munculnya emosi negatif seperti stres dan kecemasan. Meskipun layanan bimbingan dan konseling (BK) berpotensi menjadi solusi, pelaksanaannya terkendala oleh keterbatasan media yang menarik dan praktis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media <em>book planner self management</em> sebagai sarana pengelolaan prokrastinasi akademik siswa SMA yang valid dan praktis. Metode yang digunakan adalah <em>Research and Development</em> (R&D) dengan model ADDIE, mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk dikembangkan berdasarkan indikator prokrastinasi akademik dan mengintegrasikan teknik <em>self management</em> meliputi <em>self monitoring, self reward, self contracting,</em> dan <em>stimulus control</em>. Hasil validasi ahli media memperoleh rata-rata kevalidan 99,33% (Sangat Valid), sedangkan validasi ahli materi menghasilkan rata-rata 88,63% (Sangat Valid). Uji praktikalitas yang melibatkan 10 siswa SMAN 19 Pekanbaru menunjukkan rata-rata tingkat kepraktisan 90,63% (Sangat Praktis). Dengan demikian, media <em>book planner self management</em> yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid dan praktis, sehingga layak digunakan sebagai media pendukung layanan BK dalam membantu siswa mengurangi perilaku prokrastinasi akademik.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nadya Dita Margareth Hutagalung, Khairiyah Khadijah , Fadhila Rahman http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2716Perbandingan Kepuasan Siswa Terhadap Makanan di Kantin Sekolah dengan Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Menengah Keatas Study Kasus SMA Swasta Teladan Medan 2026-06-05T07:55:56+00:00Kelvin Klementinkelvinong.7243210015@mhs.unimed.ac.idParlaungan G Siahaanparlaungansiahaan@unimed.ac.idAlya Alya Ridha Nasutionalyaridha20@gmail.com Lilis Elita Sinagalilissinaga623@gmail.com Nopita Andinynopitaandiny@gmail.comOktaviane Situmorangoktavianiesitumorang@gmail.com<p>Ketersediaan makanan yang sehat dan bergizi di lingkungan sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, konsentrasi belajar, serta perkembangan siswa. Sejak diterapkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), siswa memiliki dua sumber makanan utama di sekolah, yaitu kantin sekolah dan program MBG. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan tingkat kepuasan siswa terhadap makanan yang disediakan oleh kantin sekolah dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Swasta Teladan Medan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif komparatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 40 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta statistik inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kepuasan siswa terhadap makanan kantin sebesar 66,8, sedangkan terhadap makanan MBG sebesar 60,4. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 2,196 lebih besar daripada t-tabel sebesar 1,685 pada taraf signifikansi 0,05, sehingga terdapat perbedaan kepuasan yang signifikan antara kedua kelompok. Kantin sekolah memperoleh tingkat kepuasan yang lebih tinggi karena unggul dalam aspek rasa, variasi menu, kebebasan memilih makanan, serta daya tarik sosial. Sementara itu, Program MBG memiliki keunggulan pada aspek pemenuhan gizi, namun masih memerlukan peningkatan dalam variasi menu, penyesuaian selera lokal, dan kualitas penyajian makanan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kelvin Klementin, Parlaungan G Siahaan, Alya Alya Ridha Nasution, Lilis Elita Sinaga, Nopita Andiny, Oktaviane Situmoranghttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2719Analisis Elemen Kisah Teladan dalam Pembelajaran Akidah Akhlak pada Fase D, E, dan F Kurikulum Merdeka2026-06-05T08:36:12+00:00Abdullah Abdullahabdullah@uin-palangkaraya.ac.idAbdul Khairkhair2411110070@uin-palangkaraya.ac.idYuanda Dwi Safitriyuandadwisafitri1@gmail.comAl-Ghina Latievaalghinalatieva@gmail.com<p>Kisah teladan merupakan elemen penting dalam pembelajaran Akidah Akhlak yang berfungsi menanamkan nilai-nilai keimanan dan karakter melalui figur inspiratif dalam sejarah Islam. Dalam Kurikulum Merdeka, materi kisah teladan disusun secara bertahap sesuai fase perkembangan peserta didik (Fase D, E, F). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan fungsi pedagogis elemen kisah teladan pada setiap fase, serta perbedaan pendekatan terhadapnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (<em>library research</em>). Sumber data diperoleh dari dokumen SK Dirjen Pendis No. 9941/2025, buku teks, artikel jurnal, serta literatur yang relevan. Analisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Fase D (MTs), kisah teladan berfungsi sebagai pengenalan tokoh dan nilai moral dasar melalui pendekatan imitasi dan pembiasaan. Pada Fase E (MA kelas X), kisah diarahkan pada analisis kritis dan kontekstualisasi nilai dalam realitas sosial remaja. Pada Fase F (MA kelas XI-XII), kisah ini menekankan internalisasi nilai, refleksi mendalam, dan pengambilan keputusan moral secara mandiri. Kebaruan artikel ini terletak pada identifikasi gradasi pedagogis lintas fase serta implikasinya terhadap pengembangan metode pembelajaran. Kesimpulannya, efektivitas kisah teladan sangat bergantung pada kesesuaian antara karakteristik materi dan tahap perkembangan peserta didik</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Abdullah, Abdul Khair, Yuanda Dwi Safitri, Al-Ghina Latievahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2667Efektivitas Metode Bernyanyi dalam Meningkatkan Penguasaan Mufrodat Bahasa Arab SDIT Khoiru Ummah Purworejo2026-06-05T08:42:48+00:00Fanny Indah Wijayantifannyindah523@gmail.comBudi Harjobudisaroh2020@gmail.com<p>Permasalahan yang sering ditemui dalam pembelajaran Bahasa Arab di sekolah dasar adalah guru tidak menggunakan metode yang membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode bernyanyi dalam meningkatkan penguasaan mufrodat Bahasa Arab materi <em>asyau fil bait</em> (benda-benda di dalam rumah) pada siswa kelas III SDIT Khoiru Ummah Purworejo Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 14 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan presentase. Hasil <em>pretest</em> menunjukkan nilai rata-rata siswa sebesar 48,57 dengan hanya 2 siswa (14%) yang berada pada kategori sangat baik, sementara 8 siswa (57%) masih berada dalam kategori sangat kurang. Setelah metode bernyanyi diterapkan, hasil <em>posttest</em> menunjukkan peningkatan nilai rata-rata menjadi 80,00 dengan 7 siswa (50%) mencapai kategori sangat baik dan hanya 1 siswa (7%) yang masih berada pada kategori sangat kurang. Peningkatan rata-rata hasil belajar siswa meningkat 31,43 poin atau 64,7%. Dapat disimpulkan metode bernyanyi efektif meningkatkan penguasaan mufrodat Bahasa Arab dan menjadi alternatif strategi pembelajaran yang menyenangkan di tingkat sekolah dasar.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fanny Indah Wijayantia, Budi Harjohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2655 Hubungan Prokrastinasi Akademik dengan Stres Akademik Pada Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu 2026-06-05T09:08:14+00:00Uday Fauzan AS Siddiky s13220150@student.ubm.ac.idTju Merianatju.meriana@gmail.com<p>Mahasiswa pekerja paruh waktu memiliki kerentanan psikologis yang lebih tinggi dibandingkan mahasiswa non-pekerja karena harus menjalankan peran ganda sebagai mahasiswa dan pekerja secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat memunculkan kecenderungan prokrastinasi akademik yang berkontribusi terhadap meningkatnya stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi akademik dan stres akademik pada mahasiswa pekerja paruh waktu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian merupakan mahasiswa pekerja paruh waktu berusia 18–25 tahun yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi wilayah DKI Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Academic Procrastination Scale-Short Form (APS-S) untuk mengukur prokrastinasi akademik dan Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA) untuk mengukur stres akademik. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara prokrastinasi akademik dan stres akademik pada mahasiswa pekerja paruh waktu, yang berarti semakin tinggi tingkat prokrastinasi akademik maka semakin tinggi pula tingkat stres akademik yang dialami mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku menunda tugas akademik menjadi salah satu faktor psikologis yang berkaitan dengan meningkatnya tekanan akademik pada mahasiswa pekerja paruh waktu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian psikologi pendidikan, khususnya terkait dinamika psikologis mahasiswa pekerja paruh waktu, serta menjadi pertimbangan bagi perguruan tinggi dalam merancang pendampingan akademik dan psikologis yang lebih adaptif.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Uday Fauzan AS Siddiky , Tju Merianahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2690The Effect of Scouting Activities and Environmental Support on Students' Academic Achievement with Self-Regulated Learning as a Mediating Variable in the PLS-SEM Approach2026-06-05T09:41:04+00:00Sulaiman Abdul Rasidsulai4460@gmail.comLailatullailatulfr@gmail.comMadyanianmadyan@gmail.comRadia Aflaniradiaaflani@gmail.com<p>This study investigates the effect of Scouting Activities and Environmental Support on Students’ Academic Achievement with Self-Regulated Learning (SRL) as a mediating variable using the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach. The research employed a quantitative survey design involving students participating in scouting and academic activities. Data were collected using a structured questionnaire distributed through Google Forms and analyzed using SmartPLS. The measurement model evaluation confirmed that all constructs met the criteria for convergent validity, discriminant validity, and reliability, with factor loadings above 0.70, AVE values above 0.50, and composite reliability values exceeding 0.70. The structural model results revealed that Scouting Activities had a positive and significant effect on Self-Regulated Learning (β = 0.419; p < 0.05) and Academic Achievement (β = 0.587; p < 0.05). Environmental Support also showed a positive and significant influence on Self-Regulated Learning (β = 0.575; p < 0.05), but its direct effect on Academic Achievement was not statistically significant (β = 0.383; p > 0.05). Furthermore, Self-Regulated Learning did not significantly affect Academic Achievement (β = -0.059; p > 0.05), indicating that the mediating role of SRL was not supported in this model. The findings suggest that scouting participation and supportive environments contribute substantially to students’ self-regulation abilities, while academic achievement is more directly influenced by students’ active engagement in scouting activities. This study contributes to the literature on extracurricular education, environmental support, and student academic development by highlighting the importance of non-cognitive factors in educational achievement.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sulaiman Abdul Rasid, Lailatul, Madyan, Radia Aflanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2721Analisis Strategi Guru dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa di Kelas III SD Negeri 2 Konda2026-06-06T00:28:54+00:00Dewi Sapiradhewisapira25@gmail.comKasmawatikasmawati@gmail.comAhmad Rustamahmad.rustam1988@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam menumbuhkan minat baca siswa kelas III SD Negeri 2 Konda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari satu orang guru wali kelas III dan enam orang siswa yang dipilih secara <em>purposive</em> berdasarkan pertimbangan bahwa siswa tersebut memiliki kemampuan membaca yang belum lancar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menumbuhkan minat baca siswa dilakukan melalui pembiasaan membaca sebelum pembelajaran selama 10–15 menit, penggunaan pojok baca, pemberian motivasi, penerapan membaca nyaring, serta pemberian tugas membaca. Faktor pendukung meliputi adanya kegiatan literasi yang terjadwal, ketersediaan pojok baca, dukungan orang tua, serta ketertarikan sebagian siswa terhadap kegiatan membaca. Sementara itu, faktor penghambat meliputi tingginya penggunaan gadget oleh siswa, keterbatasan bahan bacaan, rendahnya minat baca, serta kemampuan membaca siswa yang belum merata. Selain itu, ditemukan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dimiliki guru belum diterapkan secara optimal dalam proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain memberikan motivasi kepada siswa, menjalin kerja sama dengan orang tua, menyediakan fasilitas membaca sederhana, serta memberikan tugas membaca di rumah. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa strategi guru dalam menumbuhkan minat baca siswa telah dilaksanakan, namun masih perlu ditingkatkan terutama dalam optimalisasi pelaksanaan pembelajaran dan penyediaan bahan bacaan yang lebih bervariasi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Sapira, Kasmawati, Ahmad Rustamhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2711Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Cognitive Restructuring untuk Mereduksi Perilaku Nomophobia Pada Siswa SMA di Kota Pekanbaru2026-06-06T00:39:03+00:00Lufia Putrilufia.putri2234@student.unri.ac.idTri Umaritri.umari@lecturer.unri.ac.idDonaldonal@lecturer.unri.ac.id<p>Ketika seseorang tidak dapat mengakses atau menggunakan ponsel pintar, mereka mengalami kekhawatiran, ketidaknyamanan, dan ketakutan. Gangguan psikologis ini dikenal sebagai nomofobia. Aspek akademik, sosial, dan psikologis kehidupan siswa dapat terpengaruh oleh penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan pendekatan restrukturisasi kognitif dapat mengurangi perilaku nomofobia pada siswa di Madrasah Aliyah (MA) Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok, metode eksperimental, dan metodologi kuantitatif. Delapan siswa yang termasuk dalam kategori nomofobia sedang dan tinggi dipilih sebagai subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Skala nomofobia digunakan untuk mengumpulkan data penelitian, dan uji Wilcoxon serta uji Normalized Gain (N-Gain) digunakan untuk analisis. Setelah menerima layanan terapi kelompok menggunakan pendekatan restrukturisasi kognitif, tingkat nomofobia peserta menurun, menurut hasil penelitian. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah perawatan, dengan Asymp. Sig. Nilai (2-tailed) sebesar 0,012 (p < 0,05). Skor nomofobia menurun pada seluruh partisipan penelitian, seperti yang ditunjukkan oleh nilai peringkat negatif sebesar 8 dan nilai peringkat positif sebesar 0. Sementara itu, layanan konseling kelompok dengan menggunakan strategi restrukturisasi kognitif cukup efektif, menurut hasil uji N-Gain sebesar 0,47. Berdasarkan penelitian ini, layanan konseling kelompok yang dikombinasikan dengan teknik restrukturisasi kognitif dapat menjadi intervensi pengganti yang berhasil untuk menurunkan perilaku nomofobia pada siswa Madrasah Aliyah di Kota Pekanbaru.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lufia Putri, Tri Umari, Donalhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2720Hubungan antara Self Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo2026-06-06T01:50:41+00:00Fasya Al Fauziah Gannyfasyaalfauziahgany@gmail.comAnik Indarwatianikindarwaty@umgo.ac.idZulkarnainzulkarnain@umgo.ac.id<p>Mahasiswa kedokteran berada pada fase pendidikan yang memiliki tuntutan akademik tinggi, kompetisi yang ketat, serta tekanan untuk mempertahankan performa akademik secara konsisten. Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai tekanan psikologis, salah satunya <em>impostor syndrome</em>, yaitu kondisi ketika individu merasa dirinya tidak kompeten meskipun memiliki pencapaian akademik yang baik. Dalam menghadapi kondisi tersebut, faktor psikologis dalam diri individu menjadi hal yang penting, salah satunya adalah <em>self-esteem</em>. <em>Self-esteem</em> diyakini dapat membantu mahasiswa dalam menilai kemampuan diri secara positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengurangi keraguan terhadap kemampuan akademik yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara <em>self-esteem</em> dengan <em>impostor syndrome</em> pada mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain <em>cross-sectional</em>. Responden penelitian berjumlah 89 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> dari populasi sebanyak 115 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan Skala Coopersmith <em>Self-Esteem Inventory (CSEI) </em>dan <em>Clance Impostor Phenomenon Scale</em> (CIPS) yang diadaptasi oleh <em>Nurhikmah (2019)</em>. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel <em>self-esteem</em> memiliki nilai <em>Cronbach’s Alpha</em> sebesar 0.914 dan <em>impostor syndrome</em> sebesar 0.806 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakan <em>Pearson Product Moment</em> menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara <em>self-esteem</em> dengan <em>impostor syndrome </em>pada mahasiswa kedokteran. hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>self-esteem</em> mahasiswa maka semakin rendah kecenderungan <em>impostor syndrome</em> yang dialami. Sebaliknya, mahasiswa dengan <em>self-esteem</em> rendah cenderung mengalami keraguan terhadap kemampuan diri, ketakutan dianggap tidak kompeten, serta kesulitan menerima keberhasilan akademik.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fasya Al Fauziah Ganny, Anik Indarwati, Zulkarnainhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2708Pengembangan Buku Panduan Konseling Kelompok untuk Mereduksi Burnout Akademik Siswa SMA2026-06-06T02:01:50+00:00Natasya Putri SentanaNatasya.putri4473@student.unri.ac.idElni Yakubelni.yakub@lecturer.unri.ac.idDonaldonal@lecturer.unri.ac.id<p>Burnout akademik merupakan salah satu permasalahan yang banyak dialami siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan ditandai oleh kelelahan emosional, berkurangnya semangat belajar, serta kecenderungan bersikap acuh terhadap kegiatan akademik. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya layanan bimbingan dan konseling yang didukung oleh panduan yang sistematis agar pelaksanaannya lebih efektif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan buku panduan konseling kelompok untuk membantu mereduksi burnout akademik pada siswa SMK yang memenuhi aspek kelayakan dan kemudahan penggunaan. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Buku panduan yang dikembangkan memuat materi mengenai burnout akademik, pelaksanaan konseling kelompok, serta penerapan beberapa teknik konseling, seperti cognitive restructuring, self instruction, self talk, thought stopping, dan modelling. Hasil penilaian menunjukkan bahwa produk memperoleh tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan skor validasi ahli media sebesar 97% serta validasi ahli materi dan bahasa sebesar 88%. Selain itu, hasil uji praktikalitas oleh guru Bimbingan dan Konseling mencapai 95% yang termasuk kategori sangat praktis. Berdasarkan temuan tersebut, buku panduan yang dikembangkan dinilai layak dan mudah digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan layanan konseling kelompok guna membantu mengurangi burnout akademik pada siswa SMK.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Natasya Putri Sentana, Elni Yakub, Donalhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2728Teachers’ Perceptions of Artificial Intelligence Utilization in English Language Teaching at an Islamic Boarding School2026-06-06T02:18:07+00:00Fajar Wirawanfajarwirawan34@gmail.comLoly Novitalolyfachruddin@gmail.comWidi Syaftinentiaswidisynz@gmail.com<p>The development of Artificial Intelligence (AI) has influenced English language learning by providing various tools such as ChatGPT, Grammarly, and Duolingo. This study aimed to explore teachers’ perceptions of AI use in English language learning at an Islamic senior high school in Pekanbaru. A descriptive qualitative method was employed, involving English teachers selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teachers generally had positive perceptions of AI. They believed that AI helped improve students’ vocabulary, grammar, pronunciation, and learning motivation. AI also assisted teachers in preparing learning materials and creating interactive learning activities. However, several challenges were identified, including limited technological skills, internet access issues, and concerns about students’ overreliance on technology. The study concludes that AI can effectively support English language learning when used appropriately and responsibly by teachers.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fajar Wirawan, Loly Novita, Widi Syaftinentiashttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2729Religious Coping Dalam Pembelajaran Pai: Perspektif Psikologi Pendidikan Islam Terhadap Kesehatan Mental Siswa2026-06-06T03:37:00+00:00Alya Rahmi Ihsanalyarahmi0808@gmail.comAnnisa AnnisaAnnisasasa216@gmail.comKhairunisa IslamiKhairunnisa917@gmail.comEva Suriyaningsihevasamuda91@gmail.comSurawan Surawansurrawan@iain-palangkaraya.ac.id<p>Kesehatan mental para siswa menjadi salah satu elemen krusial dalam pendidikan, terutama saat tekanan akademis dan tuntutan belajar semakin meningkat. Salah satu metode yang bisa diterapkan untuk mendukung siswa dalam menghadapi beban tersebut adalah coping religius, yang berarti menggunakan kepercayaan, nilai-nilai, dan praktik agama sebagai strategi untuk mengatasi stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan coping religius dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam, memahami bagaimana siswa mengalami penggunaan coping religius saat menghadapi tekanan belajar, dan mengevaluasi kontribusi coping religius dalam menjaga kesehatan mental siswa dari sudut pandang psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi agar dapat memahami pengalaman subjektif siswa dalam menafsirkan praktik keagamaan sebagai cara untuk menghadapi tekanan akademik. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa pembelajar Pendidikan Agama Islam yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual seperti kesabaran, rasa syukur, dan tawakal, serta praktik ibadah seperti salat, doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an dapat membantu siswa dalam mengelola stres belajar, meredakan emosi, dan meningkatkan ketahanan mental. Oleh karena itu, coping religius memiliki peran yang signifikan dalam membantu siswa untuk menjaga keseimbangan psikologis melalui penguatan spiritualitas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alya Rahmi Ihsan, Annisa Annisa, Khairunisa Islami, Eva Suriyaningsih, Surawan Surawanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2689Analisis Kebutuhan Pelatihan dalam Optimalisasi Pengembangan Karyawan2026-06-07T08:42:59+00:00Elya Mufhlihah elyamuflihah22@gmail.comMutamimah Mimahsr4@gmail.comSri Yulianti 23134059.sriyulianti@uinbanten.ac.idMachdum Bchtiar Machdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji analisis kebutuhan pelatihan dalam upaya mengoptimalkan pengembangan karyawan sebagai strategi peningkatan kinerja organisasi. Permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah ketidaksesuaian antara program pelatihan dengan kebutuhan nyata karyawan, sehingga berdampak pada kurang optimalnya produktivitas kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur akademik seperti buku dan jurnal ilmiah, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi keterkaitan antara tujuan organisasi, analisis kinerja, analisis tugas dan kompetensi, analisis individu, serta penentuan prioritas dan rencana pelatihan. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan pelatihan yang dilakukan secara sistematis mampu membantu organisasi mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, menetapkan prioritas pelatihan, serta menyusun program pengembangan yang lebih terarah. Dengan demikian, pelatihan tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas karyawan secara berkelanjutan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Elya Mufhlihah , mimah, Sri Yulianti , Machdum Bchtiar http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2739Ketangguhan Psikologis dan Perkembangan Kepribadian pada Ibu Tunggal2026-06-08T05:21:14+00:00Aishahcutaishah68@gmail.comSri Nurhayati Selian seliansrinurhayati@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami ketangguhan psikologis dan perkembangan kepribadian pada ibu tunggal dalam menghadapi tekanan kehidupan setelah perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang ibu tunggal dengan latar belakang pekerjaan dan pengalaman hidup yang berbeda. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan mengalami tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi akibat konflik rumah tangga seperti perselingkuhan, kekerasan verbal, kurangnya tanggung jawab pasangan, serta tekanan emosional berkepanjangan. Setelah menjadi ibu tunggal, partisipan menghadapi tantangan berupa kelelahan emosional, kesulitan ekonomi, dan perubahan hubungan sosial. Namun demikian, pengalaman hidup tersebut juga membentuk ketangguhan psikologis yang terlihat dari kemampuan bertahan, menyesuaikan diri, serta menjalankan tanggung jawab sebagai ibu secara mandiri. Anak menjadi sumber motivasi utama bagi seluruh partisipan untuk tetap bertahan dan melanjutkan kehidupan. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan turut membantu proses adaptasi psikologis partisipan. Penelitian juga menunjukkan adanya perkembangan kepribadian setelah menjadi ibu tunggal, seperti meningkatnya kemandirian, kedewasaan emosional, kemampuan mengendalikan diri, rasa percaya diri, serta prinsip hidup yang lebih kuat. Dengan demikian, pengalaman hidup sebagai ibu tunggal tidak hanya menimbulkan tekanan psikologis, tetapi juga menjadi proses pembentukan ketangguhan dan kematangan kepribadian individu.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aishah, Sri Nurhayati Selian http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2590Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Media Papan Pintar di TK Negeri Kambapatani Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna2026-06-10T04:24:52+00:00Filda Saifudinfildasaifudin@gmail.comMuamal GadafiMuamal.gadafi@yahoo.co.idNurhayatizainuddinnurhayati@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui media papan pintar di TK Negeri Kambapatani, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B yang berjumlah 15 orang anak terdiri dari 6 laki-laki dan 9 perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan Tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan obervasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus. Aktivitas mengajar guru meningkat dari 71,42% pada siklus I menjadi 92,86% pada siklus II. Aktivitas belajar anak meningkat dari 64,28% pada siklus I menjadi 92,86% pada siklus II. Hasil belajar anak juga meningkat dari kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 73% pada siklus I menjadi Berkembang Sangat Baik (BSB) 93,4%pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media papan pintar efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada anak kelompok B di TK Negeri Kambapatani, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Filda Saifudin, Muamal Gadafi, Nurhayatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2741Dinamika Stress Akademik Mahasiswa dalam Menjalani Proses Perkuliahan2026-06-10T04:39:45+00:00Marssel Michael Sengkeymmsengkey@unima.ac.idGracia Sendy Momongangraciamomongan8@gmail.comCitra Anjelina Silaencitrasilaen7@gmail.comDhea Patricia Tendeantendeandhea66@gmail.com<p>Stres akademik adalah masalah yang sering dihadapi oleh mahasiswa akibat berbagai tekanan yang muncul selama perkuliahan, seperti tugas kuliah, ujian, presentasi, dan harapan untuk mencapai hasil akademik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam tentang dinamika stres akademik di kalangan mahasiswa, mengenali penyebabnya, dampak yang ditimbulkan, serta cara-cara yang digunakan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan meninjau sejumlah jurnal, artikel ilmiah, dan sumber akademik yang berhubungan. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa stres akademik dipengaruhi oleh faktor-faktor internal, seperti sifat kepribadian dan kemampuan mengatasi stres, serta faktor-faktor eksternal, seperti tuntutan akademis dan dukungan sosial. Efek dari stres akademik meliputi gangguan pada aspek kognitif, emosi, fisik, dan perilaku. Untuk mengatasi stres tersebut, mahasiswa bisa menerapkan strategi koping yang meliputi manajemen diri, waktu, dukungan dari orang lain, dan pendekatan spiritual. Dengan demikian, pemahaman mengenai stres akademik sangat penting untuk mendukung kesejahteraan mental dan keberhasilan akademik mahasiswa.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Marssel Michael Sengkey, Gracia Sendy Momongan, Citra Anjelina Silaen, Dhea Patricia Tendeanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2743Analisis Hukum Islam terhadap Praktik Denda Keterlambatan pada Shopeepaylater Berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/20002026-06-10T04:53:18+00:00Muhammad Fauzan Nawawi Alinawawiali511@gmail.comNatasya Kamilanatasyaaca442@gmail.comSyaeful Bahrisyaeful.bahri@uinbanten.ac.id<p>Perkembangan layanan <em>Buy Now Pay Later</em> (<em>BNPL</em>) dalam ekosistem perdagangan digital telah memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan. Di sisi lain, penerapan denda keterlambatan pada layanan tersebut menimbulkan persoalan mengenai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik denda keterlambatan pada layanan ShopeePayLater serta menilai kesesuaiannya dengan Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 tentang Sanksi atas Nasabah Mampu yang Menunda Pembayaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (<em>statute approach</em>) dan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap fatwa, regulasi, literatur ilmiah, dan ketentuan resmi ShopeePayLater. Hasil penelitian menunjukkan bahwa denda keterlambatan pada ShopeePayLater memiliki karakteristik yang lebih dekat dengan konsep <em>ta'zir</em> dan <em>gharamah</em> dibandingkan dengan <em>ta'widh</em>. Dari sisi tujuan, penerapan denda menunjukkan keselarasan dengan fungsi sanksi sebagai instrumen pengendalian dan pendisiplinan. Namun demikian, masih ditemukan persoalan pada aspek penentuan subjek yang dikenai sanksi serta transparansi pengelolaan dana yang berasal dari denda keterlambatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik denda keterlambatan pada ShopeePayLater menunjukkan kesesuaian yang bersifat parsial terhadap Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fauzan Nawawi Ali, Natasya Kamila, Syaeful Bahrihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2752Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SDN 14 Pulau Punjung2026-06-10T07:12:02+00:00Agum Suhepyagumsuhepy70@gmail.comRiyadi Saputrariyadisaputra732@ymail.comDhara Atika Putridharaatikaputri28@gmail.com<p>Penelitian ini diinisiasi oleh permasalahan eksternal berupa rendahnya tingkat ketuntasan KKTP pada mata pelajaran IPAS siswa kelas V SDN 14 Pulau Punjung, yang berakar dari kurang optimalnya keterlibatan siswa akibat pembelajaran yang konvensional. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas model <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif eksperimen semua dengan rancangan <em>Non-Equivalent Control Group Design</em>. Pemilihan sampel menghasilkan 14 siswa sebagai kelompok eksperimen dan 16 siswa sebagai kelompok kontrol. Data yang dihimpun melalui <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> berbasis tes objektif diuji secara statistik menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan <em>independent sample t-test</em>. Output analisis data memperlihatkan angka signifikansi 0,006 yang berada di bawah ambang batas kriteria ($\alpha = 0,05$). Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan capaian akademis yang nyata, dengan rerata skor kelas eksperimen melampaui kelas kontrol. Efektivitas model PjBL ini membuktikan bahwa pergeseran paradigma menuju pembelajaran berbasis proyek mampu mengeskalasi hasil belajar IPAS melalui optimalisasi keterlibatan aktif peserta didik.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Agum Suhepy, Riyadi Saputra, Dhara Atika Putrihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2745Efikasi Diri Pengambilan Keputusan Karier Mahasiswa Psikologi di Palangka Raya2026-06-13T00:05:19+00:00Yeni Ariyaniyenipsychology@gmail.comMiftahussa'adahmiftahussaadah@umpr.ac.id<p>Mahasiswa tidak hanya menjalani perkuliahan untuk penyelesaian akademik tapi juga bagian dari persiapan perjalanan kariernya. Universitas Muhammadiyah Palangka Raya memiliki Program Studi Psikologi yang merupakan program studi baru dan baru ada di Kota Palangka Raya, sehingga mahasiswa yang mengambil jurusan ini perlu untuk mencari tau prospek karier bagi dirinya dan yakin terhadap karier yang akan diambil setelah lulus kuliah. Efikasi diri menjadi hal yang penting bagi mahasiswa untuk bisa mengambil keputusan kariernya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efikasi diri pengambilan keputusan karier mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner via <em>google form</em>. Populasi penelitian ini menggunakan mahasiswa psikologi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya menggunakan <em>non probability sampling</em> yaitu <em>voluntary sampling.</em> Responden penelitian berjumlah 34 mahasiswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 58,8% mahasiswa berada pada kategori sedang dan 41,2% pada kategori tinggi. Hal ini artinya mahasiwa sudah cukup yakin terhadap dirinya dalam pengambilan keputusan karier yang meliputi yakin pada kemampuan dirinya dan pengetahuannya, mampu dalam mencari informasi pekerjaan, menyesuaikan diri dengan kebutuhan pekerjaan, dan kemauan memecahkan masalah dan tantangan menuju karier impian. Hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran dan persiapan fakultas untuk memberikan akses layanan karier bagi mahasiswa.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yeni Ariyani, Miftahussa'adahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2755Perlindungan Hukum terhadap Anak Berkebutuhan Khusus dalam Tindak Pidana Perundungan (Bullying)(Studi Kasus di Dinas DP3AP2KB Kota Medan)2026-06-13T00:18:27+00:00Amanda Olivia Br Togatoropamandaoliviaa27@gmail.comYans Daniel Simanjuntakyansdanielsimanjuntak17@gmail.comMazmur Septian Rumapeamazmur@gmail.com<p>Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara yang memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat. Namun, fenomena perundungan (<em>bullying</em>) terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) masih sering terjadi karena mereka dianggap berbeda, baik dari segi kemampuan komunikasi, perilaku, maupun kondisi fisik. Meskipun Indonesia telah memiliki berbagai peraturan perundang-undangan, implementasi perlindungan hukum terhadap ABK belum berjalan secara optimal sehingga terjadi kesenjangan antara norma hukum dengan realitas sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum dalam perlindungan anak berkebutuhan khusus di Indonesia, penerapan perlindungan hukumnya di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Medan, serta hambatan dan upaya yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini mengkaji ketentuan hukum yang berlaku beserta implementasinya di masyarakat dengan fokus di Dinas DP3AP2KB Kota Medan. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer (peraturan perundang-undangan), bahan hukum sekunder (buku, jurnal, artikel ilmiah), dan bahan hukum tersier (kamus hukum). Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara kualitatif untuk disusun secara sistematis guna menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum perlindungan ABK di Indonesia secara normatif telah dijamin dalam Pasal 28B ayat (2) UUD 1945, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Di lapangan, Dinas DP3AP2KB Kota Medan menerapkan perlindungan hukum melalui mekanisme penerimaan pengaduan, pelaksanaan asesmen awal, pemberian pendampingan psikologis dan bantuan hukum, hingga koordinasi lintas sektor. Kendati demikian, penerapannya masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus karena takut akan stigma sosial, keterbatasan tenaga profesional yang memiliki kompetensi ABK, kurangnya pemahaman sekolah mengenai pendidikan inklusif, serta lemahnya koordinasi antarlembaga. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut mencakup program preventif berupa sosialisasi anti-bullying dan karakter di sekolah, penguatan pengawasan kebijakan, peningkatan kapasitas tenaga pendamping, serta upaya represif berupa penegakan hukum yang tegas demi efek jera sekaligus pemberian rehabilitasi psikologis yang berkelanjutan bagi korban.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amanda Olivia Br Togatorop, Yans Daniel Simanjuntak, Mazmur Septian Rumapeahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2768Makna Kepercayaan Diri dalam Proses Adaptasi Akademik pada Mahasiswa Tahun Pertama di Universitas Negeri Manado2026-06-13T00:44:12+00:00Marssel Michael Sengkeymmsengkey@unima.ac.idImmanuel Nainggolanimmanuelnainggolan456@gmail.comAngelique Lomboanangeliquelomboan@gmail.comAbigail Kosakoy kosakoyabigail@gmail.com<p>Latar Belakang: Masa awal perkuliahan merupakan fase transisi krusial yang menuntut kemampuan penyesuaian diri yang tinggi dari mahasiswa tahun pertama dalam menghadapi tuntutan akademik yang kompleks. Di Universitas Negeri Manado (UNIMA), proses ini menjadi semakin menantang akibat karakteristik demografis mahasiswa yang sangat heterogen dan multibudaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menyintesis makna kepercayaan diri dalam proses adaptasi akademik pada mahasiswa tahun pertama di UNIMA. Metode: Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi peninjauan pustaka (<em>literature review</em>). Data sekunder diperoleh dari sintesis berbagai artikel ilmiah yang relevan dan dianalisis secara tematik. Hasil: Sintesis literatur menghasilkan empat tema utama mengenai makna kepercayaan diri, yaitu: (1) sebagai modal psikologis dalam menghadapi transisi akademik; (2) sebagai hasil interaksi dinamis antara faktor personal dan lingkungan sosial; (3) sebagai faktor pendukung keberhasilan adaptasi akademik; dan (4) sebagai konstruk psikologis yang dinamis dan berkembang melalui pengalaman. Kepercayaan diri terbukti menjadi sumber keberanian yang mendorong keterlibatan aktif mahasiswa serta berfungsi sebagai mekanisme psikologis untuk mereduksi risiko kecemasan, depresi, dan stres akademik saat menghadapi ketidakpastian di perguruan tinggi. Kesimpulan: Kepercayaan diri merupakan salah satu sumber daya psikologis utama yang maknanya terletak pada fungsi ketahanan, pendorong keterlibatan aktif, dan optimalisasi potensi mahasiswa selama masa transisi di perguruan tinggi negeri.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Marssel Michael Sengkey, Immanuel Nainggolan, Angelique Lomboan, Abigail Kosakoy http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2753Konsep Tanmiyah Maharah Bidang Kitabah dalam Pembelajaran Bahasa Arab2026-06-13T01:10:52+00:00Ahmad Sobri Maulana2259010016@student.uinsgd.ac.idAnna Nurbaitiannanurbaiti241202@gmail.comAfrus Nufrizalafrusnufrizal@iainkerinci.ac.idRania Gustani raniagustani0@gmail.com<p>Pembelajaran bahasa Arab sering kali menghadapi tantangan besar dalam aspek <em>maharah kitabah</em>, sebuah keterampilan berbahasa paling kompleks karena melibatkan integrasi simultan antara dimensi linguistik, kognitif, dan afektif. Berangkat dari fenomena latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konsep <em>tanmiyah maharah kitabah</em> serta merumuskan sebuah pendekatan pembelajaran baru yang integratif dan komprehensif demi meningkatkan kualitas keterampilan menulis peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis studi pustaka (<em>library research</em>), yang dilakukan melalui analisis kritis terhadap berbagai literatur ilmiah bereputasi berupa buku teks, jurnal nasional maupun internasional, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian kemudian menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan menulis membutuhkan rumusan strategi yang sistematis, adaptif, dan berkelanjutan, seperti penerapan latihan bertahap, pendekatan kontekstual yang membumi, pemanfaatan teknologi digital, metode <em>insya’iyah</em>, dan pendekatan multikultural yang inklusif. Selain itu, penerapan model integratif yang membagi proses pembelajaran ke dalam tiga tahapan utama yaitu tahap pengenalan, pengembangan, dan produksi; terbukti sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis siswa secara bertahap dan terstruktur. Implikasi teoretis dan praktis dari temuan ini berkontribusi nyata pada penguatan kemampuan komunikasi tertulis, stimulasi berpikir kritis-kreatif, serta peningkatan motivasi belajar siswa secara internal. Sebagai kesimpulan akhir, rekonstruksi pengajaran melalui pendekatan yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan merupakan urgensi yang sangat fundamental dalam proses <em>tanmiyah maharah kitabah</em> agar pembelajaran bahasa Arab menjadi jauh lebih efektif, fungsional, dan bermakna bagi peserta didik di era modern.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Sobri Maulana, Anna Nurbaiti, Afrus Nufrizal, Rania Gustani , Yoza Andi Putra, Nurhafizah http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2724Konsep Dasar Manajemen Sumber Daya Manusia dan Strategi Pengembangannya2026-06-13T01:52:02+00:00Nailah Dhafiyah Widyatmakanailahdhafiyahw@gmail.comEka Dalilah Putri231340154.eka@uinbanten.ac.idNadia Tsalitsa Az’zahra231340179.nadia@uinbanten.ac.idMachdum Bachtiarmachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) merupakan aspek strategis dalam organisasi yang berfokus pada pengelolaan manusia sebagai aset utama guna mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengertian MSDM, peran dan fungsinya dalam pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusinya terhadap strategi pengembangan organisasi di tengah dinamika global. Pembahasan mencakup peran strategis MSDM dalam perencanaan, rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, hingga retensi karyawan. Selain itu, artikel ini juga menguraikan fungsi MSDM yang terdiri atas fungsi manajerial dan operasional, serta manfaat MSDM dalam meningkatkan produktivitas, membangun budaya kerja positif, mengelola konflik, dan menekan tingkat turnover karyawan. Dalam konteks pengembangan organisasi, MSDM berperan penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif melalui pengelolaan talenta, pengembangan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi digital. Lebih lanjut, artikel ini menekankan pentingnya kompetensi profesional SDM global sebagai arah pengembangan MSDM guna menghadapi persaingan internasional dan perubahan teknologi yang cepat. Dengan demikian, MSDM tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas administratif, tetapi juga sebagai faktor strategis yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan organisasi di masa depan.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nailah Dhafiyah Widyatmaka, Eka Dalilah Putri, Nadia Tsalitsa Az’zahra, Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2774Connectivism dalam Pembelajaran Sosiologi Berbasis Literasi Digital2026-06-13T02:25:40+00:00Indah Fitria Permatasariindahfitriapermata@student.uns.ac.idAtik Catur Budiatiatikcaturbudiati@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Connectivism dalam pembelajaran Sosiologi berbasis literasi digital di SMA N 1 Teras, khususnya dalam mengidentifikasi tingkat literasi digital guru, keterlibatan siswa, dan strategi pembelajaran yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: (1) observasi non-partisipatif dalam dua sesi pembelajaran untuk mencermati penggunaan media digital dan pola interaksi; (2) wawancara mendalam semi-terstruktur dengan satu guru Sosiologi dan empat siswa kelas X yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran digital; dan (3) studi dokumentasi meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), screenshot platform digital, dan data nilai tugas. Validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber, teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengadopsi platform digital seperti WhatsApp Group, Google Classroom, Canva, Google Meet, dan Google Form, namun penggunaannya terbatas pada fungsi dasar. Literasi digital guru berada pada level fungsional, belum mencapai level strategis untuk menciptakan jaringan pembelajaran kompleks. Keterlibatan siswa menunjukkan variasi signifikan, dengan siswa aktif menunjukkan konektivitas pembelajaran yang lebih kaya. Pola konektivitas yang terbentuk masih sentralistik dengan guru sebagai pusat, bukan jaringan terdistribusi sesuai prinsip Connectivism. Penggunaan platform digital dalam pembelajaran sosiologi belum sepenuhnya mencerminkan prinsip Connectivism karena interaksi belajar masih berpusat pada guru, sehingga perlu dikembangkan jaringan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan terhubung antar siswa, sumber belajar, dan teknologi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Indah Fitria Permatasari, Atik Catur Budiatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2761Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence dan Literasi Digital terhadap Kompetensi Mahasiswa di Era Digital dengan Efektivitas Belajar sebagai Variabel Mediasi dan Motivasi Belajar sebagai Variabel Moderasi.2026-06-13T03:10:00+00:00Achmad Ridho Firmansyahachmadridho874@gmail.comFetty Desi Ariyanti fettydesiariyanti@gmail.comFaiq Ahmad Fauziafaiq0535@gmail.comRisqi Mubarokmubarokriski933@gmail.comSinollah sinollah@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Artificial Intelligence (AI) (X1) dan literasi digital (X2) terhadap kompetensi mahasiswa (Y), dengan efektivitas belajar (Z) sebagai variabel mediasi dan motivasi belajar (M) sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa yang telah memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan PROCESS Macro dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dan literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi mahasiswa. Selain itu, AI dan literasi digital juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas belajar, yang selanjutnya terbukti memediasi secara penuh pengaruh AI dan secara parsial pengaruh literasi digital terhadap kompetensi mahasiswa. Namun, motivasi belajar tidak terbukti memoderasi hubungan antara AI maupun literasi digital terhadap kompetensi mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kompetensi mahasiswa di era digital lebih dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi dan kemampuan literasi digital yang dioptimalkan melalui efektivitas proses pembelajaran.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Achmad Ridho Firmansyah, Fetty Desi Ariyanti , Faiq Ahmad Fauzi, Risqi Mubarok, Sinollahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2769Gambaran Job Demand Resource pada Pekerja di JABODETABEK2026-06-13T06:21:11+00:00Hendrico Gasperszhendrico.502022065@civitas.ukrida.ac.idFrieska Soplantilafrieska.soplantila@ukrida.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran job demand dan job resource pada pekerja di wilayah JABODETABEK berdasarkan model Job Demands-Resources (JD-R). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 385 pekerja yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, dengan rentang usia 22–54 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner berbasis model JD-R yang mengukur dimensi job demand (tekanan kerja, tuntutan kognitif, tuntutan emosional, konflik peran, dan gangguan) serta job resource (otonomi, dukungan sosial, umpan balik, kesempatan pengembangan, dan pelatihan). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan membandingkan mean empirik dan mean hipotetik untuk menentukan kategorisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job demand dan job resource berada pada kategori tinggi. Pada dimensi job demand, tekanan kerja, tuntutan kognitif, dan gangguan berada pada kategori tinggi, sedangkan tuntutan emosional dan konflik peran berada pada kategori sedang. Pada dimensi job resource, seluruh dimensi berada pada kategori tinggi dengan pelatihan sebagai dimensi tertinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja di JABODETABEK menghadapi tuntutan kerja yang tinggi, namun juga didukung oleh sumber daya kerja yang memadai. Meskipun demikian, terdapat indikasi ketidaksesuaian antara tuntutan emosional yang relatif tinggi dengan sumber daya yang dominan berupa pelatihan, sehingga diperlukan perhatian organisasi dalam menyediakan sumber daya yang lebih relevan untuk mengatasi tuntutan emosional.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hendrico Gaspersz, Frieska Soplantilahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2765Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw dengan Berbantuan Media Cerita E-book Pada Siswa Kelas IVk Pada Siswa Kelas IV2026-06-13T03:53:59+00:00Lailatul Azkialaelatulazkia593@gmail.comIka Evitasari Aris ikaevitasariaris@gmail.comFauzi Fadliansyahfauzifadliansyah26@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model <em>Cooperative Learning</em> tipe <em>Jigsaw</em> berbantuan media cerita <em>e-book</em> terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (<em>quasi experimental design</em>) dan desain <em>Non-equivalent Control Group Design</em>. Populasi penelitian berjumlah 52 siswa yang terdiri atas kelas IV A dan IV B. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan membaca pemahaman. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan <em>Independent Sample t-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 42,5 pada saat <em>pretest</em> menjadi 72,8 pada saat <em>Posttest</em>. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model <em>Cooperative Learning</em> tipe <em>Jigsaw</em> berbantuan media cerita <em>e-book</em> berpengaruh signifikan terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas IV SDN Kopi.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lailatul Azkia, Ika Evitasari Aris , Fauzi Fadliansyahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2787 Implementasi Project Based Learning (PjBL) melalui Konsep 'From Waste to Taste' untuk Meningkatkan Kepedulian Lingkungan Mahasiswa2026-06-14T00:05:25+00:00Trining Puji Astutiktrining@uin-antasari.ac.idAmrina RasyadaAmrinaRasyada@gmail.comAkhmad RaihanAkhmadRaihan@gmail.com Cindi Aulia NafisyaCindiAuliNafisya@gmail.comMuhammad SanusiMuhammadSanusi@gmail.comSoraya SholehahSholehah@gmail.comViandri Mulia RahmanRahman@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi <em>Project Based Learning</em> (PjBL) melalui konsep “From Waste to Taste” dalam meningkatkan kepedulian lingkungan mahasiswa. Fokus kegiatan adalah mengatasi masalah sampah di lingkungan kampus dengan mengubah limbah botol plastik menjadi kebun produktif dengan menggunakan sistem <em>raised bed</em>. Subjek yang berpartisipasi dalam kegiatan ini yaitu mahasiswa Program Studu Tadris Kimia UIN Antasari Banjarmasin. Metode pelaksanaan proyek meliputi tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pemeliharaan dan monitoring. Pada langkah persiapan, botol plastik bekas dikumpulkan, dipenuhi dengan air, dicat, dan disusun sebagai dinding <em>raised bed</em> yang dikombinasikan dengan media tanam yang berasal dari tahan gembur dan kompos limbah organik kampus. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendekatan berbasis proyek ini, dihasilkan media tanam yang fungsional, estetik, dan ramah lingkungan. Partisipasi mahasiswa yang tinggi dalam mereduksi sampah plastik menunjukkan keberhasilan proses edukasi lingkungan di kampus. Tanaman menunjukkan pertumbuhan yang baik dan menghasilkan panen produktif. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi konsep <em>From Waste to Taste</em> dalam pembelajaran berbasis proyek sangat penting karena selain mengurangi sampah, juga menjadi sarana edukasi lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular bagi mahasiswa.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Trining Puji Astutik, Amrina Rasyada, Akhmad Raihan, Cindi Aulia Nafisya, Muhammad Sanusi, Soraya Sholehah, Viandri Mulia Rahmanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2789Strategi Komunikasi Pemasaran Digital dalam Promosi “Healthy Food”(Studi Kasus pada Instagram @Temuroti)2026-06-14T08:19:18+00:00Rini Triutamirinitriutami03@gmail.comMisi Islami Nurul Istiqomahmissiinurul@gmail.comIke Junita Triwardhanijunitatriwardhani@gmail.com<p> </p> <p>Gaya hidup sehat dewasa ini kembali digaungkan, salah satunya melalui media sosial yang dipenuhi konten kesehatan. Fenomena ini menjadi peluang strategis bagi pelaku bisnis makanan sehat, termasuk @temuroti di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis strategi komunikasi pemasaran digital yang diterapkan oleh @temuroti dalam mempromosikan produk healthy food melalui akun Instagram, dan (2) menganalisis bagaimana gaya bahasa persuasif digunakan untuk membangun keterikatan emosional dengan audiens. Melalui paradigma konstruktivis, penelitian ini membedah proses pembentukan makna produk sehat melalui interaksi simbolik dan visualisasi konten di ruang virtual. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten pada unggahan akun Instagram @temuroti. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas digital (konten visual, caption, serta interaksi komentar) dan wawancara mendalam dengan pengelola akun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran digital @temuroti mencakup pemanfaatan fitur Instagram (Feed, Stories, Reels) serta elemen konteks, komunikasi, kolaborasi, dan koneksi. Gaya bahasa persuasif yang hangat, informatif, dan tidak menggurui berhasil meningkatkan keterikatan emosional konsumen secara organik. Konsistensi visual produk roti sehat dengan fotografi estetik serta respons cepat dalam interaksi digital terbukti menjadi aset kompetitif dalam membangun kepercayaan audiens. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara komunikasi pemasaran digital dan komunikasi persuasif melalui gaya bahasa yang autentik mampu menciptakan ekosistem promosi healthy food yang kuat dan relevan bagi masyarakat urban di era digital. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan ilmu komunikasi, khususnya dalam strategi pemasaran produk kesehatan melalui media sosial berbasis visual.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rini Triutami, Misi Islami Nurul Istiqomah, Ike Junita Triwardhanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2801Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Karakter Islami Anak (Studi Kasus di Lingkungan Keluarga)2026-06-15T09:09:35+00:00Sindi Zahwa Tri AruniaSindizahwa410@gmail.comSiti Fauziahsifauziah52@gmail.comSiti Soleha21olehasiti@gmail.comSandelisandeli1204@gmail.comSezi Dhea Pronekasezidhea@gamil.comShalsya Rizki Putriajasalsa871@gmail.comSalsabilasalsabilacrp5@gmail.comOkni Aisa Mutiara Sendiokniams@iaincurup.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua dalam membentuk karakter Islami anak, mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat terbentuknya karakter Islami anak dalam keluarga, serta menganalisis dampak pola asuh orang tua terhadap karakter Islami dan kebiasaan ibadah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah satu keluarga yang terdiri dari orang tua dan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pola asuh yang diterapkan orang tua cenderung permisif, ditandai dengan kurangnya ketegasan dan konsistensi dalam menegakkan aturan keagamaan serta minimnya keteladanan orang tua; (2) Faktor penghambat terbentuknya karakter Islami anak meliputi kurangnya ketegasan dan konsistensi orang tua, kesibukan orang tua, pengaruh lingkungan pergaulan, dan kecanduan gadget; (3) Pola asuh permisif berdampak negatif terhadap kebiasaan ibadah dan akhlak anak, yang ditunjukkan oleh rendahnya disiplin beribadah dan buruknya perilaku anak terhadap orang tua. Penelitian ini menegaskan bahwa pola asuh yang meliputi keteladanan (uswah hasanah), ketegasan, dan konsistensi merupakan faktor kunci dalam pembentukan karakter Islami anak.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sindi Zahwa Tri Arunia, Siti Fauziah, Siti Soleha, Sandeli, Sezi Dhea Proneka, Shalsya Rizki Putri, Salsabila, Okni Aisa Mutiara Sendihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2779Dampak Kurikulum Berbasis Cinta terhadap Tingkat Empati dan Perilaku Sosial Siswa SMA Bina Warga 1 Palembang2026-06-16T00:59:49+00:00Andikaazizahkailani.2004@gmail.comLutfiatul Nahdiah Ma'taul Hayatlutfiatulnahdiahmataulhayat@gmail.comRevalina Septikarevalinaseptika28@gmail.comMuhamad Fauzimuhamadfauzi_uin@radenfatah.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan kurikulum berbasis cinta terhadap tingkat empati dan perilaku sosial siswa. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan nilai kasih sayang, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa sekolah yang telah menerapkan kurikulum tersebut dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kurikulum berbasis cinta memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan empati siswa, yang ditandai dengan kemampuan memahami perasaan orang lain, serta meningkatnya perilaku sosial seperti kerja sama, tolong-menolong, dan sikap saling menghargai. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta dapat menjadi alternatif strategis dalam membentuk karakter siswa yang lebih humanis dan berakhlak mulia.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andika, Lutfiatul Nahdiah Ma'taul Hayat, Revalina Septika, Muhamad Fauzihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2703Gratitude Sebagai Mediator Hardiness terhadap Kesejahteraan Psikologis Ibu dengan Anak Berkebutuhan Khusus di SLB Se-Kabupaten Cilacap2026-06-16T01:56:25+00:00Metri Rismawatimetrirismawati5@gmail.comNur'aeninuraeni@ump.ac.idUgung Dwi Ario Wibowougungs@yahoo.comFatin Rohmah Nur Wahidah fatinrohmahwahidah@gmail.com<p>Ibu dengan anak berkebutuhan khusus menghadapi berbagai tantangan dalam pengasuhan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologisnya. Kemampuan untuk bertahan dalam situasi penuh tekanan serta rasa syukur yang membantu ibu mencapai kesejahteraan psikologis yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh <em>hardiness </em>terhadap kesejahteraan psikologis yang dimediasi oleh <em>gratitude </em>pada ibu dengan anak berkebutuhan khusus di SLB Cilacap. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain mediasi terhadap 281 ibu yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan skala kesejahteraan psikologis, <em>hardiness</em>, dan <em>gratitude</em>. Sedangkan pada analisis data menggunakan, mediasi Hayes dengan bantuan jamovi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>hardiness </em>berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan psikologis (p< 0,001), <em>hardiness </em>berpengaruh terhadap <em>gratitude </em>(p < 0,001), serta <em>gratitude </em>berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis (p < 0,001). Selain itu, <em>gratitude </em>terbukti memediasi pengaruh <em>hardiness </em>terhadap kesejahteraan psikologis dengan nilai <em>indirect effect </em>sebesar 0,129 dan <em>persentase </em>mediasi sebesar 81,1%, sehingga menunjukkan bentuk <em>full mediation</em>. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>hardiness </em>tidak berpengaruh secara langsung terhadap kesejahteraan psikologis sebelum <em>gratitude </em>dimasukkan sebagai mediator. Dengan demikian, <em>gratitude </em>berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara hardiness dan kesejahteraan psikologis.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Metri Rismawati, Nur'aeni, Ugung Dwi Ario Wibowo, Fatin Rohmah Nur Wahidah http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2812Pengembangan dan Analisis Properti Psikometri Alat Ukur Resiliensi2026-06-16T06:06:53+00:00Tubagus Kharismayakharismayatubagus@gmail.comNadiyah Zahro AthirohNadiyahZahroAthiroh@gmail.comNesywa Nur AiniNesywaNurAini@gmail.comImelda Salsabila PutriImeldaSalsabilaPutri@gmail.com Nur Aulia Permana NurAuliPermana@gmail.comAlfani YunisaYunisa@gmail.comNovita SariSari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat ukur resiliensi berdasarkan teori Reivich dan Shatté (2002). Pendekatan menggunakan metode kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen psikologi. Skala resiliensi dikembangkan dengan melibatkan berbagai indikator yang mencakup dimensi regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, empati, efikasi diri, dan <em>reaching out</em>. Melibatkan 269 responden dari berbagai latar belakang sebagai sampel penelitian. Analisis yang digunakan adalah uji reliabilitas menggunakan metode estimasi alpha cronbach dan uji validitas menggunakan <em>Confirmatory Factor Analysis/</em>CFA. Hasil CFA menunjukkan bahwa seluruh indikator merupakan representasi yang signifikan dari variabel latennya (p < .001) dengan nilai Z yang kuat berkisar antara 3.51 hingga 19.36. Nilai estimasi muatan faktor bergerak dari 0.178 hingga 0.876. Pengujian reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang baik dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0.946 dan item correlation dengan rentang 0.204 hingga 0.871, dengan 17 dari 18 item memiliki korelasi di atas 0.30. Rendahnya nilai Standard Error mengonfirmasi akurasi dan stabilitas estimasi parameter dalam model ini. Instrumen resiliensi memiliki kualitas validitas konstrak yang kokoh dan teruji secara statistik, sehingga layak digunakan dalam penelitian psikologi maupun praktis.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tubagus Kharismaya, Nadiyah Zahro Athiroh, Nesywa Nur Aini, Imelda Salsabila Putri, Nur Aulia Permana , Alfani Yunisa, Novita Sarihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2830Teknologi Dalam Pengembangan Sdm2026-06-17T09:53:08+00:00Siti Apipahafifahnurul4551@gmail.comRaffi Alfiyandi231340175.raffi@uinbanten.ac.idDiana Nurafrilianty231340191.diana@uinbanten.ac.id Machdum BachtiarMachdum.bactiar@uinbanten.ac.id<p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era digital telah mendorong transformasi besar dalam sistem pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian kualitatif dengan metode studi literatur (<em>library research</em>) ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan teknologi modern serta dampaknya terhadap mutu pembelajaran dan kinerja organisasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi platform digital seperti <em>Learning Management System</em> (LMS), <em>e-learning</em>, dan <em>microlearning</em> terbukti meningkatkan fleksibilitas dan kemandirian belajar peserta didik melalui materi yang ringkas serta mudah diakses. Lebih lanjut, adopsi teknologi imersif seperti <em>Virtual Reality</em> (VR) dan <em>Augmented Reality</em> (AR) mampu mengonkretkan konsep abstrak menjadi simulasi interaktif yang mendongkrak keterlibatan kognitif serta motivasi belajar. Kehadiran <em>Artificial Intelligence</em> (AI) juga merevolusi efisiensi pelatihan melalui personifikasi materi yang adaptif. Meskipun implementasinya masih dihadapkan pada tantangan biaya, keterbatasan infrastruktur, dan kesiapan tenaga pendidik, kajian ini menyimpulkan bahwa adaptasi teknologi mutakhir secara komprehensif sangat krusial untuk menciptakan proses pengembangan SDM yang efektif, interaktif, dan berkelanjutan di era global.</p>2026-06-17T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Siti Apipah, Raffi Alfiyandi, Diana Nurafrilianty, Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2817Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan Pt. Jaya Mandiri Sukses Ro2026-06-18T00:00:26+00:00Wika Afrilia2111102433181@umkt.ac.idDesita Dyah Damayanti ddd822@umkt.ac.idTri Astutitriastuti@umkt.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan demokratis terhadap kinerja karyawan pada PT. Jaya Mandiri Sukses RO. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode skala Likert. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 42 karyawan menggunakan skala gaya kepemimpinan demokratis dan skala kinerja karyawan. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai t sebesar 6,219 dan signifikansi 0,001 (p < 0,05). Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 36,828 + 0,605X, yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan gaya kepemimpinan demokratis akan meningkatkan kinerja karyawan. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,479 yang berarti gaya kepemimpinan demokratis memberikan kontribusi sebesar 47,9% terhadap kinerja karyawan, sedangkan 52,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, semakin tinggi penerapan gaya kepemimpinan demokratis, maka semakin tinggi pula kinerja karyawan di PT. Jaya Mandiri Sukses RO.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wika Afrilia, Desita Dyah Damayanti , Tri Astutihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2808Profil Kecerdasan Emosional Siswa SMAN 2 Pare Berdasarkan Trait Meta-Mood Scale (TMMS)2026-06-16T09:16:08+00:00Kartika Dewi Farera25010014231@mhs.unesa.ac.idRegita Oktaviana Tri Ramadhani25010014144@mhs.unesa.ac.idBarik Milati25010014154@mhs.unesa.ac.id<p>Kecerdasan emosional merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting bagi siswa agar dapat berkembang dan berhasil dalam pembelajaran di sekolah. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan profil kecerdasan emosional siswa kelas XI-11 di SMAN 2 Pare menggunakan Trait Meta-Mood Scale (TMMS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 33 siswa, yang terdiri dari 14 laki-laki dan 19 perempuan. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 20 Mei 2026 secara daring menggunakan platform Nirmala Satya Development (NSD). TMMS mengukur tiga komponen kecerdasan emosional, yaitu <em>Attention to Feelings </em>(ATF), <em>Clarity of Feelings </em>(COF), dan <em>Mood Repair </em>(MR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang berada dalam kategori rendah. Sebanyak 19 siswa (57,6%) termasuk dalam kategori sedang, sementara 14 siswa (42,4%) masuk dalam kategori tinggi. Rata-rata skor keseluruhan siswa adalah 166,39 dari total skor maksimum 240. <em>Mood Repair </em>(MR) memiliki persentase tertinggi (71,1%), sedangkan <em>Clarity of Feelings </em>(COF) memiliki persentase terendah (67,2%). Berdasarkan hasil tersebut, layanan bimbingan konseling yang dapat direkomendasikan adalah bimbingan kelompok, bimbingan klasikal, dan konseling individu.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kartika Dewi Farera, Regita Oktaviana Tri Ramadhani, Barik Milatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2809Kontribusi Fatayat Nahdlatul Ulama dalam Pemberdayaan Perempuan Melalui Dakwah di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten2026-06-18T00:40:24+00:00Vila Jannati241330054.vilajannati@uinbanten.ac.idMeli Rahmalia241330067.melirahmalia@uinbanten.ac.idIrma Sadiah241330053.irmasadiah@uinbanten.ac.idMochamad Farid241330052.farid@uinbanten.ac.idNia Rifa Darina241330063.niarifa@uinbanten.ac.idFitria Aulia Khusnul Khotimah241330061.fitriaaulia@uinbanten.ac.idTB. Nurwahyutb.nurwahyu@uinbanten.ac.id<p>Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan sosial keagamaan, terutama di tengah tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan yang masih terjadi di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten. Dalam konteks tersebut, organisasi perempuan Islam memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian perempuan melalui berbagai aktivitas dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Fatayat Nahdlatul Ulama (Fatayat NU) dalam pemberdayaan perempuan melalui kegiatan dakwah di Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatayat NU berkontribusi dalam pemberdayaan perempuan melalui tiga bidang utama. Pertama, bidang pendidikan yang diwujudkan melalui pengajian rutin, seminar keagamaan, dan pembinaan kader sebagai implementasi fungsi tarbiyah. Kedua, bidang ekonomi melalui pelatihan kewirausahaan dan pengembangan UMKM yang mencerminkan dakwah bil hal. Ketiga, bidang sosial, hukum, dan kesehatan melalui pendampingan korban kekerasan, edukasi kesehatan reproduksi, serta penyuluhan sosial yang sejalan dengan konsep tathwir. Berbagai program tersebut terbukti mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, serta partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fatayat NU berhasil mereaktualisasikan dakwah dari aktivitas yang bersifat verbal menjadi gerakan pemberdayaan yang transformatif. Kontribusi penelitian ini terletak pada penguatan model pemberdayaan perempuan berbasis organisasi keagamaan melalui integrasi fungsi tarbiyah, dakwah bil hal, dan tathwir pada tingkat lokal.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Vila Jannati, Meli Rahmalia, Irma Sadiah, Mochamad Farid, Nia Rifa Darina, Fitria Aulia Khusnul Khotimah, TB. Nurwahyuhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2759Manajemen Kinerja2026-06-18T01:39:50+00:00Aida Abdilah 231340171.aida@uinbanten.ac.idMusfiroh firohmusfiroh374@gmail.comSiti salsabila kamilia231340188.salsabila@uinbanten.ac.idMachdum Bachtiarmachdum.bacthiar@uinbanten.ac.id<p>Manajemen kinerja merupakan instrumen strategis yang krusial dalam menyelaraskan potensi individu dengan visi organisasi di era disrupsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif siklus manajemen kinerja yang meliputi penetapan tujuan, perencanaan, pemantauan, evaluasi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>), di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penetapan tujuan berbasis kriteria SMART dan standar kinerja yang objektif merupakan fondasi utama untuk menghindari bias dalam penilaian. Perencanaan yang partisipatif dan pengawasan yang bersifat membina terbukti mampu meningkatkan efektivitas kerja serta deteksi dini terhadap penyimpangan. Lebih lanjut, evaluasi kinerja yang transparan bukan hanya berfungsi sebagai alat ukur keberhasilan, tetapi juga sebagai dasar bagi program pengembangan kompetensi yang sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi yang harmonis antara kelima elemen melalui model pembelajaran kooperatif tipe <em>scramble </em>dengan pendekatan CTL tersebut membawa efek terhadap peningkatan hasil belajar. manajemen kinerja tersebut sangat esensial dalam menciptakan ekosistem kerja yang produktif, adil, dan adaptif terhadap perubahan global.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aida Abdilah , Musfiroh , Siti salsabila kamilia, Machdum Bachtiarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2811The Impact of Vlogging on EFL Learner’s Fluency and Self-Confidence in the Classroom2026-06-18T02:44:17+00:00Zulfa Salshabila Prastowoashaasalshabilaa@gmail.com<p>Speaking is one of the most important skills in English language learning; however, many English as a Foreign Language (EFL) learners in Indonesia experience difficulties in speaking fluently and confidently due to limited exposure to English, insufficient opportunities for practice, and high levels of speaking anxiety. To address these challenges, this study investigated the impact of vlogging on students’ speaking fluency and self-confidence in an EFL classroom. The study employed a quantitative quasi-experimental design with pre-test and post-test measures involving eleventh-grade students at a vocational high school in Sidoarjo, East Java, Indonesia. The participants were divided into an experimental group, which engaged in vlogging activities, and a control group, which received regular speaking instruction. Data were collected through a speaking test to assess students’ fluency and a Likert-scale questionnaire to measure their self-confidence. The collected data were analyzed using descriptive statistics and Analysis of Covariance (ANCOVA). The findings revealed that, after controlling for pre-test scores, the implementation of vlogging did not produce a statistically significant effect on students’ speaking fluency. Nevertheless, students in the experimental group demonstrated improvement in their speaking performance and benefited from opportunities for repeated practice and self-reflection. In contrast, the results showed a statistically significant improvement in students’ self-confidence, indicating that vlogging helped learners become more comfortable and confident in using English. These findings suggest that vlogging can serve as an effective instructional strategy for enhancing learners’ self-confidence and promoting active participation in speaking activities. However, longer implementation periods and additional instructional support.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Zulfa Salshabila Prastowohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2749Evaluasi Dengan Model Cipp Pada Program Unggulan Tahfidz Al-Qur’an Di Smp Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo2026-06-18T03:06:32+00:00Nafa Nuralisanafanuralisa5@gmail.comMadyanianmadyan@gmail.comjuanda Syaputrajuandasyaptra12@gmail.com<p>Program tahfidz al‑Qur’an merupakan salah satu program unggulan di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo yang bertujuan membentuk generasi muda yang Qur'ani dan menjaga keaslian Al‑Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis pelaksanaan program unggulan tahfidz al‑Qur’an di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo; dan (2) menganalisis hasil evaluasi program tersebut menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologis. Lokasi penelitian berada di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo. Informan penelitian terdiri dari lima pihak terkait, yaitu kepala sekolah, wakil kurikulum, guru tahfidz, peserta didik peserta program tahfidz, dan wali murid. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Validitas data dijaga melalui peningkatan ketekunan pengamatan, triangulasi, dan penggunaan referensi yang tepat. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Evaluasi konteks: Program tahfidz telah direncanakan sesuai kebutuhan lingkungan sekolah dan masyarakat — menjadi wadah bagi siswa yang sudah memiliki tabungan hafalan untuk melanjutkan serta berfungsi sebagai pembentukan karakter religius; namun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu pada jadwal pembelajaran dan fluktuasi motivasi siswa. (2) Evaluasi input: Perencanaan program berupa RPP disusun oleh guru tahfidz, sumber daya pendukung mencakup pembimbing yang berpengalaman/profesional, sarana‑prasarana yang memadai, dukungan wali murid dan yayasan; strategi yang diterapkan antara lain metode Ummi untuk pembelajaran dan Talaqqi untuk setoran hafalan, serta penjadwalan sesi talaqqi yang teratur. (3) Evaluasi proses: Aktivitas pembelajaran dilaksanakan sesuai jadwal (murāja’ah bersama, setoran hafalan satu per satu), penggunaan media pembelajaran berupa video terkait tahfidz, pemberian tugas penguatan (melancarkan dan menambah hafalan), serta catatan dan rekapan kemajuan hafalan oleh guru. (4) Evaluasi produk: Hasil program menunjukkan capaian positif — terdapat siswa yang diwisuda (mis. wisuda juz 30), prestasi lomba tartil/tahfidz, serta dampak pembentukan karakter keagamaan; meski demikian implementasi masih perlu penguatan agar target lebih optimal bagi seluruh peserta. Kesimpulannya, program tahfidz di SMP Nurul Muttaqin Kemiri Purworejo secara umum berjalan baik dan layak dilanjutkan serta dikembangkan. Rekomendasi utama meliputi penambahan sumber daya pendukung (waktu, tenaga, fasilitas), penguatan motivasi siswa melalui strategi pembelajaran kreatif dan konsisten, serta peningkatan kerja sama antara sekolah, wali murid, dan pondok pesantren untuk mengatasi kendala waktu dan motivasi sehingga pencapaian target hafalan dapat meningkat.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nafa Nuralisa, Madyan, juanda Syaputrahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2829Strategi Pembelajaran Sederhana dan Kecemasan Statistika Pada Mahasiswa Psikologi: Studi Evaluatif2026-06-18T03:33:38+00:00tju Merianatju.meriana@gmail.comSilva Liemsilva.liem@gmail.comSilvester Kalpika Narantakasilvester.kalpika@gmail.com<p>Kecemasan statistika (<em>statistics anxiety</em>) sering menjadi hambatan psikologis utama bagi mahasiswa psikologi, yang berdampak pada penurunan efikasi diri belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas strategi pembelajaran sederhana yang menekankan pemaknaan konseptual dalam menurunkan kecemasan statistika sekaligus menguji dampaknya terhadap efikasi diri mahasiswa. Menggunakan metode pra-eksperimen dengan desain <em>One Group Pretest-Posttest</em>, penelitian ini melibatkan 19 mahasiswa psikologi (N= 19) yang mengambil mata kuliah Statistika Psikologi. Intervensi dilakukan dalam bentuk pembelajaran berbasis kelas selama empat minggu. Instrumen pengumpulan data berupa skala kecemasan statistika dan skala efikasi diri yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (<em>Paired Sample T-Test</em>) dan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada tingkat kecemasan statistika mahasiswa dari nilai rata-rata <em>pretest</em> sebesar 36,11 menjadi 30,11 pada <em>post-test</em> (t(18) = 5,897; p < 0,001) dengan ukuran efek yang sangat besar (Cohen's d = 1,353). Namun, hasil pada variabel efikasi diri mengalami penurunan signifikan secara statistik dari nilai rata-rata 27,47 menjadi 24,11 (t(18) = 3,905; p = 0,001). Peningkatan standar deviasi pada kedua variabel mengindikasikan respons antar-individu yang semakin bervariasi setelah perlakuan. Kesimpulannya, strategi pembelajaran sederhana ini sangat efektif mereduksi beban kecemasan numerik mahasiswa, tetapi memerlukan pendekatan pendampingan tambahan guna menjaga tingkat keyakinan diri mahasiswa seiring dengan meningkatnya kompleksitas materi perkuliahan.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 tju Meriana, Silva Liem, Silvester Kalpika Narantakahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2853Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kesiapan Karier pada Remaja yang Gagal dalam Seleksi Kepolisian di Polda Gorontalo2026-06-19T23:36:42+00:00Amelia Miranda Bidjunibidjuniamelia7@gmail.comFendi Ntobuofendintobuo@umgo.ac.idZulkarnainzulkarnain@umgo.ac.id<p>Kegagalan berulang dalam seleksi kepolisian merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, terutama dalam membangun keyakinan terhadap kemampuan diri dan kesiapan menghadapi masa depan karier. Salah satu faktor yang berperan dalam membantu individu menghadapi kondisi tersebut adalah <em>self-efficacy</em>. Individu yang memiliki <em>self-efficacy</em> tinggi cenderung lebih optimis, mampu bertahan menghadapi kegagalan, serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam merencanakan dan menentukan arah karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>self-efficacy</em> terhadap kesiapan karier pada remaja yang gagal dalam seleksi kepolisian di Polda Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menguji pengaruh <em>self-efficacy</em> terhadap kesiapan karier. Sampel penelitian berjumlah 275 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala <em>self-efficacy</em> berdasarkan instrumen Siregar (2022) dan skala kesiapan karier berdasarkan instrumen Nadira (2017) yang keduanya telah dimodifikasi serta diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan karier dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,111 menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> memberikan kontribusi sebesar 11,1% terhadap kesiapan karier, sedangkan 88,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>self-efficacy</em> yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula kesiapan kariernya setelah mengalami kegagalan dalam seleksi kepolisian.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amelia Miranda Bidjuni, Fendi Ntobuo, Zulkarnainhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2758Model Pengembangan Kepemimpinan Berbasis Kecerdasan Majemuk dan Resiliensi Diri: Tinjauan Kualitatif terhadap Aspek Self-Awareness, Etika Profesi, dan Pendekatan Coaching.2026-06-18T03:56:42+00:00Rika Linuih Amsarikaamsa@gmail.comHilda Asihatul Afiyah 231340170.hilda@uinbanten.ac.idHaikal Asyraf haikalasyraf30124@gmail.comMachdum Bachtiar machdum.bacthiar@uinbanten.ac.id<div class="s35"> <div class="s37"> </div> </div> <div class="s35"> <div class="s32">Pengembangan kepemimpinan pada fase remaja merupakan periode inkubasi krusial yang menentukan efektivitas individu di masa depan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kompetensi intrapersonal, kecerdasan majemuk, dan strategi pengembangan profesional dalam membentuk pemimpin yang adaptif. Melalui metode studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengeksplorasi sinergi antara self-awareness dan self-esteem sebagai fondasi internal, yang dipadukan dengan penguatan soft skills mencakup kecerdasan IQ, EQ, SQ, AQ, dan IC (Integrity Quotient). Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang berintegritas tidak hanya lahir dari kapasitas intelektual, tetapi juga dari kematangan moral dan etika yang terintegrasi. Lebih lanjut, implementasi metode coaching dan mentoring terbukti efektif dalam mengakselerasi potensi diri serta membangun resiliensi terhadap dinamika lingkungan. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi antara pemahaman diri yang mendalam, penguasaan kecerdasan holistik, serta komitmen terhadap pembelajaran berkelanjutan merupakan prasyarat utama dalam mewujudkan kepemimpinan yang responsif dan berkelanjutan. Penemuan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan kurikulum pendidikan karakter yang menitikberatkan pada keseimbangan stabilitas emosional dan prestasi akademik.</div> </div>2026-06-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rika Linuih Amsa, Hilda Asihatul Afiyah , Haikal Asyraf , Machdum Bachtiar http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2844Bilingualisme dan Diglosia dalam Pembelajaran Bahasa Arab: Tinjauan Sosiolinguistik melalui Systematic Literature Review2026-06-19T03:21:12+00:00Mushthafa Shadiq Al-Rafi’ishadiqar7@gmail.com Muhammad Aceng Tataacengtataa@gmail.comAchmad Amin Zuhdizudmun217@gmail.comAde Nandangadenandang@uinsgd.ac.idIzzudin Mustafaizzuddin@uinsgd.ac.id<p>Pembelajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing tidak terlepas dari penggunaan lebih dari satu bahasa, yang mencerminkan adanya fenomena bilingualisme dan diglosia dalam praktik pembelajaran. Penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pendukung serta perbedaan fungsi antara ragam bahasa Arab menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga sosiolinguistik. Namun demikian, kajian yang mengintegrasikan kedua fenomena tersebut secara sistematis masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis fenomena bilingualisme dan diglosia dalam pembelajaran bahasa Arab berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah menggunakan perangkat lunak Publish or Perish yang terintegrasi dengan Google Scholar, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria relevansi dan tahun publikasi. Sebanyak lima artikel yang memenuhi kriteria dianalisis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, dan sintesis untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, pola, serta implikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bilingualisme berfungsi sebagai strategi pedagogis yang membantu meningkatkan pemahaman peserta didik, sementara diglosia berperan sebagai sistem distribusi bahasa yang mengatur penggunaan ragam bahasa sesuai konteks. Selain itu, ditemukan adanya pola dominasi bahasa pertama dalam pembelajaran, serta penggunaan alih kode dan campur kode sebagai mekanisme komunikasi. Meskipun memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman, penggunaan bilingualisme yang tidak terkontrol berpotensi mengurangi paparan bahasa Arab sebagai bahasa target. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan penggunaan bahasa yang seimbang agar pembelajaran bahasa Arab dapat berlangsung secara efektif dan optimal.</p>2026-06-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mushthafa Shadiq Al-Rafi’i, Muhammad Aceng Tata, Achmad Amin Zuhdi, Ade Nandang, Izzudin Mustafahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2831Eksplorasi Persepsi Orang Tua Generasi Z dalam Pola Pengasuhan Digital2026-06-19T05:10:41+00:00Mahalia Putri Paningit202360146@std.umk.ac.idRafit Amanda Santiko202360147@std.umk.ac.idAnggria vesty Wulandari 202360184@std.umk.ac.idYurisa Ilham Wilian 202360186@std.umk.ac.idKholifah Umi Sholihahkholifah.umi@umk.ac.id<p>Generasi Z adalah generasi yang tumbuh beriringan dengan perkembangan teknologi yang pesat. Hal tersebut memengaruhi proses pengasuhan anak-anak dengan mengintegrasikan teknologi yang membuat mereka memiliki pola pengasuhan digital yang berfokus pada pemanfaatan gawai sebagai alat bantu dalam proses pengasuhan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua Generasi Z dalam pengasuhan digital dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Responden meliputi 5 partisipan dari purposive sampling yang telah menyetujui penggunaan informasi yang mereka berikan dalam proses wawancara terstruktur untuk dipublikasikan menjadi sebuah artikel jurnal. Proses analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik. Dari analisis yang telah dilakukan, peneliti menemukan bahwa orang tua Generasi Z memiliki persepsi bahwa gawai memiliki banyak manfaat positif dalam proses pengasuhan. Akan tetapi, terdapat pula kekhawatiran dan tantangan terkait paparan konten yang tidak sesuai umur, ketergantungan anak terhadap gawai, dan waktu ekstensif yang diperlukan selama proses pendampingan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan aktif orang tua menjadi aspek penting dalam memitigasi dampak negatif dan memaksimalkan potensi positif penggunaan gawai dalam pola pengasuhan digital</p>2026-06-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mahalia Putri Paningit, Rafit Amanda Santiko, Anggria vesty Wulandari , Yurisa Ilham Wilian , Kholifah Umi Sholihahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2833Pengaruh Media Sosial Sebagai Sarana Promosi terhadap Peningkatan Penjualan UMKM2026-06-19T05:59:14+00:00Stefanni Putri Anggita.Sstefanni.s@student.uhn.ac.idLilis Karlina Panjaitanlilis18@gmail.comDella Mestika Lubisdella18@gmail.comDerisma Romauli Nababanderisma18@gmail.comHamonangan Siallaganhamonangan18@gmail.com<p>Perkembangan teknologi informasi mengubah pola pemasaran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Media sosial menjadi alternatif strategis karena biaya terjangkau, jangkauan luas, dan interaksi dua arah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial sebagai sarana promosi terhadap peningkatan penjualan UMKM di wilayah Medan, Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Sampel berjumlah 100 pelaku UMKM yang dipilih secara acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan wawancara, diolah menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel promosi melalui media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan penjualan. Setiap peningkatan kualitas promosi sebesar satu satuan akan meningkatkan penjualan sebesar 0,624 satuan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan literasi digital pelaku usaha guna mengoptimalkan potensi pasar daring.</p>2026-06-19T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Stefanni Putri Anggita.S, Lilis Karlina Panjaitan, Della Mestika Lubis, Derisma Romauli Nababan, Hamonangan Siallaganhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2851Senandung Alam Bumi Borneo sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis2026-06-19T16:14:46+00:00Florentinie Crisik Atingflorentinieating@gmail.com<p>Penciptaan karya seni lukis “Senandung Alam Bumi Borneo” membahas tentang hubungan harmonis antara kekayaan alam dan identitas budaya Kalimantan Barat yang divisualisasikan melalui simbol-simbol flora, fauna, dan unsur tradisi lokal. Dalam karya ini, gong tradisional dimaknai sebagai representasi denyut kebudayaan dan suara leluhur yang terus hidup di tengah masyarakat Borneo. Burung enggang dihadirkan sebagai simbol kemuliaan, spiritualitas dalam budaya Dayak, sedangkan trenggiling merepresentasikan keseimbangan ekosistem serta pentingnya pelestarian satwa endemik. Kehadiran bunga sepatu dan kantong semar memperkuat karakter visual hutan tropis Kalimantan yang eksotis dan sakral. Fokus penciptaan diarahkan pada pengimajinasian alam Borneo sebagai ruang budaya yang menyatu dengan kehidupan manusia. Tujuan penciptaan karya ini adalah memvisualisasikan keharmonisan hubungan manusia, budaya, dan alam melalui medium seni lukis serta menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal. Manfaat dari penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media refleksi dan edukasi bagi Masyarakat mengenai pentingnya menjaga identitas budaya serta keberlangsungan ekosistem Borneo di tengah perkembangan zaman. Metode penciptaan menggunakan tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan pendekatan surealis dekoratif yang menitikberatkan pada pengolahan simbol, detail ornament, dan komposisi visual puitis. Hasil penciptaan diwujudkan dalam karya seni lukis berjudul “Senandung Alam Bumi Borneo” yang menampilkan perpaduan flora endemik, satwa khas Borneo, dan simbol budaya tradisional dalam satu kesatuan visual yang harmonis. Karya ini menghadirkan suasana hutan Borneo yang mistis, tenang, dan sakral sebagai representasi keindahan alam sekaligus identitas budaya nusantara.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Florentinie Crisik Atinghttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2849Efektivitas Penggunaan Aplikasi Nearpod sebagai Multimedia Interaktif dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa2026-06-19T15:02:34+00:00Miftahul Husnahmiftahulhusnah33@gmail.comMartin Kustatimartinkustati@uinib.ac.idGusmirawatigusmirawati27@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran multimedia interaktif menggunakan aplikasi Nearpod terhadap hasil belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Fikih di MTsN 1 Padang.Perkembangan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih di MTsN 1 Padang yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional dan kurangnya media pembelajaran interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan jenis <em>quasi experiment</em> menggunakan desain <em>Pretest-Posttest</em> <em>Control Group Design</em>. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi <em>Nearpod</em> berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai <em>post-test</em> kelas eksperimen sebesar 81,33 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 73,64. Uji <em>Independent Sample T-test</em> menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) < 0,001 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya, penggunaan multimedia interaktif berbasis Nearpod efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fikih.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Miftahul Husnah, Martin Kustati, Gusmirawatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2852Analisis Peran Panti Santa Dymphna dalam Penanganan Masalah Sosial ODGJ di Wilayah Maumere2026-06-19T23:14:49+00:00Hendrikus Nandito Timunanditotimu8@gmail.comFrederikus Kevin Janggurjanggurkevin66@gmail.comFransiskus Xaverius Busaxaverius3@gmail.comDionisius Afganius Mbete Patidionisiusmbete@gmail.comFransiskus Bungsu Nosifransiskusbungsunosi@gmail.comKastoria Karolus Sadokarolsado13@gmail.comHendrikus Thomas Temongmerethomastmr07@mail.comEdita Nona Icheeditanonaiche@gmail.com<p>Keberadaan manusia dengan riwayat gangguan jiwa atau yang sering dikenal dengan ODGJ menjadi suatu permasalahan sosial yang dinilai cukup urgen. Permasalahan ini terjadi karena adanya gangguan baik secara fisik maupun emosional yang dialami seorang ODGJ yang kurang lebih turut memengaruhi perkembangan psikis dan kepribadiannya. Salah satu cara yang ditawarkan untuk mengatasi kasus ini adalah dengan melakukan rehabilitasi mental dan psikis di panti ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panti St Dymphna dalam menangani kasus ODGJ di wilayah maumere. Dengan menjadikan panti St Dymphna sebagai locus utama, penelitian ini berupaya untuk melihat dan menijau sejauh mana panti berkontribusi sebagai pusat rehabilitasi bagi para ODGJ di wilayah Maumere. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengamati secara cermat fenomena ODGJ dari prespektif filosofis menurut pandangan Michel Foucault dan mengaitkannya dengan peran lembaga panti St Dymphna dalam menangani ODGJ di wilayah Maumere. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dibuat dengan melakukan wawancara bersama beberapa informan yang turut berkontribusi bagi perkembangan dan keberlangsungan panti. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata ODGJ di wilayah Maumere mengalami tekanan psikologis akibat depresi dan stres yang menyebabkan psikis dan mental mereka terganggu. Sehingga untuk mengatasi hal ini mereka perlu mendapat perhatian melalui pembinaan khusus di panti yang dinilai mampuh memulihkan mental dan psikis serta mengembalikan kepercayaan diri mereka yang hilang karena stigma buruk yang diberikan kepada ODGJ. Hasil penelitian ini dinilai relevan dengan teori Mchel Foucault yang melihat kondisi kegilaan sebagai kondisi dimana manusia kehilangan kekuasaan atas dirinya sendiri.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hendrikus Nandito Timu, Frederikus Kevin Janggur, Fransiskus Xaverius Busa, Dionisius Afganius Mbete Pati, Fransiskus Bungsu Nosi, Kastoria Karolus Sado, Hendrikus Thomas Temongmere, Edita Nona Ichehttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2857Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Budaya Mutu untuk Mendukung Prestasi Siswa2026-06-21T04:27:28+00:00Marlina Rahayu marlinarahayuspdi@gmail.comaApen Agustendraapenagustendra94@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan budaya mutu untuk mendukung prestasi siswa pada SDN Ciung Wanara dan SDN Sindang Sono Kecamatan Pagaden Barat Kabupaten Subang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa yang dipilih secara purposif karena memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan program budaya mutu sekolah. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah pada kedua sekolah telah menjalankan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Program budaya mutu diwujudkan melalui pembiasaan disiplin, penguatan karakter, literasi, peningkatan kualitas pembelajaran, pembinaan prestasi akademik dan nonakademik, serta evaluasi program secara berkala. Kendala yang dihadapi berbeda pada setiap lokus. SDN Ciung Wanara menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana serta kebutuhan pemeliharaan fasilitas, sedangkan SDN Sindang Sono menghadapi tantangan budaya senioritas dan belum optimalnya dukungan masyarakat. Strategi yang dikembangkan juga berbeda, yaitu pendekatan kolaboratif pada SDN Ciung Wanara dan pendekatan kekeluargaan pada SDN Sindang Sono. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan budaya mutu sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manajerial kepala sekolah, tetapi juga oleh kemampuannya membangun partisipasi, komunikasi, kolaborasi, dan rasa memiliki dari seluruh warga sekolah serta pemangku kepentingan pendidikan.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Marlina Rahayu , aApen Agustendrahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2837Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Papan Hitung Matematika (Pahima) Terhadap Pemecahan Masalah Matematika Siswa Di Sdit Al-Zahira Banten2026-06-19T17:12:50+00:00Rafika Silfiyantywafiksholihah@gmail.comIka Evitasari Arisikaevitasariaris@gmail.comFauzi Fadliansyahfauzifadliansyah26@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model <em>Discovery learning</em> berbantuan media Papan Hitung Matematika (PAHIMA) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di SDIT Al-Zahira Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (<em>quasi experimental design</em>) dan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SDIT Al-Zahira Banten tahun pelajaran 2025/2026 yang berjumlah 32 siswa. Sampel penelitian terdiri atas 16 siswa kelas V-A sebagai kelas eksperimen dan 16 siswa kelas V-B sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan <em>Independent Sample t-Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai <em>pretest</em> kelas eksperimen sebesar 63 meningkat menjadi 87,5 pada <em>Posttest</em>. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, sedangkan uji homogenitas menunjukkan bahwa data bersifat homogen dengan nilai signifikansi 0,392 > 0,05. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,023 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model <em>Discovery learning</em> berbantuan media Papan Hitung Matematika (PAHIMA) berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di SDIT Al-Zahira Banten.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rafika Silfiyanty, Ika Evitasari Aris, Fauzi Fadliansyahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2835Pengaruh Model Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Media Pop Up Book Terhadap Pemahaman Siswa Kelas V SDN Panosogan 22026-06-22T00:47:32+00:00Sulistiawatisulishtiawati@gmail.comFauzi Fadliansyahfauzifadliansyah26@gmail.comIka Evitasari Arisikaevitasariaris@gmai.com<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemahaman siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Jigsaw berbantuan media Pop Up Book terhadap pemahaman siswa kelas V SDN Panosogan 2. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre experimental melalui rancangan One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 33 siswa kelas V SDN Panosogan 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji hipotesis (Paired Sample t-Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 50,30 meningkat menjadi 72,20 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh rata-rata sebesar 0,44 yang termasuk kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran Jigsaw berbantuan media Pop Up Book berpengaruh dan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman materi Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN Panosogan 2.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sulistiawati, Fauzi Fadliansyah, Ika Evitasari Arishttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2855Analisis Manajemen Risiko Teknologi Informasi pada PT XYZ Menggunakan ISO 31000:20182026-06-22T01:53:40+00:00Mayer Dani Sitompulmayerdanis11@gmail.comRisky Surya Saputrariskysuryasaputra40@gmail.comSri Andayaniandayani_s@ukmc.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen risiko teknologi informasi pada PT XYZ menggunakan kerangka kerja ISO 31000:2018. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menemukan sepuluh risiko TI yang dapat mengganggu operasional perusahaan, dengan empat risiko berkategori High yaitu kehilangan data, serangan siber, server down, dan kebocoran informasi, serta enam risiko berkategori Medium. Rekomendasi pengendalian risiko meliputi penerapan backup data, peningkatan keamanan sistem, pemeliharaan infrastruktur, pemulihan bencana, dan peningkatan kesadaran pengguna. Penerapan ISO 31000:2018 membantu perusahaan mengelola risiko TI secara sistematis untuk menjaga keberlangsungan operasional.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mayer Dani Sitompul, Risky Surya Saputra, Sri Andayanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2847 Refleksi Guru dalam Membangun Keteladanan pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Melalui Penerapan Living Values Education (LVE)2026-06-22T02:54:23+00:00Vina Fitria Rahmahvinafitriarahmah15@gmail.comDewi Pauziahdewipauziah098@gmail.comDika RahmadaniaDikarahmadania1010@gmail.comAulia Mulandiaauliamullandi@gmail.comlia Fathur hoeriyahliafathur85@gmail.comAulia Aenul Hayatiaulia19@gmail.com<p>Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Namun, berbagai tantangan pada era digital, seperti pengaruh media sosial dan menurunnya kepedulian sosial, menuntut adanya penguatan pendidikan karakter yang lebih efektif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui keteladanan guru yang didukung oleh refleksi pembelajaran dan penerapan <em>Living Values Education</em> (LVE). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik refleksi guru dalam membangun keteladanan pada pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui penerapan <em>Living Values Education</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah guru Pendidikan Pancasila di sekolah dasar yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi guru berperan penting dalam mengevaluasi proses pembelajaran, memahami kebutuhan peserta didik, serta memperbaiki strategi pembelajaran secara berkelanjutan. Keteladanan guru diwujudkan melalui perilaku disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kesopanan, dan sikap menghargai perbedaan yang menjadi bentuk nyata penerapan <em>Living Values Education</em>. Implementasi nilai-nilai LVE dilakukan melalui kegiatan diskusi, bermain peran, kerja kelompok, refleksi diri, serta program pembiasaan sekolah. Keberhasilan penerapan LVE didukung oleh komitmen guru, dukungan sekolah, dan kerja sama orang tua, sedangkan perbedaan latar belakang siswa dan pengaruh media sosial menjadi faktor penghambat. Dengan demikian, refleksi guru dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor penting dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila.</p>2026-06-22T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Vina Fitria Rahmah, Dewi Pauziah, Dika Rahmadania, Aulia Mulandi, lia Fathur khoeriyah, Aulia Aenul Nur Hayatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2882Variasi Pola Pengasuhan dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak Usia Dini: Studi Kualitatif pada Empat Keluarga2026-06-22T12:08:49+00:00Euis Mila Nur Liaeuimlnrla@gmail.comYowanda Luthfiyowandaluthfi@gmail.comMaria Sintiamariasintia2303@gmail.comFatimah Anzila Sakinatisakinatifatimahanazila@gmail.comDevina Saharanisaharanidevina08@gmail.comAdila Nafal Laura AyuAdilanafal54@gmail.comPutri Aulia Rahmaputriauliaarhmh@gmail.comDina Apryanidina.apryani@fkip.unila.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan variasi pola pengasuhan pada keluarga yang memiliki anak usia dini serta perannya dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi terstruktur pada bulan Mei 2026 terhadap empat keluarga di Provinsi Lampung yang memiliki anak berusia 1 bulan hingga 5 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi pola pengasuhan, yaitu pengasuhan langsung oleh orang tua kandung, sistem multi-caregiver dengan pengasuh sekunder, dan co-parenting multigenerasi yang melibatkan kakek dan nenek. Setiap keluarga menerapkan strategi pemenuhan kebutuhan dasar, nutrisi, dan stimulasi perkembangan yang disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, serta kebutuhan anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengasuhan tidak ditentukan oleh bentuk pengasuhan tertentu, melainkan oleh kualitas interaksi, konsistensi pemberian stimulasi, dan kerjasama yang baik antara pengasuh dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini secara optimal.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Euis Mila Nur Lia, Yowanda Luthfi, Maria Sintia, Fatimah Anzila Sakinati, Devina Saharani, Adila Nafal Laura Ayu, Putri Aulia Rahma, Dina Apryanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2883Peran Pendidikan Agama Islam Berbasis Hadis dalam Membentuk Etika Profesi Pendidik2026-06-22T12:31:37+00:00Miftahul Husnahmiftahulhusnah33@gmail.comFirdaus Sutan Mamadfirdaus_mamad@uinib.ac.idUrwatul WusqaUrwatulwusqa@uinib.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berpijak pada sumber hadis Nabi Muhammad SAW sebagai landasan normatif dalam membentuk etika profesi pendidik. Krisis etika yang muncul di kalangan pendidik di Indonesia mencakup dekadensi moral, rendahnya integritas akademik, dan melemahnya keteladanan mendorong urgensi kajian ini. Meskipun literatur tentang etika pendidik telah berkembang, penelitian yang secara spesifik menelaah hadis-hadis kependidikan sebagai kerangka etis yang operasional dan implementatif masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode <em>library research</em> (kajian pustaka), di mana sumber primer berupa kitab-kitab hadis muktabar dan sumber sekunder meliputi buku, jurnal, dan karya ilmiah relevan. Analisis dilakukan melalui content analysis dan pendekatan hermeneutika hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis-hadis kependidikan memuat minimal empat dimensi etika profesi pendidik: (1) dimensi niat dan keikhlasan (<em>al-niyyah</em>), (2) dimensi keteladanan moral (<em>al-uswah al-hasanah</em>), (3) dimensi kasih sayang dan empati (al-rahmah), dan (4) dimensi tanggung jawab dan amanah (<em>al-mas'uliyyah</em>). Keempat dimensi ini secara sinergis membentuk konstruk etika profesi yang komprehensif, yang relevan dan dapat dioperasionalkan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer di Indonesia. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka etika pendidik berbasis hadis yang belum banyak dikaji secara sistematis.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Miftahul Husnah, Firdaus Sutan Mamad, Urwatul Wusqahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2871Nilai Tanggung Jawab dalam Living Values Education (LIVE)2026-06-22T12:43:22+00:00Fany Afrilianifanyafrilianifanyafriliani@gmail.comRahma Ayu Agistianiayuagistianirahma@gmail.comMelati Simbolonmelatisimbolon905@gmail.comCecillia Asanoacecilliaaa@gmail.comSela Mitasssyelamita@gmail.comAulia Aenul Hayatiauliya.aenul@ugj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai tanggung jawab dalam Living Values Education (LVE) pada peserta didik kelas II SD. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, dengan menggunakan wawancara dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Temuan menunjukkan bahwa rutinitas seperti tugas kelas, menjaga kebersihan kelas, membersihkan bahan pembelajaran, membawa perlengkapan sekolah sendiri, menyerahkan tugas tepat waktu, dan mengikuti kebijakan sekolah semuanya membantu menanamkan nilai tanggung jawab. Penguatan positif, pendekatan humanistik, dan teladan guru semuanya membantu menerapkan prinsip tanggung jawab. Selain itu, ideologi Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh mencerminkan kearifan lokal Sundanese yang menggarisbawahi pentingnya tanggung jawab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Living Values Education mampu membantu peserta didik mengembangkan perilaku bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fany Afrilian, Rahma Ayu Agistiani, Melati Simbolon, Cecillia Asano, Sela Mita, Aulia Aenul Hayatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2865Analysis of the Influence of Interpersonal Communication, Communication Style and Communication Strategy on the Performance of Educators at Sespimti Polri2026-06-22T13:22:12+00:00Rukruk Rukminipimti32@gmail.comIke Junita Triwardhaniike21@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis pengaruh komunikasi interpersonal, gaya komunikasi, dan strategi komunikasi terhadap kinerja pendidik di Sespimti Polri. Komunikasi yang efektif merupakan faktor penting dalam pendidikan kepemimpinan kepolisian untuk memastikan hasil pembelajaran yang optimal serta pengembangan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh langsung komunikasi interpersonal, gaya komunikasi, dan strategi komunikasi terhadap kinerja pendidik. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap 49 pendidik senior yang telah mengajar selama lebih dari sepuluh tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui besaran dan signifikansi hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal, gaya komunikasi, dan strategi komunikasi secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pendidik. Strategi komunikasi memberikan kontribusi pengaruh yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan model kinerja berbasis komunikasi serta implikasi praktis bagi peningkatan kualitas pembelajaran di institusi pendidikan berbasis kepemimpinan.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rukruk Rukmini, Ike Junita Triwardhanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2870Filsafat Hukum: Sejarah, Karakteristik dan Perannya dalam Sistem Hukum2026-06-22T13:30:53+00:00Sherly Kartika Devisherlykd08@gmail.comLilislilisss31316@gmail.comHasana Ina Goranginatang25@gmail.comNasywa Kayla N.Awawaakaylaa@gmail.comElviandrielviandri22@gmail.com<p>Filsafat hukum merupakan cabang ilmu yang mempelajari hakikat, tujuan, nilai, dan dasar keberlakuan hukum dalam kehidupan masyarakat. Filsafat hukum tidak hanya memandang hukum sebagai kumpulan peraturan yang bersifat mengikat, tetapi juga sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Penulisan ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan filsafat hukum, peranannya dalam pembentukan dan pengembangan sistem hukum, serta relevansinya dalam mewujudkan tujuan hukum pada sistem hukum modern. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan filosofis yang didasarkan pada studi kepustakaan terhadap berbagai literatur dan pemikiran para ahli hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat hukum telah berkembang sejak masa Yunani Kuno melalui pemikiran Socrates, Plato, dan Aristoteles yang menempatkan keadilan sebagai inti dari hukum. Perkembangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh pemikir Romawi seperti Cicero yang memperkenalkan konsep hukum alam sebagai dasar universal bagi pembentukan hukum. Dalam pembentukan sistem hukum, filsafat hukum berperan sebagai landasan konseptual, normatif, dan etis yang memberikan arah bagi pembentukan peraturan perundang-undangan agar sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, filsafat hukum berfungsi sebagai sarana evaluasi dan pembaruan hukum sehingga hukum mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi. Dalam konteks sistem hukum modern, filsafat hukum memiliki relevansi yang sangat penting karena mampu menjembatani hubungan antara keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan. Ketiga tujuan hukum tersebut harus diwujudkan secara seimbang agar hukum tidak hanya memiliki kekuatan mengikat secara formal, tetapi juga memberikan perlindungan, ketertiban, dan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan demikian, filsafat hukum menjadi fondasi intelektual dan moral yang berperan penting dalam menciptakan sistem hukum yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada tercapainya tujuan hukum yang ideal.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sherly Kartika Devi, Lilis, Hasna Ina Gorang, Nasywa Kayla N.A, Elviandrihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2881Transformasi Tenun Melayu Menjadi Ekonomi Kreatif Lokal: Studi Kasus Rumah Tenun Kampung Bandar2026-06-22T11:28:13+00:00Zikra Afdhilazikra.afdhila6613@student.unri.ac.idEva Indriyani eva.indriyani2580@student.unri.ac.idNadya Montananadya.montana2501@student.unri.ac.idNazwa Keysa Ningrumnazwa.keysa6438@student.unri.ac.idZahra Nabilazahra.nabila5842@student.unri.ac.idAdisza Yendri Ramaditaadisza.yendri3434@student.unri.ac.idHambalihambali@lecture.unri.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis proses transformasi Tenun Melayu di Rumah Tenun Kampung Bandar sebagai bentuk adaptasi budaya dan penguatan ekonomi kreatif lokal. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, penelitian ini menemukan bahwa transformasi tenun berlangsung secara evolutif melalui lima tahap utama: pelestarian, adaptasi, inovasi, komodifikasi, dan globalisasi. Tenun Melayu tidak lagi sekadar simbol adat, melainkan menjadi identitas kolektif dan sumber ekonomi masyarakat, terutama bagi perempuan. Dukungan pemerintah, digitalisasi pemasaran, serta inovasi desain memperkuat keberlanjutan industri ini. Namun, keterbatasan modal, regenerasi pengrajin muda, dan ancaman produk imitasi menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, Tenun Melayu terbukti mampu mengintegrasikan nilai budaya dan ekonomi secara berkelanjutan, menjadikannya model ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal yang memberdayakan perempuan dan menjaga identitas budaya Melayu.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Zikra Afdhila, Eva Indriyani , Nadya Montana, Nazwa Keysa Ningrum, Zahra Nabila, Adisza Yendri Ramadita, Hambalihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2863Analisis Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSIA Zainab Pekanbaru Menggunakan Metode USG dan Fishbone2026-06-23T03:08:56+00:00Nur Laili Farhiyahnurlailifarhiyah@gmail.comHetty Ismainarhetty21@gmail.com<p>Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan instrumen strategis dalam mendukung efektivitas pelayanan dan pengambilan keputusan manajerial rumah sakit, namun implementasinya di RSIA Zainab Pekanbaru masih menghadapi berbagai kendala sistemik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi aktual pengelolaan SIMRS di RSIA Zainab, mengidentifikasi akar masalah, serta merumuskan alternatif solusi perbaikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan informan kunci dan pendukung dari berbagai unit pengguna SIMRS, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan pendekatan PIECES untuk menilai performa sistem, metode Urgency-Seriousness-Growth (USG) untuk menentukan prioritas masalah, serta diagram fishbone untuk menelusuri akar penyebab masalah pada komponen Man, Method, Material, Machine, Money, dan Environment. Hasil penelitian menunjukkan masalah prioritas tertinggi adalah kinerja SIMRS yang belum efektif dan efisien (skor USG 15), diikuti keterbatasan SDM (skor 13) dan minimnya sarana prasarana (skor 12). Analisis fishbone mengonfirmasi bahwa permasalahan bersifat multidimensional dan saling berkaitan. Rencana intervensi disusun melalui pendekatan 5M+E mencakup pelatihan SDM, penyusunan SOP, penguatan infrastruktur, perbaikan modul sistem, alokasi anggaran, dan penguatan budaya digital guna mendukung peningkatan mutu pelayanan RSIA Zainab secara berkelanjutan.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nur Laili Farhiyah, Hetty Ismainarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2902Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global: Belajar dari Pelemahan Rupiah, Perang Narasi Ekonomi, dan Perbandingan Krisis 1998 dengan Kondisi Saat Ini2026-06-24T01:10:09+00:00Firmansyahfirmansyah@doktoral.idu.ac.idTotok Iman Santoso Totok@gmail.comEdwin Edwin@gmail.com<p>Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, kenaikan suku bunga global, serta dinamika geopolitik internasional telah memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah sering kali dijadikan indikator kerentanan ekonomi nasional dan diperkuat oleh berkembangnya perang narasi ekonomi yang berpotensi memengaruhi persepsi publik dan investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak global, mengidentifikasi faktor penyebab pelemahan rupiah, membandingkan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis moneter tahun 1998, serta merumuskan strategi penguatan ketahanan ekonomi nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun 1998, ditandai dengan independensi Bank Indonesia, inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, sistem perbankan yang sehat, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih baik. Tantangan terbesar bukan hanya berasal dari tekanan eksternal, tetapi juga perang narasi ekonomi yang dapat menciptakan kepanikan kolektif apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ketahanan ekonomi berbasis ekonomi Pancasila, transformasi digital, hilirisasi industri, dan peningkatan literasi ekonomi masyarakat</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Firmansyah, Totok Iman Santoso , Edwin http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2876 Pengaruh Media Buku Cerita Bergambar Melalui Model Direct Intruction Terhadap Minat Baca Siswa Kelas 2 SDN Serdang 22026-06-23T03:28:35+00:00Aliyahaliahajh8@gmail.comIka Evitasari Arisikaevitasariaris@gmail.comFauzi Fadliansyahfauzifadliansyah26@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca siswa kelas II SDN Serdang 2 yang ditunjukkan melalui kurangnya antusiasme siswa dalam kegiatan membaca dan rendahnya ketertarikan terhadap bahan bacaan yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Buku Cerita Bergambar melalui model Direct Instruction terhadap minat baca siswa kelas II SDN Serdang 2. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental dan desain One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 25 siswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan meliputi angket minat baca, lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas Shapiro-Wilk, uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-Test, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat baca siswa meningkat dari 76,76 pada pretest menjadi 91,28 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi pretest sebesar 0,080 dan posttest sebesar 0,244. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan media Buku Cerita Bergambar melalui model Direct Instruction terhadap minat baca siswa. Selain itu, hasil uji N-Gain memperoleh rata-rata sebesar 0,6315 atau 63,15% yang termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, media Buku Cerita Bergambar melalui model Direct Instruction terbukti cukup efektif dalam meningkatkan minat baca siswa kelas II SDN Serdang 2.</p> <p> </p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aliyah, Ika Evitasari Aris, Fauzi Fadliansyahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2866Menafsir Ulang Piagam Madinah: Solusi Historis untuk Mengelola Pluralisme dan Identitas di Era Globalisasi2026-06-23T03:40:05+00:00Alif Mochamad Ridwanalif.mochamad@mhs.unj.ac.idFildzah Ameliafildzah.amelia@mhs.unj.ac.idDina Wulandaridina.wulandari@mhs.unj.ac.idFahreza Achmad Rizkyfahrezhaachmadrizky@gmail.comAbdul Fadhilabdul_fadhil@unj.ac.id<p>Era globalisasi dan kemajuan teknologi tidak hanya menciptakan ruang sosial yang semakin majemuk, tetapi juga memicu tantangan serius berupa krisis identitas, intoleransi, dan polarisasi sosial di tengah masyarakat multikultural. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi dan menafsirkan ulang Piagam Madinah sebagai paradigma historis dan normatif dalam tata kelola pluralisme serta penyelesaian kontestasi identitas di era kontemporer. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif melalui metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari naskah Piagam Madinah serta literatur terkait, yang kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piagam Madinah menawarkan model pengelolaan keberagaman melalui konsep ummah. Konsep ini terbukti berhasil menyatukan kelompok masyarakat yang berbeda agama dan etnis ke dalam satu kesatuan komitmen sosial tanpa menghapus identitas asli mereka. Tata kelola ini dibangun di atas prinsip toleransi, kesetaraan, kebebasan beragama, keadilan hukum, dan tanggung jawab kolektif. Sebagai kesimpulan, nilai-nilai fundamental dalam Piagam Madinah sangat relevan untuk diadopsi pada masyarakat modern guna menangkal radikalisme dan politik identitas eksklusif. Hal ini dapat diwujudkan melalui penguatan moderasi beragama, pendidikan pluralisme, dan budaya musyawarah (syura) untuk mencapai integrasi sosial dan harmoni global.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alif Mochamad Ridwan, Fildzah Amelia, Dina Wulandari, Fahreza Achmad Rizky, Abdul Fadhilhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2874Strategi Guru Strategi Guru Dalam Menstimulasi Kemampuan Berpikir Logis Anak Usia 5-6 Tahun di TK Adhyaksa XII Kendari2026-06-22T09:22:56+00:00Nurfiananurfiana38@gmail.comMuamal GadafiMuamal.gadafi@yahoo.co.idSri Yuliani Mustar Sriyulianimustar91@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan strategi pembelajaran guru serta mengidentifikasi komponen strategi pembelajaran dalam menstimulasi kemampuan berpikir logis anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek dua orang guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, , dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) strategi pembelajaran guru dilaksanakan melalui pembelajaran aktif secara sistematis, dimulai dari pemahaman materi, penetapan tujuan, pemilihan strategi, hingga perancangan kegiatan yang menarik dan kontekstual. Guru membimbing anak melalui diskusi dan tanya jawab sehingga anak dapat berpikir, mengamati, mencoba, dan menemukan jawaban secara langsung; (2) komponen strategi pembelajaran meliputi tujuan, materi, metode, dan media pembelajaran. Guru memanfaatkan media audio visual dan konkret, melakukan penilaian berkelanjutan, memberikan umpan balik, serta melakukan refleksi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kesimpulan penelitian ini adalah strategi pembelajaran guru dalam menstimulasi kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun dilaksanakan melalui pembelajaran aktif yang sistematis dengan komponen tujuan, materi, metode, dan media sehingga mampu mendukung perkembangan berpikir logis anak secara optimal.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nurfiana, Muamal Gadafi, Sri Yuliani Mustar http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2597Kompetensi Guru PAUD Pada Kelas Inklusi di TK Setara Kids School Kendari2026-06-23T05:21:29+00:00Wulanwulanulanwulan8@gmail.comSitti Rahmaniar AbubakarSitirahmaniar@gmail.comDamsir Ddamsir_fkip@uho.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi guru dalam pelaksanaan pendidikan inklusi, khususnya dalam menangani anak berkebutuhan khusus di lembaga PAUD. Guru pada kelas inklusi dituntut memiliki kemampuan pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, adaptif, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi guru PAUD pada kelas inklusi di TK Setara Kids School Kendari. Penelitian ini dilaksanakan di TK Setara Kids School Kendari dengan subjek penelitian yaitu guru kelas inklusi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan dua model yaitu, model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Penelitian ini juga menggunaka Teknik analisis data dalam bentuk presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru PAUD pada kelas inklusi di TK Setara Kids School Kendari telah terlaksana melalui empat kompetensi utama. Kompetensi pedagogik terlihat dari kemampuan guru memahami karakteristik anak berkebutuhan khusus, menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, melakukan adaptasi kurikulum, dan melaksanakan penilaian perkembangan anak sesuai kebutuhan individu. Kompetensi kepribadian ditunjukkan melalui sikap menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus, bersikap sabar, memiliki empati, serta mendorong partisipasi aktif anak dalam pembelajaran. Kompetensi profesional terlihat dari pemahaman guru terhadap karakteristik anak autis, penggunaan teknologi atau alat bantu pembelajaran, serta keterlibatan guru dalam pelatihan dan pengembangan keprofesian berkelanjutan. Kompetensi sosial tampak melalui kemampuan guru berkomunikasi dan bekerja sama dengan sesama guru, shadow teacher, tenaga profesional, dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa guru PAUD pada kelas inklusi di TK Setara Kids School Kendari telah menerapkan kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial secara terpadu dalam mendukung pelaksanaan pendidikan inklusif.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wulan, Sitti Rahmaniar Abubakar, Damsir Dhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2904Pelatihan Konselor Sebaya Tentang Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja di DPPKB Kabupaten Karawang2026-06-24T08:31:28+00:00Silvi Nurrohmah2210631040053@student.unsika.ac.idIka Rizqi Meilyaika.rizqi@fkip.unsika.ac.idNia Hoerniasihnia.hoerniasih@staff.unsika.ac.id<p>Permasalahan kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting karena fase transisi ini rentan terhadap perilaku berisiko. Keterbatasan pengetahuan berdampak pada pernikahan dini, kehamilan tidak diinginkan, dan perilaku berisiko, sementara remaja sulit terbuka kepada orang dewasa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan konselor sebaya dalam pendidikan kesehatan reproduksi remaja di DPPKB Kabupaten Karawang. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dihimpun dari pengelola, fasilitator, dan konselor sebaya melalui wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan terlaksana secara sistematis melalui model ADDIE. Faktor pendukung meliputi pengembangan diri, dukungan kelembagaan, dan kepercayaan lingkungan, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan kompetensi awal, kurangnya dukungan lingkungan sekolah, dan tabu isu kesehatan reproduksi. Pascapelatihan, pengetahuan konselor sebaya meningkat signifikan pada indikator sistem reproduksi, kebersihan organ, kesadaran risiko, serta tanggung jawab peran.</p>2026-06-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Silvi Nurrohmah, Ika Rizqi Meilya, Nia Hoerniasihhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2911Pemanfaatan Media Digital Interaktif dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Anak Usia Dini di Era 5.02026-06-24T07:01:28+00:00Yuni Stevaniyunistevani01@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media digital interaktif dalam mengembangkan kemampuan literasi anak usia dini di era Society 5.0. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) terhadap 23 artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2026, bersumber dari berbagai database akademik seperti Google Scholar, SpringerLink, ERIC, dan JSTOR. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital interaktif, yang mencakup permainan edukatif berbasis digital, augmented reality (AR), buku cerita digital interaktif, dan aplikasi pembelajaran, terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi anak usia dini secara multidimensi, meliputi keaksaraan awal, literasi bahasa, literasi numerasi, literasi digital, serta literasi keuangan. Media-media tersebut mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak dalam belajar, memotivasi minat belajar, dan menstimulus perkembangan kognitif serta bahasa anak. Namun demikian, efektivitas penggunaannnya sangat bergantung pada kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan media tersebut secara pedagogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan media digital interaktif perlu diposisikan bukan sekadar alat teknologi, melainkan sebagai ekosistem pembelajaran yang menempatkan anak sebagai subjek aktif dan guru sebagai pengendali pedagogis, sejalan dengan prinsip human-centered learning dalam era Society 5.0.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yuni Stevanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2892Meningkatkan kemampuan kognitif Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Melalui Pembelajaran Berbasis Kemaritiman di Kelompok B TK Tunas Muda Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton2026-06-24T07:46:39+00:00Dilya Astutidilyaastuti3@gmail.comSri Yuliani Mustarsriyulianimustar91@uho.ac.idDamsir Ddamsir_fkip@uho.ac.id<p>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah kemampuan kognitif anak dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis kemaritiman di kelompok B TK Tunas Muda kecamatan lasalimu kabupaten buton?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak dalam pembelajaran berbasis kemaritiman Di Kelompok B TK Tunas Muda kecamatan lasalimu kabupaten buton. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak-anak di TK Tunas Muda yang berjumlah sebanyak 15 orang siswa yang terdiri dari 6 anak Perempuan dan 9 orang anak laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus. Tahap-tahap dalam penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan (observasi), (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh nilai persentase sebesar 66,67% dan meningkat pada siklus II 91,67%. Sedangkan, observasi aktivitas belajar anak siklus I diperoleh nilai persentase sebesar 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 91,67%. Hasil belajar anak pada siklus I memperoleh nilai 75% dan meningkat pada siklus II menjadi 91,67. Dengan demikian penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan kemampuan kognitif anak dapat ditingkatkan melalui pembelajaran berbasis kemaritiman di kelompok B TK Tunas Muda Kecamatan lasalimu kabupaten buton.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dilya Astuti, Sri Yuliani Mustar, Damsir Dhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2848Exploring the Sources of Self-Efficacy Perceived by High-Achieving Students in Speaking Performance2026-06-22T04:35:26+00:00Muhammad Hafid Chusainimhafidchusaini@gmail.com<p>This study explores the sources of self-efficacy in English-speaking performance among high-achieving EFL students. A qualitative case study design was employed involving five eleventh-grade students from a public senior high school in Surabaya, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews to obtain in-depth insights into students’ lived experiences in speaking English. The data were analyzed using thematic analysis to identify patterns related to four sources of self-efficacy: enactive mastery experience, vicarious experience, social persuasion, and physiological and affective states. The findings show that all four sources contribute to the development of self-efficacy, but social persuasion emerges as the most dominant factor. Teacher feedback and parental support significantly strengthen students’ confidence in speaking English. Vicarious experience functions in two ways, as it can increase motivation when observing successful peers, but also trigger self-doubt in competitive environments. Enactive mastery experience is strongly shaped by preparation habits and perfectionist tendencies, which may weaken confidence despite high academic achievement. Physiological and affective states such as anxiety and nervousness are commonly experienced but managed through coping strategies and cognitive regulation. The study concludes that self-efficacy among high-achieving students is not only determined by personal achievement but is strongly influenced by social and environmental factors that shape confidence in speaking performance.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hafid Chusainihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2900Transformasi Ekonomi Melalui Sinergi Kolektif : Studi Kasus Pendirian, Dinamika Keanggotaan, dan Strategi Komunikasi Penyuluhan Koperasi Pertanian di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil2026-06-24T08:47:45+00:00Rahmawan Cibromawancibro55@gmail.comArsan Rolanda Pratamaarsanrolanda@yahoo.co.id<p>Penelitian ini mengkaji transformasi ekonomi melalui pendirian koperasi pertanian di Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil. Tujuan penelitian adalah menganalisis tahapan strategis pendirian, dinamika keanggotaan, integrasi rantai pasok, serta strategi komunikasi penyuluhan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan melalui kajian literatur dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan koperasi bertumpu pada karakter pelopor, kepatuhan organisasi terhadap mekanisme otonomi anggota, penguasaan rantai pasok dari hulu ke hilir, serta efektivitas komunikasi penyuluhan secara partisipatif. Sinergi dan kolaborasi kelembagaan antara koperasi, BUMDes, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil sangat krusial bagi keberlanjutan bisnis.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rahmawan Cibro, Arsan Rolanda Pratamahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2897Andalusia: Ketika Islam, Kristen, dan Yahudi Hidup Berdampingan dalam Keemasan Ilmu2026-06-23T23:58:28+00:00Adinda Wardah Fitriahwardahadinda18@gmail.comSirojuddin As"adsirojuddin.asad@mhs.unj.ac.idMuhammad Fatthar Adha ChiessaMuhammad.fatthar@mhs.unj.ac.idAbdul Fadhilabdul_fadhil@unj.ac.id<p>Artikel ini mengkaji fenomena keberdampingan antara komunitas Muslim, Kristen, dan Yahudi di Andalusia (al-Andalus) dari abad ke-8 hingga ke-15, yang dalam historiografi Barat dikonseptualisasikan sebagai "La Convivencia." Dengan menggunakan metode tinjauan literatur kualitatif yang dikombinasikan dengan analisis isi (content analysis), penelitian ini berargumen bahwa keemasan ilmu di Andalusia tidak dapat dipisahkan dari relasi sosial dan politik yang kompleks di antara ketiga komunitas keagamaan tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, meskipun kolaborasi intelektual lintas agama menghasilkan pencapaian luar biasa dalam bidang filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, dan penerjemahan sebagaimana tercermin dari tokoh-tokoh seperti Ibnu Rusyd, Maimonides, Al-Zahrawi, dan Hasdai ibn Shaprut ketidaksetaraan struktural dalam sistem dzimmi, tuntutan Arabisasi, dan dinamika politik kekhalifahan yang bergejolak tetap menetapkan batas partisipasi inklusif. Institusi seperti perpustakaan besar Cordoba, jaringan bayt al-hikmah, dan Sekolah Penerjemah Toledo menjadi ruang mediasi penting tempat ilmu melintas batas agama dan budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa La Convivencia sebaiknya dipahami bukan sebagai model toleransi sempurna yang diidealkan, melainkan sebagai kondisi dinamis yang memuat baik ruang-ruang inklusivitas maupun batas-batas eksklusivitas yang persisten, sehingga menawarkan refleksi historis yang kritis dan jujur bagi masyarakat Muslim kontemporer, khususnya Indonesia.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Adinda Wardah Fitriah, Sirojuddin As"ad, Muhammad Fatthar Adha Chiessa, Abdul Fadhilhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2905 Strategi Penerapan Sustainable Finance pada Industri Jasa Keuangan dalam Upaya Pembangunan Berkelanjutan Perspektif Al-Qur'an2026-06-24T23:53:17+00:00Rifda Najila Marhamahnajilamarhamah@gmail.comHamka Hasanhamka.hasan@uinjkt.ac.idAhmad Zain Sarnotoahmadzain@ptiq.ac.id<p>Kesadaran bahwa pembangunan ekonomi yang mengorbankan perubahan iklim tidak berkelanjutan telah memaksa banyak perekonomian dan sistem keuangan di seluruh dunia untuk beralih ke sumber pendanaan yang lebih ramah lingkungan guna memastikan pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan dengan jejak lingkungan yang minimal. Degradasi lingkungan hidup, hilangnya keanekaragaman hayati secara masif, serta peningkatan emisi gas rumah kaca global mengharuskan adanya integrasi yang erat antara agenda pembangunan nasional dengan pembiayaan iklim. Sektor jasa keuangan memegang peran krusial melalui instrumen keuangan hijau (green finance) sebagai bagian integral dari keuangan berkelanjutan guna memastikan keselarasan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam semesta. Pendekatan ini menganalisis strategi penerapan keuangan berkelanjutan dari perspektif Al-Qur'an melalui tiga dimensi utama yaitu ekonomi (profit), sosial (people), dan lingkungan hidup (planet). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif melalui studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an secara komprehensif menggariskan prinsip keadilan distribusi, pelarangan eksploitasi berlebihan, dan tanggung jawab manusia sebagai khalifah fi al-ardh demi mencapai kemaslahatan publik (maslahah mursalah) yang holistik.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rifda Najila Marhamah, Hamka Hasan, Ahmad Zain Sarnotohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2909Pengaruh Disiplin Belajar terhadap Motivasi Belajar dan Implikasinya pada Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMAN 1 Singaparna Mata Pelajaran Ekonomi2026-06-25T06:15:20+00:00Aldian Adesa222165093@student.unsil.ac.idKurniawankurniawan@unsil.ac.idRaden Roro Suci Nurdiantiradenrorosucinurdianti@unsil.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya Prestasi Belajar siswa yang diakibatkan oleh Motivasi Belajar siswa yang menurun. Hal ini dilihat dari hasil nilai ulangan harian masih berada di bawah KKM pada mata pelajaran ekonomi sehingga menunjukan Prestasi Belajar siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur seberapa besar pengaruh Disiplin Belajar terhadap Motivasi Belajar serta implikasinya pada Prestasi Belajar siswa secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei dengan desain eksplanatori. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas XI yang berjumlah 231. Teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan cara simple random sampling sampel yang diambil yaitu 147 siswa. Data diperoleh dari hasil penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis jalur (<em>Path Analysis</em>) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian dari pengaruh langsung menunjukan Disiplin Belajar berpengaruh terhadap Motivasi Belajar dengan signifikan 0,001 < 0,005, Motivasi Belajar berpengaruh terhadap Prestasi Belajar dengan signifikansi 0,001 < 0,05 dan Disiplin Belajar berpengaruh terhadap Prestasi Belajar dengan signifikansi 0,001 < 0,05. Kemudian, hasil penelitian dari pengaruh tidak langsung menunjukan Disiplin Belajar berpengaruh terhadap Prestasi Belakar melalui Motivasi Belajar dengan nilai Z-Sobel 3,427. Kesimpulan dari penjelasan ini yaitu Disiplin Belajar berpengaruh terhadap Motivasi Belajar dan secara tidak langsung berpengaruh terhadap Prestasi Belajar siswa.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aldian Adesa, Kurniawan, Raden Roro Suci Nurdiantihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2910When AI Meets Academic Integrity: Chatgpt Use and Plagiarism Awareness in a Pesantren-Based University2026-06-25T05:54:27+00:00Farodis Salsabilafarodiscaca@gmail.comKhoirul HudaKhoirul24@gmail.com<p>Meningkatnya penggunaan alat kecerdasan buatan generatif seperti <a href="https://chatgpt.com?utm_source=chatgpt.com">ChatGPT</a> telah menimbulkan kekhawatiran terkait integritas akademik di pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara penggunaan ChatGPT dalam pengerjaan tugas akademik dan kesadaran plagiarisme pada mahasiswa sarjana di sebuah universitas berbasis pesantren di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 120 mahasiswa sarjana yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self-report yang terdiri atas Skala Penggunaan ChatGPT dan Skala Kesadaran Plagiarisme. Analisis statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s Rho dilakukan menggunakan <a href="https://www.ibm.com/products/spss-statistics?utm_source=chatgpt.com">IBM SPSS Statistics 31</a>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat penggunaan ChatGPT yang sedang (M = 31,80; SD = 6,59) serta tingkat kesadaran plagiarisme yang relatif tinggi (M = 39,12; SD = 6,47). Analisis korelasi menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan ChatGPT dan kesadaran plagiarisme (r = 0,111; p = 0,229). Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan ChatGPT tidak secara otomatis berkaitan dengan kesadaran etis mahasiswa terhadap plagiarisme. Penelitian ini menegaskan pentingnya membedakan antara kesadaran plagiarisme dan perilaku yang berkaitan dengan plagiarisme, serta menunjukkan bahwa konteks institusional dan budaya dapat memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan teknologi AI. Institusi pendidikan sebaiknya berfokus pada penguatan pendidikan integritas akademik dan praktik penggunaan AI yang bertanggung jawab, daripada hanya mengandalkan pendekatan yang bersifat restriktif.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Farodis Salsabila, Khoirul Hudahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2906Wounded Masculinity Perspektif Al-Qur’an: Analisis Kerangka Teoretis untuk Mewujudkan Keadilan Gender2026-06-25T00:02:19+00:00Sri Satyaningtyassri.satyaningtyas0@gmail.comAhmad Zain Sarnotoahmadzain@ptiq.ac.idNur Rofiahrofiah.nur@gmail.com<p>Fenomena <em>wounded masculinity </em>(maskulinitas yang terluka) merupakan persoalan sosial dan psikologis yang muncul akibat konstruksi maskulinitas patriarkal yang kaku, menuntut laki-laki untuk selalu kuat, dominan, dan menekan ekspresi emosional. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental laki-laki, tetapi juga memperparah ketimpangan relasi gender dan kekerasan berbasis gender. Kajian gender selama ini cenderung berfokus pada perempuan sebagai korban patriarki, sementara krisis identitas dan luka sosial yang dialami laki-laki masih relatif terabaikan, khususnya dalam studi tafsir Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep <em>wounded masculinity</em>, mengkaji respons Al-Qur’an terhadap problematika maskulinitas, serta membangun kerangka teoritis integratif antara tafsir Al-Qur’an dan teori gender guna mewujudkan keadilan gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (<em>library research</em>), serta analisis tematik dan hermeneutik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan maskulinitas, relasi gender, dan ekspresi emosional laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak menetapkan satu model maskulinitas tunggal, melainkan mengakomodasi keberagaman ekspresi maskulinitas yang bersifat manusiawi, emosional, dan spiritual. Al-Qur’an menawarkan strategi preventif dan kuratif terhadap <em>wounded masculinity</em> melalui nilai-nilai keadilan, kasih sayang, tanggung jawab, dan keseimbangan relasi gender. Penelitian ini merumuskan konsep <em>positive masculinity </em>perspektif Al-Qur’an sebagai alternatif atas maskulinitas hegemonik dan patriarkal. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan tafsir berperspektif gender yang tidak hanya membela perempuan, tetapi juga membebaskan laki-laki dari luka konstruksi maskulinitas yang merugikan, serta mendorong terwujudnya relasi gender yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Satyaningtyas, Ahmad Zain Sarnoto, Nur Rofiahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2907Penerapan Pendekatan TPACK dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN Karyawinaya2026-06-25T06:53:54+00:00Vina Ismatul Maulamaulaismatul839@gmail.comShaffa Azzahrashaffaazzahra13@gmail.comYasmin Nazhmi Aimarnazhmiyasmin@gmail.comNadiya Della Tazkiani Rahmannadiatazkiani26@gmail.comOca Akifah Damayantiocaakifah11@gmail.comAulia Aenul Hayatiauliya.aenul@ugj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang terintegrasi dengan penguatan pendidikan karakter pada pembelajaran Bahasa Indonesia materi imbuhan per-an di SDN Karyawinaya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah deskriptif kualitatif melalui teknik observasi langsung terhadap proses pembelajaran kelas. Hasil observasi menunjukkan bahwa komponen TPACK telah diintegrasikan dengan baik: Technological Knowledge (TK) diwujudkan melalui penggunaan media berbasis PowerPoint interaktif; Pedagogical Knowledge (PK) diterapkan lewat metode student-centered learning seperti diskusi kelompok dan presentasi; serta Content Knowledge (CK) ditunjukkan melalui penguasaan materi imbuhan per-an oleh guru secara sistematis. Selain itu, pembelajaran ini berhasil mengintegrasikan nilai-nilai karakter (religius, nasionalisme, gotong royong, percaya diri, dan tanggung jawab) serta kegiatan refleksi di akhir sesi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa implementasi TPACK tidak hanya meningkatkan pemahaman kognitif siswa sekolah dasar tetapi juga membentuk karakter positif secara holistik.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aulia Aenul Hayati, Vina Ismatul Maula, Shaffa Azzahra, Yasmin Nazhmi Aimar, Nadiya Della Tazkiani Rahman, Oca Akifah Damayantihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2898Masa Keemasan Islam: Kontribusi Peradaban Islam terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dunia2026-06-25T00:23:27+00:00Putri Zahra Ramadaniputri.zahra@mhs.unj.ac.idKhilda Millatul Haq khilda.millatul@mhs.unj.ac.idYasmin Nur Imaniyassull1601@gmail.comDiah Rahayudiah.rahayu@mhs.unj.ac.idAbdul Fadhilabdul_fadhil@unj.ac.id<p>Masa Keemasan Islam, yang berlangsung dari abad ke-8 hingga ke-14 M, adalah periode yang sangat penting karena meletakkan dasar bagi perkembangan sains modern. Artikel ini akan membahas tentang kontribusi besar peradaban Islam dalam bidang matematika, kedokteran, optik, dan astronomi, serta bagaimana hal tersebut mempengaruhi Renaisans di Eropa. Dengan melakukan tinjauan terhadap berbagai sumber sejarah, baik primer maupun sekunder, artikel ini menemukan bahwa ilmuwan seperti Al-Khwarizmi, Ibnu Sina, dan Ibnu al-Haytham tidak hanya melestarikan ilmu pengetahuan kuno, tetapi juga melakukan revolusi metodologi dengan menggunakan pendekatan eksperimental. Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa penyebaran pengetahuan dari dunia Islam melalui wilayah Andalusia dan Sisilia menjadi kunci utama bagi kemajuan intelektual di Barat. Dapat disimpulkan bahwa metode ilmiah modern yang kita kenal sekarang sebenarnya berakar pada tradisi empirisme yang telah berkembang selama Masa Keemasan Islam.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putri Zahra Ramadani, Khilda Millatul Haq , Yasmin Nur Iman, Diah Rahayu, Abdul Fadhilhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2912Autokritik Penafsiran Hannan Lahham atas Ayat Poligami, Qiwâmah dan Nusyûz Perspektif Agensi Naila Kabeer2026-06-25T00:10:54+00:00Tasya Nabilah Hermantasyanabilah5@gmail.comNur Arfiyah Febriyanifebriani@ptiq.ac.idNur RofiahRofiah.nur@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji autokritik penafsiran Hannan Lahham atas ayat poligami (QS. an-Nisâ`/4: 3), <em>qiwâmah</em> dan <em>nusyûz </em>(QS. an-Nisâ`/4: 34) serta menimbang implikasinya bagi pemberdayaan perempuan melalui perspektif agensi Naila Kabeer. Berbeda dengan sejumlah mufasir perempuan lain yang memusatkan kritik pada dominasi laki-laki, Lahham menempuh jalan autokritik dengan menekankan bahwa kesetaraan dicapai melalui transformasi diri dan pelaksanaan kewajiban sebelum menuntut hak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kepustakaan (<em>library research</em>) dengan kerangka hermeneutika Hans-Georg Gadamer dan teori agensi Naila Kabeer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Lahham dalam kerangka Kabeer, menunjukkan bahwa penafsirannya berada pada kategori agensi adaptif yang mengurangi ketimpangan tanpa mengubah struktur kuasa patriarkal secara mendasar. Dengan demikian, meskipun mengandung unsur pembaruan, penafsirannya lebih berfungsi memperhalus ketimpangan gender daripada mentransformasikannya secara fundamental.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tasya Nabilah Herman, Nur Arfiyah Febriyani, Nur Rofiahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2921Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Melalui Permainan Kubus Bergambar Pada Kelompok A di TK Bunda Pertiwi Desa Sinar Konawe Kepulauan2026-06-25T09:34:46+00:00Yustiyustiyusti122@gmail.comSalwiahSalwiah196967@gmail.comArvyatyArvyati@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui permainan kubus bergambar kelompok A di TK Bunda Pertiwi desa sinar mas kecamatan wawonii tenggara kabupaten konawe kepulauan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik pada kelompok A TK Bunda Pertiwi Desa Sinar Mas yang berjumlah 16 Orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Tahap-tahap penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas, yaitu perecanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data hasil observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh presentase keterlaksanaan 66,67%. Hasil aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh presentase ketercapaian 66,67%. Hasil belajar anak meningkatkan kemampuan menghitung anak melalui permainan kubus bergambar diperoleh presentase sebesar 75% anak yang memperoleh nilai BSB dan BSH. Pada siklus II hasil observasi aktivitas mengajar guru mengalami peingkatan sebesar 86,67%. Hasil observasi aktivitas belajar anak mengalami peningkatan sebesar 86,67%. Hasil belajar anak meningkatkan kemampuan menghitung angka melalui permainan kubus bergambar pada siklus II diperoleh presentase ketercapaian sebesar 87,5%. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kemampuan menghitung anak dapat ditingkatkan melalui permainan kubus bergambar di kelompok A TK Bunda Pertiwi Konawe Kepulauan.</p>2026-06-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yusti, Salwiah, Arvyatyhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2922Faktor-Faktor Penyebab Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa Bimbingan Dan Konseling Islam Angkatan 2023 UIN Datokarama Palu2026-06-25T10:17:59+00:00Andi Besse Tenri Luwuandi_tenri@uindatokarama.ac.idNoviantonovianto@uindatokarama.ac.id<p>Prokrastinasi akademik merupakan perilaku penundaan yang dilakukan secara sengaja terhadap tugas-tugas akademik meskipun individu menyadari bahwa penundaan tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Fenomena prokrastinasi akademik menjadi salah satu permasalahan yang cukup sering ditemukan di lingkungan perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penyebab prokrastinasi akademik pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis frekuensi sederhana untuk mengidentifikasi kecenderungan faktor dominan. Data kualitatif yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan tema dan dihitung frekuensi kemunculannya untuk melihat kecenderungan faktor yang dominan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap 25 informan mahasiswa angkatan 2023. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam Angkatan 2023 UIN Datokarama Palu dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu lingkungan pertemanan, penggunaan media sosial, dan cara dosen dalam menyampaikan tugas. Faktor yang paling dominan adalah lingkungan pertemanan (52%), diikuti oleh penggunaan media sosial (28%) dan cara dosen dalam menyampaikan tugas (20%).</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Besse Tenri Luwu, Noviantohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2834Pemahaman Orang Tua terhadap Perkembangan Refleks dan Motorik Anak Usia 0–24 Bulan2026-06-19T16:52:43+00:00Ika Suarsiikasuarsi@unkhair.ac.idSyam Ardhy Dabi Dabisyamardhydabidabi@unkhair.ac.id<p>Penelitian ini di latarbelakangi oleh keinginan penulis dalam memahami perkembangan refleks dan motorik dari sudut pandang orangtua yang memiliki anak usai 0-24 bulan di Kota Ternate. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang tua yang memiliki anak usia 0–24 bulan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) <em> </em>pemahaman orang tua terhadap perkembangan refleks dan motorik anak; (2) stimulasi perkembangan yang diberikan orangtua (3) respon orang tua terhadap perkembangan anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua telah memiliki pemahaman dasar mengenai perkembangan refleks dan motorik, meskipun pengetahuan mengenai jenis dan fungsi refleks masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan literasi perkembangan anak pada orang tua sehingga mampu memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ika Suarsi, Syam Ardhy Dabi Dabihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2861Academic Demotivation Scale: Studi Validasi Konstruk pada Mahasiswa2026-06-25T23:04:03+00:00Neng Adimah Aulia Turohmahauliaturohmahn@gmail.comNurul Izzatil Anwarnurulizzatilanwar@gmail.comNazila Qurota Ayunnazilaqurotaayun@gmail.comNiken Niken nikenniken@gmail.com Siti Zaakiyyah Darajatillahsitizaakiyyahdarajatillah@gmail.comSofi Gian Nissasofigiannissa@gmail.comTahrir Tahrirtahrirtahrir@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji validitas dan reliabilitas <em>Academic Demotivation Scale</em> pada mahasiswa. Demotivasi akademik didefinisikan sebagai kondisi menurunnya motivasi belajar yang dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 603 mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengembangan instrumen mengacu pada tiga tahap validitas menurut Loevinger, yaitu validitas substantif, struktural, dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen terdiri atas enam dimensi, yaitu guru, karakteristik kelas, pengalaman kegagalan, lingkungan kelas, materi kelas, dan minat belajar yang dioperasionalkan ke dalam 12 item. Seluruh item dinyatakan valid berdasarkan uji Aiken’s V (V = 0,83–1,00), memiliki daya beda tinggi (r = 0,606–0,746), serta reliabilitas yang sangat baik (Cronbach’s Alpha = 0,923). Analisis <em>Confirmatory Factor Analysis</em> menunjukkan model pengukuran memiliki kecocokan yang baik (RMSEA = 0,078; NFI = 0,98; NNFI = 0,98; CFI = 0,98; IFI = 0,98). Selain itu, instrumen menunjukkan validitas konvergen dan validitas diskriminan yang memadai. Temuan ini menunjukkan bahwa <em>Academic Demotivation Scale</em> merupakan alat ukur yang valid dan reliabel untuk mengukur demotivasi akademik pada mahasiswa.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Neng Adimah Aulia Turohmah, Nurul Izzatil Anwar, Nazila Qurota Ayun, Niken Niken , Siti Zaakiyyah Darajatillah, Sofi Gian Nissa, Tahrir Tahrirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2598Pengaruh Pembelajaran Berbasis Alam Terhadap Kemampuan Berbahasa Reseptif Anak Usia Dini Di TK Al-Anfal Desa Waitii Barat Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi2026-06-25T10:23:34+00:00Annisa Tri Rahmaannisatrirahma402@gmail.comMuhamad Safiuddin Sarananisaranani@uho.ac.idSri Yuliani Mustarsriyulianimustar91@uho.ac.id<p>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh pembelajaran berbasis alam terhadap kemampuan berbahasa reseptif anak usia dini di TK Al-Anfal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis alam terhadap kemampuan berbahasa reseptif anak usia dini di TK Al-Anfal, Desa Waitii Barat, Kec. Tomia, Kabupaten Wakatobi. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain <em>One Group Pre-Test Post-Test</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan Populasi <em>Sampling</em> dengan menetapkan 20 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan (observasi) dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif statistik dan uji <em>Paired Sample T-Test</em> dengan bantuan aplikasi SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata <em>pre-test</em> kemampuan bahasa reseptif anak sebesar 45,70 (kategori Cukup) meningkat secara signifikan menjadi 69,80 (kategori Berkembang Sangat Baik/BSB) pada <em>post-test</em>. Hasil uji hipotesis melalui <em>Paired Sample T-Test</em> memperoleh nilai thitung= -45,674 dengan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Hasil ini mengindikasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan bahasa reseptif sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan pembelajaran berbasis alam terhadap peningkatan kemampuan berbahasa reseptif anak usia dini di TK Al-Anfal. Aktivitas eksplorasi dan interaksi langsung dengan lingkungan terbukti efektif dalam mengoptimalkan kemampuan menyimak serta pemahaman instruksi anak.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Annisa Tri Rahma, Muhamad Safiuddin Saranani, Sri Yuliani Mustarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2518Pengaruh Media Pembelajaran Inovatif Jam Genius Terhadap Kemampuan Sintaksis Anak Kelompok A Di TK Wulele Sanggula II Kota Kendari2026-06-25T13:00:15+00:00Jefitmajefitmabaubau@gmail.comMuh. Safiuddin Sarananisaranani@uho.ac.idAfifah Nur HidayahAfifahnurhidayah@uho.ac.id<p>Media Jam Genius dirancang sebagai alat bantu belajar interaktif yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, khususnya dalam aspek kemampuan sintaksis anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan Desain penelitian yang digunakan adalah pre-Eksperimen Design dengan bentuk desain one group pre test-posttest design yaitu terdapat suatu kelompok yang diberikan pre-test sebelum perlakuan kemudian diberikan perlakuan dan diberi post-test setelah perlakuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah ada pengaruh penggunaan media pembelajaran inovatif Jam Genius terhadap kemampuan sintaksis anak kelompok A di TK Wulele Sanggula II Kota Kendari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran inovatif jam genius terhadap kemampuan sintaksis anak kelompok A di TK Wulele Sanggula II Kota Kendari. Adapun pengambilan sampel yang dipakai adalah teknik sampling jenuh, dengan jumlah sampel 25 anak yang terdiri dari 14 anak perempuan dan 11 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan uji Paired Sample T-test menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari pretes (23,36) menjadi posstes (40,92) dengan signifikansi 0,000(<0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media Pembelajaran Inovatif Jam genius Terhadap Kemampuan Sintaksis Anak Berpengaruh signifikan terhadap kemampuan sintaksis anak usia 4-5 tahun di TK Wulele Sanggula II.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jefitma, Muh. Safiuddin Saranani, Afifah Nur Hidayahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2923Hate Speech Scale: Measuring Instrument Construction2026-06-25T12:20:29+00:00Lutfia Fitrianilutfiafitriani2311@gmail.comAulia ‘Azizatun Nisaaaulia‘azizatunnisaa@gmail.comDahlia Nafisa Julyanitadahlianafisajulyanita@gmail.comMuhammad Arqan Zahran Putra Yuliandrymuhammadarqanzahranputrayuliandry@gmail.comRyanaila Shaka Diba Suryanaryanailashakadibasuryana@gmail.com Tiara Cahaya Kiranitiaracahayakirani@gmail.comTahrir Tahrirtahrirtahrir@gmail.com<p>Perkembangan media sosial yang pesat memunculkan fenomena ujaran kebencian yang mengancam kualitas diskursus publik, termasuk di kalangan mahasiswa. Namun, instrumen pengukuran ujaran kebencian yang terstandar dan sesuai dengan konteks lokal Indonesia, khususnya di lingkungan perguruan tinggi Islam, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkonstruksi serta menguji validitas dan reliabilitas alat ukur ujaran kebencian berdasarkan teori Bhikhu Parekh (2012) pada mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki validitas isi, validitas konstruk, reliabilitas, dan kecocokan model yang baik. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain terapan. Sebanyak 721 mahasiswa berpartisipasi melalui teknik accidental sampling. Konstruksi alat ukur mengacu pada tiga tahap Loevinger, yaitu validitas substantif, struktural, dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 7 item memiliki validitas isi yang baik (Aiken’s V > 0,7), daya beda item tinggi (corrected item-total correlation > 0,3), dan reliabilitas sangat baik (Cronbach’s Alpha = 0,945). Analisis CFA mengkonfirmasi tiga dimensi utama, yaitu <em>Targeted Against Identifiable Group, Stigmatization, dan Legitimizes Hostility</em>, dengan <em>loading factor</em> > 0,94 serta indeks kecocokan model yang baik (RMSEA = 0,073; NFI, NNFI, CFI, IFI ≥ 0,99). Nilai CR sebesar 0,96 dan VE 0,76 memenuhi kriteria. Validitas konvergen ditunjukkan oleh korelasi positif kuat dengan <em>cyber bullying</em> (r = 0,748), sedangkan validitas diskriminan ditunjukkan oleh korelasi negatif dengan etika digital, integritas moral, dan kecerdasan moral. Instrumen ini terbukti valid, reliabel, dan layak digunakan untuk mengukur kecenderungan ujaran kebencian pada mahasiswa.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lutfia Fitriani, Aulia ‘Azizatun Nisaa, Dahlia Nafisa Julyanita, Muhammad Arqan Zahran Putra Yuliandry, Ryanaila Shaka Diba Suryana, Tiara Cahaya Kirani, Tahrir Tahrirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2878Budaya Instan Media Sosial dan Kemandirian Belajar Remaja SMA: Tinjauan Peran Metode Pomodoro dalam Penguatan Regulasi Diri2026-06-25T23:17:37+00:00Maharani Ayu Keisya Krisworo24320061@students.uii.ac.idNovi Suci Ramadani24320056@students.uii.ac.idNadia Fatha Rosyida24320019@students.uii.ac.idNabila Dhisa Lavenia24320076@students.uii.ac.idGizka Candra Nafisah24320077@students.uii.ac.idFirda Nur Andini24320209@students.uii.ac.idHazhira Qudsyihazhira.qudsyi@uii.ac.id<p>Perkembangan media sosial yang ditandai dengan kecepatan dan kemudahan akses informasi membentuk budaya instan yang memengaruhi pola belajar remaja sekolah menengah. Kondisi ini berpotensi melemahkan kemandirian belajar, terutama dalam hal pengelolaan waktu, fokus, dan ketekunan belajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya instan media sosial terhadap kemandirian belajar remaja SMA serta menganalisis peran regulasi diri (<em>self-regulated learning</em>) melalui penerapan metode Pomodoro sebagai strategi penguatan kemandirian belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan menelaah teori psikologi pendidikan dan hasil penelitian empiris yang relevan dengan kemandirian belajar, regulasi diri, budaya instan media sosial, dan metode Pomodoro. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya instan media sosial cenderung berdampak negatif terhadap kemandirian belajar melalui penurunan kemampuan fokus dan disiplin belajar. Namun, penguatan regulasi diri melalui penerapan metode Pomodoro dapat membantu siswa mengelola waktu belajar, mempertahankan konsentrasi, serta meningkatkan kontrol diri dalam proses belajar. Dengan demikian, metode Pomodoro berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang aplikatif dan relevan untuk mendukung kemandirian belajar remaja SMA di tengah tantangan budaya instan media sosial.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Maharani Ayu Keisya Krisworo, Novi Suci Ramadani, Nadia Fatha Rosyida, Nabila Dhisa Lavenia, Gizka Candra Nafisah, Firda Nur Andini, Hazhira Qudsyihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2917Hubungan Perilaku Asertif Dengan Self-Awareness pada Mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Tahun Akademik 2025/20262026-06-25T09:41:29+00:00Lisa Alice Simbolonlisaalicesimbolon@gmail.comHartosujonohartosujono@ustjogja.ac.idAndreas Yudhaandreas.yudha@ustjogja.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara perilaku asertif dengan self-awareness pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Tahun Akademik 2025/2026. Hipotesis penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif antara perilaku asertif dengan <em>Self-Awareness </em>pada mahasiswa PGSD UST. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi. Tehnik pengambilan sampel penelitian ini yaitu dengan teknik sampel jenuh (total sampling). Jumlah subjek dalam penelitian berjumlah 95 mahasiswa PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perilaku asertif dan skala self-awareness. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman’s Rank (Spearman’s Rho). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara perilaku asertif dengan self-awareness (ρ = 0,630; p < 0,001). Artinya semakin tinggi perilaku asertif mahasiswa, semakin tinggi pula <em>self-awareness</em> yang dimiliki. Dengan demikian, hipotesis penelitian diterima Kategorisasi data menunjukkan bahwa perilaku asertif berada pada kategori tinggi (61,05%), sedangkan self-awareness berada pada kategori sedang (54,74%). Selain itu diketahui bahwa sumbangan efektif perilaku asertif terhadap self-awareness sebesar 39,7%. sehingga perilaku asertif berperan penting dalam meningkatkan self-awareness mahasiswa.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lisa Alice Simbolon, Hartosujono, Andreas Yudhahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2934Mental Health Literation Scale: Constraction and Psychometric Property2026-06-26T12:45:32+00:00Muhammad Rizqi Al Fatihrzqialfth@gmail.comRizqi Fadillarizqifadila097@gmail.comAdhwa Elisya Putri Sudirmanadhwasudirmaan02@gmail.comNaila Aurellia Putrinai.aureliia.0207@gmail.comNurul Azkiyaulazkiya746@gmail.comSalsabila Septiani Putriseptianisalsabila13@gmail.comTahrir Tahrirtahrir@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman para mahasiswa tentang kesehatan mental di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. <em>Mental Health Literacy </em>adalah sebuah pengetahuan dan suatu keyakinan yang dimiliki seseorang tentang kesehatan mental. Hal ini mencakup kemampuan untuk mengenali gejala gangguan mental, memahami faktor penyebab dan risiko dari terjadinya masalah kesehatan mental, mengetahui cara bantuan yang bisa dilakukan sendiri atau mendapatkan bantuan dari tenaga profesional, memiliki sikap yang baik terhadap mencari bantuan, serta mampu mengakses informasi mengenai kesehatan mental dari sumber sumber yang dapat dipercaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Penelitian ini melibatkan 631 mahasiswa aktif di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang dipilih dengan metode <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian dibuat berdasarkan konsep <em>Mental Health Literacy </em>dari Jorm et al.(1997), yang terdiri dari 12 butir pertanyaan dan 6 dimensi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua item memiliki validitas isi yang cukup baik, dengan nilai Aiken’s V berkisar antara 0,75 hingga 1,00. Nilai <em>Corrected Item-Total Correlation</em> untuk semua item juga berada di atas 0,30. Selain itu, instrumen ini memiliki reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,818. Analisis <em>Confirmatory Factor Analysis </em>menunjukkan bahwa model ini memiliki kesesuaian yang cukup baik, dengan nilai RMSEA sebesar 0,074 dan faktor loading berkisar antara 0,51 hingga 0,83. Selain itu, nilai <em>Construct Reliability</em> (CR) sebesar 0,88 menunjukkan bahwa konstruk tersebut memiliki reliabilitas yang cukup baik. Penelitian menunjukkan bahwa instrumen <em>Mental Health Literacy</em> yang dibuat memiliki kualitas pengukuran yang cukup baik, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman <em>Mental Health Literacy </em>di kalangan mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam membuat program pembelajaran dan penyuluhan tentang kesehatan mental di lingkungan kampus.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Rizqi Al Fatih, Rizqi Fadilla, Adhwa Elisya Putri Sudirman, Naila Aurellia Putri, Nurul Azkiya, Salsabila Septiani Putri, Tahrir Tahrirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2918Shaping Future Classrooms: English Pre-Service Teachers’ Experiences with AI-Driven Teaching and Learning2026-06-26T13:22:50+00:00Mclean HYmclean.hy@unsulbar.ac.idNurfadilah Nadjibnurfadilah.nadjib@unsulbar.ac.idRosnani Abdul Rahmanrosnaniabdulrahman@unsulbar.ac.idNurqadriyanti Hasanuddinnurqadriyanti.hasanuddin@unsulbar.ac.idFajrianifajriani@unsulbar.ac.id<p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh analisis kuantitatif deskriptif untuk mengkaji dampak teknologi berbasis deep learning dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Partisipan terdiri atas 25 calon guru Bahasa Inggris dari Polewali Mandar yang mengisi kuesioner 30 butir dengan skala Likert 5 poin, serta lima orang yang diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para calon guru memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menggunakan AI (M = 3,93), literasi AI yang baik (M = 3,70), serta sikap positif terhadap AI (M = 3,92). Dukungan institusi juga tergolong kuat (M = 3,75), meskipun kebutuhan pelatihan masih sangat tinggi (M = 4,25). Selain itu, mereka menunjukkan niat yang kuat untuk menggunakan AI (M = 3,84), terutama guru yang lebih berpengalaman yang menilai AI sangat bermanfaat (M = 4,32). AI dipandang membantu dalam perencanaan pembelajaran, meningkatkan kreativitas, efisiensi, serta kemandirian belajar siswa. Namun, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan berlebihan pada AI yang dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, memicu kemalasan akademik, dan mengurangi interaksi sosial. Secara keseluruhan, calon guru EFL menunjukkan kesiapan dan sikap positif terhadap integrasi AI, dengan catatan perlunya pelatihan, dukungan institusi, dan pedoman etis yang memadai.</p>2026-06-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mclean HY, Nurfadilah Nadjib, Rosnani Abdul Rahman, Nurqadriyanti Hasanuddin, Fajrianihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2932Pengaruh Filter Bubble di Media Sosial terhadap Minat Beli Konsumen2026-06-26T23:57:58+00:00Raihan Firjatullah Irvaniantoraihanfirjatullahi@gmail.comMutiara Azka Saharani Putrimutiarazka03@gmail.comMuhammad Aulia Akbarauliaakbaar21@gmail.comFerry Darmawanferry@unisba.ac.id<p>Perkembangan media sosial sebagai sarana pemasaran digital mendorong penggunaan algoritma personalisasi yang memunculkan fenomena filter bubble, yaitu kondisi ketika pengguna lebih sering terpapar pada konten yang homogen dan relevan sesuai preferensinya. Fenomena ini diduga memengaruhi minat beli konsumen melalui paparan konten produk yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh filter bubble di media sosial terhadap minat beli konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 96 mahasiswa di Kota Bandung yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filter bubble berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen, dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (<0,05) dan nilai t hitung sebesar 10,889, serta uji F dengan signifikansi 0,000 dan F hitung sebesar 118,563. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,585 menunjukkan bahwa filter bubble mampu menjelaskan 58,5% variasi minat beli konsumen. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi paparan filter bubble, semakin tinggi minat beli konsumen. Oleh karena itu, pelaku usaha disarankan memanfaatkan personalisasi konten secara strategis dan etis untuk meningkatkan minat beli tanpa mengurangi keberagaman informasi yang diterima konsumen.</p>2026-06-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Raihan Firjatullah Irvanianto, Mutiara Azka Saharani Putri, Muhammad Aulia Akbar, Ferry Darmawanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2940Pengaruh Social comparison Terhadap Subjective well-being Pada Mahasiswa Pengguna Instagram Di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo2026-06-27T01:57:33+00:00Rosniaty S. Umarniyaumar754@gmail.comFendi Ntobuofendintobuo@umgo.ac.idSri Ayu Mutmainah Kurniawatisriayumutmainahk@umgo.ac.id<p>Penggunaan Instagram yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa memberikan manfaat dalam komunikasi, sosial, dan akses informasi. Namun, penggunaan media sosial juga dapat mendorong munculnya perilaku <em>Social comparison</em> yang berpotensi memengaruhi <em>Subjective well-being</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>Social comparison</em> terhadap <em>Subjective well-being</em> pada mahasiswa pengguna Instagram di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala <em>Social comparison</em> yang diadaptasi dari Daniartha (2025) dan skala <em>Subjective well-being</em> yang diadaptasi dari Situmorang (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Social comparison</em> berpengaruh signifikan terhadap <em>Subjective well-being</em> dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 menunjukkan bahwa <em>Social comparison</em> memberikan kontribusi sebesar 99,0% terhadap <em>Subjective well-being</em>, sedangkan sisanya sebesar 1,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>Social comparison</em>, semakin tinggi <em>Subjective well-being</em> mahasiswa pengguna Instagram. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung melakukan <em>Social comparison</em> secara positif dan adaptif dengan menjadikan pencapaian, pengalaman, dan keberhasilan orang lain sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi meningkatkan literasi digital, pengelolaan emosi, serta penggunaan media sosial bijak dan sehat di era digital.</p>2026-06-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rosniaty S. Umar, Fendi Ntobuo, Sri Ayu Mutmainah Kurniawatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2941Moral Intelligence : Psychometric Properties2026-06-27T03:29:51+00:00Kinanti Muslimah Tsalatsakinanti.m.tsalatsa@gmail.com Nida Nisa Nabilanidanisanabila18@gmail.comHury Firdaus Karimahurifirdausi@gmail.comNafisa Ilmi Aghnianafisailmi1@gmail.com Faiza Dwi Anugrahscholarshipcaca@gmail.comAisah Putri Dewiaisahputridewi14@gmail.comTahrir Tahrirtahrir@gmail.com<p>Kecerdasan moral (Moral Intelligence) merupakan kemampuan individu untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan serta menguji kualitas psikometrik alat ukur Moral Intelligence pada mahasiswa berdasarkan teori Lennick dan Kiel yang mencakup empat dimensi, yaitu integrity, responsibility, compassion, dan forgiveness. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain konstruksi alat ukur. Subjek penelitian berjumlah 721 mahasiswa aktif Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengembangan instrumen mengacu pada kerangka Loevinger melalui fase substantif dan fase struktural. Analisis data dilakukan dengan uji validitas isi menggunakan Aiken’s V, uji daya beda item, uji reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta uji validitas konstruk menggunakan Second-Order Confirmatory Factor Analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas isi yang baik dengan nilai Aiken’s V berkisar antara 0,79–0,96 dan memenuhi kriteria daya beda item dengan korelasi item-total di atas 0,30. Uji reliabilitas menghasilkan koefisien Cronbach’s Alpha sebesar 0,856 yang menunjukkan konsistensi internal tinggi. Selain itu, hasil CFA menunjukkan model pengukuran memiliki tingkat kecocokan yang baik dengan data empiris. Temuan ini mengindikasikan bahwa instrumen Moral Intelligence yang dikembangkan memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai sehingga layak digunakan untuk mengukur kecerdasan moral pada mahasiswa.</p>2026-06-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kinanti Muslimah Tsalatsa, Nida Nisa Nabila, Hury Firdaus Karima, Nafisa Ilmi Aghnia, Faiza Dwi Anugrah, Aisah Putri Dewi, Tahrir Tahrirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2943Stigma Diri Pada Individu Yang Mengalami Gejala Mental Illness2026-06-27T07:12:23+00:00Salsabila Khoerunnisasalsabilakhoerunnisa@gmail.comBunga NurfaridaBungNurfarida@gmail.com Indri Putri AuliaIndriPutriAulia@gmail.comRahma Nursaid MunawarRahmaNursaidMunawar@gmail.com Witri Mulya HainiWitriMulyaHaini@gmail.com Raditya Ahsan Zulfikar RadityaAhsanZulfikar@gmail.comTahrir TahrirTahrir@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi karakteristik psikometrik instrumen Self-Stigma Mental Illness pada mahasiswa berdasarkan model teoritis Patrick Corrigan yang mencakup empat dimensi, yaitu awareness, agreement, application, dan harm. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) yang mengombinasikan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pada tahap kualitatif dilakukan penyusunan konstruk, penentuan indikator, expert judgment, dan uji validitas konten. Pada tahap kuantitatif dilakukan pengujian validitas, reliabilitas, serta <em>Confirmatory Factor Analysis</em> (CFA). Data dikumpulkan menggunakan skala Likert lima pilihan respons dan melibatkan 608 mahasiswa dari total populasi 631 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas konten yang baik dengan nilai Aiken’s V berkisar antara 0,75–0,92. Uji daya beda menunjukkan nilai <em>Corrected Item-Total Correlation</em> sebesar 0,347–0,511 sehingga seluruh item dinyatakan layak. Instrumen memiliki reliabilitas yang memadai dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,710 dan Construct Reliability sebesar 0,821. Hasil CFA menunjukkan model memiliki tingkat kesesuaian yang sangat baik (Chi-Square = 3,78; p = 0,70666; RMSEA = 0,000). Dengan demikian, instrumen Self-Stigma Mental Illness dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur tingkat stigma diri pada mahasiswa.</p>2026-06-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Salsabila Khoerunnisa, Bunga Nurfarida, Indri Putri Aulia, Rahma Nursaid Munawar, Witri Mulya Haini, Raditya Ahsan Zulfikar , Tahrir Tahrirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2950Hubungan Social Support dengan Work Motivation Pegawai Negeri Sipil (PNS) Instansi Pusat DKI Jakarta2026-06-28T03:00:30+00:00Davina Tsabitah Rahmatyas13220055@student.ubm.ac.idTju Merianatju.meriana@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara <em>social support</em> dan <em>work motivation</em> pada Pegawai Negeri Sipil (PNS) instansi pusat di DKI Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 400 responden PNS yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan <em>Multidimensional Scale of Perceived Social Support</em> (MSPSS) yang terdiri dari 12 item dan <em>Work Extrinsic and Intrinsic Motivation Scale</em> (WEIMS) yang terdiri dari 18 item. Analisis data dilakukan melalui pengujian validitas, reliabilitas, normalitas, dan korelasi <em>Spearman's Rho</em> dengan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara <em>social support</em> dan <em>work motivation</em> (rₛ = 0,717; p < 0,05). Analisis tambahan pada dimensi <em>family support</em> juga menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan dengan <em>work motivation</em> (rₛ = 0,649; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar <em>social support</em> yang diterima oleh PNS, khususnya dukungan dari keluarga, maka semakin tinggi pula <em>work motivation</em> yang dimiliki. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya perhatian terhadap peran <em>family support</em> dalam mendukung <em>work motivation</em> PNS melalui pengembangan kebijakan yang mengintegrasikan aspek <em>social support</em> dalam manajemen sumber daya manusia di institusi pemerintahan.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Davina Tsabitah Rahmatya, Tju Merianahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2953Pengaruh Pemberdayaan Administrasi Terhadap Komitmen Organisasi Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Guru Smp Se-Kabupaten Konawe Kepulauan)2026-06-28T08:08:48+00:00Hernihernibaini@gmail.comSamdinsamdin@uho.ac.idLa Ode Suriadidyen.indalestari3095@gmail.comWa Ode Dien Indalestaridyen.indalestari3095@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh pemberdayaan administrasi terhadap komitmen organisasi dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi (Studi pada Guru SMP Se-Kabupaten Konawe Kepulauan) baik secara langsung maupun melalui mediasi. Pendekatan penelitian ini adalah survei dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan secara cross-section dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah 93 karyawan tetap dan peneliti di jadikan responden penelitian. Peralatan analisis yang digunakan adalah <em>Partial Least Square</em> (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Pemberdayaan administrasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Selain itu, kepuasan kerja terbukti mampu memediasi parsial secara signifikan pengaruh pemberdayaan administrasi terhadap komitmen organisasi.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Herni, Samdin, La Ode Suriadi, Wa Ode Dien Indalestarihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2942Pengaruh Model Pembelajaran Direct Instruction Berbantuan Media Video Interaktif Terhadap Pemahaman Belajar dan Motivasi Belajar Siswa Kelas III MI Hikmatul Hasanah Keusik2026-06-28T08:56:59+00:00Elis Qurota 'AyunElisqurotaayun19@gmail.comIka Evitasari Arisikaevitasariaris@gmail.com Fauzi FadliansyahFauzifadliansyah26@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran <em>Direct Instruction</em> berbantuan media video interaktif terhadap pemahaman belajar dan motivasi belajar siswa kelas III MI Hikmatul Hasanah Keusik pada mata pelajaran IPAS dengan materi Lingkungan Alam dan Buatan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas III yang berjumlah 11 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian mencakup tes pilihan ganda untuk mengukur pemahaman belajar dan angket skala Likert untuk mengukur motivasi belajar. Hasil analisis deskriptif menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman belajar dari 11,45 (pretest) menjadi 12,73 (posttest). Uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,001) yang berarti terdapat pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap pemahaman belajar siswa. Skor motivasi belajar juga meningkat dari rata-rata 85,45 menjadi 115,64. Hasil uji N-Gain menunjukkan nilai rata-rata 0,6473 dengan kategori sedang. Validasi instrumen oleh tiga ahli menunjukkan kategori sangat layak. Dengan demikian, model Direct Instruction berbantuan media video interaktif terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa sekolah dasar.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Elis Qurota 'Ayun, Evitasari, Fauzi Fadliansyahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2954Studi Perbandingan Metode Pengajaran yang Digunakan oleh Guru di SDIT Daarul Fikri dan SD Maarif NU Salafiyah serta Dampaknya terhadap Motivasi Belajar Siswa2026-06-28T09:58:00+00:00Ahmad Fikriahmadfikrifai98@gmail.com<p>Metode pengajaran merupakan pilar utama dalam menentukan keberhasilan transformasi ilmu dan pembentukan karakter di tingkatsekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara komprehensif pendekatan pedagogis yang diterapkan di dua institusi dasar berbasis Islam dengan latar belakang teologis dan kultural yang berbeda, yaitu SDIT Daarul Fikri (berbasis konsep IslamTerpadu) dan SD Maarif NU Salafiyah (berbasis nilai kultural Nahdlatul Ulama). Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, kajian inimemfokuskan pada bagaimana dinamika taktik pengajaran di kelas berimplikasi langsung terhadap motivasi belajar intrinsik maupun ekstrinsik siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa SDIT Daarul Fikri dominan menerapkan student-centered learning lewat metode interaktif dan kontekstual yang memicu motivasi eksploratif yang tinggi, meskipun rentan menimbulkan kejenuhan akibat durasi full-day school. Sebaliknya, SD Maarif NU Salafiyah mengombinasikan struktur modern dengan modifikasi metode tradisional seperti sorogan, bandongan, dan pembiasaan spiritual (habitual action) yang berdampak signifikan pada stabilitas mental belajar, ketekunan, sertakepatuhan berbasis adab. Studi ini menyimpulkan bahwa kedua model memiliki keunggulan kompetitif yang dapat disinergikan untuk menciptakan formula pedagogi dasar Islam yang ideal.</p>2026-06-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Fikrihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2955Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Meningkatkan Kemampuan Akademik Siswa Di Sekolah Inklusi2026-06-29T03:36:40+00:00Gayuh Harimurti Wiyonogayuhhari6@gmail.comNur Yusriyyah Atunanur.yusriyyah.atuna-2023@psikologi.unair.ac.idMusyaffa Nur Muhammadmusyaffa.nur.muhammad-2023@psikologi.unair.ac.idAlfiyah Putri HisbullohAlfiyahPutriHisbulloh@gmail.com<p>Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi literatur (literatur review) dengan tujuan untuk mendeskripsikan implementasi penerapan strategi diferensiasi untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa di kelas Inklusi. Sumber-sumber Pustaka di dasarkan dari penelitian terdahulu 5 tahun terakhir yang relevan. Hasil pencarian akhir penelitian didapatkan sebanyak 10 penelitian (Sinta 1/2, Scopus Q1/Q2/Q3/Q4). Adapun hasil literatur ini adalah Strategi diferensiasi dimulai dengan melakukan asesmen, mengadopsi pengajaran yang spesifik dan memodifikasi kurikulum. Penerapan strategi diferensiasi di Indonesia telah berjalan dengan baik di beberapa sekolah, namun masih terdapat tantangan dan hambatan pada sekolah lain karena keterbatasan keterampilan guru dalam menerapkan strategi diferensiasi sehingga berdampak pada tidak berhasilan pembelajaran. Selain meningkatkan kemampuan akademik siswa, penerapan diferensiasi juga dapat meningkatkan kemampuan dan keterlibatan siswa di kelas.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Gayuh Harimurti Wiyono, Nur Yusriyyah Atuna, Musyaffa Nur Muhammad, Alfiyah Putri Hisbullohhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2661Analisis Peran Panti Santa Dymphna dalam Penanganan Masalah Sosial ODGJ di Wilayah Maumere2026-05-30T06:29:34+00:00Hendrikus Nandito Timunanditotimu8@gmail.comFrederikus Kevin Janggurjanggurkevin66@gmail.comFransiskus Xaverius Busaxaverius3@gmail.comDionisius Afganius Mbete Patidionisiusmbete@gmail.comFransiskus Bungsu Nosifransiskusbungsunosi@gmail.comKastoria Karolus Sadokarolsado13@gmail.comHendrikus Thomas Temongmerethomastmr07@mail.comEdita Nona Icheeditanonaiche@gmail.com<p>Keberadaan manusia dengan riwayat gangguan jiwa atau yang sering dikenal dengan ODGJ menjadi suatu permasalahan sosial yang dinilai cukup urgen. Permasalahan ini terjadi karena adanya gangguan baik secara fisik maupun emosional yang dialami seorang ODGJ yang kurang lebih turut memengaruhi perkembangan psikis dan kepribadiannya. Salah satu cara yang ditawarkan untuk mengatasi kasus ini adalah dengan melakukan rehabilitasi mental dan psikis di panti ODGJ. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran panti St Dymphna dalam menangani kasus ODGJ di wilayah maumere. Dengan menjadikan panti St Dymphna sebagai locus utama, penelitian ini berupaya untuk melihat dan menijau sejauh mana panti berkontribusi sebagai pusat rehabilitasi bagi para ODGJ di wilayah Maumere. Dalam hal ini peneliti berusaha untuk mengamati secara cermat fenomena ODGJ dari prespektif filosofis menurut pandangan Michel Foucault dan mengaitkannya dengan peran lembaga panti St Dymphna dalam menangani ODGJ di wilayah Maumere. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dibuat dengan melakukan wawancara bersama beberapa informan yang turut berkontribusi bagi perkembangan dan keberlangsungan panti. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata ODGJ di wilayah Maumere mengalami tekanan psikologis akibat depresi dan stres yang menyebabkan psikis dan mental mereka terganggu. Sehingga untuk mengatasi hal ini mereka perlu mendapat perhatian melalui pembinaan khusus di panti yang dinilai mampuh memulihkan mental dan psikis serta mengembalikan kepercayaan diri mereka yang hilang karena stigma buruk yang diberikan kepada ODGJ. Hasil penelitian ini dinilai relevan dengan teori Mchel Foucault yang melihat kondisi kegilaan sebagai kondisi dimana manusia kehilangan kekuasaan atas dirinya sendiri.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hendrikus Nandito Timu, Frederikus Kevin Janggur, Fransiskus Xaverius Busa, Dionisius Afganius Mbete Pati, Fransiskus Bungsu Nosi, Kastoria Karolus Sado, Hendrikus Thomas Temongmere, Edita Nona Ichehttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2957Pengaruh Dukungan Keluarga dan Pendidikan Kewirausahaan terhadap Entrepreneurial Effectuation (Survei kepada Siswa Kelas XII di SMKN Bantarkalong)2026-06-29T08:10:43+00:00Trisna Siswaratrisnasiswara65@gmail.comEdi Fitriana Afrizaedi.fitriana@gmail.comRaden Roro Suci Nurdiantiradenrorosucinurdianti@unsil.ac.id<p><em>Entrepreneurial Effectuation </em>merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghadapi ketidakpastian di dunia usaha dan persaingan kerja yang semakin kompetitif. Namun, pada kenyataannya masih terdapat siswa yang belum memiliki keberanian untuk mengambil keputusan usaha, beradaptasi terhadap perubahan, serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa <em>Entrepreneurial Effectuation </em>siswa masih perlu ditingkatkan dan diduga dipengaruhi oleh faktor dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan terhadap <em>entrepreneurial effectuation. </em>Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 700 siswa kelas XII SMKN Bantarkalong, dengan jumlah sampel 255 responden yang ditentukan dengan teknik <em>proportionate stratified random sampling. </em>Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan metode regresi linier berganda. Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap <em>entrepreneurial effectuation </em>(β = 0,172; p = 0,003)<em>. </em>Pendidikan kewirausahaan juga berpengaruh signifikan terhadap <em>entrepreneurial effectuation </em>(β = 0,690; p = 0,000)<em>. </em>Selain itu, secara simultan dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>entrepreneurial effectuation </em>siswa (F = 210,615; p = 0,000). Model penelitian menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,626. Yang berarti bahwa 62,6% variasi <em>entrepreneurial effectuation </em>dapat dijelaskan oleh dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan. Sedangkan sisanya sebesar 37,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Penelitian ini menegaskan bahwa dukungan keluarga dan pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kreatif, memanfaatkan peluang, menghadapi risiko, serta mengambil keputusan secara fleksibel dan adaptif.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Trisna Siswara, Edi Fitriana Afriza, Raden Roro Suci Nurdiantihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2962Hubungan Subjective Well-Being Dan KualitasHidup Caregiver Pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Di Slb Kota Ternate2026-06-29T09:17:38+00:00Anisah Damayanti Hairunlalaanisa086@gmail.comSyam Ardhy Dabi Dabisyamardhydabidabi@unkhair.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p><em>Caregiver</em> pada orang tua anak berkebutuhan khusus menghadapi berbagai tuntutan pengasuhan yang dapat menurunkan <em>Subjective well-being</em> dan kualitas hidupnya. <em>Subjective well-being</em> merupakan salah satu aspek psikologis yang berkaitan dengan kemampuan <em>caregiver</em> dalam menjalankan peran pengasuhan sekaligus mempertahankan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>subjective well-being</em> dengan kualitas hidup <em>caregiver</em> pada orang tua anak berkebutuhan khusus di SLB Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 163 <em>caregiver</em> orang tua anak berkebutuhan khusus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Skala <em>Subjective Well-Being</em> yang disusun berdasarkan aspek Diener <em>et.al.,</em> (2018) dan Skala Kualitas Hidup yang disusun berdasarkan aspek Power dalam Lopez dan Snyder (2004). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Product Moment Pearson.</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara <em>subjective well-being</em> dengan kualitas hidup <em>caregiver</em> pada orang tua anak berkebutuhan khusus di SLB Kota Ternate dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,893 dan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>subjective well-being</em> yang dimiliki <em>caregiver</em>, maka semakin tinggi pula kualitas hidup yang dirasakan. Sebaliknya, semakin rendah subjective well-being, maka semakin rendah pula kualitas hidup <em>caregiver</em>. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa <em>subjective well-being</em> memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kualitas hidup <em>caregiver</em>. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan psikologis, edukasi, serta dukungan sosial bagi <em>caregiver</em> untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup mereka.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anisah Damayanti Hairun, Syam Ardhy Dabi Dabihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2963Pengembangan Alat Ukur Academic Misconduct pada Mahasiswa2026-06-29T12:01:11+00:00Amanda Astri Fatimah Azzahraamandaastri.fa@gmail.comGheanita Tsania Putri Gumilar gheanitatsaniaputrigumilar@gmail.comMelva Zahra Juniar melvazahrajuniar@gmail.comNaisyifa Nurulabsari Haryadi naisyifanurulabsariharyadi@gmail.comSendy Mulyana sendymulyana@gmail.comSyally Nadira Azalia syallynadiraazalia@gmail.comTahrirtahrir@gmail.comArif Budiman Al Fariz arifbudimanalfariz@gmail.com<p>Integritas akademik merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan tinggi, namun berbagai bentuk pelanggaran akademik (academic misconduct) masih sering ditemukan pada mahasiswa. Oleh karena itu, diperlukan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur Academic Misconduct pada mahasiswa serta menguji kualitas psikometriknya. Academic Misconduct dikonstruksikan berdasarkan empat dimensi, yaitu plagiarism, collusion, falsification, dan cheating, yang dioperasionalisasikan ke dalam delapan item pernyataan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 753 mahasiswa sebagai responden. Validitas isi diuji menggunakan Aiken's V, daya beda item dianalisis melalui korelasi item-total, sedangkan validitas konstruk diuji menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA). Reliabilitas instrumen dievaluasi menggunakan Cronbach's Alpha, Composite Reliability (CR), dan Variance Extracted (VE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas isi yang baik dengan nilai Aiken's V berkisar antara 0,75–0,91. Seluruh item juga memiliki daya beda tinggi dengan koefisien korelasi item-total sebesar 0,772–0,866. Hasil CFA menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki loading factor antara 0,76–0,91 sehingga memenuhi kriteria validitas konstruk. Instrumen memiliki reliabilitas yang sangat baik dengan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,929, CR sebesar 0,95, dan VE sebesar 0,71. Selain itu, model pengukuran menunjukkan indeks kecocokan yang baik. Dengan demikian, alat ukur Academic Misconduct yang dikembangkan terbukti valid dan reliabel untuk digunakan dalam mengukur perilaku pelanggaran akademik pada mahasiswa.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amanda Astri Fatimah Azzahra, Gheanita Tsania Putri Gumilar , Melva Zahra Juniar , Naisyifa Nurulabsari Haryadi , Sendy Mulyana , Syally Nadira Azalia , Tahrir, Arif Budiman Al Fariz http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2965Pengaruh Literasi Kesehatan Mental dan Sikap Mengenai Penyakit Mental terhadap Help Seeking Behavior pada Mahasiswa di Kota Ternate2026-06-29T12:40:18+00:00Madina Nurtazallah Walimadinanurtazallahwali@gmail.comAmalia S.J Kaharamalia@unkhair.ac.id<p>Masalah kesehatan mental pada mahasiswa merupakan isu yang semakin mendapat perhatian karena dapat memengaruhi fungsi akademik, sosial, dan kesejahteraan psikologis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan psikologis adalah melalui <em>help seeking behavior</em>. Perilaku ini diduga dipengaruhi oleh literasi kesehatan mental dan sikap mengenai penyakit mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi kesehatan mental dan sikap mengenai penyakit mental terhadap <em>help seeking behavior</em> pada mahasiswa di Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini melibatkan 362 mahasiswa aktif di Kota Ternate yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Alat ukur yang digunakan terdiri dari tiga skala, yaitu skala <em>Help Seeking Behavior</em>, skala Literasi Kesehatan Mental, dan skala Sikap Mengenai Penyakit Mental. Analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi kesehatan mental dan sikap mengenai penyakit mental secara simultan berpengaruh signifikan terhadap <em>help seeking behavior</em> dengan taraf signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05). Secara parsial, literasi kesehatan mental tidak berpengaruh signifikan terhadap <em>help seeking behavior</em> dengan taraf signifikansi p = 0,114 (p > 0,05), sedangkan sikap mengenai penyakit mental berpengaruh signifikan terhadap <em>help seeking behavior</em> dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa sikap mengenai penyakit mental memiliki peran yang lebih penting dalam mendorong mahasiswa untuk mencari bantuan psikologis dibandingkan literasi kesehatan mental. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program edukasi dan intervensi untuk meningkatkan <em>help seeking behavior</em> pada mahasiswa.</p>2026-06-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Madina Nurtazallah Wali, Amalia S.J Kaharhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2971Literasi Kesehatan Mental Pegawai Pemerintahan di Kabupaten Morowali Utara2026-06-30T02:07:46+00:00Happy Cahyani Sunusi*happycahyani@unkhair.ac.idNugraheni Putri Utaminugraheni@unkhair.ac.idFrolis Labirofrolislabiro@uho.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah melihat tingkat literasi kesehatan mental pegawai pemerintahan di Kabupaten Morowali Utara. Desain penelitian menggunakan survei deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Pegawai pemerintahan di Kabupaten Morowali Utara (n = 60) menjadi sampel penelitian ini. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Mental Health Literacy Scale</em> (MHLS) sedangkan analisa data menggunakan analisis deskriptif yang meliputi: frekuensi, persentase, <em>mean</em> (rata-rata) , standar deviasi, serta kategori tingkat literasi kesehatan mental (rendah, sedang, tinggi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi kesehatan mental pegawai pemerintahan di Morowali Utara berada pada kategori sedang yang disebabkan oleh faktor usia dan tingkat pendidikan..</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Happy Cahyani Sunusi, Nugraheni Putri Utami, Frolis Labirohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2975Analisis Sistem Kurikulum dan Pembelajaran Bahasa Arab: Tinjauan Aspek Input, Instrumental, dan Lingkungan di MTs Ashhabul Maimanah Susukan2026-06-30T14:15:01+00:00M Nurul Fajrinurulfajrie359@gmail.comIsop SyafeiIsop.syafei@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem kurikulum dan pembelajaran Bahasa Arab berdasarkan aspek input, instrumental, dan environmental untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di salah satu lembaga pendidikan Islam yaitu MTs ashhabul Maimanah Susukan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala lembaga, guru Bahasa Arab, dan peserta didik, serta studi dokumentasi terhadap kurikulum, perangkat pembelajaran, dan dokumen pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran Bahasa Arab ditentukan oleh keterkaitan antara aspek input yang mencakup kompetensi pendidik, karakteristik peserta didik, dan kurikulum; aspek instrumental yang meliputi metode, media, sarana, dan evaluasi pembelajaran; serta aspek environmental berupa dukungan lingkungan sekolah, keluarga, dan budaya berbahasa. Sinergi ketiga aspek tersebut berkontribusi terhadap terciptanya proses pembelajaran Bahasa Arab yang lebih efektif dan berkelanjutan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 M Nurul Fajri, Isop Syafeihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2980Pengembangan dan Validasi Skala Cyberbullying pada Mahasiswa2026-07-01T01:16:45+00:00Dzafira Rizqiya Nahdahdzafirarizqiyan@gmail.comPutri Salsabila Ramadhanischologiest@gmail.comNazwa Aulianasnazwaaul@gmail.comDhiva Fachira Radhitadhivaradhita@gmail.comRidzky Hidayatridzkyhidayat2356@gmil.comHilma Humaira Fatimatu Az-Zahrahilmahumaira22@gmail.comTahrir Tahrir tahrir@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas instrumen <em>Cyberbullying Scale</em> berdasarkan tujuh dimensi <em>cyberbulling </em>dari Willard, yaitu <em>flaming, harassment, denigration, impersonation, outing and trickery, exclusion,</em> dan <em>cyberstalking</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>instrument development research</em> pada 721 mahasiswa UIN Bandung. Analisis data dilakukan melalui uji validitas isi, uji daya beda item, reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta <em>Confirmatory Factor Analysis </em>(CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item memiliki validitas yang baik, dengan nilai reliabilitas sebesar 0,929 dan model CFA yang memenuhi kriteria<em> good fit.</em> Selain itu, nilai <em>Construct Reliability</em> (CR = 0,98) dan <em>Average Variance Extracted</em> (AVE = 0,79) menunjukkan bahwa instrumen memiliki validitas konstruk yang kuat. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur <em>cyberbullying </em>pada mahasiswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dzafira Rizqiya Nahdah, Putri Salsabila Ramadhani, Nazwa Aulia, Dhiva Fachira Radhita, Ridzky Hidayat, Hilma Humaira Fatimatu Az-Zahra, Tahrir Tahrir http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2981Konsep Dasar Teknologi Pembelajaran PAI2026-07-01T02:01:50+00:00Sri Marlia Puteri Taridalasrimarliyah9@gmail.comHadi Mahmud mahmud657@gmail.comNurdin Karim nurdinkarim@gmail.comImelda Wahyuni imeldawahyuni80@yahoo.com<p>Makalahl ini bertujuan merumuskan konsep dasar teknologi pembelajaran dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan studi kepustakaan yang sistematis. Berpijak pada analisis isi tematik terhadap literatur akademik terverifikasi rentang 2015–2025, riset ini menelisik akar epistemologis, kawasan utama, landasan filosofis-teologis, serta model integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI. Temuan mengungkapkan bahwa pemaknaan teknologi pembelajaran PAI masih kerap direduksi menjadi sekadar perkakas teknis, alih-alih dipahami sebagai suatu ekosistem utuh yang mencakup desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan evaluasi pembelajaran. Secara konseptual, teknologi pembelajaran PAI merupakan ikhtiar sistematis dan bernilai untuk memfasilitasi transformasi pengetahuan, penghayatan spiritual, dan keterampilan beragama peserta didik secara etis dan bermakna. Kajian ini juga memetakan kontribusi kerangka <em>Technological Pedagogical Content Knowledge</em> (TPACK) dan model <em>Substitution, Augmentation, Modification, Redefinition</em> (SAMR) sebagai panduan teoretis, sekaligus menyoroti pergeseran paradigma evaluasi dari asesmen hafalan menuju pendekatan autentik dan holistik berbasis digital. Meskipun potensi transformatifnya signifikan, implementasi di lapangan masih dihadapkan pada kesenjangan infrastruktur, keterbatasan kompetensi digital pendidik, serta belum optimalnya integrasi nilai-nilai Islam dalam platform pembelajaran. Dengan demikian, konsep dasar teknologi pembelajaran PAI meniscayakan sinergi antara kecakapan teknologis, kearifan spiritual, dan kepekaan pedagogis agar teknologi benar-benar berfungsi sebagai <em>wasilah</em> yang mengantarkan peserta didik pada tujuan hakiki pendidikan Islam: membentuk insan bertakwa, berakhlak mulia, dan cakap menghadapi tantangan zaman.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Marlia Puteri Taridala, Hadi Mahmud , Nurdin Karim , Imelda Wahyuni http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2899Model-Model Pembelajaran2026-07-01T07:40:27+00:00Mardiah Astutimardiahastutiuin@radehfatah.ac.idSiti Halima Tusya'diyah NSTsitihalimatusyadiyahnasution@gmail.comBagas Saputrabs8333736@gmail.comDea Salsabillamuhamadfauzi_uin@radenfatah.ac.idMuhammad Aprendimuhammadaprendi789@gmail.comAditiya Rahmatullahrahmatullahaditya78@gmail.com<p>Model pembelajaran merupakan suatu rencana atau cara yang disusun secara sistematis untuk mengatur pengalaman belajar guna mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Secara konseptual, model dipahami sebagai representasi atau penyederhanaan dari realitas. Dalam konteks pendidikan, model pembelajaran berfungsi sebagai pedoman dalam penyusunan kurikulum, pengembangan materi ajar, serta pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran memiliki beberapa komponen utama, yaitu sintaks, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, dampak pembelajaran, dan dampak pengiring. Berdasarkan klasifikasinya, model pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi model pemrosesan informasi, model personal, model sosial, dan model perilaku. Selain itu, terdapat berbagai jenis model pembelajaran yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar, seperti inquiry, kontekstual, ekspositori, problem based learning, kooperatif, project based learning, PAIKEM, quantum learning, pembelajaran terpadu, dan tematik. Setiap model pembelajaran memiliki karakteristik yang didasarkan pada teori belajar tertentu, tujuan yang jelas, prosedur yang sistematis, serta dampak langsung maupun tidak langsung terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, pemilihan dan penerapan model pembelajaran yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mardiah Astuti, Siti Halima Tusya'diyah NST, Bagas Saputra, Dea Salsabilla, Muhammad Aprendi, Aditiya Rahmatullahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2991Pengembangan Alat Ukur Cheating pada Mahasiswa2026-07-01T23:05:30+00:00Muhammad Fathur Rohman Setiawanfthurrohman1@gmail.comMuhammad Fauzan Atallahfauzan.atallah.uin@gmail.comCyntia Fajriani Putricyntiafajriani23@gmail.comYulia Puspita Hidayanipyuli949@gmail.comNayshila Azania Ramadhanishilaramadhani19@gmail.comFitri Aulia Dzulhijahfitriauliadzulhijjah@gmail.comSalsabilla Aiga Rahman aigasalsar@gmail.comTahrirtahrir@gmail.comArif Budiman Al Fariz arifbudimanalfariz@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat ukur cheating pada mahasiswa berdasarkan teori Gregory J. Cizek, karena kecurangan akademik masih menjadi persoalan yang relevan di lingkungan perguruan tinggi. Subjek penelitian adalah 680 mahasiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih melalui teknik random sampling, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert. Pengembangan instrumen dilakukan melalui tiga tahap, yaitu validitas substantif, validitas struktural, dan validitas eksternal. Analisis data mencakup uji validitas isi menggunakan Aiken's V, uji daya beda aitem dengan korelasi product moment Pearson, uji reliabilitas Cronbach's Alpha, Exploratory Factor Analysis (EFA), dan Confirmatory Factor Analysis (CFA) menggunakan LISREL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aitem memiliki validitas isi yang sangat baik dengan nilai Aiken's V di atas 0,50, daya beda aitem tergolong tinggi, serta reliabilitas yang sangat kuat dengan Cronbach's Alpha sebesar 0,943. Hasil CFA juga menunjukkan model tiga dimensi yang dikembangkan yaitu Giving, Taking, or Receiving Information; Using Prohibited Materials; dan Circumventing or Taking Advantage of the Testing Process memiliki kecocokan model yang baik. Selain itu, skala ini juga menunjukkan validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas komposit yang memadai. Dengan demikian, alat ukur cheating yang dikembangkan dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur perilaku kecurangan akademik pada mahasiswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fathur Rohman Setiawan, Muhammad Fauzan Atallah, Cyntia Fajriani Putri, Yulia Puspita Hidayani, Nayshila Azania Ramadhani, Fitri Aulia Dzulhijah, Salsabilla Aiga Rahman , Tahrir, Arif Budiman Al Fariz http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2778Strategi Co-Play Orang Tua dalam Mengurangi Perilaku Agresif Anak Sekolah Dasar Akibat Paparan Game Roblox2026-07-02T00:40:05+00:00Intan Dwi Nugroho24320284@students.uii.ac.idMuthia Zainnajwa Zahra24320450@students.uii.ac.idKhansa Tafidah Khairunnisa24320455@students.uii.ac.idSyahmumtaz Zirlyaliva Azwa24320452@students.uii.ac.idArum Septiana Izzatul Janah24320190@students.uii.ac.idMaulidya Vina Apsari24320443@students.uii.ac.idHazhira Qudsyihazhira.qudsyi@uii.ac.id<p>Perilaku agresif pada anak usia sekolah dasar menjadi perhatian penting seiring meningkatnya penggunaan gawai dan paparan game daring, salah satunya Roblox, yang mengandung interaksi kompetitif dan potensi kekerasan. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji paparan negatif game Roblox terhadap perilaku agresif anak usia sekolah dasar serta mengidentifikasi peran strategi <em>co-play</em> orang tua sebagai upaya pencegahan. Penulisan makalah ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan terkait perilaku agresif anak, karakteristik perkembangan anak SD, game Roblox, serta konsep <em>co-play</em> dalam mediasi orang tua. Hasil kajian menunjukkan bahwa intensitas bermain Roblox dapat memicu perilaku agresif melalui proses modeling, khususnya ketika anak meniru perilaku agresif dalam game. Peran orang tua menjadi krusial dalam memberikan pendampingan, pengawasan, dan pembelajaran nilai prososial. Strategi <em>co-play</em>, terutama dalam bentuk <em>parent-directed</em>, memungkinkan orang tua terlibat langsung dalam aktivitas bermain anak sehingga dapat mengarahkan emosi, perilaku, serta interaksi anak ke arah yang lebih adaptif. Strategi <em>co-play</em> orang tua merupakan pendekatan yang efektif dalam meminimalkan perilaku agresif anak akibat paparan game Roblox, sekaligus memperkuat hubungan orang tua dan anak serta mendukung perkembangan sosial-emosional anak secara positif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Intan Dwi Nugroho, Muthia Zainnajwa Zahra, Khansa Tafidah Khairunnisa, Syahmumtaz Zirlyaliva Azwa, Arum Septiana Izzatul Janah, Maulidya Vina Apsari, Hazhira Qudsyihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2992Pendekatan Gospel-Centered dalam Pembelajaran Alkitab bagi Perubahan Karakter Anak Sekolah Minggu2026-07-02T02:24:04+00:00Syarifah Noor Habibahsyarifahnh1908@gmail.comAntoni BastianBastianantoni9@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan Gospel-Centered dalam pembelajaran Alkitab di Sekolah Minggu, kontribusi pendekatan Gospel-Centered terhadap perubahan karakter anak Sekolah Minggu, dan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penerapan pendekatan Gospel-Centered dalam pembelajaran Alkitab bagi perubahan karakter anak Sekolah Minggu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data menggunakan sumber sekunder yang dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik kualitatif yang terdiri dari analisis sebelum di lapangan, analisis selama dan setelah di lapangan, kondensasi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Gospel-Centered relevan diterapkan dalam pembelajaran Alkitab di Sekolah Minggu karena berkontribusi terhadap pembentukan karakter anak melalui internalisasi nilai-nilai Kristiani, seperti kasih, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kepedulian, pengampunan, dan kerendahan hati. Keberhasilan penerapannya didukung oleh faktor kerja sama antar guru, keterlibatan keluarga, ketersediaan bahan ajar, penggunaan media pembelajaran yang sesuai, lingkungan pelayanan yang kondusif, semangat belajar dan keterlibatan anak, keteladanan orang tua, serta lingkungan keluarga yang harmonis. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan latar belakang keluarga, rendahnya keterlibatan orang tua, keterbatasan waktu pembelajaran di gereja, perbedaan tingkat pemahaman anak, rentang perhatian anak yang terbatas, pengaruh lingkungan pergaulan, serta tantangan perkembangan media digital.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Syarifah Noor Habibah, Antoni Bastianhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2989Hubungan Kemampuan Pengedalian Diri dengan Perilaku Seksual Pranikah Remaja pada Mahasiswa di Universitas X2026-07-02T03:22:31+00:00Nofriani Fransiska A. Nadunofrianinadu@gmail.comAndreas Yudha Fery Nugrohoandreas.yudha@ustjogja.ac.idHaniek Faridahaniek.farida@ustjogja.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kemampuan pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa di Universitas X. Hipotesis penelitian menyatakan adanya hubungan negatif antara kemampuan pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 115 mahasiswa Universitas X. Data dikumpulkan menggunakan skala kemampuan pengendalian diri dan skala perilaku seksual pranikah, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson produc moment.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara kemampuan pengendalian diri dengan perilaku seksual pranikah (r = –0,704; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan pengendalian diri yang dimiliki mahasiswa, semakin rendah perilaku seksual pranikah yang ditunjukkan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,495 menunjukkan bahwa kemampuan pengendalian diri memberikan kontribusi efektif sebesar 49,5% terhadap perilaku seksual pranikah, sedangkan 50,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nofriani Fransiska A. Nadu, Andreas Yudha Fery Nugroho, Haniek Faridahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2996Pengembangan Skala Integritas Moral Mahasiswa2026-07-02T07:40:53+00:00Aqila Zainina Salsabilaaqilazaininasalsabila@gmail.comFitri Nuraini Mardiyya fitrinurainimardiyya@gmail.comIlham Ramadhan ilhamramadhan@gmail.comRahma Alya Ibnatirahmaalyaibnati@gmail.comRaden Roro Bunga Putri N. A. P.radenrorobungaputri@gmail.comSalsan Nurbaiti Handayanisalsannurbaitihandayani@gmail.comZahfany Hazmiyati Abdillahzahfanyhazmiyatiabdillah@gmail.comTahrirtahrir@uinsgd.ac.idArif Budimanarifbudiman@gmail.com<p>Integritas moral merupakan kemampuan individu untuk membedakan tindakan yang benar dan salah, bertindak secara konsisten sesuai prinsip moral, serta mempertanggungjawabkan keputusan moral yang diambil. Meskipun penting dalam konteks kehidupan akademik mahasiswa, instrumen yang mengukur integritas moral secara komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kualitas psikometrik Skala Integritas Moral (SIM) yang terdiri atas tiga dimensi, yaitu Moral Discernment, Consistent Behavior, dan Public Justification. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen. Subjek penelitian berjumlah 745 mahasiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling. Instrumen terdiri atas 9 butir yang dikembangkan berdasarkan kerangka teoritis Olson dan Carter. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh butir memiliki daya diskriminasi yang tinggi (r = 0,743–0,788) dan ketiga dimensi berkorelasi kuat dengan skor total (r = 0,888–0,895). Reliabilitas instrumen tergolong sangat baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,911. Hasil Confirmatory Factor Analysis menunjukkan kesesuaian model yang sangat baik (RMSEA = 0,036; NFI = 0,99; NNFI = 1,00; CFI = 1,00; IFI = 1,00). Selain itu, diperoleh nilai Composite Reliability sebesar 0,93 dan Average Variance Extracted sebesar 0,61. Validitas konvergen didukung oleh korelasi positif yang kuat dengan Moral Intelligence (r = 0,795; p < 0,01), sedangkan validitas diskriminan ditunjukkan melalui korelasi negatif dengan Academic Dishonesty, Cheating, dan Academic Misconduct. Temuan ini menunjukkan bahwa Skala Integritas Moral merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur integritas moral pada mahasiswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aqila Zainina Salsabila, Fitri Nuraini Mardiyya , Ilham Ramadhan , Rahma Alya Ibnati, Raden Roro Bunga Putri N. A. P., Salsan Nurbaiti Handayani, Zahfany Hazmiyati Abdillah, Tahrir, Arif Budimanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2998Pengaruh Pemberdayaan Administrasi terhadap Komitmen Organisasi dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Guru SMP Se-Kabupaten Konawe Kepulauan)2026-07-02T08:51:44+00:00Hernihernibaini@gmail.comSamdinsamdin@uho.ac.idLa Ode Suriadildsuriadi@gmail.comWa Ode Dien Indalestaridyen.indalestari3095@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh pemberdayaan administrasi terhadap komitmen organisasi dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi (Studi pada Guru SMP Se-Kabupaten Konawe Kepulauan) baik secara langsung maupun melalui mediasi. Pendekatan penelitian ini adalah survei dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan secara cross-section dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dokumentasi. Populasi penelitian adalah 93 karyawan tetap dan peneliti di jadikan responden penelitian. Peralatan analisis yang digunakan adalah <em>Partial Least Square</em> (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberdayaan administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Pemberdayaan administrasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasi. Selain itu, kepuasan kerja terbukti mampu memediasi parsial secara signifikan pengaruh pemberdayaan administrasi terhadap komitmen organisasi.</p> <p> </p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Herni, Samdin, La Ode Suriadi, Wa Ode Dien Indalestarihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3000Knowing Is Not Enough: Refleksi Calon Guru tentang Tanggung Jawab Profesional dan Keterlambatan di Kelas2026-07-02T13:44:06+00:00Siti Shalihashaliha.siti@gmail.com<p>Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana mahasiswa calon guru mempersepsikan dan merefleksikan keterlambatan berulang mereka dalam perkuliahan Social Emotional Learning (SEL), dengan fokus khusus pada kesenjangan antara kesadaran profesional dan perilaku aktual. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif yang melibatkan 17 mahasiswa calon guru dalam program Pendidikan Bahasa Inggris. Data dikumpulkan dari dua sumber: catatan kehadiran selama tujuh sesi perkuliahan dan refleksi tertulis yang merespons lima pertanyaan terbuka. Analisis tematik mengungkapkan tiga tema utama. Pertama, partisipan menunjukkan kesadaran profesional yang matang, mengartikulasikan bahwa ketepatan waktu sangat penting untuk kredibilitas, rasa hormat, dan keteladanan. Kedua, mereka mengkonstruksi narasi pembenaran yang menyeimbangkan atribusi internal dan keadaan eksternal. Ketiga, kesenjangan knowing–doing yang persisten muncul, di mana mahasiswa yang paling sering terlambat menghasilkan refleksi paling artikulatif tentang profesionalisme. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran profesional tidak secara otomatis diterjemahkan ke dalam perubahan perilaku. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman pembentukan identitas profesional dengan menyoroti perlunya program pendidikan guru untuk mengatasi keterampilan regulasi diri di samping kesadaran kognitif. Implikasi untuk pedagogi SEL dan pengembangan calon guru didiskusikan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Siti Shalihahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3001Makna Tumpeng Tempe dalam Ritual Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen2026-07-03T00:17:08+00:00Dewi Mutiatus Sholichadewimutiatus@gmail.comVika Yolanda Anjanivikaylnd121206@gmail.comErwin Kusuma Wardanaerwinkusumawardana89@gmail.comKukuh SinduwiatmoKukuh003@gmail.com<p>Tradisi Ruwah Desa di Desa Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, memiliki kekhasan budaya dengan mewajibkan kehadiran Tumpeng Tempe sebagai syarat mutlak dan ikon utama ritual. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk membongkar makna simbolik Tumpeng Tempe dalam ritual Ruwah Desa, guna melihat bagaimana masyarakat mengonstruksi identitas ekonomi mereka ke dalam sebuah tradisi keagamaan dan kebudayaan. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi, wawancara mendalam bersama dua informan yang terlibat aktif sejak awal tradisi, serta dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui lensa teori Interaksionisme Simbolik dari George Herbert Mead dan Herbert Blumer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempe mengalami pergeseran makna dari entitas profan berupa lauk-pauk harian menjadi medium komunikasi spiritual yang sakral. Tumpeng Tempe dimaknai sebagai representasi identitas kolektif desa sentra perajin tempe, lambang kesederhanaan, serta wujud rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Bentuk kerucut pada tumpeng secara khusus melambangkan komunikasi vertikal untuk penyampaian doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rangkaian prosesi adat ini juga berfungsi sebagai media komunikasi sosiokultural yang memperkuat gotong royong dan solidaritas warga. Meskipun demikian, arus modernisasi memunculkan tantangan nyata berupa menurunnya pemahaman filosofis dan antusiasme partisipasi generasi muda, sehingga sangat diperlukan upaya pewarisan dan pelestarian yang berkesinambungan agar identitas lokal ini tetap lestari.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Mutiatus Sholicha, Vika Yolanda Anjani, Erwin Kusuma Wardana, Kukuh Sinduwiatmohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3005Hubungan Penggunaan Media Sosial TikTok terhadap Brain Rot Remaja2026-07-03T02:44:58+00:00Slamet Danu Wijiantoslametdanuwijanto@gmail.comTitik Muti’ahtitik@ustjogja.ac.idHaniek Faridahaniek.farida@ustjogja.ac.id<p>Media sosial TikTok menyediakan hiburan cepat dan instan lewat algoritma video singkat sehingga menyebabkan gangguan terhadap perkembangan remaja pada aspek sosial,emosional dan kognitif. Fenomena kelelahan mental dan kognitif yang diakibatkan konsumsi berlebihan konten video pendek tidak berbobot disebut dengan isitilah Brain Rot oleh Oxford World Press 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara penggunaan media sosial TikTok dan Brain Rot remaja. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan rancangan penelitian korelasional.Populasi dalam penelitian ini adalah 115 mahasiswa X Angkatan 2025. Teknik pengumpulan subjek penelitian menggunakan teknik Purposive Sampling dengan kriteria (1) Mahasiswa X Angkatan 2025; (2) Memiliki akun di media sosial TikTok; (3) Berusia 18-21 Tahun. Hasilnya, terdapat 70 orang yang memenuhi kriteria, sehingga total 61 peserta penelitian yang direkrut melalui penyebaran kuesioner via tautan Google Forms. Variabel penggunaan media sosial TikTok dikur menggunakan skala dari aspek teori SONTUS (Social Networking Time Use Scale) Olufadi, (2016) dan skala Brain Rot dari aspek Yousef et al., (2025).Analisis hasil penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dari pearson dengan software Jamovi version 2.6.44 for windows. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel penggunaan media sosial TikTok dan Brain Rot dengan nilai r positif. r = 0,352 dengan nilai p-value = 0,005 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi R² = 0,124 menunjukkan penggunaan TikTok menyumbang 12,4% terhadap fenomena Brain Rot remaja. Temuan ini menegaskan pentingnya untuk membatasi penggunaan media sosial dan konsumsi video pendek bagi remaja dan bagi orang tua penting untuk memberikan kontrol terhadap penggunaan media sosial remaja.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Slamet Danu Wijianto, Titik Muti’ah, Haniek Faridahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3010Dinamika Migrasi Pekerja Migran Indonesia di Desa Cempala Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas dalam Perspektif Sosiologi2026-07-03T12:57:38+00:00Rizqi Ratna Paramitharizqi.rp@fisip.untan.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika migrasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Desa Cempala, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas dalam perspektif sosiologi dengan menggunakan teori migrasi Everett S. Lee. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menjadi pekerja migran, Keputusan sebagai pekerja migran illegal dipengaruhi oleh faktor pendorong (<em>push factor</em>s) berupa terbatasnya lapangan pekerjaan, rendahnya pendapatan, dan kebutuhan ekonomi keluarga, serta faktor penarik (<em>pull factors</em>) berupa tingginya upah, peluang kerja yang lebih luas, dan kedekatan geografis dengan Malaysia. Selain itu, hambatan migrasi seperti biaya Risiko-resiko sebagai buruh migran illegal bekerja di luar negeri tidak mengurangi minat masyarakat untuk bermigrasi karena didukung oleh karakteristik individu, motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rizqi Ratna Paramithahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3015Inovasi Kurikulum di Era Distrupsi2026-07-04T12:47:23+00:00Saleh Sutrisnasalehsutrisna1976@gmail.comHermanherman@gmail.comMuh. Yahya Ubaid muh.yahyaubaid@gmail.comSamsurisamsuri@gmail.com<p>Era disrupsi ditandai oleh perubahan yang cepat dan mendasar akibat perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan globalisasi yang berdampak signifikan terhadap sistem pendidikan, termasuk desain kurikulum. Dalam konteks ini, Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan serius dalam menjaga relevansi nilai-nilai keislaman di tengah kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi inovasi kurikulum PAI serta mengembangkan model konseptual yang mengintegrasikan nilai Islam dengan pendekatan pedagogis modern dan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari artikel jurnal internasional bereputasi, buku akademik, serta dokumen kebijakan pendidikan dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur sistematis, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis tematik (thematic analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI konvensional tidak lagi mampu menjawab tuntutan era disrupsi. Terdapat kesenjangan antara pendekatan pembelajaran tradisional dengan kebutuhan peserta didik generasi digital. Penelitian ini menawarkan model Integratif–Adaptif–Transformatif (IAT) sebagai kerangka inovasi kurikulum yang menggabungkan nilai teologis, pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik, serta integrasi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kurikulum harus bersifat holistik dan transformatif, mencakup aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Model yang diusulkan menjadi kontribusi ilmiah baru dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam secara sistematis dalam konteks digital, sehingga kurikulum PAI tetap relevan, adaptif, dan mampu membentuk generasi muslim yang berintegritas di era disrupsi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Saleh Sutrisna, Herman, Muh. Yahya Ubaid , Samsurihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3011Literasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Model PISA Konten Uncertainty and Data Ditinjau dari Self-Efficacy2026-07-05T00:46:01+00:00Nur Alfin Azizahnur.22112@mhs.unesa.ac.idLestariningsihlestariningsih@unesa.ac.id<p>Penelitian ini menggunakan soal model PISA pada konten <em>uncertainty and data</em> dengan konteks personal serta meninjau <em>self-efficacy</em> siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal model PISA pada konten <em>uncertainty and data</em> ditinjau dari <em>self-efficacy</em>. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa kelas IX, yaitu satu siswa dengan <em>self-efficacy</em> tinggi dan satu siswa dengan <em>self-efficacy</em> rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan matematika, angket <em>self-efficacy</em>, tes literasi matematika, dan wawancara. Indikator literasi matematika yang digunakan mengacu pada proses <em>formulate</em> (merumuskan), <em>employ</em> (menerapkan), dan <em>interpret</em> (menafsirkan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan <em>self-efficacy</em> tinggi mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi dua dari tiga proses literasi matematika, yaitu <em>formulate</em> dan <em>interpret</em>. Siswa dengan <em>self-efficacy</em> tinggi mampu mengidentifikasi informasi dalam soal dan merepresentasikannya untuk menemukan solusi, merancang strategi penyelesaian yang efektif, serta menafsirkan dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dengan alasan yang logis. Namun, siswa tersebut masih melakukan kesalahan dalam menerapkan prosedur penyelesaian sehingga belum memenuhi indikator <em>employ</em>. Sementara itu, siswa dengan <em>self-efficacy</em> rendah mampu menyelesaikan soal dengan memenuhi proses literasi matematika <em>formulate</em> dan <em>employ</em>. Siswa dengan <em>self-efficacy</em> rendah mampu mengidentifikasi informasi dalam soal dan merepresentasikannya untuk menemukan solusi, merancang strategi penyelesaian, menerapkan prosedur penyelesaian dengan benar, serta mengevaluasi hasil yang diperoleh dengan alasan yang logis. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memahami kemampuan literasi matematika siswa sebagai dasar dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai dengan kemampuan literasi matematika masing-masing siswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nur Alfin Azizah, Lestariningsihhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3020Analisis Properti Psikometrik Skala Self-Efficacy berdasarkan Teori Albert Bandura: Studi Kostruksi Alat Ukur2026-07-05T08:57:24+00:00Umi Saadahusaadah415@gmail.comAyu Novia Safitriayunoviasftr@gmail.comLatisya Putri Salsabilalatisyaps22@gmail.comRapli Paturohmanjoocell79@gmail.comRannia Maryam FauziyatunnisaMaryamfaurannia@gmail.comApril Tri Natasyaaprilltrinatasya@gmail.comTahrir Tahrirtahrir@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji instrumen <em>academic self-efficacy</em> pada mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi, khususnya di tengah meningkatnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan yang berpotensi memengaruhi kemandirian belajar. <em>Self-efficacy</em> didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam mengorganisasi dan melaksanakan tindakan untuk mencapai tujuan (Bandura, 1997). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pengembangan instrumen psikologis. Subjek terdiri dari 570 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung yang dipilih melalui <em>convenience sampling</em>. Instrumen disusun berdasarkan tiga dimensi, yaitu <em>level (magnitude), strength,</em> dan <em>generality</em>, menggunakan skala Likert 1–5. Analisis data mencakup uji validitas isi (Aiken’s V), analisis item, reliabilitas Cronbach’s Alpha, serta Confirmatory Factor Analysis (CFA) berbasis Structural Equation Modeling. Hasil menunjukkan validitas isi tinggi (0,821–0,964), daya beda item memadai (r ≥ 0,30), serta reliabilitas baik (α = 0,850). Model tiga dimensi juga memenuhi kriteria <em>goodness of fit</em> (RMSEA = 0,00; CFI = 1,00; AVE = 0,57; CR = 0,89).</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Umi Saadah, Ayu Novia Safitri, Latisya Putri Salsabila, Rapli Paturohman, Rannia Maryam Fauziyatunnisa, April Tri Natasya, Tahrir Tahrirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2730Metode Fun Cooking Class sebagai Strategi Pengembangan Kreativitas Anak di RA Mutiara Islam Kendari2026-07-05T11:49:03+00:00Novinoviputrialvial@gmail.comSalwiahsalwiah196967@gmail.comAhid HidayatAhid.hidayat@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan <em>Fun Cooking Class </em>sebagai strategi pengembangan kreativitas anak usia 5–6 tahun di RA Mutiara Islam Kendari serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah anak kelompok B1 dan B2 usia 5–6 tahun, sedangkan informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan <em>Fun Cooking Class </em>dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Kegiatan ini mampu mengembangkan kreativitas anak yang ditunjukkan melalui aspek <em>fluency, flexibility, originality, dan elaboration</em>. Anak mampu menghasilkan ide yang beragam, memilih variasi topping sesuai keinginan, menciptakan karya yang berbeda, serta menambahkan berbagai detail pada hasil karyanya. Faktor pendukung kegiatan meliputi dukungan guru, suasana belajar yang menyenangkan, dan ketersediaan alat serta bahan. Adapun faktor penghambatnya adalah keterbatasan kemampuan motorik halus pada sebagian anak dan kebutuhan pendampingan guru pada beberapa tahapan kegiatan. Dengan demikian, <em>Fun Cooking Class</em> merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novi, Salwiah, Ahid Hidayathttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3030Students’ Perceptions of Online Presentations Via Zoom and in-Person Presentations in Improving Confidence in Speaking English2026-07-07T02:09:05+00:00Hijril Ismailhijrilismail@ummat.ac.idEdi edi@gmail.comIlhamilham@gmail.comAsbahasbah@gmail.comElsa Khusnul Khatimahelsakhusnulkhatimah@gmail.com<p> </p> <p>This study examines presentations as an active learning strategy that can increase student engagement and confidence in speaking English. Although many studies have examined online learning, few have compared students' perceptions of Zoom presentations and in-person presentations in relation to increased confidence. This study aims to reveal students' perceptions of both forms of presentations, compare their advantages and disadvantages, and identify factors that influence confidence when speaking. The method used is descriptive qualitative with a population of students in the English Education Study Program (56 students) and a purposive sample who have presentation experience. Data were collected through a Likert questionnaire and in-depth interviews with 10 selected participants. Questionnaire analysis used descriptive statistics, while interview data were analyzed qualitatively through data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings show that presentations via Zoom can increase confidence for some participants because they reduce anxiety and are supported by technological features, despite being limited by technical problems and nonverbal interaction. Meanwhile, in-person presentations are more effective in training speaking skills, courage, and direct interaction with lecturers and classmates. The main factors that influence confidence are mastery of the material, support from the learning environment, and previous presentation experience. In conclusion, both forms of presentation complement each other, and integrating them into English language learning can provide a more holistic approach to improving participants' speaking confidence, communication skills, and adaptation in various communication situations.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hijril Ismail, Edi , Ilham, Asbah, Elsa Khusnul Khatimahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3032Arabizi sebagai Identitas Linguistik Generasi Z Arab: Sebuah Systematic Literature Review2026-07-07T03:16:33+00:00Yasril Ahmad Syairaziyasrilahmadsyairazi@gmail.comApip Ansurullah Sidiqapipansurullohtu@gmail.comFaizurrizqiFaizur.rizqi97@gmail.comAde Nandangadenandang@uinsgd.ac.idIzzudin Musthafaizzuddin@uinsgd.ac.id<p>Arabizi merupakan salah satu fenomena kebahasaan yang berkembang pesat di kalangan Generasi Z Arab sebagai konsekuensi dari transformasi komunikasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Arabizi sebagai identitas linguistik Generasi Z Arab melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal, prosiding, dan buku ilmiah yang terindeks pada Scopus, Web of Science, ScienceDirect, SpringerLink, dan DOAJ, dengan kriteria publikasi tahun 2015–2026, berbahasa Inggris atau Arab, tersedia dalam bentuk <em>full text</em>, serta relevan dengan fokus penelitian. Proses kajian dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, dan inklusi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui reduksi, pengkodean, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arabizi telah mengalami pergeseran fungsi dari sekadar sistem transliterasi menjadi simbol identitas linguistik, solidaritas sosial, modernitas, dan kreativitas berbahasa di ruang digital. Penggunaannya merefleksikan hibriditas linguistik serta praktik <em>code-switching</em> yang berlangsung tanpa menggeser posisi bahasa Arab standar. Temuan ini menegaskan bahwa Arabizi merupakan bentuk adaptasi terhadap globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang memperkaya praktik komunikasi masyarakat Arab kontemporer serta memiliki implikasi penting bagi pengembangan pendidikan bahasa dan perumusan kebijakan bahasa yang lebih adaptif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yasril Ahmad Syairazi, Apip Ansurullah Sidiq, Faizurrizqi, Ade Nandang, Izzudin Musthafahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3023The Mediating Role of Organizational Commitment in the Relationship between Work Discipline, Teacher Competence, and Teacher Performance2026-07-07T03:21:12+00:00Usman Usmanusman.feb@uho.ac.idIlwanilwanbutur2@gmail.com<p>Kinerja guru merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Namun, variasi kinerja guru menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kompetensi guru belum tentu menghasilkan kinerja yang optimal tanpa didukung oleh komitmen organisasional yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran mediasi komitmen organisasional dalam hubungan antara disiplin kerja, kompetensi guru, dan kinerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 68 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling dari populasi sebanyak 217 guru di Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kompetensi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional maupun kinerja guru. Komitmen organisasional juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Selain itu, komitmen organisasional terbukti memediasi secara parsial pengaruh disiplin kerja dan kompetensi guru terhadap kinerja guru. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan komitmen organisasional dapat meningkatkan efektivitas disiplin kerja dan kompetensi guru dalam mendorong peningkatan kinerja guru. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi peningkatan kinerja guru melalui penguatan komitmen organisasional.</p>2026-07-07T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Usman Usman, Ilwanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3031Penerapan Metode Diskusi Panel dalam Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI SMA Negeri 3 Palopo2026-07-07T04:04:36+00:00Sehe Madeaminsehemadeamin1965@gmail.com<p>Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI SMA Negeri 3 Palopo melalui penerapan metode diskusi panel. Subjek penelitian berjumlah 40 siswa kelas XI yang sebelumnya menunjukkan hasil belajar belum memuaskan. Pelaksanaan tindakan dilakukan dalam dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Strategi pembelajaran yang digunakan menekankan pemecahan masalah melalui kegiatan diskusi, kerja sama kelompok, penyampaian pendapat, serta pemberian tanggapan antarsiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi panel dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada siklus I, sebanyak 45% siswa memperoleh nilai pada kategori sedang, yaitu rentang 5,0–6,5. Setelah dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II, hasil belajar meningkat secara signifikan, yakni 85% siswa memperoleh nilai kategori tinggi pada rentang 6,6–8,5 dan 15% siswa mencapai kategori sangat tinggi pada rentang 8,6–10. Dengan demikian, metode diskusi panel terbukti dapat mendorong keterlibatan siswa, meningkatkan kerja sama, keberanian berpendapat, serta hasil belajar Bahasa Indonesia.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sehe Madeaminhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3033Fenomena Fatwa Instan pada Platform AI sebagai Tantangan Metodologi Ijtihad di Tengah Perkembangan Artifical Intelligence2026-07-08T01:00:22+00:00Najwa Isaura Sabilanajwa.isaura@mhs.unj.ac.idFathima Zahrafathima.zahra@mhs.unj.ac.idM. Sahrilm.sahril@mhs.unj.ac.idAlfath Oktaraya Adoealfath.oktaraya@mhs.unj.ac.idAbdul Fadhilabdul_fadhil@unj.ac.id<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (<em>Artificial Intelligence</em>/AI) telah menyebabkan perubahan besar dalam cara masyarakat mencari hukum Islam, terutama di kalangan generasi muda yang mencakup lebih dari 60 persen populasi Indonesia, Fenomena ini dikenal sebagai agama algoritmik. Perubahan ini menghasilkan fenomena fatwa instan yang didasarkan pada <em>chatbot</em> AI, yang sering muncul tanpa adanya proses verifikasi keilmuan yang memadai, sehingga keabsahan terhadap metodologinya patut dipersoalkan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sejauh mana platform AI generatif dapat memenuhi kualifikasi metodologis seorang mujtahid dalam proses ijtihad hukum Islam, serta merumuskan posisi ideal AI dalam tatanan hukum Islam saat ini. Penelitian ini menerapkan metode studi pustaka (<em>library</em> <em>research</em>) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang berfokus pada normatif-filosofis, di mana data primer terdiri dari kitab-kitab usul fikih yang diakui serta data sekunder berupa artikel ilmiah yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi (<em>content</em> <em>analysis</em>). Penelitian mengungkapkan bahwa AI generatif secara mendasar tidak memenuhi kriteria mujtahid karena tidak memiliki kesadaran spiritual (<em>syu'ur</em>), niat (<em>niyyah</em>), dan tanggung jawab moral (<em>taklif</em>), serta tidak dapat menjalankan proses tarjih atau memahami kemaslahatan dan konteks sosial (<em>'urf</em>) secara mendalam. Ketergantungan pada AI berpotensi menghasilkan halusinasi dan memproduksi output yang tidak terjamin kredibilitasnya, seperti hadis atau dalil palsu, bias dalam representasi mazhab, serta kurangnya akuntabilitas saat terjadinya kesalahan hukum. Temuan ini menunjukkan pentingnya AI ditempatkan secara seimbang sebagai alat untuk riset dan edukasi, bukan sebagai penentu mutlak, dengan kerja sama antara lembaga fatwa dan ahli teknologi informasi untuk mengembangkan regulasi serta penyaringan data keagamaan yang terpercaya dan sesuai dengan prinsip <em>maqasid al-syariah.</em></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Najwa Isaura Sabila, Fathima Zahra, M. Sahril, Alfath Oktaraya Adoe, Abdul Fadhilhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3041Peran Konformitas Teman Sebaya dan Keberfungsian Keluarga terhadap Kecerdasan Emosional Siswa di SMK Negeri Kota Yogyakarta2026-07-08T05:27:00+00:00Putrawansyahputrawansyah@unimudasorong.ac.idPurwadipurwadi@psy.uad.ac.id<p>Sekolah Menengah Kejuruan merupakan individu yang dipersiapkan untuk dibekali dengan berbagai ragam keahlian sesuai dengan kebutuhan pasar kerja baik secara lokal maupun global. Untuk menopang hal tersebut diperlukan sebuah keterampilan non teknis dan salah adalah satunya kecerdasan emosional. kecerdasan emosional dapat dijelaskan sebagai kecakapan individu dalam memahami dan mengekspresikan emosi secara konstruktif yang membantu individu terintegrasi kelingkungan sosialnya dalam aktivitasnya sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran konformitas teman sebaya dan keberfungsian keluarga terhadap kecerdasan emosional remaja di SMK Negeri Kota Yogyakrta. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMKN Kota Yogyakarta dengan rentang usia 15-17 tahun dan bertempat tinggal bersama orangtua. Teknik pengambilan sampel menggunakan Quota dan Accidental Sampling dengan jumlah responden 480 siswa. Alat ukur yang digunakan terdiri dari skala konformitas teman sebaya, keberfungsian keluarga, dan kecerdasan emosional. Hasil analisis menemukan nilai R square sebesar 0,237 dengan nilai p=0,000 (p<0,01) yang menunjukan hipotesis mayor pertama diterima. Uji hipotesis minor pertama memiliki nilai t -2.031 dengan p-0,043<0,050 yang menunjukan bahwa hipotesis minor ini diterima. Hipotesis minor kedua memperoleh nilai t 11.237 dengan p 0,000<0,001 yang menunjukan hipotesis minor dua diterima. Berdasarkan perolehan hasil statistik tersebut diketahui bahwaterdapat peran simultan yang sangat signifikan dari konformitas teman sebaya dengan keberfungsian keluarga terhadap kecerdasan emosional. kemudian diketahui bahwa konformitas teman sebaya memiliki berperan terhadap kecerdasan emosional yang condong ke arah negatif. Sedangkan keberfungsian keluarga berperan sangat signifikan terhadap kecerdasan emosional remaja SMK Negeri Kota Yogyakarta dengan arah yang cenderung positif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putrawansyah, Purwadihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3044Hubungan Penyesuaian Diri dengan Homesickness pada Santri di Pondok Pesantren Imam Syafii Batam2026-07-08T08:30:02+00:00Dessy Kartika Putrikdessyputri8@gmail.comFlora Grace Putriantidgrace.putri@gmail.comHaniek Faridahaniek.farida@ustjogja.ac.id<p><em>Homesickness</em> merupakan salah satu permasalahan psikologis yang sering <strong> </strong>dialami santri pada masa awal tinggal di pondok pesantren akibat keterpisahan <strong> </strong>dari rumah, keluarga, dan lingkungan yang telah dikenal sebelumnya. <strong><sup> </sup></strong>Kemampuan penyesuaian diri diduga berperan dalam membantu santri <strong> </strong>menghadapi perubahan lingkungan sehingga dapat menurunkan tingkat <strong> </strong><em>homesickness</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <strong> </strong>penyesuaian diri dengan <em>homesickness</em> pada santri tahun pertama Pondok <strong> </strong>Pesantren Imam Syafii Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan <strong> </strong>kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 143 santri <strong> </strong>tahun pertama dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan <strong><sub> </sub></strong>data dilakukan menggunakan skala <em>Homesickness</em> berdasarkan teori Stroebe et <strong><sub> </sub></strong>al. (2002) dan skala Penyesuaian Diri berdasarkan teori Schneiders (1964). Kedua instrumen telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas dengan nilai <em>Cronbach's Alpha</em> sebesar 0,916 untuk skala <em>homesickness</em> dan 0,865 untuk <strong><sup> </sup></strong>skala penyesuaian diri. Analisis data menggunakan korelasi <em>Spearman Rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang <strong><sup> </sup></strong>signifikan antara penyesuaian diri dengan <em>homesickness</em> (ρ = -0,4008; p < 0,001). <strong> </strong>Penyesuaian diri memberikan kontribusi sebesar 16% terhadap <em>homesickness</em>. <strong> </strong>Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan penyesuaian diri <strong> </strong>yang dimiliki santri, semakin rendah tingkat <em>homesickness</em> yang dialami. Hasil <strong> </strong>penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak pondok pesantren <strong> </strong>dalam mengembangkan program yang mendukung proses adaptasi santri baru.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dessy Kartika Putri, Flora Grace Putrianti, Haniek Faridahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3046Strategi Bimbingan Klien Dewasa untuk Menekan Residivisme di Balai Pemasyarakatan Kelas I Mataram2026-07-09T00:55:23+00:00Baiq Yosinta Mulianiyosintabq49@gmail.comGinaya Aulia Wiragunaginayauliawiraguna@gmail.comFitria Hartikaniscala914@gmail.comRisa Afyatinafyatinrisaa@gmail.comWinda Desi Partika Sariwindadesi437@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bimbingan yang diterapkan oleh Balai Pemasyarakatan Kelas I Mataram dalam menekan tingkat residivisme pada klien dewasa. Permasalahan yang dikaji berfokus pada pelaksanaan program bimbingan sebagai upaya pencegahan pengulangan tindak pidana setelah klien Kembali ke masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara sistematis untuk menggambarkan pelaksanaan bimbingan yang dilakukan oleh Balai Kelas I Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan bimbingan, klien terlebih dahulu menjalani penelitian kemasyarakatn (Litmas) dan asesmen risiko menggunakan Resiko Residivisme Indonesia (RRI) serta Instrumen Screening Penempatan Narapidana (ISPN). Berdasarkan hasil asesmen tersebut, Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) menetapkan program bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan dan tingkat risiko klien. Strategi utama yang diterapkan terdiri atas bimbingan kepribadian dan bimbingan kemandirian. Bimbingan kepribadian dilaksanakan melalui kegiatan keagamaan, pemberi motivasi, nasihat, dan refleksi diri untuk membentuk karakter serta meningkatkan kesadaran klien terhadap kesalahan yang pernah dilakukan. Sementara itu, bimbingan kemandirian dilaksanakan melalui pelatihan keterampilan seperti kerajinan cukli, bengkel, bakery, dan pelatihan vokasi lainnya guna meningkatkan kemampuan ekonomi klien setelah kembali ke masyarakat . Pelaksanaan bimbingan juga di dukung oleh keluarga, tokoh masyarakat, aparat pemerintah, dan berbagai instansi mitra. Dengan demikian, strategi bimbingan yang diterapkan Balai Pemasyarakatan Kelas I Mataram berperan dalam mendukung perubahan perilaku, peningkatan kemandirian, serta memperkuat proses reintegrasi sosial klien guna meminimakan risiko terjadinya residivisme.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Baiq Yosinta Muliani, Ginaya Aulia Wiraguna, Fitria Hartika, Risa Afyatin, Winda Desi Partika Sarihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3048Hubungan Social Support dan Academic Self Efficacy dengan College Adjustment Pada Mahasiswa Rantau Tahun Pertama2026-07-09T03:13:43+00:00Stefinas13220093@student.ubm.ac.idKornelia Erista Setiyantiksetiyanti@bundamulia.ac.id<p>Mahasiswa rantau tahun pertama menghadapi berbagai tantangan dalam proses penyesuaian diri di perguruan tinggi, baik dari aspek perkembangan, akademik, maupun sosial. Tantangan tersebut dirasakan lebih besar oleh mahasiswa yang berkuliah di Jakarta sebagai kota besar dengan ritme kehidupan yang cepat dan kompetitif. Apabila tidak mampu menyesuaikan diri dengan baik, mahasiswa dapat mengalami stres, gangguan kesejahteraan psikologis, hingga risiko <em>drop out</em>. Oleh karena itu, mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta perlu mengembangkan <em>college adjustment </em>dalam dirinya. Dalam prosesnya, mahasiswa membutuhkan faktor pendukung, baik secara eksternal yang berupa dukungan sosial dan secara internal berupa efikasi diri akademik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan efikasi diri akademik dengan <em>college adjustment </em>pada mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasional terhadap 220 partisipan mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta yang dipilih melalui <em>snowball sampling</em>. Data diperoleh melalui kuesioner terstruktur menggunakan alat ukur <em>Multidimensional Scale of Perceived Social Support </em>(MSPSS),<em> The Academic Self Efficacy Scale </em>(TASES), dan<em> Student Adaptation to College Questionnaire </em>(SACQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dengan <em>college adjustment </em>pada mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,633 dan signifikansi <0,001. Selain itu, efikasi diri akademik dengan <em>college adjustment </em>juga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,637 dan signifikansi <0,001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial dan efikasi diri akademik yang dimiliki mahasiswa rantau tahun pertama di Jakarta, maka cenderung semakin tinggi <em>college adjustment </em>yang dimilikinya.</p>2026-07-09T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Stefina, Kornelia Erista Setiyantihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3045Hubungan Self-Esteem dengan Self-Disclosure pada Pengguna Second Account Instagram di Kalangan Mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis Stikes Gorontalo2026-07-08T13:35:12+00:00Faizah Muksin BadarFaizahmuksi11@gmail.comFendi Ntobuofendintobuo@umgo.ac.idSitti Rojiyah Nur Insyirah Puhisittirojiyah@umgo.ac.id<p>Penggunaan second account Instagram di kalangan Generasi Z semakin berkembang sebagai ruang yang lebih privat untuk mengekspresikan pikiran, perasaan, dan pengalaman pribadi melalui proses self-disclosure. Tingkat keterbukaan diri tersebut diduga berkaitan dengan self-esteem yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat self-esteem, tingkat self-disclosure, serta hubungan antara kedua variabel pada pengguna second account Instagram di kalangan mahasiswa Generasi Z Program Studi Rekam Medis STIKES Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 108 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui skala Self-Liking/Self-Competence Scale-Revised (SLCS-R) untuk mengukur self-esteem dan skala self-disclosure berdasarkan aspek yang dikemukakan Hargie. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki self-esteem dan self-disclosure pada kategori sedang. Hasil uji korelasi memperoleh nilai r = 0,006 dengan signifikansi p = 0,948, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan self-disclosure. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbukaan diri pada second account Instagram lebih mungkin dipengaruhi oleh faktor lain di luar self-esteem.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Faizah Muksin Badar, Fendi Ntobuo, Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3049Hubungan Self-Compasion dengan Burnout Akademik pada Man 1 Kota Gorontalo2026-07-09T01:24:46+00:00Putri Mutmaina DatauPutridatau1711@gmail.comAnik indarwatianikindarwaty@umgo.ac.idmuhammad mursyidmursyid@umgo.ac.id<p>Burnout akademik merupakan kondisi kelelahan emosional, sikap sinis terhadap aktivitas belajar, serta menurunnya keyakinan terhadap kemampuan diri akibat tuntutan akademik yang berkepanjangan. Salah satu faktor yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademik adalah self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap baik kepada diri sendiri, menerima kekurangan, dan memandang kegagalan sebagai bagian dari pengalaman hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.049 siswa dengan sampel sebanyak 92 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling berdasarkan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self-Compassion berdasarkan teori Neff dan skala Burnout Akademik berdasarkan teori Schaufeli dkk. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan burnout akademik (r = -0,542; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-compassion yang dimiliki siswa, maka semakin rendah burnout akademik yang dialaminya. Sebaliknya, semakin rendah self-compassion, maka semakin tinggi burnout akademik yang dirasakan siswa. Dengan demikian, self-compassion berperan sebagai faktor protektif dalam menurunkan burnout akademik pada siswa MAN 1 Kota Gorontalo.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putri Mutmaina Datau, Anik indarwati, muhammad mursyidhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3058Hubungan Dukungan Keluarga dengan Penerimaan Diri pada Wanita Infertilitas di Kecamatan Telaga Biru2026-07-10T01:27:02+00:00Sri Wulan J. Salehsriwulanj.saleh@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya wanita infertilitas yang mengalami kesulitan menerima kondisi dirinya akibat tekanan psikologis, stigma sosial, serta tuntutan keluarga dan lingkungan untuk segera memiliki keturunan, yang dapat memunculkan perasaan sedih, cemas, rendah diri, hingga hilangnya kepercayaan diri. Dukungan keluarga diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kemampuan wanita infertilitas dalam menerima kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat dukungan keluarga, tingkat penerimaan diri, serta hubungan antara keduanya pada wanita infertilitas di Kecamatan Telaga Biru. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 65 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan keluarga yang mengacu pada teori Friedman serta skala penerimaan diri yang mengacu pada teori Hurlock, keduanya telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan IBM SPSS Statistics setelah data memenuhi uji prasyarat normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan penerimaan diri pada wanita infertilitas di Kecamatan Telaga Biru, dengan koefisien korelasi sebesar 0,514 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi pula penerimaan diri wanita infertilitas, dan sebaliknya.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Wulan J. Salehhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3059Hubungan Self Esteem dengan Gejala Kecemasan Sosial pada Siswa SMP Negeri I Limboto2026-07-10T01:40:28+00:00Mayamaya@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa sejumlah siswa di lingkungan sekolah menunjukkan gejala kecemasan sosial, yang tampak dari rasa gugup ketika berinteraksi dengan orang lain, kurangnya rasa percaya diri dalam situasi sosial, ketakutan terhadap penilaian negatif, serta kecenderungan menghindari aktivitas yang melibatkan banyak orang. Self esteem diduga menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kemunculan kecemasan sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan kecemasan sosial pada siswa SMP Negeri 1 Limboto. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 201 siswa sebagai sampel yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self esteem yang disusun berdasarkan aspek-aspek Coopersmith (1967) serta skala kecemasan sosial yang mengacu pada aspek-aspek La Greca (2001), keduanya berbentuk skala Likert dan telah teruji valid serta reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's rho dengan bantuan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan kecemasan sosial pada siswa SMP Negeri 1 Limboto, dengan koefisien korelasi sebesar -0,283 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi self esteem yang dimiliki siswa, semakin rendah kecenderungan mereka mengalami kecemasan sosial, dan sebaliknya.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mayahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3060Hubungan antara Self Efficacy dengan Quarter Life Crisis pada Karyawan Toko RMC di Kabupaten Gorontalo2026-07-10T02:53:37+00:00Rifky D. Pahrunrifkyd.pahrun@gmail.com<p>Riset ini berangkat dari kenyataan bahwa fenomena <em>quarter life crisis</em> banyak dijumpai pada individu di masa dewasa awal, tak terkecuali para pekerja yang harus menghadapi beban pekerjaan, kestabilan ekonomi, serta ketidakjelasan arah hidup di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah mengukur tingkat <em>self efficacy</em> dan tingkat <em>quarter life crisis</em>, sekaligus menguji keterkaitan antara <em>self efficacy</em> dengan <em>quarter life crisis</em> pada karyawan Toko RMJ di Kabupaten Gorontalo. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan rancangan korelasional. Responden penelitian berjumlah 50 karyawan yang seluruhnya diikutsertakan melalui teknik <em>total sampling</em>. Data dijaring menggunakan instrumen <em>General Self Efficacy</em> (GSE) yang disusun oleh Schwarzer dan Jerusalem (1995) mengacu pada konsep <em>self efficacy</em> dari Bandura (1977), serta skala <em>Quarter Life Crisis</em> rancangan Robbins dan Wilner (2001) yang dibangun dari sejumlah aspek QLC. Kedua alat ukur tersebut telah teruji valid dan reliabel. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em> melalui bantuan SPSS 25. Temuan menunjukkan bahwa <em>self efficacy</em> maupun <em>quarter life crisis</em> pada responden sama-sama berada pada kategori sedang. Pengujian hipotesis memperoleh koefisien r = -0,057 dengan taraf signifikansi p = 0,898 (p > 0,05), yang berarti tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara <em>self efficacy</em> dengan <em>quarter life crisis</em>. Hal ini mengindikasikan bahwa munculnya <em>quarter life crisis</em> kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar <em>self efficacy</em>, seperti kondisi ekonomi, beban pekerjaan, dinamika hubungan keluarga, ekspektasi masa depan, dan tekanan dari lingkungan sosial.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rifky D. Pahrunhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3061Implementasi Kurikulum Merdeka pada Anak Tunagrahita: Studi Kualitatif tentang Adaptasi dan Tantangan di Sekolah2026-07-10T13:48:43+00:00Anni Nugrahaning Fitriaagungnugrahaning07@gmail.comHidayatu Munawarohhidayatumunawaroh@unsiq.ac.idNafisa Kurniatimutikurniati51@gmail.comSayyidah Aulia Almaidaniauliagladis04@gmail.comMuhammad Ezuanimhabibnq@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memaparkan Implementasi kurikulum Merdeka pada anak tunagrahita di sekolah, menganalisis bentuk adaptasi pembelajaran yang dilakukan guru, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang dilakukan Dengan mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan Dalam seperti buku, dokumen, artikel ilmiah, jurnal, majalah, hingga surat kabar. Terdapat temuan dari penelitian ini yang mengindikasikan bahwa Implementasi Kurikulam Merdeka pada anak tunagrahita dilakukan melalui tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, Dan evaluasi pembelajaran yang bernfat fleksibel dan adaptif sesuai karakteristik peserta didik. Bentuk adaptasi pembelajaran yang dilakukan guru Kurikulum merdeka pada anak runagrahita meliputi penyesuaian tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, evaluari pembelajaran, dan Media pembelajaran. Metode pembelajaran yang ditetapkan lebih menekankan pada keaktifan dan multisensori dengan dukungan media yang konkret. salain itu, tantangan yang dihadapi guru dalam Implementasi kurikulum merdeka para anak tunagrahita meliputi kesulitan dalam menerapkan pembelajaran Diferensiasi, keterbatasan kompetensi khusus dalam memahami kebutuhan pendidikan anak berkebutuhan khusus, minimnya sarana dan prasarana, Serta kurangnya keterlibatan orang tua. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang berkesinambungan dari berbagai pihak untuk mengoptimalkan penerapan Kurikulum Merdeka sehingga pembelajaran bagi anak tunagrahita dapat berlangsung lebih efektif, inklusif, dan bermakna.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anni Nugrahaning Fitria, Hidayatu Munawaroh, Nafisa Kurniati, Sayyidah Aulia Almaidani, Muhammad Ezuanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3064Ekspresi Love Language dengan Peer Attachment pada Mahasiswi Fakultas Psikologi UST yang sedang Berpacaran2026-07-10T15:14:11+00:00Aura Citra Khoirunnisadxyzbcitraau@gmail.comTitik Muti’ahtitik@ust.ac.idJatu Anggraenijatuanggraeni@ustjogja.ac.id<p>Hubungan romantis pada masa <em>emerging adulthood</em> memerlukan kemampuan individu dalam membangun kedekatan emosional dan mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah <em>peer attachment</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>peer attachment</em> dengan ekspresi <em>love language</em> pada mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang sedang berpacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 96 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan skala <em>peer attachment</em> dan skala <em>love language</em> yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 24. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara <em>peer attachment</em> dan <em>love language</em> (r = 0,788; p < 0,001). Nilai koefisien determinasi (R² = 0,622) menunjukkan bahwa <em>peer attachment</em> memberikan kontribusi sebesar 62,2% terhadap ekspresi <em>love language</em>. Semakin tinggi <em>peer attachment</em> yang dimiliki individu, semakin tinggi pula kecenderungan individu dalam mengekspresikan <em>love language</em> kepada pasangan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aura Citra Khoirunnisa, Titik Muti’ah, Jatu Anggraenihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3042Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Aspek Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan di SMK Nurul Huda2026-07-10T22:46:55+00:00Alvi Syahrisyhari.alto@gmail.comIiza Lailatunufusizzalailatunnufus12@gmail.comM. Ulil Mubarokmuhammadulilmubarok@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berdasarkan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan di SMK Nurul Huda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK Nurul Huda, sedangkan sampel ditentukan menggunakan teknik <em>proportionate random sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi dengan instrumen berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata (<em>mean</em>) dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam berada pada kategori baik dengan rata-rata persentase sebesar 84,5%. Aspek sikap memperoleh persentase tertinggi sebesar 87,4% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek pengetahuan memperoleh persentase 83,6% dan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,4%, yang keduanya berada pada kategori baik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan evaluasi pembelajaran secara komprehensif melalui penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan sesuai dengan prinsip asesmen autentik dalam Kurikulum Merdeka. Namun demikian, pengembangan instrumen penilaian keterampilan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi masih perlu ditingkatkan guna mendukung peningkatan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alvi Syahri, Iiza Lailatunufus, M. Ulil Mubarokhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3067Strategi Promosi Digital, Kualitas Pelayanan, dan Administrasi Penjualan terhadap Tingkat Penjualan UMKM: Literature Review2026-07-11T11:32:26+00:00Davina Roudlotun Nissya24080314206@mhs.unesa.ac.idNabila Wakhidatus Syafa’a24080314210@mhs.unesa.ac.idCantika Rahmatilla Azzahra 24080314212@mhs.unesa.ac.idAmelia Della Rismanda24080314229@mhs.unesa.ac.idRizqianti Hikmah Karina24080314247@mhs.unesa.ac.idAlya Putri Rachmadini24080314248@mhs.unesa.ac.idEva Mufidahevamufidah@unesa.ac.idAdelia Rahmaadeliarahma@unesa.ac.idAdy Pratama Sanjayaadypratamasanjaya@gmail.com<p>UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Namun, pada kenyataannya masih banyak pelaku usaha yang belum mampu memanfaatkan secara optimal strategi promosi digital, kualitas pelayanan, dan administrasi penjualan sebagai faktor-faktor yang menentukan tingkat penjualan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji hubungan ketiga variabel tersebut terhadap tingkat penjualan UMKM berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan data sekunder berupa artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan pada periode 2020–2026, yang diperoleh melalui basis data Google Scholar, Sinta, dan Scopus menggunakan kata kunci yang relevan. Artikel dipilih berdasarkan persyaratan dan kriteria yang telah ditentukan, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui proses seleksi data, pengelompokan, dan penarikan kesimpulan, yang didukung oleh ilustrasi praktik nyata pada Bakpia Djava di Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi digital secara konsisten memberikan dampak positif terhadap tingkat penjualan UMKM, meskipun efektivitasnya sangat bergantung pada kesesuaian platform, segmentasi sasaran, dan strategi pemasaran yang digunakan. Kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang lebih bervariasi dan sangat bergantung pada konteks, dengan kecepatan dalam merespons pelanggan serta tingkat empati sebagai aspek yang paling berpengaruh. Sementara itu, administrasi penjualan berbasis web terbukti mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Kesimpulannya, pendekatan yang mengintegrasikan ketiga variabel tersebut secara bersamaan jauh lebih efektif dalam mendorong pertumbuhan penjualan UMKM yang berkelanjutan dibandingkan hanya mengandalkan satu aspek saja. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memastikan bahwa strategi promosi, standar pelayanan, dan pengelolaan administrasi penjualan berjalan secara terpadu di tengah dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Davina Roudlotun Nissya, Nabila Wakhidatus Syafa’a, Cantika Rahmatilla Azzahra , Amelia Della Rismanda, Rizqianti Hikmah Karina, Alya Putri Rachmadini, Eva Mufidah, Adelia Rahma, Ady Pratama Sanjayahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3073Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran PAI pada Materi Mengenal Nabi dan Rasul terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas I SD Negeri 1 Legok2026-07-12T10:04:52+00:00Neng Lia Yulianengsihnenglia@upmk.ac.idAyu Eka Cahyaniayuekacahyani123@gmail.comChelsi Oliviachelsiolivia06@gmail.comFany Rahmayatifanyrahmayati89@gmail.comHafid Murofihafidmurofi000@gmail.comMochamad Rahmat Kurniawanmochammadrahmatkurniawan05@gmail.comMuhammad Abdul Ganiganibedulz@gmail.comNanda Nurauliya Fatinnandaanaff@gmail.comSiti Nur Ainurrohmahsitinurainurrohmah@gmail.comSiti Nursyamsiahsitinursyamsiah1717@gmail.comUlpa Siti Nuraeniulpasitinuraeni@gmail.comVina Tri Melisamvinatri@gmail.comVira Nabillaviranabilla006@gmail.comYayah Nurhayatinurhayatiyayah84@gmail.com<p>Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi memaksa dunia pendidikan terus berinovasi dalam memberikan pembelajaran yang efektif dan lebih menarik. Masalah yang sering terjadi dalam mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas bawah sekolah dasar adalah semangat belajar siswa yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan media audio visual dalam pembelajaran PAI pada materi Mengenal Nabi dan Rasul, serta dampaknya terhadap semangat belajar siswa kelas I SD Negeri 1 Legok. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka dengan sumber data berupa artikel jurnal nasional yang sudah diverifikasi, buku pegangan pendidikan, serta laporan penelitian yang sesuai. Penelitian menunjukkan bahwa media audio visual yang menggabungkan suara, gambar, dan gerakan berhasil meningkatkan semangat belajar siswa, menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif, serta sesuai dengan cara berpikir siswa kelas I yang masih berada pada tahap berpikir konkret. Menggunakan media audio visual dalam pembelajaran PAI bisa membuat penyampaian materi agama lebih efektif, serta membantu membentuk karakter siswa dengan menanamkan nilai-nilai moral yang baik.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Neng Lia Yulianengsih, Ayu Eka Cahyani, Chelsi Olivia, Fany Rahmayati, Hafid Murofi, Mochamad Rahmat Kurniawan, Muhammad Abdul Gani, Nanda Nurauliya Fatin, Siti Nur Ainurrohmah, Siti Nursyamsiah, Ulpa Siti Nuraeni, Vina Tri Melisa, Vira Nabilla, Yayah Nurhayatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3075Pengaruh Lokasi Strategis dan Jam Operasional terhadap Volume Transaksi2026-07-12T12:51:26+00:00Yudha Eka Bagja Gumilaryudha241151025@gmail.comAde Rahmataderahma3255@gmail.comSeli Marlinamarlinaseli0110@gmail.com<p>Ketatnya persaingan di sektor ritel serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mendorong pelaku usaha untuk lebih cermat memperhatikan aspek pemilihan lokasi dan pengaturan waktu layanan demi mendongkrak jumlah transaksi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan alat analisis regresi linier berganda. Sebanyak 97 orang responden, yaitu pelanggan pada objek penelitian, dilibatkan sebagai sampel melalui teknik non-probability sampling berjenis purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert 1-5 yang sebelumnya telah lolos uji validitas dan reliabilitas, kemudian data diolah dengan bantuan SPSS versi 24. Pengujian validitas memperlihatkan bahwa seluruh butir pernyataan pada variabel Lokasi Strategis (X1), Jam Operasional (X2), dan Volume Transaksi (Y) dinyatakan valid karena nilai korelasi item-totalnya melampaui r tabel, sementara pengujian reliabilitas mencatat koefisien Cronbach's Alpha sebesar 0,938 untuk X1, 0,937 untuk X2, dan 0,871 untuk Y, yang semuanya tergolong sangat reliabel. Pengujian normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk mengonfirmasi bahwa data residual terdistribusi normal (Sig. > 0,05), dan tidak ditemukan indikasi multikolinearitas karena nilai Tolerance mendekati 1 serta VIF mendekati 1. Analisis regresi linier berganda menghasilkan koefisien korelasi (R) sebesar 0,653 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,426, yang mengindikasikan bahwa lokasi strategis dan jam operasional secara bersama-sama menjelaskan 42,6% variasi volume transaksi. Uji F memperoleh nilai F hitung 34,938 dengan taraf signifikansi 0,000 (< 0,05), menandakan kedua variabel bebas tersebut berpengaruh signifikan secara simultan terhadap volume transaksi. Secara parsial, baik lokasi strategis maupun jam operasional juga terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap volume transaksi. Temuan ini mengisyaratkan pentingnya bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan pemilihan lokasi strategis sekaligus menyesuaikan jam operasional dengan kebutuhan pelanggan agar volume transaksi dapat terus meningkat secara berkelanjutan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yudha Eka Bagja Gumilar, Ade Rahmat, Seli Marlinahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3086Hubungan Self-Efficacy dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Angkatan 2025 FKIK Universitas Khairun2026-07-13T12:42:29+00:00Nesa Savira Ilhamnesasaviraaa@gmail.comHappy Cahyani Sunusihappycahyani@unkhair.ac.id<p>Transisi ke lingkungan perguruan tinggi menuntut mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan serta tantangan yang ada. Salah satu faktor psikologis kunci yang menentukan keberhasilan penyesuaian diri tersebut adalah <em>self-efficacy</em>, atau keyakinan diri dalam menuntaskan tugas dan menghadapi hambatan. Mahasiswa yang memiliki tingkat <em>self-efficacy</em> tinggi umumnya lebih adaptif dalam merespons situasi baru. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji korelasi antara <em>self-efficacy</em> dengan kemampuan penyesuaian diri pada mahasiswa angkatan 2025 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan desain korelasional untuk menguji keterkaitan antarvariabel. Data dikumpulkan menggunakan instrumen berupa skala <em>self-efficacy</em> dan skala penyesuaian diri yang dikembangkan secara mandiri. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat (normalitas dan linearitas), yang diikuti dengan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi <em>Pearson Product Moment</em> melalui bantuan perangkat lunak <em>SPSS</em>. Hasil analisis menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara <em>self-efficacy</em> dan penyesuaian diri, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,601 dan signifikansi p < 0,05 Temuan ini mengindikasikan adanya korelasi kuat yang searah; dengan kata lain, peningkatan <em>self-efficacy</em> berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan penyesuaian diri mahasiswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nesa Savira Ilham, Happy Cahyani Sunusihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3074Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Regulasi Emosi pada Siswa SMP di Kota Jambi2026-07-14T11:14:40+00:00Melly Rahmawatimellyraahmawati@gmail.comDessy Pramudianidessy.79_psikologi@unja.ac.idAnnisa Andrianiannisa.andriani@unja.ac.idFadzlulfadzlul_fkik@unja.ac.id<p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens sehingga membutuhkan kemampuan regulasi emosi yang baik agar individu mampu merespons berbagai situasi secara adaptif. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam kemampuan tersebut adalah kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>cross-sectional</em>. Responden penelitian berjumlah 324 siswa kelas VII dan VIII SMP di Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan yaitu Skala Kecerdasan Emosional dan Skala Regulasi Emosi yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap regulasi emosi pada siswa SMP di Kota Jambi (t = 8,371; p < 0,05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0,423 menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sedang. Koefisien regresi sebesar 0,684 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kecerdasan emosional diikuti peningkatan regulasi emosi sebesar 0,684 satuan. Nilai R² sebesar 0,179 menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memberikan kontribusi sebesar 17,9% terhadap variansi regulasi emosi. Temuan ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berperan dalam mendukung kemampuan regulasi emosi pada remaja, meskipun regulasi emosi juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Oleh karena itu, penguatan aspek sosio-emosional melalui dukungan sekolah dan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung perkembangan regulasi emosi siswa.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Melly Rahmawati, Dessy Pramudiani, Annisa Andriani, Fadzlulhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3099Hubungan Impulsivitas pada Gamer dengan Tingkat Agresivitas di Komunitas Mobile Legend2026-07-15T12:25:31+00:00Farah Rizkinia Prasetyani2022011039@ustjogja.ac.idTitik Muti’ahtitik@ustjogja.ac.idHaniek Faridahaniek.farida@ustjogja.ac.id<p>Permainan <em>Mobile Legends: Bang Bang</em> merupakan salah satu permainan daring yang memiliki tingkat kompetisi tinggi sehingga berpotensi memunculkan perilaku agresif pada pemain. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan munculnya perilaku tersebut adalah impulsivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara impulsivitas dengan agresivitas pada gamer <em>Mobile Legends</em>. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 103 gamer <em>Mobile Legends</em> berusia 18–25 tahun yang tergabung dalam komunitas media sosial X (Twitter) dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala impulsivitas dan skala agresivitas. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara impulsivitas dengan agresivitas (r = 0,693; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi impulsivitas yang dimiliki gamer <em>Mobile Legends</em>, semakin tinggi pula tingkat agresivitasnya, demikian pula sebaliknya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian psikologi mengenai faktor-faktor psikologis yang berkaitan dengan perilaku agresif pada pemain permainan daring serta menjadi dasar bagi upaya peningkatan kontrol diri dan regulasi emosi pada gamer.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Farah Rizkinia Prasetyani, Titik Muti’ah, Haniek Faridahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3103Analisis Kebutuhan Pengembangan Model Home Study Berbasis ChatGPT bagi Siswa Sekolah Dasar Penerima PKH dan BPNT: Perspektif Guru, Orang Tua, dan Siswa2026-07-15T15:45:59+00:00Ary FirmansyahAryfirmansyah19mei1985@gmail.comHijril Ismailhijrilismail@ummat.ac.idAbdul kadirdirson35@gmail.com<p>Keterbatasan akses pembelajaran pada siswa sekolah dasar dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) memerlukan model pembelajaran yang mengintegrasikan dukungan sekolah, keluarga, dan kecerdasan buatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan pengembangan Model Home Study berbasis ChatGPT berdasarkan perspektif guru, orang tua, dan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei terhadap 10 guru, 20 orang tua/Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan 20 siswa sekolah dasar di Desa Mantang, Kabupaten Lombok Tengah. Data dikumpulkan menggunakan angket analisis kebutuhan berskala Likert lima tingkat yang mencakup lima dimensi, yaitu kondisi pembelajaran, pelaksanaan Home Study, pemanfaatan teknologi, kebutuhan pengembangan model, dan pemanfaatan ChatGPT. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru, orang tua, dan siswa secara konsisten menempatkan seluruh indikator pada kategori Sangat Butuh, terutama terkait pendampingan belajar mandiri, penguatan Home Study, penyediaan media pembelajaran yang interaktif, pemanfaatan teknologi digital, serta penggunaan ChatGPT sebagai pendamping belajar (virtual tutor). Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan Model Home Study berbasis ChatGPT memiliki landasan kebutuhan yang kuat sebagai inovasi pembelajaran inklusif bagi siswa penerima PKH dan BPNT. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi perspektif guru, orang tua, dan siswa sebagai dasar empiris pengembangan model pembelajaran berbasis kecerdasan buatan yang adaptif terhadap kondisi sosial ekonomi peserta didik.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ary Firmansyah, Hijril Ismail, Abdul kadirhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3107Collaborative Governance dalam Pengelolaan Sampah Kawasan Pesisir Pantai di Kota Padang2026-07-16T06:41:03+00:00Jovita Hayatijovitahayati107@gmail.comAldri Frinaldialdrifrinaldi@gmail.com<p>Wilayah pesisir Kota Padang rentan terhadap tekanan lingkungan, termasuk penumpukan sampah dalam jumlah besar yang memerlukan penanganan lintas sektor. Kondisi ini diperparah oleh tingginya volume sampah pascabencana yang mencapai ribuan ton di kawasan pesisir, sehingga menuntut kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis penerapan <em>collaborative governance</em> antara Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan sampah kawasan pesisir, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur DLH, PUPR, kelurahan, serta masyarakat pesisir, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antaraktor sudah berjalan namun belum optimal, ditandai belum adanya forum koordinasi rutin dan pemahaman bersama yang masih lemah antaraktor. Berdasarkan beberapa komponen yakni: <em>face to face dialogue, trust building, commitment to the process, shared understanding, dan intermediate outcomes</em> (Ansell & Gash, 2008)kepercayaan antara DLH dan PUPR relatif sudahterbangun, sedangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah masih perlu terus dipupuk. Komitmen DLH melalui alokasi sirkular menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan sumber daya dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi penghambat. Temuan ini menegaskan perlunya mekanisme koordinasi yang lebih terstruktur untuk memperkuat kolaborasi antaraktor dalam pengelolaan sampah kawasan pesisir Kota Padang.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jovita Hayati, Aldri Frinaldihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3110Implementasi Konsep One Stop Shopping dalam Pengelolaan Operasional di Bakpia Djava Yogyakarta2026-07-16T08:40:16+00:00Amelia Salfadilah Putri Novelina24080314186@mhs.unesa.ac.idAyu Rohmatul Ummah24080314185@mhs.unesa.ac.idKarina Azzahra Syafadillah24080314181@mhs.unesa.ac.idMuhammad Dzulfikar Arifullah24080314195@mhs.unesa.ac.idSundari Fina Mias Triati24080314166@mhs.unesa.ac.idVivianti Dwi Maulidiya24080314160@mhs.unesa.ac.idAdelia Rahmaadeliarahma@unesa.ac.idAdy Pratama Sanjayasanjaya.adyp@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep one-stop shopping dalam pengelolaan operasional Bakpia Djava, pusat oleh-oleh terkenal di Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada pengelola operasional, karyawan layanan, dan pelanggan, serta didukung oleh observasi lapangan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakpia Djava menerapkan konsep one-stop shopping dengan mengintegrasikan proses produksi, kegiatan mencicipi, dan penjualan bakpia dalam satu lokasi, sekaligus menyediakan berbagai camilan dan oleh-oleh khas Yogyakarta. Penerapan konsep ini didukung oleh sistem kasir terpusat, tata letak toko yang luas untuk rombongan wisatawan, area parkir yang memadai, sudut/area pencicipan, toilet yang bersih, serta pelayanan karyawan yang ramah dan responsif. Konsep tersebut meningkatkan efisiensi waktu dan kenyamanan berbelanja pelanggan sekaligus mendorong perusahaan memperoleh nilai transaksi yang lebih tinggi, memperkuat diferensiasi, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan. Meski demikian, penerapan one-stop shopping juga menimbulkan tantangan operasional seperti meningkatnya biaya operasional, kompleksitas koordinasi pemasok dan pengelolaan persediaan, potensi keterlambatan saat musim ramai, serta persepsi sebagian pelanggan bahwa harga relatif lebih mahal. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana konsep one-stop shopping dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan pada usaha kuliner berskala kecil-menengah di kawasan wisata.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amelia Salfadilah Putri Novelina, Ayu Rohmatul Ummah, Karina Azzahra Syafadillah, Muhammad Dzulfikar Arifullah, Sundari Fina Mias Triati, Vivianti Dwi Maulidiya, Adelia Rahma, Ady Pratama Sanjayahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3114Peran Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Mengatasi Penggunaan Gadget Berlebihan pada Anak2026-07-16T13:18:36+00:00Muhammad Miqdad Al Faruqimqdfrq@gmail.comNifa Mahfudotun Solehahnifamahfudotun@gmail.comNisrina Citra Da'iyactrnisrina@gmail.comSopia Yanasari Rizlisopiayanasari1910@gmail.comLukmanul Hakimlukmanizm@gmail.com<p>Perkembangan teknologi digital yang pesat menyebabkan penggunaan gadget pada anak meningkat pesat, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak negatif bagi perkembangan sosial, emosional, dan akademik anak. Pemerintah kemudian meluncurkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai upaya membentuk karakter dan pola hidup sehat anak sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penggunaan gadget berlebihan pada anak, menganalisis strategi orang tua dalam menyeimbangkan penggunaan gadget dengan aktivitas positif anak, mendeskripsikan peran orang tua dalam mendukung penerapan tujuh kebiasaan tersebut, serta mengungkap kendala yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian orang tua dari anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget berlebihan disebabkan oleh kurangnya pengawasan, minimnya aktivitas alternatif, dan pengaruh lingkungan sosial. Orang tua menerapkan strategi seperti pembatasan waktu penggunaan gadget dan penjadwalan kegiatan positif, serta berperan aktif dalam mendampingi penerapan tujuh kebiasaan tersebut. Meskipun demikian, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu orang tua dan kurangnya konsistensi dalam pendampingan anak sehari-hari.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Miqdad Al Faruqi, Nifa Mahfudotun Solehah, Nisrina Citra Da'iya, Sopia Yanasari Rizli, Lukmanul Hakimhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3118 Analisis Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia 4-5 Tahun di KB Bina Balita Nurul Hikmah di Kelurahan Kampung Melayu Timur Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang2026-07-17T05:29:08+00:00Wicka Yunita Dwi Utamiwickaydu@gmail.comElenita Drihestyawatidrihestyawati@gmail.comArip Arijal Mustahidinariparijal@mail.com<p>Perkembangan fisik motorik sebagai salah satu kemampuan dasar yang sangat penting untuk dikembangkan secara optimal kepada anak usia dini. Perkembangan fisik motorik yang terdiri dari motorik kasar halus dijadikan sebagai salah satu tolak ukur terhadap perkembangan anak berkembang secara optimal atau tidak. Penelitian ini bertujuan memberikan hasil analisis perkembangan fisik motorik anak usia dini usia 4-5 tahun di KB Bina Balita Nurul Hikmah Kabupaten Tangerang yang dilakukan dari bulan April sampai Mei tahun 2026. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang peneliti lakukan. Pelaksanaan penelitian dilakukan berkolaborasi dengan guru. Hasil dari penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan fisik motorik anak dan kreativitas guru dalam memfasilitasi kegiatan yang menstimulasi perkembangan fisik motorik sehingga anak aktif dalam melaksanakan kegiatan yang telah disiapkan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Wicka Yunita Dwi Utami, Elenita Drihestyawati, Arip Arijal Mustahidinhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3124Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Jenis Kelamin Siswa SMA/SMK/MA2026-07-18T05:24:12+00:00Senja Maulanasenjamaulana27@gmail.comMuhammad Muhajirinmuhajirin@umtas.ac.idAgung Nugrahaagung.nugraha@umtas.ac.id<p>Kesejahteraan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjalani kehidupan secara positif, membangun relasi yang sehat, mengembangkan kapasitas diri, serta menghadapi berbagai tuntutan perkembangan. Kondisi kesejahteraan psikologis yang baik memungkinkan individu memiliki keberfungsian psikologis yang optimal dalam aspek penerimaan diri, hubungan interpersonal, kemandirian, pengelolaan lingkungan, arah kehidupan, dan pengembangan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas XI sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 282 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>proportionate stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan dianalisis dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan hanya ditemukan pada dimensi hubungan positif dengan orang lain dan kemandirian, sedangkan dimensi penerimaan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi menunjukkan kondisi yang relatif sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor utama yang membedakan kesejahteraan psikologis peserta didik. Temuan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan seluruh dimensi kesejahteraan psikologis peserta didik secara optimal.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Senja Maulana, Muhammad Muhajirin, Agung Nugrahahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3123Analisis Kecanduan Game Online pada Perilaku Anak Usia 5-6 Tahun2026-07-18T10:12:32+00:00Nur Lindanurkendari110503@gmail.comMuhamad Safiuddin SarananiSafiuddin_fkip@uho.ac.idMuamal Gadafimuamal.gadafi@yahoo.co.id<p class="selectable-text copyable-text x15bjb6t x1n2onr6">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecanduan game online pada perilaku anak usia 5-6 Tahun di TK Dharma Bonea Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian 1 orang anak TK Dharma Wanita Bonea informan penelitian guru kelas B dan orang tua anak. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Adapun teknik analisis data penelitian berdasarkan model analisis data interaktif Miles dan Huberman yaitu terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perubahan perilaku akibat kecanduan game online pada perilaku anak usia 5-6 tahun perubahan anak mulai dari marah, menangis, malas dan mengejek orang teman. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa game online dapat mengakibatkan kecanduan pada perilaku anak usia 5-6 tahun di TK Dharma Wanita Bonea Desa Labone Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nur Linda, Muhamad Safiuddin Saranani, Muamal Gadafihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3125Pengalaman Pemulihan Individu Dewasa Pasca Adiksi Napza: Studi Fenomenologis2026-07-18T12:03:51+00:00Muhammad Fayiz Rahmatfayizrahmat@gmail.comDewang Sulistianadewangsulistiana@gmail.comAgung Nugrahaagung.nugraha@umtas.ac.id<p>Penyalahgunaan NAPZA memberikan dampak terhadap aspek fisik, psikologis, dan sosial individu sehingga proses pemulihan menjadi pengalaman yang penting untuk dipahami. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman pemulihan individu dewasa pasca penggunaan NAPZA selama menjalani rehabilitasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Partisipan penelitian terdiri atas dua individu dewasa yang sedang menjalani rehabilitasi rawat jalan di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya dan dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan IPA. Hasil penelitian menghasilkan empat tema utama, yaitu: (1) keterlibatan dalam penggunaan NAPZA dipengaruhi oleh tekanan situasional dan lingkungan sosial; (2) kesadaran sebagai titik balik menuju perubahan; (3) rehabilitasi sebagai ruang pembelajaran dan pembentukan makna baru; dan (4) mempertahankan pemulihan melalui penguatan diri serta dukungan sosial. Temuan menunjukkan bahwa proses pemulihan berlangsung secara bertahap melalui refleksi diri, peningkatan kesadaran, pengalaman rehabilitasi, serta dukungan keluarga dan lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa layanan rehabilitasi dan bimbingan konseling perlu berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik, strategi pencegahan kekambuhan, serta optimalisasi dukungan sosial untuk mendukung keberlanjutan pemulihan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fayiz Rahmat, Dewang Sulistiana, Agung Nugrahahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3089Exploring EFL Teachers’ Strategies and Challenges in Teaching English for Electrical Engineering in Vocational High School2026-07-19T00:58:38+00:00Muhammad Hilman Zulqisthimuhammadzulqisthi22@gmail.comNur Chakimnurchakim@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh guru <em>English as a Foreign Language</em> (EFL) serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pembelajaran <em>English for Specific Purposes</em> (ESP) bagi siswa Program Keahlian Teknik Elektro di sekolah menengah kejuruan (SMK). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dasar dengan melibatkan dua guru bahasa Inggris yang mengajar pada Program Keahlian Teknik Elektro di salah satu SMK di Jawa Timur, Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, catatan lapangan, analisis dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran, dan triangulasi berbagai sumber data. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang berkaitan dengan strategi pembelajaran dan tantangan yang dihadapi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi, meliputi pembelajaran yang berpusat pada siswa, pembelajaran kolaboratif, kontekstualisasi materi sesuai bidang kejuruan, pembelajaran berbasis proyek, penciptaan lingkungan belajar yang suportif, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Strategi tersebut meningkatkan keterlibatan, partisipasi, dan kepercayaan diri siswa dalam belajar bahasa Inggris. Namun, implementasi ESP masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan materi ajar yang spesifik untuk bidang Teknik Elektro, rendahnya motivasi dan kepercayaan diri siswa, partisipasi kelas yang pasif, keterbatasan waktu pembelajaran, pengelolaan kelas yang besar, serta kurang memadainya sarana pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan implementasi ESP di SMK memerlukan pengembangan bahan ajar yang relevan dengan bidang keahlian, peningkatan kompetensi profesional guru, dan dukungan institusional untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hilman Zulqisthi, Nur Chakimhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3135Model Pembelajaran IPAS Materi Gelombang Bunyi Berbasis Laboratorium Etnosains Sasak Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar2026-07-20T03:08:33+00:00M. Zaini Saparinggazainisaparingga@gmail.comKhairil Anwarzainisaparingga@gmail.comM. Aris Akbarmuhammadarisakbar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengembangkan sekaligus menguji efektivitas model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak pada materi gelombang bunyi untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa sekolah dasar. Pembelajaran memanfaatkan fenomena budaya lokal Masyarakat sasak, seperti alat musik tradisional Gendang Beleq, Gong, dan Rincik sebagai laboratorium kontekstual untuk mengamati konsep gelombang bunyi. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IV SD. Instrument penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar observasi keterampilan proses sains, tes hasil belajar, angkey respon siswa, dan wawancara guru. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Peningkatan keterampilan proses sains siswa berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai N-Gain sebesar 0, 72. Selain meningkatkan keterampilan proses sains, model pemebelajaran juga meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berpikir ilmiah, serta apresiasi siswa terhadap budaya local sasak. Dengan demikian, model pembelajaran IPAS berbasis Laboratorium Etnosains Sasak layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran kontekstual pada materi gelombang bunyi di sekolah dasar.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 M. Zaini Saparingga, Khairil Anwar, M. Aris Akbarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3140Hubungan antara Self-efficacy Dengan Penyesuaian Diri pada Mahasiswa Komunitas Pecinta Alam Surakarta yang Pernah Mendaki Gunung2026-07-21T01:05:10+00:00Tipllahi Qoirul Nissa At-taqwatifllahiq@gmail.comSujokosujoko85@setiabudi.ac.idMuhamad Taufik Hermansyahtaufikmuhamad545@gmail.com<p>Mahasiswa komunitas pecinta alam merupakan individu yang aktif dalam kegiatan alam bebas, salah satunya pendakian gunung. Dalam kegiatan pendakian, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan seperti medan yang sulit, cuaca ekstrem, keterbatasan fisik, tekanan psikologis, serta dinamika kelompok. Kondisi tersebut menuntut kemampuan penyesuaian diri yang baik agar individu mampu menghadapi tuntutan lingkungan secara efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri pada mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta yang pernah mendaki gunung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 188 mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta. Sampel penelitian terdiri atas 47 mahasiswa untuk uji coba dan 141 mahasiswa untuk penelitian utama yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala penyesuaian diri dan skala self-efficacy. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,619 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara self-efficacy dengan penyesuaian diri pada mahasiswa komunitas pecinta alam Surakarta yang pernah mendaki gunung. Semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki mahasiswa, maka semakin tinggi pula kemampuan penyesuaian dirinya.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tipllahi Qoirul Nissa At-taqwa, Sujoko, Muhamad Taufik Hermansyahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3150The Benefits of Implementing Task-Based Learning in Speaking Class2026-07-22T06:57:49+00:00Hilma Safitridosen00609@unpam.ac.id<p>This article aims to provide some information regarding how task-based learning is implemented in a classroom. Due to the lack of language knowledge and confidence, some students are unable to speak in class by using English. Moreover, the students need to have motivation in order to speak confidently. Hence, task-based learning is suitable in order for them to interact by using English. By using task-based learning they can have some tasks such as turn taking, information gap activity, simulation, role play and drama. It is hoped that they feel motivated when implementing various tasks. The methods applied is to use some theories regarding task-based learning from various sources in order to provide the information in several steps that are 1) the focus and scope of the study were determined, 2) relevant literature was selected, organized, and synthesized, 3) the findings from the literature review were used to develop the analysis and arguments. The findings indicate that task-based learning 1) boosts the students’ motivation in speaking, 2) facilitates the student in speaking in which they feel comfortable and relax when learning speaking in class, and 3) enhances the students language skills in which they manage to learn in terms pf speaking, reading, listening and writing.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hilma Safitri Safitrihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3152Psikoedukasi Pengasuhan Sehat pada Masa Golden Age Anak di Posyandu Beringin2026-07-22T11:47:59+00:00Novi Rachmawatinovirachmawati@student.inaba.ac.idNazwa Olivia Hadiansyaholivianazwa1202@gmail.comMarsha Renata Maharanirenatamaharanimarsha@gmail.comTiara Nurhasanahnurhasanahtiara50@gmail.comSiti Nurkholipahsitisajah299@gmail.comWidya Dwi Maharanimaharaniwidya82@gmail.comAllysa Mughni Auliaallysa.mughni27@sma.belajar.idEssi Asianitasari Sessi.sutandi@gmail.comHera Khoerunisaherakhoerunisa23@gmail.comRifqi Farisan Akbarrifqi.farisan@inaba.ac.idPratidina Ekanesiapratidina.ekanesia@inaba.ac.id<p>Masa <em>golden age</em> merupakan periode penting dalam tumbuh kembang anak yang membutuhkan pengasuhan dan stimulasi sesuai tahapan perkembangan. Hasil observasi di Posyandu Beringin menunjukkan masih terdapat permasalahan terkait perkembangan bahasa, regulasi emosi, penggunaan gawai, konsistensi pengasuhan, serta pemahaman orang tua mengenai tahapan perkembangan anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pengasuhan sehat pada masa <em>golden age</em> anak. Kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode psikoedukasi partisipatif melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, berbagi pengalaman, tanya jawab, dan pembagian brosur edukasi. Evaluasi dilakukan melalui <em>pre-test</em>, <em>post-test</em>, observasi keterlibatan peserta, dan kuesioner kepuasan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memiliki pengetahuan awal yang baik, meskipun perbandingan nilai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> belum menunjukkan peningkatan skor secara keseluruhan. Namun, kegiatan memperoleh respons positif, dengan peserta terlibat aktif selama diskusi dan menilai materi yang diberikan mudah dipahami serta bermanfaat. Kegiatan psikoedukasi partisipatif dapat menjadi salah satu upaya edukatif untuk memperkuat pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai pengasuhan serta tumbuh kembang anak.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novi Rachmawati, Nazwa Olivia Hadiansyah, Marsha Renata Maharani, Tiara Nurhasanah, Siti Nurkholipah, Widya Dwi Maharani, Allysa Mughni Aulia, Essi Asianitasari S, Hera Khoerunisahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3158Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui Senam Irama Pada Kelompok B Di Tk Dharma Wanita Sumpuo Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna2026-07-23T06:52:43+00:00Apriantipiaapri6@gmail.comAsmuddin Asmuddin@gmail.com Muamal Gadafi MuamalGadafi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak melalui senam irama pada kelompok B di TK Dharma Wanita Sumpuo Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan anak didik di kelompok B TK Dharma Wanita Sumpuo Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna yang berjumlah 15 orang anak yang terdiri dari 6 orang anak laki-laki dan 9 orang anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam II siklus. Tahapan-tahapan dalam penelitian ini mengikuti prosedur penelitian tindakan kelas yaitu: (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan(observasi), (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan studi dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis deskriptif. Berdasarkan observasi aktivitas mengajar guru pada siklus I diperoleh 71,42% dan meningkat pada siklus II menjadi 92,85%. Sedangkan observasi aktivitas belajar anak pada siklus I diperoleh nilai persentase sebesar 71,42% dan meningkat pada siklus II menjadi 92,85%. Pada hasil belajar anak pada siklus I memperoleh nilai 80% dan meningkat pada siklus II menjadi 93,33%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perkembangan motorik kasar anak dapat ditingkatkan melalui senam irama di TK Dharma Wanita Sumpuo Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aprianti, Asmuddin , Muamal Gadafi http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3167Model Penyesuaian Diri Mahasiswa Luar Aceh dalam Penyelesaian Studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh2026-07-24T07:22:12+00:00Khairaniati220402004@student.ar-raniry.ac.idArifin Zainarifin.zain@ar-raniry.ac.idJarnawiJarnawi@ar-raniry.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya hambatan yang dialami mahasiswa luar Aceh di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry dalam menyelesaikan studi, seperti kelelahan psikologis akibat revisi, jauh dari keluarga, serta perbedaan sistem belajar, adat istiadat, dan kendala bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penyesuaian diri mahasiswa luar Aceh dalam menyelesaikan studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry, dan 2) merumuskan model penyesuaian diri yang efektif dalam menyelesaikan studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik <em>purposive sampling</em> dengan kriteria mahasiswa aktif luar Provinsi Aceh semester VII atau lebih yang sedang menyusun skripsi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri mahasiswa luar Aceh dipengaruhi oleh faktor internal (tekanan psikologis/stres dan kecemasan akademik) yang diredam melalui coping positif (sabar dan berpikir positif), serta faktor eksternal (dukungan keluarga dan teman sebaya sebagai <em>support system</em>). Sementara itu, model penyesuaian diri yang efektif untuk lulus tepat waktu terwujud melalui integrasi empat tindakan adaptif, yaitu: manajemen waktu dan skala prioritas, penetapan target-target kecil, alur resolusi masalah berjenjang, serta kombinasi belajar mandiri dan diskusi terbuka.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Khairaniati, Arifin Zain, Marsha Renata Maharanihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3175Analisis Materi “Hidup Damai dengan Saling Memaafkan” dalam Buku PAI Kelas VI Sebagai Pencegahan Perilaku Bullying di Kalangan Siswa Sekolah Dasar2026-07-24T12:38:54+00:00Santi Mahmuda UrbaningkrumSantimahmuda15@gmail.comRusdianarusdianamuzakkar@gmail.comMohamad Haditiamuhammadhaditia24@gmail.comNia Anggi Aprilianiaanggiapriliaaprilia@gmail.com<p>Perilaku bullying menjadi salah satu permasalahan yang hingga saat ini masih marak terjadi dilingkungan sekolah. Bahkan bullying terjadi mulai jenjang sekolah dasar. Untuk mengurangi terjadinya bullying, maka perlu adanya langkah pencegahan yang dilakukan salah satunya dengan pengembangan materi pelajaran PAI. Karena sudah seharusnya PAI ikut andil dalam pencegahan perilaku bullying sebagai pengembangan akhlak terpuji anak-anak di masa depan. Tujuan penelitian ini yakni menganalisis pokok materi “Hidup Damai dengan Saling Memaafkan” pada buku PAI kelas V serta nilai karakter yang terkandung didalamnya sebagai bentuk pencegahan perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan. Data diolah dengan research, reading, screaning, manajemen data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini materi pelajaran PAI kelas VI “Hidup Damai dengan Saling Memaafkan” memiliki dua submateri yakni saling memaafkan dan menyatakan penyesalan. Selain itu, materi tersebut juga mengandung nilai karakter yakni karakter kemanusiaan yang meliputi sikap pemaaf dan bijaksana, serta ada karakter kesederhanaan yang meliputi sikap kasih sayang dan sikap peduli. Melalui sikap-sikap tersebut seseorang dapat tumbuh menjadi anak yang cinta damai dan berkehidupan dengan saling memaafkan. Dengan demikian, anak tidak akan terbiasa untuk melakukan bullying karena mengetahui bahwasannya hidup dengan saling memaafkan dapat membawa kehidupan yang lebih damai dan bermanfaat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Santi Mahmuda Urbaningkrum, Rusdiana, Mohamad Haditia, Nia Anggi Apriliahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3174Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak melalui Pemanfaatan Media Balok Cuisenaire Kelompok B di TK Negeri Wekoila Kabupaten Konawe Selatan2026-07-24T23:31:48+00:00Elen Pratiwielenpratiwi038@gmail.comSalwiahsalwia_fkip@uho.ac.idMuamal Gadafimuamal.gadafi@uho.ac.id<p>Kemampuan berhitung merupakan salah satu aspek kognitif yang penting dikembangkan sejak usia dini sebagai fondasi bagi pembelajaran matematika pada jenjang selanjutnya. Namun, rendahnya kemampuan berhitung anak masih menjadi permasalahan yang umum ditemukan di lembaga PAUD, termasuk di TK Negeri Wekoila Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak Kelompok B di TK Negeri Wekoila Kabupaten Konawe Selatan melalui pemanfaatan media balok cuisenaire. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Suharsimi Arikunto dengan dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga pertemuan. Subjek penelitian adalah 15 anak didik Kelompok B usia 5–6 tahun yang terdiri dari 9 anak perempuan dan 6 anak laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas guru dan anak, serta evaluasi kemampuan berhitung setiap akhir siklus, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan rumus ketercapaian individual dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap tahapan. Sebelum tindakan, ketercapaian klasikal hanya sebesar 33% dengan rata-rata nilai 2,28 (Mulai Berkembang/MB). Pada siklus I, aktivitas mengajar guru mencapai 73%, aktivitas belajar anak 67%, dan ketercapaian klasikal meningkat menjadi 60% dengan rata-rata nilai 2,61 (Berkembang Sesuai Harapan/BSH). Pada siklus II, aktivitas mengajar guru mencapai 93%, aktivitas belajar anak 87%, dan ketercapaian klasikal meningkat menjadi 93% dengan rata-rata nilai 3,2 (Berkembang Sangat Baik/BSB), yang telah melampaui indikator keberhasilan minimal 85%. Temuan ini membuktikan bahwa media balok cuisenaire efektif dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini melalui pendekatan konkret yang menarik dan menyenangkan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Elen Pratiwi, Salwiah, Muamal Gadafihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3183Ekplorasi Hubungan Pendidikan Kearifan Lokal Sangga Sanggai Olutumu Pekiki Inesamba terhadap Islamic Philantropi Governance2026-07-26T05:39:41+00:00Masri Damangmasridamang@gmail.comMuhammad Basir Palymuhammadbasirpaly@gmail.comMuhammad Wahyuddin Abdullahmuhammadwahyuddinabdullah@gmail.comAbdul Wahid Haddadeabdulwahidhaddade@gmail.com<p>Tata Kelola Lembaga Filantropi Indonesia mengalami dealektika antara model tradisional dan modern dipengaruhi oleh pergerakan paradigma amil dimotivasi kerja dengan stewardship, penerapan syariah enterprice teori dan peningkatan kesadaran local wisdom dalam menata ekonomi, social dan regulasi serta nilai global dalam kinerja amil BAZNAS/LAZIS pada serta UPZ Yayasan Pendidikan sehingga pemanfaatan zakat, infaq, shadaqah, wakaf hibah dan dana sosial berkonstribusi pada tercapainya tujuan, keadilan dan kesejahteraan masyarakat, tata kelola filantropi tradisional berakar pada integrasi kearifan local dan kesadaran gotong royong, kebersamaan, dengan nilai etika kerja Islami, pengaruh kepatuhan syariah dan pendidikan pimpinan melatar belakangi penelitian ini, tujuan penelitian untuk menganalisi pengaruh Islamic Work Etik, Shariah compliance, Leadership Education dengan Pendidikan Lokal Wisdom Sanga Sangae Ulutumo Pekiki Inesamba sebagai pemoderasi dalam memperkuat atau memperlemah pengaruh terhadap Islamic philantropy Governance. Metode penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif jenis asosiatif melalui pengukuran numerik metode statistic dengan pendekatan metode Structural Eguation Modeling (SEM) dengan analisis software SmartPLS 4.4, metode pengumpulan data, kuesioner, dokumentasi dan wawancara, Populasi Lembaga Filantropi Islam Kolaka dengan sampel 105 responden Amil/karyawan BAZNAS Kolaka, LAZISNU, LAZIS Muhammadiyah, BMH Hidayatullah, WIZ Wahdah Islamiyah, UPZ Yayasan Darul Mukminin Baiturrahim, UPZ Yayasan Pendidikan Islam Nursyam Zam, UPZ Yayasan Pendidikan Qur’an Al Ihsan Kolaka. Hasil Penelitian menunjjukan bahwa 1) Islamic Work Etik berpengaruh positif signifikan terhadap Islamic Philantropy Governance, 2) Shariah Complience berpengaruh positif signifikan terhadap Islamic Philantropy Governance, 3) Pendidikan Pimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap Islamic Philantropy Governance, 4) Islamic Work etik berpengaruh positif yang memoderasi melalui Pendidikan Lokal Wisdom Sanga Sangae Ulutumo Pekiki inesamba, terhadap Islamic Philantropy Governance 5) Shariah Compliance berpengaruh negative memoderasi melalui Pendidikan Lokal Wisdom Sanga Sangae Ulutumo Pekiki inesamba terhadap Islamic Philantropy Governance 6) Pendidikan Pimpinan berpengaruh positif melalui Islamic Pendidikan Lokal Wisdom Sanga Sangae Ulutumo Pekiki inesamba dan tidak memoderasi pengaruh terhadap Islamic Philantropy Governance. Implikasi penelitian ini meningkatkan peranan local wisdom sangga sanga olutumo pekiki inesamba terintegrasi nilai stewardship dan penerapan syariah interprice teori baik pada etika kerja, kepatuhan syariah maupun Pendidikan kepemimpinan dalam tata Kelola filantropi Islam dikolaka.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Masri Damang, Muhammad Basir Paly, Muhammad Wahyuddin Abdullah, Abdul Wahid Haddadehttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3194Hubungan antara Self Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Semester VI Prodi Manajemen UST2026-07-27T12:50:53+00:00Mukti Devi Fitrianamuktidevifitriana@gmail.comHartosujonohartosujono@ustjogja.ac.idJatu Anggrainijatuanggraeni@ustjogja.ac.id<p>Fenomena impostor syndrome masih ditemukan pada mahasiswa, yang ditandai dengan keraguan terhadap kemampuan diri meskipun memiliki pencapaian akademik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara self esteem dengan impostor syndrome mahasiswa semester VI prodi manajemen UST. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan negatif antara self esteem dengan impostor syndrome pada mahasiswa semester VI prodi manajemen UST. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif prodi manajemen UST, semester VI, Berusia 18- 27 tahun. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 149 mahasiswa. Kemudian dianalisis menggunakan Pearson Correlation Product Moment dengan bantuan program jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara self esteem dan impostor syndrome pada mahasiswa semester VI prodi manajemen UST. Hipotesis yang diajukan pada penelitian ini dinyatakan diterima, hal tersebut dapat dilihat dari r = -0,753 dan nilai signifikansi p = 0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,567 yang artinya self esteem memberi sumbangan efektif sebesar 56,7% sterhadap impostor syndrome. Sedangkan 43,3% dipengaruhi oleh faktor lain.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mukti Devi Fitrianahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3190Strategi Pengasuh dalam Menangani Perilaku Tantrum pada Anak di TPA Genpi Kendari2026-07-28T06:03:51+00:00Ridha Salva Amira Taslimprincessmoana994@gmail.comMuhamad Saifuddin Sarananimuhamadsaifuddinsaranani@gmail.comSri Yuliani Msriyulianimustar91@uho.ac.id<p>Rumusan masalah skripsi ini adalah Bagaimanakah strategi yang digunakan oleh pengasuh dalam menangani perilaku tantrum pada anak di TPA Genpi Kendari?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengasuhan dalam menangani perilaku tantrum pada anak. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Kualitiatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah dua orang pengasuh Tpa Genpi. penelitian menunjukan bahwa perilaku tantrum di Tpa Genpi mulai muncul saat anak frustasi, lelah, atau keinginannya tidak terpenuhi, dengan bentuk menangis, teriakan, membanting barang dan pengasuh menerapkan pendekatan bertahap dengan membiarkan anak meluapkan emosi di tempat yang aman, mendekati dengan empati setelah tantrum mereda, mengalihkan perhatian anak melalui boneka dan berdiskusi untuk mengenali emosinya. Kesimpulannya yaitu perilaku tantrum pada anak di Tpa Genpi biasanya muncul melalui tindakan seperti menangis keras, berteriak, melempar benda. Tantrum ini dapat dipicu oleh faktor internal seperti kelelahan atau rasa lapar, serta faktor eksternal, misalnya perubahan rutinitas. Pengasuh menggunakan berbagai strategi, termasuk memberikan sentuhan hangat dan memberikan waktu bagi anak untuk tenang.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ridha Salva Amira Taslim, Muhamad Saifuddin Saranani, Sri Yuliani Mhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3137Learning Strategies and Challenges of Light Vehicle Engineering Students in Learning English for Engineering at a Vocational High School2026-07-30T04:47:47+00:00Amanda Arsya larsstamnd@gmail.comNur Chakimnurchakim@unesa.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi belajar yang digunakan siswa Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dalam mempelajari English for Engineering serta mengeksplorasi tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif interpretatif dasar karena berfokus pada pemahaman pengalaman siswa dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris vokasional. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi kelas, dan catatan lapangan terhadap siswa TKR di salah satu SMK di Surabaya. Data dianalisis secara tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa menggunakan beberapa strategi belajar, yaitu strategi sosial, strategi kognitif, strategi kompensasi, strategi memori dan latihan, serta strategi berbasis media digital. Strategi sosial dan kompensasi menjadi strategi yang paling dominan karena siswa sering meminta bantuan guru, teman, dan pembimbing praktik kerja, serta menggunakan Google Translate, pencarian Google, AI, YouTube, film, gim, dan media sosial untuk memahami kosakata teknis, manual, serta instruksi otomotif. Di sisi lain, siswa menghadapi beberapa tantangan, seperti kesulitan berbicara, rendahnya rasa percaya diri, keterbatasan kosakata, kesulitan memahami teks teknis, masalah tata bahasa dan kata kerja, serta kesulitan dalam ejaan dan pelafalan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi belajar siswa berfungsi sebagai respons praktis terhadap tantangan yang mereka alami. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa teknik di SMK perlu dirancang secara lebih kontekstual, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Larasati, Nur Chakimhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3210Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Kesehatan Mental Remaja2026-07-31T13:28:47+00:00Darma Saritua Nainggolandarmanainggolan63@gmail.comMia Anita Lestarimiaanitalestari@gmail.comSri Cahya Kencanasricahyakencana@gmail.com<p>Kesehatan mental remaja menjadi isu penting di era digital karena tingginya penggunaan media sosial yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dan kesehatan mental pada siswa SMKN 37 Pasar Minggu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 187 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui skala Brief Mental Health Inventory-12 (BMHI-12) dan Social Networking Time Use Scale (SONTUS), kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dan kesehatan mental (r = 0,813; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa intensitas penggunaan media sosial memiliki keterkaitan yang kuat dengan kondisi kesehatan mental remaja. Oleh karena itu, penggunaan media sosial perlu dikelola secara bijaksana melalui penguatan literasi digital dan pendampingan yang tepat guna mendukung kesejahteraan psikologis remaja.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Darma Saritua Nainggolan, Mia Anita Lestari, Sri Cahya Kencanahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3211Evaluasi Program Halmahera Barat Cerdas Menggunakan Model Cipp2026-08-01T01:00:18+00:00Sofyan Umarsofyanumar1989@gmail.com<p>Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat di bawah kepemimpinan Bupati James Uang dan Wakil Bupati Djufri Muhammad meluncurkan Program "Halmahera Barat Cerdas" untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Meskipun program ini telah berjalan selama beberapa tahun, belum ada evaluasi komprehensif yang dilakukan untuk menilai efektivitas dan efisiensinya. Penelitian ini menggunakan desain mixed-method dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product), dengan instrumen kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Halmahera Barat Cerdas sudah optimal, tampak dari kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat. Pemenuhan sumber daya menjadi salah satu upaya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat pada sektor pendidikan, dan program ini memiliki visi dan misi yang sama dengan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program ini telah memberikan anggaran dana kepada seluruh jenjang sekolah, meski hanya jenjang PAUD yang penyalurannya lancar tanpa hambatan, sementara jenjang lainnya sering mengalami keterlambatan pendanaan. Walaupun demikian, anggaran tersebut telah membantu memenuhi fasilitas sekolah seperti ruang kelas, perpustakaan, dan teknologi, yang meningkatkan motivasi belajar dan prestasi peserta didik, sementara beasiswa bagi peserta didik berprestasi mendorong persaingan yang sehat.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sofyan Umarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3212Strategi Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru di MA DDI Pasangkayu2026-08-01T00:57:43+00:00Rahmawatilontara.jarang@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di MA DDI Pasangkayu. Supervisi akademik merupakan salah satu fungsi kepemimpinan kepala sekolah yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pembinaan profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru di MA DDI Pasangkayu. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu perencanaan program supervisi, pelaksanaan supervisi akademik melalui observasi pembelajaran, pemberian bimbingan dan umpan balik, serta tindak lanjut hasil supervisi. Kepala sekolah juga mendorong peningkatan kompetensi guru melalui kegiatan pelatihan, diskusi profesional, dan pengembangan budaya belajar bersama. Pelaksanaan supervisi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif sehingga guru tidak merasa dinilai, tetapi dibimbing untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Faktor pendukung strategi supervisi akademik meliputi kepemimpinan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama warga sekolah, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan waktu dan kesibukan administratif. Penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi akademik yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Asman Asmanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3213 Implementasi Tajwid Pada Hukum Nun Sukun dan Tanwin Bagi Siswa Kelas IV Mis Ddi Pasangkayu2026-08-01T01:04:37+00:00Asmanasmanygy@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an siswa kelas IV di MIS DDI Pasangkayu serta mengkaji penerapan hukum bacaan nun sukun dan tanwin, yaitu izhar, idgham, iqlab, dan ikhfa, sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 22 siswa kelas IV C sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, tes lisan dan tes tertulis, wawancara dengan guru pembelajaran Al-Qur’an, serta dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelancaran membaca Al-Qur’an siswa secara umum berada pada kategori baik. Namun, hanya 14% siswa yang mampu menerapkan dengan benar keempat hukum bacaan nun sukun dan tanwin, sedangkan 86% siswa masih melakukan kesalahan, terutama pada aspek dengung (ghunnah) dan panjang pendek bacaan (mad). Hasil tes tertulis juga mengonfirmasi adanya kesenjangan tersebut, dengan 86% siswa memperoleh nilai pada kategori rendah. Faktor-faktor yang memengaruhi kondisi ini meliputi kemampuan dasar membaca yang belum merata, kurangnya intensitas latihan, serta kecenderungan siswa menghafal kaidah tanpa memahami konsepnya secara mendalam. Penelitian ini merekomendasikan agar pembelajaran tajwid dilaksanakan secara lebih intensif dan berkelanjutan melalui latihan yang terstruktur, baik di sekolah maupun di rumah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rahmawatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3218Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Siswa SMP Pada Materi Bilangan2026-08-02T12:48:22+00:00Tifani Friskayantitifanifriska504@gmail.comNina Ikhwati Wahidahninaikhwatiwahidah19@gmail.comIskandariskandar.dosen@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan multimedia interaktif untuk siswa SMP pada materi bilangan, menguji tingkat kelayakan, dan menguji efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian menggunakan metode R&D dengan menggunakan model pengembangan DDDE atau Decide Design Develop dan Evaluation dikombinasi dengan evaluasi formatif Dick and Carey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa multimedia interaktif yang dikembangkan telah dilaksanakan secara sistematis dan berada pada kategori sangat layak, dari uji validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain memperoleh nilai 90,09% dengan kesimpulan validasi ahli berada pada kategori sangat layak. Uji coba one to one pada siswa 83,56%, uji coba small group 87,33%, dan uji lapangan 92,40% dengan kriteria sangat layak. Selain itu, hasil pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif tersebut. Analisis statistik melalui uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan produk dapat diketahui dari nilai T_hitung 27,601 > T_tabel 1,993, sehingga media dinyatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, multimedia interaktif yang dikembangkan dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada materi bilangan bulat kelas VII di SMP.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tifani Friskayanti, Nina Ikhwati Wahidah, Iskandarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3222The Effectiveness of Career Development Interventions for Indonesian High School Students: An Integrative Review2026-08-04T05:43:28+00:00Muhammad Fikri Pratamamuhammadfikripratama@uinsgd.ac.idFenti Hikmawatifenti.hikmawati@uinsgd.ac.id<p>Pengembangan karier pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sangat penting untuk mempersiapkan mereka menghadapi transisi menuju pendidikan tinggi dan dunia kerja. Meskipun berbagai intervensi pengembangan karier telah diterapkan di Indonesia, bukti mengenai karakteristik dan efektivitasnya masih tersebar. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis karakteristik serta mengevaluasi efektivitas intervensi pengembangan karier pada siswa SMA di Indonesia melalui pendekatan <em>integrative review</em>. Pencarian literatur dilakukan menggunakan basis data Google Scholar dan Garuda terhadap penelitian yang dipublikasikan pada periode 2021–2026. Sebanyak 22 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling karier dan pelatihan merupakan intervensi yang paling sering diterapkan, dengan fokus utama pada efikasi diri karier dan pengambilan keputusan karier. Sebagian besar penelitian melaporkan dampak positif terhadap efikasi diri karier, pengambilan keputusan, perencanaan karier, dan kematangan karier. Efektivitas intervensi didukung oleh peningkatan pemahaman diri, akses terhadap informasi karier yang relevan, serta keterlibatan aktif siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi pengembangan karier merupakan strategi yang bernilai dalam memperkuat kesiapan karier siswa dan mendukung layanan karier berbasis bukti di sekolah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fikri Pratama, Fenti Hikmawatihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3228Membangun Identitas Santri melalui Love Induction: Implementasi Pendidikan Berbasis Cinta pada Santri Remaja2026-08-05T03:04:35+00:00Feri Indra Irawanferi.indra@uinsgd.ac.idRosleny Marlianiroslenymarliani@uinsgd.ac.idEndiendi@uinsgd.ac.id<p>Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai dengan pencarian identitas (<em>identity versus role confusion</em>) sehingga individu rentan mengalami berbagai konflik sosial dan psikologis. Lingkungan pesantren sebagai institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk identitas santri melalui internalisasi nilai-nilai keislaman yang berorientasi pada kasih sayang (<em>love induction</em>). Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendidikan berbasis cinta dalam membangun identitas santri remaja melalui pengalaman sosial, penyelesaian konflik, dan internalisasi nilai-nilai Islam di lingkungan pesantren. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui pertanyaan terbuka terhadap 56 santri remaja berusia 13–15 tahun di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Majalengka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi data, pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema-tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik sosial yang dialami santri, seperti perundungan, pengucilan, kehilangan barang, ketidakadilan, dan konflik pertemanan, menjadi bagian dari dinamika pembentukan identitas remaja. Implementasi pendidikan berbasis cinta tercermin melalui penanaman nilai kesabaran, empati, musyawarah, ukhuwah, tolong-menolong, memaafkan, serta penguatan spiritual melalui ibadah, zikir, dan membaca Al-Qur'an sebagai strategi regulasi emosi. Nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk identitas santri yang lebih adaptif, resilien, dan berkepribadian Islami. Penelitian ini menegaskan bahwa <em>love induction</em> tidak hanya berfungsi sebagai pendekatan pedagogis, tetapi juga sebagai mekanisme psikologis yang membantu santri melewati fase krisis identitas secara konstruktif. Temuan ini memperkuat urgensi implementasi Pendidikan Berbasis Cinta sebagai pendekatan pendidikan karakter dalam lingkungan pesantren dan madrasah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Feri Indra Irawan, Rosleny Marliani, Endihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3234Pengaruh Pembelajaran Berbasis Nilai-Nilai Budaya Alionda terhadap Pemahaman Konsep IPAS Siswa Kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buton Utara2026-08-05T12:34:11+00:00Acociacoci4sri@gmail.comMuhamad Iksaniksanbioumb@gmail.comTarnotarnokbumb@mail.com<p>Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memerlukan pendekatan yang kontekstual agar mampu meningkatkan pemahaman konsep sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya Alionda terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V Sekolah Dasar di Kabupaten Buton Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang terdiri atas 25 siswa kelas eksperimen dan 25 siswa kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji Shapiro–Wilk, uji Levene, Welch’s t-test, serta analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen (72,00) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (57,20), dengan tingkat ketuntasan belajar masing-masing sebesar 92% dan 64%. Hasil Welch’s t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (Sig. = 0,002 < 0,05), sedangkan nilai Cohen’s d = 0,97 menunjukkan ukuran efek yang besar. Meskipun nilai N-Gain berada pada kategori rendah, kelas eksperimen memperoleh peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Dengan demikian, pembelajaran berbasis nilai-nilai budaya Alionda efektif meningkatkan pemahaman konsep IPAS sekaligus mendukung implementasi Pembelajaran Mendalam dan pelestarian budaya lokal.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Acoci, Muhamad Iksan, Tarnohttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3239Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Kooperatif Tipe Scramble dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning2026-08-06T03:33:43+00:00Hilmi Agni Ruhiyathilmiagni.ruhiyat@uinsgd.ac.idSuci Ramdhany Darmawansrdarmawan10@gmail.com<p>Beberapa waktu terakhir, terdapat fenomena para ibu baru dengan kelahiran anak pertama melakukan <em>self-disclosure</em> di fitur <em>Instagram Stories </em>(IGS). Sebagian bertujuan untuk mengekspresikan emosi yang berkaitan dengan persoalan di saat masa transisi menjadi orang tua, yang seringkali merasa terisolasi dari lingkungan sosial dan persoalan pengasuhan anak. Fitur IGS dapat difungsikan sebagai ruang interaksi sosial, yang memungkinkan penggunanya mendapatkan <em>online social support</em> dari para pengguna lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran <em>self-disclosure</em> yang dilakukan oleh ibu baru pengguna fitur IGS terhadap <em>online social support </em>yang mereka persepsikan. Partisipan penelitian dijaring menggunakan <em>convenience sampling, </em>berjumlah 146 orang melalui kuesioner online. Hasil analisis data menggunakan uji regresi sederhana menunjukkan nilai p=0.000 (p<0.05) dengan estimasi 7.280. Hal ini diartikan bahwa terdapat peran positif <em>self-disclosure </em>terhadap <em>online social support</em> pada ibu baru pengguna IGS. Temuan ini menjelaskan jika semakin tinggi <em>self-disclosure</em> ibu baru di IGS, maka semakin tinggi <em>online social support </em>yang didapatkan.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hilmi Agni Ruhiyat, Suci Ramdhany Darmawanhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3241 Differentiated Learning as a Pedagogical Response to Student Diversity: A Case Study of Islamic Religious Education Teachers at MTS Assalaam Bandung2026-08-06T05:45:11+00:00Ahmad Fadly Pasyadrmakmur1984@gmail.com<p>Keberagaman karakteristik peserta didik menuntut pendekatan pembelajaran yang adaptif dan responsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Assalaam Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen terhadap guru PAI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menghadapi tantangan meliputi keterbatasan kurikulum pelatihan, kesulitan manajemen kelas, keberagaman karakter siswa, serta minimnya media dan sumber belajar yang memadai. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas pembelajaran berdiferensiasi sangat ditentukan oleh kompetensi pedagogis dan kreativitas guru. Solusi yang direkomendasikan mencakup pelatihan berkelanjutan, pendekatan personal dalam pembelajaran, dan optimalisasi pemanfaatan media digital guna meningkatkan partisipasi, motivasi, dan hasil belajar peserta didik.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Fadly Pasyahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3253Model Hybrid Microteaching Berbasis Teknologi Digital untuk Meningkatkan Kesiapan Mengajar Mahasiswa2026-08-11T01:31:31+00:00Sulis Anjarwatisulis.anjarwati.sa@gmail.comNina Ikhwati Wahidahninaikhwatiwahidah19@gmail.comIskandariskandar.dosen@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru melalui inovasi pembelajaran microteaching yang sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hybrid microteaching berbasis teknologi digital serta menguji tingkat validitas, kepraktisan, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Penelitian dilaksanakan di Universitas Nahdlatul Ulama Lampung dengan melibatkan 36 mahasiswa sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli, angket respons mahasiswa, lembar observasi keterampilan mengajar, dan tes kesiapan mengajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 85,6% dengan kategori sangat valid, tingkat kepraktisan sebesar 85,9% dengan kategori sangat praktis, serta mampu meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 68,4 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, model hybrid microteaching berbasis teknologi digital dinyatakan layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kesiapan mengajar mahasiswa calon guru</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sulis Anjarwati, Nina Ikhwati Wahidah, Iskandarhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3257The Effect of Movie Scene Clips on Seventh-Grade Students' English-Speaking Performance: A Quasi-Experimental Study in an Indonesian EFL Context2026-08-11T11:26:21+00:00M. Reza Pahlevireza.22192@mhs.unesa.ac.idSuebsueb@unesa.ac.idFulviana Arraisahits.me.raisaa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen performa berbicara yang memperoleh peningkatan N-Gain tertinggi pada siswa yang diajar menggunakan potongan adegan film (movie scene clips) serta untuk menguji apakah terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan potongan adegan film dan siswa yang diajar menggunakan aktivitas berbicara berbasis buku teks. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pola non-equivalent control group yang melibatkan 42 siswa kelas tujuh pada sebuah sekolah menengah pertama di Surabaya, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh perlakuan berupa potongan adegan film Zootopia berdurasi tiga sampai empat menit melalui teknik menyimak tiga tahap, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran berbicara konvensional berbasis buku teks dengan topik yang sama. Performa berbicara diukur melalui tes lisan sebelum dan sesudah perlakuan yang dinilai oleh dua penilai menggunakan rubrik analitis adaptasi CEFR level A2 pada lima komponen, yaitu akurasi pelafalan, kelancaran, intonasi, kepercayaan diri, dan ekspresi. Data dianalisis dengan skor Normalized Gain (N-Gain), uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi pelafalan, kelancaran, dan kepercayaan diri memperoleh rerata N-Gain tertinggi dan identik sebesar 0,92, diikuti intonasi (0,80) dan ekspresi (0,77); seluruhnya berada pada kategori efektivitas tinggi. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pada seluruh komponen (p = 0,000 < 0,05), sementara kelas kontrol hanya berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa potongan adegan film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek linguistik sekaligus aspek afektif keterampilan berbicara siswa sekolah menengah pertama.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 M. Reza Pahlevi, Sueb, Fulviana Arraisahhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/2519Pengaruh Penggunaan Smartboard terhadap Kemampuan Numerasi Anak Usia 5-6 Tahun di TK Wulele Sanggula II Kendari2026-08-13T13:33:13+00:00Anggunanggunlynew@gmail.comSitti Rahmaniar AbubakarSitirahmaniar@ymail.comMuamal GadafiMuamal.gadafi@yahoo.co.id<p>Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan Smartboard terhadap kemampuan numerasi anak usia 5-6 tahun di TK Wulele Sanggula II Kendari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu desain <strong>pre-eksperimental</strong> dengan model <strong>one-group pretest–posttest design</strong>. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Adapun teknik pengumpulan datanya yaitu Tes dengan Lembar Kerja Anak (LKA), lembar observasi, dan studi dokumen. Teknik analisis data dalam penelitian ini mennggunakan analisis deskriptif statistik dan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai antara pretest dan posttest. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis statistik menunjukkan nilai Z sebesar -5,215 dengan angka signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 pada data LKA. Sementara itu, data Observasi menunjukkan hasil analisis statistik nilai Z sebesar -5,514 dengan angka signifikansi (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi kedua data tersebut jauh lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, maka terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara skor pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan Smartboard terhadap kemampuan numerasi anak usia 5-6 tahun di TK Wulele Sanggula II Kendari.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anggun, Sitti Rahmaniar Abubakar, Muamal Gadafihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3105Effectiveness of the EnglishCentral Application as an Interactive Learning Medium for Improving Junior High School Students' Speaking Skills2026-08-14T08:08:38+00:00Oktavia Ayu VirginiaOktaviavirginia9@gmail.com<p>Keterampilan berbicara masih menjadi salah satu aspek yang paling sulit dikuasai oleh pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing karena terbatasnya kesempatan memperoleh umpan balik yang spesifik, keterbatasan waktu pembelajaran di kelas, serta minimnya paparan terhadap masukan lisan autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan EnglishCentral dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII di salah satu sekolah menengah pertama swasta pada tahun ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe <em>two-group pre-test post-test. </em>Sampel penelitian berjumlah 60 siswa yang berasal dari duabkelas, terdiri dari 30 siswa pada kelompok eksperimen dan 30 siswa pada kelompok kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti lima sesi pembelajaran menggunakan EnglishCentral dengan durasi masing-masing 60 menit melalui tahapan <em>Watch-Learn-Speak, </em>yang memanfaatkan video autentik, teknologi pengenalan suara, perekaman berulang, umpan balik otomatis, dan pemantauan perkembangan belajar. Sementara itu, kelompok kontrol mengikuti pembelajaran konvensional melalui buku teks, dialog tertulis, bermain peran, dan diskusi yang dipandu guru. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbicara secara individual sebelum dan sesudah perlakuan dengan durasi satu hingga dua menit. Penilaian mencangkup aspek kelancaran, pelafalan, kosakata, tata bahasa, dan kesesuaian isi dengan topik. Hasil uji Levene menunjukkan bahwa varians kedua kelompok homogen, sedangkan uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa sebagian besar data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis data dilakukan menggunakan uji Wlicoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney U. Hasil penelutian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan, tetapi kelompok eksperimen memperoleh rerata peringkat yang lebih tinggi (45,50) dibandingkan kelompok kontrol (15,50). Perbandingan <em>gain score </em>juga menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik (U = 900,000; Z = 6,670; p< 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa EnglishCentral efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara, meberikan umpan balik korektif secara cepat, serta mendorong kemandirian belajar siswa. Dengan dukungan perangkat, koneksi internet, dan pendampingan guru yang memadai, EnglishCentral direkomendasikan sebagai media pendukung pembelajaran berbicara di kelas.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Oktavia Ayu Virginiahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3278Peran Guru BK dalam Perencanaan Karir Siswa melalui Bimbingan Kelompok di SMA Negeri 15 Takengon2026-08-18T09:25:46+00:00Nanda Afrianiafrianinanda04@gmail.comSyaiful Indra syaiful.indra@ar-raniry.ac.idZamratul Ainizamratul.aini@ar-raniry.ac.id<p>Perencanaan karir merupakan salah satu tugas perkembangan penting bagi peserta didik pada jenjang sekolah menengah atas, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang mengalami kesulitan menghubungkan potensi, minat, dan bakat yang dimiliki dengan pilihan pendidikan lanjutan maupun karir yang sesuai. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya layanan bimbingan kelompok sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling dalam membantu siswa menyusun perencanaan karir secara lebih terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal perencanaan karir siswa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok, mendeskripsikan proses pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam membantu perencanaan karir siswa, serta mengetahui perubahan pemahaman siswa setelah mengikuti layanan tersebut di SMA Negeri 15 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok sebagian besar siswa telah memiliki cita-cita dan minat, namun belum mampu menghubungkan potensi diri dengan pilihan pendidikan lanjutan dan dunia kerja. Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok berlangsung secara sistematis melalui tahap perencanaan, pembentukan kelompok, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi, dengan guru BK berperan sebagai, informator, motivator dan pembimbing. Setelah mengikuti layanan, siswa menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap potensi, minat, dan bakat, memperoleh informasi karir yang lebih komprehensif, serta memiliki perencanaan karir yang lebih jelas dan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Penelitian ini menegaskan bahwa proses layanan bimbingan kelompok berperan penting dalam memfasilitasi eksplorasi diri dan penyusunan perencanaan karir siswa.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nanda Afriani, Syaiful Indra , Zamratul Ainihttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3294Peran Layanan Konseling Psikologi dalam Mendukung Kesehatan Mental Mahasiswa: Studi Kepustakaan pada Konteks Pendidikan Tinggi Islam2026-08-24T06:24:15+00:00Titi Ratna Garnasihtiti.ratna@uinsgd.ac.idTedi Priatnatedi.priatna@uinsgd.ac.idTeti Ratnasihteti.ratnasih@uinsgd.ac.idEka Juarsaeka.juarsa@unisba.ac.id<p>Kesehatan mental mahasiswa menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan tinggi. Berbagai tuntutan akademik, sosial, dan personal selama masa perkuliahan dapat meningkatkan risiko munculnya permasalahan psikologis seperti stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Oleh karena itu, keberadaan layanan konseling psikologi di perguruan tinggi menjadi salah satu bentuk dukungan institusional untuk membantu mahasiswa menghadapi berbagai tekanan selama masa studi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan konseling psikologi dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa pada konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap berbagai literatur yang relevan mengenai kesehatan mental mahasiswa, layanan konseling psikologi, dan pendidikan tinggi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan konseling psikologi memiliki tiga peran utama, yaitu sebagai layanan preventif melalui edukasi kesehatan mental, layanan intervensi melalui pemberian bantuan psikologis, serta layanan pengembangan melalui penguatan kemampuan adaptasi mahasiswa. Dalam konteks pendidikan tinggi Islam, keberadaan unit layanan psikologi seperti Unit Layanan Psikologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Pusat Layanan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan layanan konseling pada perguruan tinggi Islam lainnya menunjukkan adanya perhatian institusi terhadap kesehatan mental mahasiswa. Dengan demikian, penguatan layanan konseling psikologi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Titi Ratna Garnasih, Tedi Priatna, Teti Ratnasihhttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3299Hubungan Grit Dengan Produktivitas Kerja Karyawan Pada Individu Dewasa Awal2026-08-25T01:38:22+00:00Mutiara Mirah Yunitamutiaramirahyunita@gmail.com<p>Produktivitas kerja karyawan merupakan aspek penting bagi keberlangsungan dan perkembangan organisasi, karena berkaitan dengan kemampuan individu menghasilkan output secara efektif dan efisien. Salah satu faktor non‑kognitif yang diperkirakan berperan dalam produktivitas kerja adalah grit, yaitu kombinasi kegigihan dan passion terhadap tujuan jangka panjang. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan produktivitas kerja pada karyawan yang berada pada tahap dewasa awal. Subjek penelitian berjumlah 118 karyawan berusia 19–25 tahun yang bekerja sebagai pegawai tetap di perusahaan wilayah JABODETABEK, yang dipilih dengan teknik simple random sampling dari populasi 193 karyawan. Data dikumpulkan menggunakan skala grit yang dikembangkan dari konsep Duckworth dan telah diadaptasi oleh peneliti sebelumnya, serta skala produktivitas kerja yang disusun berdasarkan konsep produktivitas kerja Sedarmayanti. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara grit dan produktivitas kerja (r = 0,387; p < 0,01), dengan tingkat kekuatan hubungan berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi grit yang dimiliki karyawan dewasa awal, cenderung diikuti oleh meningkatnya produktivitas kerja, meskipun masih terdapat faktor lain di luar grit yang juga memengaruhi produktivitas. Implikasi teoritis dan praktis dibahas terkait pengembangan grit dan strategi peningkatan produktivitas kerja di organisasi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Mutiara Mirah Yunitahttp://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajpp/article/view/3358Efektivitas Pelatihan Mindfulness untuk Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi pada Anggota UKM Teater Trisula2026-09-01T14:11:59+00:00Jelia Apriani Jeliaapriani7@gmail.comKi Andreas Yudha Fery Nugroho andreas.yudha@ustjogja.ac.idBerlina Henu Cahyani berlinahenucahyani@gmail.com<p>Kemampuan regulasi emosi merupakan aspek krusial bagi mahasiswa, khususnya bagi mereka yang terlibat aktif dalam kegiatan seni peran seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Trisula. Tuntutan penjiwaan karakter, dinamika kelompok, serta tekanan akademik rentan memicu kelelahan emosional dan ketidakstabilan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan <em>mindfulness</em> dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anggota UKM Teater Trisula. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen dengan desain <em>One Group Pretest-Posttest Design</em>. Subjek penelitian berjumlah 5 orang anggota aktif UKM Teater Trisula yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan Skala Regulasi Emosi yang disusun berdasarkan lima aspek Gross (<em>cognitive reappraisal</em>, <em>expressive suppression</em>, <em>situation selection</em>, <em>situation modification</em>, dan <em>attention deployment</em>). Perlakuan diberikan dalam bentuk pelatihan <em>mindfulness</em> yang mencakup teknik <em>breathing</em>, <em>body scan</em>, dan <em>acceptance of thoughts and feelings</em>. Analisis data menggunakan teknik non-parametrik <em>Wilcoxon Signed-Rank Test</em>. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai dengan (), yang berarti pelatihan <em>mindfulness</em> tidak efektif secara signifikan statistik dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi. Walaupun demikian, analisis deskriptif dan hasil observasi menunjukkan adanya peningkatan skor empirik regulasi emosi pada seluruh subjek dari kategori sedang (rata-rata <em>pre-test</em> 102,8) menjadi kategori tinggi (rata-rata <em>post-test</em> 130,4). Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan <em>mindfulness</em> memberikan manfaat praktis dalam meningkatkan kesadaran diri (<em>self-awareness</em>) dan membantu anggota mengelola emosi secara lebih terarah.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jelia Apriani , Ki Andreas Yudha Fery Nugroho , Berlina Henu Cahyani