Representasi Praktik Dehumanisasi dalam Anime Attack On Titan (2013-2023)

Penulis

  • Ahsani Taqwiim Fajri Universitas Jenderal Soedirman
  • Arizal Mutahir Jurusan Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman
  • Hariyadi Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1734

Kata Kunci:

Budaya Populer, Anime, Dehumanisasi

Abstrak

Anime sebagai budaya populer dapat menjangkau seluruh kalangan dan dapat menjadi wadah diskusi untuk membahas isu-isu sosial. Salah satu isu yang menonjol dalam anime adalah isu dehumanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi praktik dehumanisasi dalam anime Attack On Titan (2013-2023). Penelitian ini dilakukan dengan observasi mendalam terkait adegan yang terdapat dalam anime Attack On Titan musim 4 bagian 1 (2020-2021). Penelitian ini menggunakan semiotika Roland Barthes sebagai alat analisis. Penelitian ini memiliki temuan bahwa anime Attack On Titan (2013-2023) menggambarkan dehumanisasi. Dalam anime tersebut terdapat dua bentuk dehumanisasi, yaitu dehumanisasi kebinatangan dan dehumanisasi mekanistik. Dehumanisasi kebinatangan merupakan mekanisme kontrol satu ras terhadap ras lain. Dehumanisasi mekanistik merupakan mekanisme eksploitasi satu ras terhadap ras lain. Melalui anime Attack On Titan (2013-2023) dapat terbaca bahwa anime sebagai budaya populer dapat menjadi media penyadaran untuk memerangi dehumanisasi yang terjadi di kehidupan nyata.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-20

Cara Mengutip

Fajri, A. T., Mutahir, A. ., & Hariyadi. (2025). Representasi Praktik Dehumanisasi dalam Anime Attack On Titan (2013-2023). Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(3), 3616–3628. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1734

Terbitan

Bagian

Artikel