Studi Historis Tentang Krisis Kepemimpinan Pasca Wafatnya Nabi Muhammad Saw
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1947Kata Kunci:
Historis, Krisis, KepemimpinanAbstrak
Krisis kepemimpinan yang terjadi setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa paling krusial dalam sejarah Islam karena menjadi titik awal terbentuknya sistem kekhalifahan sekaligus lahirnya berbagai perbedaan politik dan teologis dalam tubuh umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penyebab munculnya krisis tersebut, proses penunjukan Abu Bakar sebagai khalifah pertama, serta dampaknya terhadap dinamika sosial-politik umat Islam dan lahirnya berbagai sekte seperti Sunni, Syiah, dan Khawarij. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur klasik dan modern serta menganalisis hubungan antara krisis suksesi dan perkembangan teologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis kepemimpinan dipicu oleh ketiadaan ketentuan eksplisit tentang suksesi, perbedaan pandangan antara Muhajirin dan Anshar, dinamika tribal, serta perbedaan konsep legitimasi kepemimpinan. Proses penunjukan Abu Bakar melalui musyawarah di Saqifah menjadi model awal kepemimpinan politik Islam, namun juga menyisakan ketegangan yang kemudian melahirkan polarisasi politik. Konflik antara kelompok pendukung Ali, pendukung konsensus sahabat, dan kelompok ekstrem Khawarij berkembang menjadi perpecahan teologis yang memengaruhi pembentukan mazhab dan aliran dalam Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa krisis pasca wafatnya Nabi tidak hanya bersifat politis, tetapi juga menjadi fondasi bagi keragaman pemikiran Islam sekaligus sumber konflik internal yang terus berlanjut hingga masa kini.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Zahra Kusuma Wardana, Ahmad Maftuh Sujana, Reza Dwi Rahmah, Neng Lia Setiawati, Hilyatun Nisa, Keysa Olivia Ramadanti

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














