Analisis Kebijakan Publik terhadap Rencana Pembentukan Kementerian Haji di Indonesia

Penulis

  • Evi Satispi Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Fildza Ghassani Aisyara Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Zaira Faatihah Putri Sunaryoto Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Shabrynah Bisry Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Ifti Tahara Yusma Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2069

Kata Kunci:

Kementerian Haji, kebijakan publik, reformasi kelembagaan, studi perbandingan, manajemen Haji, Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rencana pembentukan Kementerian Haji di Indonesia dari perspektif kebijakan publik, dengan fokus pada urgensi, tantangan implementasi, dan perbandingan tata kelola dengan negara-negara di Timur Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi komparatif dan analisis kebijakan. Pengumpulan data dilakukan melalui kajian literatur terhadap dokumen kebijakan terkait (Undang-Undang Penyelenggaraan Haji dan Umrah), laporan evaluasi, pendapat ahli, serta data sekunder mengenai model pengelolaan haji di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan model negara pengirim jemaah yang efisien (seperti Malaysia sebagai proxy perbandingan kelembagaan di lingkungan Muslim). Analisis kebijakan didasarkan pada model kerangka kebijakan, seperti analisis agenda setting dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pembentukan Kementerian Haji muncul sebagai respons terhadap kegagalan kebijakan (policy failure) masa lalu, terutama terkait masalah antrean panjang, pengelolaan dana haji yang belum optimal, dan kurangnya efektivitas diplomasi. Dari aspek kebijakan publik, pembentukan kementerian merupakan upaya perubahan radikal dalam struktur kelembagaan (institusional policy change) yang bertujuan meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan one stop service. Studi komparatif menemukan bahwa negara Timur Tengah sebagai pusat penyelenggara (Arab Saudi) memiliki fokus yang berbeda, yaitu pada regulasi dan infrastruktur. Sementara itu, perbandingan dengan negara pengirim jemaah lain menunjukkan bahwa lembaga yang terfokus (seperti model Tabung Haji di Malaysia) menawarkan alternatif tata kelola yang lebih terintegrasi dan transparan, yang menjadi dasar rasionalisasi bagi Indonesia. Pembentukan Kementerian Haji merupakan kebijakan publik yang strategis dan mendesak. Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengatasi tantangan birokrasi, penempatan sumber daya manusia yang kompeten, dan memastikan koordinasi yang mulus selama masa transisi kelembagaan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-20

Cara Mengutip

Satispi, E., Aisyara , F. G. ., Sunaryoto , Z. F. P. ., Bisry , S. ., & Yusma , I. T. . (2025). Analisis Kebijakan Publik terhadap Rencana Pembentukan Kementerian Haji di Indonesia. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(3), 4939–4946. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2069

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama