Dampak Pendekatan Cyber Security terhadap Pengamanan Operasi Industri Minyak dan Gas (Migas) di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2106Kata Kunci:
Cyber Security, Industri Migas, Indonesia, Pengamanan Operasi, Infrastruktur KritisAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil ancaman siber yang dihadapi industri minyak dan gas (migas) di Indonesia, menelaah pendekatan cyber security yang telah diterapkan, menilai dampaknya terhadap pengamanan operasi industri, serta menelusuri berbagai kendala dan faktor penghambat yang dihadapi perusahaan migas dalam mengimplementasikan strategi cyber security. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods, yang memadukan analisis kuantitatif untuk mengukur pengaruh penerapan cyber security terhadap tingkat pengamanan operasi, dan analisis kualitatif untuk memperdalam pemahaman mengenai kendala serta strategi implementasi di lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada tenaga ahli dan praktisi IT/OT security, wawancara mendalam dengan regulator dan pakar industri migas, serta dokumentasi berupa laporan perusahaan, regulasi pemerintah, dan laporan industri terkait keamanan siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman utama yang dihadapi meliputi serangan ransomware, phishing, supply chain attack, hingga gangguan pada sistem kontrol industri (ICS/SCADA). Pendekatan cyber security yang diterapkan, seperti segmentasi jaringan IT–OT, intrusion detection system, manajemen patch, pelatihan kesadaran, dan threat intelligence, terbukti meningkatkan ketahanan sistem operasi dengan menekan frekuensi insiden dan mempercepat pemulihan. Namun, implementasi masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan SDM, tingginya biaya investasi teknologi, dan koordinasi regulasi yang belum optimal.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gunawan Hidayat, Iswadi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














