Integrasi Filsafat Ilmu dan Islamic Religious Science
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2119Kata Kunci:
Filsafat, ilmu, Islamic Religious Science, integrasiAbstrak
Perkembangan ilmu pengetahuan modern yang bertumpu pada paradigma rasional-empiris telah mendorong pemisahan antara ilmu agama dan ilmu umum. Pemisahan ini melahirkan dikotomi keilmuan yang menempatkan Islamic Religious Science sebagai pengetahuan normatif yang kurang diakui secara akademik. Artikel ini mengkaji persoalan tersebut dengan menelaah integrasi filsafat ilmu dan Islamic Religious Science sebagai upaya membangun kembali paradigma keilmuan yang lebih utuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi tersebut dari aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui library research dengan menelaah literatur filsafat ilmu dan kajian keislaman. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis terhadap konsep dan pemikiran para tokoh terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa filsafat ilmu berperan sebagai kerangka kritis dalam memahami hakikat, metode, dan nilai ilmu pengetahuan, sementara Islamic Religious Science memberikan dasar teologis dan etis berbasis tauhid melalui keterpaduan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Simpulan penelitian menegaskan bahwa integrasi keduanya dapat mengurangi dikotomi ilmu dan agama serta membentuk paradigma keilmuan yang lebih holistik dan relevan dalam konteks akademik masa kini.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ria Nanda Safitri, Jihan Nur Aslam Mukerin, Syafaruddin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













