Mandiri Atau Bergantung? Analisis Desentralisasi Fiskal dan Belanja Daerah di Kabupaten Kuningan

Penulis

  • Tatang Sukma Wijaya Universitas Jenderal Soedirman
  • Kikin Windhani Universitas Jenderal Soedirman

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2163

Kata Kunci:

Kemandirian Keuangan Daerah, Pendapatan Asli Daerah, Kuningan

Abstrak

Pelaksanaan otonomi daerah menuntut Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kemandirian keuangan guna mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat. Penelitian ini menganalisis tingkat kemandirian keuangan daerah serta keterkaitan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, belanja modal, dan belanja operasi di Kabupaten Kuningan dalam kurun waktu 2004 – 2020. Penelitian menggunakan data sekunder yang dianalisis dengan pendekatan Derajat Desentralisasi Fiskal (DDF) dan metode Regresi Linier Berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata DDF Kabupaten Kuningan sebesar 8,31 persen yang termasuk dalam kategori Sangat Kurang, sehingga mengindikasikan rendahnya tingkat kemandirian keuangan daerah. Temuan empiris menunjukkan bahwa PAD tidak berpengaruh signifikan terhadap belanja modal, namun berpengaruh positif terhadap belanja operasi. Sementara itu, dana perimbangan berpengaruh signifikan dan positif terhadap belanja modal maupun belanja operasi. Hasil penelitian ini menegaskan terkait ketergantungan fiskal Kabupaten Kuningan yang tinggi terhadap dana transfer dari Pemerintah Pusat serta menunjukkan bahwa pengelolaan belanja daerah masih didominasi oleh belanja operasi dibandingkan belanja modal.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-31

Cara Mengutip

Wijaya, T. S., & Windhani, K. (2025). Mandiri Atau Bergantung? Analisis Desentralisasi Fiskal dan Belanja Daerah di Kabupaten Kuningan. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(3), 5483–5493. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2163

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama