Peran Komunikasi Pemerintah Desa terhadap Kelompok Tani Kopi dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Kearifan Lokal
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2173Kata Kunci:
komunikasi, pemerintah, desa, kearifan lokal, ketahanan pangan, pembangunanAbstrak
Perubahan iklim memicu peningkatan risiko bencana dan tekanan ekologis yang berdampak langsung pada sektor pertanian, termasuk komoditas kopi yang sangat sensitif terhadap fluktuasi iklim (FAO, 2021; Komaruddin et al., 2024; IPCC, 2021). Di Desa Batudulang, khususnya Dusun Punik, perubahan pola hujan, kenaikan suhu, dan kekeringan telah mengganggu produktivitas kopi serta memengaruhi ketahanan pangan lokal (Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa, 2022). Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi Pemerintah Desa dalam mendukung, melindungi, dan melestarikan kearifan lokal kelompok tani kopi sebagai strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, serta mengidentifikasi hambatan komunikasi yang muncul. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa telah menjalankan komunikasi pembangunan melalui sosialisasi, koordinasi, dan pemberdayaan, namun frekuensi komunikasi yang tidak konsisten membatasi partisipasi petani. Di sisi lain, kearifan lokal seperti penggunaan kalender tanam, teknik ngasak, pupuk organik, dan tradisi gotong royong terbukti mendukung ketahanan pangan. Integrasi antara komunikasi pemerintah dan praktik lokal memperkuat resiliensi komunitas, meskipun diperlukan peningkatan intensitas komunikasi dan penguatan dukungan kelembagaan untuk memaksimalkan adaptasi perubahan iklim di sektor kopi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yunitasari, M. Syukron Anshori

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














