Dinamika Pelabuhan Tradisional dan Pengaruhnya terhadap Aktivitas Nelayan Tangkap di Belang (Minahasa Tenggara)
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2313Kata Kunci:
Pelabuhan Belang, Masyarakat Pesisir, Perkembangan PelabuhanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perkembangan Pelabuhan di Belang Minahasa Tenggara, sebagai tempat mata pencaharian khususnya Masyarakat pesisir, dan bagaimana melihat dampak dari Pelabuhan atau dermaga Belang dari segi sosial dan budaya dengan menggunakan Metode Sejarah. Menurut Marc Bloch. Empat tahap yang dilakukan dalam metode ini yakni: pertama: perumusan masalah penelitian, kedua: melakukan observasi historis melalui sumber sejarah, ketiga: melakukan analisis atau pengkajian data -dan keempat: melakukan pencarian (analisis) sebab-akibat dari masalah. Hasil penelitian mengambarkan keberadaan Pelabuhan Belang memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat pesisir, terutama dalam peningkatan aktivitas ekonomi, perubahan pola mata pencaharian, serta terbentuknya interaksi sosial yang lebih intens dengan masyarakat luar daerah. Di sisi lain, perkembangan pelabuhan juga membawa perubahan sosial dan budaya, seperti pergeseran nilai-nilai tradisional, pola kerja, serta dinamika kehidupan masyarakat pesisir. Dengan demikian, Pelabuhan Belang tidak hanya berperan sebagai sarana transportasi dan distribusi hasil laut, tetapi juga sebagai faktor penting dalam proses perubahan sosial dan budaya masyarakat pesisir di Minahasa Tenggara.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nurul Triyarti Halusa, Aksilas Dasfordate, Darmawan Edi winoto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














