Analisis Keberdayaan Masyarakat Pelaku Agribisnis Sayuran sebagai Nasabah Lembaga Keuangan Mikro Badan Layanan Umum Daerah Kota Kendari
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v2i2.1033Kata Kunci:
Keberdayaan, Nasabah, Agribisnis, Lembaga Keuangan MikroAbstrak
Lembaga keuangan mikro diyakini sebagai instrument penting dalam program penanggulangan kemiskinan. Hal ini karena selain menyedikan fasilitas kredit mikro dengan prosedur yang fleksibel, murah serta terjangkau kepada para nasabah yang merupakan bagian dari masyarakat berpendapatan rendah, juga dipadukan dengan program penguatan kapasitas sumberdaya manusianya dalam bentuk pelatihan dan pendampingan usaha. Dengan demikian sehingga para nasabah mampu meningkatkan kinerja usaha serta indeks keberdayaan social ekonominya. Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks keberdayaan social ekonomi Pelaku Agribisnis Sayuran sebagai nasabah Lembaga Keuangan Mikro BLUD. Populasi penelitian adalah nasabah LKM BLUD dengan total responden 94 orang. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Nasabah LKM BLUD merupakan bagian dari masyarakat berpendapatan rendah, namun memiliki indeks keberdayaan social ekonomi yang tinggi. Hal ini menjadi modal social yang baik dalam upaya peningkatkan kinerja usaha para nasabah yang bersangkutan.
Referensi
Bi, Z., & Pandey, S. L. D. (2011). Comparison of performance of microfinance institutions with commercial banks in India. Australian Journal of Business and Management Research, 1(6), 110-120.
Christenson, J. A., & Robinson, J. J. (1989). Community development in perspective. Ames: Iowa State University Press.
Churchill, C. F., & Frankiewicz, C. (2006). Making microfinance work: Managing for improved performance. International Labour Organization.
Ife, J. W. (1995). Community development: Creating community alternatives-vision, analysis and practice. Longman Australia.
Kumar, N., Manjunath, S. J., & Srikanth, H. S. (2012). Microfinance: a comparative study of Bangladesh and India. Journal of Business and Management, 5(6), 27-35.
Mubyarto. (1999). Pemberdayaan Ekonomi Rakyat : Laporan Tindak Program IDT. Penerbit Aditya Madia. Yogyakarta (in Indonesia)
Sugiono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RD. Penerbit CV. Alfabeta Bandung. (in Indonesia)
Suharto, E. (2009). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategi Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Penerbit Rafika Aditama Bandung ( in Indonesia)
Tiwari, A. (2012). Is microfinance working for what it is meant to be? A comparative study on Bangladesh and India. International Journal of Multidisciplinary Research, 2(3), 148-164.
Wijono, W. W. (2005). Pemberdayaan lembaga keuangan mikro sebagai salah satu pilar sistem keuangan nasional: upaya konkrit memutus mata rantai kemiskinan. Jurnal Kajian Ekonomi dan Keuangan, 9(4), 86-100.





