Gambaran Kelengkapan Pengisian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera Makassar
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v3i2.1775Kata Kunci:
Rekam Medis, Kelengkapan, Identifikasi, AutentikasiAbstrak
Kelengkapan dokumen rekam medis merupakan bagian yang sangat penting karena sangat mempengaruhi proses pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga medis dan mempengaruhi kualitas pelayanan rumah sakit, khususnya pada komponen kelengkapan identifikasi dan autentikasi pasien. Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, menggunakan instrumen checklist yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu identifikasi pasien dan autentikasi (tanda tangan dan nama dokter). Sampel yang digunakan berjumlah 30 rekam medis yang dipilih dengan pengambilan sampel yang dimaksud. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa lima komponen identitas dasar pasien, yaitu nomor rekam medis, nama, jenis kelamin, tanggal lahir, dan alamat, diisi lengkap diseluruh rekam medis. Namun, data sosial seperti pendidikan dan ketenagakerjaan masih belum lengkap, masing-masing sebesar 73,33% dan 56,67%. Dalam komponen auntetikasi, semua file menyertakan tanda tangan dan nama dokter secara lengkap (100%). Kesimpulan: Tingkat kelengkapan rata-rata secara keseluruhan mencapai 90,48% untuk identifikasi dan 100% untuk otentikasi. Kesimpulannya, pengisian rekam medis relatif baik, namun perlu diperkuat pengisian data sosial dan pengawasan rutin untuk menjaga kualitas dokumentasi medis.
Referensi
Amran, R., Apriyani, A., & Dewi, N. P. (2022). Peran penting kelengkapan rekam medik di rumah sakit. Baiturrahmah Medical Journal, 1(2), 69–76.
Andriani, F. N., Khotimah, K., Nur, A., & Rahmansyah, I. (2025). Illustration of incomplete medical record documents for inpatients at the surgical clinic at Wijayakusuma Hospital Purwokerto. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan, 5(3), 647–654.
Dewi, S. A. S., Diaris, N. M., & Adisanjaya, N. N. (2021). Analisis kelengkapan ringkasan masuk dan keluar pasien rawat inap terhadap mutu rekam medis yang ditinjau dari indikator kelengkapan di rumah sakit. Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA), 3(1), 255–260. http://repository.undhirabali.ac.id/id/eprint/1219
Faradila, A. H., Wijayanti, R. A., Nuraini, N., & Dewi, R. D. C. (2023). Analisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis pasien rawat jalan di Puskesmas Babadan Kabupaten Ponorogo. J-REMI: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan, 4(2), 89–96. https://doi.org/10.25047/j-remi.v4i2.3831
Febrianta, N. S., et al. (2022). Analisis kelengkapan pengisian berkas rekam medis rawat jalan di Puskesmas Samigaluh 1 tahun 2020. Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan (JMIAK), 5, 69–76.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Jakarta: Kemenkes RI.
Kunnanti, I., Iryadi, R., & Darmawan, Z. F. (2023). Analisis kelengkapan berkas rekam medis pada pasien rawat jalan. Jurnal Kesehatan Pertiwi, 5(1), 44–50.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-4). Bandung: Alfabeta.
Sukawan, A. (2021). Hubungan pengetahuan dan kelengkapan dokumen medis terhadap ketepatan kode diagnosa utama pasien seksio caesarea di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 156–164. https://doi.org/10.33560/jmiki.v9i2.335
Sukmawati, I., Siyamto, Y., & Najib, K. (2023). Analisis kelengkapan formulir ringkasan masuk dan keluar pada rekam medis pasien rawat inap. Jurnal Ilmiah Keuangan Akuntansi Bisnis, 2(2), 336–348. https://doi.org/10.53088/jikab.v2i2.67





