Penerapan Pengendalian Defect pada Proses Punching Busbar Menggunakan Pendekatan PDCA dan FMEA di PT XYZ

Penulis

  • Twindi Sera Jaya Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Wiwik Sudarwati Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.3389

Kata Kunci:

Defect, Punching Busbar, Pengendalian Kualitas, PDCA, FMEA

Abstrak

Proses punching pada material busbar merupakan tahap krusial dalam fabrikasi panel karena menentukan kesesuaian dimensi dan posisi lubang komponen terhadap gambar kerja. Ketidaksempurnaan pada tahap ini berkontribusi terhadap aktivitas rework, kerugian material akibat scrap, serta penurunan efisiensi lini produksi. Studi ini mengangkat kasus pada sebuah perusahaan manufaktur panel (disamarkan sebagai PT XYZ) yang mencatatkan defect rate sebesar 2,08% pada periode September 2025 hingga Februari 2026, melampaui batas maksimum perusahaan yaitu 1,5%. Tujuan penelitian ini adalah menelusuri akar penyebab defect secara sistematis serta merancang, menerapkan, dan mengevaluasi tindakan pengendalian melalui integrasi siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) dengan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pada tahap plan, kombinasi diagram Pareto, analisis 5 Why, diagram fishbone, FMEA, dan 5W1H digunakan untuk memetakan penyebab dan menyusun rencana perbaikan. Diagram Pareto mengidentifikasi burr (292 unit; 27,60%) dan ketidaksesuaian posisi lubang (242 unit; 22,87%) sebagai dua kontributor defect terbesar. Penilaian FMEA menempatkan kondisi punch tool dan die yang aus sebagai penyebab berisiko tertinggi pada defect burr (RPN 192), sedangkan ketidaktepatan setting stopper menjadi penyebab dominan pada defect posisi lubang (RPN 160). Sebagai tindak lanjut pada tahap do, disusun Visual Inspection Standard (VIS) untuk memeriksa kelayakan tooling serta Work Instruction (WI) untuk memandu verifikasi drawing, setting stopper, dan positioning busbar, yang diujicobakan selama lima hari kerja produksi. Evaluasi pada tahap check menunjukkan penurunan persentase defect keseluruhan dari 1,72% menjadi 1,39%, sedangkan perhitungan ulang FMEA pada tahap action mengonfirmasi penurunan nilai detection dan RPN pada seluruh sumber kegagalan yang dianalisis. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi PDCA dan FMEA efektif menekan defect berulang melalui pengendalian yang berbasis bukti dan dapat direplikasi pada lini produksi dengan karakteristik proses serupa.

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Twindi Sera Jaya, & Wiwik Sudarwati. (2026). Penerapan Pengendalian Defect pada Proses Punching Busbar Menggunakan Pendekatan PDCA dan FMEA di PT XYZ. Arus Jurnal Sains Dan Teknologi, 4(1), 185–197. https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.3389

Terbitan

Bagian

Artikel