Implementasi Kurikulum Merdeka: antara Fleksibilitas Kurikulum, Kesiapan Guru, dan Ketimpangan Dukungan Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajup.v6i2.3411Kata Kunci:
Kurikulum Merdeka, Kesiapan Guru, Pembelajaran Berdiferensiasi, Asesmen, mplementasi KurikulumAbstrak
Kurikulum Merdeka dirancang untuk memberi ruang lebih luas bagi satuan pendidikan dan guru dalam mengembangkan pembelajaran yang kontekstual, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Namun, fleksibilitas kebijakan tidak otomatis menghasilkan perubahan praktik di kelas. Artikel ini bertujuan mengkaji bagaimana literatur menggambarkan implementasi Kurikulum Merdeka, terutama terkait pemahaman dan kesiapan guru, perencanaan pembelajaran, pembelajaran berdiferensiasi, asesmen, serta dukungan kelembagaan. Penelitian menggunakan tinjauan literatur kualitatif dengan sintesis tematik terhadap sepuluh artikel jurnal yang relevan, terutama terbit pada 2023–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi berlangsung melalui proses adaptasi yang tidak seragam. Guru memperoleh peluang untuk merancang pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa, tetapi menghadapi tantangan dalam menerjemahkan capaian pembelajaran menjadi tujuan dan modul ajar, menerapkan diferensiasi di kelas besar, mengembangkan asesmen, serta memanfaatkan teknologi. Perbedaan fasilitas, pelatihan, kepemimpinan sekolah, dan akses terhadap sumber belajar turut membentuk variasi pelaksanaan. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan Kurikulum Merdeka tidak cukup diukur dari dokumen administrasi atau status penerapan, melainkan dari perubahan pengalaman belajar siswa dan dukungan nyata bagi guru.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Waode Nurmuhaemin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















