Etika Dagang Islam pada Pengelolaan Warung Kelontong Madura menurut Gagasan Muhammad Yunus

Penulis

  • Laurentius Dwi Agus Merdi N Universitas Sanata Dharma

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i1.2280

Kata Kunci:

Etika dagang Islam, warung kelontong Madura, Muhammad Yunus, microfinance, zero poverty

Abstrak

Perdagangan merupakan suatu kegiatan penting dalam kehidupan duniawi dan menjadi ungkapan kebudayaan seorang manusia. Dalam proses dagang itu, dipergunakan pula etika, yang bukan hanya berisi ihwal hukum dan tata cara pada hidup manusia, tetapi juga praktek  untuk mewujud-nyatakan penghayatan iman dalam keseharian. Etika menjadi pondasi yang harus dimiliki oleh para pelaku dagang. Ketaatan kepada etika ini menjadi landasan krusial bagi kesuksesan usaha dagang yang dijalankan, apalagi usaha kecil dan menengah. Dasar- dasar etika telah dipraktekkan oleh usaha kecil berupa warung kelontong Madura 24 jam. Warga menilai bahwa eksistensi warung kelontong Madura bisa memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan sehari- hari. Kemajuan dan perkembangan pengelolaan warung kelontong Madura yang mewujudkan praktek etika dagang Islam sebagai akibatnya semakin populer dan menjamur di mana- mana. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan etika dagang Islam terhadap eksistensi warung kelontong Madura yang semakin mengembangkan ekonomi kerakyatan. Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kerakyatan yang notabene menjadi bentuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) ditinjau menurut gagasan Muhammad Yunus.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Zulkifli, M. M., (2024). Etika Bisnis Islam. Pekan Baru: UIR Press, 112.

Puspita, Novi Ayu, (2022) Etika dalam Berdagang Menurut Hukum Islam. diakses pada Oktober dari https://www.kompasiana.com

Ardana, I. M. D. W., & Kurniawan, I. B. (2024). Eksistensi warung kelontong Madura di lingkungan Kerthasari, Denpasar Selatan. Jurnal Nirta: Studi Inovasi, 4(1), 45–58. https://doi.org/10.61412/jnsi.v4i1.38

Wafi, A., Hidayat, M., & Sari, N. (2023). Dinamika sosial ekonomi pedagang warung kelontong Madura di Kota Malang. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6(3), 321–335. https://doi.org/10.33503/maharsi.v6i3.856

Alfiani, F. N., & Widad, R. (2024). Optimalisasi implementasi akad mudharabah dalam sistem bagi hasil untuk meningkatkan pendapatan di toko kelontong Madura. SIBATIK Journal, 4(6), 1559–1572. https://doi.org/10.54443/sibatik.v4i6.2814.

Dzikrulloh, D. (2021). Transformasi nilai tauhid dan filosofis ibadah pada pengembangan ekonomi Islam. Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 35–68. https://doi.org/10.32764/izdihar.v1i1.1687.

Budiman, A., & Wahyuli, N. (2025). Tauhid sebagai epistemologi ekonomi Islam: Antara spiritualitas dan keadilan sosial. JUPSI: Jurnal Pusat Studi Islam, 1(1), 15–32. https://doi.org/10.14825/qryh5v49.

Kamil, S. (2021). Etika Islam: Kajian etika sosial dan lingkungan hidup. Prenada Media.

Akbar, F. & Sinaga, N. Y. (2025). Analisis konseptual penerapan akad-akad transaksi syariah (murabahah, mudharabah, ijarah, dan istishna) dalam perspektif akuntansi syariah. Jurnal Ilmu Bisnis dan Ekonomi Islam, 2(1), 1–17. https://doi.org/10.65510/jibei.v2i1.249.

Niam, Z. & Wardana, G. K. (2022). Pengaruh pembiayaan murabahah, mudharabah, musyarakah, dan istishna terhadap profitabilitas bank syariah di Indonesia dan Malaysia. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(3), 3022–3031. https://doi.org/10.29040/jiei.v8i3.6134.

Raditya, A. (2020). Karakter orang Madura, nasionalisme, dan globalisasi. Masyarakat Indonesia, 46(1), 15–33. https://doi.org/10.14203/jmi.v46i1.860

Hidayat, A. (2021). Karakter orang Madura dan falsafah politik lokal. KARSA Journal of Social and Islamic Culture, 15(1). https://doi.org/10.19105/karsa.v15i1.109

Tiakoly, K., Wahab, A., & Syaharuddin, S. (2024). Penerapan etika bisnis Islam pada usaha pedagang sembako di Pasar Tradisional Gamalama Kota Ternate. Jurnal Iqtisaduna, 5(1), 1–14. https://doi.org/10.24252/iqtisaduna.v5i1.10812.

Saputra, T. A. (2025). Islamic ethical values in traditional commerce: A field study of market traders. Ta’amul: Journal of Islamic Economics, 4(1), 451–462. https://doi.org/10.58223/taamul.v4i1.451.

Veronika, S., & Arwani, A. (2024). Pandangan Islam terhadap prinsip berdagang: Perspektif etika dan keberkahan. JURNAL DIALOKA, 3(1), 15–32. https://doi.org/10.32923/dla.v3i1.4382.

Yunus, M., & Jolis, A. (2007). Banker to the poor (rev. ed.). PublicAffairs. 61–92, 141–173.

Yunus, M. (2008). Grameen Bank dan pengentasan kemiskinan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 16(2), 123–135.

Raharjo, M. D. (2011). Mikro kredit dan keadilan sosial: Refleksi atas model Grameen Bank Muhammad Yunus. Jurnal Ekonomi Islam, 5(1), 45–60.

Nasution, M. E. (2012). Mikro kredit, kemiskinan, dan ekonomi kerakyatan: Telaah pemikiran Muhammad Yunus. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 13(2), 156–170.

Diterbitkan

2026-02-25

Cara Mengutip

Merdi N, L. D. A. (2026). Etika Dagang Islam pada Pengelolaan Warung Kelontong Madura menurut Gagasan Muhammad Yunus. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(1), 220–229. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i1.2280

Terbitan

Bagian

Artikel