Religiusitas Intrinsik dan Psychological Well-Being Remaja: Peran Mediasi Coping Spiritual

Penulis

  • Putri Riani Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Anna Noprianty Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Uzdma Latifah Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Preti Preti Universitas Islam Negeri Palangka Raya
  • Surawan Surawan Universitas Islam Negeri Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2710

Abstrak

Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat religiusitas intrinsik yang tinggi hingga sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan oleh keyakinan yang kuat dalam menjalankan ajaran agama, konsistensi dalam beribadah, dan menjadikan agama sebagai pedoman utama dalam kehidupan. Hasilnya menunjukkan bahwa responden telah menginternalisasikan nilai-nilai agama secara mendalam, sehingga agama tidak hanya dipahami secara teoretis tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi kesehatan mental responden berada pada kategori cukup tinggi hingga tinggi, dengan aspek yang paling menonjol termasuk kemandirian dalam pengambilan keputusan, kemampuan untuk menjalin hubungan sosial yang baik, dan adanya tujuan hidup yang jelas. Namun demikian, aspek penguasaan lingkungan tetap berada pada kategori cukup, yang menunjukkan bahwa sebagian responden masih menghadapi kesulitan dalam mengelola kehidupan sehari-hari, terutama dengan hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan. Sebaliknya, coping spiritual tampaknya sangat penting bagi penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat coping spiritual yang tinggi hingga sangat tinggi, yang ditandai dengan keseimbangan antara upaya pribadi, doa, dan kepercayaan kepada Tuhan saat menghadapi masalah. Ini menunjukkan bahwa coping spiritual membantu memperkuat hubungan antara religiusitas intrinsik dan kesehatan mental, yang memungkinkan responden untuk mengelola stres dengan lebih baik dan mempertahankan keadaan pikiran yang stabil.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Allport, G. W., & Ross, J. M. (1967). PERSONAL RELIGIOUS ORIENTATION AND PREJUDICE. 5(4), 432–443.

Alwi, S. (2014). Perkembangan Religiusitas Remaja (Cetakan I). Kaukaba Dipantara.

Ariyana, F. N., Nurlaila, S., Ramadhan, S. A. O., Miranda, M., & Surawan, S. (2026). Dynamics of Self-Awareness and Transcendental Experience in High School Students: A Phenomenological Study from the Perspective of the Psychology of Religion. International Journal of Education and Literature, 5(1), 163–170.

Atikaputri, R. (2023). Pengaruh religiusitas intrinsik dan sertifikasi halal terhadap niat beli produk kosmetik pada generasi z skripsi.

Eva, N. U. R., & Bisri, M. O. H. (2018). SISWA CERDAS ISTIMEWA.

Hafifah, W., Hamdanah, H., & Surawan, S. (2023). Dampak Pembinaan Akhlak Terhadap Self Control Remaja. TA’LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 128–139.

Hidayatulloh, A., & Mutingatun, N. (2020). Etika Uang Dan Kecurangan Pajak: Religiusitas Intrinsik, Religiusitas Ekstrinsik, Gender, Materialisme, Dan Cinta Uang Sebagai Variabel Moderasi. 12.

Khan, M. I., & Kawa, M. H. (2015). A Study of Religious Orientation and Life Satisfaction among University Students. International Journal of Social Sciences (IJSS), 5(2), 11–18.

Pargament, K. I. (2001). The psychology of religion and coping: Theory, research, practice. Guilford press.

Diterbitkan

2026-06-17

Cara Mengutip

Riani, P. ., Noprianty, A. ., Latifah, U. ., Preti, P. ., & Surawan , S. . (2026). Religiusitas Intrinsik dan Psychological Well-Being Remaja: Peran Mediasi Coping Spiritual. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 903–910. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2710

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama