Ketangguhan Psikologis dan Perkembangan Kepribadian pada Ibu Tunggal

Penulis

  • Aishah Universitas Muhammadiyah Aceh
  • Sri Nurhayati Selian Universitas Muhammadiyah Aceh

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2739

Kata Kunci:

Fenomenologi, Ibu Tunggal, Ketangguhan Psikologis, Perkembangan, Kepribadian Resiliensi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami ketangguhan psikologis dan perkembangan kepribadian pada ibu tunggal dalam menghadapi tekanan kehidupan setelah perceraian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif partisipan secara mendalam. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang ibu tunggal dengan latar belakang pekerjaan dan pengalaman hidup yang berbeda. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga partisipan mengalami tekanan psikologis, sosial, dan ekonomi akibat konflik rumah tangga seperti perselingkuhan, kekerasan verbal, kurangnya tanggung jawab pasangan, serta tekanan emosional berkepanjangan. Setelah menjadi ibu tunggal, partisipan menghadapi tantangan berupa kelelahan emosional, kesulitan ekonomi, dan perubahan hubungan sosial. Namun demikian, pengalaman hidup tersebut juga membentuk ketangguhan psikologis yang terlihat dari kemampuan bertahan, menyesuaikan diri, serta menjalankan tanggung jawab sebagai ibu secara mandiri. Anak menjadi sumber motivasi utama bagi seluruh partisipan untuk tetap bertahan dan melanjutkan kehidupan. Selain itu, dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan turut membantu proses adaptasi psikologis partisipan. Penelitian juga menunjukkan adanya perkembangan kepribadian setelah menjadi ibu tunggal, seperti meningkatnya kemandirian, kedewasaan emosional, kemampuan mengendalikan diri, rasa percaya diri, serta prinsip hidup yang lebih kuat. Dengan demikian, pengalaman hidup sebagai ibu tunggal tidak hanya menimbulkan tekanan psikologis, tetapi juga menjadi proses pembentukan ketangguhan dan kematangan kepribadian individu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Afdal, A., Ramadhani, V., Hanifah, S., Fikri, M., Hariko, R., & Syapitri, D. (2022). Kemampuan resiliensi: Studi kasus dari perspektif ibu tunggal. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 15(3), 218–230. https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.3.218

Afifah, N., & Lestari, D. (2022). Resiliensi psikologis pada ibu tunggal pasca perceraian. Jurnal Psikologi Sosial, 10(2), 112–124.

Akram, H., & Selian, S. N. (2026). Keterlibatan orang tua dalam proses asesmen anak dengan autisme. Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 4(2), 01–14.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2023). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Darmaningrum, K. T. (2023). Konsep resiliensi ibu tunggal pada komunitas Single Moms Indonesia. Kafa’ah Journal of Gender Studies, 13(2), 142–155. https://doi.org/10.15548/jk.v13i2.641

Freeman, M., & Muhammad, E. A. (2023). Peeling away the taken-for-grantedness of research subjectivities: Orienting to the phenomenological. The Qualitative Report, 28(6), 1787–1800. https://doi.org/10.46743/2160-3715/2023.5995

Hakikoh, H. R., Hariyati, F., & Corliana, T. (2025). Komunikasi resiliensi ibu tunggal dalam meningkatkan ketahanan keluarga. Jurnal Komunikasi Nusantara, 7(2). https://jkn.unitri.ac.id/index.php/jkn/article/view/2552

Hikmah, N., & Selian, S. N. (2026). Pengalaman Emosional Remaja dalam Kondisi Fatherless. Sujud: Jurnal Agama, Sosial Dan Budaya, 2(1), 818-828. https://doi.org/10.63822/ath65n63

Invanka, I., Nurhikmah, N., & Koanda, N. (2024). Optimisme sebagai predictor resiliensi pada single mother di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter. https://doi.org/10.56326/jpk.v5i1.5833

Khalefa, E. Y., & Selian, S. N. (2021). Non-random samples as a data collection tool in qualitative art-related studies. International Journal of Creative and Arts Studies, 8(1), 35–49. https://doi.org/10.24821/ijcas.v8i1.5184

Kuswandari, E., & Legystania, T. (2025). Dukungan sosial dan coping emosional ibu tunggal dalam komunitas digital. Communicology. https://doi.org/10.21009/COMM.035.08

Ladiba, G. C., & Utami, M. S. (2020). Resiliensi single working mother pasca suami meninggal. Happiness: Journal of Psychology and Islamic Science, 4(1), 1–17. https://doi.org/10.30762/happiness.v4i1.360

Lidiawati, K. R., Dewi, W. P., & Simamora, S. C. N. (2024). Becoming a resilient single mother: Role of gratitude and emotion regulation. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. https://doi.org/10.24156/jikk.2024.17.3.263

Maulida, R., & Selian, S. N. (2024). Gambaran kepercayaan diri pada perempuan dewasa awal yang kehilangan sosok ayah. Jurnal Cakrawala Akademika, 2(4), 522–531.

Nurhayati, S., & Prabowo, A. (2023). Peran anak sebagai sumber motivasi psikologis pada ibu tunggal. Jurnal Psikologi Humanistik, 7(1), 55–67.

Öhlén, J., & Friberg, F. (2023). Empirical phenomenological inquiry: Guidance in choosing between different methodologies. Global Qualitative Nursing Research, 10, 1–9. https://doi.org/10.1177/23333936231173566

Pandiangan, K. A., & Selian, S. N. (2025). Pola asuh orang tua dan strategi guru dalam mendukung anak disleksia. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 1891–1906.

Putri, N., & Selian, S. N. (2024). Emotional dynamics and self-identity of boys in the face of losing father figures. Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 6(02), 67–76.

Ramadhani, R., & Putri, M. (2021). Perkembangan kepribadian perempuan dewasa setelah pengalaman traumatis keluarga. Jurnal Psikologi Kepribadian Indonesia, 5(3), 88–101.

Salsabillah, S., & Selian, S. N. (2025). Tantangan dan adaptasi orang tua dalam membesarkan anak berkebutuhan khusus. NAAFI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(1), 30–40.

Sari, P., & Hidayat, F. (2024). Dukungan sosial dan resiliensi pada perempuan pasca perceraian. Jurnal Kesehatan Mental Indonesia, 9(1), 40–52.

Selian, S. N., Khalefa, E. Y., & Hanifah, L. (2022). Migration process experience and its impact on well-being among women immigrants in Indonesia. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 7(2), 249–262.

Selian, S. N., Yulasteriyani. (2024). Pengalaman orang tua yang bekerja dengan anak berkebutuhan khusus: Studi fenomenologi. JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan), 11(2), 129–140.

Simamora, S. C. N., & Lidiawati, K. R. (2023). Regulasi emosi sebagai prediktor resiliensi pada ibu tunggal. Jurnal Psikologi. https://doi.org/10.35760/psi.2023.v16i1.7526

Syifa, Y., & Selian, S. N. (2025). Pola interaksi ibu dan anak pada keluarga single parent. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(4), 1513–1523.

Vatarisa, D., & Selian, S. N. (2024). Trust issue pada anak perempuan yang tumbuh dalam kondisi fatherless. HARAPAN: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Psikologi, 2(2), 67–74. https://doi.org/10.70115/harapan.v2i2.345

Vivek, R., et al. (2023). Beyond methods: Theoretical underpinnings of triangulation in qualitative and multi-method studies. SEEU Review, 18(2), 105–122. https://doi.org/10.2478/seeur-2023-0088

Wijaya, T., & Ananda, R. (2023). Kemandirian dan pemaknaan hidup pada ibu tunggal setelah perceraian. Jurnal Psikologi Perempuan dan Keluarga, 6(2), 70–84.

Diterbitkan

2026-06-17

Cara Mengutip

Aishah, & Selian , S. N. . (2026). Ketangguhan Psikologis dan Perkembangan Kepribadian pada Ibu Tunggal. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1048–1061. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2739

Terbitan

Bagian

Artikel