Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global: Belajar dari Pelemahan Rupiah, Perang Narasi Ekonomi, dan Perbandingan Krisis 1998 dengan Kondisi Saat Ini

Penulis

  • Firmansyah Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Totok Iman Santoso Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Edwin Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2902

Kata Kunci:

Ketahanan Ekonomi, Rupiah, Perang Narasi Ekonomi, Krisis 1998, Ekonomi Pancasila, Gejolak Global

Abstrak

Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, kenaikan suku bunga global, serta dinamika geopolitik internasional telah memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Pelemahan nilai tukar rupiah sering kali dijadikan indikator kerentanan ekonomi nasional dan diperkuat oleh berkembangnya perang narasi ekonomi yang berpotensi memengaruhi persepsi publik dan investor. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi gejolak global, mengidentifikasi faktor penyebab pelemahan rupiah, membandingkan kondisi ekonomi saat ini dengan krisis moneter tahun 1998, serta merumuskan strategi penguatan ketahanan ekonomi nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang jauh lebih kuat dibandingkan tahun 1998, ditandai dengan independensi Bank Indonesia, inflasi yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, sistem perbankan yang sehat, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih baik. Tantangan terbesar bukan hanya berasal dari tekanan eksternal, tetapi juga perang narasi ekonomi yang dapat menciptakan kepanikan kolektif apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ketahanan ekonomi berbasis ekonomi Pancasila, transformasi digital, hilirisasi industri, dan peningkatan literasi ekonomi masyarakat

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Briguglio, L. (2009). Economic Vulnerability and Resilience. University of Malta.

Liddle, R. W. (2018). Indonesia and the Emerging Global Economy. Routledge.

Martin, R., & Sunley, P. (2015). On the notion of regional economic resilience. Journal of Economic Geography, 15(1), 1–42.

Mubyarto. (1987). Ekonomi Pancasila. Yogyakarta: BPFE.

Shiller, R. J. (2019). Narrative Economics. Princeton University Press.

Bank Indonesia. Cadangan Devisa September 2025 Tetap Kuat.

Badan Pusat Statistik (BPS). Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Tumbuh 5,11 Persen. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

Bank Indonesia News Release. Cadangan Devisa Juli 2025 Tetap Tinggi.

Reuters Indonesia Economy. Indonesia Central Bank to Use All Available Instruments to Stabilise Rupiah.

Reuters Indonesia Economy. Fitch Says Challenging for Indonesia to Grow 5%. (Reuters)

Diterbitkan

2026-06-24

Cara Mengutip

Firmansyah, Santoso , T. I. ., & Edwin. (2026). Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global: Belajar dari Pelemahan Rupiah, Perang Narasi Ekonomi, dan Perbandingan Krisis 1998 dengan Kondisi Saat Ini. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1465–1469. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2902

Terbitan

Bagian

Artikel