Autokritik Penafsiran Hannan Lahham atas Ayat Poligami, Qiwâmah dan Nusyûz Perspektif Agensi Naila Kabeer
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2912Kata Kunci:
Hannan Lahham, poligami, qiwâmah, nusyûz, agensi Naila Kabeer, keadilan genderAbstrak
Artikel ini mengkaji autokritik penafsiran Hannan Lahham atas ayat poligami (QS. an-Nisâ`/4: 3), qiwâmah dan nusyûz (QS. an-Nisâ`/4: 34) serta menimbang implikasinya bagi pemberdayaan perempuan melalui perspektif agensi Naila Kabeer. Berbeda dengan sejumlah mufasir perempuan lain yang memusatkan kritik pada dominasi laki-laki, Lahham menempuh jalan autokritik dengan menekankan bahwa kesetaraan dicapai melalui transformasi diri dan pelaksanaan kewajiban sebelum menuntut hak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis kepustakaan (library research) dengan kerangka hermeneutika Hans-Georg Gadamer dan teori agensi Naila Kabeer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Lahham dalam kerangka Kabeer, menunjukkan bahwa penafsirannya berada pada kategori agensi adaptif yang mengurangi ketimpangan tanpa mengubah struktur kuasa patriarkal secara mendasar. Dengan demikian, meskipun mengandung unsur pembaruan, penafsirannya lebih berfungsi memperhalus ketimpangan gender daripada mentransformasikannya secara fundamental.
Unduhan
Referensi
Al-Musnad, M. ibn A. A. (1996). Islamic Fatawa Regarding Women (J. al-D. M. Zarabozo (ed.); Terjemah). Darussalam Publishers.
Ali, Z. (2012). Feminismes Islamiques. La Fabrique Editions.
Andika, M. (2018). Reinterpretasi Ayat Gender dalam Memahami Relasi Laki-laki dan Perempuan (Sebuah Kajian Kontekstual dalam Penafsiran). Jurnal Musawa, 17(2), 137–152.
Axon, A., & Hewitt, S. (2019). Contemporary Archive of The Islamic World: Syria 1975/76 – 2018. Brill.
Dewi, N. R., Fikri, A. I., & Febriani, A. (2020). Dinamika Kesetaraan Gender di Arab Saudi : Sebuah Harapan Baru di Era Raja Salman. 6(1), 32–44.
Doumato, E. A. (1999). Women and Work in Saudi Arabia: How Flexible are Islamic Margins? Middle East Journal, 53(4). https://www.jstor.org/stable/4329391
Eijk, E. van. (2016). Family Law in Syria: Patriarchy, Pluralism, and Personal Status Law. I.B. Tauris & Co. Ltd.
Fikriyati, U. (2018). Interpretasi Ayat-ayat Pseudo Kekerasan (Analisis Psikoterapis atas Karya-Karya Tafsir Hannan Lahham).
Ghafur, M. F. (2015). Problematika Kekuatan Politik Islam di Yaman, Suriah dan Al-Jazair. Jurnal Penelitian Politik, 12(2), 119–135.
Hans-Georg Gadamer. (2006). Truth and Method (J. W. dan D. G. Marshal (ed.)). Continum.
Himayah, D. M. (2025). Telaah Nuansa Antroposentris dalam Maqashid Al-Qur’an Al-Karim karya Hannan Lahham Perspektif Sejarah Intelektual.
Humayd, A. A. G., & Sin, M. L. bin M. (2023). Min Juhud al-Mar’ah fi Tafsir Al-Qur’an fi al-Asr al-Hadits. Journal of Ma’alim Al-Quran Wa Al-Sunnah, 19(1), 115–143.
Joseph, S., & Slyomovics, S. (2001). Women and Power in The Middle East. University of Pennsylvania Press.
Kabeer, N. (1999). Resources, Agency, Achievements: Reflections on the Measurement of Women’s Empowerment. Development and Change, 30(May), 435–464.
Lahham, H. (1986). Min Hadyi Surah an-Nisâ` (D. Al-Hudâ (ed.)).
Lahham, H. (1999). Ta’ammulât fî Manzilat al-Mar’ah fi Al-Qur’ân al-Karîm. Dâr al-Hanân.
Lahham, H. (2017). Anîn al-Yasmîn. Markâz at-Tafkîr al-Harr.
Musa, S. A. (2025). The Role of Women in The Syrian National Movement (1880–1967). International Journal of Studies in Advanced Education, 4(8), 9–33.
Rahmadani, G., Faisar Ananda Arfa, M., & Syukri Albani Nasution, M. (2024). Konsep Pernikahan Sakinah Mawaddah dan Warahmah Menurut Ulama Tafsir. Jurnal Darma Agung, 32(1), 220–230.
Saputra, B. A., & Rodiah, I. (2024). Gender Inequality, Wahabism, and Saudi Vision 2030: A Postcolonial Feminist Critique Against Injustice in Saudi Arabia. Abdurrauf Law and Sharia, 1(2), 88–111.
Sofiana, N. E. (2021). Kesetaraan Gender dalam Pembaharuan Hukum Keluarga di Syria dan Indonesia. Jurnal Musawa, 20(1), 83–95.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tasya Nabilah Herman, Nur Arfiyah Febriyani, Nur Rofiah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










