Pengaruh Social comparison Terhadap Subjective well-being Pada Mahasiswa Pengguna Instagram Di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Penulis

  • Rosniaty S. Umar Universitas Muhammadiyah Gorontalo
  • Fendi Ntobuo
  • Sri Ayu Mutmainah Kurniawati Universitas Muhammadiyah Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2940

Kata Kunci:

Social comparison, Subjective well-being, Instagram, Mahasiswa Kesehatan

Abstrak

Penggunaan Instagram yang semakin meningkat di kalangan mahasiswa memberikan manfaat dalam komunikasi, sosial, dan akses informasi. Namun, penggunaan media sosial juga dapat mendorong munculnya perilaku Social comparison yang berpotensi memengaruhi Subjective well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social comparison terhadap Subjective well-being pada mahasiswa pengguna Instagram di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 97 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Social comparison yang diadaptasi dari Daniartha (2025) dan skala Subjective well-being yang diadaptasi dari Situmorang (2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social comparison berpengaruh signifikan terhadap Subjective well-being dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,990 menunjukkan bahwa Social comparison memberikan kontribusi sebesar 99,0% terhadap Subjective well-being, sedangkan sisanya sebesar 1,0% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Social comparison, semakin tinggi Subjective well-being mahasiswa pengguna Instagram. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa mahasiswa cenderung melakukan Social comparison secara positif dan adaptif dengan menjadikan pencapaian, pengalaman, dan keberhasilan orang lain sebagai sumber inspirasi dan motivasi untuk mengembangkan diri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan perguruan tinggi meningkatkan literasi digital, pengelolaan emosi, serta penggunaan media sosial bijak dan sehat di era digital.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Ariati, J. (2010). Subjective well-being (subjective well-being) dan kepuasan kerja pada staf pengajar (dosen) di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Jurnal Psikologi Undip, 8(2), 117–123.

Armenta, C. N., Ruberton, P. M., & Lyubomirsky, S. (2015). Subjective well-being, psychology of. In J. D. Wright (Ed.), International encyclopedia of the social & behavioral sciences (2nd ed., Vol. 24, pp. 718–725).

Buunk, A. P., & Gibbons, F. X. (2005). Social comparison orientation: A new perspective on those who do and those who don’t compare with others. In S. Guimond (Ed.), Social comparison and social psychology: Understanding cognition, intergroup relations, and culture (pp. 15–32). Cambridge University Press.

Diener, E., & Ryan, K. (2015). Subjective well-being: A general overview. South African Journal of Psychology, *39*(4), 391–406.

Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2018). Advances and open questions in the science of subjective well-being. Collabra: Psychology, 4(1), Article 15. https://doi.org/10.1525/collabra.115

Fauzia, A. Z., Maslihah, S., & Ihsan, H. (2019). Pengaruh tipe kepribadian terhadap self-disclosure pada dewasa awal pengguna media sosial Instagram di Kota Bandung. Journal of Psychological Science and Profession, 3(3), 151–160.

Febrianthi, A. N. A., & Supriyadi, S. (2021). Apakah social comparison dalam menggunakan Instagram berperan terhadap kebahagiaan remaja? Intuisi: Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(2), 126–137.

Guyer, J. J., & Vaughan-Johnston, T. I. (2018). Social comparisons (upward and downward). In V. Zeigler-Hill & T. K. Shackelford (Eds.), Encyclopedia of personality and individual differences (pp. 1–5).

Meier, A., Gilbert, A., Börner, S., & Possler, D. (2020). Instagram inspiration: How upward comparison on social network sites can contribute to well-being. Journal of Communication, *70*(5), 721–743. https://doi.org/10.1093/joc/jqaa025

Nafis, R. Y., & Kasturi, T. (2023). Hubungan social comparison dan kebersyukuran dengan subjective well-being pada remaja pengguna Instagram. Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa, 8(2), 92–108.

Nur’azijah, H., & Wahyudi, H. (2025). Hubungan social comparison dengan subjective well-being pada emerging adulthood pengguna TikTok. In Bandung Conference Series: Psychology Science (Vol. 5, No. 2, pp. 1591–1600). Universitas Islam Bandung.

Panjaitan, M. E., & Rahmasari, D. (2021). Hubungan antara social comparison dengan subjective well-being pada mahasiswi Psikologi UNESA pengguna Instagram. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(5), 1–14.

Situmorang, I. N. A. (2024). Pengaruh social comparison terhadap subjective well-being pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area [Skripsi, Universitas Medan Area].

Situmorang, I. N. A. (2024). Pengaruh social comparison terhadap subjective well-being pada mahasiswa pengguna media sosial Instagram di Fakultas Psikologi Universitas Medan Area [Skripsi, Universitas Medan Area].

Statista. (2026, March 7). Media sosial di Indonesia – statistik & fakta. https://www.statista.com/topics/8306/social-media-in-indonesia/

Diterbitkan

2026-06-27

Cara Mengutip

Umar, R. S., Ntobuo, F. ., & Kurniawati, S. A. M. . (2026). Pengaruh Social comparison Terhadap Subjective well-being Pada Mahasiswa Pengguna Instagram Di Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1732–1740. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2940

Terbitan

Bagian

Artikel