Perbedaan Kesejahteraan Psikologis Berdasarkan Jenis Kelamin Siswa SMA/SMK/MA
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.3124Kata Kunci:
kesejahteraan psikologis, jenis kelamin, peserta didik, remaja, bimbingan dan konselingAbstrak
Kesejahteraan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjalani kehidupan secara positif, membangun relasi yang sehat, mengembangkan kapasitas diri, serta menghadapi berbagai tuntutan perkembangan. Kondisi kesejahteraan psikologis yang baik memungkinkan individu memiliki keberfungsian psikologis yang optimal dalam aspek penerimaan diri, hubungan interpersonal, kemandirian, pengelolaan lingkungan, arah kehidupan, dan pengembangan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesejahteraan psikologis berdasarkan jenis kelamin pada siswa kelas XI sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan madrasah aliyah di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian berjumlah 282 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala kesejahteraan psikologis dan dianalisis dengan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan berdasarkan jenis kelamin. Perbedaan hanya ditemukan pada dimensi hubungan positif dengan orang lain dan kemandirian, sedangkan dimensi penerimaan diri, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi menunjukkan kondisi yang relatif sama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa jenis kelamin bukan merupakan faktor utama yang membedakan kesejahteraan psikologis peserta didik. Temuan ini menjadi dasar bagi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling untuk mengembangkan seluruh dimensi kesejahteraan psikologis peserta didik secara optimal.
Unduhan
Referensi
Abidin, R. R., et al. (2022). Need-supportive and need-thwarting interpersonal behaviors: Their associations with adolescent well-being. Frontiers in Psychology, 13, 901646. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.901646
Boone, H. N., & Boone, D. A. (2012). Analyzing Likert data. Journal of Extension, 50(2), Article 2TOT2. https://archives.joe.org/joe/2012april/tt2.php
Bond, T. G., Yan, Z., & Heene, M. (2021). Applying the Rasch model: Fundamental measurement in the human sciences (4th ed.). Routledge.
Chue, K. L., & Yeo, K. J. (2023). The relationship between interpersonal relationships and psychological well-being among adolescents: A cross-cultural perspective. Journal of Adolescence.
Deviana, D., dkk. (2023). Kesejahteraan psikologis pada remaja: Faktor-faktor yang memengaruhi psychological well-being. Jurnal Psikologi.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). Sage Publications.
Humaidah, N., et al. (2024). Factors influencing psychological well-being among adolescents: A scoping review. Journal of Public Health Research.
Llamas-Díaz, A., et al. (2022). Emotional intelligence and psychological well-being in adolescents: A systematic review. Journal of Affective Disorders, 318, 167–177.
Niu, G., et al. (2023). Interpersonal relationships, empathy, and adolescent mental well-being: The role of social support. Journal of Youth and Adolescence.
OECD. (2021). Beyond academic learning: First results from the Survey of Social and Emotional Skills. OECD Publishing.
Pallant, J. (2020). SPSS survival manual: A step by step guide to data analysis using IBM SPSS (7th ed.). McGraw-Hill Education.
Ryff, C. D. (1989). Happiness is everything, or is it? Explorations on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 57(6), 1069–1081. https://doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69(4), 719–727. https://doi.org/10.1037/0022-3514.69.4.719
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.
Vite, R., et al. (2024). Students' basic psychological need satisfaction, frustration, and well-being: A meta-analysis. Educational Psychology Review. https://doi.org/10.1007/s10648-024-09967-x
World Health Organization. (2024). Mental health of adolescents. https://www.who.int
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Senja Maulana, Muhammad Muhajirin, Agung Nugraha

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










