Solidaritas Masyarakat Melayu dan Etnis Tionghoa dalam Pelaksanaan Festival Budaya Perang Air Ciancui di Kelurahan Selatpanjang Kota

Penulis

  • M. Jodi Riski Universitas Riau
  • Rina Susanti Universitas Rau

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1789

Kata Kunci:

Festival Budaya, Fungsi Budaya, Solidarta

Abstrak

Festival perang air Ciancui  merupakan sebuah festival yang dilakukan dalam rangka menyambut perayaan hari raya Imlek. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk solidaritas serta fungsi festival Festival bagi masyarakat Melayu dan etnis Tionghoa menggunakan perspektif teori solidaritas dan struktural fungsional Emile Durkheim.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan terdiri dari 2 kelompok suku yaitu masyarakay Melayu dan etnis Tionghoa yang bermukim di sekitar lokasi pelaksanaan festival dan untuk mendukung data penelitian maka dipilih 1 informan kunci sebagai triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk solidaritas masyarakat Melayu dan etnis Tionghoa adalah solidaritas mekanik yang diwujudkan dalam kegiatan yang dilakukan bersama seperti gotong royong, tolong menolong, dan toleransi antar kedua kelompok. Fungsi dalam festival ini bagi kedua kelompok masyarakat tercermin dalam fungsi ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata sebagai penguat solidaritas antar kedua kelompok.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-08-31

Cara Mengutip

Riski, M. J., & Susanti, R. . (2025). Solidaritas Masyarakat Melayu dan Etnis Tionghoa dalam Pelaksanaan Festival Budaya Perang Air Ciancui di Kelurahan Selatpanjang Kota. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2), 3467–3477. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1789

Terbitan

Bagian

Artikel