Ketika Kekuasaan Di Uji: Nepotisme, Fitnah, dan Perang Saudara di Zaman Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1865Kata Kunci:
Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Nepotisme, Fitnah, Perang Saudara, Kepemimpinan IslamAbstrak
Penulisan Artikel ini membahas dinamika kekuasaan dan krisis politik pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Masa kepemimpinan kedua khalifah tersebut menjadi periode yang sangat menentukan dalam sejarah Islam, karena diwarnai oleh tuduhan nepotisme, fitnah politik, serta perang saudara yang menguji keutuhan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penyebab munculnya konflik internal umat Islam, sekaligus menganalisis nilai-nilai moral dan kepemimpinan yang tercermin dalam tindakan para khalifah. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif-historis, penelitian ini menelusuri data dari berbagai sumber pustaka, seperti jurnal, artikel akademik, dan literatur sejarah Islam klasik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tuduhan nepotisme terhadap Utsman bin Affan lebih bersifat politis daripada faktual, sementara kepemimpinan Ali bin Abi Thalib menampilkan keteguhan moral dan prinsip keadilan di tengah tekanan politik dan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa kekuasaan dalam Islam sejatinya merupakan ujian moral dan spiritual bagi pemimpin, yang hanya dapat dijalankan dengan integritas dan keadilan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Nazwa Ramadhani Fitrie, Achmad Maftuh Sujana, Dea Upera Amzaeni, Nailah Dhafiyah Widyatmaka, Septiyani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













