Terbentuknya Provinsi Banten: Dinamika Pemerintahan, Munculnya Dinasti Politik, dan Hegemoni Kekuasaan dari Era Reformasi hingga Kontemporer
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.1990Kata Kunci:
Provinsi Banten, Reformasi 1998, Krisis Ekonomi 1997, Dinasti Politik, Good GovernanceAbstrak
Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi baru di Indonesia yang terbentuk pasca runtuhnya rezim Orde Baru sebagai bagian dari dinamika reformasi dan desentralisasi pemerintahan. Provinsi ini resmi berdiri pada 4 Oktober 2000 melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2000 setelah memisahkan diri dari Provinsi Jawa Barat. Pembentukan Provinsi Banten dilatarbelakangi oleh aspirasi masyarakat untuk memperoleh kemandirian dalam pengelolaan potensi dan sumber daya lokal yang berakar pada faktor sejarah, budaya, dan identitas kedaerahan. Krisis ekonomi tahun 1997–1998 turut membuka ruang bagi menguatnya tuntutan otonomi daerah serta mendorong keterlibatan aktif generasi muda dan mahasiswa Banten dalam perjuangan pembentukan provinsi. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku, dokumen resmi, dan sumber daring yang relevan. Data dianalisis secara kronologis dan tematik untuk memahami dinamika historis serta implikasi pembentukan Provinsi Banten terhadap praktik pemerintahan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasca pemekaran, dinamika kekuasaan lokal di Banten diwarnai oleh menguatnya dinasti politik dan hegemoni kekuasaan, yang berpotensi melemahkan kualitas demokrasi. Oleh karena itu, penguatan prinsip good governance menjadi penting untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Agus Rustamana , Akmal Trisnadi , Andini Siffa Agnia , Najwa Ayu Fadhila , Novia Nazwa, Olinina Chyka Ramadhani

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













