Kesadaran Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka sebagai Pupuk Organik Cair untuk Budidaya Tanaman Hias
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2440Kata Kunci:
Pupuk Organik Cair, Kulit Semangka, Anggrek Dendrobium, Pertumbuhan Tanaman, Konsentrasi POCAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) berbahan dasar kulit semangka terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Kulit semangka merupakan limbah organik yang kaya akan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami. Metode yang digunakan peneliti untuk menulis karya ilmiah ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan konsentrasi POC (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) pada anggrek jenis Dendrobium. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah bunga. Hasil menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek, dengan konsentrasi optimal pada 15%. Perlakuan ini meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga secara nyata dibandingkan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa POC kulit semangka dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung budidaya anggrek berkelanjutan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yusup Akhsani, Festi Hayu Winastri, Revi Annur Majid, Muhammad Hernandho Abimantrana

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














