Pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Ease Of Use terhadap Behavior Intention pada Penggunaan Qris
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2527Abstrak
Perkembangan dalam teknologi pembayaran digital telah melahirkan alat seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kini banyak digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh dari Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use terhadap niat perilaku dalam penggunaan QRIS di kalangan mahasiswa Fisipol Universitas Tidar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan mengadopsi kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan 90 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku (t = 11,625; R2 = 0,606; sig. = 0,000), sementara Perceived Ease of Use juga berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap niat perilaku (t = 11,074; R2 = 0,582; sig. = 0,000). Semua alat yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach's Alpha untuk setiap variabel lebih dari 0,60. Temuan ini mendukung relevansi kerangka TAM dalam menjelaskan penerimaan teknologi pembayaran digital di lingkungan kampus.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Khoirul Najib, Rosa Adiani Permata, Aliffia Bunga Rinjani, Titik Tiarawati, Sindi Novita Enggi, Joko Tri Nugraha

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














