Peranan Komunikasi Pemerintah dalam Meredam Ketegangan dan Konflik Budaya Antara Elite dan Masyarakat Kelas Bawah di Indonesia

Penulis

  • Muhammad Sowi Alhijry Universitas Esa Unggul

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2602

Kata Kunci:

Komunikasi Pemerintah, Konflik Budaya, Persepsi Masyarakat Kelas Bawah

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi pemerintah dalam meredam ketegangan konflik budaya antara elite dan masyarakat kelas bawah di Indonesia, dengan studi kasus gelombang demonstrasi nasional 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, analisis dokumen, pemberitaan media, serta data survei persepsi publik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan komunikasi pemerintah dalam menghadapi demonstrasi cenderung sifatnya satu arah, teknokratis, dan defensif, sehingga kurang efektif dalam membangun dialog lalu meredam ketegangan konflik sosial. Gaya komunikasi pemerintah dalam situasi krisis lebih menenkankan pada legitimasi kebijakan dan stabilitas negara, namun minim empati terhadap aspirasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pemerintah belum sepenuhnya berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial dan peredam konflik budaya.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2026-04-30

Cara Mengutip

Muhammad Sowi Alhijry. (2026). Peranan Komunikasi Pemerintah dalam Meredam Ketegangan dan Konflik Budaya Antara Elite dan Masyarakat Kelas Bawah di Indonesia. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 6(1), 1341–1348. https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2602

Terbitan

Bagian

Artikel