Evaluasi Resiliensi Material Hardscape dan Softscape Pasca Bencana Banjir pada Taman Kota Pidie Jaya
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.2699Kata Kunci:
resiliensi material, hardscape, softscape, taman kota, banjir, Pidie Jaya, arsitektur lanskapAbstrak
Taman kota di kawasan rawan banjir tropis menghadapi paradoks desain yang kritis: infrastruktur hijau yang dirancang untuk memitigasi banjir justru rentan terhadap kerusakan akibat banjir itu sendiri. Penelitian ini mengevaluasi resiliensi material hardscape dan softscape Taman Kota Pidie Jaya dikenal sebagai Taman Cot Trieng pasca bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Pidie Jaya pada November 2025 dan April 2026. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis, data dikumpulkan melalui observasi sistematis lapangan, dokumentasi visual, dan wawancara mendalam dengan tujuh informan yang dipilih secara purposif. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, dengan kerangka teoritis yang mengintegrasikan Landscape Resilience Framework (Ahern, 2011), teori resiliensi Walker et al. (2004; 2020), dan kerangka evaluasi pasca bencana Landström et al. (2021). Fokus pembahasan diarahkan pada dua elemen yang mengalami kerusakan paling parah: sistem drainase (hardscape) dengan tingkat kerusakan berat dan kategori resiliensi rendah (skor 3/9), serta vegetasi semak dan tanaman penutup tanah (softscape) yang mengalami kematian total. Temuan utama mengidentifikasi mekanisme kausalitas dua tahap yang dimediasi oleh sedimentasi lumpur sebagai variabel amplifier kerusakan. Penelitian ini juga mengungkap paradoks resiliensi struktural-fungsional serta institutional resilience gap sebagai determinan non-material yang secara signifikan melemahkan kapasitas pemulihan taman. Rekomendasi berbasis bukti dirumuskan dalam tiga domain terintegrasi: rekayasa drainase anti-sedimentasi, seleksi vegetasi toleran banjir berbasis zonasi genangan, dan reformasi tata kelola taman kota pascabencana.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nursinta, Rinaldi mirsa, Fidyati

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













