Reproduksi Habitus dalam Pluralisme Medis: Mengkaji Dinamika Pasien dan Keberlanjutan Tradisi Bapidara di Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2707Kata Kunci:
Bapidara, Habitus, Pluralisme Medis, Masyarakat Banjar, Pengobatan TradisionalAbstrak
Pengobatan tradisional Bapidara merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Banjar yang masih bertahan di tengah perkembangan pengobatan modern. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Keberadaan Bapidara menunjukkan adanya pluralisme medis, yaitu penggunaan pengobatan tradisional dan medis modern secara bersamaan dalam proses pencarian kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi habitus masyarakat Banjar dalam praktik pengobatan tradisional Bapidara serta memahami dinamika masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut di tengah modernisasi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Bapidara masih dipercaya karena diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga dan lingkungan sosial masyarakat Banjar. Penggunaan doa, ayat Al-Qur’an, serta bahan alami seperti kunyit dan daun sirih memperkuat legitimasi budaya dan religius dalam praktik pengobatan tersebut. Selain itu, masyarakat menggunakan pengobatan tradisional dan modern secara bersamaan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan sistem kesehatan. Praktik Bapidara juga memiliki fungsi sosial, psikologis, dan spiritual sehingga tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Januarti Litania Hutajulu, Eriade Novianti Purba, Anita Natalia, Meriyatie

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













