Strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi dalam Pengembangan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i2.3345Kata Kunci:
Strategi, Pengembangan Museum, Bryson, Wisata Budaya, BukittinggiAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi dalam pengembangan Museum Rumah Adat Nan Baanjuang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Informan meliputi pejabat dan staf Bidang Kebudayaan, petugas museum, Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, serta lima kelompok pengunjung sebagai triangulasi sumber. Data dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman serta kerangka lima tahap Strategy Change Cycle Bryson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mandat pengelolaan museum telah didukung regulasi dan Renstra; misi pengembangan diarahkan pada pelestarian, edukasi, dan rekreasi budaya; serta penilaian lingkungan telah mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Strategi yang dijalankan mencakup konservasi, inventarisasi dan registrasi koleksi, kegiatan edukasi, kerja sama lintas pihak, promosi media sosial, dan digitalisasi secara bertahap. Faktor pendukungnya meliputi nilai sejarah dan budaya, keberagaman koleksi, dukungan pemerintah, kerja sama, dan posisi Bukittinggi sebagai kota wisata. Hambatannya adalah keterbatasan tenaga profesional, anggaran, registrasi dan digitalisasi, media interpretasi, ketentuan cagar budaya, serta promosi yang belum optimal. Strategi telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan indikator evaluasi, penguatan kompetensi, digitalisasi, promosi, dan kolaborasi yang lebih terarah.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Najwa Siti Fadhillah Chairul, Sinta Westika Putri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













