Pendidikan Inklusif di Sekolah Reguler: Meta-Sintesis Kualitatif Tentang Hambatan, Dukungan, dan Pengalaman Belajar
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.3415Kata Kunci:
Pendidikan Inklusif, Meta-Sintesis Kualitatif, Kesiapan Guru, Aksesibilitas, Partisipasi SiswaAbstrak
Pendidikan inklusif menempatkan setiap peserta didik sebagai individu yang berhak memperoleh akses, partisipasi, dan dukungan belajar yang bermakna. Namun, penerimaan siswa berkebutuhan pendidikan khusus di sekolah reguler belum selalu diikuti perubahan sistem pembelajaran dan penyediaan dukungan yang memadai. Artikel ini bertujuan menyintesis temuan penelitian mengenai hambatan implementasi pendidikan inklusif, kesiapan guru, dukungan kelembagaan, serta pengalaman peserta didik. Penelitian menggunakan meta-sintesis kualitatif dengan pendekatan sintesis tematik terhadap sepuluh artikel jurnal terpilih yang membahas konteks Indonesia dan kajian internasional. Temuan dikelompokkan ke dalam tema kesiapan dan pengembangan kompetensi guru, keterbatasan sumber daya dan tenaga pendukung, adaptasi kurikulum dan pembelajaran, budaya sekolah serta sikap sosial, kolaborasi keluarga-profesional, dan suara peserta didik. Sintesis menunjukkan bahwa pendidikan inklusif tidak dapat bergantung pada komitmen individual guru saja. Pelaksanaannya memerlukan kepemimpinan sekolah, pelatihan berkelanjutan, aksesibilitas lingkungan, dukungan tenaga ahli, serta mekanisme kolaborasi yang jelas. Pengalaman siswa juga perlu menjadi sumber utama evaluasi, karena keberadaan di kelas reguler belum tentu menjamin rasa memiliki, partisipasi, atau dukungan yang sesuai. Artikel ini menyimpulkan bahwa inklusi perlu dipahami sebagai transformasi sistem sekolah untuk mengurangi hambatan belajar dan partisipasi, bukan sekadar penempatan peserta didik dalam ruang kelas yang sama.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Waode Nurmuhaemin

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













