https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/issue/feedArus Jurnal Sosial dan Humaniora2026-07-25T10:33:53+00:00Dr. Ahmad Rustam, M.Pdcvardenjaya@ardenjaya.comOpen Journal Systems<p>Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, studi manajemen, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 152/E/KPT/2023, Tanggal 24 Juli 2023, tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode II Tahun 2023, Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/11595" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJSH di Sini</a></p>https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/1353Program Afiliasi Tiktok sebagai Strategi Pemasaran Digital terhadap Keputusan Pembelian Konsumen2025-07-09T08:49:12+00:00Annisa SannyAnnisasanny@pancabudi.ac.idAgnes Anggun Ramadhaniagnesanggunrmdhn17@icloud.comMutiah Hanunmutiahanun05@gmail.comNur Fajrina Tarigannurfajrina051@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh program afiliasi TikTok sebagai strategi pemasaran digital terhadap keputusan pembelian konsumen. Dengan menggunakan metode penelitian yang relevan, penelitian ini menemukan bahwa program afiliasi TikTok memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program afiliasi TikTok dapat menjadi strategi pemasaran digital yang efektif untuk meningkatkan penjualan dan kesadaran merek. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran program afiliasi TikTok dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan dapat menjadi referensi bagi pelaku bisnis dan pemasar digital.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Annisa Sanny, Agnes Anggun Ramadhani, Mutiah Hanun, Nur Fajrina Tariganhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2172Peran Penyiar Radio Islam dalam Membentuk Opini Publik Keagamaan2026-01-20T04:05:22+00:00M Darda Surya GamaIdaydardadarda@gmail.comAdhi Kusumaadhi.kusuma@uinbanten.ac.id<p>Radio Islam masih memiliki peran strategis sebagai media dakwah dan komunikasi keagamaan di tengah arus digitalisasi media. Penyiar radio tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai komunikator dakwah yang berpengaruh dalam membentuk opini publik keagamaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyiar radio Islam dalam membentuk opini publik keagamaan, serta strategi komunikasi yang digunakan dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman kepada pendengar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan penyiar radio Islam, observasi siaran keagamaan, dan dokumentasi program siaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiar radio Islam berperan sebagai pendidik, opinion leader, dan mediator keagamaan yang mampu memengaruhi cara pandang, sikap, dan pemahaman keagamaan pendengar. Pembentukan opini publik keagamaan dilakukan melalui pemilihan tema dakwah yang relevan, penggunaan bahasa yang komunikatif dan persuasif, serta penguatan nilai-nilai Islam yang moderat dan kontekstual. Penelitian ini menegaskan bahwa radio Islam tetap relevan sebagai media dakwah yang efektif dalam membangun opini publik keagamaan yang positif dan konstruktif di tengah masyarakat.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 M Darda Surya Gama, Adhi Kusumahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2255Analisis Sosial Media sebagai Strategi Marketing dalam Bisnis Online2026-01-20T04:48:23+00:00Annisa Sannyannisasanny26@gmail.comSilvi AnandaS7936572@gmail.comAnggun RandhiniBananacoklat321@gmail.comShintia Rizqi MeilaniSintiarizqimeilanihrp@gmail.com<p>Teknologi informasi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dalam kurun waktu tersebut ditemukan sebuah platform yang memungkinkan orang di seluruh dunia untuk terhubung satu sama lain yang disebut social media. Dewasa ini, Facebook, Twitter dan Instagram merupakan sosial media yang mengalami perkembangan paling pesat. Ketiga sosial media tersebut sudah mulai banyak dimanfaatkan untuk mempromosikan sebuah produk dan dijadikan salah satu strategi marketing oleh beberapa pelaku bisnis. Adapun jurnal ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan sosial media khususnya Facebook, Twitter dan Instagram dalam strategi pemasaran bisnis online. Penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi para pelaku bisnis yang ingin menggunakan sosial media sebagai salah satu media promosi jasa dan produknya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan social media sebagai sebuah strategi bisnis oleh beberapa pelaku bisnis berbasis online.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Annisa Sanny, Silvi Ananda, Anggun Randhini, Shintia Rizqi Meilanihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2260Peran Generasi Berencana (GenRe) dalam Mengatasi Kenakalan Remaja di Kota Bandar Lampung Tahun 20242026-01-20T10:12:56+00:00Dita Eka Setianiditaeka207@gmail.comMartharia Putri Tanjungmartharia.tanjung@gmail.comTia Marlinda Saritiamarlinda22@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya angka kenakalan remaja di Kota Bandar Lampung, seperti tawuran, seks bebas, dan pernikahan usia anak, yang menunjukkan rendahnya kesadaran terhadap perilaku berisiko. Berdasarkan data DPPKB (2024), hanya 43% remaja memiliki kesadaran tinggi terhadap bahaya kenakalan, sedangkan 57% masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Program Generasi Berencana (GenRe) dalam mengatasi kenakalan remaja di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskritif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak DPPKB, Duta GenRe, pengelola PIK-R, seta remaja non GenRe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kesadaran remaja disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan kemampuan dalam mengendalikan diri terhadap perilaku berisiko, Selain itu, pelaksanaan Program GenRe melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) masih terbatas di sekolah karena keterbatasan sumber daya dan dukungan lembaga luar pendidikan. Oleh sebab itu, diperlukan perluasan jangkauan program dan penguatan media digital agar edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan kenakalan remaja dapat menjangkau seluruh kalangan remaja di Kota Bandar Lampung.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dita Eka Setiani, Martharia Putri Tanjung, Tia Marlinda Sarihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2249Praktik Komunikasi Penyiaran dalam Membangun Kepercayaan Pendengar2026-01-21T07:13:36+00:00Alexander Agung Putra Parilibakalealkerz4693@gmail.comIntan Mustafaintanmustafa15@gmail.comMarkus Kristian Retutianslash@gmail.com<p>Radio sebagai media informasi publik masih memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan pendengar, khususnya pada konteks radio pemerintah daerah. Kepercayaan pendengar tidak hanya ditentukan oleh isi pesan, tetapi juga oleh praktik komunikasi penyiar dalam proses siaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis praktik komunikasi penyiaran dalam membangun kepercayaan pendengar di Radio Suara Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi siaran, dokumentasi program, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan pendengar dibangun melalui kesesuaian gaya penyiaran dengan jenis program, pola penyampaian pesan, serta bentuk interaksi dengan pendengar. Program interaktif memberikan ruang kedekatan emosional antara penyiar dan pendengar, sementara program berita menekankan akurasi informasi dan pembawaan yang formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepercayaan pendengar pada radio publik merupakan hasil dari praktik komunikasi penyiaran yang konsisten, kontekstual, dan selaras dengan batasan kelembagaan radio pemerintah daerah.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alexander Agung Putra Parilibak, Intan Mustafa, Markus Kristian Retuhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2282Ekologi Perawatan Diri: Relasi Manusia-Alam dalam Pemanfaatan Daun Kelor untuk Kesehatan Wajah2026-01-24T08:10:41+00:00Prihasti Najwa Nisaprihasti.najwa@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan daun kelor (<em>Moringa oleifera</em>) sebagai bentuk perawatan diri berbasis relasi manusia dan alam dalam konteks kesehatan wajah. Kajian ini berangkat dari meningkatnya permasalahan kulit remaja, khususnya jerawat, serta kecenderungan penggunaan produk perawatan berbahan kimia yang berpotensi menimbulkan efek samping. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif sederhana, melibatkan siswi MTs Sunan Pandanaran sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap kondisi kulit wajah sebelum dan sesudah penggunaan masker daun kelor, meliputi tingkat jerawat, kelembaban, kehalusan, dan tampilan kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan masker daun kelor memberikan pengaruh positif terhadap perbaikan kondisi kulit wajah, terutama dalam mengurangi jerawat dan meningkatkan kelembaban kulit. Secara konseptual, temuan ini menegaskan bahwa praktik perawatan diri tidak hanya bersifat kosmetik, tetapi juga mencerminkan hubungan ekologis yang berkelanjutan antara manusia dan alam. Implikasi kajian ini menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam lokal secara bijak sebagai alternatif perawatan kesehatan yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta membuka peluang pengembangan konsep ekologi perawatan diri dalam kajian kesehatan dan lingkungan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Prihasti Najwa Nisa, Siti Nur Shabrinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2283Harmoni Manusia dan Alam dalam Inovasi Ramah Lingkungan: Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Nipis dan Daun Kemangi sebagai Lilin Aromaterapi2026-01-24T08:46:12+00:00Alyahana Saphiraalyaphira@gmail.comTivany Alkaira Stivanyalkaira@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.com<p>Pemanfaatan bahan alam dan limbah organik sebagai produk kesehatan dan kebersihan merupakan pendekatan strategis dalam mendukung kesehatan holistik dan keberlanjutan lingkungan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa tanaman aromatik seperti kemangi, sereh, jeruk nipis, pala, kayu manis, serta limbah organik seperti minyak jelantah, kulit jeruk, ampas kopi, wortel, dan bunga melati memiliki potensi bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai guna, seperti lilin aromaterapi, hand sanitizer, sabun, lulur, dan eco-enzyme. Studi-studi tersebut menekankan aspek formulasi, uji fisik, stabilitas, aktivitas antibakteri, serta kandungan fitokimia sebagai dasar ilmiah pemanfaatannya. Selain memberikan manfaat kesehatan fisik dan psikologis melalui efek relaksasi dan antimikroba, inovasi berbasis bahan alami ini juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah, peningkatan kesadaran lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pelatihan dan pengabdian. Dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan kesehatan, lingkungan, dan sosial-ekonomi, pemanfaatan sumber daya lokal ini berpotensi menjadi model keberlanjutan yang aplikatif dan kontekstual. Oleh karena itu, pengembangan produk berbasis bahan alam dan limbah tidak hanya relevan dari sisi ilmiah, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang signifikan bagi masyarakat dalam mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alyahana Saphira, Tivany Alkaira S, Siti Nur Shabrinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2187Pengaruh Edukasi Laktasi Berbasis Audiovisual terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap dalam Pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Maliku Tahun 20252026-01-24T08:53:22+00:00Novita Hikmahhikmahnovita0@gmail.comIsnaniahIsnaniah71@gmail.comFitria Jannatul Lailifitria.jlaili@gmail.comEfi Kristinakristiana.efi2@gmail.com<p>Berdasarkan data cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2024, Puskesmas Maliku menempati peringkat kedua terendah di antara beberapa puskesmas di Kabupaten Pulang Pisau. Rendahnya capaian tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan sikap ibu menyusui mengenai manfaat serta pentingnya ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi laktasi berbasis audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap ibu menyusui dalam pemberian ASI di wilayah kerja puskesmas maliku tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik sampling total dengan jumlah 31 ibu menyusui. Variabel independen adalah edukasi laktasi berbasis audiovisual, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan dan sikap dalam pemberian ASI. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah, dan analisis data univariat dan bivariat dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menemukan terdapat peningkatan signifikan setelah intervensi, yaitu pengetahuan baik meningkat dari 6 orang (19,4%) menjadi 27 orang (87,10%), dan sikap positif dari 15 orang (48,4%) menjadi 20 orang (64,5%). Rerata skor pengetahuan meningkat dari 13,87 menjadi 17,29 , sedangkan rerata sikap meningkat dari 32,22 menjadi 43,05. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05) pada semua variabel, menandakan perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terdapat pengaruh Edukasi laktasi berbasis Audiovisual terhadap tingkat pengetahuan, membentuk sikap positif dalam pemberian ASI. Media audiovisual dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukatif dalam promosi Kesehatan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Novita Hikmah, Isnaniah, Fitria Jannatul Laili, Efi Kristinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2284Eksplorasi Minat Baca Pengunjung dari Konvensional ke Digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka2026-01-24T09:18:52+00:00Maria Yosinamariayosina782@gmail.comMarkus Kristian Retu MarkusKristianRetu@gmail.comViktor Ariestyan Sedu ViktorAriestyanSedu@gmail.co<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi minat baca pengunjung dari konvensional ke digital pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka. Perubahan teknologi informasi telah mendorong transformasi perpustakaan dari layanan berbasis koleksi cetak menuju layanan digital, yang berdampak pada pola perilaku membaca masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif-deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, dengan informan yang terdiri atas pengunjung perpustakaan, pustakawan, dan pengelola perpustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca pengunjung masih didominasi oleh penggunaan bahan bacaan konvensional, khususnya buku cetak, namun mulai mengalami pergeseran ke arah digital, terutama di kalangan pengguna yang memiliki literasi digital yang baik. Peralihan minat baca dari konvensional ke digital terjadi secara bertahap dan bersifat komplementer, di mana pengunjung mengombinasikan penggunaan sumber bacaan cetak dan digital sesuai kebutuhan. Faktor-faktor yang memengaruhi peralihan minat baca meliputi ketersediaan fasilitas teknologi, tingkat literasi digital, kebiasaan membaca, faktor sosial-budaya, serta kualitas layanan perpustakaan. Transformasi digital perpustakaan memberikan dampak positif terhadap akses informasi, tetapi belum sepenuhnya meningkatkan intensitas membaca pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa minat baca pengunjung berada dalam fase transisi dari konvensional ke digital yang tidak bersifat menggantikan, melainkan saling melengkapi. Oleh karena itu, pengembangan model perpustakaan hibrida, penguatan literasi digital, dan strategi komunikasi perpustakaan yang efektif menjadi penting untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Maria Yosina, Markus Kristian Retu , Viktor Ariestyan Sedu https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2198Implementasi Program Magang Internal Mahasiswa Universitas Nusa Nipa pada Radio Suara Sikka FM dalam Penyampaian Informasi Publik2026-01-22T00:37:17+00:00Viktor Ariestyan Seduviktorsedu@gmail.comMatilda Lusiana Chelsia Wadachelseawada2000@gmail.comIntan Mustafaintanmustafa15@gmail.comLodowik Nikodemus Kedohjackjoy08@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program magang internal mahasiswa Universitas Nusa Nipa pada Radio Suara Sikka FM dalam penyampaian informasi publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa magang internal Universitas Nusa Nipa yang terlibat langsung dalam aktivitas penyiaran dan pengelolaan media digital Radio Suara Sikka FM. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan program magang. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan kegiatan magang, pelaksanaan tugas mahasiswa dalam produksi siaran dan konten digital, serta evaluasi peran mahasiswa dalam mendukung penyampaian informasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program magang internal memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas penyampaian informasi publik melalui integrasi siaran radio dan media digital. Mahasiswa magang berperan aktif dalam produksi konten, publikasi informasi, dan interaksi dengan publik, sehingga mendukung praktik Cyber Public Relations Radio Suara Sikka FM.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Viktor Ariestyan Sedu, Matilda Lusiana Chelsia Wada, Intan Mustafa, Lodowik Nikodemus Kedohhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2289Pertanggungjawaban Hukum Penyelenggara Layanan Pinjaman Online atas Penyalahgunaan Foto KTP Konsumen dalam Praktik Debt Collection Digital2026-01-26T00:24:09+00:00Sabrina Mulyadivasabrina.mulyadiva@student.esaunggul.ac.idAnna Triningsih anna.triningsih@esaunggul.ac.id<p>Penyalahgunaan foto KTP konsumen dalam praktik penagihan digital oleh layanan pinjaman online semakin meningkat dan menimbulkan kerugian bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelanggaran hukum dalam praktik penagihan digital, menilai pertanggungjawaban hukum penyelenggara pinjaman online atas tindakan digital debt collector, dan mengkaji perlindungan hukum bagi konsumen. Penelitian ini juga menyoroti posisi penyelenggara sebagai pengendali data pribadi yang memiliki kewajiban hukum dalam menjaga keamanan dan penggunaan data sesuai tujuan awal. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan pendekatan evaluatif terhadap bahan hukum. Hasil penelitian menunjukkan adanya pelanggaran dalam penggunaan dan pengolahan data pribadi konsumen dalam praktik penagihan digital, seperti penyebaran data tanpa persetujuan dan penggunaan data untuk tekanan psikologis. Penyelenggara pinjaman online bertanggung jawab atas tindakan pihak yang melakukan penagihan atas nama mereka, termasuk pelanggaran data pribadi yang dilakukan oleh debt collector. Perlindungan hukum bagi konsumen memerlukan pengawasan yang ketat, peningkatan kepatuhan penyelenggara, dan penerapan sanksi tegas agar pelaku usaha yang melanggar dikenai konsekuensi hukum secara efektif.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sabrina Mulyadiva, Anna Triningsih https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2252Strategi Komunikasi Public Relations dalam Penyelesaian Sengketa Tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka2026-01-26T00:32:16+00:00Viktor Ariestyan Seduviktorsedu@gmail.comFransiska Kartini Bhokofrantinib123@gmail.comMarkus Kristian Retutianslash@gmail.com<p>Sengketa tanah merupakan permasalahan publik yang kompleks dan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pertanahan apabila tidak dikelola melalui komunikasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam penyelesaian sengketa tanah di Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka, khususnya dalam membangun kepercayaan dan legitimasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur Kantor Pertanahan serta masyarakat yang terlibat dalam proses penyelesaian sengketa. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengacu pada teori Public Relations dan konsep komunikasi pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Public Relations diwujudkan melalui komunikasi persuasif, transparansi informasi, pendekatan dialogis, serta pelayanan yang responsif terhadap keluhan masyarakat. Strategi tersebut berperan penting dalam mereduksi konflik, meningkatkan pemahaman publik, serta membangun kepercayaan dan legitimasi institusi pertanahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penyelesaian sengketa tanah tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif dan hukum, tetapi juga oleh efektivitas strategi komunikasi Public Relations dalam konteks pelayanan publik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Viktor Ariestyan Sedu, Fransiska Kartini Bhokohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2211Pemanfaatan Instagram @djpl_ksoplaurentiussay sebagai Media Cyber Public Relations dalam Membangun Citra Kantor KSOP Kelas IV Laurentius Say2026-01-26T07:46:43+00:00Viktor Ariestyan Seduviktorsedu@gmail.comYanuarius Bala Tukanrinotukan7@gmail.comIntan Mustafaintanmustafa15@gmail.comLodowik Nikodemus Kedohjackjoy08@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan Instagram @djpl_ksoplaurentiussay sebagai media Cyber Public Relations dalam membangun citra Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Laurentius Say. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi pengelola akun Instagram resmi KSOP serta konten komunikasi digital yang dipublikasikan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi konten, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada konsep Cyber Public Relations yang menekankan komunikasi dua arah, interaktivitas, dan pemanfaatan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian informasi publik, penguatan interaksi dengan masyarakat, serta pembentukan citra institusi yang informatif, transparan, dan responsif. Pemanfaatan fitur Instagram mendukung praktik Cyber Public Relations yang adaptif terhadap perkembangan komunikasi digital dan berkontribusi pada peningkatan citra KSOP Kelas IV Laurentius Say.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Viktor Ariestyan Sedu, Yanuarius Bala Tukan, Intan Mustafa, Lodowik Nikodemus Kedohhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2233Analisis Unsur Wanprestasi dalam Jual Beli dengan Sistem Pembayaran Cod pada Toko Kopiink2026-01-15T08:10:47+00:00Alissya Nurul Ainialissyanurulaini2305@gmai.comNurhayani nurhayani@esaunggul.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur wanprestasi dalam transaksi penjualan dengan sistem Cash On Delivery (COD) di Toko Kopiink melalui platform Tokopedia. Menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris, studi ini mengevaluasi legalitas perjanjian digital dan implementasi tanggung jawab hukum dalam praktik perdagangan elektronik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa transaksi tersebut telah memenuhi kriteria kesepakatan yang sah berdasarkan Pasal 1320 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Pasal 18 Undang-Undang ITE, sehingga memiliki kekuatan hukum yang mengikat bagi penjual maupun pembeli. Unsur wanprestasi terbukti terpenuhi ketika pembeli melakukan penolakan pembayaran secara sepihak saat barang sampai di tujuan, meskipun penjual telah memenuhi kewajiban pengiriman produk. Tindakan ini menimbulkan kerugian bagi penjual berupa biaya operasional pengiriman, biaya pengemasan, serta hambatan pada arus kas perusahaan. Berdasarkan Teori Pertanggungjawaban Hukum Hans Kelsen, penegakan sanksi melalui mekanisme penangguhan fitur COD oleh platform, penerapan daftar hitam (blacklist), hingga langkah mitigasi risiko internal menjadi krusial untuk memulihkan ketertiban hukum.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alissya Nurul Aini, Nurhayani https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2245Analisis Determinan Internal terhadap Penyaluran Green Credit pada Bank Milik Negara di Indonesia2026-02-27T04:04:28+00:00Aurelia Larasatiaurelialarasati39877@gmail.comMutiara Oliviani Iq Rizalmutiaraoliv22@gmail.comZulfa Salsabilazulfasalsabila23@student.unibi.ac.idOkta Eka Putraoktaeka@unibi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penyaluran <em>Green Credit </em>pada bank milik negara (Bank BUMN) di Indonesia sebagai bagian dari implementasi keuangan berkelanjutan dan upaya mendukung pembangunan ekonomi rendah karbon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel serta memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan <em>sustainability report</em> Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, dan Bank Tabungan Negara (BTN) selama periode 2020–2024. Variabel independen yang digunakan meliputi <em>Loan to Deposit Ratio </em>(LDR), <em>Gross Non-Performing Loan</em> (NPL), <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR), dan <em>Environmental, Social, and Governance</em> (ESG), sedangkan <em>Green Credit </em>diproksikan sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keuangan dan <em>non</em>-keuangan memiliki pengaruh yang beragam terhadap penyaluran <em>Green Credit</em>, yang mencerminkan kompleksitas implementasi pembiayaan hijau pada bank BUMN. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan literatur green finance serta menjadi bahan pertimbangan bagi perbankan dan regulator dalam merumuskan kebijakan pembiayaan berkelanjutan di Indonesia.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aurelia Larasati, Mutiara Oliviani Iq Rizal, Zulfa Salsabila, Okta Eka Putrahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2369Tanggung Jawab Penyedia Platform (Marketplace) dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik yang Berbentuk User Generated Content2026-02-27T05:23:22+00:00Hilda Ersellarsellacn@student.esaunggul.ac.idNurhayaninurhayani@esaunggul.ac.id<p>Perkembangan perdagangan elektronik melalui <em>marketplace</em> berbasis <em>user-generated content</em> (UGC) membawa tantangan hukum terkait tanggung jawab penyedia platform atas beredarnya produk yang melanggar hak cipta oleh <em>merchant</em>. Meskipun Surat Edaran Kominfo No. 5 Tahun 2016 telah mengatur batasan tanggung jawab berdasarkan mekanisme <em>notice and takedown</em>, regulasi ini bersifat administratif dan tidak memiliki kekuatan mengikat secara hukum. Sementara itu, putusan Mahkamah Konstitusi No. 84/PUU-XXI/2023 menuntut tanggung jawab yang lebih proaktif dari <em>marketplace</em>, menciptakan ketegangan dengan kerangka regulasi yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanggung jawab hukum penyedia <em>platform</em> atas pelanggaran hak cipta berdasarkan regulasi yang berlaku serta meninjau ulang kerangka tanggung jawab tersebut melalui perspektif Teori Hukum Responsif. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum primer meliputi SE Kominfo No. 5 Tahun 2016, UU ITE, UU Hak Cipta, serta peraturan pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggung jawab <em>marketplace</em> atas pelanggaran hak cipta saat ini bersifat terbatas, prosedural, administratif dan reaktif, dengan perlindungan yang bergantung pada kepatuhan terhadap mekanisme <em>notice and takedown</em> dalam waktu 14 hari. Analisis melalui Teori Hukum Responsif mengungkap perlunya pergeseran paradigma menuju tanggung jawab yang proaktif, proporsional, dan berbasis kapasitas teknologi. Penelitian ini merekomendasikan harmonisasi regulasi yang mengatur batasan tanggung jawab <em>marketplace </em>guna mendorong pembaruan regulasi yang komprehensif dan tegas demi memberikan kepastian hukum serta sanksi hukum yang tegas bagi <em>marketplace </em>yang lalai.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hilda Ersella, Nurhayanihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2287Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebagai Inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Sikka2026-01-26T07:31:54+00:00Markus Kristian Retu tianslash@gmail.comIntan Mustafaintanmustafa15@gmail.comMaria Elasilva Blandinahahahahuuu75@gmail.comLodowik Nikodemus Kedohjekjoy08@gmail.com<p>Identitas Kependudukan Digital (IKD) merupakan inovasi pelayanan administrasi kependudukan yang dikembangkan pemerintah sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan IKD sebagai inovasi pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Sikka, serta mengidentifikasi manfaat dan kendala yang dihadapi dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka dan masyarakat pengguna layanan, observasi langsung terhadap proses pelayanan, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan IKD memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan efisiensi pelayanan, kemudahan akses dokumen kependudukan, serta pengurangan ketergantungan pada dokumen fisik. Namun demikian, implementasi IKD belum berjalan secara optimal akibat keterbatasan infrastruktur teknologi, kesiapan sumber daya manusia, rendahnya literasi digital masyarakat, serta belum maksimalnya kegiatan sosialisasi. Selain itu, kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan data pribadi turut memengaruhi tingkat penerimaan terhadap layanan berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi IKD tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kesiapan institusional, dukungan kebijakan, dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan kapasitas aparatur, serta memperluas edukasi publik guna mengoptimalkan penerapan IKD di Kabupaten Sikka.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Markus Kristian Retu , Intan Mustafa, Maria Elasilva Blandina, Lodowik Nikodemus Kedohhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2334Peran Hukum Siber (Cyber Law) dalam Keamanan Transaksi e-Commerce di Indonesia2026-02-28T01:50:58+00:00Christian Dody Diori Marbundioridodi@gmail.comEka Pratama Putraekapratamacika99@gmail.comRendra Gozalirendra.cianjur999@gmail.comFawaid Abdul Qudusfawaidabdulqudus@gmail.comNugraha Pranaditanugpra@yahoo.com<p>E-commerce di Indonesia berkembang pesat dan menjadi tulang punggung transaksi bisnis digital, namun memunculkan celah hukum serius berupa penipuan online, penyalahgunaan data pribadi, dan lemahnya penegakan hukum pada transaksi lintas batas. Walaupun Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah diterapkan sebagai landasan hukum untuk aktivitas digital, terdapat kesenjangan nyata antara norma hukum yang berlaku dan efektivitas perlindungan hukum bagi konsumen maupun pelaku usaha dalam praktiknya. Penelitian ini mengadopsi metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Data dihimpun melalui kajian pustaka terhadap regulasi hukum, khususnya UU ITE, literatur hukum ilmiah, serta putusan yang relevan dengan sengketa e-commerce. Penelitian ini menemukan bahwa UU ITE melalui pengakuan validitas kontrak elektronik, penetapan kewajiban pelaku usaha, perlindungan data pribadi, dan sanksi kejahatan siber secara normatif telah membentuk kerangka perlindungan hukum yang memadai bagi transaksi e-commerce; namun terdapat kelemahan sistemik dalam implementasi dan penegakannya di lapangan. Kontribusi penelitian ini adalah pemetaan sistematis peran Cyber Law dalam ekosistem e-commerce Indonesia serta rekomendasi penguatan penegakan UU ITE sebagai instrumen kepastian hukum transaksi digital. Melalui penguatan pelaksanaan dan penegakan hukum yang berkelanjutan, UU ITE dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memastikan ekosistem e-commerce yang aman, jujur, dan bertanggung jawab.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Christian Dody Diori Marbun, Eka Pratama Putra, Rendra Gozali, Fawaid Abdul Qudus, Nugraha Pranaditahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2373Implementasi Peraturan Wali Kota No. 22 Tahun 2023 tentang Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Dauh Puri Kaja Kota Denpasar Tahun 20242026-02-28T02:00:11+00:00I Dewa Ayu Dewi Budiantaridewayudewii6@gmail.comSri Sulandarisrisulandari@unr.ac.idCokorda Putra Indrayanacokordaputraindrayana@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Wali Kota Nomor 22 Tahun 2023 tentang Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak di Desa Dauh Puri Kaja Kota Denpasar pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penelurusuran online. Informan dipilih secara purposif dari unsur perangkat desa, masyarakat, serta lembaga pendamping. Teknik analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan cukup baik dengan tercapainya sebagian besar indikator seperti keterlibatan perempuan dalam pemerintahan dan tersedianya data terpilah perempuan dan anak. Namun demikian, masih terdapat kendala dalam keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan, keterbatasan anggaran, dan kurangnya sosialisasi terkait isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi dukungan pemerintah, partisipasi masyarakat, serta kolaborasi dengan lembaga pendamping seperti Bali Sruti. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi kebijakan ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 I Dewa Ayu Dewi Budiantari, Sri Sulandari, Cokorda Putra Indrayanahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2465Meso Analisis Perumusan Peraturan tentang Pengembangan dan Pengoperasian Lapangan Padel dan Olahraga di Jakarta oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta2026-04-11T05:15:26+00:00Amma FathuurrahmaanAmma.Fathuurrahmaan@fisip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan olahraga di masyarakat perkotaan modern, yang telah bertransformasi dari sekadar aktivitas fisik menjadi gaya hidup, identitas sosial, dan sektor ekonomi strategis. Fenomena ini jelas terlihat pada pertumbuhan padel yang pesat di Jakarta, ditandai dengan perkembangan pesat fasilitas lapangan padel. Namun, pertumbuhan ini belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan regulasi, sehingga menimbulkan berbagai masalah, khususnya keluhan masyarakat terkait kebisingan, gangguan lingkungan, dan perubahan sosial di kawasan permukiman. Situasi ini mengungkapkan dinamika kebijakan publik yang menarik untuk dipelajari, khususnya dalam konteks keterlambatan kebijakan dan proses perumusan kebijakan oleh pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena keluhan masyarakat terkait pengoperasian lapangan padel di Jakarta dan meneliti proses perumusan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menanggapi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis naratif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka dan analisis data sekunder dari berbagai sumber, seperti jurnal, laporan media, dan dokumen kebijakan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kebijakan meso, yang menekankan interaksi antara opini publik, media, dan aktor kebijakan dalam proses penetapan agenda dan pengambilan keputusan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perkembangan pesat lapangan padel di Jakarta mencerminkan fenomena keterlambatan kebijakan, di mana pengembangan infrastruktur olahraga tidak disertai dengan regulasi yang memadai. Keluhan publik yang diangkat di ruang publik berfungsi sebagai masukan kebijakan dari perspektif pendekatan sistem, mendorong pemerintah untuk merespons melalui proses perumusan kebijakan. Lebih lanjut, proses perumusan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jakarta dapat dianalisis menggunakan model Kerangka Aliran Berganda (Multiple Streams Framework), yang dicirikan oleh konvergensi aliran masalah, aliran kebijakan, dan aliran politik dalam satu jendela kebijakan. Konvergensi ketiga aliran ini menghasilkan kebijakan seperti pembatasan jam operasional, larangan pembangunan lapangan padel di kawasan perumahan, dan penggunaan wajib sistem peredam suara. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perumusan kebijakan dalam konteks olahraga perkotaan tidak hanya bersifat teknokratis tetapi juga merupakan hasil interaksi antara dinamika sosial, tekanan publik, dan pertimbangan politik. Oleh karena itu, penguatan regulasi komprehensif, peningkatan partisipasi publik, dan koordinasi antar pemangku kepentingan diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang lebih responsif, adaptif, dan berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amma Fathuurrahmaanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2197Strategi Komunikasi Pelayanan Publik dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka2026-02-28T02:03:43+00:00Viktor Ariestyan Seduviktorsedu@gmail.comMaria Dominikas Knuma Kedangknumakedang@gmail.comIntan Mustafaintanmustafa15@gmail.comLodowik Nikodemus Kedohjackjoy08@gmail.com<div> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pelayanan publik dalam mendukung efektivitas pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka melalui kegiatan magang internal mahasiswa Universitas Nusa Nipa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan magang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan publik dilaksanakan melalui komunikasi interpersonal, komunikasi organisasi, dan pemanfaatan media informasi pelayanan, yang didukung oleh keterlibatan mahasiswa magang dalam membantu penyampaian informasi, memperjelas prosedur layanan, dan memperlancar interaksi antara petugas dan masyarakat. Temuan penelitian juga mengidentifikasi kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, tingginya volume pelayanan, serta belum optimalnya konsistensi penyampaian informasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi pelayanan publik memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi kependudukan dan kegiatan magang internal berkontribusi positif terhadap kualitas pelayanan publik.</p> </div> <div> <p> </p> </div> <div><strong>Kata Kunci:</strong></div> <div>Komunikasi pelayanan publik, penelitian kualitatif, pelayanan administrasi kependudukan, magang internal, Disdukcapil Kabupaten Sikka.</div>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Viktor Ariestyan Sedu, Maria Dominikas Knuma Kedang, Intan Mustafa; Lodowik Nikodemus Kedohhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2290Pengaruh Elemen Brand Equity terhadap Keputusan Menggunakan Maxim Motor melalui Pengalaman Pengguna Mahasiswa Surakarta2026-02-28T02:07:48+00:00Muqorrobinm.muqorrobbin@gmail.comMuhammad Syihabuddinmuhammadsyihabuddin74@gmail.com<p>Penelitian ini meneliti pengaruh dimensi <em>brand equity</em> yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, kualitas yang dirasakan, dan loyalitas merek terhadap keputusan penggunaan layanan Maxim Motor pada mahasiswa Surakarta dengan pengalaman pengguna (<em>user experience/UX</em>) sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan melalui survei kuantitatif terhadap 275 mahasiswa pengguna Maxim Motor pada periode Oktober 2025, dan dianalisis menggunakan <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM). Hasil analisis menunjukkan bahwa keempat dimensi brand equity secara signifikan meningkatkan kualitas pengalaman pengguna; selanjutnya pengalaman pengguna berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan layanan. Pengujian mediasi mengungkapkan bahwa pengalaman pengguna berperan sebagai mediator parsial untuk brand awareness, <em>perceived quality</em>, dan <em>brand loyalty</em>, sedangkan untuk brand association mediasi bersifat penuh. Nilai R² untuk keputusan penggunaan menunjukkan kemampuan prediksi moderat, yang mengindikasikan kontribusi substansial variabel-variabel eksogen dan mediator terhadap perilaku penggunaan. Implikasi praktis penelitian ini adalah agar Maxim Motor tidak hanya fokus pada peningkatan awareness dan citra merek, tetapi juga mengoptimalkan aspek UX (mis. kecepatan aplikasi, kestabilan GPS, dan proses pembayaran) sebagai sarana konversi persepsi merek menjadi tindakan penggunaan berulang. Kontribusi teoretis penelitian ini terletak pada perluasan model brand equity Aaker dengan memasukkan pengalaman pengguna sebagai mekanisme mediasi dalam konteks layanan ride-hailing pada segmen mahasiswa.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muqorrobin, Muhammad Syihabuddinhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2210Hubungan Pengetahuan dan Sikap WUS dengan Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Aranio Tahun 20252026-02-28T02:31:06+00:00Noorhayatinoorhyati.apps09@gmail.comVonny Khresna Dewivonnykhresnadewi@gmail.comEfi Kristinakristiana.efi2@gmail.comHapisahhapisah476@gmail.com<p>Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan dan dapat dicegah melalui deteksi dini menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). Namun, capaian pemeriksaan IVA pada WUS masih tergolong rendah di wilayah kerja Puskesmas Aranio yaitu pada tahun 2023 hanya 48 orang (4%) dari total 1.462 WUS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap WUS dengan pemeriksaan IVA di wilayah kerja Puskesmas Aranio tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 94 WUS dari populasi WUS 1.462 menggunakan teknik non probability purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan hasil kesimpulan menggunakan taraf signifikansi 5% atau 0,05. Hasil penelitian menggunakan analisis univariat menunjukkan berdasarkan hasil penelian responden memiliki tingkat pengetahuan cukup mengenai pemeriksaan IVA, yaitu sebanyak 40 orang (42,6%), yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 28 orang (29,8%), dan pengetahuan kurang sebanyak 26 orang (27,7%). Responden memiliki sikap mendukung terhadap pemeriksaan IVA, yaitu sebanyak 57 orang (60,6%) dan responden yang memiliki sikap tidak mendukung sebanyak 37 orang (39,4%). Responden tidak bersedia melakukan pemeriksaan IVA, yaitu sebanyak 51 orang (54,3%) dan yang bersedia melakukan pemeriksaan IVA sebanyak 43 orang (45,7%) dan bivariat menunjukkan hubungan pengetahuan terhadap pemeriksaan IVA p-value = 0,043 (p < 0,05), dan hubungan sikap terhadap pemeriksaan IVA p-value = 0,010 (p < 0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh, ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan WUS dengan pemeriksaan IVA dan ada hubungan yang signifikan antara sikap WUS dengan pelaksanaan pemeriksaan IVA.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Noorhayati, Vonny Khresna Dewi, Efi Kristina, Hapisahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2216Efektivitas Komunikasi Organisasi dalam Pengelolaan Arsip Dinamis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka2026-03-01T02:27:37+00:00Caesilia Apriliani Dasionriadasion71@gmail.comMarkus Kristian Retutianslash@ymail.comIntan Mustafaintanmustafa15@gmail.comViktor Ariestyan Seduviktorsedu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi organisasi dalam pengelolaan arsip dinamis pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka dengan menggunakan perspektif Teori Sistem Organisasi (Systems Theory) yang dikemukakan oleh Katz dan Kahn. Dalam kerangka ini, organisasi dipahami sebagai sistem terbuka yang bergantung pada proses komunikasi sebagai mekanisme utama dalam mengelola input, transformasi, dan output. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap aparatur yang terlibat dalam pengelolaan arsip dinamis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah alur komunikasi internal, koordinasi antarunit kerja, mekanisme umpan balik, serta adaptasi organisasi terhadap kebijakan kearsipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dalam pengelolaan arsip dinamis telah berfungsi sebagai subsistem pendukung yang relatif efektif, terutama melalui komunikasi formal dan struktur birokrasi. Namun, efektivitas sistem masih menghadapi hambatan berupa kurang optimalnya arus informasi, keterbatasan sumber daya manusia, dan lemahnya umpan balik antar subsistem organisasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan fungsi public relations internal, sebagai pengelola komunikasi sistemik, berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem organisasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan arsip dinamis.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Caesilia Apriliani Dasion, Markus Kristian Retu, Intan Mustafa, Viktor Ariestyan Seduhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2258Strategi Komunikasi Public Relations dalam Implementasi Program Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka2026-03-01T08:47:14+00:00Markus Kristian Retutianslash@gmail.comTheresia Yohanesta Setuthrsayhnsta@gmail.comViktor Ariestyan Seduviktorsedu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Public Relations dalam implementasi Program Pendaftaran Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sikka. Program NPP merupakan inovasi layanan perpustakaan yang bertujuan meningkatkan pendataan dan akses masyarakat terhadap layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada komunikasi organisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, observasi langsung terhadap aktivitas komunikasi, serta studi dokumentasi. Analisis penelitian ini menggunakan Teori Public Relations Two-Way Symmetrical dari Grunig dan Hunt sebagai kerangka utama untuk melihat pola komunikasi timbal balik antara institusi dan masyarakat, serta Teori Difusi Inovasi dari Rogers untuk memahami proses penyebaran dan penerimaan program NPP oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Public Relations yang diterapkan menekankan dialog dua arah, keterbukaan informasi, serta penyesuaian pesan berdasarkan umpan balik publik. Selain itu, proses difusi inovasi program NPP berlangsung melalui tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, dan adopsi, dengan peran aktif komunikator sebagai agen perubahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan komunikasi dua arah yang simetris berkontribusi positif terhadap efektivitas implementasi Program NPP dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam layanan perpustakaan daerah.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Markus Kristian Retu, Theresia Yohanesta Setu, Viktor Ariestyan Seduhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2301Urgensi Kecerdasan Emosional dan Spiritual dalam Memperkokoh Ukhuwah Islamiah: Tinjauan Hadist Arbain Nawawi No. 35-362026-03-01T11:54:30+00:00Zaki Humaidihumaidizaki1@gmail.comAbdul Rosyadabdul.rosyad@uinbanten.ac.id<p>Ukhuwah Islamiyah merupakan elemen fundamental dalam kehidupan umat Islam yang berfungsi menjaga keharmonisan, persatuan, dan solidaritas sosial. Namun, perkembangan zaman menunjukkan bahwa nilai ukhuwah kerap melemah akibat konflik, egoisme, dan rendahnya kesadaran sosial-keagamaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kecerdasan emosional dan spiritual sebagai fondasi dalam membangun persaudaraan yang kokoh. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis urgensi kecerdasan emosional dan spiritual dalam memperkokoh ukhuwah Islamiyah melalui kajian Hadis Arbain Nawawi ke-35 dan ke-36 ditinjau dari aspek tarbawi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap teks hadis dan literatur pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Hadis Arbain Nawawi ke-35 mengandung nilai tarbawi berupa pendidikan pengendalian emosi, larangan sikap hasad, kebencian, dan permusuhan yang mencerminkan kecerdasan emosional dalam hubungan sosial. Sementara itu, Hadis ke-36 menekankan pentingnya empati, kepedulian, dan tolong-menolong sebagai manifestasi kecerdasan spiritual yang berorientasi pada kesadaran akan balasan Allah di dunia dan akhirat. Integrasi kecerdasan emosional dan spiritual sebagaimana diajarkan dalam kedua hadis tersebut berperan penting dalam membentuk pribadi Muslim yang berakhlak mulia dan mampu menjaga ukhuwah Islamiyah secara berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Zaki Humaidi, Abdul Rosyadhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2378Kajian Pengembangan Agropolitan Koridor Kemiri Pituruh, Kabupaten Purworejo2026-03-01T12:38:18+00:00Robi Kurniasandysandyrobi2003@gmail.comSuprajakasuprajaka@gmail.omMega Novetrishka Putrimeganovetrishkaputri@gmail.comAprodhita Puspatejaaprodhitapuspateja@gmail.com<p>Kawasan Kemiri–Pituruh di Kabupaten Purworejo ditetapkan sebagai kawasan ekonomi melalui kebijakan Peraturan Bupati Purworejo, seiring tingginya potensi di sektor pertanian dan pembibitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran fasilitas pelayanan agropolitan serta menentukan pusat pelayanan agropolitan paling strategis sesuai kebijakan pengembangan wilayah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis GIS dan metode Kernel Density Estimation (KDE). Sebanyak 82 fasilitas agropolitan yang terdiri dari pelayanan pra produksi, masa produksi, dan pasca produksi dipetakan untuk mengidentifikasi tingkat kerapatan fasilitas. Hasil analisis KDE menunjukkan bahwa kepadatan fasilitas tertinggi berada di Desa Bedono Karangduwur dan Desa Bedono Pageron, sehingga kedua desa tersebut ditetapkan sebagai lokasi paling strategis untuk pusat pelayanan agropolitan utama. Selain itu, potensi pusat pelayanan juga berkembang di beberapa desa lain di kawasan Kemiri–Pituruh berdasarkan distribusi fasilitas penunjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pusat pelayanan agropolitan di wilayah kajian bersifat terpusat pada area tertentu namun tetap menunjukkan perkembangan ke arah pola yang lebih tersebar atau polisentris. Pemanfaatan analisis spasial berbasis KDE terbukti efektif dalam mengidentifikasi pusat pelayanan yang sesuai dengan kebijakan pengembangan kawasan agropolitan Kabupaten Purworejo.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Robi Kurniasandy, Suprajaka, Mega Novetrishka Putri, Aprodhita Puspatejahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2381Kearifan Alam dalam Perawatan Manusia: Pemanfaatan Wedang Jahe untuk Meredakan Nyeri2026-03-02T01:34:41+00:00Kayyisa Azkiya Mkay.maulida@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji pemanfaatan wedang jahe sebagai bentuk kearifan alam dalam perawatan manusia, khususnya dalam meredakan nyeri. Tujuan kajian ini adalah untuk menganalisis konsep nyeri, mekanisme respons tubuh terhadap terapi alami, serta posisi wedang jahe dalam tradisi pengobatan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui teknik <em>internet searching</em> terhadap buku, jurnal ilmiah, dan sumber tepercaya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa wedang jahe mengandung senyawa bioaktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone yang memiliki efek antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan, sehingga efektif membantu menurunkan intensitas nyeri, baik nyeri otot, sendi, maupun nyeri inflamasi lainnya. Selain aspek biologis, wedang jahe juga memberikan efek psikologis berupa rasa hangat dan relaksasi yang mendukung kesehatan holistik. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa wedang jahe berpotensi menjadi terapi komplementer yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pelestarian pengetahuan lokal dan relasi harmonis antara manusia dan alam.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kayyisa Azkiya M, Siti Nur Shabrinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2288Komunikasi Pelayanan Publik sebagai Determinan Kualitas Layanan Penerbitan Akta Kelahiran di Kabupaten Sikka2026-01-26T07:17:07+00:00Intan Mustafaintanmustafa15@gmail.comAlfian Harbiyantoalfiancemara@gmail.comVinsensia Du’a Ranaranadalopez54@gmail.comLodowik Nikodemus Kedohjekjoy08@gmail.com<p>Pelayanan penerbitan akta kelahiran merupakan bagian penting dari pelayanan administrasi kependudukan yang berfungsi menjamin pengakuan hukum atas identitas warga negara. Kualitas pelayanan akta kelahiran sangat dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi pelayanan yang dibangun antara aparatur pemerintah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pelayanan sebagai determinan kualitas pelayanan penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan operator pelayanan akta kelahiran serta masyarakat pengguna layanan, disertai observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pelayanan memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat memahami prosedur dan persyaratan pelayanan, khususnya dalam penerapan sistem pelayanan berbasis digital yang belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Keterbatasan literasi digital menyebabkan masyarakat masih sangat bergantung pada penjelasan langsung dari petugas pelayanan. Aparatur pelayanan dinilai cukup responsif dan berupaya memberikan pendampingan, namun keterbatasan media informasi dan belum optimalnya pola komunikasi pelayanan berdampak pada efektivitas dan efisiensi layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan akta kelahiran di Kabupaten Sikka memerlukan penguatan komunikasi pelayanan yang jelas, empatik, dan adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat, seiring dengan pengembangan sistem pelayanan digital yang lebih inklusif.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Intan Mustafa, Alfian Harbiyanto, Vinsensia Du’a Rana, Lodowik Nikodemus Kedohhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2467Merawat Alam, Menyembuhkan Manusia: Kajian Relasi Ekologis melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Jeruk Nipis dan Daun Kemangi2026-04-12T02:38:38+00:00Alyahana Saphiraalyaphira@gmail.comTivany Alkaira Stivanyalkaira@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.com<p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis relasi ekologis antara manusia dan alam melalui pemanfaatan limbah kulit jeruk nipis dan daun kemangi sebagai bahan lilin aromaterapi alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif-deskriptif, yang melibatkan pengolahan limbah organik menjadi produk aromaterapi serta pengamatan terhadap karakteristik fisik, aroma, dan manfaat yang dihasilkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa limbah kulit jeruk nipis dan daun kemangi masih mengandung senyawa bioaktif, terutama minyak atsiri dan flavonoid, yang berpotensi memberikan efek relaksasi, kesegaran, dan kenyamanan psikologis. Selain itu, pemanfaatan limbah tersebut terbukti ramah lingkungan dan mampu mengurangi volume sampah organik rumah tangga. Kajian ini juga menegaskan bahwa praktik sederhana berbasis sumber daya lokal dapat menjadi sarana edukatif untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan etika ekologis. Implikasi penelitian ini mencakup penguatan kesadaran ekologis, pengembangan produk kesehatan alternatif berbasis alam, serta peluang pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan limbah organik tidak hanya berkontribusi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup manusia secara berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alyahana Saphira, Tivany Alkaira S, Siti Nur Shabrinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2329Penggunaan Pati Ganyong sebagai Pengganti Telur pada Kue Barongko2026-03-05T01:43:48+00:00Faiza Azzahrafaizaaa.fai123@gmail.comAgung Arif GunawanAgung@btp.ac.id<p>Barongko merupakan kue tradisional khas Bugis-Makassar yang berbahan dasar pisang, santan, gula, dan telur. Telur berperan penting dalam pembentukan struktur dan karakteristik sensori barongko, namun penggunaannya menghadapi kendala seperti potensi alergi, tren diet nabati, serta fluktuasi harga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi telur dengan pati ganyong (Canna edulis) terhadap karakteristik sensoris dan tingkat penerimaan konsumen terhadap kue barongko. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan satu faktor perlakuan, yaitu variasi substitusi telur sebesar 0%, 50%, dan 100%. Uji sensoris dilakukan oleh 25 panelis yang terdiri dari panelis terlatih dan agak terlatih melalui uji hedonik dan uji mutu hedonik yang dilakukan oleh 5 panelis terlatih terhadap atribut warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi telur dengan pati ganyong tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu warna, aroma, dan rasa kue barongko (p > 0,05). Namun, pada atribut mutu tekstur terdapat pengaruh signifikan (p < 0,05), di mana substitusi 100% pati ganyong menghasilkan tekstur paling disukai panelis. Pada uji hedonik, atribut aroma, rasa, dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan signifikan, sedangkan atribut warna menunjukkan perbedaan tingkat kesukaan panelis. Secara keseluruhan, substitusi 50% telur dengan pati ganyong merupakan formulasi paling optimal karena mampu mempertahankan karakteristik sensori khas barongko dengan tingkat penerimaan yang baik. Penelitian ini membuktikan bahwa pati ganyong berpotensi sebagai bahan alternatif pengganti telur yang fungsional, ekonomis, serta mendukung pemanfaatan pangan lokal dan pelestarian kuliner tradisional Indonesia.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Faiza Azzahra, Agung Arif Gunawanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2374Analisis Termoset dan Termoplastik Komposit Polimer dan Pengaplikasian pada Kendaraan Darat Milter2026-03-05T02:46:14+00:00Nurhaliza Syavikanursyavika20@gmail.comSovian Aritonangsovian.aritonang@idu.ac.id<p>Material komposit polimer banyak dimanfaatkan di bidang militer karena memiliki kombinasi sifat mekanik yang unggul dibandingkan material konvensional. Penelitian ini berfokus pada penggunaan material komposit polimer dalam aplikasi pertahanan, khususnya untuk kebutuhan balistik. Komposit polimer merupakan material yang tersusun dari matriks polimer sebagai bahan pengikat yang diperkuat oleh material lain, umumnya dalam bentuk serat. Penguat yang sering digunakan antara lain serat kaca, serat karbon, maupun serat alami, yang berfungsi meningkatkan kekuatan, kekakuan, serta ketahanan terhadap beban impak. Melalui kombinasi tersebut, dihasilkan material yang ringan, kuat, tahan korosi, dan memiliki kemampuan menyerap energi tumbukan dengan baik. Dalam konteks militer, terdapat beberapa kebutuhan utama yang menuntut ketahanan balistik tinggi, seperti perlindungan personel melalui pakaian dan helm, perlindungan kendaraan tempur, serta penguatan struktur. Dibandingkan material logam, komposit polimer terbukti memberikan performa lebih baik karena mampu mengurangi berat sistem tanpa mengorbankan kekuatan, sehingga meningkatkan mobilitas, efisiensi operasional, dan keselamatan personel di lapangan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nurhaliza Syavika, Sovian Aritonanghttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2051Efektivitas Pelayanan Program Keluarga Harapan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Ciputat2026-03-05T08:05:38+00:00Muhamad Refqi Salimrefqisalim09@gmail.comDian Azmi Khadijahdian.azmi080105@gmail.comRiani Djangkaruriandidjangkaru@gmail.comShofiyah Aulia auliashofi27@gmail.comAbdul Rahmanabdul.rahman@umj.ac.id<p>Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan yang masih menjadi tantangan pembangunan sosial di Indonesia, termasuk di wilayah perkotaan. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai bantuan sosial bersyarat yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelayanan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan Ciputat, Kota Tanggerang Selatan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif tipe deskriptif dengan studi literatur yang bersumber dari dokumen kebijakan, laporan resmi pemerintah dan data statistik. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori Edward III yang mencakup dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, pelaksana dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelayanan PKH di Ciputat secara umum telah berjalan efektif, khususnya dalam meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi keluarga penerima bantuan. Ketepatan waktu penyaluran sudah berjalan dengan baik menggunakan sistem non tunai. Namun masih ditemukan kendala berupa ketidaktepatan kendala berupa ketidaktepatan sasaran akibat dinamika data masyarakat perkotaan, keterbatasan kapasitas pendamping sosial, serta koordinasi lintas sktor yang belum optimal.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhamad Refqi Salim, Dian Azmi Khadijah, Riani Djangkaru, Shofiyah Aulia , Abdul Rahmanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2389Pengaruh Pelayanan Administrasi dan Ketersediaan Obat Terhadap Kepuasan Pasien di Klinik Drip Me Up2026-03-06T00:56:24+00:00Margareta Kortona Sokaretsoka18@gmail.comEddy Hermawan Hasudungan PanjaitanEddypanjaitan997@gmail.comSri Wahyuningsihsriwahyuningsih@umiba.ac.id<p>Pengaruh Pelayanan Administrasi dan Ketersediaan Obat terhadap Kepuasan Pasien di Klinik Drip Me Up. Tesis, Program Studi Magister Manajemen Konsentrasi Manajemen Rumah Sakit, Pascasarjana Universitas Mitra Bangsa, Jakarta, 2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya persaingan klinik skala kecil seiring tingginya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang cepat, bermutu, dan berorientasi pada pasien. Kepuasan pasien tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh pelayanan administrasi yang efektif serta ketersediaan obat yang memadai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 pasien Klinik Drip Me Up yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan administrasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien, dengan nilai signifikansi 0,005 (<0,05). Ketersediaan obat juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,021 (<0,05). Secara simultan, kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikansi 0,000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,386 menunjukkan bahwa 38,6% kepuasan pasien dapat dijelaskan oleh pelayanan administrasi dan ketersediaan obat.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Margareta Kortona Soka, Eddy Hermawan Hasudungan Panjaitan, Sri Wahyuningsihhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2336Utilitarianisme sebagai Landasan Pemikiran Hukum: Implementasinya dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan2026-03-06T01:33:47+00:00Christian Dody Diori Marbundioridodi@gmail.comEka Pratama Putraekapratamacika99@gmail.comRendra Gozalirendra.cianjur999@gmail.comFawaid Abdul Qudusfawaidabdulqudus@gmail.com<p>Salah satu teori penting dalam filsafat moral dan hukum adalah utilitarianisme, yang menilai kebajikan atau ketidakmoralan suatu tindakan atau peraturan hukum berdasarkan keuntungan dan kerugian yang ditimbulkannya bagi masyarakat. Filsafat ini, yang berakar pada gagasan John Stuart Mill dan Jeremy Bentham, menyoroti "kesenangan terbesar bagi jumlah terbesar" sebagai tujuan utama hukum. Dengan meneliti gagasan-gagasan mendasar, prinsip-prinsip, tujuan utama, dan keberatan dari teori hukum utilitarian, esai ini juga akan menganalisis bagaimana teori tersebut telah diterapkan dalam pengembangan dan penerapan hukum nasional Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan teoretis dan deskriptif-analitis, pembahasan ini menunjukkan bagaimana utilitarianisme direpresentasikan dalam sejumlah kebijakan hukum, termasuk Sistem Jaminan Sosial Nasional, Undang-Undang Ketenagakerjaan, inisiatif keadilan restoratif, kemajuan administrasi publik, Penilaian Dampak Lingkungan (PEA), dan program subsidi bagi masyarakat miskin. Sebagai kerangka hukum yang berfokus pada utilitas, efisiensi, dan kesejahteraan sosial, utilitarianisme tetap penting meskipun memiliki kekurangan, terutama berkaitan dengan perlindungan hak individu dan minoritas.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Christian Dody Diori Marbun, Eka Pratama Putra, Rendra Gozali, Fawaid Abdul Qudushttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2391Pantai Parangtritis dalam Lintasan Sejarah dan Mitologi Jawa: Antara Fakta Historis dan Imajinasi Kultural2026-03-07T03:51:09+00:00Alifya Najma Nalifyastar@gmail.comAlya Putri Palyapp@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.com<p>Pantai Parangtritis merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak hanya dikenal karena pesona alamnya, tetapi juga karena kedalaman makna historis, kultural, dan mistis yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah serta narasi misteri Pantai Parangtritis sebagai bagian integral dari warisan budaya lokal masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber sejarah, antropologi, dan kebudayaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pantai Parangtritis memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan tokoh-tokoh penting, seperti Pangeran Dipokusumo, serta menempati posisi sentral dalam mitologi Jawa melalui figur Nyi Roro Kidul sebagai Ratu Pantai Selatan. Kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan simbolik pantai ini diwujudkan dalam berbagai praktik ritual, seperti upacara Labuhan, yang merepresentasikan relasi kosmis antara manusia, alam, dan kekuatan adikodrati. Pantai Parangtritis dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai ruang geografis, tetapi juga sebagai ruang sakral yang memelihara memori kolektif dan identitas budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian budaya lokal, mendorong pelestarian nilai-nilai tradisional, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alifya Najma N, Alya Putri P, Siti Nur Shabrinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2392Peran Hukum dalam Membentuk dan Mempertahankan Tatanan Sosial di Masyarakat: Tinjauan Sosiologi Hukum2026-03-07T05:00:09+00:00Sulaimansulaiman@student.umaha.ac.idMillatuz Zahrohmillatuz_zahroh@student.umaha.ac.idEffendieffendi@student.umaha.ac.idJoko MardiantoJoko_mardianto@student.umaha.ac.idHendrik Dwi Susantohendri_dwi_Susanto@student.umaha.ac.idFajar Rachmad Dwi Miarsafajar_rachmad_dm@dosen.umaha.ac.idFrancis Maryanne Pattynama francis_maryanne_pattynama@dosen.umaha.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji peran hukum dalam membentuk dan mempertahankan tatanan sosial di masyarakat melalui pendekatan sosiologi hukum. Hukum tidak hanya dipahami sebagai seperangkat norma yang mengatur perilaku sosial, tetapi juga sebagai instrumen kekuasaan yang berinteraksi dengan struktur sosial, ekonomi, dan politik. Dalam perspektif Max Weber, hukum berfungsi sebagai sarana rasionalisasi otoritas negara untuk menciptakan keteraturan sosial, sementara Karl Marx memandang hukum sebagai bagian dari superstruktur yang merepresentasikan kepentingan kelas dominan dalam mempertahankan relasi produksi dan kekuasaan. Selain itu, pemikiran Pierre Bourdieu menunjukkan bahwa hukum memiliki kekuasaan simbolik yang mampu melegitimasi struktur sosial yang ada melalui bahasa dan prosedur formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis teoritis terhadap konsep-konsep utama dalam sosiologi hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum memiliki peran ganda, yaitu sebagai alat pengendalian sosial dan pencipta ketertiban, sekaligus sebagai instrumen reproduksi kekuasaan yang berpotensi memperkuat ketimpangan sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran hukum dalam tatanan sosial meliputi fungsi sosial hukum, legitimasi kekuasaan, konstruksi nilai dan norma, serta ketimpangan akses terhadap keadilan. Oleh karena itu, diperlukan penerapan hukum yang bersifat egaliter dan responsif terhadap kondisi sosial agar hukum dapat berfungsi sebagai sarana perubahan sosial yang berkeadilan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sulaiman, Millatuz Zahroh, Effendi, Joko Mardianto, Hendrik Dwi Susanto, Fajar Rachmad Dwi Miarsa, Francis Maryanne Pattynama https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2181Ekpresi Datang Bulan (Menstruasi) sebagai Inspirasi dalam Berkarya Seni Lukis2026-03-07T06:18:41+00:00Cristin Nathaliacristinnath97@gmail.comWawan Suryanawskodrat@gmail.com<p>Menstruasi merupakan pengalaman biologis dan emosional tubuh perempuan yang masih jarang diangkat sebagai tema dalam penciptaan karya seni lukis. Permasalahan dalam penciptaan ini bagaimana visualisasi perempuan ketika mengalami menstruasi. Penelitian penciptaan karya seni lukis ini bertujuan untuk menjadikan pengalaman pribadi ketika mengalami menstruasi sebagai sumber inspirasi dalam berkarya seni lukis. Metode penciptaan yang dipergunakan practice based experimen dengan tahapan 1) eksplorasi visual, 2) Improvisasi, dan 3) Implementasi. Hasil penciptaan karya seni lukis ada delapan karya, dengan judul 1. Denyut berukuran 160 x 140 cm, 2. Beban Sunyi di Balik Kain Dalam berukuran 160 x 140 cm, 3. Mekar Sebelum Sesudah Gugur berukuran 170 x 150 cm. Karya-karya ini mevisualisasikan tubuh perempuan dengan objek visual yang dibuat besar dan mendominasi bidang kanvas. Gestur yang divisualisasikan, objek visualnya dibuat dalam wujud visual meringkuk untuk mengekspresikan rasa sakit. Karya seni lukis ini diciptakan dengan menggunakan teknik impasto sehingga menghasilkan tekstur pada permukaan bidang kanvas. Tekstur yang diciptakan merepresentasikan pengalaman menstruasi secara ekspresif dan bermakna yang diharapkan memperkaya wacana seni rupa modern bertema tubuh perempuan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Cristin Nathalia, Wawan Suryanahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2207Pengobatan Alternatif di Klenteng Hian Thian Siang Tee sebagai Media Perekat Sosial Etnis Tionghoa di Desa Welahan, Jepara2026-03-08T07:43:45+00:00Ayu Afivah Muthoharohayuafivah25@student.uns.ac.idCinta Kanaya Arzetinayarzeti11@student.uns.ac.idIzzatin Nisaizzanisaaa@gmail.comLoveta Putri Rustamalovetaputri1574@student.uns.ac.idMichelle Asher Dianmiselasher@student.uns.ac.idM. Bagus Sekar Alammbagus@staff.uns.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji tentang Klenteng Hian Thian Siang Tee di Desa Welahan, Jepara yang keberadaannya tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai tempat pengobatan alternatif dan ruang kohesi sosial. Secara sosial klenteng ini telah lama berperan sebagai media perekat sosial antara etnis Tionghoa dan masyarakat sekitar. Adapun permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini mengapa praktik pengobatan alternatif di Klenteng Hian Thian Siang Tee di Desa Welahan dapat menjadi media perekat sosial etnis Tionghoa dengan masyarakat sekitar. Adapun metode digunakan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan teknik studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengobatan alternatif di Klenteng Hian Thian Siang Tee selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan juga menciptakan ruang interaksi sosial yang memperkuat rasa kebersamaan, kepercayaan dan toleransi antaretnis dan agama. Melalui berbagai kegiatan sosial dan pengobatan alternatif, Klenteng Hian Thian Siang Tee telah lama berperan besar dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat kohesi masyarakat multikultural di Desa Welahan, Jepara. Berdasarkan hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan keberadaan Klenteng Hian Thian Siang Tee di Desa Welahan, Jepara tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan praktik pengobatan altrenatif, tetapi juga berperan sebagai ruang harmoni sosial antaretnis dan lintas agama.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ayu Afivah Muthoharoh, Cinta Kanaya Arzeti, Izzatin Nisa, Loveta Putri Rustama, Michelle Asher Dian, M. Bagus Sekar Alamhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2362Hubungan Organizational Culture, Transformational Leadership terhadap Job Performance Karyawan melalui Job Satisfaction pada PT X2026-03-08T13:43:52+00:00Ega Eliciaegaelicia6@student.esaunggul.ac.idMunirohmuniroh@esaunggul.ac.idPawenarypawenary@esaunggul.ac.idGilang Pratama Hafidzgilang.pratama@esaunggul.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>organizational culture</em> dan <em>transformational leadership</em> terhadap <em>job performance</em> karyawan dengan <em>job satisfaction</em> sebagai variabel mediasi pada sub-sektor pengelola kawasan industri. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik <em>purposive sampling</em> terhadap 130 karyawan tetap, data dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> berbasis <em>Partial Least Squares</em> (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>organizational culture</em> merupakan faktor yang paling dominan dan memiliki kontribusi paling besar dalam memengaruhi tingkat kepuasan kerja serta pencapaian kinerja karyawan dibandingkan variabel lainnya. Temuan ini mengonfirmasi bahwa <em>job satisfaction </em>berperan sebagai mediator krusial yang menghubungkan efektivitas <em>organizational culture</em> dan <em>transformational leadership</em> dalam mendorong produktivitas kerja. Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan pada sub-sektor pengelola kawasan industri harus memprioritaskan penguatan nilai-nilai, norma, dan praktik kerja yang konsisten untuk menciptakan lingkungan kerja yang stabil dan produktif bagi sumber daya manusia dalam jangka panjang.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ega Elicia, Muniroh, Pawenary, Gilang Pratama Hafidzhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2286Representasi Maskulinitas dalam Visual Berita: Analisis Komponen Visual pada Liputan Khusus ”7 Pandai Besi Terakhir Habipiret Sikka” di Kanal Youtube Tribunflores2026-01-26T07:38:56+00:00Lodowik Nikodemus Kedohjekjoy08@gmail.comViktor Ariestyan Sedu Viktorsedu@gmail.comAnselmus Nong Ferianselmusnongferi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <strong>representasi maskulinitas dalam visual berita</strong> melalui penerapan komponen visual sinematografi pada video liputan khusus <em>“7 Pandai Besi Terakhir Habipiret Sikka”</em> di kanal YouTube Tribun Flores. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana elemen visual, seperti sudut pengambilan gambar, ukuran shot, framing, komposisi, serta kesinambungan visual, digunakan untuk membangun makna maskulinitas dalam konteks jurnalisme digital media lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan <strong>kualitatif deskriptif</strong> dengan metode <strong>studi kasus</strong>. Data diperoleh melalui observasi visual terhadap rangkaian frame video liputan khusus, analisis dokumentasi, serta wawancara pendukung dengan jurnalis dan kru produksi untuk memahami pertimbangan editorial dan teknis dalam proses visualisasi berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visual berita tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap informasi, tetapi berperan aktif dalam mengonstruksi citra maskulinitas melalui representasi tubuh, aktivitas kerja, ekspresi, dan relasi subjek dengan ruang sosialnya. Komponen visual sinematografi secara konsisten menampilkan nilai-nilai maskulinitas seperti kekuatan fisik, ketangguhan, ketekunan, tanggung jawab, dan peran produktif laki-laki dalam mempertahankan tradisi dan ekonomi keluarga. Dengan demikian, visual liputan khusus di kanal YouTube Tribun Flores berfungsi sebagai media komunikasi visual yang strategis dalam membentuk makna sosial dan budaya maskulinitas dalam praktik jurnalisme digital.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lodowik Nikodemus Kedoh, Viktor Ariestyan Sedu , Anselmus Nong Ferihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2396Sinergi Alam dan Manusia dalam Perawatan Kulit Wajah: Kajian Manfaat Buah Tomat2026-03-09T03:07:34+00:00Alinna Najwa N. M.alinnajwa@gmail.comAnandita Aura Richieaurarichie@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.com<p>Kecantikan dan kesehatan kulit wajah merupakan aspek penting yang mendapat perhatian luas dalam kehidupan masyarakat modern, terutama seiring meningkatnya paparan faktor lingkungan seperti sinar ultraviolet, polusi udara, stres, serta pola makan yang kurang seimbang. Faktor-faktor tersebut berkontribusi terhadap munculnya berbagai permasalahan kulit, antara lain jerawat, kulit kusam, produksi minyak berlebih, dan penuaan dini. Buah tomat (<em>Solanum lycopersicum</em>) dikenal sebagai bahan alami yang kaya akan senyawa bioaktif, seperti likopen, vitamin C, asam salisilat, β-karoten, flavonoid, dan glutathione, yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, serta berperan dalam menjaga elastisitas dan kesehatan kulit. Kandungan tersebut berpotensi membantu proses regenerasi sel kulit, mengontrol minyak, mengecilkan pori-pori, serta melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur terkait kandungan kimia dan manfaat buah tomat bagi kecantikan dan kesehatan kulit wajah, serta menganalisis peluang pengembangan tomat sebagai bahan dasar masker wajah alami dalam bentuk sediaan <em>wipe-off</em> dan <em>rinse-off</em>. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Hasil kajian menunjukkan bahwa tomat berpotensi efektif, aman, dan ramah lingkungan sebagai alternatif perawatan kulit wajah berbasis bahan alami.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alinna Najwa N. M., Anandita Aura Richie, Siti Nur Shabrinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2052Evaluasi Program Digital Talent Scholarship dalam Meningkatkan Kompetensi Tenaga Kerja Muda di Era Digital2026-03-09T07:07:32+00:00Ade Hani Puspa Dewiadehanipuspa@gmail.comFernanda Firrizqivernanda.ay@gmail.comVelya Putrica Salsabilavelyaputrica@gmail.comAndrea Maharaniaandreamaharani22@gmail.comAbdul Rahmanabdul.rahman@umj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Digital Talent Scholarship (DTS) dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja muda di Indonesia pada era digital. Program DTS merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang dirancang untuk menjawab tantangan defisit talenta digital nasional melalui penyediaan pelatihan keterampilan digital dasar hingga menengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang bersumber dari dokumen resmi pemerintah, artikel ilmiah, laporan kebijakan, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan pengembangan kompetensi digital. Evaluasi program juga dilakukan dengan menggunakan Model Empat Level Kirkpatrick, yang mencakup reaksi peserta, capaian pembelajaran, perubahan perilaku, dan hasil akhir program. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Program DTS mampu meningkatkan literasi dan pengetahuan digital dasar peserta, namun efektivitas pelaksanaannya belum optimal pada setiap level evaluasi. Pada level reaksi, peserta belum sepenuhnya memperoleh pengalaman belajar yang memuaskan akibat keterbatasan kualitas penyampaian materi, interaksi instruktur, dan platform pembelajaran daring. Pada level pembelajaran, peningkatan kompetensi terjadi tetapi belum merata karena perbedaan latar belakang kemampuan peserta dan kurikulum yang masih bersifat umum. Pada level perilaku, penerapan keterampilan digital di lingkungan kerja masih terbatas akibat minimnya kesempatan praktik dan pendampingan pascapelatihan. Sementara itu, pada level hasil, dampak program terhadap pemenuhan kebutuhan talenta digital nasional dan peningkatan kualitas tenaga kerja secara makro belum terlihat signifikan. Penelitian ini menemukan bahwa program Digital Talent Scholarship (DTS) harus ditingkatkan dengan meningkatkan kurikulum berbasis kompetensi, meningkatkan kualitas instruktur, mengoptimalkan metode pembelajaran berbasis praktik, dan meningkatkan kolaborasi dengan industri dan pemerintah daerah. Dengan perbaikan ini, DTS diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam mencetak tenaga kerja muda yang berbakat dan berdaya saing di era ekonomi saat ini.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ade Hani Puspa Dewi, Fernanda Firrizqi, Velya Putrica Salsabila, Andrea Maharani, Abdul Rahmanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2401Dinamika Komunikasi Publik dalam Fenomena Pungutan Liar di Destinasi Wisata Pantai Koka Maumere2026-03-12T02:45:59+00:00Fransiska Aprilia Fengeapriliyafenge@gmail.comMarkus Kristian Retumarkuskristianretu@gmail.comIntan Mustafa Intanmustafa15@gmail.com<p>Fenomena pungutan liar (pungli) di destinasi wisata merupakan persoalan sosial yang tidak hanya berdampak pada citra pariwisata, tetapi juga mencerminkan dinamika komunikasi antara pengelola, masyarakat lokal, wisatawan, dan pemerintah. Pantai Koka Maumere sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sikka tidak terlepas dari praktik pungutan liar yang memicu beragam respons publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika komunikasi publik dalam fenomena pungutan liar di destinasi wisata Pantai Koka Maumere, dengan menelaah pola interaksi, persepsi, serta alur komunikasi antaraktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat lokal, wisatawan, pengelola wisata, serta aparat pemerintah terkait, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pungutan liar muncul akibat lemahnya komunikasi kebijakan, kurangnya sosialisasi aturan resmi, serta perbedaan pemahaman antara masyarakat lokal dan wisatawan mengenai sistem pengelolaan wisata. Dinamika komunikasi publik ditandai oleh komunikasi informal, penyampaian informasi yang tidak terstruktur, serta minimnya ruang dialog partisipatif antara pemangku kepentingan. Kondisi ini memicu kesalahpahaman, konflik laten, dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pengelolaan destinasi wisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berbasis kearifan lokal menjadi kunci dalam menekan praktik pungutan liar serta membangun tata kelola pariwisata yang berkelanjutan di Pantai Koka Maumere.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fransiska Aprilia Fenge, Markus Kristian Retu, Intan Mustafa https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2402Pengaruh Kualitas dan Fasilitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Klinik Laurasum Dental Care Jakarta Utara2026-03-12T03:21:28+00:00Selviana LendeAnaselvilende@yahoo.comEddy Hermawan Hasudungan PanjaitanEddypanjaitan997@gmail.comBambang NurakhimBambangnur1967@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas pelayanan terhadap kepuasan pasien di Klinik LDC–Laurasum Dental Care. Latar belakang penelitian didasarkan pada adanya keluhan pasien mengenai waktu tunggu, kenyamanan ruang tunggu, serta keterbatasan alat medis yang menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan pengalaman layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan melibatkan 35 pasien rawat jalan sebagai responden serta dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert 1–5 yang mengukur variabel kualitas pelayanan, fasilitas pelayanan, dan kepuasan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan pasien. Sebaliknya, fasilitas pelayanan terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sehingga menjadi faktor dominan dalam membentuk kepuasan pasien. Secara simultan, kualitas pelayanan dan fasilitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien, dibuktikan dengan nilai F-hitung yang lebih besar dari F-tabel dan tingkat signifikansi <0,05. Nilai R Square sebesar 0,379 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 37,9% variabilitas kepuasan pasien. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan fasilitas fisik dan sarana pendukung sebagai strategi utama dalam meningkatkan kepuasan pasien di Klinik LDC–Laurasum Dental Care.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Selviana Lende, Eddy Hermawan Hasudungan Panjaitan, Bambang Nurakhimhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2403Festival Jelajah Maumere sebagai Upaya Merawat Warisan Leluhur dan Peradaban Lokal melalui Dinas Pariwasata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka2026-03-12T04:02:29+00:00Maria Margaretha Paularilamargaretha7@gmail.comMarkus Kristian Retu markuskristianretu@gmail.com Intan Mustafa Intanmustafa15@gmail.com<p>Festival budaya merupakan salah satu strategi penting dalam upaya pelestarian warisan leluhur dan peradaban lokal di tengah arus globalisasi dan modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Festival Jelajah Maumere sebagai upaya merawat warisan leluhur dan peradaban lokal melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, menjadikan Festival Jelajah Maumere sebagai studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh adat, pelaku seni budaya, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Festival Jelajah Maumere berperan sebagai media pelestarian budaya yang efektif melalui representasi nilai-nilai leluhur, penguatan identitas budaya lokal, serta pewarisan tradisi kepada generasi muda. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka berperan strategis sebagai fasilitator, regulator, dan promotor budaya dalam penyelenggaraan festival, sehingga mendorong partisipasi aktif masyarakat dan komunitas adat. Selain berdampak pada pelestarian budaya, festival ini juga memberikan kontribusi sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal melalui penguatan sektor pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. Namun demikian, penelitian ini menemukan adanya tantangan berupa keterbatasan sumber daya, risiko komodifikasi budaya, serta belum optimalnya pemerataan manfaat festival bagi seluruh komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Festival Jelajah Maumere tidak hanya berfungsi sebagai agenda pariwisata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menjaga keberlanjutan warisan leluhur dan peradaban lokal di Kabupaten Sikka. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan festival yang berkelanjutan, partisipatif, dan berorientasi pada nilai-nilai budaya lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara jangka panjang.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Maria Margaretha Paula, Markus Kristian Retu , Intan Mustafa https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2404TikTok vs Kehidupan Remaja: Menelaah Dampak Negatif Media Sosial2026-03-12T04:26:59+00:00Ainun Mahya Firdausainunmahyafirdaus@gmail.comIyut Almira Khaylilaiyut.almira@gmail.comSiti Nur Shabrinashabrinaabcndsa@gmail.comYusup Akhsaniyusupakhsani9@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak negatif media sosial TikTok terhadap remaja, khususnya pada aspek perilaku, psikologis, interaksi sosial, dan prestasi akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek 10 siswi MTs Sunan Pandanaran yang aktif menggunakan TikTok. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memengaruhi perilaku remaja melalui kecanduan digital, paparan konten negatif, dan imitasi perilaku yang tidak sesuai norma sosial. Dampak psikologis yang muncul meliputi rasa cemas, minder, dan perubahan emosi saat membandingkan diri dengan konten yang ditonton. Interaksi sosial juga mengalami perubahan, di mana remaja cenderung meniru bahasa, gaya, dan tren digital, serta lebih nyaman mengekspresikan diri melalui video dibanding komunikasi tatap muka. Selain itu, penggunaan TikTok berdampak pada waktu belajar dan prestasi akademik, karena sebagian remaja mengorbankan waktu belajar untuk menonton video, menunda tugas, atau kehilangan fokus. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran orang tua, guru, dan masyarakat dalam memberikan bimbingan dan literasi digital, agar remaja dapat menggunakan TikTok secara bijak dan tetap menjaga keseimbangan antara hiburan, sosial, dan akademik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ainun Mahya Firdaus, Iyut Almira Khaylila, Siti Nur Shabrina, Yusup Akhsanihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2420Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Para Pekerja Zakiyah Wedding Decoration2026-03-24T23:58:00+00:00Nurlatifah Intan Azuralatifahazura77@gmail.comZulamrizulamri@uin-suska.ac.id<p>Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada pekerja Zakiyah Wedding Decoration. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 2 informan utama yaitu pemilik usaha Zakiyah Wedding Decoration, dan koordinator dekorasi. Selain itu terdapat dua informan pendukung yaitu 2 kru dekorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dilakukan melalui beberapa langkah, seperti pemberian tunjangan kesehatan kepada pekerja, pembagian tugas sesuai kemampuan masing-masing anggota tim, kerja sama dalam mengangkat barang berat, serta pelaksanaan briefing sebelum berangkat ke lokasi dekorasi. Selain itu, pengawasan langsung oleh pemilik usaha juga dilakukan selama proses pemasangan dan pembongkaran dekorasi untuk memastikan pekerjaan berjalan dengan baik. Namun demikian, penerapan K3 masih bersifat sederhana dan belum didukung dengan penggunaan alat pelindung diri secara khusus.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nurlatifah Intan Azura, Zulamrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2416Percampuran Kedudukan Sekutu Komanditer Menjadi Sekutu Pengurus dalam Persekutuan Komanditer2026-03-26T10:18:02+00:00Annurdiannurdi@upb.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percampuran kedudukan sekutu komanditer menjadi sekutu pengurus dalam pengurusan CV, yang pada giliran berikutnya berdasarkan analisis tersebut akan memberikan rekomendasi terkait pembaharuan regulasi mengenai CV dengan memperhatikan perkembangan dan kebutuhan hukum yang ada sebagai upaya pembangunan hukum perusahaan, khususnya pada pengaturan mengenai CV. Penelitian ini merupakan penelitian hukum (normatif), dengan menggunakan beberapa pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan (<em>statute approach</em>), pendekatan perbandingan (<em>comparative approach</em>), dan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam perkembangannya ditemukan adanya rumusan mengenai kewenangan yang dimiliki sekutu komanditer dalam pemberian persetujuan atas tindakan hukum yang dilakukan sekutu pengurus dalam anggaran dasar CV, dimana hal tersebut menyebabkan sekutu komanditer bertindak sebagai “sekutu pengurus bayangan” yang bertentangan dengan Pasal 20 ayat (2) KUHD. Adanya perumusan pemberian kewenangan bagi sekutu komanditer tersebut menunjukkan adanya kebutuhan hukum yang belum diakomodir dalam pengaturan CV berdasarkan KUHD. Mendasarkan hal tersebut, maka perlu adanya upaya pembaharuan ketentuan mengenai CV yang dapat memberikan kepastian hukum mengenai batasan hak atau kewenangan sekutu komanditer dalam pelaksanaan kegiatan yang dilakukan CV dalam rangka memberikan perlindungan hukum atas modal yang telah ia setorkan ke dalam CV serta berkesesuaian dengan kebutuhan hukum yang ada saat ini.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Annurdihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2053Implementasi Kebijakan Bank Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan di Kota Tangerang Selatan2026-03-27T08:14:09+00:00Nadia Khoerotunnisanadiakhoerotunnisa10@gmail.comMarsha Nara Andiramarshanara05@gmail.comResdyandi S Dinataresdyandidinata@gmail.comReihan Ahmad Maulanareihanahmadmaulana22@gmail.comAbdul Rahmanabdul.rahman@umj.ac.id<p>Seiring dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas di perkotaan, masalah pengelolaan sampah menjadi masalah lingkungan yang semakin kompleks. Dalam pengelolaan sampah rumah tangga, Kota Tangerang Selatan menghadapi masalah yang signifikan, yang menyebabkan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbatas dan juga meningkatkan tingkat kerentanan dari pencemaran lingkungan dan banjir. Program Bank Sampah berbasis partisipasi masyarakat merupakan bentuk kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah sebagai solusi dari mengatasi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kebijakan Bank Sampah diterapkan sebagai upaya pengelolaan lingkungan di Kota Tangerang Selatan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah, dokumen kebijakan, laporan pemerintah, dan publikasi media yang relevan. Penelitian ini menggunakan model implementasi dari kebijakan George C. Edwards III. Model tersebut menyoroti empat faktor utama: komunikasi kebijakan, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kebijakan Bank Sampah di Kota Tangerang Selatan telah berjalan dengan baik dan telah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah dan memberikan nilai ekonomi dari sampah anorganik. Namun demikian, kekurangan sumber daya, partisipasi masyarakat yang tidak konsisten, insentif yang kurang bagi pengelola, dan sistem koordinasi antarlembaga yang tidak terintegrasi menyebabkan kebijakan tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, penelitian ini menyarankan peningkatan komunikasi kebijakan yang konsisten, peningkatan dukungan sumber daya dan keterampilan pengelola, dan peningkatan koordinasi birokrasi untuk mencapai pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan melalui program Bank Sampah Kota Tangerang Selatan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nadia Khoerotunnisa, Marsha Nara Andira, Resdyandi S Dinata, Reihan Ahmad Maulana, Abdul Rahmanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2393Transformasi Mata Pencaharian dan Dinamika Sosial Masyarakat Pendatang dalam Proses Urbanisasi di Kelurahan 12 Ulu, Kota Palembang2026-03-28T10:13:31+00:00Putri Adindaptriandna08@gmail.comUmi Khasanahsayaumikha@gmail.comGeneva Nurwahyu Al Imanigenevanurwahyualimani@gmail.comSaharas33644109@gmail.comRohmatrohmat030306@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idSuci Wahyu Fajrianisuci_wahyu_fajriani@fisip.unsri.ac.idLisya Septiani Putrilisyaseptianiputri@fisip.unsri.ac.id<p>Urbanisasi merupakan fenomena perpindahan penduduk dari desa ke kota yang berdampak pada perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Kota Palembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Sumatera Selatan mengalami peningkatan arus urbanisasi yang memengaruhi kehidupan masyarakat pendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi mata pencaharian serta dinamika sosial masyarakat pendatang di Kelurahan 12 Ulu, Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap informan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat pendatang yang sebagian besar berasal dari Serang, Banten mengalami perubahan mata pencaharian dari sektor agraris di daerah asal menuju sektor informal di perkotaan, seperti buruh angkut di pasar dan pekerjaan rumah tangga. Selain itu, masyarakat juga mampu membangun hubungan sosial yang harmonis melalui kegiatan sosial dan keagamaan yang memperkuat solidaritas antar warga.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putri Adinda, Umi Khasanah, Geneva Nurwahyu Al Imani, Sahara, Rohmat, Rudy Kurniawan, Suci Wahyu Fajriani, Lisya Septiani Putrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2406Tatakelola Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Penerbitan e-KTP Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil2026-03-28T11:22:07+00:00Sukur Sulemansukursuleman@gmail.comJulfi Jamiljulfijamil@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kualitas pelayanan perekaman KTP-el di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Halmahera Selatan. Metode yang digunakan penelitian serta pendekatan penelitian ini yakni kualitatif dengan penjabaran deskriptif yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh gambaran untuk memahami dan menjelaskan mengenai kualitas pelayanan KTP-el pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Halmahera Selatan. Dimana data yang terkumpul merupakan hasil dari lapangan yang di peroleh melalui pengumpulan data primer seperti observasi, wawancara, studi pustaka, dan pengumpulan data skunder seperti data pendukung yang di peroleh dari arsip/dokumen yang sudah ada atau literatur tulisan yang sangat berkaitan judul penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum efektivitas Pelayanan KTP-el di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Halmahera Selatan belum begitu maksimal. Hal tersebut dapat dilihat dari kapasistas sumber daya manusia aparatur pegawai di Dukcapil yang belum maksimal, sikap kedisiplinan para pegawai, penyediaan fasilitas sarana dan prasarana yang lebih memadai, serta rasa tanggung jawab dan profesionalitas pegawai dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat yang perlu ditingkatkan, selain itu rentang kendali antara masyarkat dan pusat pelayanan e-KTP yang begitu jauh.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sukur Sulemanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2423Banjir sebagai Fenomena Sosial-Lingkungan: Analisis Faktor Penyebab Banjir di Jawa Tengah2026-03-28T11:44:56+00:00Yusup Akhsaniyusupakhsani9@gmail.comFesti Hayu Winastifiojova@gmail.comZidan Fadil Uchidazidanfu@gmail.comKavindra Hanafivindrahanafi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan banjir di Jawa Tengah dengan fokus khusus pada Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari aparat pemerintah, warga terdampak, dan aktivis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir di Semarang dipengaruhi oleh kombinasi faktor alam seperti curah hujan tinggi dan penurunan muka tanah, serta faktor manusia seperti alih fungsi lahan, sistem drainase yang buruk, dan kurangnya pengelolaan sampah. Secara khusus, wilayah pesisir dan dataran rendah di Semarang menunjukkan tingkat kerentanan yang tinggi akibat urbanisasi yang cepat dan tidak terkendali. Kurangnya koordinasi antar lembaga dalam pengelolaan lingkungan, serta lemahnya penegakan regulasi tata ruang, turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam merancang kebijakan pengendalian banjir yang berbasis pada kondisi lokal serta partisipasi masyarakat yang aktif dan berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yusup Akhsani, Festi Hayu Winasti, Zidan Fadil Uchida, Kavindra Hanafihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2093Bonus Demografi dan Masa Depan Demokrasi: Refleksi Konsep Kehendak Umum Rousseau dalam Konteks Indonesia2026-03-28T12:01:41+00:00Aloysius Limbon Narangoisnarang@gmail.comYosef Adrianus Lado Hurintadrianuslpc@gmail.comYohanes Wilson Bekuwilsonbeku@gmail.comArnoldus Yansen Koboyansenkobo@gmail.comOktavianus Edward Mettavianmetta@gmail.comGregorius SilaGregoriussila02@gmail.com<p>Bonus demografi dan demokrasi adalah dua konsep yang saling terkait. Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif, subjek-subjek politik baru juga muncul. Namun, apakah dominasi generasi produktif selama periode demografi ini dapat menjamin keberlanjutan demokrasi di Indonesia? Praktik-praktik politik uang dan politik identitas masih kuat dalam budaya politik Indonesia. Demokrasi hanya bersifat prosedural dan telah kehilangan makna substansialnya. Oleh karena itu, kehendak umum Rousseau dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk menganalisis masalah ini. Rousseau memberikan landasan etis bagi setiap subjek politik dalam berpolitik. Untuk menyelamatkan sistem demokrasi, tuntutan kehendak umum harus diprioritaskan. Tujuan artikel ini adalah menganalisis bonus demografis dan demokrasi dari perspektif kehendak umum Rousseau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Temuan dalam artikel ini adalah: (1) bonus demografis menghasilkan subjek politik baru, (2) partisipasi politik yang aktif dan sadar berperan dalam demokrasi Indonesia, (3) kehendak umum merupakan landasan etis bagi subjek politik dalam mempertahankan demokrasi. Oleh karena itu, kehendak umum Rousseau dapat dilihat sebagai landasan kokoh untuk menjawab persoalan bonus demografi bagi bonus demokrasi Indonesia di masa mendatang.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Aloysius Limbon Narang, Yosef Adrianus Lado Hurint, Yohanes Wilson Beku, Arnoldus Yansen Kobo, Oktavianus Edward Metta, Gregorius Silahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2397Pengaruh Profitabilitas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kebijakan Dividen dengan Likuiditas sebagai Variabel Moderasi2026-03-28T12:21:06+00:00Rita Kusumawatikusumawatirita@umy.ac.idWina Melaniandimariani@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen dengan likuiditas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sub sektor barang konsumsi primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021-2024. Jenis dari penelitian ini yaitu kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ini sebanyak 152, yang didapatkan melalui metode purposive sampling. Teknik analisis data dari peneltian ini yaitu analisis regresi linier berganda dan moderated regression analysis (MRA). Alat analisis yang digunakan penelitian ini yaitu EViews 13. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan leverage berpengaruh posituf signifikan terhadap kebijakan dividen sedangkan ukuran perusahaan negatif signifikan terhadap kebijakan dividen. Selanjutnya, likuiditas mampu memoderasi profitabilitas terhadap kebijakan dividen sedangkan likuiditas tidak mampu memoderasi leverage terhadap kebijakan dividen, likuiditas mampu memoderasi ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen dengan arah memperlemah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen keuangan, khususnya dalam kajian kebijakan dividen, melalui pengujian pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan dengan memasukkan likuiditas sebagai variabel moderasi. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris mengenai peran faktor-faktor keuangan dan kondisi likuiditas dalam proses pengambilan keputusan manajerial terkait pembagian dividen. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi akademik mengenai kebijakan dividen serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji kebijakan dividen pada perusahaan di Indonesia. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan profitabilitas dan mengelola leverage secara bijak guna menjaga struktur pendanaan yang sehat serta mendukung konsistensi pembagian dividen, dengan menitikberatkan pada kinerja keuangan dan arus kas, bukan ukuran perusahaan. Bagi investor, profitabilitas dan leverage menjadi indikator penting dalam menilai potensi dividen, sehingga keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis laba, struktur permodalan, stabilitas arus kas, dan kualitas laporan keuangan. Sementara itu, peneliti selanjutnya disarankan memperluas objek dan periode penelitian agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan mencerminkan kondisi jangka panjang. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa ketergantungan pada data sekunder, keterbatasan jumlah sampel akibat perusahaan tidak secara rutin membagikan dividen, serta periode pengamatan yang singkat.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rita Kusumawati, Wina Melanihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2424Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Kolaka2026-03-28T13:26:49+00:00Hernindakusumawatirita@umy.ac.idArafat Mallapisengafatpascaunm@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) kabupaten Kolaka. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan jenis penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Adapun Lokasi dalam penelitian ini yaitu di Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kolaka. Responden dalam penelitian ini yakni seluruh pegawai dinas koperasi yang berupa ASN/P3K dan honorer dengan total jumlah 38 pegawai. Data diperoleh melalui kuisioner yang disebar ke seluruh responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Kolaka yang dapat dilihat dengan nilai t hitung > t tabel dengan nilai sebesar 2,822 > 2,028 artinya budaya organisasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Untuk nilai analisis korelasi sebesar 0,426 yang menunjukan adanya keeratan hubungan langsung antara variabel budaya organisasi dan kinerja pegawai. Angka korelasi ini terdapat pada posisi korelasi cukup dengan nilai interval 0,41 – 0,70 dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel budaya organisasi memilki hubungan dalam kategori cukup terhadap kinerja pegwai. Nilai R Square (R<sup>2</sup>) sebesar 0,555 menunjukan bahwa pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai sebesar 55,5% dan sisanya 45,5% di jelaskan oleh variabel lain yang tidak di pilih dalam penelitian ini.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Herninda, Arafat Mallapisenghttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2425Efektivitas Edukasi Gizi Seimbang melalui Media Buku Cerita Bergambar terhadap Siswa MTs Sunan Pandanaran2026-03-28T13:48:53+00:00Fany Rifqohfanyrifqoh08@gmail.comFesti Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comMuhammad Haikal Fakhri Naufalhaikalnaufal@gmail.comRei Syafi Abdul Rosyidreisyafiar@gmail.com<p>Pola makan yang salah merupakan penyebab dari timbulnya masalah kekurangan dan kelebihan gizi. Hidangan makanan sehari-hari sebaiknya mengacu pada Pedoman Gizi Seimbang. Bagi anak-anak, sangat penting untuk mereka menjalani pola makan yang sehat untuk mendapatkan gizi yang seimbang bagi tubuhnya. Salah satu alternatif media yang dapat digunakan untuk mengedukasi anak-anak adalah buku. Kegiatan membaca buku sendiri mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya melatih konsentrasi, melatih kemampuan berpikir logis, mengembangkan imajinasi serta kreativitas, dan masih banyak lagi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa yang diberi edukasi gizi seimbang melalui media buku cerita bergambar MTs Sunan Pandanaran. Penelitian ini menggunakan metode Pre Eksperimental Design jenis One-Group Pretest-Posttest Design. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan program statistik komputer (SPSS 22.0 for Windows) dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian edukasi gizi seimbang melalui media buku cerita bergambar berpengaruh signifikan (P<0,05) terhadap peningkatan pengetahuan gizi seimbang di MTs Sunan Pandanaran.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fany Rifqoh, Festi Hayu Winastri, Muhammad Haikal Fakhri Naufal, Rei Syafi Abdul Rosyidhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2426Inovasi Pengolahan Lidah Buaya di Masyarakat: Studi Sosial tentang Produksi Nata de Aloe Vera sebagai Suplemen Penurun Gula Darah2026-03-28T14:13:47+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comBanyu Shafi Iskandarshafi@gmail.comSatria Muhammad Wahab Hasbullahsatriamwh@gmail.com<p>Diabetes Melitus merupakan suatu gangguan dalam proses metabolisme tubuh. Salah satu alternatif untuk pencegahan atau penurunan penyakit tersebut dengan mengkonsumsi pangan sehat. Aloe vera yaitu tanaman yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan lidah buaya, mampu menurunkan risiko diabetes melitus. Tanaman ini memiliki kemampuan kerja yang mirip dengan insulin, sehingga dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan gula darah. Pengetahuan masyarakat mengenai lidah buaya masih sebatas untuk perawatan rambut dan luka. Sedangkan tanaman ini dapat diolah menjadi pangan sehat yang bermanfaat untuk dikembangkan. Nata de aloe vera merupakan produk fermentasi yang memiliki potensi besar sebagai suplemen penurun kadar gula darah. Aloe vera (lidah buaya) sendiri telah lama dikenal memiliki berbagai khasiat medis, termasuk efek hipoglikemik. Ketika diolah menjadi nata, serat-seratnya menjadi lebih mudah dicerna dan bioavailabilitas zat aktifnya mungkin meningkat. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan bagi pasien pengidap diabetes melitus sebagai obat alternatif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik angket dan studi pustaka . Angket untuk validasi ahli.Studi pustakaa untuk mengumpulkan potensi masalah dan bahan-bahan pengembangan produk.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Banyu Shafi Iskandar, Satria Muhammad Wahab Hasbullahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2427Inovasi Shampo Herbal dari Belimbing Wuluh dan Daun Pandan: Pemanfaatan Tanaman Lokal untuk Perawatan Rambut Masyarakat2026-03-29T03:19:00+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comGhazi Arkhan Prasetyoghazika@gmail.comIlham Hadi Wibowoham14wok@gmail.com<p>Ketombe merupakan masalah umum pada kulit kepala yang dialami banyak orang di seluruh dunia. Penggunaan bahan kimia dalam produk perawatan rambut seringkali menimbulkan kekhawatiran terhadap efek samping dan dampak jangka panjang bagi kesehatan rambut dan kulit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk experimen formulasi sampo anti ketombe berbahan dasar alami yaitu ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb). Kandungan senyawa bioaktif dalam kedua tanaman tersebut, seperti asam askorbat, tanin, flavonoid, dan alkaloid, diketahui memiliki sifat antibakteri dan antimikroba yang efektif untuk mengatasi ketombe. Metode yang digunakan adalah metode experimen dengan tahapan mencakup ekstraksi bahan aktif, formulasi sampo, dan evaluasi fisik produk. Proses ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, sementara formulasi sampo melibatkan bahan tambahan seperti SLS, foam booster, gliserin, dan fragrance oil. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa rendemen dari ekstraksi daun pandan sebesar 9,7% dan belimbing wuluh sebesar 4,1%, dengan keduanya mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai agen anti ketombe. Dengan demikian, formulasi sampo berbasis belimbing wuluh dan daun pandan wangi memiliki potensi sebagai alternatif alami yang efektif dalam mengatasi ketombe, sekaligus mengurangi risiko efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh bahan kimia sintetis.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Ghazi Arkhan Prasetyo, Ilham Hadi Wibowohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2428Analisis Tata Kelola BUMDes di Desa Lamondape Kecamatan Polinggona Kabupaten Kolaka2026-03-29T04:25:51+00:00Andi Melda Ameilia Amirfiojova2007@gmail.comLa Ode Asrun Asizlaodeasrunasiz@gmail.comAhmad Farouq Mulku Zahariahmadfarouqmulkuzahari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tata kelola BUMDes di Desa Lamondape, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan fakta dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan penulis untuk mendapatkan data yang objektif dalam rangka mengetahui dan memahami bagaimana pengelolaan BUMDes dalam menunjang pembangunan ekonomi desa di Desa Lamondape, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adapun tata kelola BUMDes di Desa Lamondape dalam penyewaan tenda sudah transparan, akuntabel, partisipatif dan berkelanjutan, yang mengacu pada hal-hal sebagai berikut: (1). Landasan Hukum berupa peraturan desa dan bupati, anggaran rumah tangga dan standar oprasional prosedur. (2). Manajemen oprasional berupa peralatan dan inventaris, prosedur penyewaan, jadwal sewa, pemasaran dan penyelesaian masalah. (3). Manajemen keuangan berupa laporan keuangan, laba dan pembagian hasil, serta pernyetaan modal. (4). Partisipasi masyarakat dimana melibatkan masyarakat, keterbukaan informasi, serta meiliki manfaat berkelanjutan struktur organisasi terdiri dari personel yang kompeten, tugas dan tanggung jawab serta larangan rangkap jabatan. BUMDes di Desa Lamondape melakukan pengelolan dengan penyewaan tenda terowongan yang dikelola sebanyak 6 lokal yang menyewakan kepada masyarakat Rp. 200.000 per lokal. Namun anggaran penyewaan tenda tersebut tidak disampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan hanya disampaikan kepada pemerintah desa saja. Sehingga masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui pelaksanaan pengelolaan BUMDes Desa Lamondape, sehingga hal ini menunjukkan bahwa tata kelola BUMDes Desa Lamondape Kecamtan Polinggona Kabupaten Kolaka belum berjalan dengan baik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Melda Ameilia Amir, La Ode Asrun Asiz, Ahmad Farouq Mulku Zaharihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2429Layanan Offline Tatap Muka (LA OFTAMU) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kolaka Utara dalam Perspektif New Public Service Manajemen2026-03-29T05:22:42+00:00Asmi Andinidinikolut@gmail.comLa Ode Asrun Asizlaodeasrunasiz@gmail.comAhmad Farouq Mulku Zahariahmadfarouqmulkuzahari@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Layanan <em>Offline </em>Tatap Muka (LA OFTAMU) Dikantor Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Kolaka Utara Dalam Persfektif <em>New Public Service Manajemen</em>. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif ,data yang dikumpulkan dari data primer dan data sekunder. Data primer bersumber dari wawancara dengan para informan yang berjumlah 7 orang dan hasil pengamatan lapangan. Sedangkan untuk data sekunder dengan melakukan pengumpulan data melalui studi kepustakaan, dan literatur pendukung. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dengan menggunakan reduksi data, display data penyajian dan penarikan kesimpulan teknik keabsahan data keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji, <em>credibility, transferability, dependability, dan confirmability</em>.Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terkait dengan bukti fisik, fasilitas pendukung pelayanan di Disdukcapil Kabupaten Kolaka Utara belum memadai dan memuaskan masyarakat. Hal ini dikarenakan belum adanya kipas angin maupun AC di ruang tunggu, belum adanya pengeras suara untuk memanggil antrian, serta belum adanya buku bacaan atau koran yang dapat dibaca selama menunggu antrian proses layanan. Namun pegawai Disdukcapil Kabupaten Kolaka Utara melayani masyarakat dengan baik. Pegawai merespon hal-hal yang ditanyakan masyarakat dan memberi pengarahan terkait dengan pertanyaan tersebut. Pegawai melayani dengan ramah dan sopan serta handal, kompeten dan sikap baik kepada masyarakat.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Asmi Andini, La Ode Asrun Asiz, Ahmad Farouq Mulku Zaharihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2430Efektivitas Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko melalui Online Single Submission (OSS) di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Kolaka2026-03-29T11:26:52+00:00Dewi Rani Sulistianidewiranisulistiani@gmail.comLa Ode Asrun Asiz Rlaodeasrunasiz@gmail.comMaulid maulid@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Efektivitas Penyelenggaraan Perizinan Berbasis Risiko Melalui Online Single Submission (OSS) Di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Kolaka. Informan dalam penelitian ini yakni, pegawai PTSP, dan Pengusaha pemilik NIB. Jenis dan sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan data primer yakni data yang diperoleh secara langsung dari informan penelitian melalui teknik pengumpulan data, dan data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi kepustakaan yaitu dengan cara menginterventarisasi dan menganalisis literatur-literatur berupa buku-buku, Jurnal yang berkaitan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas penyelenggaraan sistem Online Single Submission (OSS) dilihat dari inddikator penelitian Efektivitas menyeluruh pelayanan OSS dalam pembuatan di DPMPTSP menunjukkan hasil yang positif dan efektif karena mempermudah perizinan, tetapi masih menghadapi kendala seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang sistem, kendala teknis, dan infrastruktur. Kualitas pelayanan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS di DPMPTSP ditandai dengan efisiensi dan kemudahan karena prosesnya terintegrasi secara elektronik, mengurangi birokrasi, dan mempercepat waktu penerbitan dokumen. Peningkatan produktivitas terjadi dari tahun ke tahun melalui proses yang otomatis, terintegrasi secara elektronik dari kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah, serta mengurangi interaksi tatap muka yang dapat menyebabkan penundaan. Stabilitas penyelenggaraan pelayanan OSS di DPMPTSP merujuk pada konsistensi dan keandalan sistem dalam menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara elektronik, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti integrasi data yang akurat, infrastruktur teknologi yang stabil, proses bisnis yang terstandarisasi, dan dukungan regulasi yang jelas. Sistem ini berfungsi memangkas birokrasi dan mempercepat izin usaha bagi pelaku bisnis.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Rani Sulistiani, La Ode Asrun Asiz R, Maulid https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2431Analisis terhadap Upaya Hukum Perlawanan terhadap Putusan dalam Perkara Perdata2026-03-29T14:18:03+00:00Linda MayasariMayasarilinda21@gmail.comMuh. Fitriadi Tiadi.muhammad@gmail.comMarlinmarlinadvokat@gmail.com<p>Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analysis deskriptif kualitatif di mana yang dianalisiskan adalah mengenai perlakuan tergugat dalam perkara perdata yang secara sengaja tidak menghadiri siding meskipun telah dipanggil secara sah dan patut. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa ketidakhadiran tergugat tersebut bukan karena tidak mengetahui dirinya di gugat, juga bukan karena alasan yang sah.Relas panggilan sidang pun ditunjukkan oleh juru sita namun tergugat menolak bertanda tangan, setelah perkara diputus verstek tergugat mengajukan upaya hukum perlawanan. Ternyata di balik penolakan dlaam menanda tangani relas panggilan tersebut terselubung tujuan licik yaitu dengan maksud lebih lama menguasai tanah objek sengeketa dan untuk menguras penggugat dari segi waktu dan pembiayaan yang kebetulan penggugat berdomisili di kota kendari. Tindakan tergugat terbut asas mendengar asas mendengar kedua belah pihak karena memang secara sengaja merugikan penggugat. Seharusnya keadaan seperti ini tergugat mengajukan upaya hukum perlawanan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Linda Mayasari, Muh. Fitriadi , Marlinhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2432Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur2026-03-30T02:29:37+00:00Sri Hifta Mayantihyftamynti@gmail.comI Rawatii.rawati@gmail.comMuhammad Hidayat Djabbari muhammadhidayatdjabbari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang Implementasi Peraturan Bupati Kolaka Timur Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi di Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur studi pada percepatan penurunan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak 15 orang. Jenis dan Sumber data yang digunakan yakni Pengumpulan Data, Reduksi Data, Kajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi program penurunan stunting menyimpulkan bahwa tingginya angka stunting di karenakan masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang dampak stunting dan apa itu stunting. Kegiatan sosialisasi ataupun penyuluhan di desa-desa lokasi stuntingg sudah dilakukan namun lebih fokus ke penyuluhan-penyuluhan dengan memberikan materi tentang penyebab, Penurunan dan penanggulangannya stuntingg. Dinas Kesehatan dan TPPS terus melakukan upaya yaitu dengan cara sosialiasi dan advokasi kepada masyarakat untuk memberikan pengarahan dan pemantauan agar angka stunting dapat dikurangi. Tetapi melalui upaya yang dilakukan tidak dapat menekan angka stunting yang ada. TPPS dibentuk di tingkat kecamatan dan desa, menjadi ujung tombak pelaksanaan dan pendampingan intervensi di lapangan. Adanya dukungan dari Dana Desa sebagai salah satu sumber anggaran dalam program penurunan stunting. Peran OPD dalam hal ini Dinas Kesehatan, Puskesmas, TPPS dan Pemerintah Desa/kelurahan sudah melaksanakan peranannya masing-masing dalam melaksanakan program-program penurunan stunting namun dari sisi masyarakat masih banyaknya masyarakat yang belum mengikuti dengan benar tentang prosedur atau tata cara penanganganan stunting sehingga masih banyaknya angka stunting.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Hifta Mayanti, I Rawati, Muhammad Hidayat Djabbari https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2433Integrating Public relations and Operations Management in Financing Services: A Business Strategy Perspective in Venture Capital Firms2026-03-30T03:43:47+00:00Risnawatirisnawati@poliupg.ac.idMaududi Lamparawi Magendamaududi.lm@poliupg.ac.idKurniati Asmar kurniati.asmar@poliupg.ac.idTri Wahyu Septyani triwahyu.septyani@poliupg.ac.idAndi Indra Saputra Alamsyah aindra.saputraa@poliupg.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi <em>public relations</em> dan manajemen operasional dalam layanan pembiayaan dari perspektif strategi bisnis pada perusahaan modal ventura. Dalam dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, integrasi antara fungsi komunikasi organisasi dan proses operasional menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas layanan serta memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana <em>public relations</em> dan manajemen operasional saling berinteraksi dalam mendukung implementasi strategi bisnis perusahaan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta analisis dokumen yang berkaitan dengan praktik <em>public relations</em> dan proses operasional dalam penyelenggaraan layanan pembiayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara <em>public relations</em> dan manajemen operasional memiliki peran strategis dalam membangun reputasi perusahaan, meningkatkan kualitas komunikasi dengan mitra usaha, serta mendukung efektivitas pengelolaan layanan pembiayaan. Selain itu, sinergi antara strategi komunikasi dan pengelolaan operasional memungkinkan perusahaan untuk menjalankan strategi bisnis secara lebih adaptif terhadap dinamika pasar dan kebutuhan pemangku kepentingan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan modal ventura perlu memperkuat integrasi antara fungsi <em>public relations</em> dan manajemen operasional sebagai bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan kinerja layanan pembiayaan dan keberlanjutan organisasi.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Risnawati, Maududi Lamparawi Magenda, Kurniati Asmar , Tri Wahyu Septyani , Andi Indra Saputra Alamsyah https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2436Analisis Hukum Komparatif Penyelesaian Sengketa Tindakan Faktual Atas Tindakan Fiktif Positif Pasca Undang-Undang Cipta Kerja2026-03-30T12:01:30+00:00Saddang NurSaddangnur90@gmail.comWinner A Siregarwasiregar@gmail.comSuriani Bt Tolo60.suriani@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan mekanisme penyelesaian Permohonan Fiktif Positif dan gugatan Tindakan Faktual, serta menganalisis penyelesaian melalui sengketa tindakan faktual yang dapat mengisi kekosongan hukum Permohonan Fiktif Positif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendakatan kasus. Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum tersebut dianalisis secara kualitatif. Adapun hasil penelitian ini, yaitu (1) penyelesaian Tindakan faktual diselesaikan melalui gugatan ke PTUN kemudian upaya hukumnya banding dan Kasasi. Sementara Fiktif Positif penyelesaiannya di ajukan di PTUN melalui Permohonan kemudiannya putusannya bersifat final dan mengikat di pengadilan tingkat pertama tanpa ada upaya hukum. Sehingga Perlunya mengembalikan kewenangan PTUN dalam menyidangkan Keputusan Fiktif Positif sebagai bentuk pengawasan Lembaga Yudikatif Kepada Lembaga Eksekutif. (2) Untuk mengisi kekosongan hukum terhadap dihapusnya kewenangan PTUN dalam mengadili Keputusan Fiktif Positif, para pencari keadilan (Warga masyarakat) dapat mengajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara melalui Gugatan Tindakan Faktual. Pemerintah segera menerbitkan Peraturan Presiden atau peraturan lainya yang mengatur Terkait Penyelesaian Permohonan Fiktif Positif serta Masyarakat dapat Mengajukan Permohonan Yudicial Review Pasal 175 UU Ciptaker ke mahkamah Kontitusi.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Saddang Nur, Winner A Siregar, Suriani Bt Tolohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2437Kinerja Puskesmas Poleang dalam Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (Phbs) di Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana2026-03-30T13:50:39+00:00Sazki Azizahsazkyazizah12@gmail.comLa Ode Asrun Azis Rlaodeasrunasiz@gmail.comAhmad Farouq Mulku Zahariahmadfarouqmulkuzahari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Puskesmas Poleang Dalam Pelaksanaan Program perilaku Hidup Bersih dan Sehat menggunakan teori kinerja organisasi menurut Dwiyanto dalam Nugraha (2020), yang mencakup Produktivitas, Kualitas layanan, Responsivitas, Responsibilitas dan Akuntabilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling, terdiri dari tenaga Kesehatan puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja puskesmas poleang dalam pelaksanaan program PHBS tergolong cukup baik, namun belum optimal. Dari aspek produktivitas, puskesmas telah melaksanakan penyuluhan, pemantauan jamban, pendampingan rumah tangga sehat, serta kegiatan lintas sektor secara rutin, tetapi masih terkendala rendahnya partisipasi masyarakat dan lambatnya perubahan perilaku kesehatan. Dari aspek kualitas layanan, edukasi kesehatan berjalan melalui media informasi dan posyandu, namun respon dan pemahaman masyarakat masih rendah akibat metode penyampaian yang kurang sesuai dan keterbatasan sarana seperti jamban sehat. Dari aspek responsivitas, puskesmas telah menanggapi kebutuhan masyarakat, meski dukungan sumber daya belum merata. Pada aspek responsibilitas, pelaksanaan program telah mengikuti pedoman dan prosedur, tetapi tingkat partisipasi masih menjadi hambatan. Dari aspek akuntabilitas, puskesmas telah mempertanggungjawabkan kegiatan melalui pelaporan rutin dan koordinasi lintas sektor, tetapi transparansi terkait evaluasi program masih perlu ditingkatkan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sazki Azizah, La Ode Asrun Azis R, Ahmad Farouq Mulku Zaharihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2439Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kematian di Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 Menggunakan Metode GLM Negative Binomial dengan Pendekatan INLA2026-03-31T03:39:43+00:00Chalisa Salsabilachalisaslsbl2007@gmail.comAnggit Naufal Nararya Fawwaz Tyagaanggitadicandra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan faktor-faktor sosial ekonomi dan kesehatan yang memengaruhi jumlah kematian ibu di Provinsi Jawa Barat tahun 2023 menggunakan pendekatan Generalized Linear Model (GLM) dengan distribusi Negative Binomial dan metode Bayesian Integrated Nested Laplace Approximation (INLA). Data yang digunakan mencakup 27 kabupaten/kota dengan delapan variabel penjelas, yaitu Tablet Tambah Darah, Kemiskinan, BPJS PBI, Pengangguran, Merokok, Keluhan Kesehatan, TBC, dan DBD. Analisis deskriptif menunjukkan adanya overdispersi (variansi lebih besar daripada rata-rata), sehingga model Poisson kurang sesuai. Hasil perbandingan model menunjukkan bahwa GLM Negative Binomial memiliki performa lebih baik dibandingkan Poisson, dan model INLA Negative Binomial menghasilkan nilai DIC terendah (229,93) dibandingkan Poisson (307,01), sehingga dipilih sebagai model terbaik. Secara substantif, variabel DBD berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah kematian ibu, yang secara kontekstual mencerminkan peran sistem surveilans dan kualitas layanan kesehatan daerah. Variabel kemiskinan dan pengangguran menunjukkan arah positif terhadap kematian ibu, sedangkan Tablet Tambah Darah dan BPJS PBI menunjukkan arah negatif. Hasil ini menegaskan bahwa pendekatan Bayesian-INLA efektif untuk menganalisis data count yang bersifat overdispersi serta memberikan estimasi yang lebih stabil dalam studi mortalitas regional.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Chalisa Salsabila, Anggit Naufal Nararya Fawwaz Tyagahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2440Kesadaran Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Kulit Semangka sebagai Pupuk Organik Cair untuk Budidaya Tanaman Hias2026-03-31T04:35:52+00:00Yusup Akhsaniyusupakhsani9@gmail.comFesti Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comRevi Annur Majidreviannurmajid@gmail.comMuhammad Hernandho Abimantranahernandh@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik cair (POC) berbahan dasar kulit semangka terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Kulit semangka merupakan limbah organik yang kaya akan nutrisi seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, serta berpotensi meningkatkan pertumbuhan tanaman secara alami. Metode yang digunakan peneliti untuk menulis karya ilmiah ini adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan konsentrasi POC (0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%) pada anggrek jenis Dendrobium. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, dan jumlah bunga. Hasil menunjukkan bahwa pemberian POC berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman anggrek, dengan konsentrasi optimal pada 15%. Perlakuan ini meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah bunga secara nyata dibandingkan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa POC kulit semangka dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung budidaya anggrek berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yusup Akhsani, Festi Hayu Winastri, Revi Annur Majid, Muhammad Hernandho Abimantranahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2421Peran Persepsi Nilai, Risiko, Kepuasan dan Kepercayaan sebagai Anteseden dari Minat Beli Ulang Pelanggan E-Commerce di Indonesia2026-04-01T11:02:42+00:00Siti Dyah Handayanisiti_dyah@umy.ac.idTona Aurora Lubistona.aurora@gmail.comRetno Widowatiretno.widowati@umy.ac.idAkhmad Rasyid Gandiakhmad.rasyid@gmai.com<p>Perkembangan cara pemasaran menuntut para akademisi dan praktisi pemasaran memakai cara-cara cerdas untuk memikat pembeli. Pembelian ulang merupakan tujuan pemasaran, disamping para marketer mencari pelanggan baru. Terdapat perilaku yang berbeda antara pembelian secara konvensional dengan pembelian online melalui e-commerce. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi nilai terhadap kepuasan, pengaruh persepsi risiko terhadap kepuasan, pengaruh kepuasan terhadap kepercayaan pelanggan, pengaruh kepuasan dan kepercayaan terhadap minat beli ulang pelanggan e-commerce di Indonesia. Tokopedia dipilih sebagai objek penelitian. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan sebanyak 200 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Metode analisis data menggunakan analisis kuantitatif dengan teknik analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan Program AMOS. Hasil penelitian menemukan bahwa pelanggan e-commerce di Indonesia: persepsi nilai dan risiko berpengaruh terhadap kepuasan, kepuasan berpengaruh terhadap kepercayaan, kepercayaan dan kepuasan berpengaruh terhadap minat beli ulang. Implikasi dari penelitian ini menemukan bahwa pada pembelian online melalui e-commerce, persepsi nilai, risiko, kepercayaan dan kepuasan pelanggan menjadi anteseden penting bagi minat beli ulang.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Siti Dyah Handayani, Tona Aurora Lubis, Retno Widowati, Akhmad Rasyid Gandihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2441Community-Based Development, Program Perbaikan Gizi Balita di Desa Peoho Kecamatan Watubangga Kabupaten Kolaka2026-04-02T01:08:03+00:00Putu SuitriPutusuitri22@gmail.comArafat Mallapisengafatpascunm@gmail.comAchmad Lamo Saidachmadlamosaid@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan program peningkatan gizi balita di Posyandu Desa Peoho dengan menggunakan pendekatan Community Based Development (CBD). Kualitas pelayanan publik dalam program gizi merupakan faktor penting yang mempengaruhi kepuasan masyarakat dan keberhasilan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk memahami "Perspektif Teori Community Based Development (CBD) pada Program Perbaikan Gizi Balita di Posyandu Desa Peoho," program ini berhasil menerapkan tujuh indikator utama CBD. Pertama, partisipasi masyarakat tercermin dari keterlibatan aktif orang tua balita dan kader posyandu, menciptakan rasa kepemilikan. Kedua, pemberdayaan terlihat dari peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi melalui penyuluhan. Ketiga, keberlanjutan di dukung oleh komitmen masyarakat serta dukungan dari pemerintah desa dan Puskesmas meskipun ada tantangan pendanaan. Keempat, kemandirian masyarakat mulai terwujud dengan inisiatif pemanfaatan bahan pangan lokal. Kelima, keadilan sosial diwujudkan dengan pemerataan akses PMT bagi balita, namun terdapat tantangan distribusi bagi yang tidak hadir. Keenam, kepercayaan antara masyarakat dan kader posyandu mendorong partisipasi yang lebih aktif. Terakhir, jaringan sosial yang kuat antara berbagai pihak meningkatkan efektivitas program. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam menerapkan prinsip-prinsip CBD, meskipun masih perlu perhatian dalam hal keberlanjutan dan kemandirian.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putu Suitri, Arafat Mallapiseng, Achmad Lamo Saidhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2411Desain Program Pelatihan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Analisis Kebutuhan dan Evaluasi Berkelanjutan2026-04-02T02:47:11+00:00Dewi Sri Haryani231340017.dewi@uinbanten.ac.idZahra Kusuma WardanaZahrakusumawardana726@gmail.comRahma Aulia231340018.rahma@uinbanten.ac.idMachdum BachtiarMachdum.bachtiar@uinbanten.ac.id<p>Penelitian ini berfokus pada tujuan dan sasaran pelatihan, penyusunan materi dan kurikulum, pemilihan metode dan strategi pembelajaran, penggunaan media dan sumber daya, serta evaluasi dan tindak lanjut program. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya desain pelatihan yang sistematis dan berbasis kebutuhan untuk mengatasi kesenjangan kompetensi serta meningkatkan kinerja individu dan organisasi di era globalisasi dan digitalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (literature review). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, dan publikasi relevan yang berkaitan dengan manajemen pelatihan dan pengembangan SDM. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi melalui proses reduksi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis teori untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain program pelatihan yang efektif harus diawali dengan analisis kebutuhan pelatihan yang akurat agar tujuan program selaras dengan kebutuhan organisasi dan karakteristik peserta. Materi dan kurikulum pelatihan perlu disusun secara terstruktur, berbasis kompetensi, dan relevan dengan tuntutan pekerjaan. Pemilihan metode pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta, seperti diskusi, studi kasus, dan simulasi, mampu meningkatkan keterlibatan dan perubahan perilaku peserta. Selain itu, keberhasilan pelatihan juga dipengaruhi oleh dukungan media pembelajaran, kompetensi instruktur, fasilitas, serta evaluasi berkelanjutan sebagai dasar perbaikan program</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Sri Haryani, Zahra Kusuma Wardana, Rahma Aulia, Machdum Bachtiarhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2442Masker Wajah Ramah Lingkungan sebagai Alternatif Perawatan Kulit: Kajian Pemanfaatan Produk Alami di Masyarakat2026-04-02T04:55:43+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comAfkar Adikara Nandanaafkraaadkraa@gmail.comShandika Anugrahdkakzganz740@gmail.com<p>Di zaman modern ini, banyak sekali produk-produk perawatan wajah yang pastinya berkualitas, tetapi produk di luar bisa mengandung asam alfa hidroksi (AHA), dan asam retinoat yang dapat merusak kulit sensitif, maka dari itu, peneliti ingin mengembangkan sebuah produk masker wajah ramah lingkungan berbahan dasar brokoli dan teh hijau yang diharapkan dapat membantu masalah pada wajah tanpa iritasi pada kulit sensitif, selain itu, Bronte mask kaya akan vitamin d dan kandungan antioksidan yang membantu melembabkan dan mencerahkan wajah serta membersihkan wajah secara menyeluruh, selain itu, peneliti mengembangkan masker wajah ini dengan bahan baku yang ramah lingkungan sehingga aman dikonsumsi bagi penderita kulit sensitif. peneliti mengembangkan Bronte Mask gabungan kata broccoli dan green tea sebuah masker wajah inovatif berbahan dasar teh hijau (Camellia sinensis) dan brokoli (Brassica oleracea).penelitian ini berjenis pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan produk Bronte Mask yang ramah lingkungan, Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan Teknik Observasi dilakukan dengan subjek penelitian yaitu Brokoli dan Teh Hijau.Observasi dilakukan untuk mengembangkan dan dokumentasi digunakan untuk mencari data mengenai pengembangan mask yang berhubungan dengan Brokoli dan Teh Hijau. Peneliti ini menyimpulkan bahwa Bronte Mask berbahan teh hijau dan brokoli berpotensi menjadi alternatif alami yang efektif dalam industri perawatan kulit modern. Riset ini menunjukkan bahwa Bronte Mask memiliki potensi besar sebagai pilihan alami yang efektif, aman, dan ramah lingkungan di era modern.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Afkar Adikara Nandana, Shandika Anugrahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2443Paparan Asap Rokok dalam Lingkungan Sosial dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Bunga Sepatu2026-04-02T07:04:11+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comMuhammad Bagas Kurniawanbagastk@gmail.comMochammad Nur Rochman Febrianmnrfeb@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan asap rokok terhadap pertumbuhan tanaman bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Tanaman bunga sepatu dipilih karena memiliki nilai estetika tinggi dan sering digunakan sebagai tanaman hias. Asap rokok mengandung senyawa berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan tar yang diduga mempengaruhi proses fisiologis tanaman, termasuk fotosintesis dan pertumbuhan vegetatif. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan:1. tanpa paparan asap rokok 2. paparan asap rokok 1 batang/hari 3.paparan asap rokok 2 batang/hari selama 30 hari. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan asap rokok memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan bunga sepatu.Simpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi intensitas paparan asap rokok, semakin buruk pertumbuhan bunga sepatu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai dampak polusi udara dari rokok terhadap tanaman hias.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Muhammad Bagas Kurniawan, Mochammad Nur Rochman Febrianhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2444Pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai Sirup Herbal untuk Penanganan Diare: Kajian Sosial terhadap Praktik Kesehatan Masyarakat2026-04-02T08:18:50+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comRidwan Ilham Kurniawan ridwanilhamkurniawan@gmail.comArarya Danadyaksaararyadanadyaksa@gmail.com<p>Artikel ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat terhadap obat antidiare berbasis kimia yang kerap menimbulkan efek samping seperti nyeri perut, mual, dan muntah. Kondisi ini mendorong perlunya solusi alternatif yang lebih aman dan alami. moringa oleifera dipilih sebagai bahan utama karena mengandung senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, dan saponin yang mampu mengatasi gangguan pencernaan, khususnya diare. Penelitian ini bertujuan merancang obat antidiare herbal dalam bentuk sirup tanpa tambahan bahan kimia, dengan fokus pada efektivitas dan keamanan konsumsi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium, meliputi uji fitokimia, uji efektivitas terhadap bakteri penyebab diare, serta observasi reaksi pada hewan uji. Hasil awal menunjukkan sirup moringa oleifera memiliki potensi dalam meredakan gejala diare secara alami dan mengurangi efek samping yang umum terjadi akibat obat kimia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif yang lebih terjangkau bagi masyarakat, terutama mereka yang memilih pengobatan herbal. Dengan demikian, pemanfaatan moringa oleifera sebagai bahan dasar obat diare menjadi langkah strategis dalam pengembangan fitoterapi yang mendukung kesehatan pencernaan secara aman dan holistik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Ridwan Ilham Kurniawan , Ararya Danadyaksahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2445Pemanfaatan Temulawak sebagai Herbal Pengendali Gula Darah: Kajian Sosial terhadap Praktik Kesehatan Masyarakat2026-04-02T09:22:55+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comFaris Alzam Wardanifalzam@gmail.comGilang Andrian Prasetyagilangpra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan mengetahui manfaat temulawak sebagai obat pengendali gula darah.Temulawak (<em>Curcuma xanthorrhiza</em>) merupakan tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan dalam pengobatan herbal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengolahan temulawak menjadi kapsul serta mengidentifikasi kandungan aktif yang berpotensi sebagai pengendali gula darah. Gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti hiperglikemia atau hipoglikemia, yang berisiko berkembang menjadi diabetes mellitus. Kandungan aktif dalam temulawak seperti kurkuminoid, flavonoid, fenol, dan xanthorrhizol diketahui memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, serta dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat penyerapan glukosa di usus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hasil kajian menunjukkan bahwa temulawak dapat diolah menjadi kapsul dengan metode sederhana, aman, dan praktis, serta menunjukkan potensi dalam menstabilkan gula darah secara alami. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan obat herbal serta manfaat praktis bagi masyarakat sebagai alternatif pengobatan alami untuk pengendalian gula darah. Penelitian lanjutan pada skala lebih besar tetap diperlukan untuk validasi klinis.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Faris Alzam Wardani, Gilang Andrian Prasetyahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2412Pengangguran Lulusan Sma, Smk, dan Perguruan Tinggi di Indonesia dalam Era Bonus Demografi: Peluang yang Terabaikan Atau Beban Demografi Baru?2026-04-02T11:01:52+00:00Hari Ramdanihariramdani@upi.eduRafa Annisa Fauziahrafaannisa@upi.eduSiti Nur Aenisiti.nuraeni@upi.eduMirna Nur Alia Abdullahalyamirna@upi.edu<p>Indonesia saat ini tengah memasuki fase bonus demografi, yang ditandai dengan dominasi penduduk usia produktif dan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun demikian, tingginya tingkat pengangguran di kalangan terdidik menjadi tantangan serius yang dapat mengubah peluang tersebut menjadi beban demografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena pengangguran terdidik di indonesia dalam konteks bonus demografi, serta menilai apakah kondisi ini merupakan peluang yang belum dimanfaatkan atau justru indikasi munculnya beban demografi baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan pengumpulan data primer berupa kuesioner daring terhadap 15 responden, yang terdiri dari lulusan SMA, SMK, dan perguruan tinggi yang sedang berada dalam masa transisi menuju dunia kerja. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi, faktor penyebab, dampak, serta persepsi terkait pengangguran terdidik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengangguran terdidik didominasi oleh lulusan pendidikan menengah dan tinggi, dengan proporsi tertinggi berasal dari lulusan SMK. Faktor utama penyebabnya antara lain ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja (skills mismatch), kurikulum yang cenderung teoritis, kurangnya pengalaman magang, terbatasnya ketersediaan lapangan kerja formal, serta tingginya tingkat persaingan. Dampak yang muncul meliputi aspek ekonomi, seperti ketergantungan finansial dan rendahnya produktivitas, serta aspek sosial dan psikologis, termasuk stres dan menurunya kepercayaan diri. Persepsi responden terhadap fenomena ini beragam, sebagian memandangnya sebagai peluang yang belum dimaksimalkan, sebagian lain melihatnya sebagai potensi beban demografi baru, sementara sisanya menganggapnya sebagai kondisi yang bergantung pada kebijakan yang diterapkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengangguran terdidik merupakan masalah multidimensional yang membutuhkan penanganan komprehensif, seperti reformasi kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, penguatan program magang berkualitas, peningkatan keterampilan melalui upskilling dan reskilling, serta penciptaan lapangan kerja berbasis inovasi dan ekonomi digital. Tanpa langkah strategis tersebut, bonus demografi berpotensi berubah menjadi beban sosial ekonomi di masa depan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hari Ramdani, Rafa Annisa Fauziah, Siti Nur Aeni, Mirna Nur Alia Abdullahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2446Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran Film Animasi terhadap Hasil Belajar Siswa MTs Sunan Pandanaran2026-04-03T07:16:15+00:00Yusup Akhsaniyusupakhsani9@gmail.comFesti Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comMuhammad Adnan Fikrul Mustaqimmadnanfm@gmail.com Muhammad Yazdad Hudayazdad@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan media pembelajaran berupa film animasi terhadap hasil belajar siswa di MTs Sunan Pandanaran berdasarkan persepsi guru. Media film animasi dipandang sebagai sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa melalui visualisasi yang menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan Wawancara. Data dikumpulkan melalui angket yang diberikan kepada guru mata pelajaran yang telah menggunakan media film animasi dalam proses pembelajaran dan Wawancara dilakukan kepada para siswa MTs Sunan Pandanaran. Angket tersebut digunakan untuk mengetahui pandangan guru terhadap efektivitas media film animasi serta pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa dan Wawancara pada penelitian ini digunakan untuk mengetahui pengaruh efektivitas media pembelajaran film animasi terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menyatakan bahwa media film animasi mempermudah penyampaian materi dan mendorong peningkatan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, para guru juga mengamati adanya peningkatan pemahaman dan hasil belajar siswa setelah penggunaan media film animasi tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berupa film animasi memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa menurut persepsi guru di MTs Sunan Pandanaran.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yusup Akhsani, Festi Hayu Winastri, Muhammad Adnan Fikrul Mustaqim, Muhammad Yazdad Hudahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2447Praktik Pemanfaatan Daun Sirsak sebagai Terapi Alternatif Nyeri Sendi di Tengah Masyarakat2026-04-03T08:30:44+00:00Festi Hayu Winastrifiojova2007@gmail.comImam Fakhreza reyhanwahyudin27@gmail.comDzaky Ittiqoi Azzahirdzaky@gmail.com<p>Daun sirsak (<em>Annona muricata</em>) dikenal memiliki khasiat sebagai obat alternatif pereda nyeri sendi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pengolahan daun sirsak dalam bentuk salep terhadap intensitas nyeri sendi. Kandungan bioaktif seperti <em>acetogenins, flavonoid</em>, dan alkaloid berperan sebagai antiinflamasi dan analgesik alami. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan ekstraksi sederhana dengan cara dihaluskan menjadi bubuk yang halus dan aplikasi langsung pada area nyeri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rutin daun sirsak mampu menurunkan skala nyeri dan memperbaiki mobilitas sendi secara bertahap tanpa efek samping berat. Temuan ini menunjukkan bahwa daun sirsak berpotensi menjadi terapi fitofarmaka yang aman, murah, dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang belum mendapatkan layanan medis optimal. Studi ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan lebih lanjut dalam bidang pengobatan herbal dan memperkaya referensi alternatif bagi penderita nyeri sendi.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Festi Hayu Winastri, Imam Fakhreza , Dzaky Ittiqoi Azzahirhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2448Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka2026-04-03T11:45:50+00:00Dewi Sarmiladewisarmilasamir4@gmail.comI RawatiIrawati880@ymail.comAhmad Farouq Mulku Zahariahmadfarouqmulku@gmail.comArafat Mallapisengafatpascaunm@gmail.com<p>Artikel ini merupakan luaran penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan Efektivitas Program Pengembangan Dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT CNI dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di ecamatan Wolo kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang di gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriftif, jenis data yaitu data perimer yang di kumpulkan dari hasil wawancara dan observasi, adapun data sekundernya di kumpulkan melalui metode studi dokumentasi. Wawacara dilakukan terhadap beberapa informan yang di tentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas PT. Ceria Nugraha Indotama terkait dengan penerapan program pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat, terdapat delapan program kerja yang dijalankan dengan baik program PPM CERIA diantaranya program kesehatan yakni Pemberian Makanan tambahan kepada Ibu hamil, Anak Balita serta para lansia di 8 posyandu Ring 1 dan Pemberian PMT ++ berupa Susu Ibu hamil, Susu ibu menyusui, Susu / biscuit bagi Balita dan Susu bagi lansia,program pendidikan yakni Program pemberian Beasiswa kepada siswa tingkat / setingkat SD, SMP, SMA dan S1 & Program pelengkapan sarana dan prasarana baca Perpustakaan SMA Wolo, dan program kemandirian Ekonomi, Program pemberian alat pertanian: Handtraktor serta sprayer penyemprot hama dan sarana bagi petani: Sanggar Tani, Pengiriman mobil uji tanah untuk memberikan petani pengetahuan mengenai keadaan tanah dan kadar pupuk yang tepat serta Pembinaan UMKM Madu Trigona.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dewi Sarmila, I Rawati, Ahmad Farouq Mulku Zahari, Arafat Mallapisenghttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2454Resiliensi Psikologis Santri Tahfidz dalam Menghadapi Tekanan Akademik Dual- Curriculum di PP Hidayatul Qurro Pikatan Wonodadi Kabupaten Blitar2026-04-04T10:17:31+00:00Muhammad Bagus 'Aufus Shofibagusaufus240501@gmail.comNurul Hidayah nurul.hidayah@iik.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi psikologis santri tahfidz di Pondok Pesantren (PP) Hidayatul Qurro yang menjalani sistem kurikulum ganda (dual- curriculum), yaitu kurikulum pesantren (tahfidz Al-Qur'an) dan kurikulum sekolah formal (SD/MI dan MAN). Tekanan akademik yang muncul dari tuntutan hafalan dan tugas sekolah seringkali menjadi beban psikologis bagi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap santri, pengasuh, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi santri terbentuk melalui dukungan sosial yang kuat (aspek I Have), regulasi diri dan motivasi spiritual (I Am), serta kemampuan pemecahan masalah dan manajemen waktu (I Can). Faktor spiritualitas menjadi elemen kunci yang membedakan resiliensi santri tahfidz dengan pelajar umum dalam menghadapi tekanan akademik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Bagus 'Aufus Shofi, Nurul Hidayah https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2456Pengaruh Manipulasi Laporan Keuangan, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Penjualan dan Tingkat Utang Terhadap Nilai Perusahaan Info Penulis2026-04-05T01:14:28+00:00Muhammad Umar IzzuddinUmarizzuddin331@gmail.com<p>Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh fraud, ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan leverage terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor teknologi yang tercatat dalam Bursa Efek Indonesia selama periode 2022–2024. Studi ini mengandalkan data kuantitatif yang diperoleh dari laporan keuangan, dengan total 114 observasi yang memenuhi asumsi statistik setelah melakukan transformasi data. Fraud diproksikan menggunakan beneish m-score, ukuran perusahaan diukur logaritma natural, perhitungan pertumbuhan penjualan melibatkan pengambilan penjualan tahun ini, mengurangi penjualan tahun lalu, dan kemudian membagi hasilnya dengan penjualan tahun sebelumnya, sedangkan leverage diukur dengan rasio utang terhadap ekuitas, lalu nilai perusahaan didasarkan pada price to book value. Temuan yang didapat memperlihatkan bila sekitar 45% perusahaan sektor teknologi terindikasi melakukan fraud berdasarkan deteksi beneish m-score. Fraud secara negatif memengaruhi nilai perusahaan, yang mengindikasikan bila tingginya potensi manipulasi laporan keuangan menurunkan kepercayaan investor. Penggunaan leverage juga secara negatif memengaruhi nilai perusahaan, mengindikasikan bila kian tingginya proporsi utang yang dipakai, kian memperbesar risiko finansial yang akan perusahaan hadapi, maka akan berimbas terhadap nilai perusahaan yang menurun. Berbeda bila ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan secara signifikan tidak memengaruhi nilai perusahaan. Secara keseluruhan, studi ini menyimpulkan bila fraud dan leverage sebagai faktor-faktor utama yang memengaruhi nilai perusahaan dalam sektor teknologi selama periode penelitian, sedangkan firm size dan sales growth belum terbukti memengaruhi nilai perusahaan secara signifikan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Umar Izzuddinhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2474Analisis Formulasi Kebijakan Penentuan Hari Raya dalam Sidang Isbat oleh Pemerintah Indonesia2026-04-14T03:06:44+00:00Amma FathuurrahmaanAmma.Fathuurrahmaan@fisip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa penentuan awal bulan Hijriah, khususnya yang berkaitan dengan perayaan Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha, merupakan isu strategis dalam kehidupan keagamaan umat Islam, dengan implikasi luas bagi aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Di Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, kebutuhan akan kepastian dan keseragaman waktu shalat sangat penting. Namun, perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, khususnya antara pendekatan hisab dan rukyat, seringkali menyebabkan dinamika dan perbedaan dalam penentuan hari raya keagamaan. Dalam konteks ini, pemerintah, melalui mekanisme pertemuan isbat (konfirmasi), memainkan peran kunci dalam merumuskan kebijakan yang berupaya mengakomodasi berbagai perspektif tersebut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perumusan kebijakan dalam menentukan pertemuan isbat yang berkaitan dengan penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Idul Fitri dari perspektif kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk memahami dinamika proses kebijakan secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sesi isbat (penentuan kalender Islam) merupakan bentuk kebijakan publik yang kompleks dan multidimensional di bidang keagamaan, yang melibatkan interaksi antara berbagai aktor dengan latar belakang, kepentingan, dan sumber legitimasi yang berbeda. Proses perumusan kebijakan ini mengintegrasikan pendekatan ilmiah melalui metode hisab dan pendekatan empiris-normatif melalui rukyat (hukum Islam), dan berlangsung dalam kerangka tata kelola kolaboratif.Temuan lebih lanjut dalam penelitian ini adalah bahwa model perumusan kebijakan yang digunakan dalam menentukan sesi isbat cenderung mencerminkan model pemindaian campuran, menggabungkan pendekatan rasional-komprehensif di tingkat makro dan pendekatan inkremental di tingkat mikro. Model ini memungkinkan keseimbangan antara rasionalitas ilmiah dan legitimasi sosial-keagamaan, meskipun masih menghadapi tantangan dalam mencapai konsensus inklusif di dalam masyarakat. Oleh karena itu, penguatan integrasi metode, peningkatan kualitas tata kelola kolaboratif, dan optimalisasi komunikasi kebijakan diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dan penerimaan kebijakan penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amma Fathuurrahmaanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2451Implementasi Kebijakan pada Program Satu Miliar Satu Desa (SAMISADE) di Kabupaten Bogor2026-04-14T03:13:08+00:00Ardan Syukur FadhillahArdansyukurfadhillah@gmail.comIzzatusholekhaizzatusholekha@umj.ac.id<p>Program Satu Miliar Satu Desa atau SAMISADE merupakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bogor yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur desa melalui bantuan keuangan sebesar satu miliar rupiah per desa setiap tahun. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan variasi tingkat implementasi antar desa seperti: ketimpangan hasil antar desa, keterbukaan informasi publik terkait program SAMISADE masih rendah, rendahnya kapasitas aparatur desa, pengawasan dari pemerintah daerah dan kecamatan belum optimal, serta terbatasnya partisipasi masyarakat. sehingga menimbulkan perbedaan capaian hasil kebijakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Program SAMISADE berdasarkan Peraturan Bupati Bogor Nomor 54 Tahun 2023 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi variasi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, aparatur kecamatan, pemerintah desa, BPD, dan masyarakat pada tiga desa di Kabupaten Bogor yang merepresentasikan variasi implementasi. Analisis dilakukan menggunakan indikator implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn yang meliputi standar dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik organisasi pelaksana, komunikasi antarorganisasi, sikap pelaksana, serta kondisi sosial, ekonomi, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan tingkat implementasi dipengaruhi oleh kapasitas sumber daya manusia, efektivitas komunikasi antar aktor, kualitas pengawasan, dan partisipasi masyarakat. Desa Sasak Panjang dan Desa Cibentang berada pada klaster optimal, Desa Cogreg berada pada klaster belum optimal, dan tidak terdapat desa yang masuk dalam klaster sangat optimal. Kendala utama meliputi perbedaan pemahaman kebijakan, keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya koordinasi dan pengawasan, serta partisipasi masyarakat yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi program ditentukan oleh konsistensi pemenuhan indikator kebijakan serta penguatan koordinasi dan pengawasan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ardan Syukur Fadhillah, Izzatusholekhahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2475Meta Analisis Kebijakan Penambahan Kuota Haji oleh Pemerintah Indonesia2026-04-14T03:25:36+00:00Amma FathuurrahmaanAmma.Fathuurrahmaan@fisip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa ibadah haji, sebagai rukun Islam kelima, tidak hanya memiliki dimensi spiritual tetapi juga implikasi sosial, ekonomi, dan kebijakan publik. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menghadapi masalah struktural berupa ketidakseimbangan antara kuota haji dan jumlah pelamar yang tinggi, sehingga mengakibatkan daftar tunggu yang panjang lebih dari 5,6 juta jamaah dengan masa tunggu rata-rata sekitar 26 tahun. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kuota haji melalui pendekatan meta-analisis kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah meta-analisis, dengan teknik pengumpulan data melalui ulasan naratif dari berbagai sumber, seperti laporan kebijakan, data pemerintah, dan publikasi media. Analisis dilakukan dengan memeriksa asumsi, konsep, dan implikasi kebijakan menggunakan perspektif teori keadilan, yaitu utilitarianisme Jeremy Bentham (1789), keadilan sebagai kewajaran oleh John Rawls (1971), dan libertarianisme Robert Nozick (1974). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan kuota haji merupakan respons strategis pemerintah untuk mengatasi daftar tunggu yang panjang dan meningkatkan akses masyarakat terhadap ibadah haji. Dari perspektif utilitarian, kebijakan ini dianggap positif karena menghasilkan manfaat kolektif yang signifikan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan spiritual dan mengurangi waktu tunggu. Meskipun berpotensi menimbulkan risiko penurunan kualitas pelayanan karena keterbatasan kapasitas, perspektif Rawls menganggap kebijakan ini adil secara bersyarat karena memperluas akses dan memprioritaskan kelompok rentan, didukung oleh mekanisme distribusi kuota berbasis daftar tunggu yang lebih proporsional. Sementara itu, dari perspektif Nozick, kebijakan ini menunjukkan intervensi negara yang signifikan, tetapi tetap dapat dibenarkan selama tidak melanggar hak individu dan bertujuan untuk memfasilitasi pelaksanaan kewajiban agama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kebijakan peningkatan kuota haji memiliki legitimasi normatif yang kuat dari berbagai perspektif teori keadilan, meskipun masih memerlukan perbaikan dalam aspek distribusi, transparansi, dan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, kebijakan ini relevan bukan hanya sebagai solusi jangka pendek tetapi juga sebagai bagian dari reformasi tata kelola kebijakan Haji yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di Indonesia.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amma Fathuurrahmaanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2477Strategi Pengorganisasian Masyarakat Berbasis Sinergi Kolektif dalam Pengembangan UMKM untuk Penguatan Ekonomi Lokal2026-04-14T03:53:14+00:00Rika Maryamrikamaryam68@gmail.comSisy Viola Gendis Nasutionsisyviolagendis@gmail.comOktaviana Br Gintingoktavianabrginting3@gmail.comAzizah Azzahroazazizah987@gmail.comUmi Khasanahumikha270706@gmail.comTiara Resta Lapinatiararesta99@gmail.comSteven Ronaldistevenronaldi808@gmail.comRicky safriyantorickysafriyanto912@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idMuhammad Rifaimuhammad_rifai@fisip.unsri.ac.idTresnotresno@fisip.unsri.ac.id<p>UMKM di Indonesia sering terkendala tata kelola individualistis. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengorganisasian masyarakat kolektif untuk memperkuat kapasitas UMKM. Menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> terhadap 10 artikel (2019-2024), ditemukan bahwa model <em>Asset Based Community Development</em> (ABCD), merek kolektif, dan integrasi BUMDes efektif meningkatkan daya saing. Strategi ini mentransformasi pola usaha atomistik menjadi sinergis, meningkatkan efisiensi rantai pasok hingga 30%, dan mempercepat adaptasi digital. Kesimpulannya, pengorganisasian masyarakat membangun modal sosial yang menciptakan resiliensi ekonomi lokal. Diperlukan regulasi yang mendukung asosiasi UMKM perdesaan untuk keberlanjutan ekonomi.</p>2026-04-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rika Maryam, Azizah Azzahro, Steven Ronaldi, Oktaviana Br Ginting, Tiara Resta Lapina, Umi Khasanah, Sisy Viola Gendis Nasution, Ricky safriyanto, Rudy Kurniawan, Muhammad Rifai, Tresnohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2457Relasi antara Kemajuan Ilmu Bedah dan Faktor Sosio-Kultural dalam Peradaban Islam2026-04-14T00:35:51+00:00Alimronalimron_uin@radenfatah.ac.idSopan SetiawanSopansetiawan@radenfatah.ac.idRivardi Dwi Putrarivardidwiputra@radenfatah.ac.idBadrudinBADRUDIN@radenfatah.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji relasi antara kemajuan ilmu bedah dan faktor sosio-kultural dalam peradaban Islam sebagai sebuah konstruksi historis-intelektual yang saling mempengaruhi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa perkembangan ilmu bedah dalam dunia Islam klasik tidak hanya ditentukan oleh aspek keilmuan semata, tetapi juga oleh dukungan nilai-nilai budaya, agama, politik, dan institusi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana faktor sosio-kultural berkontribusi terhadap kemajuan ilmu bedah serta bagaimana praktik bedah turut membentuk dinamika peradaban Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-analitis, melalui studi literatur terhadap karya-karya ilmuwan Muslim serta dokumen sejarah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ilmu bedah dalam peradaban Islam dipengaruhi oleh kuatnya etos keilmuan, dukungan penguasa, lembaga pendidikan seperti rumah sakit (bimaristan), serta nilai religius yang mendorong pencarian ilmu sebagai ibadah. Selain itu, interaksi lintas budaya melalui proses translasi turut memperkaya perkembangan ilmu ini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemajuan ilmu bedah tidak dapat dipisahkan dari konteks sosio-kultural yang melingkupinya. Temuan ini penting sebagai dasar rekonstruksi paradigma integratif antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya dalam pengembangan ilmu kedokteran modern.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Alimron, Sopan Setiawan, Rivardi Dwi Putra, Badrudinhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2469Penegakan Hukum terhadap Kasus Fraud Perbankan yang Melibatkan Teknologi Artificial Intelligence2026-04-13T04:46:23+00:00Hijriani Hijrianihijriani@gmail.comLa Ode Abdul MananLaOdeAbdulManan@gmail.comSulfikar Sallu SulfikarSallu@gmail.comMarlin Marlin@gmail.comMarfua Hafidmarfuahafid76@gmail.com<p>Penelitian ini membahas penegakan hukum terhadap kasus fraud perbankan yang melibatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), mengingat perkembangan AI telah melahirkan modus kejahatan baru seperti deepfake, voice cloning, synthetic identity, dan manipulasi e-KYC yang semakin sulit dideteksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif yang didukung data empiris dengan menelaah peraturan perbankan, perlindungan data pribadi, dan kebijakan OJK, untuk menjawab dua persoalan utama: efektivitas regulasi dan pengawasan yang ada, serta model penegakan hukum yang paling efektif dalam menangani fraud berbasis AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi Indonesia telah berkembang melalui UU P2SK, UU ITE, UU PDP, POJK 11/2022, serta Tata Kelola Kecerdasan Artifisial Perbankan Indonesia, namun pengaturannya masih bersifat umum dan belum sepenuhnya mengakomodasi aspek audit algoritma, transparansi model, dan pertanggungjawaban pidana korporasi. Penelitian ini menemukan bahwa model yang paling efektif adalah Integrated Risk-Based Enforcement Model (IRBEM), yaitu model penegakan hukum terpadu yang menggabungkan deteksi dini, investigasi digital forensik, penuntutan berbasis pertanggungjawaban korporasi, dan pemulihan kerugian nasabah secara cepat. Dengan model tersebut, penegakan hukum terhadap fraud AI perbankan dapat dilakukan secara lebih adaptif, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika kejahatan digital di sektor keuangan</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hijriani Hijriani, La Ode Abdul Manan, Sulfikar Sallu , Marlin Marlin https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2468Analisis Filsafat Kebijakan Peraturan Menteri Komdigi No. 9 Tahun 2026 Tentang Pembatasan Penggunaan Media Sosial Pada Anak2026-04-12T23:57:31+00:00Amma FathuurrahmaanAmma.Fathuurrahmaan@fisip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital dan media sosial yang telah membawa perubahan signifikan pada pola interaksi sosial, termasuk di kalangan anak-anak sebagai kelompok rentan. Di Indonesia, tingginya tingkat penggunaan media sosial oleh anak-anak tidak diimbangi dengan tingkat literasi digital yang memadai, sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif seperti cyberbullying, kecanduan digital, paparan konten negatif, dan risiko eksploitasi di ruang digital. Situasi ini mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026 tentang pembatasan penggunaan media sosial oleh anak-anak sebagai langkah perlindungan. Namun, kebijakan ini perlu dipahami tidak hanya secara administratif tetapi juga diteliti secara mendalam dari perspektif filsafat kebijakan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan ini dari perspektif filsafat kebijakan publik dalam administrasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif-filosofis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan pustaka, seperti yang diusulkan oleh Mestika Zed, dengan memanfaatkan data primer berupa dokumen kebijakan dan data sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan laporan institusional. Teknik analisis data menggunakan analisis filosofi kebijakan yang menekankan dimensi ontologis, epistemologis, dan aksiologis, serta menggunakan pendekatan utilitarian dari Jeremy Bentham dan John Stuart Mill. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan media sosial untuk anak-anak memiliki legitimasi filosofis yang kuat. Dari perspektif Surya Permana, kebijakan ini merupakan konstruksi normatif yang mencerminkan integrasi dimensi ontologis (anak-anak sebagai subjek yang rentan), epistemologis (berdasarkan pengetahuan empiris tentang dampak negatif media sosial), dan aksiologis (berorientasi pada perlindungan anak dan kesejahteraan sosial). Sementara itu, dari perspektif utilitarian, kebijakan ini dianggap rasional karena berorientasi pada pencapaian manfaat terbesar bagi masyarakat, khususnya dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital. Pendekatan Jeremy Bentham menekankan memaksimalkan manfaat sosial, sedangkan John Stuart Mill menekankan pentingnya menyeimbangkan perlindungan dan kebebasan individu melalui prinsip bahaya. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 tidak hanya memiliki legitimasi administratif tetapi juga memiliki landasan filosofis yang kuat dalam kerangka filosofi kebijakan publik. Kebijakan ini mencerminkan upaya negara untuk menyeimbangkan perlindungan anak sebagai kelompok rentan dan pencapaian kesejahteraan sosial kolektif. Namun, implementasi kebijakan perlu proporsional dan komprehensif untuk memastikan pengembangan otonomi anak dan kualitas hidup di era digital.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amma Fathuurrahmaanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2489 Arahan Upaya Penanggulangan Kemiskinan dengan Pemanfaatan Peta 3D di Kota Kendari2026-04-17T09:56:52+00:00Joko Tri Bratatribratajoko64@gmail.comSufriantosufriantosaja@gmail.comHaeruddinhaersituru@gmail.comRahmisyaripersadalestari@yahoo.co.idUlfah Dwi Ningrumulfahbrata@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memberikan Rekomendasi kebijakan arahan Program Penanggulangan kemiskinan dengan pemanfaatan Peta 3D dalam upaya pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur.Metode Penelitian dilakukan dengan, metode Sosial mapping, kemudian dengan telaah dokumentasi penanganan, Pengumpulan Data dengan tahapan Getting In (peneliti memasuki lokasi sampel penelitian), Getting Along (Saat peneliti dilokasi) dan Logging data (Tahap Pengumpulan Data). Teknik analisis eksplanasi dengan menyusun data yang diperoleh dan pendokumentasian sistematis, kemudian pemilahan data berkaitan penelitian. Proses analisis menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) di padukan dengan aplikasi tiga dimensi (3D), Untuk Program Penanggulangan kemiskinan.Hasil penelitian menjelaskan bahwa permasalahan Penanggulangan Kemiskinan dan upaya perencanaan kumuh yang terintegrasi pada program Penanggulangan Kemiskinan, dengan menggunakan 3D, menjadi terukur titik lokus warga yang perlu ditangani, karena hasil pemetaan dapat dijadikan sebagai tolok ukur lokasi untuk penanganannya. Konsep pengentasan kemiskinan yang diimplementasikan dalam bentuk Peta 3D merupakan suatu upaya untuk merancang perubahan infrastruktur lingkungan di Lokasi yang dikategorikan wilayah Kumuh dan Miskin, dengan mengambil lokasi di Kelurahan Sanua. Kesimpulan dalam Konsep pengentasan kemiskinan dengan pemanfaatan bentuk Peta 3D yang diarahkan pada penanganan kawasan dilakukan upaya program penanggulangan kemiskinan dan kekumuhan, sehingga dalam upaya perencanaan suatu wilayah dapat dilakukan dalam bentuk model tiga dimensi. Gambaran ini adalah relief rupabumi tiga dimensi (3D) yang menyerupai keadaan sebenarnya di lapangan dan dapat divisualisasikan dengan bantuan teknologi komputer grafis</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Joko Tri Brata, Sufrianto, Haeruddin, Rahmisyari, Ulfah Dwi Ningrumhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2470Jenis Jenis Media Pembelajaran dan Peranannya dalam Meningkatkan Hasil (Belajar Kognitif) Mahasiswa Uin Raden Fatah Palembang 2026-04-14T01:03:14+00:00Sri Maryatisrimaryati_uin@radenfatah.ac.idBagas Saputrabs833736@gmail.comAgnes Tiaraagnestiara49@gmail.comRevalina Septikarevalinaseptika28@gmail.comHana Nuryoja Juniastihananuryoja@gmail.comAnisa Rahma Utamirahmautamianisa1212@gmail.comM Abdul Mutholibmuhammadalief446@gmail.comLutfiatul Nahdia Mataul Hayatlutfiatulnahdiahmataulhayat@gmail.comMuhammad Ali Ar-rasidikmali105968@gmail.com<p>Studi ini bertujuan untuk secara komprehensif meneliti klasifikasi berbagai jenis media pembelajaran, karakteristiknya, dan fungsinya dalam konteks pembelajaran. Media pembelajaran merupakan elemen penting yang menghubungkan penyampaian informasi dari pendidik kepada siswa. Studi ini mengklasifikasikan media berdasarkan aspek-aspek seperti bentuk fisik, teknologi pendukung, dan metode penyajian, termasuk media visual, audio, audiovisual, dan digital. Lebih lanjut, jenis media dieksplorasi berdasarkan penerapannya dalam pembelajaran tradisional dan modern. Karakteristik media disoroti, karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik, seperti kemampuan untuk merangsang indra, tingkat interaktivitas, dan tahap awal. Pemahaman ini sangat penting untuk menyesuaikan pemilihan media dengan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, dan karakteristik siswa. Selain itu, studi ini membahas peran media dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, seperti menjelaskan konsep dengan lebih jelas, memotivasi siswa, dan memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bermakna. Temuan studi menunjukkan bahwa penggunaan media yang tepat dan terstruktur dapat secara substansial meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, pendidik perlu mengembangkan keterampilan dalam memilih, mengelola, dan mengoptimalkan media untuk mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Maryati, Bagas Saputra, Agnes Tiara, Revalina Septika, Hana Nuryoja Juniasti, Anisa Rahma Utami, M Abdul Mutholib, Lutfiatul Nahdia Mataul Hayat, Muhammad Ali Ar-rasidikhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2490Konstruksi Etika Komunikasi Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa di Media Sosial 2026-04-18T02:35:48+00:00Kristina Oktavia Injilika2290230061@untirta.ac.idRizki Setiawanrizkisetiawan@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana para mahasiswa dari Program Pendidikan Sosiologi di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa membangun etika komunikasi mereka saat beraktivitas di media sosial. Latar belakang penelitian ini berasal dari peningkatan penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, yang menunjukkan beragam pola komunikasi, dari yang etis hingga yang tidak sejalan dengan nilai akademik yang dipegang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memahami etika komunikasi sebagai cara berbicara yang sopan, tanggung jawab dalam menyebar informasi, dan kemampuan untuk mengendalikan diri ketika terdapat perbedaan pendapat di media sosial. Meskipun demikian, praktik komunikasi mereka sering terpengaruh oleh budaya digital yang lebih longgar, tren di media sosial, dan interaksi dengan teman sebaya, sehingga pemahaman etika mereka tidak selalu diterapkan secara konsisten. Aspek sosial, akademis, dan budaya digital menjadi elemen utama yang membentuk cara mahasiswa mengonstruksi etika komunikasi. Dengan demikian, etika komunikasi para mahasiswa di media sosial merupakan hasil dari negosiasi antara nilai akademik yang mereka pelajari dan norma-norma yang berkembang dalam budaya digital yang terus berubah.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kristina Oktavia Injilika, Rizki Setiawanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2491Kedudukan Putusan Bebas Dalam Penegakan Hukum Pidana Di Indonesia2026-04-18T03:17:56+00:00Eko PoncoSatria22-01-1973@gmail.comDwi Wachidiyah NingsihDwiWachidiyahNingsih@gmail.comIka AyudiyantiIkaAyudiyanti@gmail.com<p>Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penegakan dan pemeriksaan hukum pidana dalam mewujudkan tujuan hukum dan bagaimana kontrol dan upaya hukum terhadap putusan bebas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan dapat disimpulkan: 1. Penegakan hukum di Indonesia mengalami situasi yang sulit,sebagaimana tampak dalam realitas keseharian. Barangkali tepat di katakan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum selama ini hanya merupakan hukum yang seharusnya memiliki tujuan untuk mengatur tertib sosial justru menimbulkan kekacauan di dalam masyarakat, sehingga timbul rasa kurang percayanya masyarakat terhadap penegakan hukum yang dalam prosesnya belum memenuhi rasa keadilan masyarakat. 2. Bahwa upaya hukum atas putusan bebas (<em>vrijspraak</em>), hal ini melalui upaya hukum dengan beberapa alasan <em>yuridis </em>untuk berupaya hukum melalui peninjauan kembali (PK), dalam hal ini disebutkan bahwa hakim sebagai manusia biasa tidak dapat luput dari kekurangan,petuah yang sangat bijak berbunyi <em>no body perfect </em>,tetap berlaku dikalangan hakim,termasuk hakim yang sangat agung yang sering disebut hakim agung, fakta membuktikan bahwa ada banyak putusan bebas terlahir dari hakim pengadilan negeri dan atau hakim tinggi</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Eko Ponco, Dwi Wachidiyah Ningsih, Ika Ayudiyantihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2473Problematik Hukum Hak Atas Tanah Yang Ditetapkan Sebagai Zona Merah Pasca Likuifaksi di Kota Palu 2026-04-14T01:29:24+00:00Non Sri Febby Yanjifebbyyanji@gmail.comNurul Miqat NurulMiqat@gmail.comAsri LasatuAsriLasatu@gmail.com<p>Penetapan zona merah pasca likuifaksi di Kota Palu merupakan kebijakan mitigasi bencana yang menimbulkan problematik yuridis terhadap hak atas tanah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan penetapan zona merah terhadap hak atas tanah serta untuk menemukan problem yang menghambat pemenuhan kepastian hukum bagi pemegang hak di wilayah terdampak. Jenis penelitian adalah normatif-empiris menggunakan pendekatan perundang-undangan, sosiologis dan data lapangan yang diperoleh dari Kantor Badan Pertanahan Kota Palu kemudian teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan penalaran hukum deduktif dan interpretatif. Rumusan masalah pertama bagaimana perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah yang lahannya ditetapkan sebagai zona merah pasca likuifaksi, yang ke dua apa problem normatif dan empiris dalam pelaksanaan kebijakan penetapan zona merah terhadap hak atas tanah. Hasil penelitian rumusan masalah pertama menunjukan implementasi kebijakan ini belum memberikan kepastian substansif karena pemerintah cenderung mengedepankan bantuan Huntap namun menekan hak perdata warga melalui wacana hibah. Hasil penelitian rumusan masalah ke dua terdapat disharmoni yuridis antara kebijakan penataan ruang dengan jaminan hak milik warga yang terdampak likuifaksi. Hal ini mengakibatkan ketidakpastian hukum substansif, sehingga diperlukan pemulihan hak melalui mekanisme pengadaan tanah dengan ganti kerugian yang adil guna menjamin perlindungan hak milik warga.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Non Sri Febby Yanji, Nurul Miqat , Asri Lasatuhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2472Implementasi Kebijakan Pedoman Tata Naskah Dinas Di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Palu2026-04-14T01:14:37+00:00Palty Zainal Sibaranibalaipalty@gmail.comMashuri H. Tahili MashuriH.Tahili@gmail.comSubhan Haris SubhanHaris@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Pedoman Tata Naskah Dinas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu berdasarkan Peraturan Wali Kota Palu Nomor 19 Tahun 2023. Penelitian menggunakan model implementasi George C. Edward III dengan empat variabel, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan telah berjalan, namun belum optimal. Sosialisasi kebijakan belum merata sehingga menimbulkan perbedaan pemahaman aparatur. Selain itu, kompetensi teknis pegawai masih terbatas, sementara konsistensi penerapan dan kepatuhan terhadap standar belum maksimal. Dari sisi struktur birokrasi, meskipun pedoman dan prosedur telah tersedia, pengawasan dan evaluasi masih lemah sehingga terjadi ketidaksesuaian dalam praktik administrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas implementasi kebijakan dipengaruhi oleh interaksi keempat variabel tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan kapasitas aparatur, optimalisasi pengawasan, serta komitmen pimpinan guna mewujudkan administrasi pemerintahan yang tertib, akuntabel, dan profesional.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Palty Zainal Sibarani, Mashuri H. Tahili , Subhan Haris https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2471 Strategi Penguatan Industri Mikro dan Kecil Berbasis Potensi Lokal di Provinsi Kalimantan Barat2026-04-14T00:47:43+00:00Tukkot Hamonangan Immanueltukkot.h.immanuel@itbss.ac.id<p>Industri Mikro dan Kecil (IMK) memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi IMK di Provinsi Kalimantan Barat serta merumuskan strategi penguatan berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitis dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan literatur ilmiah (BPS, 2024; Tambunan, 2019). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi sektor dominan dengan berbagai kendala seperti keterbatasan modal, rendahnya kualitas sumber daya manusia, serta minimnya adopsi teknologi. Strategi penguatan yang diusulkan meliputi peningkatan kapasitas SDM, digitalisasi usaha, akses pembiayaan, dan kolaborasi stakeholder. Sinergi antar pihak menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem IMK yang kompetitif dan berkelanjutan.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tukkot Hamonangan Immanuelhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2492Normalisasi Kelelahan dalam Budaya Organisasi Mahasiswa: Produksi Sosial Burnout Akademik2026-04-18T06:19:00+00:00Nabila Anggita Sari2290230067@untirta.ac.idRizki Setiawanrizkisetiawan@untirta.ac.id<table> <tbody> <tr> <td> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p><em>Burnout</em> akademik pada mahasiswa selama ini umumnya dipahami sebagai persoalan individual yang berkaitan dengan ketidakmampuan mengelola tekanan akademik. Namun, pendekatan tersebut kurang memperhatikan bagaimana konteks sosial, khususnya organisasi mahasiswa, turut membentuk dan mempertahankan pengalaman kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya keaktifan dalam organisasi mahasiswa mereproduksi dan menormalisasi kelelahan akademik sebagai bentuk disiplin simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dengan delapan informan yang dipilih secara <em>purposive</em>. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan perspektif praktik sosial Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keaktifan memproduksi keterlibatan sebagai standar legitimasi yang diinternalisasi menjadi habitus. Kesibukan berfungsi sebagai kapital simbolik, sementara tekanan teman sebaya menjadi mekanisme kontrol implisit. Kelelahan kemudian dimaknai sebagai komitmen moral dan dinormalisasi dalam praktik organisasi. Dengan demikian, <em>burnout</em> akademik tidak hanya merupakan kondisi psikologis, tetapi merupakan hasil dari mekanisme sosial yang bekerja melalui relasi antara arena, habitus, dan kapital simbolik. Penelitian ini menunjukkan bahwa normalisasi kelelahan akademik merupakan bentuk disiplin simbolik dalam budaya organisasi mahasiswa, yang mendorong individu untuk terus terlibat tanpa paksaan langsung.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nabila Anggita Sari, Rizki Setiawanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2487Government Budget Efficiency on Economic Growth2026-04-17T09:45:20+00:00Indah Lia Puspitaindahliapuspita@malahayati.ac.idAgus Juvindiagusjuvindi@malahayati.ac.idLiayana Safitriliayanasafitri@malahayati.ac.idMaya Lestarimayastr2005@gmail.com<p>This study aims to analyze the impact of budget efficiency on economic growth, both nationally and regionally in Indonesia. Budget efficiency is not merely about saving government spending, but rather emphasizes the optimization of resources so that every rupiah spent provides maximum benefits for society and economic development. The results of the study indicate that government budget efficiency has significant positive and negative impacts on economic growth. The positive impacts of budget efficiency carried out by the government are as an increase in a country's competitiveness, then as inflation control, as well as in several sectors that greatly influence economic growth such as infrastructure, industry, agriculture and MSMEs. The negative impacts caused by government budget efficiency can result in slowing economic growth due to budget cuts in vital sectors, then a decrease in people's purchasing power, a reduction in the workforce resulting in soaring unemployment rates. In addition, budget efficiency carried out by the government without strategic planning can also lead to development inequality between regions, especially in underdeveloped areas that are highly dependent on government funding allocations. Therefore, the implementation of budget efficiency must be accompanied by appropriate policies to continue to encourage inclusive and sustainable economic growth, and ensure the equitable distribution of the benefits of budget efficiency to all levels of society.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Indah Lia Puspita, Agus Juvindi, Liayana Safitri, Maya Lestarihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2486Pengaruh Social Media Community, Social Media Advertisement & Effort Expectancy terhadap Impulsive Buying2026-04-17T09:35:24+00:00Ega Kinanda Primaviaegaprimavia0709@gmail.comPatrick Kevin AritonangPatrick.kevin@esaunggul.ac.id<p>Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah pola perilaku konsumsi, khususnya dalam mendorong terjadinya pembelian impulsif pada generasi muda. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga berkembang menjadi platform pemasaran digital yang memengaruhi emosi, persepsi, dan keputusan pembelian konsumen secara cepat dan real time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>pengaruh social media community, social media advertisement, dan effort expectancy</em> <em>terhadap impulsive buying intention</em> serta dampaknya <em>terhadap impulsive buying behavior</em> pada Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner daring kepada 203 responden Generasi Z di wilayah Jabodetabek yang aktif menggunakan media sosial. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah <em>purposive sampling</em>. Data dianalisis menggunakan metode <em>Structural Equation Modeling–Partial Least Squares</em> (SEM-PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>social media community, social media advertisement, dan effort expectancy</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>impulsive buying intention</em>. Selanjutnya, <em>impulsive buying intention</em> terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>impulsive buying behavior</em>. Temuan ini mengindikasikan bahwa interaksi sosial dalam komunitas digital, paparan iklan media sosial yang persuasif, serta kemudahan penggunaan platform berperan penting dalam membentuk dorongan pembelian impulsif dan perilaku pembelian spontan konsumen. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian perilaku konsumen digital serta implikasi praktis bagi pelaku bisnis dalam merancang strategi pemasaran media sosial yang lebih efektif dan bertanggung jawab</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ega Kinanda Primavia, Patrick Kevin Aritonanghttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2494Hubungan Transformational Leadership dan Job Satisfaction dengan Employee Performance melalui Innovative Work Behavior pada Instansi X2026-04-19T00:20:45+00:00Putri Chairun Nisachairunnisa0530@student.esaunggul.ac.idMunirohmuniroh@esaunggul.ac.id<p>Instansi public dituntut untuk meningkatkan kinerja pegawai seiring dengan perubahan lingkungan kerja dan meningkatnya tuntutan pelayanan. Namun, Instansi X di Jakarta Pusat masih menghadapi permasalahan berupa penurunan kinerja pegawai dan rendahnya perilaku kerja inovatif. Kondisi ini diduga berkaitan dengan belum optimalnya penerapan kepemimpinan transformasional serta tingkat kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>transformational leadership</em> dan <em>job satisfaction</em> terhadap <em>employee performance</em> dengan <em>innovative work behavior</em> sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik <em>purposive sampling</em> terhadap 130 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 4 poin dan dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Squares </em>(PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>transformational leadership</em> dan <em>job satisfaction</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>innovative work behavior</em> dan <em>employee performance</em>. <em>Innovative work behavior</em> juga terbukti memediasi pengaruh kedua variabel tersebut terhadap <em>employee performance</em>. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai instansi publik.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Putri Chairun Nisa, Munirohhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2495Analisis Ketidaksetaraan Gender dalam Pembagian Peran keluarga2026-04-19T00:46:46+00:00Adelia Raya Ainurizka Salsabilla2290230041@untirta.ac.idStevany Afrizal stevanyafrizal@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran keluarga pada tiga keluarga di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga informan keluarga yang diberi kode Informan G, Informan K, dan Informan L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran domestik dan publik masih sangat dipengaruhi oleh budaya patriarki, kebiasaan turun-temurun, dan konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai penanggung jawab utama pekerjaan rumah tangga. Seluruh informan memperlihatkan pola bahwa istri mengerjakan seluruh tugas domestik, sementara suami berfokus pada peran public sebagai pencari nafkah. Ketidaksetaraan ini berdampak pada beban ganda bagi perempuan, memicu kelelahan emosional dan fisik, serta berpotensi menimbulkan konflik rumah tangga. Selain itu, pola tersebut diwariskan kepada anak-anak, sehingga norma ketidaksetaraan gender terus direproduksi antargenerasi. Temuan penelitian ini menguatkan teori konstruksi sosial, teori peran sosial, dan teori patriarki yang menjelaskan bagaimana peran gender dibentuk, dipertahankan, dan dijalankan dalam kehidupan keluarga.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Adelia Raya Ainurizka Salsabilla, Stevany Afrizal https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2479Pengaruh Kepercayaan dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian Melalui Citra Merek2026-04-19T01:15:48+00:00Sutrisno Wibowowibowo@umy.ac.idAkbar Maulanaakbar.maulana@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepercayaan dan Persepsi Harga terhadap Keputusan Pembelian melalui Citra Merek (dalam studi pengguna Tokopedia). Subjek penelitian ini adalah konsumen berusia 17 tahun yang telah berbelanja di Tokopedia lebih dari dua kali. Sampel penelitian ini berjumlah 200 responden yang dikumpulkan menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan metode Purposive Sampling dan didistribusikan kepada responden melalui Google Form melalui media sosial. Alat analisis yang digunakan adalah Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, kepercayaan tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian melalui citra merek, dan persepsi harga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian yang dimediasi oleh citra merek.<br>Kata kunci: Hasil Belajar Matematika, Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL).</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sutrisno Wibowo, Akbar Maulanahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2476Framing Konflik Israel-Palestina di Gaza dalam Media Digital: Studi pada Channel YouTube Tucker Carlson2026-04-17T08:58:05+00:00Maulana Zikrimaulanazikree014@gmail.comYenni Rosanayennirosana@umuslim.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis framing media dalam video yang diunggah oleh Tucker Carlson pada kanal YouTube miliknya. Latar belakang penelitian ini Adalah berdasarkan pergeseran peran media dari aktor institusi menuju individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tiga video yang dipublikasikan di kanal YouTube Tucker Carlson dan membahas isu Gaza. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan transkripsi konten, yang kemudian dianalisis menggunakan teori framing dari Robert N. Entman, yang mencakup empat elemen yaitu define problems (pendefinisian masalah), diagnose causes (penentuan penyebab), make moral judgments (penilaian moral), dan suggest remedies (rekomendasi solusi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing yang dilakukan Carlson mempresentasikan konflik Gaza sebagai krisis kemanusiaan, yang sering dikaitkan dengan kebijakan Israel serta dukungan Amerika Serikat. Penelitian ini menegaskan bahwa individu sebagai aktor media digital memiliki peran penting dalam mengonstruksi realitas dan membentuk opini publik global melalui praktik framing.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Maulana Zikri, Yenni Rosanahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2497Status Karyawan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan2026-04-19T05:17:33+00:00Elwita Nurani MendrofaElwitamendrofa57@gmail.comIndah Sari Liza LubisIndah99_psycho@yahoo.comReny Khaerany Nisfiaryrenynisfiary@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status karyawan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli. Latar belakang penelitian ini di dasari oleh adanya perbedaan status karyawan antara pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer yang memiliki tanggung jawab dan jenis pekerjaan yang berbeda, namun menunjukkan semangat kerja yang relatif sama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey, wawancara, dan kuesioner. Populasi penelitian ini berjumlah 92 orang karyawan yang terdiri dari PNS dan honorer, dengan Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi kerja dan skala kinerja karyawan yang di susun berdasarkan teori Herberg (2011) serta teori kinerja dari Mathis & Jackson (2011). Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status karyawan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja, sedangkan status karyawan lebih berpengaruh terhadap pembagian tanggung jawab dan stabilitas kerja. Dengan demikian, instansi disarankan untuk terus memperhatikan aspek motivasi dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh karyawan agar kinerja dapat meningkat secara optimal.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Elwita Nurani Mendrofa, Indah Sari Liza Lubis, Reny Khaerany Nisfiaryhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2463Avoided Loss Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan untuk Keamanan Nasional, Ekologis, dan Human Security Indonesia2026-04-19T05:25:52+00:00Khulfi Khalwanilangitborneo@gmail.comMargaretha Hanitamargaretha.hanita@idu.ac.idJaya D. CiptaJaya.d.cipta@gmail.com<p>Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan permasalahan lingkungan yang memiliki dampak multidimensional terhadap keamanan nasional, terutama melalui gangguan pada kesehatan masyarakat, stabilitas ekonomi, dan ketahanan sosial. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi penurunan signifikan luas area terbakar. Namun, capaian tersebut masih cenderung dipahami secara deskriptif dalam perspektif lingkungan, tanpa disertai pengukuran yang memadai terhadap kerugian sosial-ekonomi yang berhasil dicegah, serta belum sepenuhnya ditempatkan dalam kerangka keamanan nasional yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai kerugian sosial-ekonomi yang berhasil dihindarkan (<em>avoided loss</em>) akibat penurunan kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mereposisi pengendalian karhutla sebagai bentuk aksi iklim yang berkontribusi terhadap penguatan keamanan nasional melalui stabilitas ekologis dan pertahanan non-militer. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain analisis kebijakan, yang diperkaya dengan estimasi ekonomi lingkungan berbasis data sekunder. Perhitungan <em>avoided loss</em> dilakukan menggunakan pendekatan konservatif per hektare dan dianalisis dalam kerangka keamanan non-tradisional. Secara teoretis, penelitian ini mengintegrasikan perspektif konstruktivisme yang memandang ancaman sebagai hasil konstruksi sosial, serta pendekatan <em>human security</em> yang menekankan pentingnya perlindungan lingkungan, kesehatan, dan ekonomi sebagai bagian dari keamanan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan sekitar 78% luas karhutla dibandingkan baseline krisis 2019 telah mencegah kerugian sekitar Rp38,7 triliun. Selain memperbaiki kondisi lingkungan, pengendalian karhutla juga menurunkan risiko kesehatan, gangguan ekonomi, dan kerentanan sosial. Dengan demikian, pencegahan karhutla dapat dipahami sebagai bentuk pertahanan preventif non-militer yang memperkuat keamanan nasional melalui perlindungan sistem ekologis dan kesejahteraan manusia dalam menghadapi ancaman perubahan iklim.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Khulfi Khalwani, Margaretha Hanita, Jaya D. Ciptahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2493 Tanggung Jawab Dan Ketelitian Kerja Sebagai Determinan Kinerja Karyawan Pada Bank Mandiri2026-04-20T00:13:36+00:00Ida Nirwanasyafiranirwana20@gmail.comArfimasriarfimasri76@gmail.comNajla Khairunisanajlakhairunisa1409@gmail.com<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh Tanggungjawab dan Ketelitian Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Bank Mandiri Cabang Solok. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer melalui penyebaran kuesioner dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara <em>total sampling</em>, dengan jumlah sampel 38 orang. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial tanggungjawab berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan nilai t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 5,096 > 2,02809, dan nilai signifikannya 0,000 < 0,05 dan ketelitian kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan nilai t hitungnya juga lebih besar dari t tabel yaitu 2,515 > 2,02809 dan nilai signifikasinya 0,017 < 0,05. Berdasarkan dari uji F diperoleh nilai F<sub>hitung</sub> sebesar 53,744 dan nilai F<sub>tabel</sub> sebesar 3,26. Hal ini menyatakan bahwa secara bersamaan atau simultan tanggunjawab dan ketelitian kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di Bank Mandiri Cabang Solok</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ida Nirwana, Arfimasri, Najla Khairunisahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2460Tradisi Kenduri Sko di Kelurahan Lempur tengah, Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci dalam Perspektif Hukum Islam 2026-04-13T00:12:39+00:00Habibihabibi.89@gmail.comBahrul Ma'anibahrulmaani2018@gmail.comRuslan Abdul Ghaniruslanabdulgani616@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang tradisi Kenduri Sko dalam Persfektif hukum Islam.penelitian ini akan melihat tradisi dari sudut pandang hukum Islam, apakah tradisi kenduri Sko sudah sejalan dengan hukum Islam dan melihat nilai-nilai hukum Islam yang terkandung di dalam tradisi Kenduri Sko. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan mengunakan metode wawancara yang dilakukan di Kelurahan Lempur Tengah, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci. Teknik pengumpulan data mengunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap beberapan orang responden. Hipotesis dalam penelitian ini adalah (1) ada kebiasaan pelaksanaan tradisi Kenduri Sko; (2) ada nilai-nilai Islam yang terkandung dalam praktik tradisi Kenduri Sko; (3) status hukum tradisi Kenduri Sko jika ditinjau dari Persfektif hukum Islam. Pengujian hipotesis menggunakan analisi deskriptif, dengan mengelompokkan data dan melakukan interpretasi. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan yaitu: (1) terjadinya praktek tradisi Kenduri Sko di Kelurahan Lempur Tengah, (2) terdapat nilai-nilai Islam pada tradisi Kenduri Sko yang telah diwariskan sejak zaman dahulu, (3) hukum islam melarang beberapa acara pada tradisi Kenduri Sko, tetapi tidak semuanya, karena dalam tradisi tersebut terdapat nilai-nilai yang sejalan dengan Islam. Berdasarkan temuan penelitian ini, tradisi kenduri Sko tetap boleh dilaksanakan dengan syarat harus menghilangkan hal-hal yang dilarang oleh ajaran Islam. Karena hal-hal yang dilarang itu menimbulkan dampak negatif bagi individu maupun masyarakat.</p>2026-04-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Habibi, Bahrul Ma'ani, Ruslan Abdul Ghanihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2506Implementasi Program Merdeka Belajar (Studi Di SMP Negeri 2 Polinggona)2026-04-21T05:19:59+00:00Yogi Iswahyuniiswahyuni283@gmail.comArafat Mallapiseng afatpascaunm@gmail.comAhmad Lamo Said AhmadLamoSaid@gmail.com<p>Artikel ini merupakan luaran dari penelitian yang membahas tentang implementasi dari program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari program merdeka belajar yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona belum sepenuhnya efektif. Dari aspek komunikasi, komunikasi internal (antar guru dan dari kepala sekolah) sangat kuat. Namun, komunikasi eksternal dari dinas pendidikan dan pusat lemah, dengan bahasa instruksi yang sulit dipahami, sosialisasi lambat, dan pelatihan terbatas. Dari aspek sumber daya, menunjukkan keterbatasan signifikan, termasuk jaringan internet buruk, fasilitas teknologi (WiFi dan laptop) yang kurang, serta kekurangan bahan ajar dan laboratorium akibat alokasi Dana BOS yang terbatas. Dari aspek disposisi secara umum positif: kepala sekolah, guru dan siswa proaktif dan antusias terhadap merdeka belajar. Sementara itu, dari aspek struktur birokrasi, hierarki birokrasi (seperti persyaratan laporan administrasi) menciptakan beban kerja tinggi bagi guru, mengurangi waktu untuk inovasi kreatif di kelas. Menunjukkan struktur yang teratur namun kurang efisien, birokrasi yang kaku dapat menghambat fleksibilitas program seperti Merdeka Belajar, yang membutuhkan alokasi waktu untuk eksplorasi siswa.</p>2026-04-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yogi Iswahyuni, Arafat Mallapiseng , Ahmad Lamo Said https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2503Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Upaya Pemberantasan Terorisme di Indonesia melalui Peran Strategis Militer2026-04-21T10:02:54+00:00Muhammad Reza Pahlevimpahlevi68@gmail.comTiarsen Buatontiarsen.buaton@sthm.ac.id Ahmad Jaenijaeni2199@gmail.com<p>Indonesia merupakan negara hukum yang berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Konsep negara hukum sebagaimana dikemukakan oleh Wiryono Projodikoro menegaskan bahwa penyelenggara negara, khususnya pemerintah, dalam menjalankan tugas dan kewenangannya harus tunduk dan terikat pada ketentuan hukum yang berlaku. Istilah Ketahanan Nasional mulai dikenal pada awal dekade 1960-an, pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soekarno. Pada tahun 1962, gagasan ini kemudian dikembangkan secara lebih sistematis di lingkungan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung. Dalam konteks tersebut, pengaturan mengenai pengerahan kekuatan militer atau TNI dalam suatu operasi militer bukanlah hal yang sederhana, karena memerlukan pertimbangan yang matang serta didasarkan pada kebijakan dan keputusan politik negara. Ancaman terorisme sendiri bukan fenomena baru bagi Indonesia. Sejak masa Orde Baru, isu terorisme telah muncul dengan karakteristik, motif, serta pola gerakan yang berbeda, termasuk pendekatan penanggulangannya. Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan terorisme perlu dikaji secara cermat, mengingat secara fungsi dan pelatihan, militer tidak dirancang untuk menjalankan peran penegakan hukum yang merupakan kewenangan kepolisian. Ia juga berpendapat bahwa apabila pelibatan tersebut direalisasikan, maka secara ideal perlu diberikan batas waktu tertentu, misalnya enam bulan. Dalam kerangka tersebut, strategi kebijakan nasional terkait pelibatan TNI dalam pemberantasan tindak pidana terorisme dapat dianalisis melalui perspektif politik hukum. Politik hukum pada dasarnya merupakan kebijakan negara dalam menentukan arah pembentukan dan penerapan hukum, baik melalui pembentukan peraturan baru maupun pencabutan serta penyesuaian terhadap peraturan lama, guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.</p>2026-04-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Reza Pahlevi, Tiarsen Buaton, Ahmad Jaenihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2484Budaya Disiplin Kerja dalam Transformasi Digital Tata Kelola Fakultas: Studi Kasus di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prabumulih2026-04-21T11:14:10+00:00Deslianadesliana1021@gmail.com<p>Transformasi digital dalam tata kelola perguruan tinggi menuntut perubahan tidak hanya pada aspek sistem, tetapi juga pada budaya kerja sumber daya manusia, khususnya terkait disiplin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya disiplin kerja terbentuk, dipraktikkan, dan diperkuat dalam konteks transformasi digital tata kelola fakultas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Prabumulih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan fakultas, tenaga kependidikan, dan dosen, observasi terhadap praktik kerja berbasis sistem digital, serta analisis dokumen kebijakan dan standar operasional prosedur (SOP). Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem presensi digital, administrasi akademik berbasis aplikasi, dan pelaporan kinerja elektronik berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan terhadap waktu kerja, akuntabilitas tugas, dan transparansi kinerja. Namun demikian, efektivitas budaya disiplin kerja tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan juga oleh komitmen pimpinan, konsistensi penegakan aturan, serta internalisasi nilai profesionalisme di lingkungan fakultas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi digital berperan sebagai katalis dalam penguatan budaya disiplin kerja apabila diintegrasikan dengan strategi kepemimpinan dan kebijakan organisasi yang berorientasi pada perubahan perilaku kerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengembangan tata kelola fakultas yang adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan di era digital.</p>2026-04-21T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Deslianahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2510Determinasi Efisiensi Kerja terhadap Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh Guru SD Negeri Bukit Sari dan Sari Mulya, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi2026-04-24T00:07:26+00:00Rasidah Nasrahrasidahnasrah@ummy.ac.idEsi Sriyantiesisriyanti@ummy.ac.idRian Dika Putrariandk25ptr@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Efisiensi Kerja dan Peningkatan Kinerja terhadap penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di kalangan guru sekolah dasar di Dusun Bukit Sari dan Sari Mulya, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode pengambilan sampel total dengan 35 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner langsung kepada guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, regresi linier, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efisiensi Kerja berpengaruh signifikan terhadap penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), dengan nilai t sebesar 4,404 dan tingkat signifikansi 0,000 <0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,647 menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan 64,7% pengaruh tersebut.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rasidah Nasrah, Esi Sriyanti, Rian Dika Putrahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2524Pertanggungjawaban Pidana Nakhoda Menurut Undang-Undang 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran2026-04-24T00:44:16+00:00Sumardinsumardin985@gmail.comRina Rohayu Harunrina@ummat.ac.idNurjannah Septyanunnurjannahs@ummat.ac.id<p>Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap transportasi laut sehingga keselamatan pelayaran menjadi aspek penting dalam sistem transportasi nasional. Dalam praktiknya, kecelakaan kapal seperti tubrukan, kebakaran, dan tenggelam masih sering terjadi dan sebagian besar dipengaruhi oleh faktor kesalahan manusia (human error), termasuk kelalaian dalam menjalankan standar profesi kepelautan. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan hukum mengenai batasan pertanggungjawaban pidana nakhoda sebagai pimpinan tertinggi di atas kapal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualifikasi perbuatan yang digolongkan sebagai unsur tindak pidana nakhoda serta untuk menganalisis pertanggungjawaban nakhoda atas keselamatan pelayaran menurut UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan dukungan data empiris. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta analisis terhadap lima putusan Mahkamah Pelayaran yang berkaitan dengan kecelakaan kapal. Penelitian ini juga dilengkapi dengan wawancara terhadap informan yang memiliki kompetensi di bidang pelayaran guna memperkuat analisis terhadap penerapan hukum dalam praktiks.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana nakhoda tidak secara otomatis timbul akibat terjadinya kecelakaan kapal, melainkan harus didasarkan pada adanya unsur kesalahan berupa kesengajaan atau kealpaan dalam menjalankan kewajiban profesionalnya. Putusan Mahkamah Pelayaran umumnya menekankan pada kesalahan profesional dan menjatuhkan sanksi administratif, namun temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk menilai kemungkinan pertanggungjawaban pidana.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pertanggungjawaban pidana nakhoda dalam kecelakaan kapal ditentukan oleh adanya kesalahan dalam pelaksanaan kewajiban profesinya sesuai dengan ketentuan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sumardinhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2522Pengaruh Paparan Konten FYP TikTok terhadap Kecemasan Sosial Mahasiswa2026-04-24T01:00:46+00:00Rizky Ramadhanirizkyramadhani@students.untidar.ac.idZulayka Insanizulaykacahyai@students.untidar.ac.idAnisa Retno Ningtyasanisarn@students.untidar.ac.idSalsabila Putrisalsabila@students.untidar.ac.idSiti Arifahsitiarifah@students.untidar.ac.idJoko Tri Nugrahajokotrinugraha@untidar.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten For You Page (FYP) TikTok terhadap kecemasan sosial mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan media sosial yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, khususnya melalui fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara paparan konten FYP dan kecemasan sosial (R = 0,399; R² = 0,159; p < 0,001). Dengan demikian, semakin tinggi intensitas paparan konten, maka semakin meningkat kecemasan sosial mahasiswa. Meskipun demikian, kontribusi pengaruh tergolong terbatas, sehingga faktor lain juga berperan penting. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rizky Ramadhani, Zulayka Insani, Anisa Retno Ningtyas, Salsabila Putri, Siti Arifah, Joko Tri Nugrahahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2523Black Campaign Dalam Pemilihan Kepala Daerah Perspektif Fiqih Siyasah (Studi Kasus Pemilihan Kepala Daerah Bukittinggi Pilkada 2020) (K3lh)2026-04-23T23:56:59+00:00Rindi Atikahrindiatikah328@gmail.comMiswardimiswardi@uinbukittinggi.ac.id<p>Fenomena kampanye hitam (black campaign) dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia semakin marak dan berpotensi mencederai nilai-nilai demokrasi. Kampanye hitam dilakukan melalui penyebaran informasi palsu dan fitnah untuk menjatuhkan lawan politik, terutama melalui media sosial. Salah satu kasus terjadi pada Pilkada Kota Bukittinggi tahun 2020, yaitu beredarnya surat palsu yang mengatasnamakan DPP PDI Perjuangan untuk menyerang pasangan calon Ramlan Nurmatias. Fenomena ini berdampak negatif terhadap kualitas demokrasi, moral politik, dan keharmonisan sosial masyarakat. Dalam hal ini yang menjadi permasalahan adalah bagaimana black campaign dalam Pilkada Bukittinggi 2020 serta pandangan fiqih siyasah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara sebagai sumber primer, serta buku, jurnal, dan artikel sebagai sumber sekunder. Dari hasil penlelitian ini penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut: Pertama, black campaign pada Pilkada Bukittinggi 2020 terjadi melalui penyebaran surat palsu yang mengatasnamakan DPP PDI Perjuangan untuk menjatuhkan pasangan Ramlan Nurmatias. Meskipun tidak memenuhi unsur pelanggaran formil pemilu, tindakan ini tergolong fitnah yang merusak persepsi publik dan kualitas demokrasi. Kedua, dalam perspektif fiqih siyasah, perbuatan tersebut termasuk Akhlaqul Madzmumah karena mengandung unsur fitnah, ghibah, dan namimah yang dilarang dalam Islam.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Rindi Atikah, Miswardihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2525Tinjauan Yuridis Terhadap Sengketa Tumpang Tindih Sertifikat Tanah Di Indonesia2026-04-24T02:12:06+00:00Habibahabiba.oktober62@gmail.com Asrul Aswar lulu.asrul87@gmail.com<p>Hukum tanah adalah keseluruhan ketentuan-ketentuan hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang semuanya mempunyai objek pengaturan yang sama yaitu hak penguasaan atas tanah sebagai lembaga-lembaga hukum dan sebagai hubungan hukum yang konkret, beraspek publik dan privat, yang dapat disusun dan dipelajari secara sistematis, hingga keseluruhannya menjadi satu kesatuan yang merupakan satu sistem. Permasalahan tumpang tindih sertipikat tanah merupakan salah satu bentuk sengketa agraria yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan ketidakpastian hukum serta konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya tumpang tindih sertipikat tanah serta mengkaji penyelesaiannya dari perspektif yuridis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpang tindih sertipikat tanah disebabkan oleh kelemahan sistem administrasi pertanahan, ketidaksesuaian data fisik dan data yuridis, serta adanya penyalahgunaan kewenangan. Secara yuridis, sertipikat tanah merupakan alat bukti yang kuat, namun tidak bersifat mutlak karena dapat dibatalkan melalui mekanisme hukum apabila terbukti terdapat cacat administratif atau hukum. Oleh karena itu, diperlukan reformasi sistem pertanahan yang terintegrasi dan berbasis teknologi guna menjamin kepastian hukum di masa mendatang.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Habiba, Asrul Aswar https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2527Pengaruh Perceived Usefulness dan Perceived Ease Of Use terhadap Behavior Intention pada Penggunaan Qris2026-04-24T09:52:10+00:00Muhammad Khoirul Najibmuhammadkhoirulnajib@students.untidar.ac.idRosa Adiani Permatarosaadiani@students.untidar.ac.idAliffia Bunga Rinjanialiffiabungarinjani@students.untidar.ac.idTitik Tiarawatititiktiarra2@students.untidar.ac.idSindi Novita Enggisindine@students.untidar.ac.idJoko Tri Nugrahajokotrinugraha@untidar.ac.id<p>Perkembangan dalam teknologi pembayaran digital telah melahirkan alat seperti QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kini banyak digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh dari Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use terhadap niat perilaku dalam penggunaan QRIS di kalangan mahasiswa Fisipol Universitas Tidar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan mengadopsi kerangka Technology Acceptance Model (TAM). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang melibatkan 90 responden dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perceived Usefulness memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap niat perilaku (t = 11,625; R2 = 0,606; sig. = 0,000), sementara Perceived Ease of Use juga berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap niat perilaku (t = 11,074; R2 = 0,582; sig. = 0,000). Semua alat yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan valid dan reliabel, dengan nilai Cronbach's Alpha untuk setiap variabel lebih dari 0,60. Temuan ini mendukung relevansi kerangka TAM dalam menjelaskan penerimaan teknologi pembayaran digital di lingkungan kampus.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Khoirul Najib, Rosa Adiani Permata, Aliffia Bunga Rinjani, Titik Tiarawati, Sindi Novita Enggi, Joko Tri Nugrahahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2528Efektivitas Birokrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam Meningkatkan Layanan Kepribadian dan Kemandirian bagi Tahanan dan Anak2026-04-24T06:33:35+00:00Cipta Damai Arya Cudu2210413181@mahasiswa.upnvj.ac.idRifqi Bayu Azi2210413144@mahasiswa.upnvj.ac.idRika Dewi Sartika2310413035@mahasiswa.upnvj.ac.idSilvana Putri Priageng2310413029@mahasiswa.upnvj.ac.idMuhammad Prakoso Ajiprakosoaji@upnvj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas birokrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam meningkatkan layanan kepribadian dan kemandirian bagi Tahanan dan Anak. Adapun penelitian ini menggunakan teori birokrasi yang dikemukakan oleh Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi layanan kepribadian dan kemandirian bagi Tahanan dan Anak dibagi menjadi dua layanan yaitu layanan kepribadian yang fokus dalam pemberian layanan terkait spiritual dan mental, sedangkan layanan kemandirian yang fokus dalam pemberian layanan terkait minat dan bakat. Dalam praktiknya, layanan kepribadian dan kemandirian menghadapi berbagai tantangan seperti birokrasi yang kaku dan program yang terkendala. Hal ini tentunya birokrasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan masih belum efektif dalam meningkatkan layanan kepribadian dan kemandirian bagi Tahanan dan Anak. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa implementasi layanan kepribadian dan kemandirian bagi Tahanan dan Anak telah berjalan sesuai regulasi dengan fokus pada pembinaan mental,spiritual,serta pengembangan keterampilan. Disisi lain, efektivitas birokrasinya masih belum optimal akibat berbagai kendala.</p>2026-04-24T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Cipta Damai Arya Cudu, Rifqi Bayu Azi, Rika Dewi Sartika, Silvana Putri Priageng, Muhammad Prakoso Ajihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2531Pengaruh Kepemimpinan Tansformasional, Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perawat Melalui Kepuasan Sebagai variabel Mediasi (Pada RSI Sultan Agung Semarang)2026-04-24T23:08:12+00:00Ghina Nisrina Hamied211202207704@mhs.dinus.ac.idAris Puji Purwatiningsiharis.puji.p@dsn.dinus.ac.idUsmanusman@dsn.dinus.ac.idAries Setiawanariessetya_005@dsn.dinus.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja perawat dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada RSI Sultan Agung Semarang. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 125 perawat tetap, data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam memengaruhi tingkat kepuasan kerja dan kinerja perawat dibandingkan variabel lainnya. Kepemimpinan transformasional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Selain itu, kepuasan kerja tidak terbukti berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja, sehingga belum mampu memediasi hubungan antar variabel secara optimal. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan motivasi kerja dan penerapan kepemimpinan yang efektif menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja perawat. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa manajemen rumah sakit perlu memprioritaskan strategi peningkatan motivasi kerja serta penguatan praktik kepemimpinan untuk menciptakan kinerja perawat yang optimal dan berkelanjuta</p>2026-04-25T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ghina Nisrina Hamied, Aris Puji Purwatiningsih, Usman, Aries Setiawanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2533 Peran Sosial Kesenian Ubrug Terhadap Kehidupan Masyarakat Di Kota Cilegon2026-04-26T01:39:17+00:00Lilis Khairunisa2290230054@untirta.ac.idSepti Kuntariseptikuntari@untirta.ac<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bertahannya kesenian tradisional Ubrug di Kampung Linggarjati, Kota Cilegon, di tengah tekanan modernisasi dan industrialisasi yang masif. Sebagai kota industri, Cilegon mengalami perubahan struktur sosial yang cenderung mengarah pada pola hidup individualistik dan rasional, yang berpotensi menggerus eksistensi seni tradisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sosial kesenian Ubrug, bentuk interaksi yang terjalin, serta strategi adaptasi masyarakat dalam mempertahankan identitas budayanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan kunci yang terdiri dari pelaku seni (Teater Wonk Kite), tokoh masyarakat, dan warga setempat. Analisis data dilakukan menggunakan perspektif Teori Fungsionalisme Struktural dan Interaksionisme Simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di tengah masyarakat industri Linggarjati, Ubrug tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan (entertainment), tetapi telah bertransformasi menjadi mekanisme pertahanan sosial (social defense mechanism). Secara manifest, Ubrug berperan sebagai media kritik sosial dan pendidikan moral yang disampaikan melalui humor kontekstual. Secara laten, Ubrug berfungsi sebagai perekat solidaritas sosial yang memulihkan hubungan komunal (Gemeinschaft) yang terfragmentasi oleh sistem kerja industri. Ubrug juga dimaknai sebagai simbol identitas kolektif masyarakat Banten dan sarana nostalgia budaya. Keberlangsungannya didukung oleh strategi adaptasi komunitas melalui improvisasi isu kontemporer, meskipun masih menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan ruang publik dan regenerasi pelaku seni.</p>2026-04-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Lilis Khairunisa, Septi Kuntarihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2535Status Hukum Pulau Kawikawia dalam Perspektfi Pembentukan Daerah dan Administasi Pemerintahan2026-04-26T07:46:26+00:00Muliadimuliadinando@gmail.comWinner Siregar winerSiregar@gmail.comWa Ode Intan Kurniawati aodeintan866@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis status hukum Pulau Kawikawia berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2014 tentang Pembentukan Daerah serta ditinjau dari aspek administrasi pemerintahan di Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis kedudukan hukum Pulau Kawikawia berdasarkan ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2014; (2) mengkaji fakta hukum administrasi pemerintahan yang berkaitan dengan pengelolaan dan penguasaan Pulau Kawikawia oleh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan; serta (3) merumuskan implikasi yuridis dan rekomendasi penyelesaian terhadap permasalahan status hukum Pulau Kawikawia dalam kerangka sistem pemerintahan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), dan pendekatan kasus (case approach). Data yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, yang dianalisis secara kualitatif dengan teknik penafsiran hukum sistematis dan teleologis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2014, Pulau Kawikawia secara yuridis termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Buton Selatan. Namun demikian, dalam praktik administrasi pemerintahan masih ditemukan ketidaksinkronan antara ketentuan normatif dengan fakta hukum administratif, terutama terkait pencatatan wilayah, dokumen pemerintahan, dan pelaksanaan kewenangan pemerintahan daerah. Kondisi ini berpotensi menimbulkan konflik kewenangan serta melemahkan prinsip kepastian hukum dan tertib administrasi pemerintahan. 2) Fakta hukum penguasaan dan pemanfaatan Pulau Kawikawia oleh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dari aspek administrasi pemerintahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan penegasan status hukum Pulau Kawikawia melalui harmonisasi regulasi, pembaruan data administrasi pemerintahan, serta penguatan koordinasi antarinstansi pemerintah. Rekomendasi penelitian ini diarahkan pada perlunya langkah administratif dan yuridis yang komprehensif guna menjamin kepastian hukum, efektivitas pemerintahan daerah, serta perlindungan kepentingan masyarakat di wilayah Pulau Kawikawia.</p>2026-04-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muliadi, Winner Siregar , Wa Ode Intan Kurniawati https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2536Pengaruh Ketepatan Isi dan Kualitas Informasi terhadap Kepuasan Pengguna dalam Pengisian Electronic Medical Record (EMR) Rawat Inap Rumah Sakit Premier Jatinegara2026-04-26T14:22:48+00:00Risa Amelia El Rahmahrisaameliaelrahmah@gmail.comEddy Hermawan Hasudungan PanjaitanEddypanjaitan997@gmail.comBambang NurakhimBambangnur1967@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisa adanya pengaruh ketepatan isi dan kualitas informasi terhadap kepuasan pengguna dalam pengisian <em>Electronic Medical Record</em> (EMR) rawat inap di Rumah Sakit Premier Jatinegara. <strong>Metode Penelitian </strong>: Penelitian ini dibuat menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 85 responden dokter spesialis, perawat bedah dan perawat bangsal, serta dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji t, dan uji F. <strong>Hasil : </strong>Penelitian ini dapat memperlihatkan bahwa ketepatan isi EMR serta kualitas informasi EMR yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna, Secara simultan, ketepatan isi dan kualitas informasi EMR berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna dalam pengisian EMR rawat inap di Rumah Sakit Premier Jatinegara, yang dibuktikan dengan nilai F hitung sebesar 43,856 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,517. <strong>Kesimpulan : </strong>Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan akurasi, kelengkapan, ketepatan waktu, serta konsistensi informasi EMR sangat berperan dalam membentuk persepsi positif dan kepuasan tenaga kesehatan sebagai pengguna sistem. Ketepatan isi EMR memastikan data klinis dapat dipercaya dan mendukung pengambilan keputusan medis, sedangkan kualitas informasi EMR meningkatkan efektivitas kerja dan kenyamanan penggunaan sistem.</p>2026-04-26T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Risa Amelia El Rahmah, Eddy Hermawan Hasudungan Panjaitan, Bambang Nurakhimhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2541Pendekatan Teknik Kuantitatif dalam Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan2026-04-27T09:49:59+00:00Natasya Rizkinatasyaarz14@gmail.comMohamad Muspawi mohamad.muspawi@unja.ac.idLehany Ameilia lehanyameilia@gmail.com<p>Pengambilan keputusan merupakan proses penting dalam manajemen organisasi yang berpengaruh terhadap pencapaian tujuan. Namun, dalam praktiknya, keputusan sering kali masih didasarkan pada intuisi sehingga berpotensi kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknik kuantitatif dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik kuantitatif, seperti analisis statistik, pohon keputusan, pemrograman linear, serta analisis biaya dan manfaat, mampu membantu pengambil keputusan dalam mengevaluasi alternatif secara lebih sistematis dan objektif. Dengan demikian, penerapan teknik kuantitatif dapat meningkatkan kualitas keputusan yang dihasilkan agar lebih rasional, akurat, dan berbasis data.</p>2026-04-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Natasya Rizki, Mohamad Muspawi , Lehany Ameilia https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2542Efektivitas Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting Di Desa Puurau Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara2026-04-27T15:57:34+00:00Indawatiindhaindha016@gmail.comI Rawati i.rawati@gmail.comFetni fetni@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahu dan mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan percepatan penurunan Stunting di Desa Puurau Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis deskriptif kualitatif, informan dalam penelitian ini sebanyak sembilan orang. Jenis dan Sumber data yang digunakan yakni Pengumpulan Data, Reduksi Data, Kajian Data, dan Penarikan Kesimpulan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas program percepatan penurunan stunting di Desa Puurau Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara belum terlaksana secara efektif yang dikarenakan masih adanya balita stunting yang terdapat di desa Puurau. Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) memberikan manfaat signifikan dalam pemenuhan gizi anak-anak, terdapat kekhawatiran dari masyarakat mengenai keberlanjutan program tersebut setelah periode pemberian selesai. Masih ada masyarakat yang belum memahami apa itu stunting dan dampaknya terhadap pertumbuhan anak. Beberapa bahkan menganggap stunting sebagai kondisi yang disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, sehingga mereka merasa program pencegahan tidak terlalu penting untuk diikuti. Tujuan program berjalan efektif karena output yang dihasilkan oleh program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stanting) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sudah sesuai dengan tujuan yang ditetapkan sebelumnya yaitu penanganan dan penurunan stunting. Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam upaya penurunan stunting masih belum optimal. TPPS cenderung hanya melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program tanpa mengevaluasi pemanfaatan program oleh masyarakat.</p>2026-04-27T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Indawati, I Rawati , Fetni https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2544Faktor Penentu Pengambilan Keputusan dalam Kelompok2026-04-28T07:16:42+00:00Amelia Prawestiprawestiamelia@gmail.comMohamad Muspawimohamad.muspawi@unja.ac.idDea Amelia Dwi Putrideaameliadwiputri@gmail.com<p>Pengambilan keputusan dalam kelompok merupakan bagian penting dalam organisasi karena melibatkan kerja sama dan interaksi antaranggota dalam mencapai tujuan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor penentu pengambilan keputusan dalam kelompok. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan, dengan teknik pengumpulan data melalui penelusuran pustaka dan analisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dalam kelompok dipengaruhi oleh berbagai faktor penentu, yaitu kondisi internal kelompok, kemalasan sosial, konflik tujuan, kepemimpinan, komunikasi organisasi, dan dinamika kelompok. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kualitas keputusan yang dihasilkan. Dengan demikian, kualitas pengambilan keputusan dalam kelompok ditentukan oleh kondisi internal kelompok, kepemimpinan, komunikasi organisasi, serta dinamika kelompok.</p>2026-04-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Amelia Pawesti, Mohammad Muspawi, Dea Amelia Dwi Putrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2546Pengaruh Komponen Intellectual Capital, Firm Size, dan Profitabilitas Terhadap Leverage2026-04-28T08:17:26+00:00Azzahra Indi Zullaichaazzahra21.2004@gmail.comEny Purwaningsih eny.purwaningsih@esaunggul.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh komponen <em>intellectual capital</em>, <em>firm size</em>, dan profitabilitas terhadap <em>leverage</em>. Terdapat enam variabel yang menjadi objek penelitian dengan variabel independennya meliputi <em>human capital efficiency</em>, <em>structural capital efficiency</em>, <em>relational capital efficiency</em>, <em>firm size</em> yang diukur dengan logaritma natural, profitabilita diukur dengan ROE dan variabel dependennya <em>leverage</em>. Sektor penelitian ini mencakup perusahaan sektor <em>healthcare</em> di Indonesia tahun 2021-2024, yang secara rutin menerbitkan laporan tahunan dan laporan keuangan audited, dan selalu memperoleh laba dalam 4 tahun terakhir secara berturut turut. Metode yang digunakan <em>non probability</em> sampling dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Data yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 38 perusahaan dengan waktu observasi 4 tahun sehingga populasi yang diperoleh sebanyak 152 populasi. Namun, hanya terdapat 72 sampel yang memenuhi kriteria. Penelitian ini menggunakan regresi data panel dengan melakukan analisis statistik deskriptif, untuk menentukan model dilakukan uji chow, uji hausman dan uji LM. Kemudian dilanjutkan dengan uji asumsi klasik seperti normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Lalu diakhiri menguji hipotesis dengan uji t, uji f serta koefisien determinasi. Berdasarkan hasil menunjukkan bahwa human capital efficiency berpengaruh negatif terhadap leverage, sedangkan structural capital efficiency, relational capital efficiency dan firm size tidak berpengaruh terhadap leverage, serta profitabilitas berpengaruh positif terhadap leverage.</p>2026-04-28T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Azzahra Indi Zullaichahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2548Peran Satu Amal Indonesia dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Pendidikan Non Formal Cerita Kolong Langit di Kota Palembang2026-04-29T02:48:47+00:00Nada Nisrina Nazhifahnadaeka15@gmail.comAnggra Para Divaanggraparadiva15@gmail.comM.Bagas Pratama PutraM.BagasPratamaPutra@gmail.comRigina Aliza riginaalizana@gmail.comTasya Astridianisatasyaastridianisa27@gmail.comIzzaty Nagita Putriizzatynagitap@gmail.comDwi Haryanti haryantidwih@gmail.comRetno Pengestiretnopangesti089@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idMuhammad RifaiMuhammad_rifai@fisip.unsri.ac.idTresnotresno@fisip.unsri.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi Satu Amal Indonesia dalam penguatan masyarakat melalui program pendidikan nonformal Cerita Kolong Langit yang berlangsung di Kota Palembang. Program Cerita Kolong Langit muncul sebagai sebuah wadah pembelajaran alternatif yang tidak hanya menyajikan pendidikan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter serta sosial kepada anak-anak. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi dan wawancara mendalam bersama pihak dari organisasi Satu Amal Indonesia, yaitu Kepala Bidang Riset dan Data sebagai sumber informasi utama. Hasil studi menunjukkan bahwa program Kolong Langit berperan dalam pemberdayaan masyarakat dengan menyediakan kesempatan belajar untuk anak- anak yang menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan. Program ini tidak hanya mendukung anak-anak dalam meningkatkan kemampuan akademis, tetapi juga menanamkan prinsip-prinsip moral serta karakter yang baik.Keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi sukarelawan, kontribusi dari para donatur, dan penerimaan baik dari masyarakat serta semangat tinggi anak-anak. Meski demikian, program ini juga menemui berbagai tantangan, seperti jumlah sukarelawan yang terbatas, waktu yang dimiliki peserta yang tidak mencukupi, serta kurangnya dukungan dari pihak pemerintah.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nada Nisrina Nazhifah, Anggra Para Diva, M.Bagas Pratama Putra, Rigina Alizha, Tasya Astridianisa, Izzaty Nagita Putri, Dwi Haryani, Retno Pengesti, Rudy Kurniawan, Muhammad Rifai, Tresnohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2549Gerakan Komunitas dalam Pelestarian Mangrove: Strategi Kelompok Harapan Bersama di Bengkalis2026-04-29T04:21:34+00:00Oni Andriani Putrioniandriani09@gmail.comRina SusantiRina.Susanti@lecturer.unri.ac.id<p>Kelompok Harapan Bersama merupakan aktor Gerakan Sosial Baru yang berfokus pada isu lingkungan, khususnya pelestarian mangrove di Desa Pangkalan Jambi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan kelompok dalam pelestarian mangrove dengan menggunakan pendekatan Gerakan Sosial Baru oleh Rajendra Singh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri dari enam anggota aktif kelompok yang telah bergabung lebih dari lima tahun serta satu informan kunci dari aparatur Desa Pangkalan Jambi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Harapan Bersama menjalankan tujuh strategi utama dalam pelestarian mangrove, yaitu: (1) sosialisasi melalui metode ceramah dan praktik langsung kepada masyarakat, (2) mobilisasi massa melalui keterlibatan masyarakat lokal dan pemanfaatan media sosial, (3) pembibitan dan penanaman mangrove, (4) pengawasan dan pengendalian melalui patroli rutin serta penerapan aturan preventif dan represif, (5) pengembangan inovasi Alat Pemecah Ombak berbasis pengetahuan lokal, (6) pembangunan jejaring dengan berbagai pihak, serta (7) pengembangan kawasan ekowisata mangrove. Strategi-strategi tersebut menunjukkan bahwa gerakan pelestarian mangrove tidak hanya bersifat ekologis, tetapi juga merupakan proses sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat, kolaborasi multipihak, serta inovasi berbasis lokal.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Oni Andriani Putri, Rina Susantihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2551Pengaruh Asesmen Internal terhadap Efektivitas Manajemen Strategis pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari2026-04-29T11:17:08+00:00La Ode Muhamad Safrudinlaodemuhamad@gmail.comIrmaodairma430@gmail.comEliyanti Agus Mokodompit eamokodompit66@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis pengaruh asesmen internal terhadap efektivitas manajemen strategis pada Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, menggunakan data primer yang diperoleh melalui kuesioner skala Likert kepada 60 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kualitas instrumen telah diuji melalui uji validitas dan reliabilitas, sementara pengolahan data dilakukan menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS. Temuan empiris mengindikasikan adanya pengaruh positif dan signifikan antara asesmen internal dan efektivitas manajemen strategis, yang tercermin dari koefisien regresi sebesar 0,65 serta nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,58 menunjukkan bahwa 58% variasi efektivitas manajemen strategis dapat dijelaskan oleh asesmen internal. Hasil ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas asesmen internal, khususnya dalam evaluasi kinerja dan pemantauan program, berperan dalam mengoptimalkan implementasi strategi organisasi. Secara keseluruhan, asesmen internal terbukti sebagai faktor penting dalam meningkatkan efektivitas manajemen strategis pada lembaga pelatihan vokasi, sekaligus memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen strategis sektor publik serta rekomendasi praktis dalam pemanfaatan sistem evaluasi internal sebagai dasar pengambilan keputusan strategis.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 La Ode Muhamad Safrudin, Irma, Eliyanti Agus Mokodompit https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2550Peran Stakeholder Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Indralaya dalam Teori Fungsionalisme Struktural2026-04-29T12:44:38+00:00Rigina Alizariginaalizana@gmail.comFairo NingsihFaironingsih3@gmail.comDwi Haryantiharyantidwih@gmail.comIzzaty Nagita Putriizzatynagitap@gmail.comTasya AstridianisaTasyaastridianisa27@gmail.comMustar RobiMustarr53@gmail.comRudy Kurniawanrudykurniawan@fisip.unsri.ac.idIlal Ilhamilalilham@fisip.unsri.ac.idKurnia Asni Sarikurniaasnisari@fisip.unsri.ac.id<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana manajemen stakeholder berperan dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Indralaya. Penelitian ini dilakukan karena kebijakan pemerintah dan keterlibatan dan koordinasi berbagai pemangku kepentingan di tingkat sekolah adalah faktor penting dalam keberhasilan program pemenuhan gizi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengumpulkan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian: pengelola dapur MBG, staf dapur, kepala sekolah, siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Setelah itu, data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis stakeholder yang didasarkan pada atribut kepentingan (interest) dan kekuatan (power). Selanjutnya, teori fungsionalisme struktural dari Talcott Parsons digunakan untuk memberikan pemahaman tentang fungsi dan peran masingmasing aktor dalam menjaga keberlangsungan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari pengambilan keputusan hingga pengelolaan operasional hingga bagaimana siswa mendapatkan manfaat dari program, setiap stakeholder memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjalankan program. Terbukti bahwa program MBG meningkatkan kesiapan siswa untuk belajar, meningkatkan pemenuhan gizi mereka, dan mendukung proses pendidikan di sekolah. Agar program berjalan lebih efisien dan berkelanjutan, temuan ini merupakan dasar untuk meningkatkan koordinasi dan pengelolaan stakeholder.</p>2026-04-29T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Tasya Astridianisa, Fairo Ningsih, Dwi Haryanti, Izzaty Nagita Putri, Tasya Astridianisa, Mustar R obi, Rudy Kurniawan, Ilal Ilham, Kurnia Asni Sarihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2552Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Efektif2026-04-30T00:47:55+00:00Humairah MuljabarRarah36@gmail.comHijrianihijriani@gmail.comLaode Muh Isman HardiansyahIsmanhardiansyah1@gmail.com<p>Digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan menjadi kebutuhan penting dalam mewujudkan birokrasi yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia adalah melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SPBE di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya melalui peran Dinas Komunikasi dan Informatika serta inovasi aplikasi LAIKA di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori implementasi kebijakan publik oleh George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SPBE telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik, kemudahan akses layanan, serta integrasi data antarinstansi. Namun demikian, masih terdapat berbagai kendala, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital sumber daya manusia, serta belum optimalnya integrasi sistem antarinstansi. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur, integrasi sistem, serta peningkatan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, implementasi SPBE diharapkan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik di era digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Humairah Muljabarhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2553Resonansi Emosional dalam Powerful Closing: Studi Multimodal terhadap Struktur Retorika Video Ted Talk2026-04-30T04:35:57+00:00Nugraha Al Afgani Nur Musthofacoachnugie@gmail.com Inka Noor Aulia inkanooraulia@gmail.comFerry Dermawanferry@unisba.ac.id<p>Perkembangan komunikasi publik digital menempatkan <em>powerful closing</em> sebagai elemen strategis dalam membangun dampak persuasif dan resonansi emosional audiens, namun kajian mengenai bagaimana resonansi tersebut dibentuk melalui orkestrasi multimodal dalam segmen penutup TED Talk masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana interaksi antara pilihan bahasa, elemen visual, dan gestur tangan membangun resonansi emosional dalam <em>powerful closing</em> serta mengidentifikasi pola-pola retorika multimodal yang efektif dalam menghasilkan penutup yang kuat dan berkesan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus dan Analisis Wacana Multimodal melalui kerangka <em>Systemic Functional Multimodal Discourse Analysis</em> terhadap segmen 1–2 menit terakhir dari lima video TED Talk populer di YouTube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resonansi emosional dibangun melalui konvergensi tiga mekanisme utama, yaitu intensifikasi retorika verbal, amplifikasi emosional melalui visual dan gestur, serta pola konfigurasi <em>powerful closing</em> yang muncul dalam bentuk <em>narrative-emotional</em>, <em>imperative-motivational</em>, <em>argumentative-visionary</em>, dan <em>data-affective closure</em>. Temuan juga menunjukkan bahwa kekuatan penutup terletak pada orkestrasi intersemiotik yang mengintegrasikan fungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual secara simultan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian multimodal dan komunikasi persuasif dengan memosisikan <em>powerful closing</em> sebagai struktur retorika multimodal yang strategis, sekaligus menawarkan implikasi bagi desain presentasi persuasif dan studi komunikasi publik digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nugraha Al Afgani Nur Musthofa, Inka Noor Aulia , Ferry Dermawanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2554Percampuran Budaya dengan Nilai-Nilai Islam dalam Kehidupan Sosial Budaya2026-05-03T05:07:38+00:00Ahmad Alam Farhan252706104.alamfarhan@uinbanten.ac.idRof Rof Galih Samudra252706105.galihsamudra@uinbanten.ac.idIffan Ahmad Gufron iffan.agufron@uinbanten.ac.idMasykur Masykur Masykur@uinbanten.ac.id<p>Percampuran budaya dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial budaya merupakan fenomena yang tidak terelakkan dalam masyarakat yang plural dan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap pola kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi antara budaya dan Islam tidak selalu bersifat konflik, melainkan lebih sering menghasilkan bentuk harmonisasi melalui proses adaptasi, seleksi, dan integrasi nilai. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesederhanaan, dan solidaritas sosial mampu menyatu dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Namun demikian, terdapat pula tantangan berupa potensi distorsi nilai ketika praktik budaya bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual agar percampuran budaya dan nilai-nilai Islam dapat berjalan secara seimbang, sehingga mampu memperkuat koneksi sosial dan menjaga keberlanjutan identitas budaya dalam masyarakat modern.</p>2026-05-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ahmad Alam Farhan, Rof Rof Galih Samudra, Iffan Ahmad Gufron , Masykur Masykur https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2558Kondisi Sosial Ekonomi Keluarga Petani Pasca Bencana Semburan Lumpur Panas di Desa Roburan Dolok Kecamatan Panyabungan Selatan Kabupaten Mandailing Natal2026-05-03T10:17:20+00:00Dedek Jihan Nasutiondedekjihan09@gmail.comAgus Suriadiagus4@usu.ac.id<p>Desa Dolok. Bencana ini mengubah kehidupan keluarga petani di Desa Roburan Dolok. Aliran lumpur panas tersebut menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian masyarakat, sehingga memaksa warga yang bergantung pada hasil pertanian untuk mencari cara bertahan hidup. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi sosial ekonomi keluarga petani pasca bencana aliran lumpur panas serta strategi bertahan hidup yang mereka terapkan setelah bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif. Hal ini bertujuan untuk melihat lebih dekat pengalaman hidup para informan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data kemudian dilakukan untuk menarik kesimpulan dari fenomena yang terjadi. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa kondisi ekonomi pasca bencana aliran lumpur panas telah mengakibatkan penurunan yang signifikan pada kondisi ekonomi keluarga petani yang terdampak. Sementara itu, dari perspektif sosial, bencana ini justru memperkuat solidaritas dan kohesi sosial di antara keluarga petani yang terdampak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keluarga petani yang terdampak menerapkan strategi bertahan hidup yang komprehensif, termasuk strategi aktif, pasif, dan jaringan. Strategi aktif ditunjukkan melalui diversifikasi mata pencaharian ke sektor non-pertanian. Strategi pasif diterapkan melalui pengurangan pengeluaran konsumsi dan penghematan yang ketat dalam memenuhi kebutuhan keluarga. Strategi jaringan dimanfaatkan melalui hubungan kekerabatan dan pertemanan untuk mengakses pekerjaan alternatif dan sumber pendapatan tambahan. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun keluarga petani yang terdampak aliran lumpur panas telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai standar hidup yang layak, belum ada intervensi komprehensif dari pemerintah atau lembaga terkait untuk mengatasi dampak bencana aliran lumpur panas tersebut.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dedek Jihan Nasution, Agus Suriadihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2560Strategic Marketing Transformation pada UMKM Pasca Digitalisasi: Studi Kasus pada UMKM Kain Tenun Tolaki2026-05-04T10:34:23+00:00Hery Supriyadihsupriyadi212@gmail.comLa Ode Muhammad Aril Masri arhyelmasri@gmail.comEliyanti Agus Mokodompit eamokodompit66@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategic marketing transformation pada UMKM pasca digitalisasi melalui studi kasus pada UMKM Kain Tenun Tolaki. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya transformasi strategi pemasaran bagi UMKM berbasis budaya lokal dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen dan persaingan ekonomi digital. Banyak UMKM telah mengadopsi teknologi digital, namun belum seluruhnya mampu mengubah digitalisasi menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilik usaha, pengelola, konsumen, serta pihak terkait. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran sebelum digitalisasi masih bersifat konvensional, bergantung pada penjualan langsung, promosi dari mulut ke mulut, dan pasar lokal terbatas. Pasca digitalisasi terjadi transformasi menuju pemasaran aktif melalui media sosial, branding digital, segmentasi pasar adaptif, cultural storytelling, customer engagement, dan pemanfaatan data sederhana sebagai dasar keputusan pemasaran. Transformasi tersebut berdampak pada peningkatan penjualan, perluasan jangkauan pasar, penguatan identitas merek, dan meningkatnya daya saing usaha. Temuan penelitian ini berupa model Strategic Marketing Transformation UMKM Berbasis Budaya Lokal yang menempatkan nilai budaya sebagai inti diferensiasi dan teknologi digital sebagai akselerator pasar. Penelitian ini berkontribusi bagi pengembangan teori pemasaran UMKM serta strategi penguatan industri kreatif lokal di era digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hery Supriyadi, La Ode Muhammad Aril Masri , Eliyanti Agus Mokodompit https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/1978Implementasi Kebijakan Reformasi Birokrasi di Kementerian Agama Republik Indonesia2026-05-05T14:55:14+00:00Salma Dyahning Anggraenidyahningsalma@gmail.comMuhammad Su’bi Subimuhammad23@gmail.comNida Handayaninida.handayani@umj.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan reformasi birokrasi di Kementerian Agama Republik Indonesia dengan menekankan pada pencapaian, tantangan, dan strategi yang diterapkan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Menggunakan metode studi literatur deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengkaji regulasi, dokumen evaluasi, dan sumber resmi lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan reformasi birokrasi pada periode 2020–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kementerian Agama telah melakukan berbagai transformasi kelembagaan, termasuk digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan, serta pembentukan Badan Moderasi Beragama. Meskipun demikian, implementasi reformasi birokrasi masih menghadapi tantangan seperti rendahnya kompetensi ASN di daerah, keterbatasan infrastruktur digital, dan masih adanya praktik korupsi. Strategi menuju good governance dijalankan melalui prinsip partisipasi publik, transparansi, akuntabilitas, serta penguatan pelayanan berbasis teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi di Kementerian Agama sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, perbaikan sumber daya manusia, serta dukungan sistem pengawasan yang kuat dan inklusif.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Salma Dyahning Anggraeni, Muhammad Su’bi , Nida Handayanihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2563Pengaruh Kemudahan Penggunaan dan Kemanfaatan terhadap Niat Pembelian Ulang melalui Kepuasan Konsumen di Social Commerce2026-05-06T08:35:27+00:00Angie Caroline Tancindyliu0890@student.esaunggul.ac.idSK Purwanto purwanto@esaunggul.ac.id<p>Perkembangan <em>social commerce</em> yang pesat di Indonesia meningkatkan persaingan antarplatform, sehingga mempertahankan konsumen melalui niat pembelian ulang menjadi tantangan penting, khususnya pada pengguna Generasi Z. TikTok Shop sebagai platform <em>social commerce</em> menghadirkan integrasi hiburan dan transaksi yang menuntut pengalaman penggunaan yang mudah, bermanfaat, dan memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan dan kemanfaatan terhadap niat pembelian ulang dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi pada pengguna TikTok Shop di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 214 responden Generasi Z yang pernah berbelanja di TikTok Shop dalam enam bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan metode <em>Partial Least Squares Structural Equation Modeling</em> (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan kemanfaatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen dan niat pembelian ulang. Selain itu, kepuasan konsumen terbukti berpengaruh positif terhadap niat pembelian ulang serta memediasi pengaruh kemudahan penggunaan dan kemanfaatan terhadap niat pembelian ulang. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemudahan penggunaan merupakan faktor paling dominan dalam mendorong pembelian ulang. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel lain serta memperluas karakteristik responden agar hasil penelitian dapat digeneralisasi secara lebih luas.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Angie Caroline Tan, SK Purwanto https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2564Pengaruh Perceived Value, Platform Experience, Perceived Quality, dan Brand Image terhadap Customer Satisfaction Beauty E-Commerce2026-05-06T09:22:46+00:00Fatin Amanah Zuffriyantyfatin.amanah12345@student.esaunggul.ac.idSiti Nurlaela siti.nurlaela@esaunggul.ac.id<p>Pesatnya perkembangan <em>beauty e-commerce</em> di Indonesia mendorong perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>perceived value</em>, <em>platform experience</em>, <em>perceived quality</em>, dan <em>brand image</em> terhadap <em>customer satisfaction</em> pada pengguna <em>beauty e-commerce</em> di Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap 135 responden pengguna <em>beauty e-commerce</em>. Pengujian data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>perceived value</em>, <em>platform experience</em>, <em>perceived quality</em>, dan <em>brand image</em> berpengaruh positif terhadap <em>customer satisfaction</em>. Temuan ini mengindikasikan bahwa <em>customer satisfaction</em> dipengaruhi oleh nilai yang dirasakan pelanggan, pengalaman penggunaan platform, persepsi kualitas, serta citra merek yang terbentuk. Implikasi penelitian ini memberikan gambaran bagi perusahaan <em>beauty e-commerce</em> untuk mengoptimalkan pengelolaan <em>perceived value</em>, meningkatkan <em>platform experience</em>, memperkuat <em>perceived quality</em>, serta menjaga konsistensi <em>brand image</em> guna meningkatkan kepuasan pelanggan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Fatin Amanah Zuffriyanty, Siti Nurlaela https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2566Pengaruh Social Media Marketing, Service Quality, dan Influencer Marketing terhadap Purchase Decision dalam Memilih Travel Umroh2026-05-07T00:03:45+00:00Nasywa Aqila Arafah Alfasahnasywaqeelaa@student.esaunggul.ac.idBarika Gumaybarika.gumay@esaunggul.ac.id<p>Dalam industri jasa perjalanan ibadah umroh, keputusan pembelian menjadi faktor penting bagi keberlangsungan perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh <em>social media marketing, service quality, </em>dan<em> influencer marketing </em>terhadap <em>purchase decision</em> pada Travel Umroh Maheer Travelindo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei melalui penyebaran kuesioner kepada 172 responden yang telah menggunakan jasa Maheer Travelindo. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan alat statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>social media marketing</em>, <em>service quality</em>, dan <em>influencer marketing</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>purchase decision</em>. Selain itu, ketiga variabel tersebut secara simultan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>purchase decision</em>. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan pembelian konsumen dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan media sosial yang optimal, peningkatan kualitas layanan, serta penggunaan <em>influencer</em> yang kredibel. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa perusahaan travel umroh perlu mengintegrasikan strategi pemasaran digital, kualitas layanan yang unggul, dan <em>influencer marketing</em> secara konsisten guna meningkatkan daya saing dan menarik minat calon jamaah.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nasywa Aqila Arafah Alfasah, Barika Gumayhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2561Kajian Visual Seni Rupa Tradisional dan Kontemporer Jepang2026-05-07T00:23:43+00:00Clarisa Cakrajayaclacakrajaya@gmail.comLivia Setiawanliviasetiawan94@gmail.comRachel Caliesta Zefanyarachelcaliestaa48@gmail.comWawan Suryana 2464wskodrat@gmail.com<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti ekspresi visual yang disampaikan melalui karya seni ilustrasi tradisional Jepang yang mengungkapkan kisah sastra klasik Genji Monogatari, serta karya seni kontemporer Jepang oleh seniman Yoshitomo Nara dan Yayoi Kusama. Kesempatan ini digunakan untuk memahami makna visual karya seni Jepang secara lebih mendalam dengan menggunakan strategi berbasis metode deskriptif kualitatif, dan meneliti perbedaan visual karya seni tradisional dan kontemporer Jepang melalui pembahasan hasil dari sampel yang diberikan. Sampel yang akan digunakan adalah Adegan Azumaya dari bab kelima puluh kisah Genji Monogatari (antara 1120-1140) sebagai representasi pembahasan karya seni tradisional Jepang, dan karya Yoshitomo Nara yang berjudul "Stop The Bombs" (2019) dan karya Yayoi Kusama yang berjudul "All the Eternal Love I Have for the Pumpkins" (2016) sebagai representasi pembahasan karya seni kontemporer Jepang. Hasil penelitian ini berupaya menjelaskan perbedaan makna dan tujuan dari setiap sampel karya yang disajikan dalam penelitian ini. Dampak dari penelitian ini adalah masyarakat dapat memahami keunikan setiap karya yang disajikan sebagai representasi dari berbagai periode seni dalam sejarah Jepang, sehingga mereka dapat memahami makna dan tujuan karya-karya tersebut sebagai inspirasi atau pengembangan pengetahuan tentang seni rupa tradisional dan kontemporer Jepang.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Clarisa Cakrajaya, Livia Setiawan, Rachel Caliesta Zefanya, Wawan Suryana https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2567Analisis Peran Teknik Kualitatif dalam Proses Pengambilan Keputusan Organisasi 2026-05-07T03:54:56+00:00Dia Rima Safiradiarimasafira@gmail.comMohamad Muspawi mohamad.muspawi@unja.ac.idDesli Natalia Tinambunandeslinataliatinambunan@gmail.com<p>Pengambilan keputusan merupakan proses penting dalam organisasi yang menentukan arah kebijakan dan efektivitas pencapaian tujuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran teknik kualitatif dalam proses pengambilan keputusan organisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan analisis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknik kualitatif berperan dalam memperdalam pemahaman kondisi organisasi melalui data deskriptif, sehingga mendukung ketepatan identifikasi masalah, penyusunan alternatif keputusan yang kontekstual, serta peningkatan efektivitas implementasi kebijakan melalui pendekatan partisipatif. Namun demikian, teknik ini memiliki keterbatasan berupa subjektivitas, kebutuhan waktu yang relatif lama, dan rendahnya tingkat generalisasi. Oleh karena itu, teknik kualitatif perlu diterapkan secara sistematis dan terintegrasi untuk menghasilkan keputusan yang lebih efektif, kontekstual, dan implementatif dalam organisasi.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dia Rima Safira, Mohamad Muspawi , Desli Natalia Tinambunanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2574Pengaruh Pemasaran Media Sosial terhadap Niat Pembelian melalui Kepercayaan Merek dan Citra Merek pada Dealer Mobil Second2026-05-10T07:30:55+00:00Bagas Satria Gastiadybagassatria170903@student.esaunggul.ac.idGilang Pratama Hafidzgilang.pratama@esaunggul.ac.id<p>Perkembangan pemasaran digital mendorong perusahaan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama dalam memengaruhi perilaku konsumen, khususnya dalam industri mobil bekas yang memiliki tingkat risiko dan keterlibatan keputusan yang tinggi. Namun, efektivitas pemasaran media sosial dalam mendorong niat pembelian tidak hanya bergantung pada intensitas promosi, tetapi juga pada pembentukan kepercayaan merek dan citra merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran media sosial terhadap niat pembelian konsumen melalui peran kepercayaan merek dan citra merek sebagai variabel mediasi pada dealer mobil bekas di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 137 responden yang memiliki niat membeli mobil bekas dan pernah mengakses media sosial OLXmobbi. Data dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Squares </em>(PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan merek, citra merek, dan niat pembelian. Selain itu, kepercayaan merek dan citra merek terbukti memediasi secara signifikan hubungan antara pemasaran media sosial dan niat pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa pembangunan kepercayaan dan citra merek merupakan faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pemasaran media sosial pada industri mobil bekas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek penelitian dan menambahkan variabel lain guna memperkaya model penelitian.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Bagas Satria Gastiady, Gilang Pratama Hafidzhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2576Analisa Komparatif Ekspresi Visual dalam Seni Rupa Tradisional dan Kontemporer Tiongkok2026-05-11T08:45:27+00:00Anastasia Rosa Deandra Pamujianastasiadeandra01@gmail.comCarla Angelicacarlaangelica0209@gmail.comChristabelle Celine Tjotachristjota682@gmail.com<p id="docs-internal-guid-878a0f3f-7fff-3071-e922-a2727b14698a" dir="ltr" style="line-height: 1.2; text-align: justify; margin-top: 0.0pt; margin-bottom: 0.0pt;">Studi ini dibuat untuk mengungkapkan komparasi antara karya seni rupa tradisional dengan kontemporer Tiongkok. Tujuan studi ini adalah untuk menelaah ekspresi dan kode visual seni rupa tradisional ciptaan Zhao Mengfu dengan seni rupa kontemporer ciptaan Qiu Zijie dan Ai Weiwei. Indikator yang dipilih adalah karya dari seniman Tiongkok yang berkarya di salah satu periode klasik tradisional Tiongkok secara spesifik di periode Dinasti Yuan (1260-1368) dan karya dari seniman kontemporer di era modern (1990-saat ini). Studi ini ditelaah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif dan artistik. Sampel yang akan digunakan dalam studi ini adalah karya Zhao Mengfu “Autumn Colors on the Que And Hua Mountain” 1295 untuk seni rupa tradisional Tiongkok dan Writing the “Orchid Pavilion Preface” One Thousand Times (1990-1995) ciptaan Qiu Zhijie dan Sunflower Seeds / Kui Hua Zi (2010) ciptaan Ai Weiwei untuk seni rupa kontemporer. Hasil dari studi ini menunjukan perbedaan visual, makna, filosofi, dan metode yang dilakukan untuk mewujudkan karya tersebut. Temuan penting dari penelitian ini adalah perbedaan drastis di dalam seni rupa tradisional dan kontemporer Tiongkok, yang dimana seni rupa tradisional memiliki pandangan filosofis yang berfokus pada kehidupan alam sekitar dengan metode melukis dengan tinta sedangkan seni rupa kontemporer sudah dipengaruhi oleh paham Barat sehingga karya berfokus pada kritik intelektual dan kemanusiaan diwujudkan melalui visual yang lebih bervariatif. Dampak dari studi ini adalah untuk mengedukasi pembaca mengenai perbedaan seni rupa tradisional dengan kontemporer Tiongkok.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anastasia Rosa Deandra Pamuji, Carla Angelica, Christabelle Celine Tjotahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2577Komparasi Ungkapan Visual Karya Seni The Last Supper pada Lukisan Leonardo da Vinci dan Zeng Fanzhi2026-05-11T08:58:31+00:00Valerie trixie Indrawantrixievalerie7@gmail.comNovia Viviana SudjiantoNoviavivianas@gmail.comBreitling Andrea Gunawanbreitling.a.gnw@gmail.comBayu Dirgantara Wibowobayudirganwibowo@gmail.com<p>Kajian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan visual dalam karya seni klasik dan kontemporer dengan mengangkat tema yang sama dari karya The Last Supper. Tujuan penulisan ini untuk menelaah ungkapan visual dan kode-kode yang diberikan melalui rupa dari karya The Last Supper. Dengan adanya perbedaan konteks zaman, budaya serta pendekatan artistik antara Leonardo da Vinci dan Zheng Fanzhi menjadi dasar yang dapat dikaji secara komparatif. Komparasi ini menjadi daya tarik untuk dapat menelaah narasi visual dalam karya tersebut, meliputi aspek komposisi,ekspresi, simbolisme, serta makna yang terkandung di dalamnya. Pada kajian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif yang diperoleh dari studi literatur dan dokumentasi visual terhadap kedua karya. Pada analisis ini dilakukan dengan mengkaji unsur visual dan konteks <em>historis</em>. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa karya Leonardo da Vinci ini lebih menampilkan realisme dengan komposisi perspektif yang terstruktur, ekspresi yang emosional dan simbolisme religius seperti pada konteks Renaissance. Sementara itu pada katanya Zheng Fanzhi menghadirkan reinterpretasi yang lebih ekspresif dan distorsi, dengan penekanan pada kritik sosial dan kondisi manusia modern melalui penggunaan gaya lukis kontemporer, kedua karya ini menunjukan perbedaan yang relevan dari visual dan makna yang dihasilkan. Dari latar belakang dan budaya dan periode waktu ini sangat mempengaruhi seniman untuk berekspresi terhadap a gagasan visual dalam karya seni. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang luas untuk perkembangan seni klasik ke kontemporer.</p> <p> </p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Valerie trixie Indrawan, Novia Viviana Sudjianto, Breitling Andrea Gunawan, Bayu Dirgantara Wibowohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2582Pengaruh Corporate Reputation, Employer Brand, Perceived Benefits terhadap Intention to Apply pada Generasi Z2026-05-13T11:47:46+00:00Andi Putri Shavira Mastaaravira4@gmail.comMuhammad Ariefmuhammadarief@esaunggul.ac.id<p>Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi minat calon pelamar kerja, khususnya dari kalangan Generasi Z. Generasi ini memiliki karakteristik dan preferensi tersendiri dalam memilih perusahaan, seperti perhatian terhadap reputasi perusahaan, citra perusahaan sebagai pemberi kerja, manfaat yang ditawarkan, serta peluang pengembangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh <em>corporate reputation</em>, <em>employer brand</em>, <em>perceived benefits</em>, dan <em>perceived career development</em> terhadap <em>intention to apply</em> pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 100 responden Generasi Z yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi <em>linear</em> berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>corporate reputation</em>, <em>employer brand</em>, <em>perceived benefits</em>, dan <em>perceived career development</em> memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap <em>intention to apply</em>. Hal ini menunjukkan bahwa reputasi perusahaan yang baik, citra pemberi kerja yang positif, manfaat kerja yang menarik, serta kesempatan pengembangan karier yang jelas mampu meningkatkan minat Generasi Z untuk melamar pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam menyusun strategi rekrutmen yang lebih efektif serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan minat melamar kerja Generasi Z.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andi Putri Shavira Masta, Muhammad Ariefhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2571Komparasi Folklore Kisah Timun Mas dan Momotaro dalam Perspektif Strukturalisme Claude Levi Strauss2026-05-14T13:15:05+00:00Salsa Bila Nurul Hasnasalsabilanurul29@gmail.comZakiyyah Januaryantozakiyyahjanuaryanto@gmail.comKimberly Natafli Buntarakimberlynataflibuntara@gmail.comMarisa Rianti Sutantosutantomarisarianti@gmail.com<p>Artikel ini merupakan studi literatur komparasi cerita rakyat dari dua negara. Perbandingan folklore melalui kisah dari Indonesia dan Jepang yang <strong>bertujuan</strong> untuk menganalisis dan mendefinisikan struktur cerita serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisah dari cerita rakyat memiliki pesan dan nilai budaya yang baik untuk pembentukan karakter anak dan sebagai pemahaman generasi muda. Cerita rakyat yang terus digali akan memperkaya pengetahuan mengenai sejarah, tradisi lokal, dan budaya asli negara tersebut. Peneliti menggunakan <strong>metode penelitian deskriptif kualitatif </strong>dan pendekatan naratif yang berfokus pada strategi penggunaan teori struktural Claude Levi Strauss. <strong>Hasil dari komparasi</strong> kisah timun mas dan momotaro ditemukannya perbandingan dari segi tema, tokoh, pesan yang akan disampaikan, kondisi situasional, tempat, waktu, sudut pandang, dan alur. Terdapat juga unsur ekstrinsik yang memiliki perbedaan fungsi sesuai realitas masyarakat di negara tersebut.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Salsa Bila Nurul Hasna, Zakiyyah Januaryanto, Kimberly Natafli Buntara, Marisa Rianti Sutantohttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2557Peran Digital Parenting dalam Mengendalikan Dampak Penggunaan Gadget pada Anak Sekolah Dasar2026-05-15T01:19:08+00:00Andina Rosyada Pratiwiandinafajar01@gmail.comMohammad Ali Fikrimohammadalifikri@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengontrol dampak dari penggunaan <em>gadget</em> serta peran <em>digital parenting</em> terhadap perkembangan psikologis anak sekolah dasar. Penelitian dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 21 Lubuklinggau dengan menggunakan pendekatan kualitatif, desain fenomenologis. Partisipan penelitian ini terdiri dari enam orang tua siswa sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penggunaan <em>gadget</em> memiliki dampak positif dan negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Dampak positifnya yaitu mendapatkan informasi yang luas, kreativitas tinggi, dan kemampuan belajar melalui media interaktif. Namun penggunaan yang berlebihan juga menyebabkan penurunan informasi, sulit berkonsentrasi, gangguan regulasi emosi jadi lebih mudah marah, perubahan pola tidur, dan sosial yang kurang baik. Penelitian ini menemukan bahwa dampak dari penggunaan <em>gadget</em> dipengaruhi oleh pola pengawasan dan pendampingan orang tua, maka diterapkan <em>digital parenting</em>. <em>Digital parenting</em> ini mampu mengurangi dampak negatif pada penggunaan gadget anak, maka strategi ini tepat untuk mengoptimalkan manfaat teknologi yang sudah ada sekaligus meminimalisir dampak negatif dari perkembangan psikologis pada anak. Penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan <em>gadget</em> anak sekolah dasar tidak hanya dipengaruhi oleh durasi, tetapi pendampingan dan pengawasan orang tua juga.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andina Rosyada Pratiwi, Mohammad Ali Fikrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2586Urgensi Green Investment dalam Sistem Hukum Penanaman Modal Nasional2026-05-15T07:17:23+00:00Sitti Harlinahlinanasrullahmks@gmail.com<p>Perkembangan investasi di era modern saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan. Investasi tidak lagi hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mulai memperhatikan aspek lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial. Salah satu konsep yang berkembang adalah green investment atau investasi hijau, yaitu kegiatan penanaman modal yang memperhatikan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Kehadiran green investment menjadi penting karena Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan, seperti pencemaran, kerusakan hutan, dan tingginya emisi karbon akibat aktivitas industri dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi green investment dalam sistem hukum penanaman modal nasional serta menganalisis bagaimana pengaturan hukum investasi hijau di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan hukum penanaman modal dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep green investment secara tidak langsung telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, khususnya melalui asas berkelanjutan dan asas berwawasan lingkungan. Namun, implementasi investasi hijau di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum sinkronnya regulasi investasi dan lingkungan hidup, lemahnya pengawasan terhadap dampak lingkungan, serta minimnya insentif bagi investor yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan kebijakan hukum penanaman modal yang lebih adaptif agar mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sitti Harlinahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2596Implementasi Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Daya Saing Organisasi di Era Digital: Studi Kasus Bank Sultra2026-05-17T07:45:28+00:00Febriati Febriatifebriatyid@gmail.comYoko Hadiyanto yokohadiyanto@gmail.comEliyanti Agus Mokodompiteamokodompit66@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategi dalam meningkatkan daya saing organisasi di era digital dengan studi kasus pada Bank Sultra. Metode yang digunakan adalah <em>literature review</em> dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengkajian berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan serta didukung oleh data sekunder terkait objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi yang terintegrasi dengan inovasi dan transformasi digital mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dalam konteks Bank Sultra, implementasi strategi digital, pengembangan layanan berbasis teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan implementasi strategi meliputi kepemimpinan yang adaptif, budaya organisasi yang inovatif, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi pemasaran digital yang efektif. Selain itu, pengelolaan kualitas layanan dan produk juga berperan dalam memperkuat kepercayaan nasabah. Dengan demikian, organisasi perlu mengembangkan strategi yang fleksibel, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menghadapi dinamika persaingan di era digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Febriati Febriati, Yoko Hadiyanto , Eliyanti Agus Mokodompithttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2602Peranan Komunikasi Pemerintah dalam Meredam Ketegangan dan Konflik Budaya Antara Elite dan Masyarakat Kelas Bawah di Indonesia2026-05-19T12:53:00+00:00Muhammad Sowi Alhijrysowimuhammad0301@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi pemerintah dalam meredam ketegangan konflik budaya antara elite dan masyarakat kelas bawah di Indonesia, dengan studi kasus gelombang demonstrasi nasional 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, analisis dokumen, pemberitaan media, serta data survei persepsi publik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan komunikasi pemerintah dalam menghadapi demonstrasi cenderung sifatnya satu arah, teknokratis, dan defensif, sehingga kurang efektif dalam membangun dialog lalu meredam ketegangan konflik sosial. Gaya komunikasi pemerintah dalam situasi krisis lebih menenkankan pada legitimasi kebijakan dan stabilitas negara, namun minim empati terhadap aspirasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pemerintah belum sepenuhnya berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial dan peredam konflik budaya.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Sowi Alhijryhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2613Agile governance dalam Pencegahan dan Penanganan Pernikahan Usia Anak di Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka2026-05-21T08:39:28+00:00Nurhalilinurhalilimarsly@gmail.comArafat Mallapisengarafatmallapiseng@gmail.comMuhammad Hidayat Djabbarimuhammadhidayatdjabbari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan agile governance dalam pencegahan dan penanganan pernikahan usia anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak DP3A, Kantor Urusan Agama, Pengadilan Agama, pemerintah desa, serta masyarakat yang terlibat dalam kasus dispensasi pernikahan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan agile governance telah berjalan cukup adaptif melalui penerapan enam prinsip utama, yaitu <em>good enough governance, business-driven, human focused, based on quick wins, systematic and adaptive approach,</em> serta <em>simple design and continuous refinement</em>. Implementasi tersebut terlihat dari adanya regulasi daerah, koordinasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat, serta pendampingan terhadap anak yang mengajukan dispensasi pernikahan. Selain itu, pemerintah daerah mulai menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat. Namun, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukan kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya, belum meratanya penyebaran informasi, serta sistem monitoring dan evaluasi yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agile governance relevan diterapkan dalam upaya pencegahan dan penanganan pernikahan usia anak karena mampu mendukung tata kelola yang lebih adaptif, kolaboratif, dan responsif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta evaluasi program secara berkelanjutan agar pelaksanaan kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nurhalili, Arafat Mallapiseng, Muhammad Hidayat Djabbarihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2616Pengaruh Work Life Balance dan Motivasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial2026-05-22T04:05:01+00:00Efa Juliantiefa.julianti@gmail.com Harries Madiistriyatno harries.madi@gmail.comBambang Nurakhim bambangnur1967@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>work life balance</em> dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Sekretariat Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap 63 pegawai. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala <em>Likert</em> dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial <em>work life balance</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai dengan nilai t_hitung sebesar 8,064 (> t_tabel 1,998). Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t_hitung sebesar 10,910 (> t_tabel 1,998). Secara simultan, <em>work life balance</em> dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai F_hitung sebesar 275,831 (> F_tabel 2,75) dan koefisien determinasi sebesar 0,902. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keseimbangan kehidupan kerja dan motivasi kerja dapat meningkatkan kepuasan kerja pegawai.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Efa Julianti, Harries Madiistriyatno , Bambang Nurakhim https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2618Merajut Kembali Martabat Yang Terkoyak: Kewajiban Absolut Negara dalam Memulihkan Hak Hidup Korban Miscarriage Of Justice2026-05-22T08:09:00+00:00Ruby W H Oktolina SamosirRuby@gmail.comArief WidodoAriefWidodo@gmail.comJusak Budiman SoehardjaBudimanSoehardja@gmail.comAde Rifa SalsabillaAdeRifaSalsabilla@gmail.comMuslih AnharMuslihAnhar@gmail.comTatang RuslihTatangRuslih@gmail.comStenly MintiStenlyMinti@gmail.comBahtiarBaktiar@gmail.comAppe HutaurukAppeHutauruk@gmail.comMardiman SaneMardimanSane@gmail.comRobert L . SimanungkalitRobertL.Simanungkalit@gmail.com<p>Peradilan sesat atau kegagalan peradilan — bukan sekadar salah hukum teknis. <em>miscarriage of justice</em> adalah luka konstitusional yang merobek martabat manusia hingga ke akarnya, mengoyak kebebasan, mencuri waktu yang tak pernah kembali, menghancurkan keluarga, dan memadamkan kepercayaan publik kepada institusi hukum. Di Indonesia, fenomena ini bukan sekadar catatan sejarah yang terkubur tapi hidup berdenyut dalam setiap perkara di mana penyidik memaksa pengakuan, jaksa mengabaikan kebenaran material, dan hakim menyelenggarakan persidangan tanpa jiwa <em>fair trial</em>. Penelitian ini bertolak dari proposisi fundamental bahwa negara tidak hanya berkewajiban menghindari <em>miscarriage of justice</em>, melainkan menanggung kewajiban absolut (bersifat <em>non-derogable</em> dan <em>unconditional</em>) untuk memulihkan seluruh dimensi hak hidup korbannya. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris, pendekatan perbandingan hukum internasional, dan kerangka teori <em>dignified justice</em>, penelitian ini memeriksa: (1) anatomi struktural <em>miscarriage of justice</em> dalam sistem peradilan pidana Indonesia; (2) kegagalan normatif rezim kompensasi yang berlaku; (3) praktik terbaik pemulihan dari berbagai yurisdiksi komparatif; dan (4) rekomendasi rekonstruksi normatif yang komprehensif. Penelitian ini menemukan bahwa kewajiban pemulihan negara bersumber dari tiga pilar yang saling memperkuat yakni hak konstitusional atas martabat manusia (Pasal 28A - 28J UUD 1945), kewajiban hukum internasional hak asasi manusia (ICCPR, UN <em>Basic Principles on the Right to a Remedy),</em> dan doktrin negara hukum yang mewajibkan akuntabilitas kekuasaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi konsep 'kewajiban absolut pemulihan multidimensi' yang melampaui sekadar kompensasi finansial menuju pemulihan status hukum, rehabilitasi sosial-psikologis, pertanggungjawaban institusional, dan reformasi sistemik sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ruby W H Oktolina Samosir, Arief Widodo, Jusak Budiman Soehardja, Ade Rifa Salsabilla, Muslih Anhar, Tatang Ruslih, Stenly Minti, Baktiar, Appe Hutauruk, Mardiman Sane, Robert L . Simanungkalithttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2619Pengaruh Green Accounting terhadap Corporate Social Responsibility (CSR) pada Industri Perhotelan di Bali2026-05-22T11:23:06+00:00Dhea Fitrisiadheafitrisia@undiknas.ac.idChristina Ayu Maha Dewichristinaayu@undiknas.ac.idNi Made Intan Kusumasariintankusumasari@undiknas.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak akuntansi hijau terhadap implementasi <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) di sektor perhotelan di Bali. Penelitian ini didasari oleh peningkatan kesadaran perusahaan akan pentingnya menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi di berbagai industri perhotelan di Bali. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi hijau mendukung perusahaan dalam mengelola biaya lingkungan dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program CSR. Program CSR direalisasikan melalui aktivitas pelestarian lingkungan, pengurangan sampah, penghijauan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitarnya. Implementasi akuntansi hijau juga memberikan dampak positif bagi citra perusahaan dan kepercayaan publik. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan penerapan akuntansi hijau berhubungan dengan optimalnya pelaksanaan CSR dalam sektor perhotelan di Bali.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dhea Fitrisia, Christina Ayu Maha Dewi, Ni Made Intan Kusumasarihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2620Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan sebagai Penyedap Rasa Alami dalam Peningkatan Nilai Tambah Ekonomi Kelompok Nelayan di Desa Tanjung Tiram2026-05-23T00:07:42+00:00Ridha Taurisma Lajariaridhataurisma.mm@gmail.com MarianiMariani@gmail.com Mustiqa SafiraMustiqaSafira@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah tulang ikan sebagai penyedap rasa alami dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi kelompok nelayan di Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan analisis nilai tambah (value added analysis) berdasarkan proses pengolahan limbah menjadi produk bubuk penyedap rasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah tulang ikan memiliki potensi sebesar ±19 kg per hari yang berasal dari berbagai jenis ikan seperti cakalang, tongkol, kembung, dan layang. Proses produksi meliputi tahap pembersihan, perebusan, pengeringan, penggilingan, dan pengemasan sederhana yang dapat dilakukan oleh kelompok nelayan. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna krem kecoklatan, aroma gurih khas ikan, tekstur bubuk halus, serta rasa umami alami dengan daya simpan 3–4 bulan. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa dari 1 kg limbah tulang ikan diperoleh nilai tambah sebesar Rp130.000 dengan margin keuntungan sebesar 65%. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah tulang ikan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga mendukung konsep circular economy berbasis sumber daya lokal.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ridha Taurisma Lajaria, Mariani, Mustiqa Safirahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2633Politik dalam Kehidupan Masyarakat Kota Palangka Raya2026-05-26T09:47:24+00:00Halimathus Sa'diahhalimahsadiah169@gmail.comDhanu Pitoyodhanu@fisip.upr.ac.idAnisa Pebriantipebriantianisa@fisip.upr.ac.id<p>Penelitian ini mengkaji pemaknaan politik dalam kehidupan sehari-hari serta pengaruh media sosial terhadap pembentukan pemahaman politik masyarakat. Fenomena meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sumber informasi politik mendorong perubahan cara masyarakat memahami realitas politik yang tidak lagi terbatas pada aktivitas pemerintahan dan pemilu, tetapi juga berkaitan dengan dinamika sosial di ruang digital. Penelitian bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat memaknai politik berdasarkan pengalaman sosial dan informasi yang diperoleh melalui media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Lokasi penelitian berada di Palangka Raya dengan melibatkan 12 informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pandangan yang berbeda mengenai politik. Sebagian memandang politik sebagai proses penentuan kebijakan publik yang berdampak pada kehidupan masyarakat, sementara sebagian lainnya mengaitkan politik dengan kekuasaan, konflik, dan kepentingan yang banyak ditampilkan di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman sosial dan representasi media berpengaruh dalam membentuk pemahaman politik masyarakat sehingga diperlukan sikap kritis dalam menyikapi informasi politik di media digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Halimathus Sa'diah, Dhanu Pitoyo, Anisa Pebriantihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2639Transformasi Olahraga Nasional dalam Mendukung Ketahanan dan Pertahanan Negara2026-05-28T01:36:22+00:00Firmansyahfirmansyah@doktoral.idu.ac.idBambang Kustiawanbambangkustiawan@gmail.comGuntur Eko guntureko@gmail.com<p>Transformasi olahraga nasional merupakan isu strategis yang semakin relevan dalam konteks penguatan ketahanan dan pertahanan negara di era globalisasi dan kompleksitas ancaman multidimensi. Olahraga tidak lagi dipahami semata sebagai aktivitas fisik dan kompetisi prestasi, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter bangsa, serta sarana pembinaan kesiapsiagaan nasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan kontribusi transformasi olahraga nasional dalam mendukung ketahanan dan pertahanan negara Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi literatur terhadap kebijakan nasional, dokumen strategis pertahanan, serta publikasi ilmiah yang relevan dengan olahraga, ketahanan nasional, dan pertahanan negara. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi olahraga nasional berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas fisik, mental, disiplin, dan nasionalisme masyarakat, yang merupakan elemen fundamental ketahanan nasional. Selain itu, olahraga berperan sebagai wahana pembinaan potensi bela negara, penguatan kohesi sosial, serta peningkatan kesiapan sumber daya manusia pendukung pertahanan negara. Integrasi kebijakan olahraga dengan sistem ketahanan dan pertahanan negara masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi kelembagaan, keterbatasan sinergi lintas sektor, dan belum optimalnya pemanfaatan olahraga sebagai instrumen strategis pertahanan nonmiliter. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan transformasi olahraga nasional yang terintegrasi, adaptif, dan berorientasi jangka panjang guna memperkuat ketahanan nasional serta mendukung sistem pertahanan negara secara berkelanjutan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Firmansyah, Bambang Kustiawan, Guntur Eko https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2649Kinerja Aparatur Sipil Negara Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah2026-05-29T06:05:59+00:00Muh. Ilhammuh.ilham77777@gmail.comSyahruddin Hattab syahruddinhattab@gmail.comAbdul Rivaiabdulrivai@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Bidang Jalan dan Jembatan di Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kinerja dari Michael Armstrong yang menekankan empat faktor utama yang mempengaruhi kinerja, yaitu ability, motivation, opportunity, dan organizational support. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja ASN pada Bidang Jalan dan Jembatan telah berjalan cukup baik. ASN mampu melaksanakan pekerjaan teknis maupun administrasi, menjalin koordinasi kerja, serta mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan dan jembatan. Dari aspek ability, ASN memiliki kemampuan kerja yang cukup memadai, namun penguasaan teknologi dan sistem administrasi berbasis digital masih perlu ditingkatkan. Dari aspek motivation, ASN menunjukkan komitmen kerja yang baik, meskipun masih ditemukan persoalan disiplin kerja dan ketimpangan tanggung jawab antarpegawai. Dari aspek opportunity, pembagian tugas telah disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi, tetapi masih terdapat ketimpangan beban kerja dan keterbatasan fasilitas kerja. Sementara itu, dari aspek organizational support, organisasi telah memberikan dukungan melalui pembinaan, evaluasi kinerja, dan penerapan sistem e-kinerja, walaupun pengawasan disiplin dan budaya komunikasi organisasi masih perlu diperkuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja ASN perlu dilakukan melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan kompetensi teknologi, pemerataan beban kerja, penyediaan fasilitas kerja yang memadai, serta penguatan dukungan organisasi agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lebih efektif dan profesional dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muh. Ilham, Syahruddin Hattab , Abdul Rivaihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2650Penerapan Uu No. 32 Tahun 2009 terhadap Korporasi Sebagai Pelaku Tindak Pidana Lingkungan2026-05-29T07:59:30+00:00Hanna Niken Julia Sihotangniken.Sihotan2307@gmail.comMaria Ferba Editya maria.juntakk@gmail.comKurnia HutapeaKurnia.hutapea70@gmail.comTrio AlpanTariganTrioAlpanTarigan@gmail.comVenius NdruruVenius.Ndruru93@gmail.com<p>Begitu pentingnya peran Korporasi pada masa sekarang dalam kegiatan ekonomi modern, namun dalam praktiknya aktivitas korporasi juga berpotensi menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Perkembangan hukum pidana modern telah mengakui korporasi sebagai subjek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas tindak pidana lingkungan. Di Indonesia, pengaturan mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi diatur dalam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang memberikan dasar hukum bagi penjatuhan sanksi terhadap korporasi yang melakukan pencemaran atau perusakan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan serta hambatan penegakan hukumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korporasi dapat dipidana apabila tindak pidana dilakukan oleh pengurus, pekerja, atau pihak lain yang bertindak untuk dan atas nama korporasi. Pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan kepada korporasi, pengurus, maupun keduanya sekaligus. Namun, penegakan hukum terhadap korporasi masih menghadapi berbagai kendala, seperti kesulitan pembuktian, lemahnya pengawasan, serta adanya konflik kepentingan ekonomi dan lingkungan.Dengan demikian, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penerapan sanksi yang tegas agar pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana lingkungan dapat berjalan secara efektif dan memberikan efek jera. Penegakan hukum lingkungan yang optimal diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Hanna Niken Julia Sihotang, Maria Ferba Editya , Kurnia Hutapea, Trio AlpanTarigan, Venius Ndruruhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2672Peran Bisnis Berbasis Komunitas dalam Meningkatkan Solidaritas Sosial pada Masyarakat Sunda di Kota Tangerang2026-05-31T13:15:38+00:00Daffa Al-Farid Syaepi Putra2290230071@untirta.ac.idRizki Setiawanrizkisetiawan@untirta.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bisnis berbasis komunitas dalam meningkatkan solidaritas sosial pada masyarakat Sunda di Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian merupakan anggota komunitas pedagang laksa yang aktif menjalankan usaha berbasis komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis berbasis komunitas berperan dalam memperkuat solidaritas sosial melalui kerja sama, gotong royong, kas bersama, dan arisan yang dilakukan secara rutin. Selain itu, hubungan sosial antar anggota diperkuat oleh penerapan nilai budaya Sunda, yaitu <em>silih asih</em>, <em>silih asah</em>, dan <em>silih asuh</em>. Komunitas pedagang laksa tidak hanya berfungsi sebagai wadah kegiatan ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Meskipun menghadapi tantangan berupa persaingan kuliner modern dan perubahan pola konsumsi masyarakat, komunitas tetap mampu mempertahankan kebersamaan dan nilai-nilai sosial yang dimiliki. Dengan demikian, bisnis berbasis komunitas dapat menjadi sarana yang efektif dalam memperkuat solidaritas sosial sekaligus menjaga keberlangsungan budaya lokal.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Daffa Al-Farid Syaepi Putra, Rizki Setiawanhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2686The Threat of Narcotics and Social Value Transformation to Indonesia's National Resilience: A Non-Traditional Security Perspective2026-06-02T11:28:10+00:00Firmansyahfirmansyah@doktoral.idu.ac.idMaisondramaisondra@gmail.comEdwinedwin@gmail.com<p>The dynamics of globalization have transformed the nature of threats faced by nation-states. Security is no longer limited to military aggression but increasingly encompasses non-traditional threats such as narcotics trafficking, transnational organized crime, and social value transformation. This study aims to analyze the impact of narcotics abuse and social value changes on Indonesia's national resilience from a non-traditional security perspective. Using a qualitative approach and literature review method, this study examines theories of national resilience, human security, and non-traditional security. The findings indicate that narcotics abuse has multidimensional impacts on public health, economic productivity, social stability, and governance. Meanwhile, rapid social value transformation driven by globalization and digitalization has generated challenges for social cohesion and national identity. The combination of these threats may weaken national resilience if not addressed through comprehensive governance involving government institutions, educational sectors, communities, and families. The study recommends strengthening preventive policies, civic education, family resilience, and integrated national security strategies to address emerging non-traditional threats.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Firmansyah, Maisondra, Edwinhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2697Analisis Komunikasi Politik Media Sosial Pemerintah Kabupaten Sikka Terhadap Kampanye Jaga Bersama Nian Tana2026-06-03T08:25:52+00:00Yanuarius Tibooyentibo@gmail.comAlfian HarbiyantoAlfianHarbiyanto@gmail.comWilfridus ValianceWilfridusValiance@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis efektivitas penggunaan media sosial dalam kampanye gerakan jaga bersama nian tana oleh pemerintah kabupaten Kabupaten Sikka dalam perspektif komunikasi politik. Dalam era komunikasi digital, media sosial menjadi instrumen strategis pemerintah daerah untuk menyebarkan pesan kebijakan, membangun citra, dan memperoleh legitimasi publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi digital (netnografi), dokumentasi, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis dilakukan menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang mencakup analisis teks, kognisi sosial, dan konteks sosial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial resmi dinas lingkungan hidup kabupaten Sikka berfungsi efektif dalam meningkatkan kesadaran publik dan memperkenalkan nilai-nilai moral dalam menjaga lingkungan melalui narasi visual, slogan, dan dokumentasi kegiatan. Kampanye ini berhasil membangun legitimasi simbolik pemerintah sebagai aktor yang peduli terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan. Namun, efektivitas tersebut masih terbatas pada aspek informatif dan persuasif, karena komunikasi yang dibangun cenderung bersifat satu arah (top-down) dan belum sepenuhnya membuka ruang deliberasi publik yang partisipatif. Minimnya interaksi dua arah menunjukkan bahwa media sosial lebih difungsikan sebagai instrumen legitimasi kebijakan dibandingkan sebagai ruang dialog publik.Secara konseptual, penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi politik digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menyebarkan pesan, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan ruang komunikasi yang dialogis dan partisipatif. Oleh karena itu, diperlukan transformasi strategi komunikasi politik yang lebih inklusif dan deliberatif agar kampanye kebijakan lingkungan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yanuarius Tibo, Alfian Harbiyanto, Wilfridus Valiancehttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2696Efektivitas Program Pemberdayaan Sosial terhadap Perubahan Perilaku Warga Binaan: Studi Kasus di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon2026-06-03T10:50:39+00:00Firli Aina Fi Samsiyah Samsiyahfirliaina035@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program pemberdayaan sosial, menganalisis efektivitas program pembinaan terhadap perubahan perilaku warga binaan, serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan munculnya respons adaptif, pasif, dan resistif pada warga binaan di Satuan Pelayanan Sosial Griya Bina Karya Cirebon. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari warga binaan serta petugas pembinaan sosial. Penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan sosial di SATPELSOS dilaksanakan melalui pembinaan kedisiplinan, bimbingan mental dan sosial, kegiatan keagamaan, pelatihan keterampilan, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Dalam pelaksanaannya, program pembinaan menghasilkan respons yang berbeda, yaitu kelompok adaptif yang mampu menerima dan mengikuti program dengan baik, kelompok pasif yang mengikuti program hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, serta kelompok resistif yang cenderung menolak aturan dan memilih kembali pada kehidupan jalanan. Perbedaan respons tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti kondisi kesehatan fisik dan mental, latar belakang kehidupan, pengalaman hidup di jalanan, serta kekhawatiran terhadap kehidupan setelah keluar dari lembaga. Selain itu, terdapat faktor eksternal berupa kurangnya variasi kegiatan, sistem aturan lembaga, kebutuhan uang saku, fasilitas pendukung, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang turut memengaruhi respons warga binaan terhadap program pembinaan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembinaan yang lebih menyesuaikan kondisi dan kebutuhan warga binaan agar proses rehabilitasi sosial dapat berjalan lebih efektif.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Firli Aina Fi Samsiyah Samsiyahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2707Reproduksi Habitus dalam Pluralisme Medis: Mengkaji Dinamika Pasien dan Keberlanjutan Tradisi Bapidara di Palangka Raya2026-06-04T12:23:47+00:00Januarti Litania Hutajululitaniahutajulu@gmail.comEriade Novianti PurbaEriadenovianti19@gmail.comAnita NataliaAnitanatalia2005@gmail.comMeriyatieMeriyatie63@gmail.com<p>Pengobatan tradisional Bapidara merupakan salah satu praktik budaya masyarakat Banjar yang masih bertahan di tengah perkembangan pengobatan modern. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai metode penyembuhan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan sistem kepercayaan masyarakat. Keberadaan Bapidara menunjukkan adanya pluralisme medis, yaitu penggunaan pengobatan tradisional dan medis modern secara bersamaan dalam proses pencarian kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis reproduksi habitus masyarakat Banjar dalam praktik pengobatan tradisional Bapidara serta memahami dinamika masyarakat dalam mempertahankan tradisi tersebut di tengah modernisasi kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Bapidara masih dipercaya karena diwariskan secara turun-temurun melalui keluarga dan lingkungan sosial masyarakat Banjar. Penggunaan doa, ayat Al-Qur’an, serta bahan alami seperti kunyit dan daun sirih memperkuat legitimasi budaya dan religius dalam praktik pengobatan tersebut. Selain itu, masyarakat menggunakan pengobatan tradisional dan modern secara bersamaan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan sistem kesehatan. Praktik Bapidara juga memiliki fungsi sosial, psikologis, dan spiritual sehingga tetap bertahan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Januarti Litania Hutajulu, Eriade Novianti Purba, Anita Natalia, Meriyatiehttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2723Modernisasi Singapura dan Warisan Politik Lee Kuan Yew (1965–1990): Kajian Sejarah Politik2026-06-05T13:25:01+00:00Gita Artika NingtyasGitaartika406@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji proses modernisasi Singapura dan warisan politik Lee Kuan Yew pada periode 1965–1990 dalam perspektif sejarah politik. Setelah berpisah dari Malaysia pada tahun 1965, Singapura menghadapi berbagai tantangan berupa keterbatasan sumber daya alam, tingginya tingkat pengangguran, serta ketidakpastian ekonomi dan politik. Di bawah kepemimpinan Lee Kuan Yew, pemerintah menerapkan strategi pembangunan yang berorientasi pada industrialisasi, investasi asing, pembangunan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta birokrasi yang efisien dan meritokratis. Kebijakan tersebut berhasil mendorong transformasi Singapura menjadi salah satu pusat perdagangan, industri, dan keuangan terkemuka di Asia. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan modernisasi Singapura tidak hanya ditopang oleh kebijakan ekonomi yang efektif, tetapi juga oleh kuatnya peran negara dalam menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. Dalam konteks tersebut, pemerintah menerapkan berbagai instrumen politik dan keamanan, termasuk Internal Security Act (ISA), untuk mengendalikan potensi ancaman terhadap stabilitas negara dan pembangunan ekonomi. Kajian ini juga menunjukkan bahwa modernisasi Singapura berlangsung bersamaan dengan penguatan kontrol politik negara terhadap masyarakat. Pemerintahan Lee Kuan Yew membangun legitimasi politik melalui keberhasilan ekonomi, sementara ruang oposisi politik dan kebebasan sipil tetap berada dalam pengawasan negara yang ketat. Oleh karena itu, warisan politik Lee Kuan Yew dapat dipahami sebagai bentuk developmental authoritarianism, yaitu model pembangunan yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik, dan dominasi negara dalam kehidupan publik. Warisan tersebut masih memengaruhi sistem politik Singapura pasca-1990, terutama dalam kuatnya peran negara, penekanan pada keamanan nasional, serta penggunaan keberhasilan ekonomi sebagai sumber legitimasi politik.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Gita Artika Ningtyashttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2732Efektivitas Workshop Pengembangan Micro Modul Berbasis Project Based Learning (PjBL) terhadap Kompetensi Guru dalam Mengembangkan Bahan Ajar Digital di Kabupaten Gowa2026-06-07T02:28:27+00:00Arnidaharnidah@unm.ac.idAsmarasmaryunus@unm.ac.idFajrin Baidsfajrin.baids@unm.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas workshop pengembangan micro modul berbasis Project Based Learning (PjBL) terhadap kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar digital di Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian terdiri atas 25 guru yang mengikuti workshop pengembangan micro modul berbasis PjBL. Data dikumpulkan melalui tes kompetensi guru sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelaksanaan workshop. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, perhitungan N-Gain, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kompetensi guru meningkat dari 61,68 pada pretest menjadi 92,04 pada posttest. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Nilai N-Gain sebesar 0,79 termasuk kategori tinggi, yang menunjukkan efektivitas workshop dalam meningkatkan kompetensi guru. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (t = 26,36; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bahwa workshop pengembangan micro modul berbasis PjBL efektif dalam meningkatkan kompetensi guru pada aspek pedagogik dan teknologi pendidikan, khususnya dalam pengembangan bahan ajar digital. Penelitian ini memperkuat relevansi kerangka TPACK dan pendekatan PjBL sebagai strategi pengembangan profesional guru dalam mendukung transformasi digital pendidikan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Arnidahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2737Peran Pemerintah Kecamatan Mandau dalam Pengelolaan Sampah Berdasarkan Perda Kabupaten Bengkalis No. 2 Tahun 2015 Pasal 8 Ayat (3) Ditinjau dari Perspektif Fiqh Siyasah Tanfidziyah2026-06-08T03:47:23+00:00Yesi Oktaviani Putriyesioktavianiputri2810@gmail.comDahyul Daipondaipondahyul46@gmail.comHardi Putra Wirmanhardiputrawirman@uinbukittinggi.ac.idSoraya Oktarinasorayaoktarina@uinbukittinggi.ac.id<p>Persoalan sampah di Kecamatan Mandau berdasarkan data yang diperoleh, volume sampah dari tahun 2023-2024 semakin meningkat, dari angka 29.200 ton meningkat ke 94.300 ton. Data harian menunjukkan bahwa terdapat sekitar 7 hingga 8 ton sampah yang dihasilkan setiap hari di Kecamatan Mandau. Dengan rumusan masalah Bagaimana Peran Pemerintah Kecamatan Mandau dalam Pengelolaan Sampah berdasarkan Perda Kabupaten Bengkalis No. 2 Tahun 2015 Pasal 8 Ayat (3) dan Bagaimana Perspektif Siyasah Tanfidziyah dalam Peran Pemerintah Kecamatan Mandau dalam Pengelolaan Sampah berdasarkan Perda Kabupaten Bengkalis No. 2 Tahun 2015 Pasal 8 Ayat (3). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (<em>field research</em>) dan penelitian pustaka (<em>library research</em>). Adapun sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Pemerintah Kecamatan Mandau telah menjalankan perannya sesuai Perda tersebut tetapi kendalanya ialah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah. Dalam perspektif <em>Siyasah Tanfidziyah</em>, peran pemerintah kecamatan termasuk dalam bentuk pelaksanaan kebijakan publik yang bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yesi Oktaviani Putri, Dahyul Daipon, Hardi Putra Wirman, Soraya Oktarinahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2746Pergeseran Rantai Pasok Global: Analisis Dampak Ketegangan Geopolitik Terhadap Keamanan Energi Dan Bahan Baku Strategis2026-06-09T08:02:38+00:00Siti Nurjanahindonesia1961@yahoo.comJopie Tommy RompasRompas@gmail.comMaulana Irfan AndriansyahAndriansyah@gmail.comMuhammad Shidiq PamungkasPamungkas@gmail.comDavid EsemaDavidEsema@gmail.comDeni SofyanSofyan@gmail.comDanny M. Mochlis PoraPora@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis pengaruh ketegangan geopolitik global terhadap pergeseran rantai pasok internasional serta implikasinya terhadap keamanan energi dan bahan baku strategis. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan analisis literatur mengenai persaingan geopolitik, transformasi rantai pasok global, industri semikonduktor, dan mineral kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem rantai pasok global mengalami pergeseran dari orientasi efisiensi biaya menuju ketahanan strategis akibat meningkatnya rivalitas geopolitik, pandemi, dan konflik internasional. Semikonduktor dan mineral kritis seperti nikel, litium, dan kobalt menjadi instrumen utama dalam persaingan ekonomi dan teknologi global. Indonesia memiliki posisi strategis sebagai pemilik cadangan nikel terbesar di dunia dan berpeluang menjadi pusat industri energi hijau melalui kebijakan hilirisasi mineral. Namun, tantangan berupa ketergantungan teknologi, dominasi investasi asing, serta isu lingkungan dan sosial masih menjadi hambatan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan industri nasional, penguasaan teknologi, diversifikasi kerja sama internasional, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk memaksimalkan manfaat perubahan tatanan ekonomi global.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Siti Nurjanah, Jopie Tommy Rompas, Maulana Irfan Andriansyah, Muhammad Shidiq Pamungkas, David Esema, Deni Sofyan, Danny M. Mochlis Porahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2757Penguatan Peran RT dan RW dalam Tata Kelola Pemerintahan Daerah: Studi Pustaka atas Kebijakan Peningkatan Insentif RT/RW di Kota Probolinggo2026-06-10T10:41:07+00:00Husni MubaroqHusni999fisip@upm.ac.idM Masyhurim.masyhuri96@gmail.com<p>Desentralisasi pemerintahan di Indonesia menempatkan pemerintah daerah sebagai aktor utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan berbasis masyarakat. Dalam konteks tersebut, keberadaan Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) memiliki posisi strategis sebagai lembaga kemasyarakatan yang berada paling dekat dengan warga serta berperan sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam berbagai aktivitas pelayanan publik dan pembangunan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual penguatan peran RT dan RW dalam tata kelola pemerintahan daerah melalui studi pustaka terhadap kebijakan peningkatan insentif RT/RW di Kota Probolinggo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research, yang memanfaatkan analisis dokumen kebijakan, literatur administrasi publik, serta kajian governance lokal sebagai sumber data utama. Analisis dilakukan menggunakan metode content analysis untuk mengidentifikasi konsep governance , kebijakan pemberdayaan kelembagaan komunitas, serta implikasi kebijakan peningkatan insentif RT/RW terhadap praktik tata kelola pemerintahan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa RT dan RW memiliki peran penting sebagai aktor komunitas dalam mendukung implementasi kebijakan publik, pengelolaan informasi sosial masyarakat, serta mobilisasi partisipasi warga dalam berbagai program pembangunan. Kebijakan peningkatan insentif RT/RW di Kota Probolinggo dapat dipahami sebagai strategi pemberdayaan kelembagaan komunitas yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas institusional, meningkatkan motivasi pelayanan, serta memperkuat legitimasi sosial RT/RW dalam struktur pemerintahan lokal. Penguatan kapasitas kelembagaan RT/RW melalui dukungan kebijakan pemerintah daerah berpotensi meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan publik serta memperkuat praktik community governance yang partisipatif, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, penguatan peran RT/RW dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah berbasis komunitas.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Husni Mubaroq, M Masyhurihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2790Pengaruh Human Resource Management terhadap Innovative Work Behavior melalui mediasi Employee Engagement dengan Change Management dan Knowledge Management2026-06-14T13:08:02+00:00Kristo Saputra Siregarkristosaputrasiregar@gmail.comIka Baskaraika.baskara@esaunggul.ac.idBarika Gumaybarika.gumay@esaunggul.ac.idPuspita Chairun Nisapuspita@esaunggul.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh <em>human resource management</em> terhadap <em>innovative work behavior</em> melalui peran <em>employee engagement</em> sebagai variable mediasi dengan <em>change management</em> dan <em>knowledge management</em> pada pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden pegawai BPSDM Kementerian PUPR di Jakarta. Pengolahan data dilakukan menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) dengan pendekatan <em>Partial Least Square</em> (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>human resource management</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>change management</em>, <em>knowledge management</em>, dan <em>employee engagement</em>. Selanjutnya, <em>change management</em> dan <em>knowledge management</em> juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>employee engagement</em>, serta <em>employee engagement</em> berpengaruh positif dan signifikan terhadap <em>innovative work behavior</em>. Selain itu, <em>human resource management</em> memiliki pengaruh tidak langsung terhadap <em>innovative work behavior</em> melalui <em>employee engagement</em>. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi organisasi sektor publik dalam mengoptimalkan strategi <em>human resource management</em> manusia untuk meningkatkan <em>employee engagement</em> dan <em>innovative work behavior</em>.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Kristo Saputra Siregar, Ika Baskara, Barika Gumay, Puspita Chairun Nisahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2800Pengaruh Website Quality dan E-loyalty terhadap Kepuasan Penggunaan JMO (Jamsostek Mobile): Peran Media E-trust2026-06-15T08:37:20+00:00Elen Lestarielen_1708825058@mhs.unj.ac.idOsly Usman Oslyusman@unj.ac.id<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji seberapa puas konsumen aktif pengguna aplikasi JMO di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh website quality, e-loyalty, dan e-trust terhadap kepuasan pelanggan pengguna aplikasi JMO serta menguji peran e-trust sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 92 pengguna aktif aplikasi JMO yang berdomisili di DKI Jakarta. Pengolahan data dilakukan menggunakan software SmartPLS4 melalui uji validitas, reliabilitas, inner model, dan uji hipotesis. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi website quality, e-loyalty, e-trust, dan kepuasan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-trust, website quality, dan e-loyalty berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel e-loyalty memiliki pengaruh paling besar terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, e-trust terbukti mampu memediasi pengaruh website quality terhadap kepuasan pelanggan secara penuh, serta memediasi pengaruh e-loyalty terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas aplikasi dan kepercayaan pengguna sangat penting dalam menciptakan kepuasan pelanggan pada layanan digital BPJS Ketenagakerjaan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas layanan aplikasi JMO agar mampu memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik bagi peserta.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Elen Lestari, Osly Usman https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2825Pendekatan Biopsikososiospiritual dalam Penanganan Anak Korban Broken Home: Integrasi Intervensi Psikologis dan Islami2026-06-16T14:25:46+00:00Dinda Aulia22560224840@students.uin.suska.ac.idNurhadi22560214812@students.uin.suska.ac.idKhairunnas Rajabkhairunnasrajab@uin-suska.ac.id<p>Fenomena <em>broken home</em> telah menjadi permasalahan psikososial yang semakin serius di Indonesia, sebagaimana tercermin dari tingginya angka perceraian yang mencapai 394.608 kasus pada tahun 2024. Kondisi keluarga disfungsional memberikan dampak destruktif terhadap perkembangan psikologis anak, meliputi gangguan regulasi emosi, hambatan sosial, penurunan harga diri, serta peningkatan risiko kecemasan dan depresi. Artikel ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan penelitian mengenai intervensi psikologis dan intervensi Islami yang dapat digunakan dalam mendukung pemulihan psikologis serta penguatan resiliensi anak korban <em>broken home</em>. Metode yang digunakan adalah <em>narrative literature review</em> dengan sumber data berupa artikel ilmiah yang diperoleh dari berbagai basis data elektronik, meliputi Google Scholar, Scopus, PubMed, dan ScienceDirect, yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan psikologis konvensional seperti <em>Cognitive Behavioral Therapy</em> (CBT), <em>Solution Focused Brief Therapy</em> (SFBT), konseling kelompok, dan intervensi berbasis resiliensi terbukti efektif dalam menangani distres emosional dan rekonstruksi kognitif pada anak. Sementara itu, intervensi Islami yang mencakup terapi dzikir, internalisasi nilai sabar dan tawakal, bimbingan keagamaan, serta dukungan komunitas masjid terbukti berkontribusi signifikan terhadap pemulihan psikologis melalui mekanisme <em>spiritual coping</em> dan penguatan jaringan sosial berbasis komunitas religius. Sintesis keduanya dalam paradigma biopsikososiospiritual dipandang sebagai model yang paling holistik dan kontekstual untuk anak korban <em>broken home</em> dalam komunitas Muslim.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Dinda Aulia, Nurhadi, Khairunnas Rajabhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2827Analysis Of Hate Speech In The Comments Section Of The Ahmadsahroni88 Account2026-06-20T04:13:32+00:00Oktavianus Dagung oktavianusdagung@gmail.comNi Made Diana Erfianidianaerfiani@undhirabali.ac.idYohanes Octovianus Lesu Awololonocthovindryawololo@undhirabali.ac.id<p>This study aimed to analyze the forms, characteristics, and linguistic realization strategies of hate speech found in the comments section of Ahmad Sahroni's Instagram account (@ahmadsahroni88). In digital communication, the social media accounts of public figures often turn into complex public discourse arenas that facilitate aggressive interactions. This study employed a descriptive qualitative approach with content analysis as the primary method. Data consisting of user comments indicating hate speech were collected from several highly interactive posts employing a purposive sampling technique. The gathered data were systematically classified and analyzed based on Brown and Levinson's politeness theory, focusing on the concept of Face Threatening Acts (FTAs). The results revealed that hate speech mainly occurred in the forms of insults, provocations, and threats, while several comments reflected positive politeness strategies through constructive criticism and advice. Insults delivered through a bald on-record strategy were the most prevalent form, directly attacking the target's positive face without any mitigation. Provocations were frequently realized via off-record strategies such as sarcasm and irony, allowing speakers to maintain plausible deniability. Threats targeting the interlocutor's negative face were also identified. This study concludes that online hate speech is a multidimensional social practice heavily influenced by political polarization and digital anonymity.</p>2026-06-20T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Oktavianus Dagung , Ni Made Diana Erfiani, Yohanes Octovianus Lesu Awololonhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2856Feminisme Hukum: Relasi Kekuasaan dan Netralitas Hukum2026-06-20T04:58:16+00:00Sukma Ayuningsihsayuningsih03@gmail.comLusiawati Dwimega Utami Utamilusi004@gmail.comClara Ridha Nur Sinta clararidhanursinta155@gmail.comCindi Auliacindiauliiaa@gmail.comElviandri*ee701@imkt.ac.id<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa klaim netralitas hukum dalam sistem hukum Indonesia dari sudut pandang feminisme hukum. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian ini menggunakan metode ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Selama bertahun-tahun, hukum dianggap sebagai sistem yang objektif, universal, yang berlaku untuk setiap orang. Namun, feminisme hukum mengkritik pandangan ini dengan menunjukkan bahwa konstruksi hukum sering didasarkan pada pengalaman dan perspektif orang-orang yang lebih maskulin, sehingga pengalaman perempuan secara sistematis terpinggirkan. Dalam penelitian ini, penelitian hukum normatif menggunakan pendekatan filsafat, konseptual, dan historis. Data dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan tentang peraturan perundang-undangan, literatur filsafat hukum, teori feminisme hukum, dan berbagai studi dan laporan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun kedudukan perempuan sebagai subjek hukum berkembang dari zaman kolonial hingga reformasi, mereka tetap menghadapi berbagai jenis ketidaksetaraan structural Analisis ontologis menunjukkan bahwa konsep subjek hukum universal berasal dari pengalaman laki-laki; analisis epistemologis menunjukkan bahwa standar pengetahuan hukum sering mengabaikan pengalaman perempuan; dan analisis aksiologis menunjukkan bahwa hierarki nilai sering mengabaikan kepentingan perempuan daripada kepentingan sosial. Akibatnya, perubahan hukum yang tidak hanya normatif tetapi juga mencakup perubahan budaya dan struktur hukum diperlukan untuk mewujudkan keadilan yang lebih inklusif dan responsif terhadap pengalaman perempuan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sukma Ayuningsih, Lusiawati Dwimega Utami , Clara Ridha Nur Sinta , Cindi Aulia, Elviandrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2868Utilitarianisme Intergenerasional: Rekonstruksi Prinsip The Greatest Happiness untuk Keadilan Hukum2026-06-21T14:21:04+00:00Nabila Pasya Aisyahnabilapasyaaisyah@gmail.comMeisa Purnama Ayu meisapurnamaayu@gmail.comAnnisa Salsabila nissalsabila47@gmail.comOlivia Nurul Utamicoliviautami676@gmail.comElviandri*ce701@umkt.ac.id<p>Filosofis prinsip The Greatest Happiness dari Jeremy Bentham berfungsi sebagai dasar keadilan antargenerasi dalam sistem hukum, sekaligus memberikan rekonstruksi normatif mengenai prinsip tersebut dalam konteks hukum Indonesia. Penelitian ini memanfaatkan metode hukum normatif dengan pendekatan pada filsafat hukum, perundang-undangan, serta perbandingan hukum. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dimensi jangkauan dalam perhitungan utilitas Bentham membuka ruang filosofis untuk memperluas evaluasi utilitas, yang tidak hanya berlaku bagi generasi sekarang, tetapi juga bagi generasi yang akan datang. Namun, adanya pembatasan waktu dalam utilitarianisme klasik menimbulkan tantangan untuk menangani isu-isu modern seperti pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, masalah lingkungan, serta ketidakadilan struktural antargenerasi. Rekonstruksi prinsip The Greatest Happiness dilakukan melalui empat pilar normatif, yaitu konstitusionalisasi keadilan antargenerasi dengan penafsiran progresif Pasal 33 UUD 1945, pengaturan tanggung jawab fidusia negara terhadap sumber daya alam, pembentukan Komisaris untuk Generasi Mendatang, serta penerapan Analisis Dampak Antargenerasi dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa utilitarianisme antargenerasi dapat menjadi kerangka hukum yang rlevan dalam mencapai pembangunan yang adil, berkelanjutan dan mengutamakan kesejahteraan antargenerasi.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Nabila Pasya Aisyah, Meisa Purnama Ayu , Annisa Salsabila , Olivia Nurul Utami, Elviandrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2797Visualisasi Karya Seni Lukis Cat Air Alam Bawah Laut Indonesia2026-06-21T23:03:10+00:00Zaynannisa Qanita Zahrawizaynannisaqz@gmail.comMutia Afifa Fayyaza 2462003@maranatha.eduAdeline Lawrencia Hidayatadelinelawrencia@gmail.com<p>Penelitian ini di latar belakangi oleh penciptaan karya seni lukis cat air dengan tema kehidupan di bawah laut, yang tujuannya untuk turut serta dalam melestarikan kehidupan bawah laut di perairan Nusantara melalui visual. Penciptaan karya seni lukis cat air dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2026 s/d tanggal 15 Juni 2026. Tema dalam penciptaan ini adalah kehidupan di bawah laut yang difokuskan pada binatang laut yang dilindungi oleh pemerintah. Penciptaan menggunakan pendekatan <em>practice-based research</em>, yaitu metode yang menempatkan tindakan kreatif dalam proses penciptaan pengetahuan dan eksplorasi seni. Dilaksanakan dalam 6 tahapan dengan prosedur penciptaan: (a) Observasi tema, (b) Referensi visual, (c) Penyusunan konsep, (d) Pembuatan sketsa, (e) Persiapan alat dan bahan dalam melukis cat air, teknik melukis cat air <em>wet on wet</em>, <em>wet on dry </em>dan detail, (f) Finishing dan evaluasi. Hasil penciptaaan yang diperoleh yaitu tiga karya seni lukis cat air yang berhasil diselesaikan 100% tercapai dengan objek visual binatang yang dilindungi oleh pemerintah.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Zaynannisa Qanita Zahrawi, Mutia Afifa Fayyaza , Adeline Lawrencia Hidayathttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2925Konflik Hukum dan Pliralisme Hukum di Indonesia : Relasi Kekuasaan dan Agama2026-06-25T12:13:01+00:00Ayu Wulandari Ahmadayuwulandariahmad@gmail.comRiska Dwi Sagita Rinjaniriskadwisagitarinjani@gmail.comNila M aulida nilamaulida@gmail.comRama Afriza Laksana Putraramaafrizalaksanaputra@gmail.comElviandrielviandri@gmail.com<p>Indonesia sebagai negara yang sangat beragam suku, budaya, dan agama, tentu saja dihadapkan pada realitas pluralisme hukum di mana hukum adat, hukum Islam, dan hukum nasional hidup berdampingan. Pentingnya kajian ini muncul karena ketiga sistem hukum tersebut sering kali berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga diperlukan pemahaman yang mendalam agar dapat mewujudkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum secara bersama-sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan hukum adat, hukum Islam, dan hukum positif dalam kerangka pluralisme hukum di Indonesia, serta menganalisis dinamika konflik yang muncul di antara ketiganya beserta upaya harmonisasinya dari perspektif filsafat hukum. Melalui pendekatan penelitian hukum normatif berbasis kepustakaan, pembahasan menunjukkan bahwa hukum adat berperan sebagai living law yang mencerminkan nilai-nilai budaya lokal dan menyelesaikan sengketa melalui musyawarah serta pendekatan restoratif. Hukum Islam memberikan sumbangan penting melalui prinsip keadilan sosial dan maqasid syariah, sementara hukum nasional berfungsi sebagai landasan formal yang berpijak pada positivisme hukum dan prinsip legalitas. Meskipun ketiganya saling memengaruhi, dalam praktiknya muncul berbagai konflik, dalam bidang pernikahan, dan hak atas tanah adat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa harmonisasi ketiga sistem hukum melalui pendekatan yang inklusif, kontekstual, dan partisipatif menjadi sangat penting. Nilai-nilai hukum adat dan Islam perlu diintegrasikan ke dalam hukum nasional tanpa mengabaikan prinsip hak asasi manusia, sehingga terbentuk sistem hukum yang lebih adaptif dan memberikan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Ayu Wulandari Ahmad, Riska Dwi Sagita Rinjani, Nila M aulida , Rama Afriza Laksana Putra, Elviandrihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2915Alpukat Betawi: Menakar Kualitas dan Tantangan Inovasi Pelayanan Adminduk Digital (Studi di Kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara)2026-06-26T07:59:35+00:00Herlambang Batharaherlambangbathara11@gmail.comRachmat Ramdanirachmat.ramdani@fisip.unsika.ac.idDewi Noor Azijahdewinoor.azijah@fisip.unsika.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan publik melalui aplikasi Alpukat Betawi yang diterapkan di Kelurahan Semper Timur sebagai bentuk inovasi digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya kualitas pelayanan aplikasi Alpukat yang tercermin dari rating Google Play Store sebesar 2,6 (dari skala 5,0), banyaknya keluhan masyarakat mengenai error aplikasi, sulitnya mendapatkan kode OTP, kegagalan unggah dokumen, ketidakkompatibelan dengan ponsel low-end, serta rendahnya literasi digital masyarakat, khususnya kelompok usia rentan. Meskipun aplikasi ini menyediakan 18 jenis layanan, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala teknis, infrastruktur, dan sosial-kultural. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Kerangka analisis kualitas pelayanan mengacu pada teori Zeithaml yang meliputi lima dimensi, yaitu Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi Alpukat Betawi telah mendukung digitalisasi pelayanan administrasi kependudukan melalui penyediaan sarana pelayanan digital yang mudah diakses, adanya jaminan keamanan data, serta perhatian aparatur terhadap kebutuhan masyarakat. Namun, pada dimensi reliability masih ditemukan berbagai kendala teknis seperti kesulitan memperoleh kode OTP, aplikasi yang sering keluar (logout) secara otomatis, dan kegagalan dalam mengunggah dokumen. Selain itu, tingkat pemanfaatan aplikasi masih relatif rendah dibandingkan jumlah penduduk Kelurahan Semper Timur. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan, serta perbaikan dan pemeliharaan sistem aplikasi secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas dan pemanfaatan pelayanan publik berbasis digital.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Herlambang Bathara, Rachmat Ramdani, Dewi Noor Azijahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2946Kewajiban Absolut Negara dalam Memulihkan Hak Hidup Korban Miscarriage Of Justice2026-06-27T12:14:37+00:00Arief Widodoarief.widodo0181@gmail.comKefi Firdaus Thonfirdauskefi@gmail.comRuby W H Oktolina Samosirrubysamosir@gmail.comStenly Mintistenlyminti16@gmail.comMuslih Anharaanpopyes@gmail.comJusak Budiman SoehardjaJusak.soehardja@gmail.comAde Rifa Salsabillaaderifasalsabill@gmail.comTatang Ruslihtatangruslih021782@gmail.comAppe Hutaurukappehturuk@gmail.comMardiman Sanemardimanshane@gmail.com Hotman Sinambelahotmabertaok@gmail.comRobert L. Simanungkalitrobertsky0101@gmail.com<p><em>Miscarriage of justice</em> — peradilan sesat atau kegagalan peradilan — bukan sekadar salah hukum teknis. <em>miscarriage of justice</em> adalah luka konstitusional yang merobek martabat manusia hingga ke akarnya, mengoyak kebebasan, mencuri waktu yang tak pernah kembali, menghancurkan keluarga, dan memadamkan kepercayaan publik kepada institusi hukum. Di Indonesia, fenomena ini bukan sekadar catatan sejarah yang terkubur tapi hidup berdenyut dalam setiap perkara di mana penyidik memaksa pengakuan, jaksa mengabaikan kebenaran material, dan hakim menyelenggarakan persidangan tanpa jiwa <em>fair trial</em>. Penelitian ini bertolak dari proposisi fundamental bahwa negara tidak hanya berkewajiban menghindari <em>miscarriage of justice</em>, melainkan menanggung kewajiban absolut (bersifat <em>non-derogable</em> dan <em>unconditional</em>) untuk memulihkan seluruh dimensi hak hidup korbannya. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif-empiris, pendekatan perbandingan hukum internasional, dan kerangka teori <em>dignified justice</em>, penelitian ini memeriksa: (1) anatomi struktural <em>miscarriage of justice</em> dalam sistem peradilan pidana Indonesia; (2) kegagalan normatif rezim kompensasi yang berlaku; (3) praktik terbaik pemulihan dari berbagai yurisdiksi komparatif; dan (4) rekomendasi rekonstruksi normatif yang komprehensif. Penelitian ini menemukan bahwa kewajiban pemulihan negara bersumber dari tiga pilar yang saling memperkuat yakni hak konstitusional atas martabat manusia (Pasal 28A - 28J UUD 1945), kewajiban hukum internasional hak asasi manusia (ICCPR, UN <em>Basic Principles on the Right to a Remedy),</em> dan doktrin negara hukum yang mewajibkan akuntabilitas kekuasaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada konstruksi konsep 'kewajiban absolut pemulihan multidimensi' yang melampaui sekadar kompensasi finansial menuju pemulihan status hukum, rehabilitasi sosial-psikologis, pertanggungjawaban institusional, dan reformasi sistemik sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Arief Widodo, Kefi Firdaus Thon, Ruby W H Oktolina Samosir, Stenly Minti, Muslih Anhar, Jusak Budiman Soehardja, Ade Rifa Salsabilla, Tatang Ruslih, Appe Hutauruk, Mardiman Sane, Hotman Sinambela, Robert L. Simanungkalithttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/2993Evaluasi Kinerja Pegawai dalam Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi, pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Konawe2026-07-02T03:36:14+00:00Takwimtakwim.mashur62@gmail.comTahmit Ansar tahmitansar@gmail.comMuh. Nugas muh.nugas@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja pegawai dalam menjalankan tugas dan fungsi inti di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilandasi oleh pentingnya peran aparatur sebagai komponen kunci dalam mendukung keberhasilan kinerja instansi pemerintah. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Evaluasi kinerja dilaksanakan berdasarkan indikator-indikator seperti mutu, jumlah, ketepatan waktu, efisiensi, serta keterampilan berkomunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pegawai telah berjalan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Namun, masih ditemui beberapa hambatan, seperti lemahnya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan, terbatasnya anggaran yang tersedia, dan adanya ketergantungan pada dana dari pemerintah daerah.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Takwim, Tahmit Ansar , Muh. Nugas https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3063Bentuk Perlindungan Hukum terhadap Anak yang Dijadikan Kurir Narkotika dalam Penanganan oleh Polda Sulawesi Tenggara2026-07-10T09:53:27+00:00St. Fatmawati Lallost.fatmawatilallo@gmail.comRifkah Anniza Rahman rifkahannizarahman@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum terhadap anak yang dijadikan sebagai kurir narkotika dalam penanganan oleh (POLDA) Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Kendari, pada Kantor Kepolisian Polda Sultra, maka penulis melakukan penelitian terfokus pada wilayah Hukum Polda Sultra. Dimana terdapat banyak kasus Narkotika yang dilakukan oleh Anak sebagai kurir.Hasil penelitian ini menunjukkan perlindungan hukum terhadap anak yang dijadikan sebagai kurir narkotika di Polda Sulawesi Tenggara telah dilaksanakan melalui berbagai bentuk, antara lain pendampingan hukum dan sosial, upaya diversi, penerapan pendekatan humanis dalam proses penyidikan, perlindungan identitas anak, serta pemberian rehabilitasi sebagai alternatif penyelesaian perkara. Bentuk-bentuk perlindungan tersebut menunjukkan adanya upaya dari aparat penegak hukum untuk mengimplementasikan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (<em>the best interest of the child</em>) Namun demikian, pelaksanaan perlindungan hukum tersebut belum berjalan secara optimal. Dalam praktiknya, masih terdapat kecenderungan dominasi pendekatan represif dalam penanganan tindak pidana narkotika, yang menyebabkan anak sering kali diposisikan sebagai pelaku kejahatan semata, bukan sebagai korban eksploitasi dari jaringan narkotika yang lebih besar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara norma hukum yang bersifat protektif dengan praktik penegakan hukum yang masih cenderung retributif.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 St. Fatmawati Lallo, Rifkah Anniza Rahman https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3068Transformasi Prostitusi Konvensional Menjadi Prostitusi Online di Kota Bengkulu2026-07-11T12:34:55+00:00Anggi Saputraasaputra@unib.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam praktik prostitusi yang kini semakin memanfaatkan media digital sebagai sarana operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi prostitusi konvensional menjadi prostitusi online di Kota Bengkulu serta mengidentifikasi pola operasional yang digunakan dalam praktik tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi non-partisipatif yang dilaksanakan pada Januari–Maret 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan lapangan dan observasi terhadap aplikasi digital yang diduga digunakan sebagai media promosi dan pemesanan jasa seksual. Data dianalisis berdasarkan pola interaksi, mekanisme transaksi, penggunaan teknologi digital, serta lokasi yang digunakan dalam praktik prostitusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prostitusi di Kota Bengkulu masih berlangsung dan mengalami pergeseran dari sistem konvensional menuju sistem berbasis digital. Aplikasi kencan dan media komunikasi digital dimanfaatkan untuk menawarkan jasa, mencari pelanggan, melakukan negosiasi tarif, serta menentukan lokasi pertemuan. Ditemukan penggunaan istilah tertentu sebagai kode dalam menawarkan layanan seksual, dengan tarif berkisar antara Rp300.000 hingga Rp600.000. Transaksi umumnya dilakukan di hotel, rumah kos, atau melalui sistem panggilan sesuai kesepakatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi telah meningkatkan fleksibilitas dan kerahasiaan praktik prostitusi sehingga menjadi tantangan bagi pengawasan sosial dan penegakan hukum.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Anggi Saputrahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3072Peranan Badan Pertanahan Nasional sebagai Mediator Penyeleselaian Sengketa Tanah ( Setudy di Kantor BPN Kota Kendari)2026-07-12T02:16:35+00:00Sri Khayatisrikhayati65@gmail.com<p>judul penelitian“Peranan Badan Pertanahan Nasional sebagai mediator penyelesaian sengketa tanah ‘(Suatu Studi di Badan Pertanahan Nasional Kota kendari). Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui . Bagaimanakah mekanisme penyelesaian sengketa tanah melalui mediasi di Kantor Pertanahan kendari 2. Upaya-upaya apakah yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kendari sebagai mediator dalam penyelesaian sengketa tanah. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris, yaitu suatu penelitian disamping melihat aspek hukum positif juga melihat pada penerapannya atau praktek di lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu setelah data terkumpul kemudian dituangkan dalam bentuk uraian logis dan sistematis, selanjutnya dianalisis untuk memperoleh kejelasan penyelesaian masalah, kemudian ditarik kesimpulan secara deduktif, yaitu dari hal yang bersifat umum menuju hal yang bersifat khusus. Berdasarkan penelitian, diperoleh hasil :1.mekanisme penyelesaian masalah sengketa pertanahan melalui mediasi yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan kota kendari telah sesuai dengan peraturan dan mekanisme yang diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penanganan Dan Penyelesaian Masalah Pertanahan namun dalam hasil penyelesainya belum maksimal 2. Upaya yang dilakukan pihak Badan pertanaha yaitu membantu para pihak dalam memahami pandangan masing-masing dan membantu mencari hal-hal yang dianggap penting bagi mereka. Mediator mempermudah pertukaran informasi, mendorong diskusi mengenai perbedaan-perbedaan kepentingan, persepsi, penafsiran terhadap situasi dan persoalan-persoalan dan. Mediator membantu para pihak memprioritaskan persoalan-persoalan dan menitikberatkan pembahasan mengenai tujuan dan kepentingan umum. Mediator akan sering bertemu dengan para pihak secara pribadi. Sebagai wadah informasi antara para pihak, mediator akan mempunyai lebih banyak informasi mengenai sengketa dan persoalan-persoalan dibandingkan para pihak dan akan mampu menentukan apakah terdapat dasar-dasar bagi terwujudnya suatu kesepakatan petunjuk teknis yang memadai sehingga tidak ada keraguan lagi bagi aparat pelaksana untuk menjalankannya.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sri Khayatihttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3102Implementasi Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis: Studi pada Model Komunikasi dan Disposisi Birokrasi di Tingkat Daerah2026-07-15T14:32:08+00:00Yuyun FitrianiYuyunfitriani01.yf@gmail.comAde MaulidyaAde.maulidya@fisip.unsri.ac.id<p>Program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi peserta didik, menurunkan angka stunting, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap berbagai aktor yang terlibat dalam implementasi program, seperti pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, dinas pendidikan, dinas kesehatan, sekolah, penyedia makanan, serta penerima manfaat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antaraktor telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi kendala berupa perubahan kebijakan yang cepat, ketidaksamaan penerimaan informasi, keterlambatan penyampaian jadwal distribusi, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Dari aspek sumber daya, dukungan anggaran dan personel relatif memadai, tetapi masih terdapat kesenjangan kompetensi sumber daya manusia serta variasi kapasitas pelaksanaan antarwilayah. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mendukung keberhasilan program, sedangkan struktur birokrasi telah didukung oleh standar operasional prosedur (SOP), namun fragmentasi organisasi dan koordinasi antarlembaga masih menjadi tantangan implementasi. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan anggaran, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi, kecukupan sumber daya, komitmen pelaksana, serta birokrasi yang terintegrasi. Penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyempurnaan tata kelola implementasi menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis di tingkat daerah.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Yuyun Fitriani, Ade Maulidyahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3117Kolaborasi Public Relations Berbasis Kearifan Lokal dalam Promosi Kampung Adat Sikka sebagai Destinasi Pariwisata Budaya Berkelanjutan2026-07-17T03:17:43+00:00Elisabeth Imelda Kevin LiwuElmaliwu371@gmail.comWilfridus Valiance FredWlfrdyahoo@gmail.comIntan MustafaIntanmustafa15@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kolaborasi <em>Public Relations</em> berbasis kearifan lokal antara pemerintah, komunitas adat, dan pelaku wisata dalam mempromosikan Kampung Adat Sikka sebagai destinasi pariwisata budaya berkelanjutan. Kampung Adat Sikka merupakan salah satu representasi identitas budaya masyarakat Sikka yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya melalui rumah adat, tenun ikat, ritual adat, dan nilai-nilai kehidupan masyarakat lokal. Namun demikian, promosi destinasi masih menghadapi tantangan berupa belum optimalnya sinergi antarpemangku kepentingan, keterbatasan strategi komunikasi terpadu, serta belum maksimalnya pemanfaatan media digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus (Setiawan dkk, 2025). Informan penelitian terdiri atas Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka, pemerintah desa, tokoh adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, pelaku wisata, dan wisatawan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan promosi Kampung Adat Sikka dipengaruhi oleh kolaborasi <em>Public Relations</em> yang mengintegrasikan komunikasi pemerintah, partisipasi komunitas adat, pelibatan pelaku wisata, dan pemanfaatan media digital dengan tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. Penelitian menghasilkan model Kolaborasi <em>Public Relations</em> Berbasis Kearifan Lokal yang terdiri atas empat dimensi utama, yaitu komunikasi kolaboratif, pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan promosi digital berkelanjutan.</p> <p> </p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Elisabeth Imelda Kevin Liwu, Wilfridus Valiance , Intan Mustafahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3121Pengaruh Fluktuasi Harga Karet dan Perubahan Jumlah Anggota Keluarga terhadap Konsumsi Petani Karet Desa Lambur 1 Kabupaten Tanjung Jabung Timur2026-07-18T01:13:54+00:00Arum Asmarani Saputriasmaraniarum94@gmail.comMohammad Oribaldiorinaldi@uinjambi.ac.idFirman Syah Noorfirmansyahnoor@uinjambi.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fluktuasi harga karet dan jumlah anggota keluarga terhadap pola konsumsi rumah tangga petani karet di Desa Lambur 1, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Fluktuasi harga karet yang tidak menentu berpotensi memengaruhi pendapatan petani, sedangkan jumlah anggota keluarga menjadi faktor internal yang turut menentukan besarnya kebutuhan konsumsi rumah tangga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linier berganda. Populasi penelitian adalah seluruh petani karet aktif di Desa Lambur 1 dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga petani karet di Desa Lambur 1. Sementara itu, fluktuasi harga karet secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga petani karet. Namun secara simultan, fluktuasi harga karet dan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga petani karet di Desa Lambur 1. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,213 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut mampu menjelaskan 21,3% variasi pola konsumsi rumah tangga petani karet, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Arum Asmarani Saputri, Mohammad Oribaldi, Firman Syah Noorhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3153Budaya Sintuvu Masyarakat Kaili Di Sulawesi Tengah2026-07-22T08:25:33+00:00Andriansyahandrimahid@gmail.com<p>Budaya Sintuvu merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah yang mengandung nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persatuan. Di tengah meningkatnya konflik sosial dan menguatnya individualisme akibat perubahan sosial, nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting untuk dipahami dan dilestarikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis historisitas serta nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Sintuvu sebagai identitas budaya masyarakat Kaili. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif historis melalui kajian literatur, tradisi lisan, dan kehidupan masyarakat Kaili. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sintuvu telah berkembang sejak masa kerajaan Kaili sebagai budaya gotong royong yang menekankan persatuan, solidaritas, musyawarah, tanggung jawab, dan keterbukaan. Nilai-nilai tersebut diperkuat oleh berbagai kearifan lokal Kaili, seperti nosarara nosabatutu, ada nosibolai, libu ntodea, dan tonda talusi, yang bersama-sama membentuk sistem nilai dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sintuvu tidak hanya menjadi identitas budaya masyarakat Kaili, tetapi juga tetap relevan sebagai modal sosial dalam memperkuat integrasi sosial dan menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan masyarakat di tengah perubahan sosial yang terus berkembang.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Andriansyahhttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3164Implementasi Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K): Analisis Kesesuaian Program, Organisasi Pelaksana, dan Kelompok Sasaran di Desa Tulusrejo Kabupaten Lampung Timur2026-07-23T11:23:31+00:00Eka Saputrisaputrieka158@gmail.comSudarman Mersamersadarma454@gmail.comYuditya Wardhanayuditya5290@gmail.com<p>Program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga melalui penyediaan bantuan permodalan usaha. Namun, implementasi program di Desa Tulusrejo, Kabupaten Lampung Timur, belum sepenuhnya mencapai tujuan yang diharapkan. Berbagai permasalahan masih ditemukan, antara lain pemanfaatan dana yang belum sepenuhnya produktif, rendahnya pembinaan dan pendampingan usaha, serta belum optimalnya ketepatan sasaran penerima manfaat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program UP2K menggunakan Model Kesesuaian Implementasi David C. Korten yang menekankan kesesuaian antara program, organisasi pelaksana, dan kelompok sasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em> yang terdiri atas Ketua Poksus UP2K, Sekretaris Poksus, Ketua Poklak, dan anggota UP2K sebagai penerima manfaat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program UP2K telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat sebagai sumber permodalan bagi keluarga berpenghasilan rendah. Organisasi pelaksana mampu menjalankan fungsi administrasi dan pengelolaan program dengan baik, namun kapasitas dalam pembinaan dan pendampingan usaha masih terbatas. Dari sisi kelompok sasaran, penerima manfaat umumnya telah sesuai dengan kriteria program, tetapi sebagian masih memanfaatkan dana untuk kebutuhan konsumtif sehingga tujuan peningkatan pendapatan keluarga belum tercapai secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme seleksi penerima manfaat, pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, serta pengawasan penggunaan dana agar implementasi Program UP2K lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Eka Saputri, Sudarman Mersa, Yuditya Wardhanahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3165Evaluasi Efektivitas Program Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Kesehatan dan Meningkatkan Taraf Hidup Lansia di Desa Donomulyo Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur2026-07-23T11:25:15+00:00Heni Yusnita SariBoomberss009@gmail.comYuyun FitrianiYuyunfitriani01.yf@gmail.comAri GusnitaAri.gusnitadw@gmail.com<p>Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menuntut penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mampu meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia. Salah satu upaya pemerintah adalah melalui Program Posyandu Lansia yang berorientasi pada pelayanan promotif dan preventif berbasis masyarakat. Namun, pelaksanaan program di Desa Donomulyo Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya tingkat partisipasi lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu. Dari 189 lansia yang menjadi sasaran program, hanya 32 orang yang aktif mengikuti kegiatan, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Posyandu Lansia dalam meningkatkan kesehatan dan taraf hidup lansia di Desa Donomulyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, petugas Puskesmas, bidan desa, kader Posyandu, lansia peserta Posyandu, dan anggota keluarga lansia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan teknik kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Program Posyandu Lansia telah berjalan cukup efektif. Dari aspek konteks, program telah sesuai dengan kebutuhan kesehatan lansia. Dari aspek input, ketersediaan tenaga kesehatan, kader, sarana prasarana, pendanaan, dan dukungan pemerintah dinilai memadai. Dari aspek proses, kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin dan sesuai prosedur, namun tingkat partisipasi lansia masih rendah sehingga membatasi jangkauan manfaat program. Dari aspek produk, program mampu meningkatkan status kesehatan, perilaku hidup sehat, kepuasan terhadap pelayanan, kemandirian, serta kualitas hidup lansia yang aktif mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, dukungan keluarga, penguatan peran kader, serta inovasi pelayanan untuk meningkatkan partisipasi lansia sehingga efektivitas Program Posyandu Lansia dapat terus ditingkatkan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Heni Yusnita Sari, Yuyun Fitriani, Ari Gusnitahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3166Kepemimpinan Kepala Desa dan Penguatan Kinerja Aparatur Desa: Studi Kasus di Desa Adijaya, Kabupaten Lampung Timur2026-07-23T11:26:57+00:00Sherina Elvira Arthalia PutriSherinaelvira234@gmail.comMirnawatimirnaheru5@gmail.comYuditya WardhanaYuditya5290@gmail.com<p>Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia menuntut penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang mampu meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lansia. Salah satu upaya pemerintah adalah melalui Program Posyandu Lansia yang berorientasi pada pelayanan promotif dan preventif berbasis masyarakat. Namun, pelaksanaan program di Desa Donomulyo Kecamatan Bumi Agung Kabupaten Lampung Timur masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama rendahnya tingkat partisipasi lansia dalam mengikuti kegiatan Posyandu. Dari 189 lansia yang menjadi sasaran program, hanya 32 orang yang aktif mengikuti kegiatan, sehingga diperlukan evaluasi untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Posyandu Lansia dalam meningkatkan kesehatan dan taraf hidup lansia di Desa Donomulyo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Evaluasi dilakukan menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product) yang dikembangkan oleh Stufflebeam. Informan penelitian terdiri atas Kepala Desa, petugas Puskesmas, bidan desa, kader Posyandu, lansia peserta Posyandu, dan anggota keluarga lansia yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan teknik kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Program Posyandu Lansia telah berjalan cukup efektif. Dari aspek konteks, program telah sesuai dengan kebutuhan kesehatan lansia. Dari aspek input, ketersediaan tenaga kesehatan, kader, sarana prasarana, pendanaan, dan dukungan pemerintah dinilai memadai. Dari aspek proses, kegiatan Posyandu dilaksanakan secara rutin dan sesuai prosedur, namun tingkat partisipasi lansia masih rendah sehingga membatasi jangkauan manfaat program. Dari aspek produk, program mampu meningkatkan status kesehatan, perilaku hidup sehat, kepuasan terhadap pelayanan, kemandirian, serta kualitas hidup lansia yang aktif mengikuti kegiatan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, dukungan keluarga, penguatan peran kader, serta inovasi pelayanan untuk meningkatkan partisipasi lansia sehingga efektivitas Program Posyandu Lansia dapat terus ditingkatkan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Sherina Elvira Arthalia Putri, Mirnawati, Yuditya Wardhanahttps://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/3181Peran Kepuasan Kerja Sebagai Mediasi Pengaruh Kompetensi terhadap Loyalitas Karyawan Bank Sultra di Bau Bau2026-07-25T10:33:53+00:00Muhammad Fatwa Solihinvalendfatwa24@gmail.comAlida Palilatialidapalilati@gmail.comYusufyusuf@uho.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menguji dan menjelaskan peran kepuasan kerja sebagai mediasi pengaruh kompetensi terhadap loyalitas karyawan Bank Sultra di Baubau. Pendekatan penelitian ini adalah survei dengan desain explanatory research. Pengumpulan data dilakukan secara cross-section dengan menggunakan instrumen berupa angket dan dokumentasi. Responden penelitian 37 karyawan di luar unsur dijadikan responden penelitian. Peralatan analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif tidak signifikan terhadap loyalitas karyawan, kompetensi berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja, kepuasan kerja berpengaruh positif signifikan terhadap loyalitas karyawan dan kepuasan kerja mampu memediasi penuh pengaruh kompetensi terhadap loyalitas karyawan.</p>2026-04-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Fatwa Solihin, Alida Palilati, Yusuf