Pemodelan Spasial Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Sulawesi Menggunakan Spatial Error Model

Penulis

  • Baharuddin Universitas Halu Oleo
  • Syafaat Nugiansa Universitas Halu Oleo
  • Muhammad Ihwal Universitas Halu Oleo
  • Makkulau Universitas Halu Oleo
  • Lilis Laome Universitas Halu Oleo
  • Andi Tenri Ampa Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2459

Kata Kunci:

Autokorelasi spasial, indeks Moran, kepadatan penduduk, persentase penduduk miskin

Abstrak

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pulau Sulawesi tahun 2023 menunjukkan kesenjangan yang signifikan antarkabupaten/kota, yang ditandai dengan variasi nilai yang cukup tinggi. Ketimpangan ini mengindikasikan keterbatasan model klasik dalam menangani ketergantungan spasial antarwilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial dan faktor-faktor yang memengaruhi IPM, dengan membandingkan kinerja model regresi OLS dan Spatial Error Model (SEM). Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan data sekunder BPS tahun 2023. Matriks pembobot spasial dikonstruksi menggunakan k-Nearest Neighbors (k=4), dan uji autokorelasi spasial dilakukan dengan indeks Moran. Hasil penelitian mengonfirmasi adanya autokorelasi spasial positif pada IPM. Model SEM terbukti lebih unggul daripada OLS dengan nilai AIC yang lebih rendah dan mampu menangkap ketergantungan spasial melalui parameter λ yang signifikan. Variabel kepadatan penduduk berpengaruh positif signifikan, sedangkan persentase penduduk miskin berpengaruh negatif signifikan terhadap IPM.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-25

Cara Mengutip

Baharuddin, Nugiansa, S. ., Ihwal, M. ., Makkulau, Laome, L. ., & Ampa, A. T. . (2026). Pemodelan Spasial Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Sulawesi Menggunakan Spatial Error Model. Arus Jurnal Sains Dan Teknologi, 4(1), 6–13. https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2459

Terbitan

Bagian

Artikel

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama