Pengelolaan Limbah Medis B3 di Rumah Sakit X Kota Tangerang Selatan
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2526Kata Kunci:
Pengelolaan, Limbah Medis B3, Rumah SakitAbstrak
Penelitian ini didasarkan pada potensi risiko limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang dihasilkan oleh fasilitas kesehatan terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan limbah medis B3 di Rumah Sakit X, Kota Tangerang Selatan berdasarkan aspek reduksi, pemilahan, penyimpanan, pengangkutan, dan kepatuhan terhadap ketentuan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan tinjauan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis B3 pada sebagian besar tahapan telah dilakukan sesuai dengan prosedur operasi standar dan peraturan yang berlaku, terutama pada aspek pemilahan, penyimpanan, pelabelan, dan pengangkutan. Namun, implementasi upaya reduksi limbah masih belum optimal. Data produksi limbah menunjukkan fluktuasi dengan rata-rata 382,27 kg per bulan pada tahun 2025 dan peningkatan pada awal tahun 2026. Variasi jumlah limbah dipengaruhi oleh jumlah kunjungan pasien, jenis layanan, dan kapasitas fasilitas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah medis berbahaya di Rumah Sakit X telah memenuhi sebagian besar aspek teknis dan peraturan, tetapi masih memerlukan penguatan strategi pengurangan limbah dan peningkatan efektivitas pengelolaan berkelanjutan untuk meminimalkan risiko terhadap lingkungan.





