Toxic Solidarity: Transformasi Agresi Kolektif menjadi Dukungan Publik di Twitter/X

Penulis

  • Nadhila Zulfa Khairani Universitas Islam Bandung
  • Syeni Alni Syahmayda Universitas Islam Bandung
  • Aghniya Fitri Universitas Islam Bandung
  • Ike Junita Triwardhani Universitas Islam Bandung

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2534

Kata Kunci:

toxic solidarity, misinformation, framing, agresi kolektif, media sosial, Twitter/X

Abstrak

Penelitian ini membahas fenomena toxic solidarity di media sosial, khususnya pada platform Twitter/X, yang menunjukkan transformasi dari agresi kolektif menjadi dukungan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena toxic solidarity terbentuk melalui peran misinformation dan framing dalam mengubah respons netizen dari agresi kolektif menjadi dukungan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi konten digital dan dokumentasi berupa unggahan, komentar, serta pemberitaan media online. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan mengidentifikasi bentuk misinformation, pola framing, serta perubahan respons publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons netizen berkembang secara bertahap dari agresi, refleksi, empati, hingga solidaritas. Namun, solidaritas yang terbentuk bersifat reaktif dan masih mengandung jejak agresi sebelumnya, sehingga mencerminkan dinamika kompleks komunikasi digital dalam membentuk persepsi dan realitas sosial.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29

Cara Mengutip

Khairani, N. Z., Syahmayda, S. A. ., Fitri, A. ., & Triwardhani, I. J. (2026). Toxic Solidarity: Transformasi Agresi Kolektif menjadi Dukungan Publik di Twitter/X. Arus Jurnal Sains Dan Teknologi, 4(1), 53–63. https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2534

Terbitan

Bagian

Artikel