Toxic Solidarity: Transformasi Agresi Kolektif menjadi Dukungan Publik di Twitter/X
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2534Kata Kunci:
toxic solidarity, misinformation, framing, agresi kolektif, media sosial, Twitter/XAbstrak
Penelitian ini membahas fenomena toxic solidarity di media sosial, khususnya pada platform Twitter/X, yang menunjukkan transformasi dari agresi kolektif menjadi dukungan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana fenomena toxic solidarity terbentuk melalui peran misinformation dan framing dalam mengubah respons netizen dari agresi kolektif menjadi dukungan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, melalui observasi konten digital dan dokumentasi berupa unggahan, komentar, serta pemberitaan media online. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan mengidentifikasi bentuk misinformation, pola framing, serta perubahan respons publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons netizen berkembang secara bertahap dari agresi, refleksi, empati, hingga solidaritas. Namun, solidaritas yang terbentuk bersifat reaktif dan masih mengandung jejak agresi sebelumnya, sehingga mencerminkan dinamika kompleks komunikasi digital dalam membentuk persepsi dan realitas sosial.





