Perbandingan Kualitas Cangkang Buah Karet (Hevea Brasiliensis) dan Limbah Bambu (Bambusa Vulgaris Schard) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Arang Menggunakan Variasi Minyak Jelantah
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i1.2547Kata Kunci:
Briket arang, Pirolisis, Bambu, Cangkang Buah Karet, Minyak JelantahAbstrak
Limbah pertanian dan perkebunan seperti limbah bambu (Bambusa Vulgaris Schrad) dan cangkang buah karet (Hevea Brasiliensis) memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis . Penelitian ini bertujuan membandingkan kualitas briket arang dari kedua bahan baku tersebut dengan variasi penambahan minyak jelantah yang mengacu pada standar SNI 01-6235-2000. Briket dibuat dari sampel bambu dari Pasar Segiri Samarinda dan cangkang buah karet dari PT. x, melalui proses pirolisis pada suhu sekitar 600°C untuk menghasilkan arang, penghalusan, pencampuran dengan perekat tepung tapioka sebanyak 10% massa briket, penambahan minyak jelantah pada variasi 0%, 10%, 15%, dan 20%, pencetakan briket, serta pengeringan alami. Komposisi penyusun diuji meliputi rasio(%) 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100 (bambu:cangkang). Briket yang dihasilkan menunjukkan hasil yang terbaik pada penggunaan minyak jelantah sebesar 15 % yaitu nilai kalor 8551 cal/gr (A1), Kadar Air 2,43% (C2), Kadar Abu 3,55% (C2), sedangkan dua parameter lainnya yaitu Volatil Matter dan Fixed Karbon tidak ada yang memenuhi di semua variasi.
Referensi
Afrianah, N., Ruslan, R., Suryadi, H. R., Amir, I., Irsyad, A., Jasruddin, & Nurhayati. (2023). Pengaruh Temperatur Karbonisasi Terhadap Karakteristik Briket Berbasis Arang Sekam Padi Dan Tempurung Kelapa. JFT: Jurnal Fisika Dan Terapannya, 9(2), 138–147. https://doi.org/10.24252/jft.v9i2.25566
Arifin, M., Dwityaningsih, R., & Ratri Harjanto, T. (2023). Pengaruh Penambahan Arang Tempurung Kelapa Terhadap Kualitas Briket dari Arang Pelepah Nipah Menggunakan Tepung Tapioka Sebagai Perekat. Infotekmesin, 14(2), 418–423. https://doi.org/10.35970/infotekmesin.v14i2.1938
firman, Kusyanto, & Nisa, C. (2018). Pemanfaatan Cangkang Buah Karet Sebagai Bahan Baku Pembuatan Arang Aktif. Prosiding Seminar Hasil Penelitian (SNP2M) 2018, 110–115.
Iswara, M. A. I., Mustain, A., Mufid, M., & Prayitno, P. (2024). Studi Literatur Karakteristik Briket Dengan Perbedaan Rasio Campuran Arang Tempurung Kelapa Dan Biomassa Lainnya. DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi, 10(1), 56–69. https://doi.org/10.33795/distilat.v10i1.4466
Juang, D., Zulfa Arifah, D., Alfaroh, B., Sabila Rasyad, A., & Agustina, A. (2024). Utilization Of Biomass Waste With Stearic Acid As Fire Starter. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 11(1), 78–89. https://doi.org/10.31289/biolink.v11i1.12408
Kale.J, Mulia, Y., Iskandar, T., & Anggraini Abrina, S. (2019). Optimalisasi Proses Pembuatan Briket Arang Bambu Dengan Menggunakan Perekat Organik. Seminar Nasional Teknologi Industri, Lingkungan Dan Infrastruktur, A8.1-A8.7.
Mahendra.T, S., & Praswanto, H. (2022). Pengaruh Campuran Minyak Jelantah pada Briket Sampah Organik dan Serbuk Kayu Terhadap Laju Pembakaran. METAVERSE: Peluang Dan Tantangan Pendidikan Tinggi Di Era Industri 5.0, 13, 2022. https://doi.org/https://doi.org/10.36040/seniati.v6i2.4985
Papilo, P. (2012). Briket Pelepah Kelapa Sawit Sebagai Sumber Energi Alternatif Yang Bernilai Ekonomis Dan Ramah Lingkungan. Jurnal Sains, Teknologi Dan Industri, 9(2), 67–78. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.24014/sitekin.v9i2.593
Purba, K., & Sirajuddin. (2021). Pengaruh Waktu Dan Kecepatan Udara Pada Proses Oksidasi Parsial Dalam Pembuatan Biobriket Dari Cangkang Kelapa Sawit. Jurnal Chemurgy, 05(2), 61–71. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30872/cmg.v5i2.6033
Rahayu, D. E., & Sukmono, Y. (2013). Kajian Potensi Pemanfaatan Sampah Organik Pasar berdasarkan Karakteristiknya (Studi Kasus Pasar Segiri Kota Samarinda). Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, 5(2), 77–90. https://doi.org/https://journal.uii.ac.id/JSTL/article/view/3489
Sarwono, E., Adinegoro, M. B., & Widarti, B. N. (2018). Pengaruh Variasi Komposisi Batang, Pelepah, Dan Daun Tanaman Kelapa Sawit Terhadap Kualitas Briket Bioarang. Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL, 2(1), 11–21. http://dx.doi.org/10.30872/jtlunmul.v2i1.1575
Wibowo, S., Laia, D. P. O., Khotib, M., & Pari, G. (2017). Karakterisasi Karbon Pelet Campuran Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Scumach) Dan Tempurung Nyamplung (Calophyllum inophyllum Linn.). Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 35(1), 73–82. https://doi.org/10.20886/jphh.2017.35.1.73-82





