Identifikasi Daerah Rawan Kecelakaan (Black Site) pada Ruas Jalan Tol Cikopo–Palimanan menggunakan Metode Frekuensi, Cumulative Sum (CUSUM), Clustering, dan Kernel Density Estimation (KDE)
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajst.v4i2.3214Kata Kunci:
Black Site, CUSUM, Frekuensi Kecelakaan, Kernel Density Estimation, Jalan Tol CipaliAbstrak
Kecelakaan lalu lintas pada jalan tol masih menjadi salah satu permasalahan keselamatan transportasi yang memerlukan penanganan berbasis data. Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) merupakan salah satu ruas tol strategis nasional dengan volume lalu lintas yang tinggi sehingga memiliki potensi terjadinya kecelakaan pada beberapa segmen jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan (black site) pada ruas Jalan Tol Cipali KM 72 sampai KM 102 menggunakan kombinasi metode Frekuensi, Cumulative Sum (CUSUM), Clustering berdasarkan tingkat fatalitas, serta Kernel Density Estimation (KDE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan berupa data sekunder kecelakaan lalu lintas tahun 2023 yang diperoleh dari PT Lintas Marga Sedaya dan dibagi berdasarkan segmen sepanjang satu kilometer. Analisis frekuensi digunakan untuk mengetahui distribusi jumlah kecelakaan, sedangkan metode CUSUM digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang mengalami penyimpangan kumulatif terhadap rata-rata kejadian kecelakaan. Selanjutnya dilakukan analisis clustering berdasarkan tingkat fatalitas serta pemetaan spasial menggunakan KDE pada perangkat lunak ArcGIS untuk menggambarkan tingkat kerawanan kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi metode tersebut mampu mengidentifikasi lokasi-lokasi prioritas penanganan kecelakaan secara lebih komprehensif dibandingkan penggunaan satu metode saja. Peta hasil Kernel Density Estimation memperlihatkan konsentrasi kejadian kecelakaan pada beberapa segmen yang memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi peningkatan keselamatan jalan melalui perbaikan fasilitas jalan, pemasangan perlengkapan keselamatan, serta peningkatan pengawasan lalu lintas.





