Penurunan Reject Botol Coral 950 ML Menggunakan Metode PDCA PT ABCD

Penulis

  • Andyka Kurniawan Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Casban Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Meri Prasetyawati Universitas Muhammadiyah Jakarta
  • Umi Marfuah Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajst.v4i2.3505

Kata Kunci:

Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Pengendalian Kualitas, PDCA, Reject, Seven Tools

Abstrak

Botol Coral 950 ml di PT ABCD mengalami rata-rata reject periode September 2025–Februari 2026 sebesar 4,85%, melebihi standar toleransi perusahaan sebesar 2,4%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi akar penyebab cacat dominan dan merumuskan usulan perbaikan kualitas. Metode yang digunakan adalah Plan-Do-Check-Action (PDCA) yang diintegrasikan dengan Seven Tools dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Diagram Pareto menunjukkan tiga cacat dominan: Bintik Hitam (49,58%), Berat Tidak Standar (37,17%), dan Chocked Neck (13,25%). Analisis Fishbone dan FMEA mengindikasikan faktor material, mesin, dan lingkungan sebagai penyebab utama dengan nilai Risk Priority Number tertinggi. Selanjutnya, analisis Scatter Diagram mengonfirmasi korelasi sangat kuat (r = 0,99) antara volume produksi dan jumlah reject, yang menunjukkan bahwa masalah cacat bersifat sistemik. Usulan perbaikan disusun melalui pendekatan 5W+1H yang mencakup optimalisasi mesin, pemeliharaan material, penyempurnaan SOP, dan pelatihan operator. Penerapan strategi ini terbukti krusial untuk menekan reject secara konsisten hingga mencapai target toleransi perusahaan.

Diterbitkan

2026-10-30

Cara Mengutip

Andyka Kurniawan, Casban, Meri Prasetyawati, & Umi Marfuah. (2026). Penurunan Reject Botol Coral 950 ML Menggunakan Metode PDCA PT ABCD. Arus Jurnal Sains Dan Teknologi, 4(2), 551–559. https://doi.org/10.57250/ajst.v4i2.3505

Terbitan

Bagian

Artikel