Peran Pengajar dalam Perkembangan Hifzhul Qur’an di Madrasah Tahfizhul Qur’an Magelang
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajup.v6i1.2480Kata Kunci:
peran pengajar, bimbingan tahfizh, metode talaqqi, motivasi santri, evaluasi hafalanAbstrak
Penyelenggaraan program menghafal Al-Qur'an memerlukan peran pengajar yang strategis dalam mengelola bimbingan dan motivasi santri guna menjaga kualitas hafalan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran pengajar dalam proses bimbingan, pemberian motivasi, serta sistem evaluasi hafalan di Madrasah Tahfizhul Qur'an Minhajus Sunnah Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang pengajar yang memiliki pengalaman mengajar selama sepuluh hingga lima belas tahun serta para santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar menerapkan metode talaqqi dengan pembagian jadwal yang ketat antara setoran hafalan baru dan hafalan lama untuk menjaga kualitas kemutkinan. Selain itu, pengajar berperan sebagai motivator utama melalui pendekatan personal dan spiritual guna mengatasi kendala psikologis santri seperti rasa malas atau penurunan semangat. Sistem evaluasi dilakukan secara kontinu setiap hari menggunakan instrumen buku pantauan hafalan yang mencatat perkembangan ayat, tingkat kelancaran, serta melibatkan koordinasi aktif dengan orang tua melalui catatan dan paraf. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas peran pengajar sebagai pembimbing dan motivator sangat menentukan keberhasilan santri dalam mencapai target hafalan, di mana sinergi antara bimbingan metode yang tepat, motivasi yang intensif, dan evaluasi yang terukur mampu mengatasi berbagai hambatan dalam proses menghafal Al-Qur'an.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Amirudin, Mukarom

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















