Eksplorasi Keterampilan Literasi Kritis dalam Pengajaran Isu-isu Lingkungan Kepada Anak Usia Dini di Wilayah Pesisir Pertambangan Konawe Utara
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajup.v6i1.2500Kata Kunci:
literasi kritis, anak usia dini, pendidikan lingkungan, wilayah pesisir, pertambanganAbstrak
Pendidikan anak usia dini memegang peran penting dalam mengembangkan keterampilan literasi kritis sebagai dasar kemampuan memahami dan menilai informasi, khususnya terkait isu lingkungan. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga penguatan literasi kritis perlu dilakukan sejak dini. Kondisi ini menjadi semakin relevan di wilayah pesisir Konawe Utara yang didominasi aktivitas pertambangan nikel dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan serta sosial. Anak-anak di wilayah ini perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Meskipun terdapat 126 lembaga PAUD di Konawe Utara, kajian mengenai pengembangan literasi kritis berbasis isu lingkungan pesisir masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat penguasaan literasi kritis anak usia dini dalam memahami isu lingkungan, mengembangkan strategi pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum PAUD, serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis tematik. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran literasi kritis berbasis konteks lokal pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini di wilayah pesisir Konawe Utara memiliki kemampuan awal literasi kritis yang baik dalam memahami isu lingkungan, ditandai dengan kemampuan mengenali masalah, mengidentifikasi perilaku yang salah, dan menawarkan solusi sederhana. Integrasi literasi kritis dalam kurikulum PAUD melalui pembelajaran tematik, media kontekstual, pengembangan kosakata, serta pengalaman langsung terbukti dapat meningkatkan kesadaran lingkungan anak. Selain itu, metode pembelajaran berbasis literasi kritis efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian lingkungan, meskipun masih memerlukan penguatan peran guru dan pengembangan aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif dan eksploratif.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Itsnain Alfajri Husain, Waode Ekadayanti, Wa Ode Heni Fitriani, Tanjung Niasari

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















