Arus Jurnal Pendidikan https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup <p>Arus Jurnal Pendidikan atau di singkat dengan (Ajup) adalah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel hasil-hasil penelitian, kajian literatur, review buku pada bidang pendidikan secara umum, pendidikan yang berkaitan dengan masalah pendidikan baik siswa, guru, sekolah. selain itu, media, metode, model pembelajaran sampai kepada penilaian dan evaluasi pendidikan.<br />Arus Jurnal Pendidikan (Ajup) terbit 3 (tiga) kali dalam setahun yaitu bulan April, Agustus, dan Desember.</p> <p>Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor ........, Tanggal ........., tentang Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah periode .... Tahun 2024, Arus Jurnal Pendidikan Terakreditasi <a href="https://drive.google.com/file/d/1gdUs1Zdref_XgbwPajACZIWhFxf9oO7U/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5.</strong></a> Laman <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/14121" target="_blank" rel="noopener">Sinta AJUP di Sini</a></p> Arden Jaya Publisher id-ID Arus Jurnal Pendidikan 2807-9566 Spiritualitas dan Strategi Koping Generasi Z dalam Menghadapi Tantangan Kehidupan Modern: Studi Korelasional https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2449 <p>Perubahan sosial dan perkembangan teknologi digital yang cepat telah membentuk dinamika kehidupan generasi Z yang sarat dengan tekanan psikologis, seperti kecemasan, stres, dan kebingungan identitas. Kondisi tersebut menuntut individu memiliki kemampuan adaptif untuk menghadapi berbagai tuntutan kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara spiritualitas dan strategi coping dalam menghadapi tantangan kehidupan modern pada mahasiswa generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>ex post facto</em>. Responden penelitian berjumlah 60 mahasiswa generasi Z berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert yang terdiri dari 30 butir pernyataan yang mencakup tiga variabel, yaitu spiritualitas, strategi coping, dan tantangan generasi Z. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas memiliki hubungan positif dan signifikan dengan strategi coping (r = 0,378; p &lt; 0,05). Spiritualitas juga memiliki hubungan signifikan dengan tantangan generasi Z (r = 0,201; p &lt; 0,05), meskipun dengan kekuatan hubungan yang relatif rendah. Sementara itu, strategi coping menunjukkan hubungan yang kuat dengan tantangan generasi Z (r = 0,726; p &lt; 0,05). Analisis regresi menunjukkan bahwa spiritualitas dan strategi coping secara simultan memberikan kontribusi sebesar 53,9% terhadap kemampuan generasi Z dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Temuan ini menunjukkan bahwa spiritualitas dapat memberikan makna hidup dan ketenangan psikologis, sedangkan strategi coping berperan penting dalam membantu individu mengelola tekanan secara adaptif. Oleh karena itu, penguatan spiritualitas dan pengembangan keterampilan coping perlu menjadi perhatian dalam upaya mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi.</p> Dwi Masitoh Mahsa Ramadhan Pratama Muhammad Luthfiannoor Habibi Nony Wahyu Ningsih Surawan Surawan Hak Cipta (c) 2026 Dwi Masitoh, Mahsa Ramadhan Pratama, Muhammad Luthfiannoor Habibi, Nony Wahyu Ningsih https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 505 516 10.57250/ajup.v6i1.2449 Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SMP Islam Al-Azhar 24 Kota Makassar https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2415 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat kompetensi manajerial kepala sekolah di SMP Islam Al-Azhar 24 Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Adapun sumber datanya diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru di SMP Islam Al-Azhar 24 Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian untuk gambaran kompetensi manajerial kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan kepala sekolah terapkan dalam kepemimpinannya di sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas. Kepala sekolah menyusun program-program kegiatan sekolah dan melibatkan guru serta staf-staf yang ada di sekolah untuk ikut serta dalam proses penyusunan program sehingga kompetensi yang dimiliki oleh guru-guru dapat lebih terasah, serta dapat meningkatkan kinerjanya bukan hanya dalam pembelajaran namun juga dalam pelaksanaan kegiatan di sekolah. Selain itu, memaksimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana bagi guru serta pelaksanaan program kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah senantiasa lakukan bagi guru agar kinerjanya semakin baik di kelas. Dalam kompetensi manajerial kepala sekolah juga terdapat faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat didalamnya. Kepemimpinan kepala sekolah, kerjasama tim yang solid, sistem kerja yang teratur dan kondisi atau situasional sekolah yang mendukung kepala sekolah dalam melaksanakan kompetensi manajerialnya di sekolah. Adapun faktor penghambat seperti situasional atau kondisi dimana banyaknya muncul pesaing di dunia pendidikan membuat kepala sekolah lebih tertantang dalam meningkatkan kompetensi manajerialnya menjadi lebih baik lagi.</p> Dwi Utami Hidaya Nur Hak Cipta (c) 2026 Dwi Utami Hidaya Nur https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 517 530 10.57250/ajup.v6i1.2415 Strategi Ustadz dalam Meningkatkan dan Mempertahankan Hafalan Al-Quran Santri Pondok Pesantren Markiz Daarul Quran https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2450 <p>Tahfidz Al-Qur’an merupakan salah satu proses pendidikan untuk mendekatkan santri kepada sang pencipta melalui kitab suci-Nya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi Ustadz dalam meningkatkan dan menjaga hafalan Al-Qur’an pada santri di pondok pesantren Markiz Daarul Qur’an Was Sunnah dan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif melalui studi kasus. Hal ini dikarenakan penulis memiliki minat untuk mengetahui langsung bagaimana pembelajaran tahfidz berjalan di pesantren, kemudian dengan kondisi pondok pesantren Markiz itu sendiri yang sangat sederhana, dan dengan notabene beragam karakter santri dan fasilitas pesantren yang masih terbatas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman tentang bagaimana guru tahfidz merancang, melaksanakan dan mengawasi proses setoran dan murajaah harian para santri. Analisis data terjadwal ke proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memberikan gambaran sistematis tentang strategi pembelajaran tahfidz yang digunakan oleh para pengajar atau ustadz tahfidz di pondok tersebut.</p> Muhammad Adzin Al Amin Siti Novi Napisah Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Adzin Al Amin, Siti Novi Napisah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 531 538 10.57250/ajup.v6i1.2450 Efektivitas Penerapan Elektronik Kinerja (Ekinerja) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2452 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Penerapan Elektronik Kinerja (e-Kinerja) Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini mengkaji tentang efektivitas penerapan elektronik kinerja (e-Kinerja) dengan mengacu kepada teori Edy Sutrisno yang mengukur efektivitas dari indikator Pemahaman Program, Tepat Sasaran, Tepat Waktu, Tercapainya Tujuan dan Perubahan Nyata. Jenis penelitian yang digunakan Adalah penelitian analisis kualitatif, yaitu jenis penelitian menggunakan metode pemecahan masalah yang diteliti dengan memberikan Gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenani keadaan objek penelitian terhadap gejala-gejala yang terjadi pada objek yang diteliti berdasarkan fakta-fakta yang ada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli. Penetapan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>purposive</em> yaitu dengan cermat memilih dan menentukan orang-orang yang lebih mengetahui masalah yang diteliti dan untuk memberikan data yang aktual dan akurat. Data yang disajikan dalam penelitian ini Adalah data yang diperoleh langsung dilapangan berupa data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Efektivitas Penerapan Elektronik Kinerja (e-Kinerja) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tolitoli dari indikator tepat sasaran, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata telah berjalan dengan baik namun terdapat kendala yaitu dalam indikator pemahaman program dan pemahaman program dan tepat waktu belum tercapai secara maksimal karena masih ada sebagian ASN yang terlambat melakukan pengisian yang telah ditetapkan batas pengisian dan juga belum memahami program.</p> Muh Furqan Syahruddin Hattab Ani Susanti Hak Cipta (c) 2026 Muh Furqan, Syahruddin Hattab , Ani Susanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 539 547 10.57250/ajup.v6i1.2452 Analisis Kecemasan Siswa Kelas X dalam Membaca dan Menghafal Al-Qur’an pada Pembelajaran PAI https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2461 <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan keimanan peserta didik, salah satunya melalui kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Namun, dalam proses pembelajaran, sebagian siswa masih mengalami kecemasan ketika diminta membaca Al-Qur’an di depan kelas, seperti merasa gugup, takut melakukan kesalahan, dan kurang percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecemasan siswa kelas X saat membaca dan menghafal Al-Qur’an dalam pembelajaran PAI.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas X dan guru PAI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mengalami kecemasan dalam membaca Al-Qur’an di depan kelas, yang ditandai dengan rasa gugup, kurang percaya diri, dan takut melakukan kesalahan. Meskipun terdapat siswa yang mampu membaca dengan lancar, masih ditemukan siswa yang kurang lancar dan menunjukkan tingkat kecemasan yang bervariasi, yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Faktor yang mempengaruhi kecemasan antara lain rasa takut melakukan kesalahan, perasaan bahwa kemampuan teman lebih baik, serta kurangnya kebiasaan membaca di depan banyak orang.&nbsp; Dengan demikian, guru PAI perlu menciptakan suasana pembelajaran yang mendukung melalui pemberian motivasi, bimbingan, serta latihan membaca secara bertahap agar kepercayaan diri siswa meningkat dan kecemasan dapat berkurang.</p> Mira Anggela Rosi Mubarokah Muhammad Hayqel Royan Hidayat Muhamad Fahresa Rani Surawan Surawan Hak Cipta (c) 2026 Mira Anggela, Rosi Mubarokah , Muhammad Haiqel, Royan Hidayat, Muhammad Fahresa Rani, Surawan Surawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 548 554 10.57250/ajup.v6i1.2461 Kontinuitas Santri dalam Pelaksanaan Sholat Dhuha dan Implikasinya terhadap Kedisiplinan (Studi Kualitatif di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Amin Deli Serdang) https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2464 <p>Sholat Dhuha sebagai ibadah sunnah memiliki dimensi spiritual dan pedagogis yang berpotensi membentuk sikap disiplin santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses kontinuitas pelaksanaan sholat Dhuha pada santri serta menganalisis implikasinya terhadap kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Amin Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pimpinan pesantren, ustadz/ustadzah, dan santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sholat Dhuha dilaksanakan secara terstruktur melalui penjadwalan rutin, keteladanan guru, dan pengawasan berkelanjutan. Kontinuitas tersebut berimplikasi positif terhadap kedisiplinan santri, khususnya dalam disiplin waktu, ketaatan terhadap tata tertib, serta tanggung jawab dalam kegiatan belajar dan ibadah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontinuitas dalam pelaksanaan sholat Dhuha berperan penting dalam membentuk karakter disiplin santri.</p> Muhammad Amirul Hakim Taufiq Fauzan Ginanjar Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Amirul Hakim, Taufiq Fauzan Ginanjar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 555 562 10.57250/ajup.v6i1.2464 Dinamika Kedisiplinan Santri: Antara Ketegasan Pesantren Dan Karakter Generasi Z Di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2478 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Boarding School (MBS) Bumiayu yang berada di antara ketegasan sistem pesantren dan karakter santri Generasi Z. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara ketegasan tata tertib pesantren yang telah dirumuskan secara formal dengan realitas perilaku santri yang masih menunjukkan berbagai bentuk pelanggaran disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh pesantren, musyrif dan musyrifah, wali kelas, serta santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketegasan pesantren di MBS Bumiayu telah dibangun melalui tata tertib pesantren dan pakta integritas wali santri, namun implementasinya belum berjalan optimal akibat lemahnya konsistensi pendampingan oleh musyrif dan musyrifah. Respons santri Generasi Z terhadap ketegasan pesantren sangat dipengaruhi oleh kedekatan emosional dengan pendamping, sehingga kurangnya pendekatan humanis memunculkan kepatuhan semu dan perilaku menyimpang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan kedisiplinan santri di pesantren memerlukan keseimbangan antara ketegasan aturan dan pendekatan humanis yang berorientasi pada internalisasi nilai tauhid, iman, dan ibadah.</p> Ilham Dwi Setiawan Aang Mahyani Hak Cipta (c) 2026 Ilham Dwi Setiawan, Aang Mahyani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 563 569 10.57250/ajup.v6i1.2478 Penerapan Metode Talaqqi dalam Pembelajaran Membaca dan Menghafal Quran Pada Anak Tingkat SD Di Ajman https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2466 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode talaqqi dalam pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an pada anak tingkat Sekolah Dasar di Ajman, Uni Emirat Arab, serta mengkaji hasil dan kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan termasuk dalam kategori studi lapangan (field research). Subjek penelitian adalah dua peserta didik tingkat Sekolah Dasar yang mengikuti program privat hafalan Al-Qur’an. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode talaqqi efektif dalam meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an dan kualitas bacaan peserta didik, meskipun mereka belum mampu membaca Al-Qur’an secara mandiri. Penerapan talaqqi secara konsisten membantu peserta didik menghafal surat-surat pendek hingga mencapai surat Al-Lail, serta memperbaiki ketepatan makhraj dan kelancaran bacaan. Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta didik, kurangnya muroja’ah di rumah, dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Oleh karena itu, metode talaqqi perlu didukung dengan peran aktif orang tua serta dipadukan secara bertahap dengan pembelajaran huruf hijaiyah agar peserta didik tidak hanya mampu menghafal, tetapi juga dapat membaca Al-Qur’an secara mandiri di masa mendatang.</p> Belina Anggia Gustami Abd. Qahhar Aqilah Ihsan Hak Cipta (c) 2026 Belina Anggia Gustam, Abd. Qahhar Aqilah Ihsan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 570 575 10.57250/ajup.v6i1.2466 Peran Pengajar dalam Perkembangan Hifzhul Qur’an di Madrasah Tahfizhul Qur’an Magelang https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2480 <p>Penyelenggaraan program menghafal Al-Qur'an memerlukan peran pengajar yang strategis dalam mengelola bimbingan dan motivasi santri guna menjaga kualitas hafalan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran pengajar dalam proses bimbingan, pemberian motivasi, serta sistem evaluasi hafalan di Madrasah Tahfizhul Qur'an Minhajus Sunnah Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang pengajar yang memiliki pengalaman mengajar selama sepuluh hingga lima belas tahun serta para santri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar menerapkan metode talaqqi dengan pembagian jadwal yang ketat antara setoran hafalan baru dan hafalan lama untuk menjaga kualitas kemutkinan. Selain itu, pengajar berperan sebagai motivator utama melalui pendekatan personal dan spiritual guna mengatasi kendala psikologis santri seperti rasa malas atau penurunan semangat. Sistem evaluasi dilakukan secara kontinu setiap hari menggunakan instrumen buku pantauan hafalan yang mencatat perkembangan ayat, tingkat kelancaran, serta melibatkan koordinasi aktif dengan orang tua melalui catatan dan paraf. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas peran pengajar sebagai pembimbing dan motivator sangat menentukan keberhasilan santri dalam mencapai target hafalan, di mana sinergi antara bimbingan metode yang tepat, motivasi yang intensif, dan evaluasi yang terukur mampu mengatasi berbagai hambatan dalam proses menghafal Al-Qur'an.</p> Amirudin Mukarom Hak Cipta (c) 2026 Amirudin, Mukarom https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 576 581 10.57250/ajup.v6i1.2480 The Suicide Behaviours Questionnaire dan Brief Symptom Inventory: Validasi Skala Kontekstual pada Mahasiswa di Indonesia https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2398 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi Suicide Behaviors Questionnaire-Revised (SBQ-R) dan Brief Symptom Inventory (BSI) dalam konteks mahasiswa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Partisipan terdiri dari 365 mahasiswa aktif, berusia 18–25 tahun, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Validitas dan reliabilitas kedua instrumen diuji melalui analisis alpha Cronbach, korelasi antar-item, serta uji beda kelompok. Hasil menunjukkan SBQ-R memiliki reliabilitas tinggi (α = 0,834) untuk mengukur risiko bunuh diri, sedangkan BSI menunjukkan reliabilitas sangat tinggi (α = 0,973) dalam mengevaluasi distress psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa kedua instrumen adalah alat ukur yang valid dan andal untuk konteks budaya Indonesia. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan alat skrining berbasis bukti untuk pencegahan risiko bunuh diri dan distress psikologis pada mahasiswa, serta pentingnya pendekatan yang sensitif terhadap budaya dalam intervensi kesehatan mental.</p> Angelina Dyah Arum Setyaningtyas Dewi Soerna Anggraeni Ridwan Rahmawan Hak Cipta (c) 2026 Angelina Dyah Arum Setyaningtyas, Dewi Soerna Anggraeni, Ridwan Rahmawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 582 588 10.57250/ajup.v6i1.2398 Implementasi Nilai Sanad Dalam Pembentukan Karakter Santri: Studi Living Qur’an Di Ma’had Ashhabul Qur’an Palu https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2483 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya nilai sanad dalam pendidikan Al-Qur’an yang tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keotentikan ilmu, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter santri. Dalam praktik pendidikan Al-Qur’an, nilai sanad mengajarkan adab, kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai sanad dalam pembentukan karakter santriwati melalui praktik living Qur’an di Ma’had Ashhabul Qur’an Palu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi terhadap kegiatan keseharian santriwati, pengalaman langsung peneliti dalam proses pembinaan, serta dokumentasi aktivitas pembelajaran Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai sanad diimplementasikan melalui pembiasaan talaqqi secara langsung, penanaman adab sebelum ilmu, keteladanan guru, serta pengintegrasian nilai-nilai Al-Qur’an dalam aktivitas harian santriwati. Praktik tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter santriwati yang disiplin, bertanggung jawab, rendah hati, dan berakhlak Qur’ani. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan nilai sanad dalam pendidikan Al-Qur’an melalui pendekatan living Qur’an memiliki peran penting dalam mendukung pembentukan karakter santri dalam konteks Pendidikan Agama Islam.</p> Aisyah miranda Mukarom Hak Cipta (c) 2026 Aisyah miranda, Mukarom https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 589 593 10.57250/ajup.v6i1.2483 Eksplorasi Keterampilan Literasi Kritis dalam Pengajaran Isu-isu Lingkungan Kepada Anak Usia Dini di Wilayah Pesisir Pertambangan Konawe Utara https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2500 <p>Pendidikan anak usia dini memegang peran penting dalam mengembangkan keterampilan literasi kritis sebagai dasar kemampuan memahami dan menilai informasi, khususnya terkait isu lingkungan. Namun, hasil PISA 2022 menunjukkan bahwa tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah, sehingga penguatan literasi kritis perlu dilakukan sejak dini. Kondisi ini menjadi semakin relevan di wilayah pesisir Konawe Utara yang didominasi aktivitas pertambangan nikel dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan serta sosial. Anak-anak di wilayah ini perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Meskipun terdapat 126 lembaga PAUD di Konawe Utara, kajian mengenai pengembangan literasi kritis berbasis isu lingkungan pesisir masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat penguasaan literasi kritis anak usia dini dalam memahami isu lingkungan, mengembangkan strategi pembelajaran yang terintegrasi dalam kurikulum PAUD, serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran lingkungan anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan analisis tematik. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran literasi kritis berbasis konteks lokal pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak usia dini di wilayah pesisir Konawe Utara memiliki kemampuan awal literasi kritis yang baik dalam memahami isu lingkungan, ditandai dengan kemampuan mengenali masalah, mengidentifikasi perilaku yang salah, dan menawarkan solusi sederhana. Integrasi literasi kritis dalam kurikulum PAUD melalui pembelajaran tematik, media kontekstual, pengembangan kosakata, serta pengalaman langsung terbukti dapat meningkatkan kesadaran lingkungan anak. Selain itu, metode pembelajaran berbasis literasi kritis efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kepedulian lingkungan, meskipun masih memerlukan penguatan peran guru dan pengembangan aktivitas pembelajaran yang lebih interaktif dan eksploratif.</p> Itsnain Alfajri Husain Waode Ekadayanti Wa Ode Heni Fitriani Tanjung Niasari Hak Cipta (c) 2026 Itsnain Alfajri Husain, Waode Ekadayanti, Wa Ode Heni Fitriani, Tanjung Niasari https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 594 606 10.57250/ajup.v6i1.2500 Pengembangan dan Validasi Skala Kesejahteraan Subjektif pada Ibu Bekerja https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2482 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kesejahteraan subjektif pada ibu bekerja yang tidak hanya dipengaruhi oleh aspek ekonomi, tetapi juga aspek sosial dan psikologis. Selain itu, masih terbatasnya alat ukur yang komprehensif dan sesuai dengan konteks budaya menjadi alasan utama dilakukannya penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji validitas dan reliabilitas skala kesejahteraan subjektif pada ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu bekerja di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan karakteristik minimal pendidikan SMA. Teknik pengambilan sampel menggunakan multistage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa skala kesejahteraan subjektif yang disusun berdasarkan teori White yang mencakup tujuh aspek, yaitu kepercayaan ekonomi, agensi dan partisipasi, koneksi sosial, relasi dekat, kesehatan fisik dan mental, kompetensi dan keberartian diri, serta nilai dan arti hidup. Prosedur penelitian meliputi penyusunan aitem, uji validitas isi melalui expert judgement menggunakan Aiken’s V, uji reliabilitas dengan Cronbach Alpha, serta uji validitas konstrak menggunakan analisis faktor eksploratori (EFA) dan analisis faktor konfirmatori (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 63 aitem awal, sebanyak 54 aitem memenuhi kriteria validitas isi dengan nilai Aiken’s V di atas 0,70. Selanjutnya, uji reliabilitas menunjukkan koefisien Cronbach Alpha sebesar 0,928 yang termasuk kategori sangat tinggi. Hasil analisis faktor eksploratori menunjukkan nilai KMO sebesar 0,864 dengan signifikansi 0,000 yang berarti data layak untuk dilakukan analisis faktor. Tujuh faktor yang terbentuk mampu menjelaskan lebih dari 50% variasi data. Hasil analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa model memiliki tingkat kecocokan yang baik dengan nilai CMIN/DF sebesar 1,329, GFI sebesar 0,882, dan RMSEA sebesar 0,040. Dari hasil tersebut diperoleh 33 aitem yang memenuhi kriteria dan digunakan sebagai bentuk akhir skala. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa skala kesejahteraan subjektif pada ibu bekerja yang dikembangkan dalam penelitian ini memiliki validitas dan reliabilitas yang baik, sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur dalam penelitian maupun praktik psikologi.</p> Yeni Triwahyuningsih Kondang Budiyani Ridwan Rahmawan Hak Cipta (c) 2026 Yeni Triwahyuningsih, Kondang Budiyani, Ridwan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 607 621 10.57250/ajup.v6i1.2482 Optimalisasi Peran Musyrif dalam Mengatasi Kesenjangan Hifzhul Quran Santri Tahfizh dan Tadrībuddu’āt https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2511 <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengomparasikan optimalisasi peran musyrif dalam mengatasi kesenjangan capaian hifzhul Quran santri jenjang Tahfizh dan Tadrībuddu’āt di Ma’had Minhajussunnah Magelang. Latar belakang penelitian ini adalah belum tercapainya target hafalan santri di kedua jenjang yang diduga terkait keterbatasan peran musyrif. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif komparatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik _purposive sampling_ terdiri dari 2 musyrif Tahfizh, 2 musyrif Tadrībuddu’āt, 3 santri Tahfizh, dan 3 santri Tadrībuddu’āt. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran musyrif di jenjang Tahfizh lebih dominan sebagai _muhaffidz_ fokus ziyadah, sedangkan di Tadrībuddu’āt lebih dominan sebagai _muwajjih_ fokus muroja’ah dan mental dakwah. Kesenjangan terjadi karena rasio bimbingan 1:25 dan beban ganda musyrif. Strategi optimalisasi yang ditemukan adalah klasifikasi halaqah berbasis kemampuan dan program _ta’awun_ antar musyrif.</p> Andi Kurnia Prasetya Mukarom Mukarom Hak Cipta (c) 2026 Andi Kurnia Prasetya, Mukarom, Mukarom https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 622 626 10.57250/ajup.v6i1.2511 Religious Fear of Missing Out dan Subjective Well-Being Siswa: Studi pada Siswa SMA di Perkotaan https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2513 <p>Perkembangan teknologi digital telah melahirkan fenomena <em>Religious Fear of Missing Out</em> (Religious FoMO), yakni perasaan cemas ketika seseorang merasa tertinggal dari tren atau praktik keagamaan yang sedang populer di media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara Religious FoMO dan <em>Subjective Well-being</em> pada siswa SMA yang tinggal di kawasan perkotaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 22 siswa yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Pearson Product Moment</em> untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang kuat dan signifikan antara Religious FoMO dengan <em>Subjective Well-being</em>, yang dibuktikan dengan nilai korelasi (<em>r</em>) sebesar -0,642 dan nilai signifikansi (<em>p</em>) sebesar 0,001 (<em>p</em> &lt; 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi intensitas Religious FoMO, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan subjektif siswa. Hal ini menegaskan perlunya penguatan pendidikan agama yang berfokus pada internalisasi nilai spiritual daripada sekadar mengikuti arus tren digital.</p> Umi Muthiyah Wardatul Janah Rodhia Dyah Hesti Auliya Khairina Surawan Surawan Hak Cipta (c) 2026 Umi Muthiyah Wardatul Janah, Rodhia Dyah Hesti, Auliya Khairina, Surawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 627 633 10.57250/ajup.v6i1.2513 Dampak Efektivitas Dan Kontroversi Penggunaan AI (Artificial Intelligence) Bagi Perkembangan Kognitif Remaja https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2517 <p>Manusia pada hakikatnya hidup dalam atmosfer yang selalu mengalami perkembangan yang berkelanjutan. Perkembangan ini menjadi ciri khas dari sifat manusia sebagai makhluk yang berpikir. Berpikir memungkinkan manusia untuk mengubah dunia. Salah satu hasil pemikiran manusia yang cukup mengubah dunia adalah <em>Artificial Intelligence</em> (AI). Kehadiran AI memberikan banyak kemudahan bagi kaum remaja dalam mengerjakan tugas dan pekerjaannya. Penggunaan AI dari kalangan remaja yang dilakukan secara efektif akan membawa dampak positif, khususnya bagi perkembangan kognitif remaja. Namun, kontroversi dalam penggunaan AI pada kalangan remaja dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan kognitif mereka. Penelitian ini dibuat untuk meninjau sejauh mana dampak positif dan negatif dari penggunaan AI bagi kalangan remaja. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas dan kontroversi penggunaan AI di kalangan remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontroversi penggunaan AI pada kalangan remaja terjadi apabila remaja menggunakannya secara berlebihan. Dampak penggunaan AI yang berlebihan ini dapat melemahkan kemampuan kognitif dari remaja. Maka, untuk mengatasi problem itu, diambil langkah preventif yang tepat untuk meminimalisir penggunaan AI dan satu satunya langkah yang ditawarkan adalah dengan memperhatikan kembali efektivitas penggunaan AI.</p> Frederikus Kevin Janggur Hendrikus Nandito Timu Fransiskus Xaverius Busa Fransiskus Bungsu Nosi Hendrikus Thomas Temongmere Hak Cipta (c) 2026 Frederikus Kevin Janggur, Hendrikus Nandito Timu , Fransiskus Xaverius Busa, Fransiskus Bungsu Nosi, Hendrikus Thomas Temongmere https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 634 639 10.57250/ajup.v6i1.2517 Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Proses Pembelajaran Di Tk Nurul Falah Kota Kendari https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2520 <p>Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran di TK Nurul Falah Kota Kendari. Jenis Penelitian ini penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan fokus analisis berdasarkan enam indikator kompetensi pedagogik guru oleh Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 Pasal 25 Ayat 1. Subjek penelitian ini berjumlah 4 orang yaitu Kepala Sekolah, Guru Kelompok B1, Guru Kelompok B2, dan Guru Kelompok B3 di TK Nurul Falah Kota Kendari. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif menurut Spradley yaitu analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kultural. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru di TK Nurul Falah Kota Kendari telah diterapkan dengan cukup baik dalam proses pembelajaran. Guru mampu memahami karakteristik peserta didik melalui pengamatan, catatan anekdot, serta komunikasi dengan orang tua, meskipun masih ditemui perbedaan kesiapan belajar dan kondisi emosional anak. Pengembangan kurikulum dilaksanakan dengan mengacu pada kurikulum PAUD yang berlaku dan disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan anak melalui perencanaan yang fleksibel. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara sistematis dengan prinsip bermain sambil belajar, namun pelaksanaannya menghadapi kendala seperti keterbatasan media dan konsentrasi anak. Pengelolaan kelas menunjukkan upaya guru dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan melalui pendekatan positif dan personal. Penilaian dan evaluasi perkembangan anak dilakukan secara berkelanjutan menggunakan observasi, catatan anekdot, dan hasil karya, meskipun terbatas oleh waktu pencatatan. Pengembangan potensi peserta didik dilakukan secara holistik melalui berbagai kegiatan bermain dan seni, serta didukung oleh kerja sama antara sekolah dan orang tua, Sehingga dapat di sumpulkan bahwa proses pembelajaran dan kompetensi pedagogik guru dalam proses pembelajaran di TK Nurul Falah Kota Kendari telah terlaksana dengan baik serta sesuai tahap perkembangan anak usia dini.</p> Yusni Yusni Muamal Gadafi Wa Ode Syamzahrah Astarin Hak Cipta (c) 2026 Yusni Yusni, Muamal Gadafi, Wa Ode Syamzahrah Astarin https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 640 648 10.57250/ajup.v6i1.2520 Apakah Terdapat Perilaku Cyberbullying Pada Pengguna Media Sosial Instagram? https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2530 <p>Perilaku <em>cyberbullying </em>pada pengguna media sosial Instagram berdampak menimbulkan depresi, kecemasan, hancurnya harga diri, hingga pemikiran untuk bunuh diri<br />pada korban perilaku <em>cyberbullying</em>. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa perilaku <em>cyberbullying </em>pada pengguna Instagram. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian statistik deskriptif analisis. Jumlah sampel pada penelitian ini diambil sebanyak seratus lima responden yang aktif menggunakan media sosial Instagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna media sosial Instagram memiliki perilaku <em>cyberbullying</em> yang termasuk dalam kategori rendah. Pada hasil penelitian ini menunjukan secara keseluruhan subjek dalam penelitian ini memperoleh perhitungan skor mean empirik sebesar 99,91. Hasil tersebut berada dalam kategori rendah. Hasil tersebut dianalisa secara deskriptif berdasarkan jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan terakhir, pengahsilan perbulan, jumlah <em>followers</em>, jumlah <em>following</em>, jangka waktu penggunaan Instagram, durasi pengguanaan Instagram, dan akun instagram yang banyak diikuti. Hal ini bisa disebabkan karena sudah mulai ada kesadaran para subjek akan sebab akibat dari perilaku <em>cyberbullying </em>serta kesadaran untuk membangun interaksi soal yang baik terhadap sesama pengguna media sosial<em>.</em></p> Fathur Ramadhan Akbar Praesti Sedjo Hak Cipta (c) 2026 Fathur Ramadhan Akbar, Praesti Sedjo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-25 2026-04-25 6 1 640 648 10.57250/ajup.v6i1.2530 Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak melalui Kegiatan Menganyam di PAUD Kanatul Ain Wakatobi https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2540 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menganyam menggunakan daun kelapa di PAUD Kanatul Ain Wakatobi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah guru dan anak Kelompok B PAUD Kanatul Ain Wakatobi yang berjumlah 15 anak usia 5–6 tahun, terdiri atas 9 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Prosedur penelitian meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap siklus. Aktivitas mengajar guru meningkat dari 69% menjadi 92%, aktivitas belajar anak dari 69% menjadi 92%, dan hasil belajar anak dari 67% menjadi 87%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan menganyam menggunakan daun kelapa efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus anak di PAUD Kanatul Ain Wakatobi.</p> Wa Fida S. Muhammad Safiuddin Saranani Sri Yuliani M Hak Cipta (c) 2026 Wa Fida S., Muhammad Safiuddin Saranani, Sri Yuliani M https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-27 2026-04-27 6 1 649 657 10.57250/ajup.v6i1.2540 Pelatihan Berpikir Positif untuk Meningkatkan Konsep Diri pada Remaja Santriwati Tingkat SMA di Pesantren X Kabupaten Sleman https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2555 <p>Untuk bertahan dalam menjalani kehidupan di pondok pesantren santri membutuhkan konsep diri yang positif agar mampu mempertahankan kepercayaan diri, menerima kondisi diri dan perubahan lingkungan dengan baik, optimis, merasakan diri berharga, dan merasa aman di lingkungan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan berpikir positif untuk meningkatkan konsep diri santri. Subjek penelitian ini adalah 14 orang santri tingkat SMA Di Pesantren X Di Kabupaten Sleman yang memeliki tingkat konsep diri pada kategori sedang sampai rendah. Desain penelitian ini adalah quasi experimental design dengan alternative pretest-posttest control grup design. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan tingkat konsep diri pada santri sebelum dan setelah mendapatkan pelatihan berpikir positif, dimana tingkat konsep diri santri selah diberikan pelatihan berpikir positif lebih rendah dibandikan sebelum diberikan pelatihan berpikir positif. Hasil lain pada penelitian ini juga menunjukan adanya perbedaan tingkat konsep diri antara kelompok santri yang diberikan pelatihan berpikir positif dengan kelompok santri yang tidak diberikan pelatihan berpikir positif, dimana tingkat konsep diri lebih rendah pada kelompok yang diberikan pelatihan berpikir positf dibandingkan kelompok yang tidak diberikan pelatihan berpikir positif.</p> Desi Kartikasari Kamsih Astuti Hak Cipta (c) 2026 Desi Kartikasari, Kamsih Astuti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 6 1 658 664 10.57250/ajup.v6i1.2555 Transformasi Paradigma Pembelajaran Menulis melalui Integrasi Transfer of Knowledge dan Deeper Learning: Studi Literatur https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2579 <p>Pendidikan menulis pada masa kini dihadapkan pada tantangan besar berupa adanya jarak antara pemahaman teoretis dengan kemampuan praktis penulis dalam mengaplikasikan ide. Penelitian ini mengeksplorasi sinergi antara mekanisme Transfer of Knowledge (ToK) dan Deeper Learning (DL) sebagai solusi atas dominasi paradigma pembelajaran konvensional yang masih bersifat mekanis dan pasif. Riset ini dirancang untuk membedah bagaimana integrasi ToK dan DL beroperasi dalam pedagogi menulis, mengenali transisi paradigma yang mendukung penerapan ilmu secara lintas konteks, serta mengukur pengaruh model DL terhadap eskalasi kualitas narasi dan kekuatan argumen sekaligus menyusun skema kerja yang transformatif bagi tenaga pengajar. Dengan menerapkan metode tinjauan literatur sistematis terhadap 45 artikel ilmiah dari pangkalan data SINTA 2–3 dan Scopus periode 2019–2024, ditemukan bahwa penggabungan ToK dan DL secara impresif mampu mempertajam kesadaran metakognitif, memacu terjadinya far transfer pada berbagai bidang keilmuan, dan mengubah arah pembelajaran dari sekadar menduplikasi informasi menuju fase konstruksi pengetahuan yang aktif. Hasil kajian ini memberikan kontribusi penting bagi terciptanya desain instruksional menulis yang lebih relevan, fleksibel, serta sejalan dengan tuntutan kompetensi global di abad ke-21.</p> Nurul Fadila Nahdiah Tullah Indayani Tangdibali Sukma Sartika Anita Candra Dewi Hak Cipta (c) 2026 Nurul Fadila, Nahdiah Tullah, Indayani Tangdibali, Sukma Sartika, Anita Candra Dewi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 6 1 665 672 10.57250/ajup.v6i1.2579 Peran Etika Akademik terhadap Pembentukan Karakter dan Kualitas Pendidikan Mahasiswa di Perguruan Tinggi https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajup/article/view/2629 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran etika akademik terhadap pembentukan karakter dan kualitas pendidikan mahasiswa di perguruan tinggi. Perkembangan teknologi digital dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan menghadirkan berbagai tantangan, seperti plagiarisme, manipulasi tugas, dan penyalahgunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, penerapan etika akademik menjadi penting dalam menciptakan perilaku akademik yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel, dan berbagai referensi terpercaya yang berkaitan dengan etika akademik, pembentukan karakter mahasiswa, dan kualitas pendidikan. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan etika akademik dengan pembentukan karakter dan kualitas pendidikan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika akademik memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter mahasiswa, seperti sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, dan integritas. Selain itu, penerapan etika akademik juga mendukung terciptanya budaya belajar yang sehat serta meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Sebaliknya, rendahnya kesadaran terhadap etika akademik dapat menyebabkan berbagai pelanggaran akademik dan menurunkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu memperkuat penerapan etika akademik agar mahasiswa mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik.</p> Muhammad Alif Dea Emilya Kabrina Syahrani Seren Harahap Rizky Fadilah Raihanah Muhammad Shiddiq Harahap Parulian Sibuea Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Alif, Dea Emilya Kabrina, Syahrani Seren Harahap, Rizky Fadilah Raihanah, Muhammad Shiddiq Harahap, Parulian Sibuea https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-04-30 2026-04-30 6 1 673 680 10.57250/ajup.v6i1.2629