Shaping Future Classrooms: English Pre-Service Teachers’ Experiences with AI-Driven Teaching and Learning
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2918Keywords:
Artificial Intelligence (AI), English as a Foreign Language (EFL), Deep Learning Technology, Teacher Self- Efficacy, AI integrating TrainingAbstract
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang didukung oleh analisis kuantitatif deskriptif untuk mengkaji dampak teknologi berbasis deep learning dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing (EFL). Partisipan terdiri atas 25 calon guru Bahasa Inggris dari Polewali Mandar yang mengisi kuesioner 30 butir dengan skala Likert 5 poin, serta lima orang yang diwawancarai secara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para calon guru memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam menggunakan AI (M = 3,93), literasi AI yang baik (M = 3,70), serta sikap positif terhadap AI (M = 3,92). Dukungan institusi juga tergolong kuat (M = 3,75), meskipun kebutuhan pelatihan masih sangat tinggi (M = 4,25). Selain itu, mereka menunjukkan niat yang kuat untuk menggunakan AI (M = 3,84), terutama guru yang lebih berpengalaman yang menilai AI sangat bermanfaat (M = 4,32). AI dipandang membantu dalam perencanaan pembelajaran, meningkatkan kreativitas, efisiensi, serta kemandirian belajar siswa. Namun, terdapat kekhawatiran terkait ketergantungan berlebihan pada AI yang dapat menurunkan kemampuan berpikir kritis, memicu kemalasan akademik, dan mengurangi interaksi sosial. Secara keseluruhan, calon guru EFL menunjukkan kesiapan dan sikap positif terhadap integrasi AI, dengan catatan perlunya pelatihan, dukungan institusi, dan pedoman etis yang memadai.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mclean HY, Nurfadilah Nadjib, Rosnani Abdul Rahman, Nurqadriyanti Hasanuddin, Fajriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










