Hubungan Subjective Well-Being Dan KualitasHidup Caregiver Pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Di Slb Kota Ternate

Authors

  • Anisah Damayanti Hairun Universitas Khairun Ternate
  • Syam Ardhy Dabi Dabi Universitas Khairun Ternate

DOI:

https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2962

Keywords:

Subjective well-being, kualitas hidup, caregiver, anak berkebutuhan khusus

Abstract

Caregiver pada orang tua anak berkebutuhan khusus menghadapi berbagai tuntutan pengasuhan yang dapat menurunkan Subjective well-being dan kualitas hidupnya. Subjective well-being merupakan salah satu aspek psikologis yang berkaitan dengan kemampuan caregiver dalam menjalankan peran pengasuhan sekaligus mempertahankan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara subjective well-being dengan kualitas hidup caregiver pada orang tua anak berkebutuhan khusus di SLB Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 163 caregiver orang tua anak berkebutuhan khusus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Skala Subjective Well-Being yang disusun berdasarkan aspek Diener et.al., (2018) dan Skala Kualitas Hidup yang disusun berdasarkan aspek Power dalam Lopez dan Snyder (2004). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara subjective well-being dengan kualitas hidup caregiver pada orang tua anak berkebutuhan khusus di SLB Kota Ternate dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,893 dan nilai signifikansi sebesar p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi subjective well-being yang dimiliki caregiver, maka semakin tinggi pula kualitas hidup yang dirasakan. Sebaliknya, semakin rendah subjective well-being, maka semakin rendah pula kualitas hidup caregiver. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa subjective well-being memiliki hubungan yang sangat kuat dengan kualitas hidup caregiver. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan psikologis, edukasi, serta dukungan sosial bagi caregiver untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan kualitas hidup mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Awaji, N., Aljohani, S., & Alharbi, R. (2021). Quality of life among caregivers of children with disabilities: The role of psychological well-being and social support. Journal of Family Medicine and Primary Care, 10(8), 2986–2993.

Anggraini, D., Sari, N., & Rahmawati, Y. (2022). Dukungan sosial sebagai prediktor subjective well-being pada caregiver anak berkebutuhan khusus. Jurnal Psikologi Indonesia, 11(2), 118–129.

Das, S., Mishra, A., & Gupta, P. (2020). Subjective well-being and psychological adjustment among family caregivers: A systematic review. Journal of Mental Health and Human Behaviour, 25(2), 81–89.

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3), 542–575. https://doi.org/10.1037/0033-2909.95.3.542

Diener, E., Emmons, R. A., Larsen, R. J., & Griffin, S. (1985). The Satisfaction With Life Scale. Journal of Personality Assessment, 49(1), 71–75. https://doi.org/10.1207/s15327752jpa4901_13

Diener, E., Lucas, R. E., & Oishi, S. (2002). Subjective well-being: The science of happiness and life satisfaction. Dalam C. R. Snyder & S. J. Lopez (Eds.), Handbook of Positive Psychology (pp. 63–73). Oxford University Press.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hadi, M., Rahman, A., & Putri, D. (2025). Beban pengasuhan dan kualitas hidup orang tua anak berkebutuhan khusus. Jurnal Keperawatan Indonesia, 28(1), 45–56.

Isa, S. N. I., Ishak, I., Ab Rahman, A., Mohd Saat, N. Z., & Din, N. C. (2021). Coping strategies, social support and quality of life among parents of children with disabilities. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(21), 11254.

Mahasanah, N., Wibowo, A., & Hidayati, F. (2025). Parenting self-efficacy dan subjective well-being pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Jurnal Psikologi, 52(1), 34–47.

Rohman, A., Widodo, H., & Lestari, D. (2023). Metodologi penelitian kuantitatif. CV Literasi Nusantara.

Sahir, S. H. (2022). Metodologi penelitian. Penerbit KBM Indonesia.

Sari, M. (2021). Beban pengasuhan dan kualitas hidup orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 10(2), 95–108.

Selian, M., & Yulasteriyani, Y. (2024). Subjective well-being pada orang tua anak berkebutuhan khusus ditinjau dari penerimaan diri dan rasa syukur. Jurnal Psikologi Indonesia, 13(1), 24–36.

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (3rd ed.). Alfabeta.

Susilawati, E. (2024). Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup caregiver anak berkebutuhan khusus. Jurnal Keperawatan Komunitas, 12(1), 52–61.

Watson, D., Clark, L. A., & Tellegen, A. (1988). Development and validation of brief measures of positive and negative affect: The PANAS scales. Journal of Personality and Social Psychology, 54(6), 1063–1070. https://doi.org/10.1037/0022-3514.54.6.1063

Werner, S., & Shulman, C. (2013). Subjective well-being among family caregivers of individuals with developmental disabilities: The role of affiliate stigma and psychosocial moderating variables. Research in Developmental Disabilities, 34(11), 4103–4114. https://doi.org/10.1016/j.ridd.2013.08.029

World Health Organization. (1995). The World Health Organization Quality of Life assessment (WHOQOL): Position paper from the World Health Organization. Social Science & Medicine, 41(10), 1403–1409. https://doi.org/10.1016/0277-9536(95)00112-K

Published

2026-06-29

How to Cite

Hairun, A. D., & Dabi, S. A. D. . (2026). Hubungan Subjective Well-Being Dan KualitasHidup Caregiver Pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Di Slb Kota Ternate. Arus Jurnal Psikologi Dan Pendidikan, 5(2), 1829–1835. https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2962

Issue

Section

Artikel