Senandung Alam Bumi Borneo sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajpp.v5i2.2851Kata Kunci:
Senandung Alam, Bumi Borneo, Penciptaan, Seni LukisAbstrak
Penciptaan karya seni lukis “Senandung Alam Bumi Borneo” membahas tentang hubungan harmonis antara kekayaan alam dan identitas budaya Kalimantan Barat yang divisualisasikan melalui simbol-simbol flora, fauna, dan unsur tradisi lokal. Dalam karya ini, gong tradisional dimaknai sebagai representasi denyut kebudayaan dan suara leluhur yang terus hidup di tengah masyarakat Borneo. Burung enggang dihadirkan sebagai simbol kemuliaan, spiritualitas dalam budaya Dayak, sedangkan trenggiling merepresentasikan keseimbangan ekosistem serta pentingnya pelestarian satwa endemik. Kehadiran bunga sepatu dan kantong semar memperkuat karakter visual hutan tropis Kalimantan yang eksotis dan sakral. Fokus penciptaan diarahkan pada pengimajinasian alam Borneo sebagai ruang budaya yang menyatu dengan kehidupan manusia. Tujuan penciptaan karya ini adalah memvisualisasikan keharmonisan hubungan manusia, budaya, dan alam melalui medium seni lukis serta menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal. Manfaat dari penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media refleksi dan edukasi bagi Masyarakat mengenai pentingnya menjaga identitas budaya serta keberlangsungan ekosistem Borneo di tengah perkembangan zaman. Metode penciptaan menggunakan tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan pendekatan surealis dekoratif yang menitikberatkan pada pengolahan simbol, detail ornament, dan komposisi visual puitis. Hasil penciptaan diwujudkan dalam karya seni lukis berjudul “Senandung Alam Bumi Borneo” yang menampilkan perpaduan flora endemik, satwa khas Borneo, dan simbol budaya tradisional dalam satu kesatuan visual yang harmonis. Karya ini menghadirkan suasana hutan Borneo yang mistis, tenang, dan sakral sebagai representasi keindahan alam sekaligus identitas budaya nusantara.
Unduhan
Referensi
Astuti, W., Ayu, N. A. K., Mitha, M., Rahmad, R., & Syamswisna, S. (2024). Studi Literatur: Jenis-jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kalimantan Barat. Jurnal Biogenerasi, 10(1), 189-196. https://doi.org/10.30605/biogenerasi.v10i1.3836
Dozan, M. A., & Cholis, H. (2020). Hubungan Sungai Dengan Aktivitas Manusia Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis. Brikolase: Jurnal Kajian Teori, Praktik Dan Wacana Seni Budaya Rupa, 12 (1), 1–20. https://doi.org/10.33153/brikolase.v12i1.3211
Hidayat, M. (2021). Analisis Simbolik Struktural Burung Enggang Pada Masyarakat Dayak. Jurnal Ilmu Budaya, 18 (1), 52-65. https://doi.org/10.31849/jib.v18i1.7849
Liandy, W. (2023). Trenggiling Sebagai Representasi Mekanisme Pertahanan Psikologis Pada Penciptaan Seni Grafis (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta). http://digilib.isi.ac.id/id/eprint/13407
Masruchiyah, N., Murti, W., & Marthinu, E. (2024). Ecoprint di Indonesia: Perpaduan Karya Seni dan Upaya Pelestarian Lingkungan. Jurnal Pertumbuhan Hijau Dan Manajemen Lingkungan, 13 (2), 185–193. https://doi.org/10.21009/jgg.v132.07
Nathalia, C., & Suryana, W. (2026). Ekpresi Datang Bulan (Menstruasi) sebagai Inspirasi dalam Berkarya Seni Lukis. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 6(1), 312–320. https://doi.org/10.57250/ajsh.v6i1.2181
Prasetya, IMDK., Purnamasari, NPL., & Karsana,. AKU P. (2021). Perkembangan Seni Lukis Flora Dan Fauna Pengosekan. Batarirupa: Jurnal Pendidikan Seni, 1 (2), 89–104. https://doi.org/10.59672/batarirupa.v1i2.1764
Raniswari, A. N., & Winarno, W. (2022). Ragam Hias Flora Dan Fauna Sebagai Inspirasi Melukis bagi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tuban. Jurnal Seni Rupa, 11(1), 1–8. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/va/article/view/50461
Saputra, R., Hasanah, N., Kamaludin, Azis, M., Putra, M. A., & Armayadi, Y. (2024). Peran Seni dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal di Era Modern. Besaung: Jurnal Seni Desain Dan Budaya, 9(2), 183–195. https://doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4044
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Florentinie Crisik Ating

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










