PKK dan Inovasi Edukasi Administrasi Kependudukan: Strategi Mewujudkan KISAK di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i3.2098Kata Kunci:
PKK, Administrasi Kependudukan, KISAK, Inovasi Edukasi Digital, Kabupaten SanggauAbstrak
Administrasi kependudukan merupakan fondasi penting dalam pemenuhan hak-hak keluarga dan akses terhadap pelayanan publik. Namun, data administrasi kependudukan di Kabupaten Sanggau hingga Agustus 2025 menunjukkan bahwa capaian kepemilikan dokumen kependudukan belum merata, khususnya pada Kartu Identitas Anak (KIA), akta perkawinan, dan akta perceraian. Kondisi ini menunjukkan perlunya pendekatan edukatif yang lebih dekat dengan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam mengembangkan inovasi edukasi administrasi kependudukan sebagai strategi pendukung pelaksanaan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) di era digital di Kabupaten Sanggau. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKK berperan sebagai agen edukasi nonformal yang memanfaatkan pendekatan persuasif dan media digital sederhana dalam menyampaikan informasi administrasi kependudukan kepada keluarga. Namun, efektivitas inovasi edukasi digital tersebut masih dipengaruhi oleh keterbatasan literasi digital, akses teknologi, dan koordinasi lintas sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran PKK dalam inovasi edukasi administrasi kependudukan memiliki potensi strategis dalam mendukung KISAK di tingkat lokal, meskipun masih memerlukan penguatan dari berbagai aspek sosial dan kelembagaan.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Yenny Aman Serah, Temmy Hastian, Rini Setiawati, Samuel Marpaung

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














